Kategori

.Komunitas BP .Leader Sanggar Seni Kuantan Mekar 2012 Agama Agama Islam Agen Aisyah Akhirat Akreditasi Akrostik Al Qur'an Alami Alumni SMAN Pintar Alumni STM/SMKN 1 Teluk Kuantan Anak Sholeh Anak-Anakku Ane Ahira Aneh Angkatan 1 Anisa Skin Care Annisa Skin Care Anti Virus Arangger Arminareka Perdana Artikel artikel agama Artikel Agama Islam ARTIKEL ANNE AHIRA Artikel Bisnis Artikel Bisnis BP Artikel BP Artikel Islami Artikel Kehidupan Artikel Keluarga Artikel Motivasi Artikel Nasihat Artikel Pendidikan Artikel Seni Asli Award Ayah Sholeh Bahan Ajar Seni Musik Bahan Ajar Seni Teater Bahasa Arab Sehari-Hari Bahasa Inggris Bahasa Jerman Baitullah Banner Belajar Belajar Bahasa Arab Belajar Bisnis Belajar Praktek Belgie Pro Bengkalis Berita Berita Duka Berjamaah Berkah Berlimpah Berkarya Berkualitas Bertabur Pahala Berteman Best Practice BIMTEK SENI Biografi Bisnis Bisnis BP Bisnis Kekinian Bisnis Online Bisnis Online Succes Bisnis Pasangan Bisnis Paten Bisnis Percepatan Bisnis Rumahan Bisnis Tanpa Ruko Blog Blogger BOS BP Brasic Pro Britis Propolis British Propolis BROADCASTING Budaya Kuansing Budaya Menulis Buku Buku Antologi Buku Solo Bupati Kuansing Bussiness Owner Leader Buya Yahya Candi Borobudur Ceramah Ceramah Agama Islam Cerita Motivasi Ceritaku Coffe Jenna Composser Computer Corona Covid-19 Dakwah Dari Rumah Bisa Bisnis Daring Dejavu + Band Design Blog Design Kostum Dinas Pendidikan Kuansing Doa Doktor Dosen Download Duka E-KTP Encore Entrepreneur Entrepreneur BP Facebook Family BP Fiqih FLS2N Fokus Formasi CPNS Formulir Pendaftaran Forum Guru Seni SMP SMA Provinsi Riau Forum Literasi Kuansing Founder Madu Vicella Futsal Gaji Gambar Gerakan Literasi Kuansing Google Green Teacher Grup Band Grup Musik Kuansing Guru Guruku Guruku Mulia Guruku Terbaik H. Sukarmis Haji Plus Halal Halal Mart Happy Anniversary Hari Besar Hari Guru Nasional Hati Herbal Hidup Sukses Hijrah HNI HPAI Hukum Humas Humas SMAN Pintar Hut HUT GURU HUT Pernikahan Hymne Ibrah Idul Adha Ikatan Alumni Pascasarjana UM Sumbar di Kuansing Ilmiah Ilmu Ilmu Agama Islam Ilmu Pengetahuan Agama Indonesia Info Indonesia Inggris Inspirasi Instrument Ippho Santosa IQRO' ISI Padangpanjang Islam Islami ISMUBA istri Rasulullah Istri Sholehah IT Jakarta JALUR Jembatan Merah Jembatan Merah Music Dance Course Jembatan Merah Shop JM 83 STUDIO JM Musik n Sport JM Studio JMMDC Juara Juara Design Juara SMAN Pintar Jurnal Kab.Kuansing Kabupaten Kuantan Singingi Kajian Ilmiah Islam Kampus Terbaik Di Sumatera Barat Kantor Perwakilan Teluk Kuantan Karya Buku Karya Cipta Karya Literasi Karyaku Kegiatan Seni Kegiatan SMAN Pintar Keluarga Keluarga BP Keluarga Tercinta Keluargaku Kisah Hikmah Komunitas Bisnis BP Komunitas BP Komunitas BP MOST SBM Komunitas Kuansing Kopdar BP Kopi Kopi Rempah Kosmetik Herbal Kostum Tari Kreatiftas Seni KS TV (KUANSING TV) KTP Elektronik Kualitas Kuansing Kuansing Terkini Kuantan Hilir Kuantan Singingi Kuantan Singingi. Kuansing Kuantan Tengah Kuliah Daring Kuliah Online Kursus Musik Kursus Tari Labersa Waterpark Lagi Viral Learning Daring Lebaran Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab LIPIA Lirik Lagu Literasi Logo Lomba Menulis Lomba Seni Musik LPMP Riau Madinah Madinah Al Munawarah Mading Online Madu Asli Madu Hutan Murni Madu Murni Madu Murni dan Asli Madu Vicella Makkah Al Mukaramah Mars Masa Anak-Anakku Masa Orientasi Siswa masjid Masjid Raya Masjidil Haram Master BP Master Of Selling Master Selling Of Team Masyarakat Tanpa Riba Materi Seni Budaya Mekah Membaca Membuat Buku membuat Website Mentor 5 Benua Menulis MGMP Seni Budaya SMA MGMP Seni Budaya SMA Kab. Kuansing MGMP Seni Budaya SMA/SMK/MA se Riau Mid Semester MIM Teluk Kuantan Minangkabau Mindset Bisnis Mitra BP Mitra Ippho Santosa Mompreneur MOS MOST Motivasi Motivasi Bisnis Motivasi Diri Motivasi Hidup Motivasi Islami Motivasi Kehidupan Motivasi Pendidikan Mudah Muhammadiyah Muhasabah Muhasabah Diri Murid Musik musik klasik MVKS Narkoba Nasional New Normal Non Copy Paste Notasi Objek Olimpiade Sains Nasional Olimpiade Sains Nasional Kabupaten Olimpiade Sains Nasional Provinsi Ongky Hajanto Online Orchestra Indonesia Orflame Oriflame Original OSIS OSN P4TK Seni Budaya Pacu Jalur Paduan Suara Pagaleran Karya Seni Tari PAI PAKASERI PAKASERU Pameran Pameran Karya Seni Rupa Pandemi Parenting Pariwiasata Pascasarjana Pascasarjana UM Sumatera Barat Pascasarjana UM Sumatra Barat Pascasarjanna Paskibraka 2010 Pawai Budaya PDM Kuansing Pebisnis Pebisnis Indonesia Pecinta Shalawat Pekanbaru Peluang Bisnis Peluang Usaha Peluang Usaha. Pembelajar Pembelajaran Daring Pembinaan BP Pemikiran Pemimpin Pemuda Pemula Pendidik Penggiat Literasi Indonesia Pendidikan Pendidikan Agama Islam Pengawas Pengembanga Diri Penggiat Literasi Kuansing Penggiat Tanpa Riba Penghargaan Pengumuman Pengurus Pengusah BP Pengusaha Pengusaha BP Pengusaha Indonesia Pengusaha Muslim Indonesia Pengusaha Muslim Sukses Pengusaha Sukses PENSIBU 2022 Perguruan Tinggi Negeri Peserta Didik PGRI PGRI Kuansing Photo Photograpy PIN PNS PON Portal Online Positif Thingking PPDB PPDB SMAN PINTAR 2013 Pps UMSB Prestasi Prestasi Seni Prestasi SMAN Pintar Prestasi SMAN Pintar 2011 Proaktif Milyarder Produk Produktif Profesor Profil PROFIL SMAN FINTAR PROMOSI Provinsi Riau Psikis Psikologi PT. Arminareka Perdana Puisi Pustaka Pribadi Ramadhan Rektor UM Sumatra Barat Religius Renungan Hidup Reseller Riau Riaupos Riba Ronaldo Rozalino RPD RSUD Rumah Allah S 2 Sahabat Sang Perintis Sanggar Seni Kuantan Mekar - SSKM Sanggar Seni Seraja Kuantan Sanggar Seni Seroja Sanggar Tari Sarang Lebah Hutan Sastra Sayyidah Aisyah SBM Seminar Pendidikan seni Seni Budaya Seni Film Seni Musik Seni Musik Islami Seni Rupa Seni Sastra Seni Tari Seni Teater SEO Shalat Silaturahiim Siswa Siswa Baru SMAN Pintar Siswa SMAN Pintar SMA Negeri 1 Sentajo Raya SMA Pintar SMAN 1 Sentajo Raya SMAN 2 Teluk Kuantan SMAN Kuansing SMAN Pintar SMS Gratis SMS Ramadhan Society 5.0 Software Solusi Kesehatan Sosial Budaya Stock Center Studio Musik Sukses Suplemen Kesehatan Surat Syiar Islam Tahajud Tahun Baru Tanah Suci Tangga Lagu Tausiyah Tausiyah Agama Tausiyah Singkat Teacherpreneur Teacherpreuner Teluik Kuantan Teluk Kuantan Terus Maju Dalam Berusaha Thoyib THR Tips Trik TMII Toko TOKO JEMBATAN MERAH Tradisi Kuansing Tradisional Tugas Tulisan Tulisan Bisnis Tulisan Ippho Santosa Tulisanku Ucapan Ujian Nasional Ujian Semester Ulama Ulang Tahun Pernikahan UM Sumatera Barat Umroh Umroh & Haji Plus UMSB Unik Universitas Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Ustadz Vicella Media Shop Video Violino Ridho P Virual Virus Corona Visi Misi Wabah Corona Webinar Website Wisata Kuantan Singingi Wisata Riau Writerpreneur YeyenFebrina Yogyakarta

