Menjadi Padi yang Menyejukkan atau Minimal Tidak Menjadi Ilalang yang Merugikan
Sejak kecil, kita sering kali mendengarkan sebuah filosofi hidup yang sangat indah:
"Jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk."
Filosofi ini mengajarkan kita tentang arti kerendahan hati. Semakin banyak ilmu, semakin tinggi kedudukan, atau semakin luas rezeki yang kita miliki, seharusnya kita semakin rendah hati, bijaksana, dan banyak memberikan manfaat bagi sesama makhluk hidup.
Namun, mari kita berdamai dengan kenyataan. Sebagai manusia biasa, kita tidak selalu berada di puncak energi atau kondisi terbaik kita.
Ada kalanya kita merasa lelah, tertimpa masalah, jatuh, atau bahkan sedang tidak mampu untuk membantu orang lain secara fisik maupun materi.
Dan tahukah Anda? Itu adalah hal yang sangat wajar.
Ketika Belum Bisa Menjadi Padi, Jangan Jadi Ilalang
Melalui pesan inspiratif penulis sebuah pengingat bijak yang sangat menyentuh hati:
"Jika tidak bisa menjadi padi, maka jangan menjadi ilalang. Bila kita merasa tidak mampu memberi manfaat kepada orang lain, maka cukup bagi kita untuk tidak merugikan orang lain."
Padi melambangkan kebaikan, ketulusan, dan sumber kehidupan yang mengenyangkan banyak orang.
Sebaliknya, ilalang sering kali dianggap sebagai gulma yang merusak pemandangan, menyerap nutrisi tanaman lain, dan merugikan lingkungan sekitar.
Dalam Islam, prinsip tidak merugikan dan selalu menyebarkan kebaikan adalah inti dari ajaran kasih sayang. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:
"La dharara wa la dhirar" (Tidak boleh melakukan mudarat [merugikan diri sendiri] dan tidak boleh pula memudaratkan [merugikan orang lain]).
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadis ini menegaskan bahwa batasan minimal dalam berinteraksi sosial adalah tidak menjadi sumber masalah atau kerugian bagi orang lain.
Panduan Sederhana: Langkah Mulia Hari Ini
Jika hari ini kita belum sanggup menjadi sosok padi yang luar biasa produktif dan dermawan, jangan berkecil hati.
Kita tetap bisa meraih kemuliaan dengan melakukan hal-hal kecil yang berdampak besar bagi kedamaian sekitar:
Kalau belum bisa memuji, jangan menghina. Menjaga lisan adalah bentuk ketakwaan tertinggi.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 11: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka..."
Kalau belum bisa membantu, jangan mempersulit.
Mempermudah urusan orang lain adalah pintu datangnya pertolongan Allah. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang mempermudah urusan seseorang di dunia, maka Allah akan mempermudah urusannya di dunia dan di akhirat."
(HR. Muslim).
Kalau belum bisa membahagiakan, jangan menyakiti.
Menahan diri dari menyakiti orang lain melalui perbuatan maupun perkataan dinilai sebagai bentuk sedekah.
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amal yang paling utama, lalu beliau bersabda:
"Hendaklah engkau diam (tidak berbicara) kecuali kebaikan, karena sesungguhnya hal itu adalah sedekah yang engkau berikan untuk dirimu." (HR. Ibnu Hibban).
Mari Memilih Hari Ini
Menjaga energi positif memang melelahkan, tetapi menahan diri agar tidak menjadi sumber kesusahan bagi orang lain adalah pilihan bijak yang bisa kita lakukan kapan saja.
Hari ini, mari kita tanyakan pada diri kita sendiri:
Apakah kita mau menjadi padi yang menebar manfaat, atau minimal memilih untuk tidak menjadi ilalang yang merugikan?
Yuk, tulis di kolom komentar: "AKU MAU JADI PADI YANG MERUNDUK", dan mari kita saling mendoakan agar senantiasa dimudahkan dalam berbuat kebaikan dan dijauhkan dari sifat yang merugikan sesama.
