Jangan Merasa Abadi: Refleksi Diri Seorang Hamba
"Ronaldo Rozalino"
Mengaca pada Deret Kekuasaan yang Lebur: Saat Kesombongan Membenamkan Manusia
Bismillah. Dalam panggung kehidupan yang fana, manusia acap kali terlena oleh bayang-bayang kebesarannya sendiri. Harta yang menumpuk, jabatan yang menjulang, serta kekuasaan yang menggenggam semesta seolah memberi ilusi bahwa diri ini abadi.
Namun, sejarah tidak pernah bohong; ia adalah cermin jernih yang memantulkan jejak-jejak ketakaburan masa lalu agar menjadi ibrah (pelajaran) bagi jiwa-jiwa yang sudi berpikir.
Bila Tanah Menelan Angkuh: Cermin Kelam Fir’aun, Namrud, dan Qarun.
Mari sejenak menengok kembali lembaran sejarah para penguasa dan hartawan zaman purba: Fir’aun, Namrud, dan Qarun. Meraka adalah simbol dari puncak keduniawian yang runtuh seketika saat dihadapkan pada keagungan Sang Pencipta.
Fir’aun, sang penguasa Mesir yang menitahkan dirinya sebagai tuhan, menenggelamkan nuraninya dalam angkuh hingga akhirnya Allah membenamkannya di kedalaman Laut Merah.
Qarun, lelaki yang dilimpahi kunci-kunci perbendaharaan harta hingga memikulnya saja membutuhkan kekuatan sekumpulan orang tangguh. .
Namun, saat ia berucap bahwa semua itu murni karena kehebatannya, Allah membenamkan dirinya beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi.
Namrud, raja yang congkak dengan kekuasaannya, menantang Tauhid yang dibawa Nabi Ibrahim A.S., hingga kehancurannya datang lewat makhluk teramat kecil sebagai tanda betapa kerdilnya kekuatan manusia di hadapan Allah.
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."
— (QS. Al-Isra': 37)
Di Atas Langit, Masih Ada Langit
Apa yang sejatinya hendak kita sombongkan di bumi yang menua ini?
Apakah harta kekayaan yang bisa sirna dalam sekejap mata?
Ataukah pangkat dan jabatan yang batasnya hanyalah helaan napas terakhir?
Sering kali manusia lupa bahwa tak ada satu pun yang benar-benar kita miliki. Harta, tahta, dan reputasi hanyalah amanah titipan sementara yang kelak meminta pertanggungjawaban mutlak di hadapan Rabbul 'Alamin.
Ketika kita merasa berada di puncak, ingatlah sebuah nasihat bijak: di atas langit masih ada langit. Jangan pernah menjadikan apa yang kita genggam sebagai alasan untuk memandang rendah sesama atau berbuat semena-mena.
Rasulullah SAW telah memberikan peringatan tegas mengenai bahaya benih-benih kesombongan dalam hati:
"Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat sebesar zarrah (biji atom) dari kesombongan."
(HR. Muslim)
Menabur Kebaikan, Memetik Keabadian
Manusia diciptakan bukan untuk mendominasi dengan keangkuhan, melainkan untuk beribadah, taat, dan merendahkan hati di hadapan-Nya.
Pada akhirnya, orang-orang di sekitar kita tidak akan mengenang seberapa tinggi jabatan atau seberapa melimpah harta yang kita tumpuk. Mereka akan mengenang bagaimana kita memperlakukan mereka saat kita memiliki segalanya.
Dunia ini hanyalah jembatan penyebaran bekal, sedangkan akhirat adalah rumah kediaman yang sejati. Hidup pasti akan menjumpai matinya, dan keabadian hanyalah milik Allah Maha Penguasa.
Tulisan sederhana ini hadir sebagai pengingat dan refleksi diri sebuah perenungan mendalam dalam mengemban amanah sebagai hamba yang tak luput dari dosa.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, memberikan kemudahan, keberkahan, serta memelihara hati kita agar tetap rendah di bumi, namun terpandang mulia di langit.
