Dunia Tak Menunggu Ketidaksiapanmu: Mengapa Usia Muda Harus Kerja Keras dan Berilmu?
Bismillah. Ada sebuah ungkapan tegas yang mengusik kesadaran kita: "Selagi masih muda, banyakin belajar dan hasilkan uang sebanyak mungkin, dunia itu kejam untuk orang-orang miskin".
Ini mungkin terdengar keras dan materialistis di telinga sebagian orang. Namun, jika kita menyelami realita dengan jujur, ini adalah panggilan untuk bangkit dari ketidaksiapan menghadapi kerasnya roda kehidupan.
Dunia sering kali bergerak tanpa kompromi; ia tidak menaruh iba hanya pada niat baik yang pasif atau idealisme yang menggantung di awan.
Tanpa kesiapan ilmu dan kemandirian finansial, seseorang akan mudah tergerus oleh ketatnya sistem dan himpitan zaman.
Perspektif ini menemukan muara yang sangat dalam ketika disandingkan dengan nilai-nilai luhur Islam. Masa muda bukan sekadar ruang untuk bersantai, melainkan ladang emas untuk menanam kemanfaatan.
1. Waktu Muda adalah Amanah dan Aset Termahal
Masa muda menyajikan energi yang meluap, kesehatan yang prima, serta waktu yang terbentang luas.
Ini adalah masa di mana kegagalan bisa dijadikan batu pijakan untuk bangkit kembali. Namun, keleluasaan ini tidak bertahan selamanya; ia adalah jendela kesempatan yang akan tertutup rapat seiring berjalannya sang waktu.
Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sebuah hadis yang sangat relevan tentang pentingnya memanfaatkan masa muda sebelum datangnya masa tua:
"Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: Waktumu sebelum sibukmu, masamu muda sebelum masamu tua, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, dan hidupmu sebelum matimu."
(HR. Al-Hakim)
Mengisi masa muda dengan mempelajari ilmu dan skill yang bernilai bukan sekadar mengejar validasi sosial, melainkan bentuk pertanggungjawaban atas nikmat umur dan potensi yang telah dianugerahkan Allah SWT.
2. Berikhtiar Melawan Keterpurukan Finansial
Kemiskinan kerap menjadi perangkap yang membatasi gerak dan pilihan hidup. Tanpa kemandirian ekonomi, seseorang akan kesulitan melindungi serta memenuhi kebutuhan dasar orang-orang yang dicintainya.
Islam sendiri mengajarkan umatnya untuk senantiasa kuat dan tidak menyerah pada keadaan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersikaplah loba (semangat) atas hal-hal yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu merasa lemah..."
(HR. Muslim)
Kekuataan dalam hadis ini mencakup kekuatan fisik, keilmuan, hingga kekuatan ekonomi. Dengan ikhtiar yang gigih untuk keluar dari keterpurukan, seorang Muslim dapat berdiri tegak dan tidak bergantung pada welas asih orang lain.
3. Menuntut Ilmu: Investasi Terbaik Seumur Hidup
Investasi terbesar bagi seorang pemuda bukanlah sebatas harta benda, melainkan investasi pada kapasitas diri.
Membaca, menimba ilmu, mencari arahan mentor, serta memahami bagaimana roda kehidupan dan ekonomi bekerja adalah senjata utama dalam mengarungi zaman.
Al-Qur'an secara eksplisit mengangkat derajat orang-orang yang berilmu:
" Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)
Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan di tengah gulitanya ketidakpastian. Menuntut ilmu di masa muda adalah fondasi agar kita panen kebijaksanaan dan keberkahan di masa depan.
4. Harta sebagai Sarana Berbuat Baik dan Menebar Manfaat
Mengejar kemapanan finansial di usia muda bukanlah bentuk keserakahan jika dilandasi oleh niat yang lurus.
Menempa Jiwa di Usia Muda: Belajar, Berdaya, dan Mengukir Kemanfaatan
Uang dan kelapangan rezeki adalah alat yang memberikan kebebasan untuk menebar kebaikan dalam skala yang lebih luas membantu keluarga, menyokong masyarakat, dan menyebarkan kebermanfaatan.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu..."
(QS. Al-Qashash [28]: 77)
Kecukupan harta memungkingkan tangan kita berada di atas untuk memberi dan bertindak secara nyata, mengaitkan antara kesuksesan duniawi dengan keabadian akhirat.
Menyemai Masa Depan Hari Ini
Masa muda adalah kanvas kosong yang siap dilukis dengan karya dan perjuangan. Jangan biarkan waktu berharga berlalu dalam kesenangan yang semu.
Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bekerjalah dengan tekun, hasilkan rezeki yang halal dan berlimpah, serta bentengi diri dengan iman dan takwa.
Persiapkan dirimu hari ini untuk menyongsong hari esok dengan tangguh, berdaya, dan penuh manfaat bagi sesama.
Ronaldo Rozalino - Coach RR
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
Media Sosial Digital:
Ronaldo Rozalino
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site : s.id/RonaldoRozalino
Menepis Penat, Memetik Keberkahan: Menyingkap Rahasia Terapi Bekam Sunnah Rasulullah
Bismillah. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang sering kali menguras tenaga dan pikiran, tubuh manusia bagaikan sebuah wadah yang perlahan menampung lelah.
Ketegangan otot, rasa pegal di persendian, hingga benak yang terselimuti stres menjadi signal tak kasatmata bahwa tubuh merindukan penawar.
Di balik majunya medis masa kini, terdapat satu warisan pengobatan spiritual dan fisik yang tak lapuk oleh zaman: Terapi Bekam (Hijamah).
Warisan Suci dan Keberkahan Sunnah
Bekam bukan sekadar metode pengobatan fisik biasa, melainkan sebuah ikhtiar pengobatan yang kental akan nilai-nilai spritual.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadis bersabda:
"Kesembuhan itu ada dalam tiga hal: minum madu, sayatan alat bekam, dan sengatan besi panas. Namun aku melarang umatku dari sengatan besi panas."
(HR. Bukhari)
Bahkan ketika peristiwa Isra Mi'raj, para malaikat senantiasa mengingatkan Rasulullah SAW untuk mengajarkan bekam kepada umatnya.
Bekam menjadi salah satu jalan pengobatan terbaik yang dituntunkan untuk menjaga amanah berupa kesehatan fisik dan jiwa yang telah dikaruniakan Allah SWT.
Menyelaraskan Raga melalui Mekanisme Terapi Bekam
Melalui cangkir-cangkir khusus yang tertanam lembut di atas permukaan kulit, proses penarikan vakum dimulai.
Secara bertahap, terapi ini bekerja melalui rincian mekanisme yang penuh manfaat:
Vakum Kulit & Pelebaran Pembuluh Darah: Tekanan isapan dari cangkir merangsang aliran darah lokal ke jaringan otot yang kaku.
Pembuluh darah melar meluaskan jalurnya, mengalirkan kembali nutrisi dan oksigen ke area yang semula terhambat.
Pengeluaran Darah Statis (Bekam Basah): Melalui sayatan mikro yang halus, darah statis serta sisa-sisa metabolisme yang menyumbat diproses untuk keluar.
Tubuh seolah bernapas lega saat endapan zat tak berguna berhasil dilepaskan.
Proses Detoksifikasi Alami:
Pengeluaran sisa metabolisme ini membantu pembersihan alami dari dalam, mengembalikan kesegaran dan vitalitas tubuh yang sempat redup.
Jejak Keharmonisan dan Kebugaran Tubuh
Dampak positif yang dirasakan setelah menjalani terapi bekam begitu nyata:
Meredakan Nyeri dan Ketegangan Otot:
Beban berat pada punggung, nyeri sendi, hingga kaku otot perlahan meluruh.
Ringannya Sakit Kepala & Migrain:
Aliran darah ke area kepala kembali lancar, membebaskan benak dari cengkeraman migrain kronis.
Menjaga Keseimbangan dan Biomekanik Kulit: Peredaran darah yang lancar membantu kulit menjaga elastisitasnya, menjauhkan dari tanda-tanda penuaan dini.
Sentuhan Ketenangan (Efek Rileks):
Rasa lelah dan ketegangan fisik yang dilepaskan menghadirkan ketenangan jiwa, melapangkan dada, serta mengusir stres.
Merawat tubuh adalah salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat hidup yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Menjalani terapi bekam bukan hanya langkah nyata untuk memulihkan kebugaran raga, melainkan juga usaha dalam menghidupkan sunnah Nabi yang penuh dengan keberkahan.
Ditulis oleh:
Ronaldo Rozalino - Coach RR
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Web: s.id/RonaldoRozalino
Waktuku Tak Lama, Maka Nikmatilah Kebersamaannya
"Ronaldo Rozalino - Caoch RR"
Bismillah. Waktu berjalan tanpa kompromi, mengalir bagai air yang tak pernah kembali ke hulunya.
Di antara detik yang berlalu, ada hangat yang menetap di dada: tawa keluarga, genggaman jemari hangat sang ibunda, serta binar mata buah hati tercinta.