Penulis : Ronaldo Rozalino - Coach RR
Menghapus Luka di Balik Kata: Menolak Normalisasi Bullying dalam Lorong-Lorong Sekolah
Pagi yang cerah di bawah naungan langit Muaro Sentajo, Senin, 2 November 2026, merangkul barisan rapi para siswa-siswi SMAN 1 Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Di tengah khidmatnya pelataran lapangan upacara, sebuah pesan penting dan mendalam bergema, menyentuh relung kesadaran tentang moralitas yang mulai bergeser di era modern ini.
Melalui amanah pembina upacara yang disampaikan oleh Nuraziza Saida, S.Pd (Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Sentajo Raya), alarm pengingat ditabuh dengan tegas:
Jangan menormalisasi bullying dengan gaya bercanda.
Bullying: Ketika Agresi Berkedok Lelucon
Bullying atau perundungan bukanlah sekadar selingan usil antarteman. Secara psikologis dan sosial, ia adalah bentuk perilaku agresif yang dilakukan secara terus-menerus dengan tujuan meremehkan, merendahkan, dan mencoreng harga diri orang lain.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan hari ini adalah fenomena normalisasi. Di lingkungan sekolah, anak-anak kerap saling mengejek dengan menyebut nama orang tua sebuah tindakan yang dianggap sepele, dilabeli sekadar "candaan", atau "salam akrab".
Tanpa disadari, luka batin telah ditanam secara perlahan, sementara pelakunya merasa benar dan aman di balik tawa renyah yang semu.
Sekolah, yang seharusnya menjadi tempat paling suci untuk saling support (mendukung), berbagi ilmu, dan memotivasi, justru perlahan terkikis oleh racun perundungan harian yang dianggap lumrah.
Pandangan Islam: Larangan Menghina dan Merendahkan
Islam sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin sangat menjaga kemuliaan dan kehormatan setiap manusia. Al-Qur'an dengan tegas melarang perbuatan saling mencela, mengejek, atau memanggil dengan sebutan yang buruk, karena boleh jadi, yang diejek jauh lebih mulia di sisi Allah SWT.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)...”
Ayat ini menjadi pengingat mutlak bahwa merendahkan orang lain dengan dalih apa pun, termasuk candaan merupakan kezaliman.
Lebih lanjut, Rasulullah SAW juga menegaskan dalam sebuah hadis riwayat Muslim mengenai esensi seorang Muslim sejati:
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lainnya, ia tidak boleh menzaliminya, tidak boleh merendahkannya, dan tidak boleh menghinakannya...” (HR. Muslim).
Hadis ini menutup celah bagi siapa pun yang menjadikan kehormatan sesama manusia sebagai bahan tertawaan. Lidah yang ringan melontarkan ejekan kepada orang tua atau fisik teman hari ini, adalah bara api yang kelak membakar persaudaraan.
Mari Berubah: Merawat Sekolah Menjadi Taman Kasih Sayang
Pagi di SMAN 1 Sentajo Raya hari ini mengingatkan kita semua baik guru, orang tua, maupun para siswa bahwa perubahan besar bermula dari keberanian untuk menghentikan kebiasaan kecil yang salah.
Sudah saatnya kita membersihkan ruang-ruang kelas dan halaman sekolah dari racun perundungan.
Jadikan setiap lisan penyejuk hati, setiap tegur sapa sebagai bentuk motivasi, dan setiap sudut sekolah sebagai tempat yang aman untuk merajut mimpi bersama. (Coach RR)
“Mari berubah. Semoga dapat dipahami dan dimengerti.”
Investasi Spiritual Anak: Urgensi dan Manfaat Membaca Al-Qur'an Sejak Usia Dini
Membentuk Generasi Qur'ani: Tinjauan Manfaat Membaca Al-Qur'an Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis"
Bismillah. Membaca Al-Qur'an setiap hari sejak usia dini memberikan dampak yang luar biasa, baik secara spiritual, psikologis, maupun kognitif.
Kebiasaan ini tidak hanya membentuk karakter anak menjadi pribadi yang saleh, tetapi juga membekali mereka dengan kecerdasan emosional dan intelektual.
