Menjemput Masa Depan, Menguatkan Kemandirian Umat: Muhammadiyah Harus Kuat Secara Ekonomi
Bismillah. Langkah kaki perjuangan dakwah tidak hanya diuji oleh dalamnya kedalaman ilmu dan jernihnya retorika, tetapi juga oleh sejauh mana ia mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah kehidupan umat.
Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam berkemajuan, kini dihadapkan pada panggilan zaman yang kian mendesak: tidak sekadar bertumbuh menjadi pilar yang besar, tetapi wajib berdiri kokoh sebagai benteng ekonomi yang tangguh.
Dalam peresmian Mentari Mart dan peletakan batu pertama Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Jambi, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan sebuah firasat dakwah yang mendalam:
"Siapa yang menguasai ekonomi, menguasai dunia bisnis, dia akan menguasai masa depan."
Pesan visioner ini menegaskan kembali amanah ilahi bahwa kejayaan persyarikatan dan kemandirian umat berakar pada penguasaan ekonomi yang berkeadilan.
1. Menyambung Simpul Potensi yang Terhampar
Muhammadiyah telah dikaruniai modal yang luar biasa jaringan persyarikatan yang luas dan spirit dakwah yang tiada padam sejak awal berdirinya.
Namun, ibarat untaian permata, keberadaan amal usaha, jaringan organisasi, serta potensi ekonomi tidak boleh berjalan sendiri-selain.
Semuanya harus saling terhubung, berkolaborasi, dan berharmoni membangun kekuatan bersama.
Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma'idah ayat 2:
"...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan..." (QS. Al-Ma'idah: 2)
2. Bisnis Berkarakter: Membangun Tanpa Merusak
Kemajuan ekonomi yang dikejar Muhammadiyah bukanlah sekadar angka-angka keuntungan finansial belaka.
Pertumbuhan ekonomi harus beriringan dengan etika, nilai luhur, dan tanggung jawab ekologis. Membangun tanpa merusak adalah perwujudan dari risalah Rahmatan lil 'Alamin.
Dampak positif bagi masyarakat serta kelestarian alam lingkungan senantiasa menjadi pertimbangan utama.
Rasulullah SAW bersabda mengenai keberkahan dan etika perniagaan:
"Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur (shiddiqin), dan orang-orang yang mati syahid." (HR. Tirmidzi)
3. Menjadi Mukmin yang Kuat dan Mandiri
Penguasaan ekonomi ditujukan agar umat mampu tegak mandiri di atas kaki sendiri, bukan menjadi beban atau bergantung pada belas kasihan pihak lain.
Dengan kekuatan ekonomi, Muhammadiyah hadir melayani meningkatkan kesejahteraan sosial, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mengangkat harkat dan martabat masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Semangat ini mencerminkan sabda Rasulullah SAW:
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah..." (HR. Bukhari dan Muslim)
Serta sabda beliau:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah..." (HR. Muslim)
4. Dari Gagasan Menuju Kerja Nyata
Dalam pesannya yang hangat dan bernas, Prof. Haedar Nashir melempar seloroh jenaka namun penuh makna:
"Kalau orang terlalu banyak pendapat itu pendapatannya sedikit. Maka jangan terlalu banyak pendapat, sehingga kita tidak banyak pendapatan."
Sindiran halus ini mengetuk kesadaran kita agar tidak terjebak dalam lingkaran wacana dan perdebatan yang menguras energi.
Sudah saatnya mengalihkan wacana menjadi karya, mengurai gagasan menjadi kerja nyata, dan memperkuat produktivitas demi menghadirkan hasil yang riil bagi persyarikatan dan masyarakat.
5. Penguasaan Ekonomi Sebagai Kunci Masa Depan
Peta peradaban masa depan sangat ditentukan oleh siapa yang memegang kendali atas rantai ekonomi.
Penguasaan bisnis dan ekonomi yang terencana, inklusif, dan solid adalah strategi utama untuk memastikan dakwah Islam terus bergema dengan anggun dan berwibawa.
Mari kita rapatkan barisan, menyatukan potensi amal usaha dari ranting hingga pusat, demi terwujudnya ekonomi berkemajuan dan Muhammadiyah yang berdaya!
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua LSB PD Muhammadiyah Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN, Guru Konten Kreator Riau, Coach)
Informasi & Kontak Media Sosial:
WhatsApp: 0853-6355-4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Website: s.id/RonaldoRozalino
Antara Silau Dunia dan Ketenangan Hati: 5 Kearifan Menjaga Berkah Rezeki
Bismillah. Di balik gemerlapnya harta yang tiba-tiba hadir memeluk jemari, tersimpan ujian yang amat halus.