Sebelum Maut Memisah Langkah: Mengukir Kebaikan dalam Dekapan Keluarga
Waktuku di permukaan bumi ini tak lama. Selagi raga masih diberi sehat dan jiwa dianugerahi bahagia, kukecap setiap momen kebersamaan ini dengan penuh kesyukuran.
Sebagaimana petunjuk ilahi dalam Al-Qur'an, Allah SWT mengingatkan kita tentang kepastian takdir setiap yang bernyawa:
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat lah disempurnakan pahalamu."
(QS. Ali 'Imran: 185)
Menyadari keterbatasan waktu bukanlah alasan untuk berduka, melainkan pemantik untuk memperbanyak kebaikan dan merajut kenangan manis.
Rasulullah SAW pun mengajarkan keutamaan mengingat akhir perjalanan hidup ini dalam sebuah hadis:
"Orang yang cerdas adalah orang yang mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian."
(HR. Tirmidzi)
Meniti Kebaikan Bersama Tiga Tunas Harapan
Matahari sore yang perlahan meredup mengiringi langkah santun menuju sebuah jamuan sederhana.
Di sana, terpancar ketulusan dari Ibunda tersayang (Nenek Vicella) bersama tiga generasi penjelas masa depan: Violino Ridho Putra, Cello Yenroza Putra, dan Viola Utari Putri.
Kalian adalah kebanggaan dan calon pengusaha muslim yang tangguh serta sukses. Kejarlah impianmu setinggi langit, wahai ananda.
Dalam keheningan malam dan derai doa di atas sejadah, selalu ada desah napas Papa yang memohonkan keselamatan serta keberkahan langkahmu.
Jadikanlah segala kekurangan yang ada pada diri Papa sebagai cermin dan pembelajaran hidup. Jika ada kelebihan, Papa hanya menitip satu hal: selipkan doa untuk Papa dalam sujudmu saat engkau menegakkan agama Allah SWT.
Damai dalam Mengingat-Nya
Hidup tak selalu tentang tawa yang membahana; kadang ada saat di mana hati dan jiwa sedang tidak baik-baik saja. Namun, di balik riak ujian itu, janji Allah selalu menjadi penawar yang paling tenang:
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)
Dengan mengingat Allah, segala beban terangkat dan hanya puji syukur Alhamdulillah yang tersisa di bibir.
Semoga ikatan kasih sayang yang terjalin hari ini tak hanya hangat di dunia, namun direkatkan kembali hingga kita dikumpulkan bersama di surga-Nya.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Salam Bahagia & Penuh Kasih,
Dari Anandamu yang selalu membutuhkan nasihat serta bimbinganmu, Ibunda Nenek Vicella.
Salam sayang dari Papamu (Papa Vicella) anandaku.
Ronaldo Rozalino – Coach RR
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
WhatsApp: 0853-6355-4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Web: s.id/RonaldoRozalino
Mahakarya di Balik Goresan Pena: Menghargai Kedalaman Ilmu Menulis
Oleh: Ronaldo Rozalino (Coach RR)
“Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”
(QS. Al-Qalam [68]: 1)
Bismillah. Dalam setiap helai kertas yang terisi tulisan, ada jejak pikiran yang diperas, ada samudra emosi yang diarungi, dan ada doa-doa sunyi yang dipanjatkan.
Menulis bukanlah sekadar merangkai kata di atas kertas, melainkan sebuah proses spiritual dan intelektual yang teramat panjang. Allah SWT sendiri bersumpah demi pena (Al-Qalam), menandakan betapa mulianya ilmu dan pena sebagai perantara pencerahan peradaban manusia.
Keindahan dan Mahalnya Sebuah Tinta
Banyak manusia mampu membaca dan menikmati indahnya sebuah bait karya. Namun, berapa banyak yang sungguh memahami betapa mahalnya proses lahirnya sebuah buku?
Menulis menuntut kesepaduan empat pilar dalam jiwa seorang hamba:
Kecerdasan Linguistik: Kesanggupan memilih kata yang santun, indah, dan menghujat kebenaran.
Kecerdasan Spiritual: Kesadaran bahwa setiap aksara akan dipertanggungjawabkan di hadapan Ilahi.
Kecerdasan Emosional: Ketabahan mengolah rasa, keheningan, dan perjuangan di balik meja kerja.
Kepercayaan Diri: Keberanian menyampaikan kebaikan kepada dunia walau dihantam badai ujian.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ikatlah ilmu dengan menulisnya.”
