Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Menembus Ratusan Ribu Pesaing: Violino Ridho Putra, Siswa SMAN 1 Teluk Kuantan Siap Berlaga di Final Biologi KSR Tingkat Nasional
TELUK KUANTAN — Di tengah ribuan mimpi yang dirajut anak muda dari pelosok negeri, sebuah kabar membanggakan berembus mulia dari Bumi Kuantan Singingi.
Violino Ridho Putra, seorang siswa berprestasi dari SMAN 1 Teluk Kuantan, Provinsi Riau, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menembus babak Final National Round dalam ajang bergengsi Kompetisi Sains Ruangguru (KSR) bidang studi Biologi.
Prestasi ini bukanlah pencapaian sembarangan. Dari ratusan ribu peserta mencapai lebih dari 325.000 pendaftar dari berbagai penjuru Nusantara keberanian dan ketekunan Violino membuahkan hasil yang manis.
Namanya kini sejajar dengan talenta-talenta muda terbaik bangsa yang siap berlaga di tingkat nasional untuk merebut puncak kehormatan.
(Rohandi, S.Pd.,MM Kepala SMAN 1 Teluk Kuantan yang juga sebagai Ketua MKKS SMA Kab. Kuansing. Dok. Istimewa)
Apresiasi dan Restu dari Kepala Sekolah
Pencapaian luar biasa ini mendapat sambutan hangat serta rasa bangga yang mendalam dari keluarga besar sekolah. Kepala SMAN 1 Teluk Kuantan, Rohandi, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan perjuangan pantang menyerah yang ditunjukkan oleh anak didiknya.
Beliau menegaskan bahwa prestasi sejati tidak pernah hadir secara instan, melainkan ditempa melalui proses yang panjang, kedisiplinan, serta ketulusan budi pekerti.
"Prestasi yang diraih ananda Violino Ridho Putra adalah buah dari ketekunan, kerja keras, dan kedisiplinan dalam menuntut ilmu. Kami segenap keluarga besar SMAN 1 Teluk Kuantan sangat bangga dan akan terus memberikan dukungan penuh. Semoga di tingkat nasional nanti, ananda dapat memberikan yang terbaik, menjaga sportivitas, serta membawa nama baik sekolah, daerah, dan keluarga."
— Rohandi, S.Pd., M.M., Kepala SMAN 1 Teluk Kuantan
Sains, Syukur, dan Doa Orang Tua
Bagi Violino, Biologi bukan sekadar lembaran teori tentang sel, ekosistem, atau keanekaragaman hayati. Di dalamnya tersimpan keajaiban ciptaan Tuhan yang senantiasa menuntunnya pada rasa takjub.
"Masyaa Allah. Tabarakallah," menjadi ungkapan syukur paling tulus atas jalan panjang yang telah dilaluinya.
Di balik peluh perjuangan memahami rumitnya ilmu pengetahuan, terdapat untaian doa yang tak pernah putus dari kedua orang tuanya.
Kebanggaan memancar hangat dari dekapan keluarga yang selalu menjadi pijakan utama. "Papa Mama bangga padamu, berkah Bang Vio," menjadi pesan cinta yang membakar semangatnya untuk terus melangkah maju.
Membawa Harapan Sekolah dan Negeri
Sebagai wakil dari SMAN 1 Teluk Kuantan dan Provinsi Riau, langkah Violino menuju babak final nasional menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tanpa batas mampu menembus setiap tantangan.
Keberhasilannya melaju ke ajang nasional menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani bermimpi, bertarung dengan ilmu, dan mengukir karya nyata bagi bangsa.
Kini, doa dan dukungan mengalir indah dari keluarga, guru, rekan-rekan sekolah, serta masyarakat Riau.
Semoga sukses di Tingkat Nasional, Aamiin Allahumma Aamiin.
