Gema Wahyu di Negeri Sentajo: Kala Suara Langit Mengetuk Pintu SMAN 1 Sentajo Raya
SENTAJO RAYA – Angin sepoi di lingkungan SMAN 1 Sentajo Raya pagi itu terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk rutin sekolah, melainkan ada getaran spiritual yang merayap di sela-sela dinding kelas. Di bawah naungan langit Provinsi Riau yang teduh, sekolah ini tengah menggelar perhelatan jiwa: Lomba Tahfizh dan Lomba Azan Antar Kelas.
Acara yang digagas sebagai wadah pengabdian batin ini diikuti dengan antusias oleh 9 kelas. Tak sekadar berlomba, setiap siswa tampil membawa marwah kelasnya, dibimbing penuh kasih oleh para wali kelas yang berdiri di garis depan sebagai penyemangat.
Harmoni dalam Penjurian Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, Drs. Afrizal, memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau memandang bahwa pendidikan bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan juga tentang menanamkan gema Al-Qur'an dan kemuliaan azan di dalam dada para siswa.
Untuk menjaga kemurnian kualitas, meja juri diisi oleh para pendidik yang mumpuni di bidangnya: Ahmad Kamami, S.Pd: Guru Bahasa Jerman yang kali ini menanggalkan sejenak tata bahasa asing untuk menilik kefasihan makhraj dan indahnya lantunan ayat suci.
Muharis, S.Pd: Guru Pendidikan Agama Islam yang dengan jeli menyimak setiap ketukan tajwid dan keikhlasan nada dalam panggilan salat.
Literasi dan Kreativitas dalam Syiar Menariknya, kegiatan ini juga mendapat sentuhan kreatif dari Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. Sosok yang dikenal sebagai Guru Konten Kreator Riau sekaligus Ketua Komunitas Belajar "KAYUAH" SMAN 1 Sentajo Raya ini, hadir membawa semangat bahwa syiar agama bisa bersanding elok dengan seni budaya dan literasi.
"Suara azan yang mengalun dan hafalan ayat yang terjaga adalah bentuk literasi tertinggi—literasi hati," ujar salah satu penggerak kegiatan.
Melalui kompetisi ini, SMAN 1 Sentajo Raya membuktikan diri bahwa mereka bukan hanya tempat menempa ilmu pengetahuan, tapi juga taman di mana karakter religius tumbuh subur dan mekar dengan indahnya. (Ronaldo Rozalino)
Keterangan Gambar : Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau
Di Balik Papan Tulis: Sekolah sebagai Rumah, Rekan Kerja sebagai Saudara
Pernahkah Anda menyadari, bahwa bagi seorang guru, sekolah bukan sekadar gedung yang dipenuhi deretan meja dan tumpukan buku? Bukan pula sekadar tempat di mana lonceng berdentang menandai dimulainya rutinitas.
Sekolah adalah panggung kehidupan. Di sanalah, sebagian besar waktu, keringat, dan detak jantung mereka diabdikan untuk menanam benih-benih ilmu pada generasi masa depan. Namun, di balik riuh rendah suasana kelas dan tumpukan tanggung jawab pendidikan yang tak kunjung surut, ada satu dimensi lain yang seringkali luput dari pandangan: ikatan batin.
Ruang Guru: Sebuah Pelabuhan Makna Ada satu ruang kecil yang mungkin tampak biasa bagi orang lain, namun bagi para pengajar, itulah “pelabuhan.” Ruang guru bukan sekadar tempat beristirahat sejenak dari hingar-bingar mengajar. Ia adalah saksi bisu dari tawa yang meledak setelah lelah menghadapi siswa yang menguji kesabaran, tempat diskusi yang hangat, hingga ruang curahan hati kala beban terasa menyesakkan dada.
Di meja-meja itu, rekan kerja perlahan bertransformasi menjadi saudara. Mereka bukan lagi sekadar orang yang berbagi ruang kerja, melainkan sosok yang saling menopang saat lelah datang menghampiri.
Kekuatan dalam Kebersamaan Mengapa mereka bisa bertahan? Karena di balik setiap tantangan dalam dunia pendidikan, mereka tidak berdiri sendirian. Dukungan dari sesama guru adalah bahan bakar yang tak kasat mata. Saat satu guru merasa goyah, yang lain datang menguatkan. Saat satu guru merasa kehilangan arah, yang lain hadir menawarkan secangkir doa dan cerita yang menenangkan.