Narasi Refleksi oleh:
Ronaldo Rozalino (Coach RR)
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Resmi: s.id/RonaldoRozalino
Meniti Jejak Ujian, Menyemai Keikhlasan Jiwa
"Ustadz Seprion, M.Pd'
Bismillah. Hidup di samudera dunia adalah sebuah pengembaraan yang tak pernah sepi dari terpaan ombak. Sering kali manusia mengira bahwa ujian hanya hadir dalam bentuk derita, kemiskinan, atau raungan kesakitan menjelang kematian.
Padahal, riak gelombang kemewahan, kilau takhta, dan manisnya jabatan justru merupakan ujian yang kerap kali menidurkan kesadaran.
Sebagaimana pesan mendalam yang disampaikan oleh Ustadz Seprion, M.Pd dalam Khutbah Jum'at di Masjid Syuhada Beringin Taluk, Kuantan Singingi, hakikat keberadaan kita di bumi ini adalah rangkaian ujian yang tak terputus.
Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(QS. Al-Anbiya: 35)
Tidak ada satu pun helai daun yang gugur tanpa pengetahuan-Nya, dan tidak ada satu pun langkah manusia yang dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
Kita mungkin sanggup menyembunyikan prasangka di hadapan sesama, tetapi Allah SWT Maha Mengetahui setiap detik detak jantung dan bisikan yang bersemayam di dalam dada.
Menagih Janji Ilahi Melalui Amal dan Rasa Syukur
Di tengah riuh rendah perjuangan hidup, janji Allah SWT berdiri kokoh bagaikan menara suci yang tak pernah goyah.
Bagi jiwa-jiwa yang tidak ragu menginfakkan hartanya di jalan kebaikan, Allah menyandarkan perumpamaan yang begitu indah dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji.
Kedermawanan tidak pernah mengikis rezeki; ia justru menumbuhkan keberkahan yang berlipat ganda.
Pintu rahmat-Nya senantiasa terbuka lebar bagi siapa saja yang berserah diri. Ketika lisan menengadah dalam doa, Allah memberi kepastian:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
(QS. Ghafir: 60)
Dan sebagai penawar atas rasa kurang yang sering menggerogoti hati, ketetapan-Nya dalam QS. Ibrahim ayat 7 menjadi pegangan agung:
barangsiapa yang bersyukur, nikmat-Nya akan ditambah; namun barangsiapa yang kufur, azab-Nya amatlah pedih.
Ketulusan Pemberian: Memberi Dari Yang Dicintai
Bukanlah sebuah kebajikan yang sempurna jika kita hanya menyerahkan sisa-sisa dari apa yang kita miliki.
Keindahan iman terpancar saat seseorang mampu membagikan apa yang paling ia cintai kepada mereka yang membutuhkan fakir miskin, anak yatim, dan jiwa-jiwa yang tertindas.
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai...”
(QS. Ali 'Imran: 92)
Sikap luhur ini dibingkai dengan ketulusan yang murni, sebagaimana gambaran hamba-hamba Allah dalam QS. Al-Insan ayat 9: "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih."
Benteng Hati Dari Bisikan Ujub dan Kesombongan
Pelajaran teragung dari setiap amal kebaikan adalah menjaga niat. Niat adalah ruh dari setiap perbuatan.
Ketika kebaikan berhasil diukir, senyap-senyap bisikan setan sering kali menyusup, membimbing manusia menuju pintu ujub rasa kagum pada diri sendiri yang berujung pada kesombongan.
Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan bahaya laten yang dapat menghanguskan pahala ini:
“Tiga hal yang membinasakan: kebiasaan menuruti hawa nafsu, sifat kikir yang dituruti, dan rasa ujub seseorang terhadap dirinya sendiri.”
(HR. Ath-Thabrani)
Maka, sudah sepatutnya kita senantiasa memohon perlindungan agar hati ini tetap terlindung dari tipu daya setan. Biarlah setiap sujud, sedekah, dan pengabdian yang kita lakoni mengalir semata-mata sebagai wujud syukur dan penghambaan yang jujur kepada Sang Maha Pencipta.
Sebab pada akhirnya, bukan besarnya takhta atau melimpahnya harta yang kita bawa pulang, melainkan seberapa murni hati yang kita persembahkan di hadapan-Nya.
