Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Bapak Rohandi, S.Pd.,MM Kepala SMAN 1 Teluk Kuantan yang juga sebagai Ketua MKKS SMA Kab. Kuansing. Dok. Istimewa)
Mengukir Jejak Kreativitas di Usia 49: Perayaan Festival SMANSA Ke-5 Berlangsung Sukses dan Meriah
Kuantan Singingi — Gemuruh semangat dan energi muda kembali membakar halaman SMAN 1 Teluk Kuantan. Pergelaran bergengsi Festival SMANSA (FENSA) Ke-5 resmi digelar mulai 4 hingga 12 September 2026.
Acara tahunan ini menjadi momentum istimewa untuk merayakan sekaligus mensyukuri perjalanan panjang sekolah yang kini menginjak usia 49 tahun.
Mengusung tema "Show Your Talent, Get Your Dream", FENSA ke-5 menghadirkan ruang ekspresi yang luas bagi para generasi muda. Kemeriahan ini tidak sekadar dirayakan di dalam lingkungan sekolah, tetapi turut merangkul pelajar dari tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Kuantan Singingi hingga jenjang SMA/SMK/MA se-Provinsi Riau.
Wadah Ekspresi, Olah Jiwa, dan Pikir
FENSA ke-5 menjadi panggung besar bagi pelajar untuk mengasah ketangkasan jasmani, kedalaman ilmu, serta keindahan seni dan spiritualitas. Berbagai ajang kompetisi dihadirkan:
Olahraga & Ketangkasan: Cabang Futsal dan 3x3 Basket (Zona 3 Riau Series) yang memacu sportivitas serta kerja sama tim.
Seni & Budaya: Lomba Tari Kreasi dan Vokal Solo yang menampilkan pesona estetika serta keberanian berkesenian.
Nalar & Akademik: Ajang Debat serta Olimpiade IPA & IPS untuk melatih pola pikir kritis dan argumentatif.
Spiritualitas: Musabaqah Tahfiz yang menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an.
"Euforia kegembiraan ini tidak hanya dirayakan di lingkungan sekolah. Kami ingin merayakan bersama dan memberikan makna serta ruang untuk berekspresi di berbagai bidang lomba kepada satuan pendidikan tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA," ungkap Rohandi, S.Pd., M.M., Kepala SMAN 1 Teluk Kuantan yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMA Kabupaten Kuansing.
Sinergi dan Kebersamaan
Kesuksesan pergelaran besar ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak dan mitra sponsor yang menopang jalannya kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Rohandi menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kolaborasi yang terjalin.
"Terima kasih kepada para sponsor yang telah membantu dan mendukung kegiatan ini. Semoga kebaikan dan bantuan yang diberikan untuk SMAN 1 Teluk Kuantan dibalas oleh Allah SWT dengan rezeki yang luas serta usaha yang lancar dan berkah," puji Rohandi saat ditemui di ruang kerjanya.
Perayaan 49 tahun SMAN 1 Teluk Kuantan melalui FENSA ke-5 tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, melainkan menjadi jembatan silaturahmi, pembinaan bakat, serta batu loncatan bagi para siswa untuk meraih impian mereka.
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Coach Vokal Solo SMAN 1 Sentajo Raya, Ketua Forum Literasi Kuansing, Ketua LSB PDM Kuansing, Guru Konten Kreator Riau, Composer, Arranger, Coach)
READ MORE - Mengukir Jejak Kreativitas di Usia 49: Perayaan Festival SMANSA Ke-5 Berlangsung Sukses dan Meriah
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Bapak Rohandi, S.Pd.,MM Kepala SMAN 1 Teluk Kuantan yang juga sebagai Ketua MKKS SMA Kab. Kuansing. Dok. Istimewa)
Rayakan Usia ke-49, Festival SMANSA Teluk Kuantan Ke-5 (FENSA 5) Berlangsung Sukses dan Meriah
Teluk Kuantan — Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti SMA Negeri 1 Teluk Kuantan. Gelaran tahunan Festival SMANSA (FENSA) Ke-5 Tahun 2026 sukses dihelat sejak tanggal 4 hingga 12 September 2026.