Teruslah berprestasi, raih mimpi, dan jadilah kebanggaan keluarga, sekolah, serta negeri! (Coach RR)
READ MORE - Menembus Ratusan Ribu Pesaing: Violino Ridho Putra, Siswa SMAN 1 Teluk Kuantan Siap Berlaga di Final Biologi KSR Tingkat Nasional
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Di Bawah Langit Kelabu Kuantan Singingi: Mengurai Doa dan Asa di Balik Kabut
Oleh: Ronaldo Rozalino (Coach RR)
Bismillah. Di balik bingkai jendela yang kusam, fajar menyapa tanpa kehangatan yang dinanti. Mentari tak mampu menembus pekatnya tirai abu yang mengepung Kuantan Singingi.
Sinar surya yang senantiasa membawa semangat belajar terhalang oleh pekatnya bencana asap.
Bel sekolah yang biasanya menjadi simfoni pembuka hari, kini terdiam bisu. Lonceng tak lagi berbunyi, dan ruang-ruang kelas kehilangan gaung tawa anak-anak bangsa yang merindukan ilmu.
Buku-buku pelajaran tergeletak sunyi di atas meja kayu. Seragam putih-merah yang gantungannya rapi kini menanti dengan rasa rindu—rindu akan langkah-langkah kecil yang berlari menuntut ilmu, rindu akan barisan upacara yang penuh khidmat.
Udara yang seharusnya menjadi nafas kehidupan, kini berbalik menjadi ancaman. Di balik kepulan asap ini, terkandung duka yang mendalam bagi bumi Kuantan Singingi yang tercinta.
Asap Menyumbat Langkah, Doa Melintasi Angkasa
Asap mungkin sanggup membendung pandangan dan menunda langkah, tetapi ia tak pernah mampu memadamkan api cita-cita di dada anak-anak Kuantan Singingi.
Ketika belenggu kabut membatasi ruang gerak manusia, nurani diajak untuk merefleksikan makna ujian dan harapan.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 5-6)
Dua kali janji itu diulang sebagai penegas bahwa langit kelabu ini pasti berlalu. Kepungan kabut tebal hanyalah jeda singkat dari siklus takdir, menguji sejauh mana kesabaran dan keimanan kita bertaut pada Sang Pencipta.
Setiap helaan napas yang terasa berat menjadi pengingat betapa berharganya nikmat udara bersih yang sering kali dilupakan.
Dalam kesempitan ini, doa-doa dibubungkan ke angkasa luas. Doa seorang guru yang rindu mengajar, doa murid yang rindu belajar, dan doa seluruh warga yang merindukan birunya langit yang jernih.
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah selain doa.”
(HR. Tirmidzi)
Di antara heningnya alunan kesedihan, doa menjadi jembatan terpautnya harapan bumi dengan rahmat langit.
Menanti Terbitnya Terang
Meski napas sesak dan pandangan terbatas, asa tak boleh terputus. Hilangnya udara segar mengajar kita untuk lebih menjaga alam dan menghargai nikmat sehat.
Seperti harmoni musik orkestra yang bergerak dari alunan biola yang melankolis menuju dentuman harapan yang megah, penderitaan ini akan bermuara pada senyum yang kembali merekah.
Hilanglah asap, terbitlah terang. Doa kita bersatu agar bumi Kuantan Singingi kembali pulih, sekolah-sekolah kembali berdenyut, dan tawa anak-anak kembali membahana di bawah naungan langit biru yang tenang.
Tentang Penulis:
Ronaldo Rozalino (Coach RR)
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator Literation & Education • Writer • Business Leader • Composer & Arranger • Coach(
Media Sosial & Kontak:
WhatsApp: 0853-6355-4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Website: s.id/RonaldoRozalino
READ MORE - Di Bawah Langit Kelabu Kuantan Singingi: Mengurai Doa dan Asa di Balik Kabut_Ronaldo Rozalino (Coach RR)
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Ruang Jiwa, Meresap Nada
Menemukan Harmoni dan Rindu dalam Keheningan
"Ronaldo Rozalino"
Bismillah. Ada ruang-ruang tertentu yang tidak sekadar dipenuhi benda, tetapi juga dipenuhi cerita.
