Bukan Sekadar Sujud: Musuh Abadi dan Rahasia Diri yang Selamat
"Ronaldo Rozalino"
Bismillah. Di balik riuk tepuk tangan dan ramainya langkah kaki menuju tempat ibadah, ada sunyi yang kerap terabaikan: kebersihan hati.
Kita sering mengira bahwa benteng terkuat untuk menghempas setan hanyalah dahi yang menghitam atau rakaat yang panjang.
Padahal, setan tidak pernah gentar melihat raga yang rajin beribadah jika di dalamnya masih bersemayam dengki dan lisan yang tajam.
Setan justru akan dibuat pusing tujuh keliling dan hilang arah ketika melihat seorang hamba yang dadanya lapang hati yang enggan mencela, lisan yang enggan memfitnah, dan jiwa yang tulus menolak untuk menghina sesama.
Ketika Hati Menjadi Medan Pertempuran
Setan tidak selalu datang membawa pedang untuk merobohkan iman; ia datang dengan bisikan yang teramat halus (waswas).
Rasulullah SAW pernah mengingatkan betapa krusialnya gumpalan daging di dalam dada ini:
"Ingatlah bahwa di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika dahi kita sujud namun hati masih sibuk merendahkan orang lain, di situlah setan tersenyum menang. Sebab, ia berhasil menukar pahala ibadah fisik dengan dosa keangkuhan.
Wajah-Wajah Tipu Daya Setan
Setan merajut perangkapnya dengan sangat rapi, membungkus racun dalam balutan madu:
Bisikan Kejahatan (Waswas): Mengipas-ngipas hawa nafsu hingga amarah membakar akal, menumbuhkan sifat kikir, atau membuat kita ringan menunda panggilan salat.
Jebakan Syubhat dan Syahwat: Memoles hal yang samar dan salah agar terlihat elok serta wajar di mata manusia.
Teror Rasa Takut: Menanamkan kecemasan berlebih akan kemiskinan dan ketakutan pada sesama makhluk, hingga manusia lupa bahwa Allah adalah Sebaik-baik Penjamin.
Racun Ujub (Bangga Diri): Ini adalah tipu daya paling samar. Setan membiarkan seseorang rajin beribadah, lalu membisikkan rasa lebih mulia dibanding orang lain.
Seketika, gugurlah pahala seperti debu ditiup angin.
Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur'an betapa halusnya gerakan musuh abadi ini:
{ QS. An-Nas: 4–5}
"Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia."
Menjaga Kedamaian Dada
Ibadah ritual adalah kewajiban, namun menjaga kesucian hati adalah benteng pemungkas.
Setan akan lumpuh menghadapi hamba yang tidak hanya sibuk mengetuk pintu langit, tetapi juga menyebarkan kedamaian di bumi melihat sesama dengan kasih sayang, menahan lisan dari fitnah, dan menjaga hati agar tetap bersih dari prasangka.
Sebab pada akhirnya, yang kita bawa menghadap-Nya kelak bukan hanya tumpukan amal yang riuh, melainkan jiwa yang tenang dan dada yang selamat dari penyakit membenci.
"Yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (qalbun salim)."
(QS. Asy-Syu'ara: 88–89)
Diolah dari catatan Ronaldo Rozalino.
Mengapa Menjadi Benar Meski Sendirian Itu Sangat Penting: Sebuah Renungan!
"Ronaldo Rozalino*
Bismillah. Pesan dari kutip di atas mengandung kebenaran yang sangat relevan dan mendalam, terutama di zaman yang penuh fitnah dan kebingungan seperti sekarang.
Pesan tersebut mengingatkan kita untuk tetap teguh pada prinsip kebenaran, tidak peduli betapa banyak rintangan yang harus dihadapi.
Kebenaran: Sebuah Cahaya di Tengah Kegelapan
Di era modern ini, kita seringkali dihadapkan pada situasi di mana kebenaran disembunyikan atau diputarbalikkan demi kepentingan segelintir orang. Fitnah merajalela, kebohongan dianggap sebagai fakta, dan kebatilan tampak sebagai kebenaran yang agung.
