Kategori

2012 Agama Agama Islam Aisyah Akhirat Akreditasi Al Qur'an Alami Alumni SMAN Pintar Anak Sholeh Ane Ahira Aneh Angkatan 1 Anisa Skin Care Annisa Skin Care Anti Virus Arminareka Perdana Artikel artikel agama Artikel Agama Islam ARTIKEL ANNE AHIRA Artikel Pendidikan Artikel Seni Asli Award Ayah Sholeh Bahan Ajar Seni Musik Bahan Ajar Seni Teater Bahasa Inggris Bahasa Jerman Baitullah Banner Belajar Bengkalis Berita Berita Duka Berjamaah Berkualitas BIMTEK SENI Biografi Bisnis Bisnis Online Bisnis Online Succes Blog Blogger BOS BROADCASTING Budaya Kuansing Budaya Menulis Buku Bupati Kuansing Buya Yahya Candi Borobudur Ceramah Ceramah Agama Islam Cerita Motivasi Computer Corona Covid-19 Daring Dejavu + Band Design Blog Design Kostum Dinas Pendidikan Kuansing Doa Doktor Dosen Download Duka E-KTP Encore Facebook Fiqih FLS2N Fokus Formasi CPNS Formulir Pendaftaran Forum Guru Seni SMP SMA Provinsi Riau Futsal Gaji Gambar Google Green Teacher Grup Musik Kuansing Guru H. Sukarmis Halal Halal Mart Hari Besar Herbal Hijrah HNI HPAI Hukum Humas Humas SMAN Pintar Hut Hymne Ibrah Idul Adha Ilmiah Ilmu Ilmu Agama Islam Ilmu Pengetahuan Agama Indonesia Info Indonesia Instrument ISI Padangpanjang Islam Islami istri Rasulullah Istri Sholehah IT Jakarta JALUR Jembatan Merah Jembatan Merah Music Dance Course JM 83 STUDIO JM Musik n Sport JM Studio JMMDC Juara Juara Design Juara SMAN Pintar Jurnal Kab.Kuansing Kabupaten Kuantan Singingi Kajian Ilmiah Islam Kantor Perwakilan Teluk Kuantan Karya Cipta Kegiatan Seni Kegiatan SMAN Pintar Keluarga Kisah Hikmah Komunitas Kuansing Kosmetik Herbal Kostum Tari Kreatiftas Seni KS TV (KUANSING TV) KTP Elektronik Kualitas Kuansing Kuansing Terkini Kuantan Hilir Kuantan Singingi Kuantan Singingi. Kuansing Kuantan Tengah Kuliah Daring Kuliah Online Kursus Musik Kursus Tari Labersa Waterpark Lagi Viral Learning Daring Lebaran Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab LIPIA Lirik Lagu Literasi Logo Lomba Seni Musik LPMP Riau Madinah Mading Online Mars Masa Orientasi Siswa masjid Masjid Raya Masjidil Haram Masyarakat Tanpa Riba Materi Seni Budaya Mekah Membaca Membuat Buku membuat Website Menulis Mid Semester MIM Teluk Kuantan Minangkabau MOS Motivasi Mudah Muhammadiyah Muhasabah Musik musik klasik MVKS Narkoba Nasional New Normal Non Copy Paste Notasi Objek Olimpiade Sains Nasional Olimpiade Sains Nasional Kabupaten Olimpiade Sains Nasional Provinsi Online Orchestra Indonesia Orflame Oriflame Original OSIS OSN P4TK Seni Budaya Pacu Jalur Paduan Suara Pagaleran Karya Seni Tari PAI PAKASERI PAKASERU Pameran Pameran Karya Seni Rupa Pandemi Pariwiasata Pascasarjana Pascasarjanna Paskibraka 2010 Pawai Budaya PDM Kuansing Pecinta Shalawat Pekanbaru Pembelajar Pembelajaran Daring Pemikiran Pemimpin Pemuda Pemula Pendidikan Pengawas Pengembanga Diri Penggiat Tanpa Riba Penghargaan Pengumuman Pengurus Perguruan Tinggi Negeri Peserta Didik PGRI Photo Photograpy PIN PNS PON Portal Online PPDB PPDB SMAN PINTAR 2013 Prestasi Prestasi Seni Prestasi SMAN Pintar Prestasi SMAN Pintar 2011 Produk Profesor Profil PROFIL SMAN FINTAR PROMOSI Provinsi Riau Psikis PT. Arminareka Perdana Ramadhan Religius Riau Riaupos Riba RPD RSUD Rumah Allah Sahabat Sang Perintis Sanggar Seni Kuantan Mekar - SSKM Sanggar Seni Seraja Kuantan Sanggar Seni Seroja Sanggar Tari Sayyidah Aisyah seni Seni Budaya Seni Film Seni Musik Seni Musik Islami Seni Rupa Seni Sastra Seni Tari Seni Teater SEO Shalat Silaturahiim Siswa Siswa Baru SMAN Pintar Siswa SMAN Pintar SMA Negeri 1 Sentajo Raya SMA Pintar SMAN 1 Sentajo Raya SMAN 2 Teluk Kuantan SMAN Kuansing SMAN Pintar SMS Gratis SMS Ramadhan Software Sosial Budaya Stock Center Studio Musik Sukses Surat Tahajud Tahun Baru Tangga Lagu Tausiyah Tausiyah Agama Teacherpreuner Teluik Kuantan Teluk Kuantan Terus Maju Dalam Berusaha Thoyib THR Tips Trik TMII Toko TOKO JEMBATAN MERAH Tradisional Tugas Tulisan Tulisanku Ucapan Ujian Nasional Ujian Semester Ulama Umroh & Haji Plus UMSB Unik Universitas Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Ustadz Video Violino Ridho P Virual Virus Corona Visi Misi Wabah Corona Webinar Website Wisata Kuantan Singingi Wisata Riau YeyenFebrina Yogyakarta