Bayang-bayang kelimpahan acap kali menguji ketenangan jiwa, seakan menuntut diri untuk segera mengabarkannya pada dunia.
Padahal, harta di bumi sejatinya adalah amanah yang berkedip sebentar di ranah fana.
Rasulullah SAW mengingatkan betapa halusnya fitnah kekayaan melalui sabdanya:
"Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku takutkan menimpa kalian. Namun aku takut dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana telah dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, hingga dunia itu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka." (HR. Bukhari & Muslim)
Agar kelimpahan tak menjadi karang yang memecahkan bahtera kehidupan, simak lima kearifan menata diri saat Rezeki Agung itu mengetuk pintu rumahmu.
1. Simpan Rapat Kerahasiaannya dalam Hening
Saat nikmat melimpah, godaan terbesar adalah membagikannya ke telinga orang lain. Namun, menyikapi harta dengan keheningan adalah perisai paling kokoh dari kedengkian. Sifat iri adalah penyakit hati yang mampu mengikis kebaikan tanpa suara.
Rasulullah SAW bersabda:
"Bantulah penyelelesaian hajat-hajatmu dengan menyembunyikannya, karena setiap orang yang mendapatkan nikmat itu ada yang mendengki." (HR. Ath-Thabrani)
Tetaplah tenang. Biarkan kerendahan hati menjaga keselamatan jiwamu.
2. Berhentilah Sejenak Selama 90 Hari
Gelombang euforia sering kali membawa keputusan yang tergesa-gesa. Jangan terburu-buru berbelanja, bahkan untuk urusan investasi sekalipun. Beri jeda selama tiga bulan agar gelisah dan euforia mereda, sehingga logika kembali memegang kendali.
Islam melarang kita bersikap terburu-buru dalam mengambil keputusan penting:
"Sifat perlahan-lahan (tidak tergesa-gesa) berasal dari Allah, sedangkan tergesa-gesa itu berasal dari setan." (HR. Abu Ya'la)
Memberi jarak waktu pada emosi adalah cara terbaik menyelamatkan kekayaan dari penyesalan di masa depan.
3. Tetaplah Bersahaja, Tak Perlu Menjelma Mewah
Kemewahan fisik hanyalah panggung sandiwara yang menuntut perhatian manusia. Orang yang bijak memilih membangun aset secara diam-diam ketimbang memamerkan kemewahan yang semu. Sebagaimana firman Allah SWT mengenai hamba-hamba-Nya yang bersahaja:
"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati..." (QS. Al-Furqan: 63)
Kesederhanaan menenangkan langkah, sedangkan pamer gaya hidup hanya mengundang prasangka dan kerumitan.
4. Jaga Sucinya Hubungan dari Silau Keuangan
Uang kerap menjadi ujian terberat dalam jalinan kasih sayang. Menjauhkan urusan finansial yang riskan dari lingkaran keluarga dan kerabat adalah ikhtiar untuk menjaga keutuhan silaturahmi. Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk menjauhi perkara yang samar dan berpotensi merusak keharmonisan:
"Tinggalkanlah apa yang meragukanmu beralihlah kepada apa yang tidak meragukanmu." (HR. Tirmidzi)
Menjaga ikatan persaudaraan jauh lebih berharga ketimbang mempertaruhkannya dalam resiko bisnis yang belum pasti.
5. Didik Anak dalam Kesederhanaan
Harta yang melimpah bukan alasan untuk memanjakan buah hati secara berlebihan. Berikan apa yang menjadi kebutuhan pokoknya, namun ajarkan mereka arti perjuangan dan kemandirian. Allah SWT mengingatkan agar kekayaan dan keturunan tidak melalaikan kita dari hakikat hidup:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah..." (QS. Al-Munafiqun: 9)
Anak yang ditempa dalam kesederhanaan akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, tanggung jawab, dan menjadi tabungan kebaikan bagi kedua orang tuanya.
Kekayaan yang sejati bukanlah tentang seberapa banyak yang terlihat oleh mata manusia, melainkan seberapa tenang jiwa saat mengelolanya di jalan yang diridhoi-Nya.
Ronaldo Rozalino - Coach RR
Menembus Langit dengan Ridho Mande: Jejak Keberkahan dan Bakti Seorang Ananda
Bismillah. Malam yang tenang selalu membawa kehangatan tersendiri ketika dihabiskan bersama sosok yang menjadi alasan keberadaan kita di dunia.
Mande Ambo ibunda tersayang yang juga akrab disapa Nenek Vicella berdiri anggun dengan senyum tulusnya yang tak pernah pudar.
Di tengah jejak usaha Toko Jembatan Merah yang dibangun dengan keringat dan doa, terukir kisah panjang tentang pengorbanan yang tak ternilai harganya.
