Welcome My Blog

Coach RR

Merajut Kedisiplinan dan Akhlak Mulia: Pesona Seragam Hizbul Wathan SMA Taruna Muhammadiyah Riau

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sahabat SMA Taruna Muhammadiyah Riau tercinta!

Di dunia pendidikan modern saat ini, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas saja.

Dibutuhkan wadah nyata untuk melatih kedisiplinan, jiwa kepemimpinan (leadership), serta ketangguhan mental. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut terpancar jelas dari potret kedisiplinan para taruna dan taruni SMA Taruna Muhammadiyah Riau.

Setiap hari Rabu, lingkungan sekolah tampak gagah dan berwibawa dengan dikenakannya pakaian seragam resmi pandu Hizbul Wathan (HW).


Seragam cokelat berpadu atribut hijau ini bukan sekadar sandangan rutin mingguan, melainkan simbol kehormatan, kesiapan berkorban, serta identitas kader bangsa yang religius dan nasionalis.



Nilai Kepanduan dalam Pandangan Al-Qur'an dan Al-Hadits
Kegiatan kepanduan seperti Hizbul Wathan di lingkungan Muhammadiyah senantiasa berakar pada nilai-nilai Islam.

Semangat taruna dan taruni yang sigap, disiplin, dan siap siaga sejalan dengan anjuran Allah SWT agar umat Islam senantiasa menjadi pribadi yang kuat dan memiliki persiapan matang.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anfal ayat 60:
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang tambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu..."

Ayat ini, dalam konteks kekinian, tidak hanya dimaknai sebagai kekuatan militer semata, melainkan seruan untuk melatih fisik, mental, kecerdasan, serta kedisiplinan generasi muda agar memiliki daya juang tinggi dan tidak mudah menyerah.

Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan umatnya untuk memiliki fisik yang sehat serta mental yang tangguh melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim:

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan."
(HR. Muslim).

Melalui wadah Hizbul Wathan di SMA Taruna Muhammadiyah Riau, para siswa ditempa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik, bermental baja, serta memiliki integritas moral yang tinggi.


Sambut Tahun Ajaran 2027/2028: Saatnya Bergabung Menjadi Bagian dari Generasi Unggul!

Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Dr. H. Ahdanan Shaleh, S.Ag., M.Pd, mengajak seluruh adik-adik kelas 9 SMP/MTs sederajat untuk bersiap diri menyongsong masa depan gemilang.

"Ayo persiapan diri Ananda kelas 9 SMP/MTs untuk bergabung dengan SMA Taruna Muhammadiyah tahun ajaran 2027/2028, segera akan dibuka," ajak Dr. H. Ahdanan Shaleh, S.Ag., M.Pd.

Pendaftaran untuk tahun ajaran 2027/2028 akan segera dibuka. Ini adalah kesempatan emas bagi Ananda sekalian untuk menempa diri, belajar hidup disiplin, dan menimba ilmu di lingkungan sekolah berasrama (boarding school) / berbasis taruna yang memadukan ilmu pengetahuan umum, teknologi, serta pendalaman agama Islam yang kokoh.

Informasi Pendaftaran & Media Sosial Resmi
Bagi Sahabat, orang tua, maupun calon taruna-taruni yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai alur pendaftaran, fasilitas, dan kegiatan sekolah, silakan terhubung melalui saluran resmi berikut:

Facebook / YouTube: SMA Taruna Muhammadiyah Riau
Instagram / TikTok: @smatarunamuriau.official
WhatsApp (Pendaftaran/Informasi): 0822-6127-0150

Mari persiapkan langkah awal kesuksesan Ananda bersama SMA Taruna Muhammadiyah Riau mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, disiplin, dan siap memimpin masa depan! (Coach RR) 

Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

READ MORE - Merajut Kedisiplinan dan Akhlak Mulia: Pesona Seragam Hizbul Wathan SMA Taruna Muhammadiyah Riau
Coach RR


Menegakkan Agama Allah di Bawah Naungan Berkah: Merajut Ketenangan Jiwa di Baitullah

"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. At-Taubah: 18)

Singgasana Ketenangan di Muka Bumi
Bismillah. Di tengah riuhnya gelombang dunia yang sering kali memekakkan telinga dan melelahkan raga, bumi masih menyediakan oase suci tempat berlabuhnya jiwa-jiwa yang rindu akan kedamaian.

Dialah masjid, rumah Allah Yang Maha Kuasa titik temu antara bumi yang fana dan langit yang abadi.

Menegakkan agama Allah bukanlah sekadar wacana di atas mimbar, melainkan sebuah laku hidup nyata yang berporos pada bagaimana kita senantiasa memakmurkan rumah-Nya.


Sebagaimana yang terpancar dari kehangatan Masjid Syuhada Beringin Taluk Kel., Kuantan Tengah, Kuantan Singingi, langkah kaki yang tertuju ke masjid adalah manifestasi cinta seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Merawat Baitullah, Menggapai Berkah Langit
Memakmurkan masjid bukan hanya tentang menegakkan dinding atau memperindah arsitekturnya, melainkan menghidupkan saf-saf shalat dengan zikir, sujud, dan kebersamaan umat.

Ketika kita melangkah masuk ke dalam masjid yang kini kian berbenah menjadi tempat yang nyaman, sejuk, dingin, dan harum maka kenikmatan beribadah pun berlipat ganda.


Suasana yang tenang membuai hati untuk lebih khusyuk bermunajat. Sejuknya udara menghalau penat, dan wewangian yang menyeruak menyucikan indra, mengantar jiwa pada gerbang ketenangan hakiki.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

"Barang siapa yang bersuci di rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka langkah kakinya yang satu menghapuskan dosa dan langkah kaki yang lainnya mengangkat derajatnya."
(HR. Muslim)

Betapa mulianya janji Allah bagi mereka yang melangkahkan kaki memakmurkan masjid. Berkah pun turun bukan sekadar tetesan air hujan, melainkan limpahan rahmat yang menenangkan dada dan melapangkan rezeki.


Dari Masjid, Turun Berkah Langit
Setiap sujud yang tertulis di atas permadani hijau masjid, setiap desah doa yang terlantun di baliknya, adalah investasi abadi.

