SMAN 1 Sentajo Raya Melestarikan Masakan Tradisional: Wujud Mencintai Produk Dalam Negeri
Bismillah.
Selasa, 10 Februari 2020 SMAN 1 Sentajo Raya membuat kegiatan P5 yang bertema Melestarikan Masakan Tradisional: Wujud Mencintai Produk Dalam Negeri . Hal ini disampaikan Drs. Afrizal Kepala SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau di ruang kerjanya.
Drs. Afrizal menyampaikan di tengah gempuran tren kuliner modern dan makanan cepat saji (fast food) dari luar negeri, generasi muda Indonesia dihadapkan pada tantangan besar: apakah lidah nusantara akan tetap mengenali jati dirinya? Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Tema Kearifan Lokal, kita diajak untuk kembali menengok dapur nenek moyang. Mempelajari masakan tradisional bukan sekadar urusan perut, melainkan langkah nyata dalam mencintai produk dalam negeri.
Selanjutnya Ronaldo Rozalino perwakilan Koordinator Projek P5 SMAN 1 Sentajo Raya juga memberikan perspektif yaitu Mengapa Masakan Tradisional Adalah Kearifan Lokal?
Masakan tradisional adalah cermin dari kekayaan alam dan budaya suatu daerah. Di dalamnya terkandung pengetahuan tentang rempah-rempah, teknik memasak yang diwariskan turun-temurun, hingga filosofi kehidupan.
Koordinator projek Welmazetri, S.Pd dan beberapa anggotanya Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd, Azizah, S.Pd, Masnawati, S.Pd, Sinta Muselpa, S.Pd, Nuraziza Saida, S.Pd di ikuti oleh semua kelas X, XI, XII yang terdiri dari 9 kelas dengan berbagai menu khas daerah Indonesia.
Setiap suapan rendang, gigitan ikan, atau segarnya udang membawa cerita tentang tanah tempat bahan-bahan tersebut tumbuh. Ketika kita memilih untuk mengonsumsi dan memasak menu tradisional, kita sedang menjaga rantai ekonomi lokal tetap hidup—mulai dari petani kunyit di pasar hingga pedagang daging lokal.
Selanjutnya Welma Zetri perwakilan koordinator projek juga menyampaikan Hubungan P5 dengan Cinta Produk Dalam Negeri
Program P5 memberikan ruang bagi siswa untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelestari. Berikut adalah kaitan erat antara praktik memasak tradisional dengan nilai-nilai Pancasila.
Dengan demikian akan berdampak kepada siswa yaitu Kemandirian: Siswa belajar mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan bergizi tanpa ketergantungan pada produk impor.
Gotong Royong: Proses memasak tradisional seringkali membutuhkan kerja sama tim, mulai dari menghaluskan bumbu hingga penyajian.
Mengenal Identitas Global: Dengan mencintai produk dalam negeri, kita membangun rasa percaya diri bangsa di mata dunia. Kita bangga bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang tidak kalah dengan steak atau sushi. Ungkap Afrizal dengan nada serius.
Langkah Nyata Siswa dalam Melestarikan Kuliner yaitu
Eksplorasi Resep: Menemukan kembali resep-resep khas daerah yang mulai jarang ditemui.
Inovasi dan Relevansi: Mengemas makanan tradisional dengan tampilan menarik tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
Kampanye Digital: Membagikan proses pembuatan masakan tradisional di media sosial sebagai bentuk promosi produk lokal.
"Mencintai produk dalam negeri dimulai dari piring kita sendiri. Setiap bumbu yang kita ulek adalah bentuk penghormatan terhadap identitas bangsa."
Kemudian dapat disimpulkan dengan melestarikan masakan tradisional melalui tema Kearifan Lokal di sekolah adalah gerakan revolusi mental yang sederhana namun berdampak besar. Dengan mengenal, memasak, dan mengonsumsi makanan khas daerah, kita telah melakukan aksi nyata dalam mencintai produk dalam negeri. Mari jadikan dapur sebagai laboratorium budaya, di mana setiap aroma rempah adalah pengingat bahwa Indonesia itu kaya. Kata Ronaldo Rozalino yang suka wisata kuliner daerah.