Mengusung tema "Show Your Talent, Get Your Dream", ajang ini menjadi wadah istimewa untuk merayakan sekaligus mensyukuri usia sekolah yang kini telah menginjak 49 tahun.
Ajang Ekspresi Prestasi Pelajar Se-Kuansing dan Riau
FENSA ke-5 tidak hanya menjadi pesta internal sekolah, tetapi juga membuka pintu kolaborasi dan kompetisi bagi para pelajar dari berbagai tingkatan sekolah di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) hingga tingkat Provinsi Riau.
Kepala SMAN 1 Teluk Kuantan yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMA Kabupaten Kuansing, Rohandi, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa semangat dari ajang ini adalah berbagi kegembiraan dan ruang ekspresi.
"Euforia kegembiraan ini tidak hanya dirayakan di lingkungan sekolah. Kami ingin merayakan bersama dan memberikan makna serta ruang untuk berekspresi di berbagai bidang lomba kepada satuan pendidikan tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA," ujar Rohandi saat ditemui di ruang kerjanya.
Beragam cabang perlombaan dihadirkan untuk menyalurkan bakat akademik, seni, hingga olahraga para siswa, antara lain:
Bidang Olahraga & Ketangkasan: Futsal (se-Provinsi Riau), Basket 3x3 (Zona 3 Riau Series), serta Olimpiade IPA & IPS.
Bidang Seni & Bahasa: Vokal Solo, Tari Kreasi, dan Debat.
Bidang Keagamaan: Tahfiz Al-Qur'an.
Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya diasah keterampilan fisik dan intelektualnya, tetapi juga diajak untuk meningkatkan keberanian, kerja sama, kreativitas, serta rasa cinta terhadap nilai-nilai keagamaan.
Apresiasi untuk Para Sponsor dan Pendukung
Kegiatan besar ini terlaksana dengan lancar berkat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak serta para sponsor setempat.
Rohandi turut menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian para mitra yang telah menyukseskan gelaran FENSA ke-5 ini.
"Terima kasih kepada sponsor-sponsor yang telah membantu dan mendukung kegiatan ini. Semoga kebaikan dan bantuan yang diberikan untuk SMAN 1 Teluk Kuantan dibalas oleh Allah SWT dengan rezeki yang luas serta usaha yang lancar dan berkah," tuturnya.
Reportase:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Coach Vokal Solo SMAN 1 Sentajo Raya, Ketua Forum Literasi Kuansing, Ketua LSB PDM Kuansing, Guru Konten Kreator Riau, Composer/Arranger, & Coach)
READ MORE - Rayakan Usia ke-49, Festival SMANSA Teluk Kuantan Ke-5 (FENSA 5) Berlangsung Sukses dan Meriah
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Saat Diri Tak Lagi Mampu: Menggantungkan Harapan Hanya pada-Nya
*Ronaldo Rozalino*
Bismillah. Pernahkah Anda merasa dunia begitu bising, bukan oleh suara kendaraan atau hiruk pikuk pasar, melainkan oleh riuh rendah pikiran Anda sendiri?
Kekhawatiran akan hari esok, penyesalan masa lalu, dan beban tugas hari ini sering kali menjajah hati, merampas tidur, dan menyisakan lelah yang berkepanjangan.
Sebuah kalimat bijak, bagaikan mutiara yang berkilau di kegelapan, terucap dari kedalaman hikmah:
"Ketenangan sejati datang ketika kita menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh keyakinan."
Ini bukan sekadar susunan kata indah, melainkan sebuah formula langit untuk merawat jiwa yang lara. Inilah hakikat dari Tawakal.
Tawakal: Bukan Kepasrahan Semata, Tapi Puncak Usaha dan Doa
Dalam pandangan Islam, menyerahkan urusan kepada Allah (tawakal) bukanlah sebuah tindakan pasif.