Masjid adalah titik nol peradaban Islam tempat di mana ikatan persaudaraan dirajut dan keimanan diisi ulang.

Ketika seseorang terbiasa menjadikan masjid sebagai pelabuhan utama hidupnya, Allah SWT menjanjikan naungan di hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Dari masjidlah berkah-berkah langit tercurah, membawa ketenteraman bagi individu, keluarga, hingga tatanan masyarakat luas.

Mari kita terus gelorakan semangat memakmurkan masjid, menjadikan setiap sudutnya saksi bisu ketaatan kita kepada-Nya.
Barakallahu fiikum.


Profil Penulis
H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd (Coach RR)
(Teacherpreneur • Writer • Motivator Literation & Education • Content Creator • Business Owner Leader • Composer & Arranger • Coach)

Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Resmi: s.id/RonaldoRozalino

#pemakmurmasjid #masjidsyuhada #menegakkanagamaAllah #cariberkah #masjidnyaman

READ MORE - Menegakkan Agama Allah di Bawah Naungan Berkah: Merajut Ketenangan Jiwa di Baitullah
Coach RR

Terbanglah Bersama Elang: Memilih Lingkungan Demi Masa Depan yang Gemilang

Bismillah. Pernahkah Anda merasa hidup berjalan di tempat, seolah usaha keras yang dilakukan selama ini tidak membimbing ke mana-mana?

Anda sudah bangun pagi, bekerja keras, belajar, tapi hasilnya tetap terasa stuck.
Sebelum menyalahkan keadaan, mari sejenak merenung dan melihat ke sekeliling kita.

Siapa orang-orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama Anda setiap hari?

Apakah mereka yang senantiasa mendorong Anda untuk tumbuh, atau justru mereka yang hobinya mengeluh, bergosip, dan mengajak Anda melupakan tujuan hidup?

Seperti yang diungkapkan Almarhum Bob Sadino dalam pesannya yang menginspirasi, serta termuat dalam kutipan bijak:

"Relasi itu penting! Kamu tidak akan bisa terbang bersama elang, jika kamu hanya bergaul dengan seekor ayam. Lingkungan menentukan ke mana kamu akan berkembang." (Almarhum Bob Sadino)

Hukum Alam: Lingkungan Adalah Cerminan Diri
Kutipan tersebut menggambarkan sebuah realitas yang sangat dekat dengan keseharian kita.

Manusia adalah makhluk sosial yang sangat mudah terpengaruh oleh energi di sekitarnya.

Secara tidak sadar, karakter, kebiasaan, hingga cara berpikir kita adalah rata-rata dari orang-orang yang paling sering kita ajak berdiskusi.

Jika Anda ingin terbang tinggi menggapai mimpi besar, berhentilah mencari validasi dari mereka yang sudah merasa nyaman di zona aman tanpa ambisi.

Tetaplah bersikap sopan, ramah, dan menghormati setiap orang, tetapi seleksilah dengan bijak siapa saja yang Anda izinkan masuk ke dalam lingkaran terdekat (inner circle) kehidupan Anda.

Sebab, seekor elang tidak akan pernah bisa belajar terbang menembus awan jika ia terus-menerus menghabiskan waktu di dalam kandang bersama ayam.

Pandangan Islam tentang Kekuatan Lingkungan (Pertemanan)
Jauh sebelum ilmu pengembangan diri modern membahas tentang pentingnya circle pertemanan, Islam telah memberikan panduan yang sangat tegas mengenai bagaimana lingkungan sosial membentuk masa depan seseorang.

Dalam sebuah perumpamaan yang sangat terkenal dari Rasulullah SAW, beliau mengibaratkan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan seorang pandai besi:

“Seseorang itu tergantung pada agama sahabat dekatnya, maka perlulah kalian melihat siapa yang dijadikan sahabat.” 

(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli darinya, atau engkau bisa mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau tak sedap darinya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini sejalan dengan filosofi elang dan ayam. Teman yang buruk atau "lingkungan yang menarik ke bawah" ibarat pandai besi; alih-alih membuat kita berkembang, mereka justru bisa menularkan energi negatif, kemalasan, dan keputusasaan.

Sebaliknya, bergaul dengan orang-orang shalih, produktif, dan berpikiran maju (seperti penjual minyak wangi) akan selalu meninggalkan pengaruh positif dan menginspirasi kita untuk terus naik kelas.

Bahkan, Al-Qur'an mengingatkan kita tentang betapa menyesalnya seseorang di akhirat kelak karena salah memilih lingkungan pertemanan di dunia:

“Wahai celaka aku! Alangkah baiknya jika aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).”
(QS. Al-Furqan: 28)


Saatnya Menentukan Pilihan: Anda di Fase Mana?
Hidup adalah sebuah pilihan, dan masa depan Anda ditentukan oleh keputusan yang Anda ambil hari ini.

Apakah Anda ingin tetap tinggal di kandang yang sempit, atau memilih membentangkan sayap dan terbang bersama para pemenang?

Mari evaluasi kembali lingkaran pertemanan kita. Tetaplah berbuat baik kepada siapa saja, namun mulailah menginvestasikan waktu bersama orang-orang yang memiliki visi besar, semangat bertumbuh, dan nilai-nilai positif.

Bagaimana dengan Anda? Momen seperti apa yang membuat Anda akhirnya sadar bahwa circle pertemanan sangat memengaruhi nasib dan arah hidup Anda?


Yuk, bagikan pengalaman dan cerita inspiratif Anda di kolom komentar!

Mari saling mengingatkan, karena untuk terbang tinggi, kita harus berani memilih dengan siapa kita berbagi langit! 👇

Diusung dari pemikiran
Coach Ronaldo Rozalino
(Teacherpreneur, Writer, & Motivator)

READ MORE - Terbanglah Bersama Elang: Memilih Lingkungan Demi Masa Depan yang Gemilang
Coach RR
RANTING ADALAH NADI KEHIDUPAN MUHAMMADIYAH

Ada sebuah hipotesis yang perlu direnungkan oleh seluruh keluarga besar Muhammadiyah: Jika ranting dilalaikan dan cabang diabaikan, maka pergerakan Muhammadiyah perlahan akan melemah, mengering, dan pada akhirnya kehilangan daya hidupnya. Sebab, kekuatan Muhammadiyah sesungguhnya bukan hanya terletak pada megahnya gedung, besarnya aset, banyaknya sekolah, atau luasnya jaringan amal usaha. Kekuatan yang paling mendasar justru berada pada jamaah yang hidup, bergerak, dan tumbuh di tingkat ranting.