Welcome My Blog

Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

PILIHLAH TEMAN YANG BAIK DI SOSMED

Saudaraku
Pilih lah teman yang baik di Sosmed
Agar ketika buka sosmed jadi optimis, senang dan ada sedikit hiburan.
Apabila temannya jelek, kita akan sesak, sempit dan membaca hal-hal yang bukan urusan kita sama sekali.

Jangan ragu-ragu unfriend teman yang postingan sering membuat anda sesak, pesimis atau membuang waktu berharga anda karena postingannya jauh dari manfaat dan hanya membuat anda naik emosi tapi pasrah tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan tugas dan urusan di dunia nyata sangat banyak menanti.

Tidak mengapa juga mem-blokir orang yang “rusuh” di postingan anda, selalu menyakiti hati apabila dia komentar dan mengajak debat. Jangan sekali-kali anda layani, semakin dilayani ia semakin senang, karena itu tujuannya, yaitu mencari lawan untuk saling cela, saling maki dan menghabiskan waktu bersama untuk hal sia-sia.

Orang seperti itu kalau bukan “akun robot”, bisa jadi berarti orang yang tidak terlalu punya kontribusi dan manfaat berarti di dunia nyata. Di dunia nyata “tidak terlalu diakui” dan tidak ada kerjaan, maka “pelariannya” di dunia maya untuk mencari eksistensi (maaf, bukan mengeneralisir).