Di sana ada tuts-tuts piano yang menyimpan melodi, senar gitar yang menunggu disentuh, mikrofon yang menjadi jalan bagi suara untuk sampai kepada manusia.
Mixer yang merangkai berbagai bunyi menjadi harmoni, serta buku-buku yang diam-diam menjadi sumber pengetahuan.
Di ruang seperti itulah musik, pendidikan, kreativitas, dan perenungan bertemu.
Foto-foto ruang kreatif Ronaldo Rozalino Coach RR memperlihatkan lebih dari sekadar sebuah studio sederhana.
Ia seperti sebuah potret perjalanan: tentang seseorang yang memilih menjadikan ilmu, karya, musik, dan kata-kata sebagai jalan untuk memberi manfaat.
Ruang Jiwa, Meresap Nada.
Sebab terkadang manusia tidak membutuhkan suara yang keras. Ia hanya membutuhkan sebuah nada yang tepat untuk mengetuk pintu hatinya.
Ketika Nada Menjadi Bahasa Jiwa
Musik memiliki kemampuan unik untuk membawa manusia menyentuh ruang batin yang kadang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Satu petikan gitar dapat menghidupkan kenangan.
Satu rangkaian nada dapat menghadirkan kerinduan.
Satu lirik dapat membuat seseorang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia.
Namun keindahan suara tidak berhenti pada bunyi. Yang jauh lebih penting adalah pesan yang dibawanya dan arah ke mana ia membawa jiwa manusia.
Al-Qur'an mengajarkan agar manusia berkata dengan perkataan yang terbaik:
“...hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik...”
(QS. Al-Isra' [17]: 53)
Ayat ini memberi sebuah pelajaran yang sangat indah: apa pun yang keluar dari diri kita kata, tulisan, karya, maupun pesan seyogianya membawa kebaikan.
Maka seorang pencipta karya bukan hanya bertanya, “Apakah karya ini indah?”
Tetapi juga:
“Apakah karya ini memberi makna?”
Harmoni Bukan Sekadar Keselarasan Nada
Dalam musik, harmoni lahir ketika nada-nada yang berbeda dapat berjalan bersama.
Ada nada tinggi.
Ada nada rendah.
Ada suara yang dominan.
Ada suara yang justru sengaja dibiarkan lembut.
Namun semuanya dapat menjadi indah ketika ditempatkan pada komposisi yang tepat.
Bukankah kehidupan manusia juga demikian?
Kita berbeda dalam bakat, perjalanan, pengalaman, pemikiran, dan kemampuan. Tidak semua orang harus memainkan nada yang sama.
Yang diperlukan adalah menemukan peran terbaik kita dalam orkestrasi kehidupan.
Di sinilah sosok pendidik, motivator, penulis, composer, arranger, content creator, business leader, dan coach menemukan ruang pengabdiannya.
Bukan sekadar tentang profesi.
Tetapi tentang kontribusi.
Ilmu yang Menghidupkan, Karya yang Menggerakkan
Seorang guru memberikan ilmu.
Seorang penulis memberikan gagasan.
Seorang motivator memberikan harapan.
Seorang composer memberikan rasa.
Seorang arranger menyusun kekacauan nada menjadi harmoni.
Seorang coach membantu seseorang melihat potensi dirinya.
Dan seorang content creator membawa pesan kepada ruang digital yang tidak mengenal batas dinding.
Semua itu dapat menjadi bentuk amal apabila diniatkan dengan baik dan dilakukan dengan cara yang baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah itu indah dan mencintai keindahan.”
(HR. Muslim)
Keindahan yang dimaksud bukan sekadar tampilan luar. Hadis tersebut juga mengajarkan agar manusia tidak menjadikan keindahan sebagai alasan untuk sombong atau merendahkan orang lain.
Maka keindahan yang paling tinggi adalah ketika karya yang indah bertemu dengan hati yang rendah hati.
Dari Studio Kecil Menuju Ruang yang Lebih Luas
Perhatikan ruang dalam foto-foto tersebut.
Ada keyboard.