Informasi Dokumentasi & Media:
Sumber Khutbah:
Ustadz Seprion, M.Pd (Guru MAN 1 Kuansing & Pengurus MUI Kab. Kuansing)
Lokasi & Waktu:
Masjid Syuhada Beringin Taluk, Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuansing, Riau | Jum'at, 2 Oktober 2026
Penulis & Narator:
Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd (Sekretaris Komisi Info & Komuniasi MUI Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing)
Kontak & Media Sosial:
WhatsApp: 0853-6355-4777 | Instagram & TikTok: @ronaldorozalino | YouTube & Facebook: Ronaldo Rozalino | Web: s.id/RonaldoRozalino
Menjalin Ukhuwah, Menatap Cahaya: Menggapai Keredaan Allah dalam Hari Bermuhammadiyah Cabang Teluk Kuantan
Bismillahirrohmanirrohim
Di balik setiap desir angin yang berhembus di tepian Batang Kuantan, ada rindang kebaikan yang senantiasa tumbuh dan bersemi.
Kehidupan yang kita jalani bukanlah sekadar deretan waktu yang berlalu tanpa makna, melainkan hamparan ladang tempat kita menanam benih-benih ukhuwah dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۠ا وَلَا تَفَرَّقُوا۟
“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…”
(QS. Ali 'Imran: 103)
Melangkah bersama dalam ikatan keimanan adalah lambang keteguhan jiwa.
Muhammadiyah, sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar, senantiasa memanggil kita untuk merapatkan barisan, meluruskan niat, serta menghidupkan syiar Islam demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Momentum Kebersamaan: Hari Bermuhammadiyah
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta menimba ilmu yang mencerahkan hati, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Teluk Kuantan mengundang seluruh warga, simpatisan, serta keluarga besar Muhammadiyah untuk hadir dalam perhelatan:
"Pengajian Hari Bermuhammadiyah Cabang Teluk Kuantan"
Insya Allah, acara ini akan dilaksanakan pada:
Hari / Tanggal: Sabtu, 22 Rabiul Akhir 1448 H / 3 Oktober 2026 M
Waktu: Pukul 09.00 WIB s.d. selesai
Tempat: Rumah Tahfiz Quran Sang Surya, PRM Seberang Taluk
Penceramah: Ustadz Lidus Yardi, S.Pd.I., M.Pd
Susunan Rangkaian Acara
Acara akan dihiasi dengan susunan kegiatan yang penuh dengan nilai-nilai perjuangan dan nilai keislaman:
Pembukaan oleh MC
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Ipmawan Defan Aflah Pratama
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya & Sang Surya
Sambutan Ketua PCM Teluk Kuantan (Bapak Indra Sukri, ST., M.Pd)
Sambutan Ketua PDM Kuantan Singingi (Bapak Ir. H. Maisir)
Pengukuhan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Seberang Taluk dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Teluk Kuantan
Pengajian Inti oleh Ustadz Rindra Pebrian, S.Fil.I., M.H.
Kehangatan Kebersamaan & Keberkahan Silaturahmi
Silaturahmi bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan jembatan kebajikan yang meluaskan rezeki dan memanjangkan umur. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagai bentuk kehangatan dan kebersamaan keluarga besar Muhammadiyah, kami mengajak seluruh warga untuk membawa serta keluarga dan tetangga di sekitar tempat tinggal.
Bagi Ibu-Ibu (Aisyiyah/Nasyiatul Aisyiyah), dimohon berkenan membawa rantang berisi kue dan makanan ringan untuk kita nikmati bersama dalam suasana keakraban persaudaraan.
Nasrun Minallah Wa Fathun Qariib
Mari ringankan langkah, ikhlaskan niat, dan padukan senyum dalam perhelatan yang penuh berkah ini. Semoga setiap tapak kaki menuju majelis ilmu ini dicatat sebagai pahala di sisi Allah SWT. (Coach RR)
Nasrun minallah wa fathun qariib.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
My Bisnis Online & Offline (BP Grup)
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...14 tahun yang lalu
-