Sebagaimana di dunia nyata, di dunia maya pun kita diperintahkan mencari dan memilih teman-teman yang baik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ

“ Seseorang akan sesuai dengan kebiasaan/sifat sahabatnya. Oleh karena jtu, perhatikanlah siapa yang akan menjadi sahabat kalian ”. [HR. Abu Daud & Tirmidzi, shahih]

Permisalan yang sangat bagus mengenai sahabat, yaitu sahabat dengan penjual minyak wangi dan bersahabat dengan pandai besi. Kita akan terpengaruh dan terkena dampaknya. Begitu juga dengan pertemanan di sosmed, kita akan terpengaruh banyak dengan postingan mereka. Perhatikan hadists berikut,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” [HR. Bukhari]

Walaupun kita merasa sulit dipengaruhi oleh postingan kawan kita di sosmed, akan tetapi perlu diketahui bahwa pengaruh kawan itu tidak langsung, tetapi perlahan-lahan kita akan menyerupai sahabar kita, karenanya sebuah ungkapan Arab terkenal berbunyi:

ﺍﻟﺼَّﺎﺣِﺐُ ﺳَﺎﺣِﺐٌ

“Sahabat (Lingkungan pergaulan) itu bisa menarik (mempengaruhi)”

Demikian lah, secara umum kita diperintahkan selalu bersama orang-orang yang baik dan jujur dalam keimanan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” [QS. At Taubah: 119]

#copas
READ MORE - PILIHLAH TEMAN YANG BAIK DI SOSMED
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
*GAGAL DAN SUKSES ITU PILIHAN*

Tidak jarang di antara kita sering mendengar ucapan, “Saya sudah mencoba, tapi gagal.” Atau ada yang berucap, “Sudah berulang kali saya mencoba tapi selalu gagal, takut untuk memulai bisnis lagi.”

Kalau ingin sukses, ungkapan pesimistis atau keputusasaan ini harus kita buang jauh-jauh dari dalam kamus bisnis kita. Keputusasaan adalah jalan sesat dan harus kita jauhi.

Seperti yang disampaikan oleh _founder,_ “Gagal dan sukses itu adalah satu paket.” Bagi orang yang bermental pecundang, kegagalan ini dianggap sebagai akhir dari segalanya. Tapi tidak bagi orang yang bermental pemenang, kegagalan malah menjadi pembelajaran yang sangat berharga dan tak ternilai. 

Orang yang mempunyai mental pemenang, belajar dari kegagalan, berusaha untuk memperbaiki dan akan terus berusaha sampai dia berhasil.

Coba cek para pengusaha-pengusaha sukses, mereka juga pernah gagal, mereka pernah jatuh, tapi mereka tidak mengeluh. Gagal 7 kali bangkit 10 kali. 

Tidak usah jauh-jauh dalam mencari contoh ini, betapa banyak bisnis yang pernah dijalankan oleh _founder._ 
Tidak semua berjalan sesuai harapan, bahkan boleh dibilang gagal. Tapi beliau tetap berusaha, dan sekarang bisa kita lihat hasilnya.

Pak Tung kemarin juga menyampaikan, ditolak lebih banyak berarti sukses juga lebih banyak. Artinya semakin banyak penolakan, maka semakin besar pula kesuksesan. Artinya gagal dan sukses itu adalah resiko dalam setiap usaha. Tinggal kita masing-masing yang menjadi penentunya.

Produk di BP sudah jelas kualitasnya, ilmu yang diberikan juga sama, pembinaan juga sama, kita sama-sama menawarkan, tapi kok hasilnya berbeda?
Coba cek, apakah proses yang sudah kita lakukan sudah sama atau belum? Apakah sudah melakukan dengan sungguh-sungguh? Apakah sudah melakukan segala daya dan upaya atau hanya setengah hati? Anda sendiri yang bisa menjawab semua itu.

Kesabaran dan kesungguhan dalam berproses juga menjadi pembeda dalam sebuah cerita kesuksesan. Buang jauh-jauh alasan demi alasan yang tidak memberdayakan. Ingat akan impian mitra-mitramu, ingat akan keluargamu, ingat akan impianmu. Itu akan menjadi penyemangat untuk menggapai kesuksesan.

Coba mulai sekarang lakukan hal-hal ini:
1. Pusatkan perhatianmu, lebih fokus.
2. Perbanyak kumpulkan prospek.
3. Kuasai ilmu penjualan.

Dengan melakukan hal tersebut insya Allah akan banyak perubahan positif. Perbanyak penawaran baik secara _online_ dan _offline._ Perbanyak konsultasi dengan _lader, sharing_ dengan teman, jangan lupa selalu aktif dalam pembinaan baik _online_ maupun _offline._ 

Hal ini akan menjadi penambah wawasan dan ilmu sebagai bekal kita menuju kesuksesan. Gagal dan sukses adalah pilihan, pilihan ada di tanganmu. 

Demikian _sharing_ dari saya, semoga bermanfaat.

*Bambang Kastoro*diteruskan Ronaldo Rozalino
READ MORE - GAGAL DAN SUKSES ITU PILIHAN
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
*Enam Jurus Sakti _Marketing_ Ala TDW*

_Marketing_ adalah proses mengenalkan produk atau jasa agar diketahui oleh masyarakat. Mulai dari pembuatan strategi hingga apa yang dirasakan oleh konsumen.

Kita ingin memprospek seseorang untuk mengonsumsi BP. Atau bahkan lebih baik lagi, ingin berhasil memprospek hingga join kemitraan. Tapi bingung mulainya dari mana, ya?