Mereka menemukan bahwa sekolah adalah keluarga kedua. Di sinilah solidaritas dipupuk, bukan sekadar untuk mempererat hubungan antar individu, melainkan untuk menciptakan ekosistem yang lebih teduh bagi anak-anak didik kita.
Warisan yang Bernama Solidaritas Pada akhirnya, kebersamaan dan tulusnya hubungan antar guru adalah fondasi utama dari sebuah sekolah yang hidup. Ketika guru-guru merasa bahagia dan saling menguatkan, energi positif itu akan mengalir deras ke ruang kelas, menyentuh hati para siswa, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang penuh cinta.
Sebab, pendidikan bukan hanya tentang mentransfer pengetahuan, melainkan tentang bagaimana kita saling bergandengan tangan, memastikan bahwa tidak ada satu pun dari kita yang berjalan sendirian dalam misi mulia ini.
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd (Guru SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Konten Kreator, Penulis Buku, Blogger, Motivator Edukasi & Literasi, Bisnis Owner, Coach, Composser & Arranger)
Sentuhan Elegan dalam Setiap Lembar: Hadirkan Kemuliaan dengan Souvenir Eksklusif dari nsd Grafika & Printing
Dalam setiap momen istimewa, kehadiran buah tangan bukanlah sekadar benda; ia adalah simpul kasih, pengingat akan syukur, dan jejak kenangan yang abadi. Jika Anda tengah mencari cara untuk memuliakan tamu atau melengkapi hari-hari penuh keberkahan, nsd Grafika & Printing hadir membawa jawabannya.
Kami mempersembahkan koleksi istimewa—buku-buku bernuansa religius dengan desain sampul yang memikat mata dan menyejukkan hati. Dengan tekstur yang lembut, sentuhan warna-warna elegan, dan ukiran kaligrafi yang begitu halus, setiap produk kami dirancang bukan hanya untuk dibaca, melainkan untuk dirawat dengan penuh rasa hormat.
Mengapa Memilih Kami? Di nsd Grafika & Printing, kami meyakini bahwa kualitas adalah bentuk nyata dari penghormatan. Koleksi kami menawarkan:
Estetika yang Mempesona: perpaduan warna-warna cerah hingga klasik yang dibalut dengan aksen emas menawan.
Kualitas Terbaik: Dikerjakan dengan fokus dan ketelitian tinggi agar setiap detail terasa sempurna di genggaman.
Harga yang Bersahabat: Anda bisa mendapatkan keindahan ini dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp8.000 saja per bukunya.
Kemudahan dalam Genggaman Kami mengerti bahwa berbagi kebaikan seharusnya tidak memberatkan. Oleh karena itu, kami memberikan kemudahan pemesanan dengan minimal order hanya 10 pcs. Sangat cocok untuk souvenir pengajian, acara syukuran, oleh-oleh haji/umrah, maupun bingkisan di hari-hari besar keagamaan.
Kunjungi Workshop Kami Kami beroperasi di jantung kota Pekanbaru. Mari berdiskusi mengenai kebutuhan cetak Anda di alamat kami:
📍 Lokasi: Tabing, Koto Tuo, Pekanbaru. 📞 Pemesanan: Hubungi kami segera di 0852-6571-5455 – 0853-6355- 4777 melalui WhatsApp. Jadikan setiap pemberian Anda bermakna.
Percayakan kebutuhan percetakan souvenir Anda kepada nsd Grafika & Printing—tempat di mana kualitas berpadu dengan ketulusan. (RR)
Cahaya Syukur di Persimpangan Jalan: Kala SDN 008 Beringin Taluk Menjemput Berkah
TELUK KUANTAN – Ketika matahari mulai condong ke ufuk barat dan langit berubah jingga, ada pemandangan yang menyejukkan hati di persimpangan Pasar Rakyat Teluk Kuantan, Rabu (11/03/2026). Di antara deru mesin kendaraan dan hiruk pikuk warga yang menanti azan Magrib, hadir seuntai senyum tulus dari keluarga besar SDN 008 Beringin Taluk.
Sore itu bukan sekadar ritual menunggu waktu berbuka. Dipimpin langsung oleh sang Kepala Sekolah, Ibu Lusi Ekananda, S.Pd, para majelis guru turun ke jalan. Bukan untuk memberi instruksi, melainkan untuk menyebarkan kasih sayang dalam bentuk paket takjil gratis bagi para pengendara yang melintas.
Senyum yang Menular Satu demi satu paket takjil berpindah tangan. Keramahan para guru ini seolah menjadi penawar dahaga sebelum waktunya tiba. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari rasa syukur yang mendalam atas datangnya bulan suci Ramadan—bulan di mana setiap kebaikan sekecil apa pun akan bergema menjadi keberkahan yang luas.