Muhammadiyah bukan organisasi yang lahir dari atas lalu meneteskan kekuatan ke bawah. Sejarah dan watak gerakannya menunjukkan bahwa Muhammadiyah tumbuh dari bawah ke atas. Dari jamaah kecil, dari pengajian sederhana, dari mushala dan masjid, dari orang-orang yang dengan ikhlas menyisihkan waktu, tenaga, pikiran, dan hartanya untuk menghidupkan Persyarikatan. Ranting dan cabang bukan sekadar struktur organisasi yang tercantum dalam surat keputusan. Keduanya adalah tempat denyut kehidupan Muhammadiyah berlangsung setiap hari.

Lihatlah bagaimana ranting dan cabang bertahan selama ini. Banyak kegiatan berjalan dengan urunan anggota, patungan jamaah, dan sumbangan sukarela. Kas ranting tidak selalu menunggu kiriman dari daerah, wilayah, apalagi pusat. Ada yang mengumpulkan uang receh setelah pengajian, ada yang menyumbangkan sebagian rezekinya, ada yang meminjamkan tempat, ada pula yang mengabdikan tenaga tanpa meminta imbalan. Semangat ta’awun, saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, menjadi bahan bakar utama gerakan di tingkat akar rumput.

Karena itu, sudah saatnya para pimpinan Muhammadiyah di tingkat daerah, wilayah, bahkan pusat sesekali menengok ranting di lingkungan tempat tinggalnya. Jangan hanya melihat laporan, angka, struktur, dan pencapaian amal usaha. Lihatlah keadaan jamaah secara nyata. Apakah jamaahnya masih ada? Apakah mushalanya masih berdiri dan terawat? Apakah azan masih berkumandang lima waktu? Apakah salat berjamaah masih hidup? Apakah imam rawatib dan khatib masih tersedia? Apakah takmir masjid masih aktif menjalankan amanah? Apakah jamaah masih istiqamah membaca Al-Qur’an dan mengikuti pengajian?

Perhatikan pula kehidupan organisasinya. Apakah rapat ranting masih berlangsung? Apakah pengajian ranting dan cabang masih berjalan? Apakah jamaahnya bertambah atau justru semakin berkurang? Apakah ada kader muda yang mulai tumbuh dan diberi ruang untuk berkiprah? Apakah masih ada semangat membangun masjid, memperbaiki mushala, membeli karpet baru, mengecat dinding yang kusam, atau sekadar kerja bakti membersihkan kamar mandi dan tempat wudu?

Bahkan, jangan meremehkan hal-hal sederhana. Apakah jamaah masih memiliki kebiasaan duduk bersama setelah pengajian, berbincang sambil menikmati secangkir kopi sederhana? Apakah masih ada keakraban, persaudaraan, dan rasa saling memiliki? Sebab, sebuah ranting tidak hanya hidup karena papan nama dan surat keputusan. Ranting hidup karena ada orang-orang yang datang, berkumpul, beribadah, belajar, bekerja sama, dan merasa menjadi bagian dari Persyarikatan.

Ada ironi yang perlu kita hindari. Jangan sampai seseorang merasa telah menjadi pimpinan Muhammadiyah karena menduduki jabatan di tingkat daerah, wilayah, atau pusat, tetapi justru kehilangan hubungan dengan ranting dan cabang di sekitarnya. Jangan sampai kesibukan mengurus amal usaha membuat kita lupa bahwa ada jamaah di akar rumput yang sedang berjuang mempertahankan kehidupan organisasi dengan segala keterbatasannya.

Amal usaha memang penting. Sekolah, rumah sakit, klinik, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga Muhammadiyah adalah bukti nyata kontribusi Persyarikatan bagi umat dan bangsa. Namun, kita perlu memahami satu hal mendasar: amal usaha yang besar membutuhkan jamaah yang hidup sebagai fondasi sosial, moral, dan kaderisasinya. Jika jamaah terus menyusut, siapa yang akan menjadi guru, tenaga profesional, penggerak, pengelola, donatur, dan penerus perjuangannya pada masa depan?

Jangan sampai kita terlalu bangga menghitung jumlah gedung, tetapi lupa menghitung jumlah jamaah yang masih setia. Jangan sampai kita sibuk membicarakan pengembangan amal usaha, tetapi tidak menyadari bahwa pengajian di ranting semakin sepi. Jangan sampai sekolah dan perguruan tinggi terus dibangun, sementara sumber daya manusia yang menjadi akar gerakan justru semakin melemah.

Ranting dan cabang ibarat sepasang kaki bagi tubuh besar Muhammadiyah. Kaki itulah yang menopang dan memungkinkan tubuh bergerak ke mana-mana. Daerah, wilayah, dan pusat dapat berdiri tegak karena ada struktur di bawahnya yang bekerja. Tetapi, bagaimana mungkin tubuh terus berlari jika kedua kakinya keropos? Bagaimana mungkin organisasi terus melangkah jauh jika jamaah di tingkat paling bawah mulai kehilangan semangat, kehilangan kader, bahkan kehilangan tempat berkumpul?

Mungkin keruntuhan itu tidak terjadi hari ini. Mungkin amal usaha masih berjalan, gedung masih berdiri megah, dan kegiatan di tingkat atas masih tampak ramai. Namun, tanda-tanda pelemahan bisa saja mulai terlihat dari ranting-ranting yang semakin sepi, pengajian yang berhenti, masjid yang kehilangan jamaah, dan kaderisasi yang tidak berjalan. Jika gejala-gejala ini dibiarkan, suatu saat kita mungkin baru menyadari besarnya masalah ketika sudah terlambat.

