Barang Siapa Mengetahui Bahwa Allah lah yang memberi rezeki
Ungkapan Imam al-Qusyairi ini menegaskan bahwa ketenangan hati lahir dari keyakinan kepada Allah sebagai Pemberi rezeki, bukan semata dari besarnya usaha atau banyaknya harta yang dimiliki. Ketika seseorang benar-benar menyadari bahwa rezeki datang dari Allah, beban hidup yang berat tidak lagi sepenuhnya menekan jiwanya.
Banyaknya tanggungan keluarga sering menjadi sumber kecemasan: takut kekurangan, takut tidak mampu memenuhi kebutuhan, takut gagal menjalankan amanah. Namun keyakinan bahwa Allah-lah yang menjamin rezeki membuat kesedihan itu menjadi lebih ringan. Bukan berarti masalah hilang, tetapi hati menjadi lebih tenang karena sandarannya jelas—kepada Tuhan, bukan kepada kemampuan diri semata.
Ungkapan ini juga mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Seseorang tetap wajib bekerja, berusaha, dan bertanggung jawab atas keluarganya. Namun setelah itu, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh kepercayaan. Keyakinan inilah yang menjaga hati dari keputusasaan.
Pesan Imam al-Qusyairi mengingatkan bahwa beban hidup terasa berat ketika ditanggung sendirian, tetapi menjadi ringan ketika diserahkan kepada Allah. Selama hati yakin bahwa rezeki diatur oleh-Nya, kesedihan tidak akan menguasai, dan amanah seberat apa pun dapat dijalani dengan lapang dan penuh harap. Wallahu 'Alam
Diuraikan: @rizkytarmasi
Follow:
@kiaikita
@rizkytarmasi
#arahbatin #sufi #tasawuf #rumi #islam

Posting Komentar
Komentar ya