Welcome My Blog

Ronaldo Rozalino S.Sn

5 cara M U D A H Menulis Buku
Baik, terimakasih kepada semua yang sudah ngirim tulisannya. buat yg belum sempat, mhn bersabar ya :)

Sekarang kita masuk materi cara M-U-D-A-H nulis buku.
M = Menulis apa pun, tanpa tapi!
Sudah saya kasih waktu 2 menit, hasilnya beda-beda. Ada yang banyak, ada yang sedikit, ada yang sedikit banget. Eh, kayaknya ada yang sibuk bengong sampai belum sempat nulis.
Apa kendalanya?
Malu, takut dibilang nrak, gak nyambung dll.
Mau nulis, tapi….
Tapi takut jelek.
Takut gak bagus
Tapi gak puitis
Tapi gak nyambung dari kata ke kata. Dari kalimat ke kalimat. Dll lah.
Itu semua penyakit.

Sebagai pemula, kita harus terhindar dari peyakit di atas.

Menulis itu bertumbuh dan bertahap.
Kalau kata mas Rifai, penulis lebih dari 100 buku yang kebanyakan best seller di Gramedia, tahapan menulis itu ada 3 :
1.            Yang penting nulis
2.            Yang penting terbit
3.            Yang penting best seller
Nah tahapan kita di mana?
Kalau pemula, berarti sekarang yang penting nulis. Jangan terlalu ambisi dengan kualitas, meski tidak bleh diabaikan tentunya.Namun, jangan sampai karena alasan kualitas, lalu gak nulis-nulis. Sama rang yang nyari calon pasangan, maunya yang sempurna. Akhirnya gak dapet-dapet. Mungkin dia lupa. Hidup ini bukan untuk nyari yang sepurna, melainkan saling menyempurnakan.
Sepakat?
Begitu juga menulis; ia proses perbaikan.  Jangan terlalu nafsu tentang kulaitas yang tinggi biar dapat berjuta puji, yang akhirnya malu untuk nulis. Gak berani ngeshare tulisan karena takut dikritik. Ujung-ujungnya gak jadi jadi tulisannya, apalagi jadi buku. Kan nyesek.