Ada ungkapan yang dinisbatkan kepada Pak AR Fakhruddin: "Ranting itu the real Muhammadiyah." Ungkapan ini mengandung pesan mendalam. Ranting adalah tempat nilai-nilai Muhammadiyah benar-benar diuji dan dipraktikkan. Di sanalah dakwah berlangsung secara dekat dengan masyarakat. Di sanalah kader belajar mengurus umat, anggota belajar berorganisasi, dan semangat persyarikatan diwujudkan melalui tindakan sederhana yang sering kali luput dari perhatian.

Kita juga harus jujur melihat kenyataan bahwa setiap ranting, cabang, dan amal usaha pada dasarnya memiliki tanggung jawab besar untuk menghidupi dirinya sendiri. Bantuan dari struktur di atas memang diperlukan, tetapi tidak selalu besar dan tidak mungkin menjadi satu-satunya sumber kehidupan organisasi. Karena itu, kemandirian, gotong royong, kepedulian anggota, dan kesediaan berkorban harus terus dirawat.

Maka, para pimpinan Muhammadiyah, mari sesekali menundukkan kepala dan melihat ke bawah. Bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan bahwa akar gerakan masih kuat. Datanglah ke ranting, duduklah bersama jamaah, ikuti pengajiannya, dengarkan keluhannya, lihat kondisi masjidnya, dan rasakan denyut kehidupan organisasinya. Jangan hanya hadir ketika ada acara besar, musyawarah, atau peresmian gedung. Hadirlah juga ketika jamaah sedang berjuang dalam kesederhanaan.

Sebab, menjadi pimpinan Muhammadiyah bukan sekadar memiliki jabatan dan kewenangan. Menjadi pimpinan berarti memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh bagian Persyarikatan tetap hidup, mulai dari ranting paling kecil hingga pimpinan pusat.

Jangan hanya sibuk mendaki ke atas sampai lupa pada akar yang menopang. Jangan hanya membangun gedung, tetapi lupa membangun jamaah. Jangan hanya membesarkan amal usaha, tetapi membiarkan ranting kehilangan kehidupan.

Pada akhirnya, Muhammadiyah tidak akan menjadi besar hanya karena gedungnya tinggi, asetnya banyak, atau struktur pimpinannya lengkap. Muhammadiyah akan tetap besar selama jamaahnya hidup, rantingnya bergerak, cabangnya berdaya, kadernya tumbuh, dan dakwahnya terus menyentuh masyarakat.

Ingatlah satu hal: Muhammadiyah tumbuh dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah. Ranting bukan pinggiran gerakan. Ranting adalah akarnya. Dan organisasi yang melupakan akar, cepat atau lambat, akan kehilangan kekuatannya sendiri.

#Muhammadiyah #Dakwah #Islam #Indonesia

Source: Grup FB Sekolah Muhammadiyah 
READ MORE - RANTING ADALAH NADI KEHIDUPAN MUHAMMADIYAH
Coach RR

Merajut Ukhuwah di Bawah Naungan Kasih Sayang-Nya: Kisah Kopi Darat Konco Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Menembus Batas Waktu dan Ruang Kesibukan
Sore itu, di sudut hangat sebuah kafe di Kota Teluk Kuantan Sun Coffee waktu seolah melambat, memutar kembali guliran pita kenangan yang telah tersimpan selama seperempat abad.

Di atas meja sederhana yang ditemani secangkir minuman dingin dan piring gorengan, derai tawa hangat berpadu dengan obrolan bernas.


Inilah momen kopi darat yang telah lama dinanti, mempertemukan kembali dua sahabat karib seperjuangan: saya dan Eka Putra, S.Sos., M.Si., yang akrab disapa Mandan, sahabat sekelas masa-masa indah di SMKN 1 Teluk Kuantan angkatan 1999–2002.

Bukan perkara mudah menyatukan waktu di tengah pusaran kesibukan dunia modern. Mandan kini memikul amanah besar sebagai Camat Kuantan Tengah, sebuah tanggung jawab yang menyita sebagian besar waktunya, terlebih sejak hiruk-pikuk iven pacu jalur beberapa bulan silam.

Sementara itu, hari-hari saya diabdikan di dunia pendidikan sebagai seorang guru yang sebelumnya membersamai tiga sekolah dan kini fokus di SMAN 1 Sentajo Raya serta SMA Taruna Muhammadiyah Riau.

Jarak fisik dan padatnya jadwal seringkali menjadi dinding tebal, namun tali komunikasi digital yang terus tersambung via WhatsApp senantiasa menjaga debar ukhuwah kami tetap hidup.


Menghirup Berkah dari Ilmu dan Jejak Guru-Guru Mulia
Mengenal Mandan sejak 27 tahun silam berarti mengenang sebuah lembaran hidup di mana kami bersama-sama menimba ilmu di bawah didikan guru-guru hebat.

Kami adalah generasi binaan Bapak H. Drs. Suyanto, MH, Kepala SMKN 1 Teluk Kuantan kala itu, beserta jajaran pendidik yang dengan ketegasan, kedisiplinan, dan ketulusan luar biasa menempa karakter kami.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara...”
(QS. Al-Hujurat: 10)

Ribuan alumni SMKN 1 Teluk Kuantan kini telah menebar manfaat di berbagai penjuru negeri.

Keberhasilan ini bukanlah semata buah kecerdasan akal, melainkan buah dari adab, rasa hormat, dan kemuliaan akhlak yang senantiasa dijaga kepada para guru.

Terima kasih, wahai guru-guru kami tercinta. Semoga setiap tetes ilmu yang engkau curahkan menjadi amal jariyah yang memberatkan timbangan kebaikan di akhirat kelak. Aamiin.

Makna Kesuksesan dan Kemuliaan Pemimpin yang Melayani
Cerita perjalanan para alumni ini bukanlah ria untuk membusungkan dada, melainkan sebuah refleksi dan pelecut motivasi bagi generasi muda.

Bahwa tiada kesaaman kata antara hasil instan dan proses yang panjang.

Orang sukses adalah mereka yang mencintai prosesnya.