Berikut adalah berbagai manfaat membaca Al-Qur'an sejak usia dini beserta landasannya dari Al-Qur'an dan Hadis:
1. Menumbuhkan Ketenangan Jiwa dan Ketenteraman Hati
Anak-anak yang terbiasa mendengarkan dan membaca Al-Qur'an sejak dini akan memiliki hati yang lebih tenang. Al-Qur'an adalah sumber ketenangan bagi siapa saja yang mendekatinya.
"...(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
2. Mendapatkan Pahala yang Berlimpah dan Keberkahan
Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an bernilai pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT. Membiasakan anak membaca Al-Qur'an sejak dini berarti membiasakan mereka menabung amal kebaikan setiap hari.
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisal. Aku tidak mengatakan 'Alif Laam Miim' itu satu huruf, melainkan Alif adalah satu huruf, Laam adalah satu huruf, dan Miim adalah satu huruf." (HR. Tirmidzi)
3. Meningkatkan Kecerdasan Kognitif dan Daya Ingat
Proses menghafal, membaca, dan melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an melatih otak anak untuk fokus, memperkuat daya ingat, serta mempertajam kemampuan berpikir logis dan linguistik.
"Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak ada sedikit pun dari Al-Qur'an bagaikan rumah runtuh." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini mengisyaratkan pentingnya mengisi hati dan pikiran anak dengan Al-Qur'an agar jiwa mereka tidak "kosong" atau rapuh.
4. Membentuk Akhlak Mulia dan Karakter Positif
Al-Qur'an berisi tuntunan hidup yang luhur. Anak yang akrab dengan Al-Qur'an akan menyerap nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, kesabaran, dan penghormatan kepada orang tua.
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW, beliau menjawab: "Akhlak Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim) — Dengan membaca dan mempelajari Al-Qur'an sejak dini, anak-anak meneladani sumber akhlak terbaik.
5. Menjadi Mahkota Kemuliaan bagi Orang Tua di Akhirat
Pendidikan agama yang diberikan kepada anak sejak dini adalah investasi terbaik bagi orang tua. Membaca dan menghafal Al-Qur'an sejak kecil akan mengantarkan anak untuk memakaikan mahkota kehormatan kepada kedua orang tuanya di hari kiamat kelak.
"Barang siapa membaca Al-Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan cahaya matahari..." (HR. Hakim)
Tips Membiasakan Anak Membaca Al-Qur'an Sejak Dini:
Mulai dari hal kecil: Tetapkan waktu rutin singkat setiap hari (misalnya setelah shalat Maghrib atau Subuh).
Keteladanan orang tua: Anak adalah peniru ulung; mereka akan lebih mudah membaca Al-Qur'an jika melihat orang tuanya juga rajin membaca.
Ciptakan suasana yang menyenangkan: Gunakan metode pembelajaran yang interaktif, penuh pujian, dan hindari paksaan yang berlebihan agar anak mencintai Al-Qur'an dengan kesadaran sendiri.
Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.M.Pd
(Coach RR)
Menghias Langit dengan Senyum Ayah: Perjalanan Cinta Menuju Baitullah
Bismillah. Di bawah naungan langit suci Mekkah, di mana butiran doa bergemuruh menyentuh Arsy, tersimpan sebuah lukisan keindahan yang tak ternilai harganya.
Menggandeng tangan ayahanda tercinta melangkah di tanah haram, menatap Ka'bah yang megah berdampingan dengan sosok yang dulu menuntun langkah kita sewaktu kecil, adalah sebuah haru biru yang menjelma menjadi nyata.
Bagaimana mungkin kita mampu membalas tetesan peluh, letih lesu, dan pengorbanan beliau dalam membesarkan kita bahkan dengan taruhan nyawa?
Sebagaimana isyarat kasih sayang abadi yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil’.”
(QS. Al-Isra': 24)
Bahkan, dalam sebuah riwayat hadis, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang baktinya kepada sang ibu, dan Nabi pun menegaskan betapa besarnya pengorbanan orang tua.
Menggendong atau menuntun mereka beribadah takkan pernah sanggup melunasi sekelumit pun jasa pengasuhan mereka.