Dalam situasi seperti ini, menjadi benar bukanlah hal yang mudah. Kita mungkin akan dicaci, dihina, dan dikucilkan oleh orang-orang di sekitar kita.
Ajaran Al-Qur'an dan Al-Hadis tentang Kebenaran
Namun, Al-Qur'an dan Al-Hadis mengajarkan kita bahwa kebenaran adalah cahaya yang akan selalu menerangi jalan kita.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 42: "Dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahuinya."
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Muslim: "Akan senantiasa ada di antara umatku sekelompok orang yang menegakkan kebenaran dan menonjolkannya, mereka tidak akan didera oleh kehinaan (karena ditentang orang), hingga datangnya hari kiamat."
Menjadi Benar di Tengah Keramaian yang Salah
Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita berada di tengah keramaian orang-orang yang salah, kita harus tetap teguh pada kebenaran.
Jangan biarkan opini publik atau tekanan sosial mempengaruhi keyakinan kita. Ingatlah bahwa Allah SWT selalu bersama orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Jangan Salah Pilih Jalan
Dan ini mengingatkan kita untuk tidak salah memilih jalan. Di era modern ini, ada banyak jalan yang tampaknya menarik dan menjanjikan kebahagiaan.
Namun pada kenyataannya itu adalah jalan yang menyesatkan. Pilihlah jalan yang lurus, jalan yang diridhai oleh Allah SWT.
Kalimat Syahadat dan Allahu Akbar: Sumber Kekuatan
Kalimat syahadat dan Allahu Akbar. Kalimat syahadat adalah pondasi keimanan kita, sedangkan Allahu Akbar adalah takbir yang mengingatkan kita akan keagungan Allah SWT.
Kedua kalimat ini adalah sumber kekuatan yang akan membantu kita dalam menghadapi segala rintangan dan cobaan.
Mari mari sama sama mengingatkan kita untuk tetap teguh pada prinsip kebenaran, tidak peduli betapa banyak rintangan yang harus dihadapi.
Al-Qur'an dan Al-Hadis mengajarkan kita bahwa kebenaran adalah cahaya yang akan selalu menerangi jalan kita.
Jangan biarkan opini publik atau tekanan sosial mempengaruhi keyakinan kita. Ingatlah bahwa Allah SWT selalu bersama orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Pilihlah jalan yang lurus, jalan yang diridhai oleh Allah SWT. Dan jadikan kalimat syahadat dan Allahu Akbar sebagai sumber kekuatan yang akan membantu kita dalam menghadapi segala rintangan dan cobaan.
Meniti Bahtera di Samudra Kehidupan: 4 Tipe Rumah Tangga dalam Tabligh Subuh Masjid Raya_Ust. Dr. Hendio Anjasmara, M.Pd
Bismillah. Fajar baru saja menyibak kegelapan di Teluk Kuantan pada Sabtu, 12 September 2026. Di dalam keheningan Masjid Raya Pasar Teluk Kuantan, lantunan doa dan cahaya keilmuan mengepul hangat.
Jamaah Subuh berkumpul menyimak untaian nasihat dalam Majlis Ilmu Subuh yang disampaikan oleh Ust. Dr. Hendio Anjasmara, M.Pd. (Wakil Pimpinan Bidang Kurikulum Perguruan Mu'allimin Muhammadiyah Teluk Kuantan).
Pernikahan: Ibadah Terpanjang Sepanjang Hayat
Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan dalam satu atap, melainkan sebuah ikatan suci (mitsaqan ghalizha) yang membentang dari akad hingga napas terakhir di dunia. Berbeda dengan salat, puasa, zakat, atau haji yang terikat oleh batas waktu dan momen tertentu, rumah tangga adalah ladang pahala tanpa batas.
Dalam rumah tangga, hal-hal kecil seperti canda tawa, perhatian lembut, serta ikhtiar membahagiakan pasangan berbuah pahala yang amat besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Dan pada barang kemaluan salah seorang di antara kalian ada sedekah." Para sahabat bertanya, "Apakah salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya mendapat pahala?" Beliau menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika ia menyalurkannya pada yang haram, bukankah ia berdosa? Demikian pula jika ia meletakkannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala." (HR. Muslim)
Bahkan ketika usia telah pamit dan jasad telah menyatu dengan tanah, jejak kebaikan rumah tangga yang membina keturunan saleh akan terus mengalirkan ampunan dan pencerahan di alam kubur.