Sebab, setinggi apa pun ilmu seseorang, ia akan kehilangan nilai luhurnya jika tercerabut dari akar adab dan etika.

Banyak hal yang dapat diteladani dari sosok Eka Putra. Dedikasi, loyalitas, serta keikhlasannya dalam memberikan pelayanan publik mencerminkan jiwa kepemimpinan yang sejati.

Di sela kesibukannya, beliau tetap menjadi pendengar yang baik, terbuka atas setiap saran dan kritik yang disampaikan melalui pesan singkat.

Bagi beliau, jabatan bukanlah mahkota kebanggaan, melainkan secarik amanah berat yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar RA:
“Artinya: Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya...”
(HR. Bukhari & Muslim)

Prinsip inilah yang selalu kami pegang bersama: bahwa memimpin pada hakikatnya adalah menderita dalam arti rela mengorbankan kenyamanan pribadi demi bergerak, berbuat, dan melayani masyarakat yang dipimpin.

Merajut Kasih, Menjaga Silaturahmi
Pertemuan sore itu ditutup dengan doa dan harapan tulus untuk terus berkarya membangun negeri.

Tanpa memandang status sosial maupun tendensi duniawi, ukhuwah Islamiyah tetap menjadi poros utama pergaulan kami.

Teruslah berkarya, Ndan!
Semoga keberkahan, kesuksesan, dan lindungan Allah SWT senantiasa menyertai setiap langkah pengabdianmu.


SALAM UKHUWAH
Konco Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan

READ MORE - Merajut Ukhuwah di Bawah Naungan Kasih Sayang-Nya: Kisah Kopi Darat Konco Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan
Coach RR

10 PROMPT AI YANG BISA MEMBANTU GURU MEMBUAT SOAL LEBIH CEPAT

Guru sering menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan soal. Padahal, dengan bantuan AI dan prompt yang tepat, proses menyusun soal bisa dibuat lebih praktis dan terarah. 

Berikut 10 prompt yang bisa langsung disimpan dan disesuaikan dengan kebutuhan mengajar:

1️⃣ PILIHAN GANDA
“Buatkan 10 soal pilihan ganda untuk mata pelajaran [MAPEL], kelas [KELAS], materi [MATERI]. Buat 4 pilihan jawaban (A–D), sertakan kunci jawaban dan pembahasan singkat.”

2️⃣ SOAL HOTS
“Buatkan 10 soal HOTS untuk [MAPEL] kelas [KELAS] materi [MATERI]. Gunakan masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sertakan kunci jawaban dan pembahasan.”

3️⃣ SOAL LITERASI 📖
“Buatkan 5 soal literasi untuk siswa kelas [KELAS] berdasarkan sebuah teks tentang [TOPIK]. Soal harus menguji kemampuan memahami, menganalisis, dan menyimpulkan informasi.”

4️⃣ SOAL NUMERASI 🔢
“Buatkan 10 soal numerasi untuk kelas [KELAS] dengan materi [MATERI]. Gunakan konteks kehidupan sehari-hari dan tingkat kesulitan bervariasi dari mudah hingga menantang.”

5️⃣ SOAL URAIAN ✍️
“Buatkan 10 soal uraian untuk [MAPEL] kelas [KELAS] materi [MATERI]. Buat pertanyaan yang mendorong siswa menjelaskan alasan dan cara berpikirnya. Sertakan kunci jawaban.”

6️⃣ SOAL BERDASARKAN GAMBAR 🖼️
“Buatkan 5 soal berdasarkan gambar/ilustrasi tentang [TOPIK] untuk siswa kelas [KELAS]. Buat pertanyaan yang menarik dan sesuai tingkat pemahaman siswa.”

7️⃣ BENAR ATAU SALAH ✅
“Buatkan 15 pernyataan benar atau salah tentang [MATERI] untuk siswa kelas [KELAS]. Sertakan jawaban dan penjelasan singkat untuk setiap pernyataan.”

8️⃣ SOAL MENJODOHKAN 🔗
“Buatkan soal menjodohkan untuk materi [MATERI] kelas [KELAS]. Buat 10 pasangan soal dan jawaban yang jelas serta sesuai kemampuan siswa.”

9️⃣ SOAL REMEDIAL 🌱
“Buatkan 10 soal remedial untuk siswa kelas [KELAS] yang belum memahami materi [MATERI]. Mulai dari konsep paling dasar hingga tingkat sedang. Gunakan bahasa sederhana.”

🔟 PAKET SOAL LENGKAP 📑
“Buatkan paket evaluasi untuk [MAPEL] kelas [KELAS] materi [MATERI], terdiri dari 10 pilihan ganda, 5 benar-salah, dan 5 uraian. Sertakan kisi-kisi, kunci jawaban, dan pembahasan.”

💡 CARA MENGGUNAKANNYA: Cukup ganti bagian [MAPEL], [KELAS], [MATERI], atau [TOPIK] sesuai kebutuhan. Setelah itu, periksa kembali hasil dari AI dan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran serta kemampuan peserta didik.

📌 Jangan hanya disimpan—boleh langsung dicoba saat menyiapkan soal berikutnya. Semoga membantu meringankan pekerjaan guru yang setiap hari harus menyiapkan banyak hal. 😊

Kalau menurut Bapak/Ibu ini bermanfaat, simpan postingan ini agar tidak perlu mencari lagi saat membutuhkan. 
Source: FB
READ MORE - 10 PROMPT AI YANG BISA MEMBANTU GURU MEMBUAT SOAL LEBIH CEPAT
Coach RR
10 Prompt AI yang Bisa Membantu Guru Bekerja Lebih Cerdas

01. BUAT_MODUL_AJAR
Fungsi: Membuat modul ajar lengkap.

Bertindaklah sebagai ahli pendidikan dan Kurikulum Merdeka. Buatkan modul ajar untuk mata pelajaran [nama mapel], kelas [kelas], fase [fase], materi [materi]. Lengkapi dengan identitas, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, materi, langkah pembelajaran, media, asesmen, remedial, pengayaan, dan refleksi. Buat sistematis dan siap digunakan guru.