Namun, menghadirkan senyum di wajah senja mereka adalah pintu surga yang terbuka lebar.
Memeluk Mimpi, Menjemput Ridha Ilahi
Tiada balasan yang paling indah bagi seorang ayah selain melihat anak-anaknya tumbuh menjadi penyejuk hati, yang kelak membimbingnya bertamu ke Rumah Allah.
Ketika mata sayu beliau berbinar menatap indahnya Masjidil Haram, dan doa-doa tulus bergetar lembut dari bibirnya yang renta, di sanalah letak kebahagiaan sejati yang takkan bisa dibeli dengan kekayaan dunia manapun.
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang berhaji dan berumrah adalah delegasi Allah. Jika mereka berdoa kepada-Allah, maka Allah akan mengabulkan doa mereka. Dan jika mereka memohon ampunan kepada-Nya, maka Dia akan mengampuni mereka.”
(HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
Mari wujudkan impian mulia ini. Berikan hadiah terindah di sisa usia ayah dan bunda tercinta. Rasakan kehangatan ibadah yang khusyuk, pelayanan prima, serta fasilitas terbaik
bersama:
BERKAH TRAVEL Perwakilan Kota Teluk Kuantan Kab. Kuansing, Riau
Lihatlah senyum kebahagiaan mereka, dan biarkan doa-doa mustajab mengalir deras untuk keselamatan serta keberkahan hidup kita dari lisan suci mereka.
Informasi & Pendaftaran:
Asal Travel: BERKAH TRAVEL Perwakilan Kota Teluk Kuantan
Owner / Pimpinan: Ronaldo Rozalino - Coach RR
WhatsApp: 0853-6355-4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Resmi: s.id/RonaldoRozalino
Salam Baitullah, Allahu Akbar!
Merangkai Senyum di Ujung Usia: Ketulusan Bakti dan Berkah Kesehatan Bersama British Propolis
Merawat Mahkota Usia Senja dengan Cinta, Kesehatan, dan Berkah Illahi
Usia senja bukanlah sebuah senja kala yang membawa kesuraman, melainkan sebuah fajar keemasan tempat berseminya buah kesabaran, doa, dan bakti.
Di masa-masa ketika langkah kaki mulai melambat dan tenaga perlahan menyusut, bakti seorang anak kepada orang tua menjelma menjadi ladang amal yang tiada tara.
Setiap keriput di wajah mereka adalah peta perjuangan, dan senyuman mereka adalah mercusuar kebahagiaan bagi kita yang membersamainya.
Kemuliaan Berbakti dan Menjaga Kesehatan Orang Tua
Islam menempatkan kedudukan orang tua pada posisi yang sangat agung. Berbakti kepada mereka (birrul walidain) adalah salah satu amalan paling dicintai oleh Allah SWT.
Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya...” (QS. Al-Isra': 23)
Merawat kesehatan fisik mereka di sisa usia senjanya adalah bagian dari manifestasi kasih sayang tersebut.
Ketika fisik mereka mulai renta, memberikan asupan dan suplemen terbaik yang menyehatkan seperti British Propolis (BP) untuk menjaga imunitas dan stamina merupakan ikhtiar mulia agar mereka dapat terus beribadah dengan tenang.
Rasulullah SAW juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kesehatan sebagai anugerah yang besar, melalui sabdanya:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: ... masa sehatmu sebelum masa sakitmu...” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Dengan menjaga vitalitas tubuh orang tua melalui ikhtiar yang halal, thayyib, serta tersertifikasi (BPOM, MUI, dan Standar Internasional), kita tidak hanya merawat raga mereka, tetapi juga merengkuh keberkahan hidup.
Membangun Usaha yang Memberi Arti Bersama Coach RR
Tidak hanya menghadirkan kebaikan bagi kesehatan keluarga tercinta, perjalanan hidup yang penuh berkah ini juga dapat diperluas melalui langkah berwirausaha.
Membangun kemitraan bisnis yang produktif tidak hanya menambah income, tetapi juga membuka pintu kemandirian ekonomi.