Sekelas Ustadz Salim A. Fillah, yang kini bukunya banyak best seller bahkan dipesan ribuan pembaca sebelum bukunya terbit, awalnya juga nulis buku yang versi beliau bahwa kualitas dan desain sangat biasa. Bahkan sempat minder karena merasa belum layak terbit. Namun begitu diterbitkan, bisa direvisi untuk perbaikan. Yang hingga kini, buku pertama yang berjudul nikmatnya pacaran setelah pernikahan itu masih banyak dicari orang.
Andai dulu gengsi, merasa kurang berkualitas lalu gak nulis buku, maka sampai sekarang bisajadi tak ada orang yang menganal nama Salim A. Fillah.
“Kapan ya Bang waktu yang tepat untuk memulai nulis?”
Sekarang. Karena kalau besok, kita belum tentu masih ada.
“Bagi-bagi tips agar mudah nulis dong, Bang. hehe”
Baik, dalam e-book saya yang berjudul  “Jurus Manis Agar Bisa Langsung Nulis”, saya mengutip apa yang disampaikan Ustadz M. Fauzil Adhim, seorang penulis buku-buku motivai, pernikahan, parenting dan sebagainya yang banyak best seller. Apa tips nulis dari beliau?
“Tuangkan saja,”
Artinya, tahap awal adalah tahapan menuangkan semua isi kepala ke dalam tulisan, selanjutnya tahap edit, kemudian sebarkan.
Dalam e-book yang berjudul “Jurus Jitu Nulis Buku”, saya menyampaikan tentang menulis buku dengan “Jurus Nulis Bebas”. Karena buku saya “Saatnya Kemilau Bukan Galau” yang beredar di Gramedia sejak 2016 menggunakan “Jurus Nulis Bebas”. 
Sederhananya gini, kita nulis apa pun, gak harus satu tema, lalu setelah banyak kita pilah-pilah dan dikumpulkan ke berbagai kelompok. Dari kelompk itulah kita menjadikan bab buku maupun menjadi buku.
Makanya kalau bisa kita punya buku catatan khusus untuk menuangkan ide dan tulisan. Yang itu sebagai bank ide kita. Mungkin isinya macam-macam; materi kajian, kutipan dari buku, hasil diskusi dan lain-lain. Dari catatan itulah dulu saya menulis menjadi buku. Artinya dari tulisan apa pun, bisa menjadi bekal buku. Kuncinya nulis apa pun, tanpa tapi. Termasuk teori-teori kepenulisan. Lupakan semua itu, lalu menulislah.
“Kalau mau menulis, jangan pakai ilmu yang aneh-aneh. Tulis saja,” begitu pesan Bang Andrea Hirata, Penulis novel “Laskar Pelangi”.

Selanjutnya yang ke - 2
U = Usaha perbaikan
Masih ingat kan tentang UStadz Salim A. Fillah, yang buku pertamanya biasa saja. Tapi ada revisi alias perbaikan. Akhirnya best seller juga. Andai beliau gak mau melakukan perbaikan, mungkin akan dikalahkan dengan buku setema yang lebih baik.

Sebutlah JK. Rowling; awal mula ia menulis, berkali kali ditolak penerbit. Tapi saat ini menjadi salah satu buku yang mendunia. Kenapa? Karena ada perbaikan.

Nah kita pelan-pelan berusaha untuk itu. mulai ikut seminar kepenulisan, atau sharing-sharing kepenulisan seperti sekarang ini, training, dan lain-lain yang bisa ningkatin perbaikan kita dalam menulis, gas saja. Harus berani berkorban.

Saya dulu juga begitu. Ketika ada kesempatan seminar, sharing, bahkan training dan nulis kolabrasi, saya usaakan ikut. Termasuk beli buku. Ini juga untuk perbaikan. Baik dari segi referensi secara isi maupun cara menulinya. Kita bisa pelajari buku-buku yang ada. Maksimalkan perpus gratis.

Kalau mau punya sendiri, beli, biar bisa dicoret sana sini. Ya, untuk beli buku saya gak harus memkasa untuk beli di Toko Buku LITERA kan? Ya meskipun LITERA melayani online dan siap kirim se-Indonesia. Kalau saya maksa ntar bisa masuk penjara. Haha. Ya tapi kalau mau beli di @tokobukulitera saya ikut senang. Karena toko itu dikelola istri saya. Bahkan siap menerim reseller dari mana pun.