Alhamdulillah, kita berkesempatan untuk tahu caranya. Pak Tung Desem Waringin memberikan jurus saktinya, yaitu:

*1. Perbanyak _leads_, calon konsumen*

Menciptakan & menyampaikan penawaran yang sangat menarik, cari _database_ sebanyak-banyaknya, beriklan di media sosial.

*2. Mengubah calon konsumen menjadi konsumen*

Ajak ke _meeting_, bagaimana agar mereka mau ikutan. Kasih _gift/gimmick_ menarik.

Pak Tung Desem punya 3000 _reseller_ dalam 3 bulan. Karena:
-1- KELILING di berbagai kota, presentasi & menawarkan.
-2- PRESENTASI dan __sharing__ kesuksesan di radio berbayar. Berani bayar untuk biaya iklan.
-3- HITUNG hasil dari iklan tersebut berapa _database_-nya.

Makin banyak _sharing_, makin banyak manfaat berdatangan.

*3. Memperbesar pembelian per konsumen*

Bagi konsumen yang beli 1, kenapa tidak untuk 1 keluarga?

*4. Mempersering pembelian per konsumen*

Ada yang beli tapi baru beli lagi 5 bulan kemudian. Buat agar per bulan ada pembelian. Maka buat sesuatu yang menarik bagi konsumen agar mau ambil dalam tempo lebih cepat.

*5. Memperbanyak konsumen memberi referensi*

*6. Meningkatkan margin*
_Reseller_ naik jadi agen. Agen jadi distributor.

Dari langkah sakti di atas, Pak Tung menggambarkan hingga detail aplikatifnya.

a. Buatlah SOP untuk buat zoom penawaran, 3x sepekan. _Meeting_ untuk para distributor dan _reseller_, siapkan mau belajar apa. Buat SOP _template_ undangan, _template_ untuk menghadapi pelanggan baru.

b. Ajak tim turun langsung cari prospek di mall hari Sabtu. Bagi jadi 2 tim, siapa yang paling banyak dapatkan kenalan (nama, no hp, pekerjaan). Tim kalah akan traktir yang menang.

c. Cara kenalan 1 menit, caranya:
_"Saya ini ikut training Pak, saya pemalu disuruh kenalan 1 menit Pak. Setelah itu saya ga ganggu Bapak lagi. Satu menit ya Pak. Boleh tahu namanya Pak? No handphonenya Pak? Profesinya Pak? Pak ini no handphone saya. Saya Tung Desem Waringin Pak, seorang pengusaha. Mohon dicatat Pak, siapa tahu kita saling membutuhkan nanti. Terima kasih. O iya ini kenalan no 1 atau 2? Tulis bahwa saya no 1 ya Pak, kalau ada yang no 2, 3, 4 jangan mau ya Pak hehehe."_ (yang dihitung adalah no 1 -tim yang pertama bertemu-)

d. Dapatkan banyak no HP di hari Sabtu. Di hari Ahad adalah waktu untuk _call session._ Kumpulkan tim, lalu banyak-banyakan ajak orang _meeting_ di hari Rabu.

e. Tips _call_ dengan memanggil nama profesinya. Ajak _meeting_ dengan alasan profesinya.
_"Ibu saya ada kenalan bisnis ini membutuhkan arsitek. Boleh Bu saya kenalkan? Ibu enaknya Rabu atau Jumat? Jam 5 sore, di sini bisa ya Bu."_

f. Jika tidak _closing_, pinjami mereka buku, DVD yang bisa memotivasi. Nanti waktu mengembalikan ditawari lagi.

Berkenalan bisa melalui _online_, namun keliling dan blusukan untuk menyampaikan kesungguhan memprospek. Dari sana calon prospek kita akan mendapat syiar langsung tentang BP. Kata Pak Tung, _"Kelilinglah seperti orang gila, tapi dari sana banyak manfaatnya."_

Siap ya mempraktekkan?
READ MORE - Enam Jurus Sakti _Marketing_ Ala TDW
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
*Tips 5 Detik*

Tidak sedikit dari kita  sering menunda pekerjaan. Atau seringkali kita berpikir nanti dulu atau ntar aja deh, waktunya masih jam segini. Pernah apa pernah banget? 

Seiring dengan bertambahnya tanggung jawab dan aktivitas, kedua hal ini selalu kita benturkan dengan waktu. Padahal waktu itu tidak pernah berkurang dan bertambah 1 detik saja. Waktu akan selalu tetap sama 24 jam setiap harinya.

Menunda pekerjaan berakibat banyak hal yang tidak terselesaikan. Padahal dengan kita sering menunda pekerjaan maka bisa membuat produktivitas semakin menurun. Banyak pencapaian-pencapaian yang pada akhirnya tidak mudah untuk diraih. 

Belajar dari banyak orang sukses, maka mereka sangat konsisten terhadap waktu ini. Artinya waktu adalah emas. Mereka mempergunakan waktu sebaik mungkin.

Berikut ada tips untuk bisa lepas dari kebiasaan sering menunda pekerjaan atau aktivitas harian. Kita hanya butuh 5 detik untuk bisa melakukannya. Ketika rasa ragu-ragu mulai melanda, maka lakukanlah sesuatu, segera gunakan aturan 5 detik ini. Mulailah menghitung mundur, hal ini membantu untuk fokus dan mengalihkan pikiran dari keraguan, kekhawatiran, dan kecemasan.