Di bawah bimbingan langsung dari Ronaldo Rozalino (Coach RR) seorang Teacherpreneur, Motivator, Writer, dan Business Owner Leader serta didukung oleh para ulama dan ustadz nan saleh, perjalanan bisnis ini dirajut di atas nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, dan orientasi ukhuwah
(Sehat Bersama, Sukses Bersama).
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni)
Mari jadikan setiap langkah ikhtiar kita sebagai jembatan kebaikan, mendulang kesehatan bagi orang tersayang, serta merintis kesuksesan dunia dan akhirat.
Informasi, Pemesanan, dan Kemitraan:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Resmi: s.id/RonaldoRozalino
Menyalakan Semangat Kepanduan: Kontingen Hizbul Wathan Mu'allimin Teluk Kuantan Ukir Prestasi Gemilang di Kemah Akbar Riau
Pekanbaru dipenuhi semangat membara tatkala ratusan pelajar kader Muhammadiyah berkumpul dalam ajang Kemah Akbar Hizbul Wathan (HW) Tingkat Provinsi Riau.
Dr. H. Ahdanan Shaleh selaku pembina dan pimpinan rombongan, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Bumi Perkemahan MIM 1 Rumbai, Pekanbaru, acara ini menjadi wadah strategis untuk menempa kedisiplinan, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan generasi muda.
Selanjutnya Ahdanan Shaleh mengatakan tidak ketinggalan, Kepanduan Hizbul Wathan Perguruan Mu'allimin Muhammadiyah Teluk Kuantan turut ambil bagian dengan mengirimkan delegasi terbaiknya dari MI Muhammadiyah dan SMP Muhammadiyah 1 Teluk Kuantan kata.
Buah Manis dari Ketekunan dan Kerja Sama
Keikutsertaan kontingen Teluk Kuantan bukan sekadar memeriahkan suasana, melainkan membawa pulang hasil yang sangat membanggakan.
Berkat kerja keras, kekompakan, dan latihan intensif, siswa-siswi MI dan SMP Muhammadiyah 1 Teluk Kuantan sukses memborong berbagai gelar juara dalam rangkaian perlombaan yang diselenggarakan.
Capaian luar biasa ini terlihat jelas dari senyum sumringah para peserta bersama deretan piala kemenangan yang berjejer rapi pada dokumentasi kegiatan.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter dan keterampilan kepanduan di lingkungan Perguruan Mu'allimin Muhammadiyah Teluk Kuantan berjalan dengan sangat baik dan efektif kata Dr. H. Ahdanan Shaleh, S.Ag.,M.Pd Pimpinan Rombongan yang juga sebagai Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau.
Nilai Islam dalam Jiwa Kepanduan
Semangat juang dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para kader Hizbul Wathan sejalan dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Islam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an agar umat Islam senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan:
"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (ke hadirat-Nya). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Baqarah: 148)
Selain itu, Rasulullah SAW juga selalu menekankan pentingnya memiliki kekuatan, keterampilan, dan semangat pantang menyerah dalam diri seorang Muslim, sebagaimana sabda beliau:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, namun pada keduanya ada kebaikan..."
(HR. Muslim)
Ahdanan Shaleh mengatakan melalui kegiatan kepanduan Hizbul Wathan, para pelajar tidak hanya dilatih secara fisik dan mental, tetapi juga dibentuk agar memiliki ketangguhan ruhani, berakhlak mulia, serta siap menjadi kader yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Menyongsong Masa Depan yang Berkemajuan
M. Rizki Lazuardi, M.Pd Pimpinan Perguruan Mu'allimin Muhammadiyah Teluk Kuantan menyampaikan apresiasi mendalam serta rasa bangga yang luar biasa kepada seluruh peserta didik, pembina, dan pendamping yang telah berjuang mengharumkan nama sekolah.
Diharapkan, prestasi gemilang ini tidak membuat cepat berpuas diri, melainkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta didik untuk terus mengasah potensi diri, aktif berorganisasi, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Hizbul Wathan dalam keseharian. (Coach RR)
Perguruan Mu'allimin Muhammadiyah Teluk Kuantan
Berprestasi, Berkarakter, dan Berkemajuan!
