
Optimalkan Papan Interaktif Digital, Komunitas Akademi GaSinG Riau Sukses Gelar Webinar Coaching 167
PEKANBARU – Era digitalisasi pendidikan di Indonesia, khususnya di Bumi Lancang Kuning, terus bergerak cepat. Menjawab tantangan zaman tersebut, Komunitas Akademi GaSinG Riau sukses menggelar kegiatan Coaching 167 bertajuk “Guru Cerdas, Guru Berkualitas: Mengoptimalkan PID untuk Transformasi Pendidikan”.
Acara yang berlangsung secara virtual via Zoom Meeting ini dihadiri oleh ratusan guru hebat dari seluruh penjuru Provinsi Riau yang siap menjadi motor penggerak perubahan di ruang kelas.
Restu dan Apresiasi Tinggi dari BPMP Provinsi Riau
Acara dibuka dengan laporan dari Penanggung Jawab (PJ) Kegiatan, Anang Sutrisno, M.Pd., yang kemudian dilanjutkan dengan arahan dari perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau.

Menghadiri acara mewakili Kepala BPMP Riau Dr. Nilam Suri, Kasubag Umum BPMP Riau Dr. Yusra Afdal Kahar, M.Kom. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru peserta program.
Dalam sambutannya yang hangat dan diselingi pantun khas Melayu, Dr. Yusra menekankan bahwa Indonesia saat ini sedang memasuki fase transformasi besar menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu fondasi utamanya adalah transformasi digital.
“Anak-anak yang kita didik hari ini hidup pada era kecerdasan buatan, big data, dan cloud computing. Pertanyaannya, apakah sekolah sudah berubah secepat perubahan dunia? Di sinilah peran Guru Pejuang Digital sebagai agen transformasi kelas,” ujar Dr. Yusra.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberadaan Papan Interaktif Digital (PID) bantuan pemerintah bukan sekadar pajangan atau pengganti papan tulis biasa, melainkan instrumen strategis untuk melahirkan pembelajaran yang berbasis data, serta menganut prinsip mindful, meaningful, dan joyful.

Berbagi Praktik Baik dari 5 Narasumber “Guru Pejuang Digital”
Dipandu oleh moderator Shinta Riza, S.Pd., webinar ini menghadirkan lima narasumber andalan yang mengupas tuntas cara mengoptimalkan PID dan platform digital lainnya demi mewujudkan pembelajaran mendalam (deep learning).
1. Wedi Hartoyo, S.T. – Kolaborasi AI & Gemini Canvas
Sebagai ahli IT dan guru informatika, Pak Wedi menekankan bahwa PID harus menjadi ruang interaksi dua arah, bukan sekadar proyektor satu arah. Beliau mendemonstrasikan bagaimana memanfaatkan ekosistem Google, khususnya Gemini Canvas (Gemini Pro), untuk merancang aplikasi laboratorium maya (lab virtual) untuk mata pelajaran IPA dan Informatika secara kilat, interaktif, dan langsung bisa diujikan di layar PID oleh siswa.
2. Luqman Hakim, M.Pd. – Pembelajaran Berbasis STEM
Bertindak dari sudut pandang pimpinan sekolah (Kepala SMAN 1 Bukit Batu, Bengkalis), Pak Luqman berbagi kesuksesan program “Bedol Desa” (Bangun Ekosistem Dinamis Eksploratif Lahirkan Aksi Unggul). Beliau memadukan penggunaan PID, Rumah Pendidikan, dan ruang murid ke dalam metode STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), seperti studi kasus simulasi fotosintesis interaktif dan pembuatan model rumah kaca yang berhasil mengantarkan siswa-siswinya meraih berbagai prestasi bergengsim di tingkat provinsi.

3. Tri Goesema Putra, M.Pd. – Canva AI untuk Game Pembelajaran
Selaku kepala sekolah, Pak Tri mengidentifikasi kendala di lapangan di mana masih banyak guru yang merasa takut atau canggung menyentuh PID. Melalui komunitas belajar sekolah, ia melakukan pendampingan pembuatan game interaktif menggunakan Canva AI. Hasilnya, suasana kelas menjadi sangat dinamis karena siswa-siswa tingkat dasar hingga menengah bisa belajar sambil bermain langsung di papan interaktif tersebut.
4. Muhammad Yunus, S.Si. – Satu Layar, Banyak Interaksi
Guru Fisika SMA sekaligus Wakil Kurikulum GaSinG ini memetakan tiga level guru dalam memanfaatkan TIK, yaitu substitusi (sekadar ganti papan tulis/infokus), augmentasi (memperkaya visual), dan transformasi (kolaborasi penuh). Pak Yunus memperlihatkan video nyata di kelasnya di mana siswa aktif menyentuh PID untuk menyimulasikan praktikum listrik statis dan mengerjakan kuis interaktif berbasis Whiteboard, Gemini, Lab Maya, Canva, dan Padlet.
5. Imelda Sandra JS, M.Si. – Penguatan Tugas Level 3 Digital
Sebagai narasumber penutup, Ibu Imelda memberikan penguatan mengenai pentingnya evaluasi, refleksi, dan pengisian umpan balik (feedback) pasca-pelatihan. Beliau menekankan agar ilmu digital yang didapatkan tidak berhenti di laptop masing-masing guru, melainkan harus segera diimbaskan (diseminasi) kepada rekan-rekan sejawat di sekolah asal.
Antusiasme Peserta: Dari Teori ke Aksi Nyata
Sesi diskusi berlangsung interaktif saat memasuki tanya jawab. Salah satu peserta, Ibu Asmayani yang merupakan guru kelas 1 SD, membagikan pengalamannya yang sudah mulai belajar mandiri memanfaatkan Canva AI pada papan interaktif di kelasnya dan meminta saran lanjutan untuk mengoptimalkan pembelajaran bagi anak usia dini.
Melalui kegiatan Coaching 167 ini, diharapkan seluruh Guru Pejuang Digital di Provinsi Riau tidak lagi ragu untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Mengutip kalimat penutup dari Dr. Yusra Afdal:
“Perjalanan menjadi guru pejuang digital adalah jalan yang sunyi, namun mulia. Tetaplah konsisten, karena masa depan pendidikan Indonesia sedang dititipkan di ruang-ruang kelas yang Bapak dan Ibu kelola hari ini.”

Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. (Guru SMAN 1 Sentajo Raya, Kab. Kuansing, Prov. Riau – Peserta Coaching 167)