Refleksi 4 Kriteria Rumah Tangga
Dalam ceramahnya, Ust. Dr. Hendio Anjasmara mengurai empat tipe rumah tangga sebagai cermin dan bahan evaluasi diri:
Suami baik, namun istri tidak baik: Penggalan kisah Nabi Nuh AS dan Nabi Lut AS, tempat seorang suami berada di puncak keshalehan namun harus bersabar menghadapi ujian pasangan.
Istri baik, namun suami tidak baik: Keteladanan Asiyah binti Muzahim, wanita teragung yang tetap memelihara iman dan ketakwaan meski mendampingi Firaun yang durjana.
Suami dan istri sama-sama tidak baik: Gambaran kelam Abu Lahab dan istrinya (Ummu Jamil) yang saling mendukung dalam kemaksiatan dan permusuhan terhadap kebenaran.
Suami saleh, istri salehah, dan anak-anak saleh: Bahtera idaman yang dipenuhi keberkahan, ibarat keluarga Nabi Ibrahim AS atau keteladanan Rasulullah SAW bersama Khadijah RA.
Allah SWT berfirman mengenai hakikat saling melengkapi dalam hubungan suami istri:
"...Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-Baqarah: 187)
Menyiapkan Bekal Menuju Keluarga Sakinah
Berumah tangga memang tak lepas dari dinamika dan ujian. Oleh karena itu, bagi generasi muda yang sedang bersiap melangkah, mempelajari fiqih pernikahan (fiqh munakahat) menjadi bekal krusial agar tidak gagap saat mengemudikan bahtera rumah tangga.
Semoga majelis subuh yang penuh keberkahan ini menjadi pemantik semangat bagi kita semua untuk terus membenahi diri, melengkapi kekurangan pasangan, dan meraih predikat keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah di bawah naungan keridaan Allah SWT. Amin.
Catatan Majelis
Narasumber: Ust. Dr. Hendio Anjasmara, M.Pd.
Lokasi: Masjid Raya Pasar Teluk Kuantan
Penulis: Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. (Sekretaris Komisi Info & Komunikasi DP MUI Kab. Kuansing, Ketua LSB PD Muhammadiyah Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN PERUAS)
Menjaga Kehormatan Diri: Seni Menemukan Ketenangan Hidup
*Ronaldo Rozalino*
Bismillah. Di balik riuk-pikuk interaksi manusia, sering kali kita lupa bahwa jiwa membutuhkan jeda dan batas.
Menghargai diri sendiri bukan bentuk kesombongan, melainkan manifestasi dari menjaga marwah ('izzah) yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta. Allah SWT menegaskan bahwa setiap manusia diciptakan dengan kemuliaan:
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-cucu Adam…”
— QS. Al-Isra': 70
Ketika kita memahami nilai diri, kita tidak akan membiarkan hati ini terombang-ambing oleh pengabaian orang lain.
Prinsip Sederhana Menjaga Marwah Diri
Keheningan dan ketenangan jiwa kerap bersumber dari keputusasaan kita untuk tidak memaksakan kehadiran di tempat yang tidak diharapkan.
Jika Tidak Diajak, Jangan Ikut — Menjaga Batas Kerapian Jiwa
Melangkahlah hanya ke pintu yang terbuka. Ketika sebuah pintu tertutup, memaksa masuk hanya akan merendahkan kehormatanmu.
Rasulullah SAW bersabda: “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi)
“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi)
Jika Tidak Diberitahu, Jangan Bertanya — Menjaga Diri dari Sifat Mengusik
Tidak semua hal perlu kita ketahui. Membatasi rasa ingin tahu pada urusan orang lain menjaga hati dari ketegangan yang tak perlu.
Jika Tidak Didengarkan, Berhenti Bicara — Menjaga Kehormatan Kata
Kata-kata adalah cerminan jiwa. Jangan hamburkan pencerahan atau cerita pada telinga yang tak mau mendengar. Diam saat tak dihargai adalah bentuk retorika paling berkelas.
