
Di Bawah Langit Kengerian Kari: Langkah Teguh Camat Eka Putra Hidupkan Kembali Lentera Agama (Gebyar Muharram 1448 H di Kenegerian Kari)
KUANTAN TENGAH — Di bawah naungan langit biru yang cerah berhias awan putih, hamparan rumput hijau Lapangan Bola Kaki RMKK Kenegerian Kari menjadi saksi bisu sebuah momentum spiritual yang sarat makna.
Masyarakat Kecamatan Kuantan Tengah bersatu padu, menyatukan derap langkah dalam khidmatnya acara Gebyar Muharram 1448 H, sebuah perhelatan agung untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keagamaan dan memperkokoh tali silaturahim antar-sesama.
Suasana pagi itu terasa begitu sejuk dan syahdu, diawali dengan gemulai gerak tari persembahan tradisional yang dibawakan dengan anggun oleh para dara berbaju kurung hitam berhias keemasan.

Gerakan mereka yang harmonis seolah mengalirkan pesan kedamaian, menyambut kehadiran para tokoh masyarakat, ulama, serta umara yang hadir demi satu tujuan mulia: ber-muhasabah menyongsong lembaran tahun baru Islam.
Hadir di tengah-tengah jamaah, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., tampak membaur dengan penuh kehangatan bersama para jajaran pemerintahan, pemuka adat, dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI). Duduk di deretan kursi kehormatan, kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk senantiasa mendukung syiar Islam dan menjaga kedekatan emosional di tengah masyarakat bumi pacu jalur.

Pergantian tahun baru Islam bukanlah sekadar pergantian angka atau kalender semata. Lebih dari itu, 1 Muharram adalah momentum emas untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas apa yang telah dilalui di masa lalu. Pertanyaan reflektif seperti “Sudahkah amal ibadah kita meningkat? Atau justru maksiat dan dosa yang bertambah?” menjadi pengingat yang mendalam bagi setiap hati yang hadir. Tutur Eka Putra.
Rangkaian Gebyar Muharram ini dirancang sebagai pemantik api semangat hijrah yang hakiki. Mengambil iktibar dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah, momentum ini mengajarkan makna perubahan yang nyata sebuah simbol keberanian untuk meninggalkan keburukan menuju kebaikan, dan dari keterpurukan menuju kemuliaan.
Eka Putra mengatakan melalui kegiatan ini, segenap masyarakat diajak untuk menjadikan semangat hijrah sebagai motivasi utama dalam tiga pilar kehidupan: meningkatnya kualitas ibadah kepada Allah SWT, memperbaiki akhlak serta memperkuat tali silaturahmi antar-sesama, serta menebar manfaat dan kebaikan di tengah-tengah lingkungan masyarakat.

Semarak menyambut tahun baru ini akan terus mengalun hingga puncaknya pada waktu Ba’dah Isya (20.00 WIB), di mana masyarakat akan kembali berkumpul di pelataran lapangan ini untuk mereguk untaian hikmah dalam Tabligh Akbar bersama Ustadz Bombom (Syamsuardi, S.Hi).
Harapan besar digantungkan, agar di tahun yang baru ini, seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, dan perlindungan dari segala musibah oleh Allah SWT. (RR)
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


Reportase Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Sekretaris Informasi & Komunikasi MUI Kab. Kuansing)

