Ia bukan pelarian dari tanggung jawab atau kemalasan untuk berusaha. Sebaliknya, tawakal adalah puncak dari rangkaian usaha yang sungguh-sungguh dan doa yang khusyuk.
Namun, setelah semua daya dikerahkan, sampailah manusia pada batas kemampuannya. Di sinilah tawakal mengambil peran.
Tawakal adalah menyadari sepenuhnya bahwa kita hanyalah perencana, sedangkan Allah adalah penentu terbaik. Saat kita melepaskan ego bahwa kita bisa mengendalikan segalanya, dan melabuhkan harapan hanya kepada-Nya, di situlah ketenangan mulai mengalir.
Janji Allah dalam Al-Qur'an
Allah SWT, Sang Pencipta Alam Semesta, memberikan jaminan yang tak tertandingi bagi hamba-hamba-Nya yang bertawakal. Di dalam Surah At-Talaq ayat 3, Dia berfirman:
"...Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..."
Betapa indahnya janji ini. Allah tidak hanya menjanjikan penyelesaian masalah, tetapi "mencukupkan".
Hal ini mencakup kecukupan rezeki, kecukupan solusi, dan yang terpenting: kecukupan ketenangan di dalam hati. Saat Allah sudah mencukupkan, tidak ada lagi ruang untuk rasa takut dan sedih yang berlebihan.
Hikmah dari Rasulullah SAW
Rasulullah SAW, suri teladan terbaik kita, memberikan perumpamaan yang sangat menyentuh tentang bagaimana seharusnya tawakal dipraktikkan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, beliau bersabda:
"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada seekor burung. Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang."
Perhatikan perilaku burung. Ia tidak berdiam diri di sarangnya menunggu makanan jatuh dari langit. Ia terbang, mencari, dan berusaha (ikhtiar).
Namun, ia tidak pernah khawatir berlebihan apakah hari ini ia akan menemukan cacing atau tidak. Ia pergi dengan keyakinan penuh bahwa Allah telah menjamin rezekinya. Inilah "sebenar-benar tawakal" yang mendatangkan ketenangan.
Ketenangan sejati yang kita cari bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan harta, dikejar dengan jabatan, atau ditemukan dalam hiruk pikuk dunia.
Ia adalah hadiah dari langit yang dianugerahkan ke dalam hati yang ridha, hati yang telah menyerahkan segala keruwetan urusannya kepada Sang Pemilik Urusan.
Mari kita belajar melepaskan genggaman ego kita. Mari kita kerjakan bagian kita dengan sebaik-baiknya, lalu biarkan Allah mengerjakan bagian-Nya.
Saat kita melabuhkan hati di dermaga tawakal, badai kehidupan tak lagi mampu mengguncang kedamaian jiwa kita.
Di situlah kita akan menemukan ketenangan yang sesungguhnya.
Barakallah
READ MORE - Saat Diri Tak Lagi Mampu: Menggantungkan Harapan Hanya pada-Nya_Ronaldo Rozalino
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Aksi Nyata Menjaga Alam: Saat TNI, Polri, dan SMA Taruna Muhammadiyah Riau Bersatu Menanam Pohon
Bismillah. Rabu, 9 September 2026, mentari membiaskan cahayanya di atas hamparan tanah Pulau Bungin, Koto Taluk. Di tepi tepian air yang tenang, sekelompok insan berdiri bahu-membahu dengan cangkul dan bibit tanaman di tangan.
Hari itu bukan sekadar peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI melalui aksi Penanaman 1 Juta Pohon Serentak, melainkan sebuah ikhtiar mulia untuk menyapa kembali bumi yang telah lama memberi kehidupan.
Di bawah naungan langit Kuantan Singingi, sinergi indah terjalin tanpa sekat. Jajaran prajurit Koramil 02, personel Polres Kuansing, Pemerintah Desa Koto Taluk, perwakilan Dinas Kehutanan, hingga guru pendamping Aulia, Rido, dan Mukhlis bersama para siswa SMA Taruna Muhammadiyah Riau, menyatukan langkah.
