Kelapangan Dada Ustadz Datuk Darwis: Menjalin Damai, Merawat Marwah Persaudaraan
"Ronaldo Rozalino"
Bismillah. Dalam riak kehidupan yang sering kali dipenuhi gesekan, menjaga ketenangan hati bukanlah perkara mudah.
Namun, di Mapolres Kuansing, sebuah peristiwa berharga tercipta. Kasus yang melibatkan Ustadz Datuk Darwis dan pihak Polda Sitanggang resmi berakhir damai.
Momen keharuan terpancar jelas saat pelukan keikhlasan menyatukan kembali tali silaturahmi, membuktikan bahwa maaf selalu memiliki ruang yang lebih luas dari sekadar hukum dan adat.
Meneladani Ketinggian Akhlak di Atas Riak Perselisihan
Di tengah derasnya cibiran, riuh media sosial, dan prasangka yang menguji kesabaran, Ustadz Datuk Darwis tidak memilih jalan pembalasan.
Beliau membuktikan bahwa martabat tidak diukur dari seberapa keras kita membalas, melainkan seberapa dalam kita mampu melapangkan dada.
"Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menggoyangkannya.
Hanya pohon berbuah manis yang sering dilempari orang karena buahnya memang berharga."
Sikap ini menjadi cerminan nyata dari firman Allah SWT mengenai ciri-ciri orang yang bertakwa:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
— QS. Ali 'Imran: 134
Keikhlasan beliau memberikan pelajaran bahwa ketenangan hati adalah kemenangan sejati. Sebagaimana ditegaskan dalam hadits Rasulullah ﷺ:
وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا
“Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan.”
— HR. Muslim
Meredam Sekat, Mengokohkan Persaudaraan
Langkah damai ini tidak hanya menyelesaikan persoalan pribadi, tetapi juga menyejukkan hubungan sosial yang sempat memanas.
Di tengah kekhawatiran munculnya gesekan antarsuku khususnya antara masyarakat Melayu dan Batak rekonsiliasi ini menjadi benteng penjaga kerukunan.
Melayu dan Batak telah lama hidup berdampingan, berbagi tanah tempat berteduh, dan merajut persaudaraan di bawah naungan persatuan.
Keputusan Ustadz Datuk Darwis menegaskan kembali bahwa dendam bukan milik kita, dan marwah sebuah bangsa terjaga ketika persaudaraan diutamakan.
Pelajaran Penting untuk Kita Semua
Peristiwa ini membawa pesan berharga bagi seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan, termasuk pihak Polda Sitanggang, untuk senantiasa bijak dalam bersikap dan bertutur kata.
Media sosial dan kehidupan bermasyarakat menuntut kehati-hatian. Pelukan hangat yang tercipta menjadi pengingat bahwa keteladanan, rasa saling menghormati, dan jiwa besar adalah fondasi utama untuk membangun kedamaian bersama.
Semoga keikhlasan ini menjadi ladang pahala yang terus mengalir dan memperkokoh marwah persaudaraan kita.
Jazakumulllah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiik
Salam Persaudaraan
Salam Santun
Salam Silaturahmi
H.Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Forum Literasi Kuansing, Ketua LSB PD Muhammadiyah Kuansing, Sekretaris Komisi Info & Komuikasi MUI Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN PERUAS, Guru Konten Kreator Riau, Pegiat Media Sosial Sejak Tahun 2007, Bisnis Owner, Coach)