Laporan
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
Koordinator Projek P5 SMAN 1 Sentajo Raya
PERDANA DI TAHUN 2026: MGMP SENI BUDAYA SMA/MA KAB. KUANSING, RIAU BERLANGSUNG SUKSES
Bismillah.
Dibuka oleh MC Yurmadalis, S.Sn Sekretaris dan Guru Seni Budaya SMAN 1 Benai . Kemudian dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya oleh dirigen Rani Haridianti, S.Sn Guru Seni Budaya SMAN 2 Sentajo Raya dalam kegiatan perdana MGMP Seni Budaya SMA/MA Kab. Kuansing.
Dalam rangka pembelajaran yang lebih efektif, kolaboratif, dan ekspresif. Telah dilaksanakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Seni Budaya SMA/MA Kabupaten Kuantan Singingi. Dilaksanakan pada Hari Senin, 9 Februari 2026 yang bertempat di SMAN 1 Pangean, Kab. Kuansing.
Pispian Rahman, S.Sn.,M.Pd Ketua MGMP Seni Budaya SMA/MA Kab. Kuansing dan Guru Seni Budaya SMAN Pintar menyampaikan kegiatan MGMP Seni Budaya telah sukses dan lancar pada tahun 2024 . Namun ditahun 2025 kegiatan terhenti disebabkan karena ada beberapa sekolah yang tidak menganggarkan biaya untuk kegiatan ini.
Kegiatan ini di akomodir MKKS SMA Kab. Kuansing sehingga kegiatan ini dilaksanakan setiap hari senin setiap bulannya. Dilaksanakan 8 kali pertemuan setahunnya.
Noni Hairuni, S.Pd Koordinator MGMP Seni Budaya SMA/MA Kab. Kuansing, Riau yang juga Kepala SMAN 1 Pangean menyampaikan dalam arahannya memberikan kesan yang baik dan alhamdulillah dengan adanya kegiatan dilaksanakan. Dalam memajukan pendidikan dikab. Kuansing khususnya umumnya Riau.
Hasil keputusan Rapat MKKS SMA Kab. Kuansing di SMAN Pintar beberapa waktu yang lalu, MGMP akan diaktifkan kembali di tahun 2026 ini.
Kegiatan ini tidak ada penekanan untuk mengikuti nya. Namun hal diharapkan untuk mengikuti kegiatan ini untuk mendidik, membimbing anak dan kemenakan kita .
Dalam pelaksanaannya bila guru disekolahnya ada lebih dari satu guru, dalam pembiayaannya bisa dibayarkan dibagi dua. Sehingga guru bisa mengikutinya bukan secara bergantian untuk hadir kegiatan ini.
Didalam kegiatan MGMP ini yang diperlu disiapkan daftar hadir, notulen, laporan, dokumentasi. Agar dapat dilihat apa kegiatan sudah berjalan dengan lancar. Kegiatan ini pun bermanfaat sebagai sarana silaturahmi, berkolaborasi dengan sesama mengajar Seni budaya, kemudian membuat rancangan perangkat pembelajaran sehingga guru Seni budaya sudah memiliki "senjata" untuk mempersiapkan mengajar. Sinergiritas pun dapat terjalin dengan baik.
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd Humas MGMP Seni Budaya SMA/MA Kab. Kuansing sekaligus pembaca doa kegiatan tersebut. pun dapat mempersiapkan dengan adanya kegiatan pagelaran seni, budaya pacu jalur, FLS2N SMA yang dilaksanakan setiap tahunnya. Sehingga dapat menggali potensi seni budaya peserta didik dan pemuda yang ada di Kuantan Singingi.