Ada gitar.
Ada mikrofon.
Ada mixer.
Ada laptop.
Ada kamera dan perangkat digital.
Ada buku-buku yang bertumpuk.
Semuanya tampak seperti benda biasa.
Tetapi jika dilihat lebih dalam, benda-benda itu sesungguhnya adalah alat untuk melahirkan gagasan.
Keyboard bukan hanya tuts.
Ia adalah kemungkinan melodi.
Mikrofon bukan sekadar alat rekam.
Ia adalah jalan agar suara dapat didengar.
Laptop bukan hanya perangkat teknologi.
Ia adalah pintu menuju dunia digital.
Buku bukan sekadar kumpulan halaman.
Ia adalah tempat pengalaman manusia diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Dan sebuah studio bukan sekadar ruangan.
Ia dapat menjadi laboratorium jiwa dan kreativitas.
Keheningan yang Justru Melahirkan Banyak Suara
Ada paradoks yang indah dalam kreativitas.
Sering kali karya terbaik tidak lahir dari keramaian.
Ia lahir dari keheningan.
Ketika pintu ditutup.
Ketika suara dunia sedikit dikecilkan.
Ketika seseorang duduk sendiri di hadapan piano.
Ketika jemari mulai menyentuh tuts.
Ketika sebuah gagasan perlahan menemukan bentuk.
Pada saat itulah manusia mendengar sesuatu yang sering tertutup oleh kebisingan kehidupan:
suara hatinya sendiri.
Al-Qur'an mengingatkan manusia untuk mengingat Allah dengan penuh kerendahan hati dan tidak termasuk golongan yang lalai.
Dan Rasulullah ﷺ menggambarkan orang yang mengingat Allah dan yang tidak mengingat-Nya seperti orang hidup dan orang mati.
Maka keheningan tidak harus berarti kosong.
Keheningan dapat menjadi tempat hati kembali menemukan arah.
Ketika Kreativitas Menjadi Jalan Syukur
Setiap manusia memiliki pemberian yang berbeda.
Ada yang dianugerahi suara.
Ada yang diberi kemampuan menulis.
Ada yang pandai mengajar.
Ada yang memiliki kemampuan memimpin.
Ada yang mampu menciptakan musik.
Ada yang mampu menggerakkan orang lain.
Semua itu adalah amanah.
Karena itu, pertanyaan terpenting bukan:
“Seberapa hebat bakat yang aku miliki?”
Melainkan:
“Untuk apa Allah memberiku kemampuan ini?”
Al-Qur'an mengingatkan:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu...”
(QS. Ibrahim [14]: 7)
Syukur tidak selalu berbentuk ucapan.
Kadang syukur berbentuk karya.
Ilmu yang dibagikan adalah syukur.
Anak didik yang dibimbing adalah syukur.
Buku yang ditulis adalah syukur.
Musik yang menghadirkan kebaikan adalah syukur.
Motivasi yang membuat seseorang bangkit kembali adalah syukur.
Dan waktu yang digunakan untuk memberi manfaat kepada sesama juga merupakan bentuk syukur.
Jangan Takut Memulai dari Ruang yang Sederhana
Kita sering menunggu semuanya sempurna sebelum mulai berkarya.
Menunggu studio besar.
Menunggu kamera mahal.
Menunggu peralatan lengkap.
Menunggu memiliki banyak pengikut.
Menunggu keadaan ideal.
Padahal karya besar sering kali bermula dari tempat yang sederhana.
Sebuah ruangan.
Sebuah meja.
Sebuah alat musik.
Sebuah buku.
Sebuah laptop.
Dan yang paling penting:
sebuah niat.
Allah tidak meminta manusia menjadi orang lain.
Allah memberi setiap manusia jalan dan kemampuan yang berbeda.
Tugas kita adalah mengusahakannya dengan sungguh-sungguh, lalu menyerahkan hasilnya kepada-Nya.