02. BUAT_KISI_KISI_SOAL
Fungsi: Menyusun kisi-kisi ujian.

Bertindaklah sebagai ahli evaluasi pendidikan. Buatkan kisi-kisi soal untuk mata pelajaran [mapel], kelas [kelas], materi [materi]. Sertakan tujuan pembelajaran, indikator soal, level kognitif, bentuk soal, nomor soal, dan kunci jawaban. Sajikan dalam tabel.


03. BUAT_SOAL_UJIAN
Fungsi: Membuat soal ujian beserta jawabannya.

Buatkan [jumlah] soal untuk mata pelajaran [mapel], kelas [kelas], materi [materi]. Variasikan soal pilihan ganda, isian, dan uraian. Sesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan siswa. Sertakan kunci jawaban dan pembahasan.


04. BUAT_LKPD_KREATIF
Fungsi: Membuat lembar kerja peserta didik.

Buatkan LKPD kreatif untuk siswa kelas [kelas] dengan materi [materi]. Lengkapi tujuan kegiatan, petunjuk pengerjaan, aktivitas individu atau kelompok, pertanyaan pemahaman, latihan, dan refleksi. Gunakan bahasa sederhana dan menarik.


05. BUAT_MEDIA_PEMBELAJARAN
Fungsi: Merancang media pembelajaran.

Bertindaklah sebagai ahli media pembelajaran. Rancang media pembelajaran inovatif untuk materi [materi] kelas [kelas]. Jelaskan konsep media, alat dan bahan, cara penggunaan, aktivitas siswa, dan evaluasi pembelajaran.



06. BUAT_RUBRIK_PENILAIAN
Fungsi: Membuat instrumen penilaian.

Buatkan rubrik penilaian untuk kegiatan [jenis kegiatan] pada mata pelajaran [mapel]. Gunakan skala 1-4 dengan kriteria penilaian pengetahuan, keterampilan, sikap, deskripsi pencapaian, dan pedoman pemberian nilai.



07. ANALISIS_HASIL_BELAJAR
Fungsi: Menganalisis hasil belajar siswa.

Bertindaklah sebagai analis pendidikan. Analisis data hasil belajar berikut: [masukkan data]. Hitung rata-rata, persentase ketuntasan, identifikasi siswa yang membutuhkan pendampingan, dan berikan rekomendasi tindak lanjut.



08. BUAT_SOAL_HOTS
Fungsi: Membuat soal berpikir tingkat tinggi.

Buatkan [jumlah] soal HOTS untuk materi [materi], kelas [kelas]. Gunakan konteks kehidupan sehari-hari dan tingkat kognitif C4, C5, dan C6. Sertakan indikator, kunci jawaban, dan alasan jawaban.



09. BUAT_PROGRAM_REMEDIAL
Fungsi: Menyusun program remedial dan pengayaan.

Buatkan program remedial dan pengayaan untuk mata pelajaran [mapel], kelas [kelas], materi [materi]. Sertakan identifikasi kesulitan belajar, kegiatan perbaikan, materi pengayaan, jadwal, dan evaluasi.



10. BUAT_BAHAN_AJAR
Fungsi: Membuat materi pembelajaran.

Bertindaklah sebagai guru profesional. Buat bahan ajar tentang [materi] untuk siswa kelas [kelas]. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, contoh nyata, ilustrasi konsep, rangkuman, latihan soal, dan evaluasi.
Source: Panglima Tutorial



Ronaldo Rozalino - Coach RR
Teacherpreneur • Content Creator • Motivator  • Writer • Business Owner Leader • Composer & Arranger • Coach

Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site : s.id/RonaldoRozalino
 







READ MORE - 10 Prompt AI yang Bisa Membantu Guru Bekerja Lebih Cerdas
Coach RR

Jangan Hanya Hidup Sederhana, Jadilah Hebat dan Bermanfaat!

Bismillah. Pernahkah Anda mendengar nasihat yang sering dianggap bijak, "Ah, hidup itu cukup sederhana saja, jangan terlalu muluk-muluk"?

Tahan dulu. Kalimat tersebut sering kali disalahartikan dan membuat seseorang terjebak dalam zona nyaman, pasrah, bahkan takut untuk bermimpi besar.

Padahal, ada perbedaan yang sangat tipis namun krusial antara "gaya hidup yang sederhana" dan "pola pikir yang sederhana (kecil)".

Berdasarkan inspirasi dari kutipan kuat pada ini:

"Hidup itu tidak boleh sederhana, hidup itu harus hebat, luas, kuat, besar, dan jadi bermanfaat. Karena yang sederhana adalah sikap."

Mari kita bedah makna filosofi ini melalui pandangan Islam, Al-Qur'an, dan Al-Hadis agar arah hidup kita semakin jelas dan bermakna.

1. Ambisi Besar untuk Kebaikan: Membangun Visi Raksasa
Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk hidup bermalas-malasan, berpikiran sempit, atau puas dengan pencapaian yang kecil.

Sebagai khalifah di bumi, manusia diciptakan untuk membawa kemakmuran dan memberikan dampak yang luas.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdikan diri kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56)

Ibadah kepada Allah tidak hanya sebatas ritual vertikal (shalat, puasa), tetapi juga mencakup amal saleh horizontal yang berdampak besar bagi sesama.

Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk selalu memohon hal-hal yang besar dan mulia, bukan menjadi pribadi yang kecil dan mudah menyerah.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

"Jika kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi..." (HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan kita untuk memiliki mentalitas pemenang dan visi raksasa. Jangan membatasi potensi diri dengan alasan "hidup sederhana" agar tidak mau berusaha keras.

2. Bedakan "Pola Pikir Besar" dengan "Gaya Hidup Rendah Hati"
Kesalahan terbesar banyak orang adalah menyamakan kerendahan hati dengan kemalasan berpikir.

Pola Pikir (Mindset) Harus Besar:
Target hidup, karya, dan manfaat yang ingin disebarkan harus seluas mungkin. Ciptakan lapangan pekerjaan, bangun inovasi, sebarkan ilmu yang bermanfaat, dan jadilah kuat secara mental maupun kapasitas diri.