Ketika merasa malas namun tahu harus mengerjakan suatu hal, maka hitung mundur dari 5 hingga 1, lalu langsung bergerak dan melakukannya.

Bagaimana caranya?

1. Dimulai dari alarm di pagi hari, tanpa berpikir panjang ketika kita tersadar bangun segera menghitung mundur 5, 4, 3, 2,1 dan segera bangun dan bergegas.

2. Saat ingin berolahraga, tanpa berpikir panjang dan segera menghitung mundur dalam hati lalu meluncur dan segera bergerak melangkah.

3. Saat ingin berkenalan dengan orang baru, tanpa berpikir panjang dan segera menghitung mundur dalam hati lalu meluncur segera di sapa.

4. Saat ingin menelepon orang tua, tanpa berpikir panjang dan segera menghitung mundur dalam hati lalu segera telpon orangtua.

5. Saat ingin prospek _customer,_ tanpa berpikir panjang dan segera menghitung mundur dalam hati lalu segerakan memulainya.

Nah, ternyata sesederhana itu untuk menghentikan kebiasaan sering menunda pekerjaan dan aktivitas. Memang sederhana, namun tidak mudah. Dibutuhkan kemauan yang kuat, disiplin, dan konsisten dalam mempraktekkannya.

Yuk, kita sama-sama belajar memperbaiki cara ini, agar perubahan nyata hadir dalam kehidupan kita.

Tunggu apa lagi? 
*5 – 4 – 3 – 2 – 1, Yuk! _Action!_*

Semoga bermanfaat.
*Kusmardi Setiawan*
Repost Ronaldo Rozalino
READ MORE - Tips 5 Detik
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
SAYA DOKTER YANG IP NYA RENDAH, WAKTU SD NAIK PERCOBAAN KARNA MATEMATIKA NILAI 4 DAN SMP, SMA JUGA SELALU RANKING COROT hehehe ( TAPI SAYA HAMPIR MELAKUKAN 10 HAL DI BAWAH  )

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Ranking
Oleh : Prof Agus

Ada 3 hal ternyata tdk terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan yaitu: NEM, IPK dan rangking

Saya mengarungi pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3) 

Kemudian sy mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air. 
Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan. 

Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking) hanyalah faktor sukses urutan ke 30 

Sementara faktor IQ pada urutan ke-21 
Dan bersekolah di universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. 

Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana: Anak anda nilai raport nya rendah Tidak masalah.

NEM anak anda tidak begitu besar? 
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit. 
Yang menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh thdp kesuksesan

Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul atau friendly (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif atau mampu berkompetisi (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide atau kreatif / inovatif (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. 
Dalam kurikulum semua yg ditulis di atas itu dikategorikan sbg softskill.
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan di ekstra-kurikuler.


So, mengejar kecerdasan akademik semata, kemungkinan besar hanya akan menjerumuskan diri sendiri.

Kejarlah kecerdasan spiritual, agamais ...., maka kecerdasan lain akan mengikuti dan kesuksesan ada di depan mata...,
InsyaAllah, sukses selalu utk anak² kita.

Aamiin 3x

Copas..
READ MORE - Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Ranking Oleh : Prof Agus
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
SEMOGA KITA BISA BELAJAR DARI KISAH INI 

Seorang ayah berkata kepada anaknya : "Kamu telah lulus ujian dengan nilai terbaik , ini mobil yang ayah beli bertahun-tahun lalu. Ayah sangat mencintainya dan kini akan ayah hadiahkan kepadamu" 
Sang putra melihat mobil yang agak lusuh, terbengkalai di garasi tua.

"Tetapi sebelum ayah memberikannya kepadamu, bawalah ke toko mobil bekas dan katakan kepada mereka bahwa kamu ingin menjualnya dan lihat berapa nilai yang akan mereka tawarkan kepada mu. 
 
Anak itu pergi ke toko mobil bekas dan kembali ke ayahnya dan berkata : "Mereka menawarkan saya seharga Rp. 18.000.000 karena mobilnya tidak terjaga dan terlihat sangat tua"

Sang ayah lalu berkata, "Coba bawa ke toko pegadaian. Anak itu pun pergi ke toko pegadaian, lalu kembali kepada ayahnya dan berkata : "Toko itu hanya menawarkan Rp. 1.800.000 saja karena mobilnya sangat tua" 
 
Kemudian sang Ayah meminta anaknya untuk pergi ke klub mobil dan menunjukkan mobil kepada mereka. Anaknya membawa mobil ke klub, kembali dan memberi tahu ayahnya : "Beberapa orang di klub menawarkan sampai Rp. 360.000.000 untuk mobilitu,  karena itu adalah Nissan Skyline R34. Mobil ikonik dan dicari banyak orang. 

Sang ayah berkata kepada anaknya : "AYAH HANYA INGIN KAU TAHU, TEMPAT DAN ORANG YANG TEPAT AKAN MENILAIMU UNTUK NILAI YANG TEPAT " 

PELAJARAN DARI KISAH INI

Kalau kita tidak di hargai jangan mudah marah-marah, berarti kita salah tempat. Mereka yang benar-benar mengenali tahu cara menghargai. Jangan menunggu terlalu lama di tempat kita yang tidak di hargai. Jangan buang waktumu berurusan dengan orang yang tidak menghargaimu.

Tinggalkan mereka dan beradalah diposisimu yang membuatmu mulia dan terhormat baik di mata Allah maupun di mata manusia.