(HR. Ath-Thabrani)
Menulis adalah upaya mengabadikan kebaikan agar tidak sirna ditelan zaman. Dalam jejak-jejak karya seperti Sayatan Nada Menuju Surga, Kilas Pandang Pejuang Magister Era Pandemi, Bentangan Ukiran Tradisi dan Budaya Kuansing, Riau, Bahagianya Menjadi Guru, hingga Jejak Literasi 365, tersimpan tumpah darah perjuangan dan ketulusan hati para pejuang literasi.
Menghargai Perjuangan, Menepis Mental Gratisan
Di balik satu judul buku, ada malam-malam tanpa tidur, ada diskusi yang menguras fikiran, dan ada pengorbanan yang tak ternilai harga.
Sangat disayangkan ketika mahakarya yang lahir dari perjuangan ini hanya dipandang sebelah mata oleh mereka yang bermental "gratisan" tanpa mau menghargai proses panjang di belakangnya.
Menghargai sebuah karya dan proses penulisnya adalah bentuk kesadaran adab dan akhlak mulia. Sebab, ilmu yang berkah berawal dari adab menghargai sang pemilik ilmu dan pengaturnya.
Mari Bergandeng Tangan dalam Dakwah Literasi
Bagi Anda yang ingin mengoleksi, membaca, atau memesan buku-buku karya solo maupun antologi penuh inspirasi ini, mari bersama menghargai karya anak bangsa dan menjadi bagian dari gerakan literasi yang mencerahkan.
Informasi Pemesanan & Hubungan Kerja Sama:
Penulis / Motivator: Ronaldo Rozalino (Coach RR) (Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Website / Situs Resmi: s.id/RonaldoRozalino
Karya Buko Solo & Antologi Penulis
Menjemput Keberkahan dan Nyala Jiwa Entrepreneurship: Merajut Langkah Perjuangan Bisnis Berlandaskan Al-Qur'an dan Hadis
"Ronaldo Rozalino"
"Setiap pengusaha sukses di dunia ini pernah berada di posisi Anda sekarang sebagai pemula yang tidak tahu apa-apa."
— Bill Gates
Bismillah. Setiap perjalanan besar yang mengukir sejarah tidak pernah berawal dari kemegahan, melainkan dari keberanian melangkah dalam kesederhanaan.
Di dalam bilik-bilik ikhtiar, seorang pebisnis sering kali berdiri di persimpangan antara keraguan dan tekad yang membara. Mengapa motivasi begitu krusial untuk membakar jiwa dan upaya kita?
Sebab, tanpa pemicu spiritual dan mental yang kokoh, benih-benih impian hanya akan layu ditelan ketakutan.
Berikut adalah pilar-pilar penting untuk membakar semangat berbisnis, dirajut dari pesan-pesan inspiratif Coach Ronaldo Rozalino serta disirami oleh sejuknya petunjuk Al-Qur'an dan Al-Hadis.
1. "Satu-satunya Kegagalan yang Nyata adalah Tidak Pernah Memulai"
Banyak jiwa menyimpan ide-ide cemerlang, namun gagasan tersebut sering kali memudar menjadi angan-angan semata karena ketakutan yang merengut langkah pertama.
Merasakan keraguan adalah watak manusiawi, tetapi membiarkan ketakutan melumpuhkan potensi adalah kekeliruan besar.
Mulailah dari langkah-langkah kecil (small steps). Lebih baik berani mencoba lalu belajar dari setiap lekuk kesalahan, daripada terjerat dalam penyesalan abadi karena tidak pernah berikhtiar sama sekali.
Seperti kutipan Bill Gates di atas, para raksasa bisnis pun mulanya adalah seorang pemula yang tidak tahu apa-apa.
Landasan Syariat:
Allah SWT menegaskan pentingnya bertindak dan mengubah nasib sendiri:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
(QS. Ar-Ra'd: 11)
Rasulullah SAW juga bersabda untuk selalu optimis dan bersemangat dalam mengambil ikhtiar:
"Semangatlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, serta janganlah engkau merasa lemah."
(HR. Muslim)
2. Memurni Niat: Melabuhkan "Kenapa" (Why) Pada Rida-Nya
Ketika roda usaha mulai berdecit pelan, ketika senyap menghinggapi ruang transaksi, rasa lelah akan datang mengetuk pintu hati.
Di titik terendah itu, seberapa tebal modal finansial Anda tidak akan mampu menjadi penolong utama.
Yang akan menyelamatkan jiwa dari keputusasaan adalah jawaban jujur atas pertanyaan: Mengapa Anda memulai usaha ini?