Ronaldo Rozalino – Coach RR: Berkarya, Belajar, dan Berbagi
Perjalanan sebagai Teacherpreneur, Content Creator, Motivator, Business Leader, Writer, Composer & Arranger, dan Coach menggambarkan satu semangat yang sama:
terus belajar, terus berkarya, dan terus berbagi.
Dunia berubah.
Teknologi berubah.
Cara manusia belajar berubah.
Cara manusia berkomunikasi berubah.
Namun satu hal tidak berubah:
manusia tetap membutuhkan ilmu, inspirasi, keteladanan, dan harapan.
Di tengah derasnya arus informasi, karya yang memiliki nilai akan selalu menemukan jalannya.
Karena manusia bukan hanya membutuhkan informasi.
Manusia membutuhkan makna.
Bukan hanya membutuhkan suara.
Manusia membutuhkan pesan.
Bukan hanya membutuhkan hiburan.
Manusia membutuhkan sesuatu yang membuatnya pulang kepada dirinya sendiri dan, pada akhirnya, mengingat Tuhannya.
Harmoni yang Sesungguhnya
Harmoni kehidupan bukan berarti tidak pernah mengalami kesedihan.
Bukan berarti selalu berhasil.
Bukan berarti perjalanan selalu mudah.
Harmoni adalah kemampuan untuk menerima setiap nada kehidupan bahagia, kecewa, kehilangan, keberhasilan, kegagalan lalu menyusunnya menjadi perjalanan yang bermakna.
Allah memberikan pengingat yang begitu menenangkan:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar [39]: 53)
Ayat ini seperti sebuah nada panjang di tengah lagu kehidupan.
Ketika seseorang merasa gagal, masih ada harapan.
Ketika seseorang merasa tertinggal, masih ada jalan.
Ketika seseorang merasa tidak memiliki apa-apa, masih ada kesempatan untuk memulai.
Sebab selama napas masih ada, cerita belum selesai.
Ruang Jiwa, Meresap Nada
Pada akhirnya, mungkin inilah makna terdalam dari sebuah ruang kreatif.
Bukan tentang seberapa banyak alat yang ada di dalamnya.
Bukan tentang seberapa mahal perangkatnya.
Bukan pula tentang seberapa indah foto yang dihasilkan.
Tetapi tentang apa yang lahir dari dalamnya.
Jika dari sebuah ruangan lahir ilmu, maka ruangan itu telah menjadi ruang pendidikan.
Jika lahir motivasi, ia menjadi ruang penguatan jiwa.
Jika lahir tulisan, ia menjadi ruang perenungan.
Jika lahir musik, ia menjadi ruang ekspresi.
Jika lahir karya yang membawa kebaikan, maka ruangan itu telah menjadi saksi sebuah pengabdian.
Dan jika semua itu diniatkan karena Allah, semoga setiap nada, kata, tulisan, ilmu, dan karya menjadi jalan menuju keberkahan.
Karena mungkin manusia tidak akan mengingat semua yang pernah kita katakan.
Tidak semua karya akan dikenang selamanya.
Tidak semua lagu akan didengar sepanjang zaman.
Tetapi kebaikan yang tulus selalu memiliki cara sendiri untuk menemukan jalannya.
Maka teruslah berkarya.
Teruslah belajar.
Teruslah berbagi.
Teruslah menyalakan cahaya.
Sebab bisa jadi, satu nada yang kita ciptakan hari ini menjadi penghibur bagi hati yang sedang terluka.
Satu tulisan yang kita bagikan menjadi penguat bagi seseorang yang hampir menyerah.
Satu ilmu yang kita ajarkan menjadi bekal bagi generasi berikutnya.
Dan satu karya sederhana yang kita lahirkan dari sebuah ruangan kecil, kelak menjadi jejak kebaikan yang jauh lebih besar daripada yang pernah kita bayangkan.
Semoga setiap ilmu yang dibagikan menjadi manfaat, setiap karya menjadi inspirasi, setiap nada menjadi pengingat, dan setiap langkah menjadi bagian dari perjalanan menuju keberkahan Allah.