Seragam hijau loreng, cokelat kepolisian, hingga kemeja putih dan seragam ketarunaan bersatu padu menundukkan badan, menyentuh tanah, dan menanam harapan.
Membaca Tanda-Tanda Alam dalam Pesan Suci
Agama Islam mengajarkan bahwa alam semesta adalah bait-bait ayat kauniyah yang patut dijaga. Setiap helai daun yang tumbuh dan akar yang menghujam bumi merupakan bagian dari tasbih alam kepada Penciptanya.
Allah SWT mengingatkan kita dalam Surah Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (dampak) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Aksi penanaman pohon di Pulau Bungin ini hadir sebagai wujud nyata, sekaligus perbaikan atas ancaman kebinasaan lingkungan, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda negeri. Dengan menancapkan tunas-tunas baru, kita sedang membentang perisai hijau demi merawat ekosistem dan mencegah bencana.
Sedekah Hijau yang Tak Pernah Putus
Menanam pohon adalah investasi kebaikan tanpa batas.
Rasulullah SAW memberikan kabar gembira mengenai kemuliaan merawat tanaman dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
"Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung, manusia, atau hewan memakan darinya, melainkan itu menjadi sedekah baginya."
Tunas-tunas yang ditanam oleh jajaran TNI, Polri, pemerintah, serta para generasi muda dari SMA Taruna Muhammadiyah Riau hari ini kelak akan tumbuh menjulang. Setiap oksigen yang dihembuskannya, setiap dedaunan yang menaungi bumi, serta setiap akar yang mengikat air akan mencatatkan pahala jariyah yang mengalir tiada henti.
Memupuk Rasa Cinta, Menjaga Masa Depan
Aksi pelestarian lingkungan di Pulau Bungin tidak berhenti pada lubang-lubang tanah yang terisi bibit. Kegiatan ini menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda: merawat bumi adalah bentuk rasa syukur dan wujud cinta tanah air.
Semangat kebersamaan yang terpancar saat para siswa dan aparat duduk beristirahat bersama melepas lelah menyimbolkan bahwa menjaga alam adalah tugas kolektif.
Semoga tunas yang tertanam di Pulau Bungin tumbuh kokoh menyongsong masa depan, membawa keteduhan, dan melindungi bumi Kuantan Singingi dari ancaman Karhutla. (Ronaldo Rozalino)
READ MORE - Aksi Nyata Menjaga Alam: Saat TNI, Polri, dan SMA Taruna Muhammadiyah Riau Bersatu Menanam Pohon
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Kekuasaan Hanya Titipan, Akhlak Mulia Pengikat Keabadian
"Ronaldo Rozalino"
Bismillah. Dalam panggung sandiwara dunia, seringkali kita saksikan kilauan mahkota kekuasaan yang begitu memukau, menggoda iman, dan membutakan mata hati.
Kursi-kursi jabatan yang megah berbaris rapi, mengundang ambisi untuk mendudukinya. Namun, layaknya embun pagi yang menguap disengat matahari, kilauan itu hanyalah fana.
Di balik bayang-bayang kekuasaan yang sesaat itu, tersimpan sebuah rahasia keabadian yang sesungguhnya. Rahasia itu tidak terletak pada seberapa tinggi kita duduk, melainkan pada seberapa indah jejak akhlak yang kita tinggalkan.
Pesan ini ditulis bukan dengan tinta emas di atas kertas mahal, melainkan dipahatkan dengan ketulusan hati melalui rangkaian kata-kata yang begitu menggugah jiwa:
"Jabatan Bisa Dicabut, Kekuasaan Bisa Berakhir. Tetapi cara Anda memperlakukan orang lain saat berada di atas, akan terus dikenang. Maka jangan sombong ketika berkuasa, jangan kasar ketika berbicara, dan jangan merendahkan ketika memiliki wewenang. Sebab yang paling lama diingat bukan jabatan Anda, melainkan akhlak Anda."