Repost Ronaldo Rozalino
READ MORE - SEMOGA KITA BISA BELAJAR DARI KISAH INI
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUANYA
---------------------------------------
Oleh : Dr. Budiansyah Abu Nizar (Dosen LIPIA Jakarta)

Sebagus atau semahal apapun sekolah anak-anak kita, sama sekali bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholeh dan sholehah, anak yang berakhlaqul karimah.

Saya berkata ini karena sudah hampir 15 tahun mengelola lembaga pendidikan, berinteraksi dengan banyak stakeholder pendidikan, bergaul dengan berbagai kalangan dari dunia pendidikan.

Sehingga bisa mengambil sebuah kesimpulan, bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD.

Adalah sebuah kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita *"berakhlaq baik"* sedangkan di rumah orang tuanya :_

▪ *Sering bertengkar
▪ *Sering marah-marah
▪ *Sering berkata kasar
▪ *Cuek pada anak2nya

Juga menjadi "Mission (almost) Impossible" jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjamaah di Masjid bagi yang pria), mampu menghafal Qur'an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama

Jika orangtuanya :
▪ Cuek terhadap agama
▪ Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama
▪ Ayah Bunda jarang berinteraksi dengan saudara, sahabat, tetangga, dsb dsb.

Perlu sahabat semua ketahui,
"Panutan anak-anak adalah orangtuanya, bukan gurunya"

Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orangtuanya.

Ayah bagi seorang anak laki-laki adalah role model, sedang bagi anak perempuan Ayah adalah "first love" mereka.

Bunda...
Terlebih seorang Bunda, baik anak laki-laki dan perempuan banyak yang menjadikan sosok bundanya sebagai "Malaikat pelindung".

Satu rahasia kecil, para ulama dan orang bijak terdahulu jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur... maka mereka pertama akan menyalahkan diri mereka sendiri, bahkan menghukum diri mereka sendiri..

Kenapa anak-anak saya bisa seperti ini?

Apakah saya telah berbuat dosa?

Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya?

Itulah sejatinya orangtua yang baik.

Setiap ada kejadian yang kurang mengenakkan tentang buah hati, mereka langsung bermuhasabah, bukan menyalahkan si anak, bukan menyalahkan orang lain, bukan mengkambinghitamkan sekolah dan lingkungan, walau secara keseluruhan ada juga faktor-faktor pemicu kenakalan anak-anak kita, namun "Faktor terbesar adalah kelalaian orangtuanya".

Jadi, memang baik mencari Sekolah yang terbaik untuk buah hati kita, namun lebih dari itu semua...

"Mari kita sebagai orangtua belajar menjadi guru kehidupan buat anak-anak kita."

Guru yang akan terus dikenang baik dan buruknya oleh anak-anak kita.

Guru yang tidak hanya mengantarkan anak-anak ke gerbang wisuda, tapi lebih jauh mengantarkan mereka masuk ke gerbang Surga.

Maha benar firman Allah SWT dlm QS At-tahrim (66) : 6.
"Wahai orang2 yang beriman......, Peliharalah dirimu dan KELUARGAMU dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ...."

Jadi kunci utama pendidik anak itu orang tua. 

Baik buruknya bersumber dari keluarga.

Semoga para orang tua menyadarinya...
READ MORE - APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUANYA
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
IBU GURU, AKU BUTUH PENGAKUAN

Zaman-zaman saya jadi wali kelas sebenarnya paling mumet adalah saat mengisi nilai raport, karena saya termasuk guru yang tidak betah duduk lama. Namun demikian saya sangat menikmati saat mengisi kolom 'catatan wali kelas'. Biasanya kebanyakan wali kelas mengisinya dengan simpel, kan. Seperti: 

'Tingkatkan belajarmu'

'Pertahankan prestasimu'

'Dan lain-lain'

Lalu saya iseng menulis sebuah deskripsi berisi tentang kelebihan siswa. Misal:

'Kamu anak yang cerdas, punya keingintahuan yang luar biasa,  jika kamu bisa memanfaatkannya dengan baik suatu hari kelak kamu akan menjadi pribadi yabg sukses.'

'Kamu anak yang aktif, suka hal-hal yang baru dan tidak pernah bisa diam itu menunjukkan kamu anak yang enerjik  (ini untuk anak yang selalu ribut dan suka berkeliaran di kelas).

'Kamu anak yang sopan, baik dan pandai menjaga perasaan teman terutama guru' (biasanya anaknya pendiam).

'Kamu anak paling rapi dan bersih. Ibu dan teman-temanmu sangat menyukaimu karena hal itu.'

Dan masih banyak catatan-catatan lain yang saya sesuaikan dengan kepribadiannya masing-masing. Tidak sulit menuliskan kelebihannya sebab setiap anak memang punya kelebihan masing-masing, sebandel-bandelnya anak, kalau kita mau jujur pasti punya kelebihan. 

Bahkan saya pernah punya anak didik perempuan yang omongannya kasar, hampir tiap hari melawan guru, jarang hadir, suka bolos, jangan tanya soal kemampuan belajar. Hasilnya hampir nol. Pokoknya hampir sulit mengungkapkan apa kelebihannya. Mungkin satu-satunya hanya ia terlihat cantik. Mirip Acha septriasa. Lalau saya tulis:

'Kamu anak yang cantik. Mirip artis  Acha Septriasa. Ibu sangat mengidolakannya. Semoga ibu pun bisa mengidolakanmu sebagai siswa yang mampu berhasil seperti Acha di suatu hari kelak.' 

Hasilnya?