Profil Singkat Penulis:
Ronaldo Rozalino – Coach RR
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
Media Sosial Digital
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site: s.id/RonaldoRozalino
READ MORE - Ruang Jiwa, Meresap Nada: Menemukan Harmoni dan Rindu dalam Keheningan_Ronaldo Rozalino
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Semarak Prestasi, Seni dan Sportifitas: MKKS SMP Kuantan Singingi Gelar Perlombaan Peringati HUT ke-27 Kabupaten Kuansing
TELUK KUANTAN — Angin segar berembus membawa kehangatan dan semangat membara di bumi Kuantan Singingi.
Dalam rangka merayakan hari jadi Kabupaten Kuantan Singingi yang ke-27, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Kuantan Singingi mempersembahkan panggung megah bagi generasi muda untuk mengukir karya dan prestasi.
Perhelatan bertajuk "Lomba Tingkat SMP Se-Kabupaten Kuantan Singingi" ini resmi dibuka pada Selasa, 6 Oktober 2026, dan berlangsung selama dua hari hingga 7 Oktober 2026.
Aula SMPN 6 Teluk Kuantan menjadi saksi bisu kemeriahan acara pembukaan yang syarat akan nuansa budaya dan kebersamaan.
Para peserta yang berasal dari 4 Rayon MKKS SMP se-Kabupaten Kuantan Singingi berkumpul dengan busana adat dan kostum tari yang indah berwarna-warni, memancarkan aura semangat generasi penerus bangsa.
Menjalin Harmoni Olahraga, Sains, dan Seni
Perlombaan kali ini tidak hanya menguji ketangkasan fisik, tetapi juga mengasah olah pikir serta keindahan seni.
Lima cabang perlombaan utama diselenggarakan di beberapa titik wilayah Teluk Kuantan:
Lomba Tari Kreasi & Vokal Solo: Dipusatkan di panggung Aula SMPN 6 Teluk Kuantan, tempat di mana gemulai gerak tari dan alunan suara merdu berpadu indah. Penampilan seni tari dievaluasi langsung oleh dewan juri berpengalaman, Kudri dan Yosi.
Olimpiade Sains Nasional (OSN): Menjadi ajang adu kecerdasan dan logika bagi para pelajar bertalenta di bidang sains.
Pertandingan Bola Voli: Digelar dengan penuh sportivitas, di mana tim Putra bertanding di GOR B, sementara tim Putri menunjukkan kebolehannya di SMAN Pintar.
Lomba Futsal: Berlangsung sengit dan penuh energi di Lapangan NF Futsal.
Merawat Karakter, Menjemput Masa Depan
Acara perhelatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas PKPLK), Ibu Ira Mayasandi, S.E. Turut hadir menyaksikan momentum berharga ini Korwas Kuansing, Kasi SMP Kabupaten Kuansing, serta segenap pengurus MKKS.
Ketua Panitia Pelaksana, Hendriyadi, S.Si (Kepala SMPN 2 Teluk Kuantan), bersama Sekretaris Zamzami Kamal, S.Si, dan Ketua MKKS SMP Se-Kabupaten Kuansing, Andriyuan, S.Pd, menyampaikan bahwa inti dari kegiatan ini adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa-siswi SMP untuk menyalurkan minat, bakat, serta potensi terbaik mereka.
"Kami berharap melalui ajang ini, tidak hanya piala yang dibawa pulang, tetapi lahir generasi penerus yang disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, serta memiliki karakter unggul berlandaskan budaya," tutur Hendriyadi dalam sambutannya.
Semarak peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi ini menjadi cermin betapa pendidikan tidak hanya lahir dari lembaran buku di dalam kelas, melainkan juga dari panggung-panggung ekspresi tempat jiwa-jiwa muda ditempa menjadi pribadi yang tangguh, santun, dan berprestasi. (Coach RR)
READ MORE - Semarak Prestasi, Seni dan Sportifitas: MKKS SMP Kuantan Singingi Gelar Perlombaan Peringati HUT ke-27 Kabupaten Kuansing
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Di Sekolah Ada Gak Yang Seperti Ini? Membangun Diri Tanpa Harus Meruntuhkan Sesama
Oleh: Ronaldo Rozalino (Coach RR)
Bismillah. Di sudut-sudut lorong sekolah, di balik riuh rendah meja-meja kelas, hingga di ruang-ruang staf pengajar, fenomena dinamika hubungan antarmanusia sering kali menjadi panggung tersendiri.