Kembali ke tema, bahwa kita harus melakukan perbaikan.

Karena tanpa perbaikan kita akan tertinggal. Sebab kompetitor kita di luar sana juga terus meningkatkan kapasitas. Kejamnya dunia, dia hanya memilih yang paling baik di antara yang baik. Artinya, gak cukup karya kita baik, tapi diusahakan jadi yang terbaik.

Asma Nadia pernah menyarankan, sebagai penulis selayaknya juga berperan sebagai editor. Sehingga karya kita nol kesalahan. Meski itu tidak mungkin, namun ada semangat untuk memperbaiki naskah dengan sebaik-baiknya. Hingga seolah editor tak perlu ngedit lagi.

Intinya, perbaikan itu adalah kebutuhan. Karena kualitas itu yang akan dicari orang. Makanya saya senang ketika ada hastag #AyoLebihBaik. Pernah liat?
Smg kita menjadi penulis yang dari hari ke hari semakin lebih baik. Aamiin.

Sekarang yang ke-3
 3. D = Do’a

Sebagai makhluk, jangan pernah sombong kepada Sang Pencipta. Karena Dialah yang mengatur hidup kita. Salah satu kesombongan ketika kita tak lagi berdoa dan meminta kepada-Nya.

Menulis itu perjuangan panjang. Perlu energi cukup besar. Tanpa diiringi doa kepada Sang Pencipta, kita bisa stress. Putus asa. 

Do’a adaah senjata. Ketika ingin berkarya, jangan lupa berdoa. Insyallah, Allah akan menunjukkan jalan terbaik agar kita bisa berkarya. Selagi kita mau berdo’a, kita akan selalu punya kekuatan untuk menulis. insyaAllah.

Karena sesuai pengalaman, saya ngedit naskah buku bisa sampai dini hari. Dan pernah sesekali saya sampaikan ke temen; kalau mau berkarya pilihannya ada 2: antara tidur jam 2 dini hari atau bangun jam 2 dini hari. Tanpa itu berat karya kita akan selesai.

Sekarang yang ke-4
4. A = Amati

Cek buku-buku yang ada. Cari yang mirip dengan buku yang mau kita tulis. Amati Tiru Modifikasi (ATM).

Ke toko buku atau perpus, cari buku yang paling tipis, paling kecil, paling biasa, kasarnya buku paling jelek lah. Terus bilang ke diri sendiri :
-              Masa aku gak bisa buat kayak gini?
-              Harusnya aku bisa buat yang lebih baik dari ini!

Jadi biar kita gak merasa berat saat mau nulis buku. Kalau belum apa-apa sudah lihat yang buagus, best seller, takutnya kita ngedrop dan merasa :
-              Wah kalau kayak gini aku gak sanggup
-              Aku gak layak nulis buku
-              Ilmuku gak ada apa apanya. Malu kalau harus nulis buku
-              Dan peresepsi negatif lainnya

Inilah pembunuh. Bukan karena kita gak bisa nulis, tapi karena kita takut dibilang karyanya gak mutu. Gak berkualitas. Gak bagus.
Jadi kita berkarya seolah harus langsung keren. Padahal penulis yang sekarang karyanya pada best seller itu dulu mereka siapa? Orang biasa juga.
Saya dulu juga mengamati buku-buku yang menurut saya “wah kalau ini saya bisa”, akhirnya makin semangat buat nulis.

 Terakhir, yang ke-5
H = Harus terbit

Ustadz Salim A. Fillah, sebagaimana yang saya sampaikan di atas, buku pertamanya adalah buku yang hari ini telah direvisi. Karena menurut beliau, saat terbit dulu ‘seolah’ belum layak terbit. Baik dari isi maupun lainnya.

Namun karena semangat berbagi dan niat meluaskan kebaikan, bukunya harus diterbitkan. Dan hari ini, Ustadz Salim telah menulis banyak buku yang best seller. Bahkan belum dicetak sudah banyak yang pesen.

Andai dulu Ustadz Salim lebih memilih untuk gak nerbitin karena merasa gak layak terbit, mana mungkin sekarang bisa best seller?

