
Mengayuh Marwah di Tepian Narosa: Simfoni Gelombang Pacu Jalur Rayon II dan Kilau Syiar MTQ Riau 2026
TELUK KUANTAN — Kabut tipis yang memeluk Sungai Kuantan perlahan menyingkap tabir keindahan, menyambut helat akbar yang menggetarkan sukma segenap masyarakat maritim Nusantara. Di bawah kepakan panji-panji adat dan gemuruh gema selawat, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) bersiap menorehkan tinta emas sejarah. Sebuah perpaduan deru tradisi keluhuran budi, “Pacu Jalur Rayon II”, menggelora indah bersempena dengan kemegahan syiar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau ke-44 Tahun 2026.
Air Tepian Narosa yang biasanya tenang, kini seolah ikut berzikir dan menari. Riak gelombangnya menyimpan gelora semangat ribuan anak pacu yang siap melepaskan dahaga kemenangan. Di tempat bersejarah ini, Kecamatan Kuantan Tengah berdiri kokoh sebagai tuan rumah, menyatukan seluruh hati masyarakat Kuansing dan Riau dalam satu ikatan silaturahmi yang sakral.
Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., dengan pakaian adat melayu yang anggun dan penuh wibawa, melayangkan seruan hangat yang menggugah jiwa. Dari sanubari terdalam, sang pemimpin menghimbau segenap elemen masyarakat untuk merapatkan barisan, menyatukan derap langkah demi suksesnya pergelaran budaya nasional ini.
“Mari kita sukseskan dan daftarkan jalur kita! Ini bukan sekadar tentang siapa yang tercepat membelah arus, melainkan sebuah ikhtiar agung untuk merawat marwah, memelihara tradisi ‘Salam Kayuo’, dan mempererat ukhuwah di tanah bertuah ini. Di saat yang sama, kemegahan tradisi ini menjadi pemanis bagi lantunan suci ayat-ayat Al-Qur’an dalam MTQ Riau ke-44 yang kita khidmati bersama,” tutur Eka Putra dengan penuh takzim.
Gelaran akbar Pacu Jalur Rayon II ini dijadwalkan akan menghentak pada tanggal 27 hingga 29 Juni 2026. Selama tiga hari penuh eksotisme, Tepian Narosa akan disesaki oleh ribuan pasang mata yang menjadi saksi bagaimana kayu gelondongan yang dipahat dengan cinta dan spiritualitas, melesat bak anak panah di atas permukaan air. Suara empasan dayung yang ritmis, berpadu dengan sorak-sorai penonton yang membakar semangat, melahirkan sebuah simfoni pertunjukan budaya yang tiada duanya di dunia.
Tahun ini terasa jauh lebih istimewa. Sinergi antara Pacu Jalur dan MTQ Riau ke-44 menciptakan atmosfer spiritual sekaligus kultural yang begitu kental di Kabupaten Kuansing. Di satu sisi, langit Kuansing diteduhi keagungan firman-firman Ilahi; di sisi lain, buminya digetarkan oleh warisan budaya takbenda yang telah diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.
Sebagai panitia pelaksana di bidang Humas, Publikasi, dan Media, kami memandang peristiwa ini lewat lensa estetika yang dalam. Ada seni dalam setiap kayuhan, ada nilai filosofis dalam setiap ketukan haluan, dan ada kedamaian dalam setiap doa yang dipanjatkan. Ini adalah momentum emas bagi pariwisata Riau untuk mengepakkan sayapnya lebih lebar ke kancah internasional.
Oleh karena itu, dari tepian sungai yang penuh sejarah ini, pendaftaran telah resmi dibuka untuk seluruh jalur terbaik dari berbagai pelosok negeri, khususnya dari hamparan bumi Lancang Kuning, Riau. Ayunkan langkah, siapkan sampamu, dan mari bersama-sama kita ukir sejarah baru di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Sampai jumpa di gemuruh air dan kilau budaya Juni mendatang!
(Salam Kayuah!)
Reportase oleh:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd (Panpel Bidang Humas, Info, Media, Publikasi Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan Bersempena MTQ Riau ke 44 Tahun 2026 di Kab. Kuansing)