Dalam Islam, menghormati dan berbakti kepada orang tua (birrul walidain) bukanlah sekadar kewajiban moral, melainkan pintu utama menuju surga Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya...” (QS. Al-Isra': 23)
Kehadiran Mande (Ibunda) adalah benteng spiritual terbaik bagi seorang anak. Rasulullah SAW melukiskan betapa agungnya posisi seorang ibu.
Dalam sebuah hadits riwayat HR. Al-Bukhari dan Muslim, ketika seorang sahabat bertanya siapa yang paling berhak mendapatkan penghormatan terbaik:
“Ibumu,” jawab Rasulullah hingga tiga kali, sebelum kemudian menyebutkan “Ayahmu.”
Senyum hangat Mande malam ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan terbesar seorang anak adalah melihat orang tuanya sehat, berkah usianya, serta selalu bahagia dikelilingi anak dan cucu tercinta.
Doa seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT; ia begitu murni hingga sanggup menembus melintasi langit tanpa penghalang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Ada tiga doa yang dikabulkan tanpa ada keraguan di dalamnya: doa orang yang terzalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. At-Tirmidzi)
Menatap senyum murni Mande di Toko Jembatan Merah menjadi cermin bahwasanya keberhasilan, kelancaran rezeki, dan setiap kebaikan yang diraih hari ini tidak lepas dari gema doa Mande di sepertiga malam.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, merahmati setiap detik usianya, dan mengumpulkan kita semua dalam kebahagiaan dunia hingga akhirat.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Ditulis oleh:
Anandamu untuak Mande sayang
Ronaldo Rozalino
Festival Pacu Jalur Bawa Kuantan Singingi Raih Penghargaan Pariwisata Terbaik 2026
Kuantan Singingi - Kabar membanggakan datang dari dunia pariwisata Indonesia! Kabupaten Kuantan Singingi resmi menyabet penghargaan bergengsi Best Regency Destination Award 2026 untuk kategori “Excellence in Attraction melalui Festival Pacu Jalur”.
Penghargaan berkelas ini diterima langsung oleh Bupati Kuantan Singingi, Bapak H. Muklisin, dalam rangkaian acara Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Tourism di Bali pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Apresiasi untuk Pelestarian Budaya dan Pariwisata
Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan Festival Pacu Jalur sebagai daya tarik wisata budaya unggulan.
Tradisi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi ini dinilai tidak hanya sukses menjaga dan melestarikan kearifan lokal, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing pariwisata daerah secara signifikan.
Melalui keunikan dan daya pikat Festival Pacu Jalur, citra Kabupaten Kuantan Singingi semakin kuat sebagai salah satu destinasi wisata budaya papan atas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pencapaian ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk merawat warisan tradisi sekaligus memajukan potensi pariwisata Kuantan Singingi ke depannya.
Selamat dan sukses untuk Kabupaten Kuantan Singingi! (Coach RR)
Reportase:
H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN, Guru Konten Kreator Riau, Coach)
Gemuruh Pacu Jalur Menggemakan Kuansing di Panggung Pariwisata Nasional
Kipasan dayung yang membelah riak Sungai Kuantan kini tak hanya melestarikan warisan leluhur, melainkan juga mengibarkan harum nama daerah di panggung nasional.
Kabupaten Kuantan Singingi resmi mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata budaya unggulan setelah berhasil meraih penghargaan bergengsi Best Regency Destination Award 2026.
Pencapaian luar biasa dalam kategori “Excellence in Attraction melalui Festival Pacu Jalur” ini diraih pada ajang Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Tourism di Pulau Dewata, Bali, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, disaksikan oleh jajaran tokoh dan penggiat pariwisata tanah air.
Menjaga Marwah, Melestarikan Akar Tradisi
Festival Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan dayung di atas air, melainkan simfoni persatuan, ketangkasan, dan kebersamaan masyarakat Kuantan Singingi.
Tradisi turun-temurun ini dinilai berhasil menjaga denyut kearifan lokal sekaligus menjadi magnet pariwisata yang mampu mendobrak daya saing daerah hingga ke kancah internasional.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa riak budaya Kuansing tidak pernah padam. Ia menjelma menjadi identitas pemikat yang memperkuat citra Kabupaten Kuantan Singingi sebagai mahakarya budaya Indonesia.
Selamat dan sukses untuk Kabupaten Kuantan Singingi! Semoga helatan megah dan semangat kebersamaan Pacu Jalur senantiasa melaju kencang, mengharumkan negeri, serta membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (Coach RR)
Reportase:
H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN, Guru Konten Kreator Riau, Coach)
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...14 tahun yang lalu
-