"Berbagi adalah bahasa paling indah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta," bisik angin sore di antara sapaan hangat para guru.
Lebih dari Sekadar Rutinitas Di tengah keriuhan tersebut, Ibu Lusi Ekananda menyampaikan sebuah pesan yang menyentuh kalbu. Baginya, Ramadan tahun ini harus memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan haus.
"Semoga tahun ini bukan sekadar rutinitas puasa, tapi benar-benar menjadi titik balik untuk memperbaiki hati, memperbaiki ibadah, dan memperbaiki hidup, serta bermanfaat bagi sekitar," ungkap beliau dengan penuh harapan.
Menanam Benih Kepedulian Melalui bungkusan takjil yang sederhana ini, SDN 008 Beringin Taluk ingin menanamkan benih kepedulian sosial yang kuat. Harapannya, semangat berbagi ini tidak berhenti di persimpangan jalan hari ini, melainkan terus tumbuh dan mengakar di hati setiap insan, sehingga keberkahan Ramadan dapat didekap oleh lebih banyak orang.
Sore itu, di persimpangan Pasar Rakyat, kita belajar satu hal: bahwa bahagia tidak hanya datang saat kita menerima, tetapi justru saat kita mampu memberi dengan cinta. (Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd)
Menenun Percaya Diri di UPT SDN 010 Sibiruang: Langkah Awal Menuju Gerbang TKA
KAMPAR HULU – Di balik rimbunnya pepohonan Kecamatan Koto Kampar Hulu, sebuah keriuhan yang tenang sedang berlangsung di UPT SDN 010 Sibiruang. Bukan keriuhan tanpa makna, melainkan sebuah ikhtiar bertajuk Gladi Resik Persiapan Ujian TKA. Kegiatan ini laksana sebuah jembatan yang dibangun agar para siswa mampu melintasi sungai ujian dengan langkah yang mantap dan hati yang tenang.
Cahaya dalam Ketelitian: Langkah Kecil Menuju Hari Besar Sebanyak 87 siswa terpilih menjadi penggerak dalam simfoni persiapan ini. Bak aliran air yang teratur, kegiatan ini dibagi menjadi 4 gelombang yang membentang selama 6 hari. Setiap sesinya diisi oleh 15 siswa, sebuah jumlah yang sengaja dirancang agar setiap anak mendapatkan perhatian yang utuh dan ruang belajar yang nyaman.
Di balik layar, ada tangan-tangan dingin yang memastikan segalanya berjalan selaras. Ronal Afandi, sang Proktor, menjaga alur sistem dengan ketelitian seorang nakhoda. Sementara itu, Bella Almanda hadir sebagai Teknisi yang sigap, memastikan setiap deru perangkat teknologi tetap berjalan stabil tanpa hambatan.
Mengapa Gladi Ini Begitu Berarti? Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas di atas kertas, melainkan sebuah perjalanan untuk mencapai lima tujuan mulia:
Menempa Kesiapan: Agar siswa tak lagi merasa asing dengan suasana ujian. Saat hari besar tiba, mereka akan melangkah bak memasuki rumah sendiri.
Menyelami Tata Cara: Memahami aturan dan sistem ujian laksana mempelajari peta sebelum memulai petualangan. Siswa diajak akrab dengan setiap tombol dan lembar jawaban.
Memadamkan Keraguan: Rasa gugup adalah kabut yang bisa menghalangi pandangan. Dengan latihan ini, kabut itu perlahan sirna, digantikan oleh mentari rasa percaya diri.
Menjaga Nadi Teknis: Memastikan seluruh perangkat, ruang ujian, dan perlengkapan berfungsi sempurna, sehingga tak ada aral melintang saat waktu yang ditentukan tiba.
Cermin Kemampuan: Bagi para guru, ini adalah waktu untuk melihat sejauh mana pemahaman siswanya. Sebuah potret awal untuk menentukan langkah pengajaran selanjutnya.
Harapan dari Ujung Kampar Gladi resik ini adalah bukti bahwa prestasi tak datang dari keberuntungan semata, melainkan dari persiapan yang matang dan doa yang dipanjatkan lewat kerja keras. UPT SDN 010 Sibiruang kini sedang menyemai benih-benih keberhasilan, berharap kelak mereka akan memanen senyum kebahagiaan dari wajah-wajah mungil para siswanya. “Persiapan hari ini adalah kunci untuk membuka pintu keberhasilan di masa depan.” (Ronaldo Rozalino