Menyelami "Dampak Positif Menjadi Guru Malas": Seni Menjaga Ketenangan Hati dalam Perspektif Islam
Bismillah. Makin dewasa seseorang, biasanya kesadaran batin pun kian meningkat. Kita mulai menyadari bahwa tidak semua hal di dunia ini harus ditanggapi.
Tidak semua omongan perlu dibalas, tidak setiap perdebatan wajib dimenangkan, dan tidak semua urusan orang lain harus kita campuri.
Pilihan untuk diam sering kali disalahartikan sebagai tanda kekalahan, dan sikap menjauh dianggap sebagai wujud ketakutan.
Padahal, itu semua adalah bentuk ikhtiar sadar seseorang untuk menjaga ketenangan jiwanya sendiri.
Fenomena ini selaras dengan pesan bijak :
"Jadilah salah satu orang malas, malas ribut, malas debat, malas gampang percaya sama orang, dan malas ikut campur urusan orang lain, relax, that's a choice."
Sisi Lain "Guru Malas": Ketika Karya Dinilai Negatif
Dalam dunia kerja, dinamika sosial tentu sangat beragam. Ironisnya, ketika seseorang telah berusaha berbuat, berkarya, bergerak, dan berkolaborasi demi kemajuan.
Justru ada kalanya muncul label atau perkataan miring dari rekan sejawat seperti sebutan "guru malas".
Pertanyaannya, pantaskah perkataan yang menjatuhkan seperti itu dilontarkan di depan publik, misalnya di dalam grup WhatsApp, tanpa memikirkan atau memperhitungkan perasaan orang lain?
Tentu hal ini menjadi bahan refleksi mendalam. Lisan pada hakikatnya adalah cermin hati; apa yang keluar dari lisan seseorang, itulah gambaran isi hatinya.
Rasulullah SAW bahkan pernah mengingatkan umatnya melalui sebuah hadis yang mulia:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau sebaiknya diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis di atas mengajarkan kita bahwa "kemalasan" untuk berdebat kusir dan melontarkan kata-kata buruk adalah sebuah bentuk kehati-hatian yang bernilai ibadah.
Perspektif Al-Qur'an dan Al-Hadits tentang Menjaga Lisan dan Ketenangan Diri
Islam sangat memuliakan umatnya yang mampu mengelola emosi, menjaga lisan, serta menghindari perdebatan yang tidak bermanfaat.
Berikut adalah beberapa panduan dari Al-Qur'an dan Al-Hadits:
1. Menghindari Perdebatan Sia-sia
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an mengenai ciri-ciri hamba-hamba Allah yang penyayang (Ibadurrahman):
“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”
(QS. Al-Furqan: 63)
Ayat ini menginspirasi kita untuk bersikap "malas" meladeni provokasi atau perdebatan kosong dari orang-orang yang tidak memahami esensi kedamaian.
2. Keutamaan Meninggalkan Debat Meski Benar
Bahkan, Rasulullah SAW menjamin sebuah rumah di surga bagi seseorang yang menghindari perdebatan, meskipun ia berada di pihak yang benar:
“Aku menjamin sebuah rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar...”
(HR. Abu Dawud)
3. Menjauhkan Diri dari Urusan yang Tidak Bermanfaat
Sifat "malas" ikut campur urusan orang lain juga sejalan dengan sabda Nabi SAW:
“Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak baginya (tidak bermanfaat).”
(HR. Tirmidzi)
Menjaga Mental Tetap Sehat Demi Ridha Allah
Menjaga lisan, menjaga hati, dan menjaga diri adalah kunci utama untuk mempertahankan mental yang tetap sehat di tengah dinamika sosial yang melelahkan.
Mari niatkan setiap langkah dan karya kita untuk mencari ridha Allah semata, bukan ridha manusia. Manusia tempatnya salah dan penilaian mereka kerap berubah-ubah, namun ridha Allah adalah ketenangan yang abadi.
Barakallahu fiikum.
