Ziyadul Kamal: Menembus Batas, Mengukir Bintang: Mutiara-Mutiara SRT 1 Kuansing Bersinar di Ajang Pencak Silat
KUANTAN SINGINGI — Tak ada lumpur yang terlalu pekat untuk menghalangi mekar indahnya bunga teratai. Kalimat ini rasanya tepat untuk menggambarkan derap langkah siswa-siswi di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kuantan Singingi.
Meski baru resmi memulai proses pembelajaran pada 14 Agustus 2026 lalu, wadah pendidikan ini telah membuktikan bahwa potensi anak-anak bangsa yang ditempa dengan kasih sayang dan tekad kuat mampu memancarkan kilau yang menakjubkan.
Senin pagi yang teduh (21/09/2026), suasana hangat menyelimuti aula SRT 1 Kuansing. Seluruh keluarga besar sekolah terdiri dari para siswa jenjang SRSD, SRMP, hingga SRMA, guru, tenaga kependidikan, serta koordinator wali asuh berkumpul bersama dalam sebuah momentum penuh rasa bangga.
Apresiasi dan penyerahan medali atas prestasi gemilang siswa-siswi mereka di ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kuantan Singingi Tahun 2026
Dari Jalanan Menuju Puncak Prestasi
Salah satu kisah paling menyentuh datang dari ananda Muhammad Haris. Siapa sangka, sosok yang dahulunya pernah menyusuri kerasnya jalanan sebagai manusia silver, kini bertransformasi menjadi ksatria tangguh di atas matras pesilat. Dengan determinasi tinggi, Haris berhasil menyabet medali emas dan mengharumkan nama sekolahnya.
"M. Haris dahulunya sosok manusia silver sebelum masuk ke sini. Namun bakatnya telah membuktikan bagaimana ananda ini bisa berprestasi meraih medali emas di Pencak Silat tingkat Kabupaten Kuantan Singingi. Ananda Haris kini menjadi manusia yang kuat, tangguh, dan berprestasi. Masyaa Allah," tutur Kepala SRT 1 Kuansing, Ziyadul Kamal, S.Pd.I., M.A. dengan nada haru.
Tak hanya Haris, panggung kemenangan juga diwarnai oleh deretan pesilat muda berbakat lainnya yang mengharumkan nama sekolah. Luar biasanya lagi, di balik ketangkasan olah jurus di gelanggang, sebagian dari mereka juga merupakan hafizh Al-Qur'an hingga 5 Juz. Sebuah perpaduan indah antara kekuatan fisik, kecerdasan non-akademik, dan kedalaman spiritual.
Daftar Sang Juara SRT 1 Kuansing di Kejurkab Pencak Silat
Berikut adalah ksatria-ksatria muda SRT 1 Kuansing yang berhasil mengukir prestasi di Kejurkab Pencak Silat Kabupaten Kuantan Singingi:
Medali Emas: Jericho Dwi Nugroho
Defty Febri Amoy
Muhammad Haris
Chesilia Triyuliani
Zulkifli
Medali Perak: Yuri Boyka Setiawan
Sheza Efrinda
Medali Perunggu: Vicky Anzali Putra
Alif Fadhillah
Dalam helatan penyerahan medali tersebut, Pak Ziyadul Kamal bersama Koordinator Wali Asuh, Pak Eko Alfian, S.E., secara langsung mengalungkan medali dan menyerahkan piagam penghargaan kepada para juara.
"Selamat bagi ananda-ananda hebat yang meraih prestasi medali emas, perak, dan perunggu. Mutiara negeri telah menampakkan kilaunya. Masyaa Allah," puji Ziyadul Kamal.
Beliau juga menyelipkan pesan mendalam, "Jadikanlah prestasi yang didapat ini sebagai pemantik untuk tetap menjadi pribadi yang rendah hati, tidak sombong, serta selalu berakhlak santun dan mulia."
Sinergi dan Dedikasi Demi Mendidik Generasi Emas
Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang mendedikasikan hatinya untuk mendidik. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., Guru Tamu yang diamanahkan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk membina siswa jenjang SRMA, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya bisa menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak-anak SRT 1 Kuansing.
"Sebagai Guru Tamu, saya sangat bangga bisa diberikan amanah ini untuk berbagi praktik baik, membimbing, membina, dan mendidik siswa-siswi di sini. Semoga apa yang kami berikan dapat berkontribusi positif dalam membangun edukasi yang bermutu dan berkualitas," ungkap Ronaldo Rozalino yang juga bertindak sebagai reporter kegiatan ini.
Pihak sekolah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, demi memfasilitasi bakat anak-anak yang luar biasa ini.
Di bawah naungan semangat
"Muliakan Orang Tua, Hormati Guru" serta pekik motivasi lokal "Kayuah... Kayuah... Kayuah!",
SRT 1 Kuansing membuktikan bahwa akses pendidikan yang setara adalah jembatan nyata untuk membangun masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan penuh prestasi.
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
Dokumentasi Kegiatan