Jika Tidak Dilibatkan, Jangan Ikut Campur —Menjaga Kesucian Niat
Fokuslah pada ladang kebaikanmu sendiri. Mengintervensi ruang orang lain tanpa diminta hanya mengundang prasangka dan luka.
Jika Tidak Diberi, Jangan Meminta — Memelihara Sifat 'Iffah (Menjaga Diri)
Tangan yang di atas selalu lebih mulia daripada tangan yang di bawah. Meminta-minta baik harta maupun perhatian hanya meruntuhkan wibawa. Rasulullah SAW mengingatkan agar kita senantiasa menjaga kehormatan diri dari meminta-minta kepada sesama.
Jika Tidak Dihargai, Jaga Jarak — Membentengi Ketenangan Jiwa
Menjauh bukanlah bentuk dendam, melainkan cara terbaik menjaga kedamaian hati. Jarak yang sehat mencegah kita dari penyakit hati dan kepahitan.
Jika Diundang Paling Belakangan, Tolak dengan Baik — Menghargai Waktu dan Nilai Diri
Hargai dirimu sebagai prioritas, bukan sekadar penambal celah kosong saat orang lain kehabisan pilihan. Menolak secara santun adalah tanda keberanian menjaga harkat diri.
Cari Lingkungan yang Menghargai, Bukan Sekadar Memanfaatkan
Prinsip-prinsip di atas terlihat sederhana, tetapi dampaknya luar biasa bagi kedamaian jiwa.
Carilah lingkungan tempat kamu dihargai karena keberadaanmu, bukan sekadar dicari saat dibutuhkan.
Seorang muslim yang kuat adalah mereka yang mampu berdiri tegak dengan prinsipnya, menjaga ketenangan hatinya, dan menempatkan pengharapan serta martabatnya hanya kepada Allah SWT.
Rajut Kebersamaan dan Dukung Putri Daerah, Pemcam Kuantan Tengah Gelar Nobar Final Dangdut Academy 8
TELUK KUANTAN — Kebanggaan tengah membuncah di ranah Kuantan Singingi. Langkah salah satu putri terbaik Kuansing, Diva, yang berhasil menembus babak final panggung megah Dangdut Academy 8 di Indosiar, menjadi magnet pemersatu semangat warga negeri Pacu Jalur.
Menyikapi momen bersejarah ini, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah secara resmi mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir merapatkan barisan dalam ajang Nonton Bareng (Nobar) panggung kemegahan tersebut.
Acara kebersamaan ini dipusatkan di Halaman Astaka Utama MTQ Kuansing pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 12 September 2026
Waktu: Pukul 19.30 WIB – selesai
Seruan Hangat dari Camat Kuantan Tengah
Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., menyampaikan ajakan hangatnya kepada seluruh masyarakat Kuansing, khususnya warga Kuantan Tengah, untuk hadir meramaikan lapangan dan memanjatkan doa bersama demi kemenangan Diva.
"Langkah Diva hingga ke panggung puncak Dangdut Academy 8 bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan kebanggaan milik kita bersama. Mari kita hadirkan gemuruh semangat, satukan doa dan dukungan di Halaman Astaka Utama MTQ. Kita tunjukkan bahwa masyarakat Kuansing kompak menyokong talenta muda daerah," ujar Eka Putra.
Beliau juga menutup seruannya dengan pekik kebanggaan lokal yang membakar semangat:
"Salam kayuah-kayuah-kayuah!"
Detail Informasi Kegiatan
Malam Minggu nanti diharapkan tidak hanya menjadi ajang menonton layar kaca bersama, tetapi juga momen mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ayo persiapkan diri, ajak keluarga dan kerabat, lalu ramaikan Halaman Astaka Utama MTQ Kuansing demi mendukung putri daerah membawa harum nama Kabupaten Kuantan Singingi di kancah nasional!
*Tim Media Center Camat Kuantan Tengah (RR)
My Bisnis Online & Offline (BP Grup)
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...14 tahun yang lalu
-