Best seller itu adalah tahap selanjutnya. Sedangkan hari ini, kita perlu menapaki tangga pertama; nulis dulu apa pun dan harus terbit dengan kualitas bagaimana pun. Tentunya sudah terbaik versi kita. Soal nanti ada yang harus diperbaiki, santai saja, bisa direvisi kok.

Undang-undang yang dibuat dan diputuskan para ahli dan orang hebat saja banyak yang direvisi, apalagi karya kita. Jadi santuy saja. Bukankah pernah kita temui buku yang bertanda “edisi revisi”? tandanya buku itu ada perbaikan dari terbitan sebelumnya. Nah buku kita juga bisa gitu; terbit saja dulu. Revisi kemudian.

Saat ini sudah banyak cara untuk menerbitkan buku. Jika sudah punya naskah siap terbit, insyaAllah @penerbitgenpro siap bantu sampai terbit tanpa seleksi.


Oh ya, cara cepat dan mudah nulis buku adalah nulis kolaborasi. Saya nulis buku “Kalau Cinta Jangan Nanggung” sekitar 2 bulan. Buku “Guru Jalan Juangku” bersama para Guru SMP IT Al-Manar Pangkalan Bun, sekitar  1-2 Bulanan. Bahkan nulis buku “Memaknai Kesucian Cinta” kolaborasi dengan istri selesai dalam waktu  13 hari.
Makanya untuk mempermudah siapa pun nulis dan diterbitkan jadi buku, Madani Training meluncurkan program @nuliskolaborasi insyaAllah setiap bulan. Sekedar info, pendaftaran bulan Mei kemarin terpaksa harus ditutup sebelum genap satu hari. Kenapa? Karena kuotanya sudah full, yakni Cuma 25 orang untuk satu buku.
Nah, untuk yang bulan juni, sementara belum dirilis. Ikuti saja instagram @madanitraining dan @nuliskolaborasi biar tidak ketinggalan info.
ya sementara untuk sharing malam ini, selebihnya kita bisa diskusi.

Jadi ada 5 cara :
M : Menulis apa pun, tanpa tapi
U : Usaha Perbaikan
D : Do’a Tanpa Henti
A : Amati Buku Sejenis
H : Harus Diterbitkan
Disingkat M-U-D-A-H.

Demikian, terimakasih. Saya kembalikan kepada moderator.
Disampaikan Oleh


Zailani BQ
(Penulis Buku & Pendamping Program @nuliskolabrasi)
di Sharing Kepenulisan Grup WA
READ MORE - 5 Cara MUDAH Menulis Buku
Ronaldo Rozalino S.Sn
BERHENTILAH MENGHUJAT “GURU MAKAN GAJI BUTA”
Oleh: Baso Marannu

Sengaja saya tulis, karena merasa ‘gregetan’ dengan beberapa komentar dan postingan netizen yang menganggap bahwa keputusan pemerintah untuk menunda tahun ajaran baru hingga tahun 2020 karena mengingat resikonya lebih tinggi pada kesehatan anak-anak, dengan keputusan tersebut itu dengan nada ‘sinis’ para orang tua beranggapan berarti selama beberapa bulan ke depan guru-guru hanya ‘MAKAN GAJI BUTA’  karena tidak melakukan proses belajar mengajar, kalaupun melakukan proses belajar mengajar itupun dilakukan dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Masyarakat kiranya bijak melihat dan membaca realitas tugas dan tanggungjawab guru-guru di Indonesia saat ini menyikapi pendemi covid19, jangan hanya memandang sebelah mata atau bahkan berkomentar negatif, padahal banyak kreativitas dan inovasi selama ini telah dikerjakan oleh guru-guru tapi tidak terekspose di media, karena menurut mereka selama ini ketika membuat anak-anak Indonesia cerdas dan berakhlak tidak mereka ekspose besar-besaran, jadi mereka menganggap bahwa bekerja ikhlas walaupun bayaran mereka tidak besar bahkan harus berkorban adalah sesuatu yang lebih baik dan lebih elegan, ketimbang berteriak-teriak yang akibatnya justru mempengaruhi karakter peserta didiknya.

Saya ingin menyampaikan realitas yang cukup ‘menyedihkan’  selama ini yang mungkin kurang diekspose di media.