Penulis : Coach RR - Ronaldo Rozalino
Gemilang di Bumi Perkemahan: Ponpes Muhammadiyah Kuantan Singingi Kembali Pertahankan Gelar Juara Umum Kemah Akbar Hizbul Wathan Se-Riau
PEKANBARU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Pondok Pesantren Muhammadiyah Kuantan Singingi.
Dalam ajang bergengsi Perkemahan Akbar Kepanduan Hizbul Wathan tingkat SMP/MTs se-Provinsi Riau, mereka sukses mempertahankan gelar JUARA UMUM!
Kegiatan akbar ini diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Kepanduan Hizbul Wathan Riau pada tanggal 30 Oktober sampai dengan 1 November 2026, bertempat di Bumi Perkemahan MIM 1 Pekanbaru.
Keberhasilan membawa pulang piala Juara Umum serta sejumlah trofi penghargaan ini menjadi bukti nyata atas kesungguhan, kedisiplinan, kerja keras, dan kekompakan para santri.
Buah dari Proses dan Kerja Sama Tim
Prestasi luar biasa ini tentu tidak diraih secara instan. Diperlukan proses latihan yang panjang, pembinaan yang intensif, kerja sama tim yang solid, serta dukungan penuh dari para pembina dan seluruh keluarga besar Ponpes Muhammadiyah Kuantan Singingi.
Kepanduan Hizbul Wathan sendiri merupakan wadah pendidikan karakter yang sangat penting dalam lingkungan Muhammadiyah. Organisasi ini berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang:
Beriman dan berakhlak mulia
Disiplin, mandiri, dan terampil
Memiliki jiwa kepemimpinan serta cinta tanah air
Semangat Berprestasi dalam Pandangan Islam
Islam senantiasa mendorong umatnya untuk selalu bersemangat dalam melakukan kebaikan, berlomba-lomba dalam kebajikan (fastabiqul khairat), serta menggapai prestasi dengan cara yang sungguh-sungguh.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Muthaffirin ayat 26:
"Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba."
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya memiliki kekuatan, ketrampilan, dan kesungguhan dalam setiap urusan, sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, namun pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu merasa lemah..." (HR. Muslim)
Keberhasilan para santri Ponpes Muhammadiyah Kuantan Singingi dalam mempertahankan gelar juara ini merupakan cerminan dari semangat fastabiqul khairat dan ketekunan seorang mukmin yang ingin memberikan kemampuan terbaiknya.
Menyongsong Masa Depan yang Berkemajuan
Dengan kembali meraih gelar Juara Umum, Ponpes Muhammadiyah Kuantan Singingi kian menunjukkan komitmen nyatanya dalam melahirkan generasi muda yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa.
Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan prestasi, menjaga semangat berkompetisi secara sehat, dan mengamalkan nilai-nilai luhur kepanduan dalam kehidupan sehari-hari. (Coach RR)
Selamat dan sukses untuk seluruh kontingen, pembina, dan keluarga besar Ponpes Muhammadiyah Kuantan Singingi!
Berprestasi, Berkarakter, Berkemajuan!
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...14 tahun yang lalu
-
Blog Profesional
-
Menjadi Padi yang Menyejukkan atau Minimal Tidak Menjadi Ilalang yang Merugikan - Menjadi Padi yang Menyejukkan atau Minimal Tidak Menjadi Ilalang yang Merugikan Sejak kecil, kita sering kali mendengarkan sebuah filosofi hidup yang sanga...
-
Panduan 3 Langkah Menghasilkan Uang Melimpah Di Internet Dengan Formula Bisnis SMUO - Panduan 3 Langkah Menghasilkan Uang Melimpah Di Internet Dengan Formula Bisnis SMUO [image: 4] Formula Bisnis SMUO (Sistem Mesin Uang Otomatis) Joko Susilo...
-
Panduan 3 Langkah Menghasilkan Uang Melimpah Di Internet Dengan Formula Bisnis SMUO - [image: 4] Formula Bisnis SMUO (Sistem Mesin Uang Otomatis) Joko Susilo *Rahasia Tersembunyi Metode Mencari Uang di Internet Akhirnya Diungkap.* *Jika...
-