Semoga dengan diperhatikan kegiatan MGMP ini oleh MKKS menjadi motivasi untuk terus bergerak memajukan pendidikan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti DKKS , Lembaga Seni Budaya, Tokoh Seni, Budayawan, Seniman yang ada di Kuansing.
Harapan dan semangat yang besar dari MGMP Seni Budaya SMA/MA Kab. Kuansing bersaing berprestasi ditingkat provinsi, nasional. Alhamdulillah MGMP Seni Budaya pernah berhasil mengirim siswanya ditingkat Nasional di bidang vokal tahun 2024. Tentunya dengan terjalin kolaborasi, sinergiritas, dan suasana kekeluargaan yang terjalin erat dalam rangkaian ukhuwah islamiyah.
Semoga Allah ridhoi dan berkahi langkah edukasi di bidang Seni Budaya bagi guru guru yang telah berdedikasi untuk memajukan Kuantan Singingi. Dan menjadi ladang amal jariyah di akhirat kelak.
Laporan :
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Humas MGMP/ Guru Seni Budaya SMAN 1 Sentajo Raya, Riau
Perdana Digelar Tahun 2026, MGMP Seni Budaya SMA/MA se-Kuansing Sukses Dilaksanakan
Tirainusantara.co.id | Kuansing -Perdana digelar pada tahun 2026, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya tingkat SMA/MA se-Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, berlangsung sukses.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (09/02/2026).
Ketua MGMP Seni Budaya SMA/MA se-Kabupaten Kuansing, Pispian Rahman, S.Sn., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih efektif, kolaboratif, dan ekspresif, khususnya di tingkat SLTA.
“Tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk mendorong pembelajaran seni budaya yang lebih efektif, kolaboratif, dan ekspresif di tingkat SMA/MA,” ujar Pispian Rahman.
Lebih lanjut, Pispian Rahman menjelaskan bahwa MGMP Seni Budaya sebenarnya telah sukses dilaksanakan pada tahun 2024. Namun, pada tahun 2025 kegiatan tersebut sempat terhenti akibat keterbatasan anggaran di beberapa sekolah.
“Pada tahun 2024 MGMP ini berjalan dengan baik, namun pada tahun 2025 sempat terhenti karena keterbatasan anggaran. Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini kegiatan kembali dilaksanakan dan diakomodir oleh MKKS SMA Kabupaten Kuansing. MGMP akan dilaksanakan setiap hari Senin, dengan total delapan kali pertemuan dalam satu tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pangean, Noni Hairuni, S.Pd., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan MGMP Seni Budaya tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga ke depan MGMP Seni Budaya dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Kuansing. Tidak ada paksaan bagi guru untuk mengikuti kegiatan ini, namun kami berharap partisipasi aktif demi mendidik dan membimbing anak-anak kita,” ujar Noni Hairuni.
Ia juga menambahkan, apabila dalam satu sekolah terdapat lebih dari satu guru seni budaya, maka pembiayaan kegiatan dapat dibagi bersama sehingga keikutsertaan guru tidak perlu dilakukan secara bergantian.
Di tempat yang sama, Humas MGMP Seni Budaya SMA/MA Kabupaten Kuansing, Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., berharap agar kegiatan MGMP Seni Budaya ke depan mendapatkan perhatian lebih dari MKKS maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi (DKKS).
“Dengan adanya berbagai kegiatan seni budaya seperti pagelaran seni, Pacu Jalur, dan FLS2N SMA yang rutin dilaksanakan setiap tahun, MGMP Seni Budaya diharapkan mampu menggali potensi seni budaya peserta didik dan generasi muda di Kuansing,” ungkap Ronaldo.
Ia juga berharap dukungan dari MKKS dan DKKS dapat menjadi motivasi bagi MGMP Seni Budaya untuk terus bergerak memajukan pendidikan serta berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti lembaga seni budaya, tokoh seni, budayawan, dan seniman yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi.*(Hendra Yadi).
My Bisnis Online & Offline (BP Grup)
Kategori
My Blog Profesional
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...13 tahun yang lalu
-