MENJADI GURU KUNJUNG KARENA TIDAK ADA JARINGAN INTERNET

Sebagian besar guru yang dengan penuh ikhlas mendatangI siswanya yang memang kondisi daerah mereka tidak terjangkau internet, bisakah Anda membayangkan bagaimana pengorbanan seorang guru yang mendatangi siswanya satu persatu kemudian membimbing mereka di rumah, berapa biaya yang harus guru keluarkan secara pribadi, ingat tranportasi guru nggak dibayarkan sekolah loh! Jadi kalo adan orang tua mengatakan bahwa mereka tidak berbuat, tolong hentikan kritikan itu!

MEMBELIKAN QUOTA UNTUK SISWANYA

Beberapa sekolah justru membelikan quota buat siswanya yang memang tidak mampu membeli kuota internet, jika memang pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh, jadi jangan menganggap semua sekolah hanya mementingkan ‘bisnis’ pendidikan.

Bahkan ada guru yang harus merogoh ‘duit pribadi’ hanya untuk membelikan kuota untuk siswanya, ini bukan dari pemerintah loh, betul-betul dana pribadi guru, karena guru ingin melakukan yang terbaik untuk siswanya dan berharap siswanya tidak tertinggal dengan teman-teman yang lainnya yang mampu membeli kuota internet.

GURU HONORER TIDAK MAMPU ‘DIGAJI’ LAGI

Yang cukup menyedihkan, ada beberapa sekolah swasta yang sudah tidak mampu untuk membayarkan intensif bulanan bagi guru-guru honorer, karena ada sebagian besar biaya SPP yang dibebankan kepada orang tua tidak mereka bayarkan dengan alasan kan tidak ada proses belajar mengajar disekolah? Ini pandangan yang terlalu picik, mereka tidak sadar bahwa selama ini biaya SPP itu sebagian untuk membayar guru-guru hononer yang belum terangkat jadi PNS atau belum menerima sertifikasi.

Walaupun mereka tidak di gaji kalaupun di berikan honor ada pemotongan yang cukup besar, bayangkan ada guru honorer yang menerima gaji bulanan hanya 300 ribuan saja perbulan, kemudian karena kurang pemasukan sekolah gaji mereka dipotong hingga 50%, berarti hanya 150 ribu, mau diapakan uang sejumlah itu? Tapi kenyataannya mereka tetap dengan penuh keikhlasan melaksanakan tugas dan tanggungjawab guru honorer dengan penuh semangat, walaupun sedikit mengelus dada penuh kesabaran.

BEKERJA KERAS MEMPERSIAPKAN KURIKULUM ‘DARURAT’

Saat ini beberapa sekolah dengan penuh tanggungjawab mempersiapkan segala hal yang menyangkut kurikulum, strategi belajar mengajar serta skema yang terbaik untuk pelaksanaan pembelajaran ketika dilakukan penundaan, dengan berbagai alternatif itu tentunya menguras pikiran dan tenaga, kita sebagai orang tua kan hanya tahu beres. Jadi saat ini walaupun siswa nggak ke sekolah para guru-guru masih diwajibkan ke sekolah untuk berkoordinasi dengan guru-guru lainnya seperti biasa, hanya saja mereka tidak masuk ke kelas untuk mengajar.

GURU TETAP MEMANTAU SISWANYA SATU PERSATU

Ini bukan pekerjaan mudah, menyapa dan memantau keadaan siswanya satu persatu, walaupun hanya lewat WA atau bahkan menelepon langsung. Kita saja yang hanya memiliki anak tiga atau lima orang yang sedang belajar di rumah sudah berteriak dan stress, bagaimana dengan guru yang harus memantau siswanya yang lebih dari 50 orang?

Masih banyak lagi tugas dan tanggungjawab yang selama ini dilakukan oleh guru-guru demi kebaikan siswanya namun tidak terekspose di media, jadi, bagi masyarakat terutama para orang tua MOHON DENGAN SANGAT berhentilah menghujat guru-guru ‘HANYA MAKAN GAJI BUTA’

Marilah kita saling bergandeng tangan membantu guru-guru di Indonesia, karena untuk mencerdaskan generasi muda dan siswa kita di masa mendatang ini bukan hanya tugas guru, tapi TUGAS KITA BERSAMA.