Apakah untuk menafkahi keluarga, membahagiakan orang tua, meraih kebebasan waktu, atau hadir menjadi penawar atas kesulitan sesama?
Pegang erat niat luhur itu. Sebab, ikhtiar yang diniatkan sebagai ibadah akan memiliki pasokan energi yang tak pernah habis.
Landasan Syariat:
Setiap amal bergantung pada muara niatnya:
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan."
(HR. Bukhari & Muslim)
Niatkan pula bisnis Anda sebagai bentuk jihad ekonomi untuk keluarga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang keluar untuk mencari nafkah bagi keluarganya, maka ia berada di jalan Allah."
(HR. Thabrani)
3. Jauhi Kesempurnaan Semu: Bertawakal dan Bertindak Apa Adanya
Jebakan terbesar bagi pebisnis pemula adalah perfectionism menunggu produk yang tanpa cela, modal yang melimpah, atau waktu yang dianggap paling tepat.
Hakikatnya, waktu terbaik untuk menanam benih adalah saat ini.
Produk atau layanan tidak harus sempurna sejak hari pertama. Pelanggan pertama Anda justru merupakan cermin terbaik tempat Anda mempercantik kualitas.
Jalankan dengan penuh ketulusan, lalu sempurnakan seiring berjalannya waktu (learn by doing).
Landasan Syariat:
Allah SWT memerintahkan kita untuk bulatkan tekad dan bertawakal setelah berniat:
"Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal."
(QS. Ali 'Imran: 159)
Perniagaan adalah salah satu pintu rezeki terbesar yang diberkahi, sebagaimana sabda Nabi SAW:
"Hendaklah kalian berdagang, karena di dalamnya terdapat sembilan dari sepuluh pintu rezeki."
(HR. Ahmad)
4. Gagal di Awal Adalah Uang Sekolah Kehidupan (Tuition Fee)
Jangan melihat kerugian kecil atau batu sandungan di awal sebagai kiamat bagi impian Anda.
Pandanglah ujian tersebut sebagai "uang sekolah" atau investasi yang harus dibayar demi mereguk kearifan dan pengalaman yang mahal harganya.
Tidak ada pohon rimbun yang tumbuh tanpa menerjang badai. Setiap tantangan yang berhasil diurai akan menempah mental perniagaan Anda menjadi semakin tangguh dan bijaksana.
Landasan Syariat:
Di balik kesulitan, Allah SWT menjanjikan kemudahan yang berlipat ganda:
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah: 5-6)
Seorang mukmin yang kuat dalam menghadapi pasang surut kehidupan lebih dicintai oleh Allah:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, namun pada masing-masing ada kebaikan."
(HR. Muslim)
5. Mulailah Melayani, Bukan Sekadar Menjual
Perniagaan yang sanggup melintasi zaman bukanlah yang paling lantang berpromosi, melainkan yang paling tulus memberikan solusi.
Ubahlah cara pandang dari "Bagaimana agar mereka membeli barang saya?" menjadi "Masalah apa yang sedang membebani sesama, dan bagaimana karya saya hadir membawa penawar?"
Ketika fokus Anda adalah menebar manfaat dan kebaikan, maka keberkahan dan rezeki akan mengalir menghampiri sebagai buah manis dari pelayanan Anda.
Landasan Syariat:
Prinsip utama dalam Islam adalah menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi sesama:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
(HR. Ahmad, Ath-Thabrani)
Allah SWT juga berjanji akan melapangkan jalan bagi mereka yang berbuat kebaikan:
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."
(QS. Ar-Rahman: 60)
Pesan untuk Para Pemula
Perjalanan seribu mil yang megah selalu dimulai dengan satu ayunan langkah kecil.
Jangan pernah membandingkan bab pertama kehidupan Anda dengan bab pertengahan milik orang lain yang telah bertahun-tahun meretas jalan.
Fokuslah pada perbaikan dan kemajuan kecil setiap hari. Tetaplah konsisten (istiqamah), berani mengambil risiko yang terukur, dan nikmati setiap detik proses bertumbuhnya usaha Anda.
Tetapkan niat, ikhtiarkan dengan sungguh-sungguh, dan serahkan hasilnya kepada Sang Maha Mengatur Rezeki.
Ditulis & Diberikan Inspirasi Oleh:
Ronaldo Rozalino - Coach RR
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
Jejak Media Sosial & Komunikasi:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Resmi: s.id/RonaldoRozalino
My Bisnis Online & Offline (BP Grup)
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...14 tahun yang lalu
-