- Ronaldo Rozalino -
Rangkaian kata ini bukanlah sekadar susunan huruf yang indah, melainkan sebuah refleksi dari nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Islam.
Ia menjadi pengingat yang begitu puitis namun tajam tentang hakikat kekuasaan yang sesungguhnya. Kekuasaan itu bukanlah sebuah warisan abadi, melainkan sebuah amanah yang berat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, Surat Ali 'Imran ayat 26:
"Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”"
Ayat ini mempertegas bahwa kekuasaan sepenuhnya berada di tangan Allah. Dia-lah yang memberi dan Dia pula yang berhak mencabutnya kapan saja. Oleh karena itu, sungguh ironis jika seseorang yang diberi amanah kekuasaan justru menjadi sombong dan menganggap kekuasaan itu miliknya selamanya.
Kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." (HR. Muslim)
Ketika berada di puncak kekuasaan, godaan untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain seringkali begitu kuat.
Saling mengingatkan untuk tetap rendah hati. Kekuasaan seharusnya menjadi alat untuk berbuat baik, bukan untuk menindas.
Kekuasaan adalah panggung untuk menabur benih-benih kebaikan, bukan untuk menumbuhkan duri-duri permusuhan. Cara kita memperlakukan orang lain saat kita berada di atas adalah cerminan dari kedewasaan spiritual kita.
Lidah adalah pedang yang bisa melukai tanpa meninggalkan luka fisik, namun bekasnya akan tertanam jauh di lubuk hati. Oleh karena itu, kelembutan dalam bertutur kata adalah sebuah keharusan.
Allah SWT berfirman:
"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu." (QS. Ali 'Imran: 159)
Nabi Muhammad SAW juga memberikan teladan yang luar biasa dalam kelembutan bertutur kata. Beliau bersabda:
"Orang muslim yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Akhlak yang baik adalah mahkota sesungguhnya bagi seorang hamba. Ia adalah perhiasan yang tidak akan pernah pudar, bahkan setelah jabatan itu pergi.
Jabatan hanyalah sebuah pakaian yang bisa ganti, namun akhlak adalah jati diri yang akan terus melekat.
Ketika kita meninggalkan panggung kekuasaan, yang akan diingat oleh orang-orang bukanlah seberapa besar ruang kantor kita, melainkan seberapa besar ketulusan hati kita dalam melayani mereka.
Akhlak yang baik adalah kunci kesuksesan yang sesungguhnya. Ia bukanlah sekadar seorang profesional yang mengejar materi, melainkan seorang hamba yang berusaha untuk meninggalkan jejak kebaikan melalui setiap karya dan tindakan kita selama hidup.
Sebuah ajakan untuk merenungkan kembali tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Hidup bukanlah tentang seberapa tinggi kita naik, melainkan tentang seberapa banyak orang yang bisa kita angkat bersama kita.
Kekuasaan bukanlah tentang seberapa banyak orang yang bisa kita perintah, melainkan tentang seberapa banyak orang yang bisa kita layani dengan penuh kasih sayang.
Mari kita jadikan pesan ini sebagai lentera yang menerangi jalan kita. Mari kita hiasi setiap langkah kita dengan akhlak yang indah, agar kelak ketika nama kita disebut, yang terlintas di benak orang-orang bukanlah jabatan kita, melainkan kebaikan hati kita.
Sebab, dalam timbangan Allah, yang paling berat adalah akhlak yang mulia. Dan di dalam hati manusia, yang paling lama diingat adalah ketulusan kasih sayang kita.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menginspirasi kita semua untuk terus memperbaiki akhlak dan menjadikan setiap jabatan sebagai amanah untuk berbuat baik.
Salam Santun
Barakallah Fiik
READ MORE - Kekuasaan Hanya Titipan, Akhlak Mulia Pengikat Keabadian_Ronaldo Rozalino