Sikap (Attitude) Harus Sederhana:
Ketika kesuksesan, kekayaan, atau kekuasaan itu sudah diraih, di sinilah letak ujian sesungguhnya.

Sikap batin dan penampilan harus tetap rendah hati, tidak sombong, dan ramah kepada siapa saja.

Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam hal ini. Beliau memiliki visi yang luar biasa besar mengubah peradaban dunia dari kegelapan menuju cahaya Islam namun beliau tetap hidup dengan sangat sederhana, tawinfl, dan dekat dengan umatnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."
(HR. Ahmad, Tabrani, dan Daruqutni)

Hadis ini mempertegas bahwa tolok ukur kehebatan seseorang dalam Islam bukan dilihat dari seberapa sedikit ia ingin hidup, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa ia berikan kepada orang banyak.

3. Mari Berbenah: Saatnya Keluar dari Zona Nyaman
Jangan pernah membiarkan filosofi "hidup sederhana" dijadikan tameng untuk menutupi rasa takut gagal atau malas berusaha.

Bangunlah kapasitas diri, capai prestasi setinggi mungkin, dan jadikan pencapaian tersebut sebagai alat untuk menolong sesama.

Kehebatan ada pada apa yang kita capai untuk kebaikan, dan kesederhanaan ada pada bagaimana kita membawa diri di hadapan Sang Pencipta dan sesama manusia.

"Mari kita saling ingatkan bahwa kita diciptakan untuk hal-hal yang besar dan bermanfaat, bukan untuk hidup kecil yang penuh penyesalan!"

Bagaimana dengan Anda?
Di fase mana Anda saat ini?
Mari bagikan mimpi besar yang sedang Anda bangun, atau satu nilai kesederhanaan sikap yang selalu Anda pegang teguh di kolom komentar! 👇


Ronaldo Rozalino - Coach RR
(Teacherpreneur • Writer • Motivator Literation & Education • Content Creator • Business Owner Leader • Composer & Arranger • Coach)

Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site : s.id/RonaldoRozalino

READ MORE - Jangan Hanya Hidup Sederhana, Jadilah Hebat dan Bermanfaat!
Coach RR

Di Bawah Bayang-Bayang Singgasana: Menembus Batas Satire Menuju Keadilan Ilahi

Bismillah. Negeri ini sering kali dilukiskan sebagai panggung dongeng yang penuh warna, tempat angan-angan bertaut dengan megahnya angan.

Namun, di balik tirai kemilau itu, tersingkap sebuah kenyataan yang jauh dari kata manis sebuah lakon horor sosial yang menghentak nurani.

Sebagaimana bait satire yang menggema tajam:

“Di atas penuh drama elit, di bawah ekonomi sulit.
Di atas perang kuasa, di bawah dipepet derita.”

Kalimat ini bukan sekadar gurauan warung kopi atau keluh kesah tanpa arah. Ia adalah potret kontras yang telanjang, menggambarkan jurang menganga antara mereka yang memegang tampuk kekuasaan dengan rakyat jelata yang tertatih-tatih merajut hari esok.

Panggung Elite dan Kegelapan di Akar Rumput
Di lapisan atas, panggung kekuasaan menjelma menjadi teater megah tempat para elite berbalut jubah kehormatan saling berebut singgasana.

Kepentingan rakyat sering kali tereduksi menjadi sekadar komoditas panggung, alat tawar-menawar dalam drama perebutan pengaruh.

Sementara itu, di lapisan bawah di akar rumput yang menopang tegaknya negeri suasana berdenyut dalam ritme yang mengiris hati.

Ekonomi terasa begitu sempit, menghimpit napas jutaan jiwa yang harus berjuang mati-matian hanya untuk menyambung hidup.

Jika di atas terjadi perang kuasa yang riuh dengan janji-janji, di bawah rakyat justru "dipepet derita," berjuang mengais sisa-sisa harapan di tengah himpitan beban zaman.


Timbangan Langit: Amanah Kepemimpinan dalam Al-Qur'an dan Al-Hadis
Islam datang bukan sekadar sebagai ritual ibadah di atas sajadah, melainkan sebagai pedoman agung yang mengatur tatanan sosial, keadilan, dan kemanusiaan.

Ketika kekuasaan lepas dari kendali moral dan nurani, Allah SWT telah memberikan peringatan tegas melalui firman-Nya dalam QS. An-Nisa' ayat 58:

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkan dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Ayat ini menegaskan bahwa kekuasaan, jabatan, dan kedudukan bukanlah sebuah trofi untuk diperebutkan demi syahwat pribadi, melainkan amanah yang berat.

Rasulullah SAW juga mengingatkan dengan sangat keras mengenai bahaya penguasa yang mengabaikan penderitaan rakyatnya, serta mengkhianati amanah yang dipikul di pundak mereka.

Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi SAW bersabda:

“Tidak ada seorang hamba pun yang Allah beri kepercayaan untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya.” (HR. Muslim)

Hadis ini adalah alarm profetik yang menggetarkan. Bayang-bayang singgasana megah di dunia akan kehilangan makna tatkala di akhirat kelak ia berubah menjadi sumber kehinaan akibat kelalaian terhadap tangisan orang-orang lemah di bawah sana.

Menyalakan Lentera Kepedulian
Dongeng horor sosial ini tidak boleh dibiarkan menjadi takdir yang abadi. Perubahan bermula dari kesadaran kolektif untuk kembali merawat keadilan, menumbuhkan empati, dan menegakkan nilai-nilai kejujuran.

Bagi para pemegang kendali di atas, sudah saatnya menundukkan kepala, mendengar denyut nadi rakyat yang tengah berjuang di lorong-lorong kesempitan.

Dan bagi kita semua, mari terus merawat asa, menjaga solidaritas sosial, serta memohon pertolongan Allah SWT agar negeri ini senantiasa dinaungi oleh rahmat, keadilan, dan kesejahteraan yang merata bukan sekadar drama bagi segelintir elite, melainkan kebahagiaan nyata bagi seluruh penghuninya.