Pertanyaan sederhananya:
"Di sekolah, ada gak ya yang seperti ini?"
Ilustrasi pesan bergambar ini mengingatkan kita pada sebuah sindiran tajam namun nyata:
"Boleh menjilat ke atas, tapi jangan meludah ke sebelah".
Sebuah ungkapan yang menggambarkan sikap seseorang yang berusaha mencari perhatian atau sanjungan dari atasan/pimpinan, tetapi di saat bersamaan merendahkan, menjatuhkan, atau membicarakan keburukan rekan sejawatnya.
Pesan moral utamanya sangat menyentuh nurani:
"Jangan jadi orang yang hanya bisa mengangkat diri sendiri dengan menjatuhkan orang lain."
Antara Ambisi dan Etika dalam Pandangan Islam
Dalam lingkungan pendidikan baik di antara sesama guru, staf, maupun antar-siswa semangat untuk berprestasi dan diakui adalah hal yang wajar.
Namun, Islam mengajarkan batas-batas moral yang sangat tegas dalam berinteraksi dan bersaing.
1. Larangan Mencari Wajah / Bermuka Dua (Adz-Dzul Wajhain)
Berusaha tampil manis dan sempurna di hadapan pimpinan atau guru sambil membicarakan keburukan orang lain di belakang adalah bentuk cermin dari sifat bermuka dua. Rasulullah SAW bersabda:
تَجِدُونَ مِنْ شَرِّ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ذَا الْوَجْهَيْنِ، الَّذِي يَأْتِي هَؤُلاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلاءِ بِوَجْهٍ
"Kalian akan mendapati bahwa manusia yang paling buruk pada hari kiamat adalah orang yang bermuka dua, yang datang kepada suatu kelompok dengan satu wajah dan datang kepada kelompok lain dengan wajah yang lain." (HR. Bukhari no. 3494 & Muslim no. 2526)
2. Larangan Menggunjing (Ghibah) dan Mencari Kesalahan Orang Lain
Tindakan membocorkan atau melebih-lebihkan kekurangan rekan kerja di hadapan atasan demi mengangkat derajat sendiri termasuk dalam perbuatan ghibah dan mengadu domba (namimah). Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur'an:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌۭ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَّعْضًا...
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain..." (QS. Al-Hujurat: 12)
3. Kemuliaan Diraih dengan Ketakwaan dan Kinerja Jujur, Bukan Menjatuhkan
Allah SWT menegaskan bahwa tinggi rendahnya derajat seorang hamba di mata-Nya bukan ditentukan oleh seberapa pandai ia bersolek kata di hadapan manusia, melainkan oleh keikhlasan dan ketakwaannya:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ...
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu..." (QS. Al-Hujurat: 13)
Indahnya Merangkul, Bukan Memukul
Sekolah adalah taman penyemaian karakter dan peradaban. Jika lingkungan tempat menimba ilmu justru diwarnai oleh saling sikut dan menjatuhkan, maka nilai-nilai pendidikan akan luntur dari intinya.
Mari kita jadikan integritas, kejujuran, dan dukungan sesama sebagai fondasi dalam berkarya. Biarlah prestasi dan kebaikan kerja yang bicara, tanpa perlu mengotori tangan untuk meruntuhkan bahu rekan yang berjuang di samping kita.
Profil Penulis & Kontak Media Sosial:
Ronaldo Rozalino - Coach RR
Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Website: s.id/RonaldoRozalino
READ MORE - Di Sekolah Ada Gak Yang Seperti Ini? Membangun Diri Tanpa Harus Meruntuhkan Sesama_Ronaldo Rozalino