Mereka senyum-senyum GR membacanya. Karena mereka tahu itu jujur tentang mereka. Yang pintar, yang (maaf) mungkin sering kita bilang bodoh, yang baik, yang bandel, yang pendiam semuanya tampak bahagia membaca ada dua baris kalimat pengakuan tentang diri mereka. Saya tidak dengar ada yang bahas nilai matematika, bahasa inggris dan lain-lain. Semua sibuk saling bertanya: 

"Apa yang ibu tulis untukmu?"

"Catatan kamu apa isinya?"

"Cieee, kamu dibilang anak yang pemurah hati dan gak pelit. Tapi bener sih. Kamu selalu kasih minjam tipex ke aku."

Bahkan anak yang usil berkata: 

"Ah, ibu wali kelas bohong tuh bilang kamu baik. Baik darimana, dari Hongkong? Perasaan kamu paling bandel di kelas." 

"Enak aja, emang aku sebenarnya baik kok, tapi tergantung gurunya."

Lalu di semester dua karena waktu mepet saya tidak sempat menuliskan deskripsi kelebihan mereka lagi. Saya pikir biasa aja. Tahu-tahu semua protes. 

"Bu, kok gak ada catatannya?"

"Ah, gak seru Bu. Enam bulan aku cuma mau nunggu itu."

Bahkan yang juara satu berkata:

"Yaaah, padahal itu yang aku tunggu-tunggu, Bu. Kalau nilainya sih udah bosan lihatnya. Dan segitu-gitu aja. Kami kumpul lagi ya Bu raportnya, biar ibu isi catatannya."

Saya kaget. Di semester lalu saya cuma iseng. Ternyata anak-anak meresponnya lebih dari sekedar yang saya bayangkan. Mereka menginginkannya. 

Akhirnya saya mulai berpikir dan mengambil kesimpulan sendiri bahwa anak-anak lebih membutuhkan sebuah pengakuan tentang diri mereka daripada sebuah nilai. Mereka butuh pujian yang jujur. 

Saya justru takut selama ini anak-anak didik saya sebenarnya haus akan sebuah pengakuan hal baik tentang diri mereka. Sejak itu setiap jadi wali kelas selalu saya tuliskan tentang kelebihan mereka. Dan reaksi semua murid selalu sama. Tampak bahagia. Senang. Dan bangga. 

Bahkan saya mulai menerapkannya tidak hanya di catatan raport, tapi sebisa mungkin di setiap penilaian soal. Atau dalam interaksi sehari-hari.  Semisal lebih banyak mengajak mereka ngobrol (di luar dari pelajaran) lalu diselipkan pengakuan-pengakuan kebaikannya. Misal:

"Eh, serius lho, Ibu paling suka tiap kali lihat kamu habis jajan sampahnya langsung di taruh ke tong sampah."

"Entah kenapa Ibu kok bangga ya punya murid kayak kamu yang suka meminjamkan pulpen sama Tipe-X ke teman-teman. Pasti kamu nanti akan jadi orang yang penolong."

"Ya ampuuun, suara kamu lagi teriak di kelas merdu banget. Mau gak Ibu angkat jadi semacam Jubir Ibu. Jadi nanti kalau ada apa-apa yang mau Ibu sampaikan, kamu yang menyampaikannya ke teman-temanmu."
(Untuk hal seperti ini, suruh yang paling ribut dan gak mau diam. Sehingga si anak merasa dipercaya mampu melakukan sesuatu sesuai kemampuannya). 

Banyak lagi yang lain. Masalahnya terkadang kita terlanjur sewot dan dongkol sama anak yang bandel, hingga ogah rasanya mau muji-muji. Jangan, Bu. Mereka punya porsi yang sama untuk kita senangi. Punya hak yang sama untuk disayangi. 

Saya tidak tahu apa tindakan ini sesuai dengan aturan administrasi kurikulum atau tidak. Atau mungkin juga banyak guru yang sudah melakukan hal serupa. 

Hal ini sebenarnya tidak hanya bisa diterapkan oleh seorang guru pada murid. Orangtua kepada anak juga bisa. Terutama ibu yang banyak berinteraksi dengan anak. Yuk mari yuuuuk ...  kita lebih membuka diri membaca kelebihan sang anak dan tidak gengsi mengakuinya.  Tidak melulu membicarakan kelemahan mereka. Kelebihan di sini bukan semata-mata tentang prestasi ya, Bu. Melainkan cenderung ke sifatnya sehari-hari.

_____
Rina April Melina (Guru yang masih harus banyak belajar)

≈=============================
Semua anak istimewa dg kelebihannya masing-masing..

*GERAKAN LITERASI KUANSING*
READ MORE - IBU GURU, AKU BUTUH PENGAKUAN
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
*Antara Keterbatasan Waktu dan Keinginan*

Banyak yang bilang, pengen mulai usaha, pengen hijrah, tapi saya belum sempat, saya belum ada waktunya dan lain sebagainya.

Padahal waktu setiap orang itu sama, yaitu 24 jam. Hanya saja apakah akan digunakan dengan sebaik-baiknya ataukah ya sudah, ikuti saja alur mengalir.

Kalau menunggu waktu luang, tidak akan ada waktu luang, yang ada adalah memprioritaskan waktu. Ya memprioritaskan waktu untuk menuntut ilmu, untuk keluarga, untuk mempraktekkan ilmu,  dan sebagainya.

Ketika kita berkomitmen untuk memulai bisnis, maka kita pun harus ada waktu prioritas untuk menjalankan bisnis ini, jangan banyak alasan, tapi temukan solusinya bagaimana bisnis berjalan lancar dan urusan pekerjaan, urusan rumah berjalan baik.