Oleh: Ronaldo Rozalino (Coach RR)
(Teacherpreneur • Writer • Motivator Literation & Education • Content Creator • Business Owner Leader • Composer & Arranger • Coach) 

READ MORE - Di Bawah Bayang-Bayang Singgasana: Menembus Batas Satire Menuju Keadilan Ilahi
Coach RR

Simfoni Terakhir di Panggung Abadi: Mengenang Perjalanan Hidup dan Keteguhan Hati Almarhum Harry Toledo (Azharianto)

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu..." (QS. Ali 'Imran: 185)

Pendahuluan: Melodi Perpisahan yang Mengharu Biru
Kehidupan dunia adalah panggung sandiwara sementara, di mana setiap insan memainkan perannya masing-masing sebelum tirai kematian akhirnya turun.

Belum kering kenangan komunikasi secara online melalui siaran langsung TikTok bersama sahabat tercinta, takdir Allah SWT menorehkan garis ketetapannya.


Pada malam Kamis, 5 November 2026 pukul 23.28 WIB musisi bass jazz kaliber internasional kebanggaan tanah air, Harry Toledo (Azharianto) atau yang akrab disapa Bg Ari, telah berpulang ke Rahmatullah.

Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia musik Indonesia, para seniman Riau, keluarga, serta kerabat dekat.

Namun, di balik air mata kehilangan, tersimpan sebuah warisan inspirasi yang begitu agung tentang arti sebuah keteguhan, kesabaran, dan ketulusan hidup.


Dari Gudang Gelap Menuju Panggung Dunia
"Dan bahwasanya seorang manusia tidak mendapatkan selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)." (QS. Najm: 39-40)

Kisah hidup Almarhum Harry Toledo adalah manifestasi nyata dari ayat di atas. Lahir di Maphosay, Indragiri Hulu, pada 6 Juli 1972, perjalanan hidupnya bermula dari sebuah sudut kota Pekanbaru pada era 80-an.


Ketika alunan musik jazz masih menjadi sesuatu yang asing dan langka di telinga masyarakat awam, seorang bocah bernama Harry menyimpan mimpi yang teramat besar dalam keheningan malam.

Ia bukanlah siapa-siapa saat itu. Harry hanyalah seorang roadies muda pahlawan tanpa tanda jasa yang bertugas mengangkat dan merapikan alat-alat band setiap kali panggung hendak dimulai.

Namun, gudang penyimpanan alat yang gelap dan penuh tumpukan kabel bukanlah tempat yang menyurutkan semangatnya; melainkan akademi kehidupan tempat ia menempa diri.


Dalam sunyinya malam, selepas keramaian reda, Harry mengeluarkan gitar bass tua, sebuah amplifier, dan radio kecil.

Dengan kesabaran yang luar biasa, jemarinya memutar kenop frekuensi gelombang pendek (Short Wave / SW), mencari-cari sinyal samar stasiun radio luar negeri yang mengalunkan irama jazz.

Tanpa guru pembimbing, tanpa buku teori musik yang megah, ia mengulik setiap nada bermodalkan ketajaman pendengaran dan kecintaan yang mendalam pada seni.


Ujian Kesabaran dan Keteguhan Hati
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)

Jalan menuju impian tidak pernah seindah melodi yang ia dambakan. Harry muda pernah dimarahi pemilik alat karena menggunakan perlengkapan tanpa izin.

Cemoohan dan tindakan meremehkan dari lingkungan sekitar pun kerap menghampiri, "Emang kamu bisa dapat duit dari musik jazz?"

Namun, Almarhum tidak pernah membalas cemoohan dengan amarah. Ia memilih diam, menelan setiap kepahitan, dan membayarnya dengan kerja keras serta ketekunan yang senyap.

Prinsipnya kukuh: ejekan hanyalah kebisingan sesaat, sementara panggilan jiwa adalah komitmen abadi.

Waktu terus berjalan. Jarak dan kesibukan sempat memisahkan jejaknya dengan para sahabat hingga puluhan tahun lamanya.

Bocah pengangkat alat dari gudang gelap Pekanbaru itu bertransformasi menjadi seorang musisi virtuoso yang dihormati secara nasional maupun internasional, bahkan dipercaya memegang amanah sebagai Presiden Indonesia Bass Family (IBF).

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:
"Sesungguhnya Allah Taala mencintai seorang hamba yang apabila ia mengerjakan suatu pekerjaan, ia mengerjakannya dengan ikhwan (profesional, tekun, dan sebaik-baiknya)." (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Harry Toledo telah membuktikan bahwa cucuran keringat dalam sepi, air mata ketekunan, dan disiplin diri yang dijaga konsisten adalah mata uang sejati untuk membeli sebuah impian besar.


Perpisahan yang Mengharukan: Selamat Jalan, Sang Maestro
Kini, raga sang maestro telah pergi meninggalkan dunia yang fana. Jenazah Almarhum dikebumikan di pemakaman Tobek Panjang, Koto Taluk, berdampingan dengan Masjid Jannatul Ma'wa Tobek Panjang Koto Taluk, diiringi doa sanak saudara, sahabat masa kecil, serta para seniman yang merasa sangat kehilangan.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW mengenai amal yang tak terputus:

"Apabila anak Adam itu mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Almarhum Harry Toledo telah meninggalkan warisan ilmu yang bermanfaat, alunan melodi yang menginspirasi, serta kenangan persahabatan yang tulus. Karya dan keteguhannya akan terus hidup di hati setiap insan yang mengenal beliau.

"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dia, dan maafkanlah dia. Tempatkanlah ia di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburnya, dan basuhlah air salju dan air es. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran..." (HR. Muslim)


Selamat jalan, Abangku, sahabat, Sang Presiden Bass Indonesia. Engkau telah menunaikan simfoni kehidupanmu di dunia dengan indah.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni setiap khilafmu, melapangkan alam kuburmu, dan menempatkanmu di sisi-Nya yang paling mulia dalam keabadian husnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Ditulis mengenang kebaikan dan motivasi Almarhum kepada saya. Terima Kasih ya Bg Ari. Saya bersaksi Abang orang baik.


READ MORE - Simfoni Terakhir di Panggung Abadi: Mengenang Perjalanan Hidup dan Keteguhan Hati Almarhum Harry Toledo (Azharianto)

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777