Berdasarkan pengalaman saya selama 2 tahun ini,  untuk teman/teman yang baru mulai usaha, terutama bagi mereka yang berusaha secara _online_ dan masih bekerja, yaitu menyediakan waktu 30 menit di pagi hari sebelum berangkat bekerja atau dalam perjalanan, 30 menit pada saat jam istirahat atau bila saat jam istirahat tidak sempat, bisa di lakukan pada saat pulang kantor, dan malam hari di rumah.

Jadi tidak ada alasan lagi tidak sempat, yang ada komitmen yang kuat untuk menjalankan usaha ini.

Berikut alasan mengapa karyawan perlu mempunyai bisnis:

1. Penghasilan Tambahan

Karyawan mengandalkan gaji sangat riskan, apalagi di zaman sekarang di mana-mana terjadi PHK, jika sudah mempunyai bisnis akan lebih mengurangi goncangan finansial, apalagi yang sudah berumah tangga dan mengandalkan penghasilan dari satu orang saja.

2. Membangkitkan Perekonomian Sekitar

Membuka peluang usaha buat orang lain, dengan bergabung kemitraan. Dengan meningkatnya penghasilan orang lain wasilah bermitra, kita turut membantu perekonomian rumah tangganya.

3. Mengurangi  Pengangguran

Bisnis berkembang, bisa merekrut orang jadi pegawai, berarti kita turut menciptakan lapangan pekerjaan.

4. Menyiapkan Masa Tua

Pensiun berarti berkurangnya pendapatan berupa gaji. Bagi yang biasa bekerja awal-awal pensiun seseorang akan mengalami _downsyndrome,_ merasa tidak berharga dan cenderung temperamental, dengan mulai berbisnis sejak menjadi karyawan, maka ketika pensiun tetap beraktivitas mengurus bisnis, bahkan dengan berbisnis sejak menjadi karyawan kita bisa pensiun dini karena bisnis yang berkembang, sehingga lebih banyak waktu buat keluarga.

Sekian, saya doakan teman teman segera menemukan bisnis yang bermanfaat bagi banyak orang dan segera dimulai.

*Eka Puspita*

Repost Ronaldo Rozalino 
READ MORE - Antara Keterbatasan Waktu dan Keinginan
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd


NASEHAT UNTUK PARA AYAH DAN IBU ZAMAN NOW

Sumber: anonim ☕

1. Seorang ayah yang mematikan televisi tatkala mendengar adzan kemudian ia pergi ke masjid untuk menegakkan shalat, yang demikian itu akan menjadikan anak-anaknya senantiasa menjaga shalat seperti ayah mereka.

2. Seorang ayah yang ketika ia hendak masuk ke rumah ia mengucapkan (السلام عليكم) dan mengetuk pintu dan memberikan senyuman pada istri dan anak-anaknya; niscaya anak-anak akan belajar darinya adab minta izin, mengucapkan salam dan tersenyum.

3. Seorang ayah yang menghormati ayah dan ibunya dan mencium kedua tangannya, kelak anak-anakmu akan mencium tanganmu dan mentatatimu selalu.

4. Seorang ayah yang membantu istrinya dalam urusan pekerjaan rumah, niscaya anak-anak akan belajar darinya arti tolong menolong dan membantu orang lain.

5. Seorang ibu yang berhijab senantiasa menjaga shalat dan membaca al Quran di rumah, yang demikian akan menjadikan anak perempuanmu senantiasa berhijab, menjaga shalat dan membaca al Quran.

6. Seorang ayah dan ibu yang sepakat dan sepemahaman dalam suatu permasalahan terkhusus di depan anak-anak, tidak pula berdebat dan saling meninggikan suara, niscaya akan menjadikan anak-anak mencintai rumah, mudah bergaul, saling menyayangi, saling menguatkan dan lebih saling memahami.

7. Seorang ayah yang senantiasa menyambung silaturrahim dan berbuat baik dan mencintai saudara-saudara nya, niscaya anak-anak akan belajar darinya hakikat silaturrahim, berbakti dan berbuat baik.

8. Seorang ayah yang mengambil dan menjadikan pendapat istri dan anak-anaknya pada sebagian urusan dan mendiskusikan bersama mereka, yang demikian akan mengajarkan anak-anak cara berpartisipasi dan membangun nilai-nilai positif.

9. Seorang ayah yang senantiasa jujur pada anak-anaknya, niscaya anak-anak akan belajar arti kejujuran, seorang ayah yang senantiasa menepati janji pada anak-anaknya, niscaya mereka akan belajar tentang menepati janji pada manusia.

10. Seorang ayah dan ibu yang senantiasa menjaga kebersihan, aturan dan ketertiban, akan menjadikan anak-anak mereka senantiasa tertib dalam kehidupan mereka dan menjaga kebersihan dan ketertiban tempat tidur mereka.

Catatatan penting:
Pendidikan yang dibangun di atas keteladanan itu jalan termudah dan langsung dalam usaha menghadirkan anak-anak yang gemilang diusia belia. Jika ayah dan ibu lalai dari pada perkara-perkara di atas jangan heran jika anak-anak tumbuh dan dewasa tidak sesuai harapan.

Wa allahu A’lam Bisshawab
 
Source: Grup FB

READ MORE - NASEHAT UNTUK PARA AYAH DAN IBU ZAMAN NOW

Best Friend