Baso Marannu

#guruberdedikasi
#integritas
READ MORE - BERHENTILAH MENGHUJAT “GURU MAKAN GAJI BUTA”
Ronaldo Rozalino S.Sn
JADILAH UMAT RABBANI, BUKAN UMAT “RAMADHANI”

Buletin  kaffah , No. 143 (6 Syawal 1441 H - 29 Mei 2020 M)

Ramadhan memang telah berlalu. Namun seharusnya, semangat ketakwaan saat Ramadhan janganlah pudar. Sebabnya, hikmah ibadah shaum selama sebulan penuh justru untuk menguatkan dan menaikkan derajat kita ke level takwa (QS al-Baqarah [2]: 183).

Bisyr al-Hafi, seorang ulama shalih, suatu saat berkata, “Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal hak Allah, kecuali hanya pada bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya seorang disebut shalih ketika ia beribadah dan ber-mujahadah selama setahun penuh.”

Keharusan Istiqamah
Selama Ramadhan umat diberi riyadhah (pelatihan) yang luar biasa. Mereka ‘dipaksa’ menahan hawa nafsu lapar, haus dan dorongan seksual sejak fajar hingga Maghrib. Mereka didorong untuk melakukan tilawah al-Quran dan qiyamul layl (shalat tarawih), banyak bersedekah dll. Semua itu mereka lakukan sembari mengerjakan aktivitas harian seperti biasa. Pada sepuluh hari penghujung Ramadhan kaum Muslim juga dianjurkan menghidupkan mesjid-mesjid dengan beritikaf. Di antaranya untuk mendapatkan keutamaan

 Lailatul Qadar.
Dengan kadar ibadah seperti demikian semestinya siapa saja akan semakin kuat ketakwaannya kepada Allah SWT. Pada siang hari selama Ramadhan ia bisa melepaskan nafsu makan dan minum, juga berhubungan suami-istri. Di luar Ramadhan seharusnya ia pun bisa mengendalikan diri dari memakan harta yang haram, pergaulan yang haram dengan lawan jenis, dll.

Sayang, pada sebagian Muslim, semangat takwa itu begitu cepat pudar saat Ramadhan berlalu. Tak perlu menunggu sebulan. Hanya selang beberapa hari saja, semangat Ramadhan itu langsung menghilang.
Ibnu Taimiyah mengingatkan, “Siapa saja yang bertekad meninggalkan maksiat pada bulan Ramadhan saja, tanpa memiliki tekad yang sama pada bulan lainnya, ia bukan seorang yang benar-benar bertobat.” (Al-Majmu’ al-Fatawa, 10/743).

Padahal amal yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah keteguhan atau keistiqamahan. Suatu ketika Nabi saw. dimintai nasihat oleh seorang sahabat. Beliau lalu bersabda:
ﻗُﻞْ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ، ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺘَﻘِﻢْ

Katakanlah, “Aku beriman kepada Allah.” Kemudian beristiqamahlah! (HR Muslim).
Allah SWT menyebutkan besarnya keutamaan orang yang istiqamah dalam ketaatan:
ﻓَﺎﺳْﺘَﻘِﻢْ ﻛَﻤَﺎ ﺃُﻣِﺮْﺕَ ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺎﺏَ ﻣَﻌَﻚَ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻄْﻐَﻮْﺍ ﺇِﻧَّﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﺑَﺼِﻴﺮٌ
Beristiqamahlah kamu (di jalan yang benar), sebagaimana kamu diperintah, juga orang yang telah bertobat bersama kamu. Janganlah kalian melampaui batas! Sungguh Dia Maha melihat apa saja yang kalian kerjakan (QS Hud [11]: 112).

Selanjutnya Allah SWT menjanjikan derajat yang agung bagi siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang bisa istiqamah:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺘَﻘَﺎﻣُﻮﺍ ﺗَﺘَﻨَﺰَّﻝُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﺨَﺎﻓُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺰَﻧُﻮﺍ ﻭَﺃَﺑْﺸِﺮُﻭﺍ ﺑِﺎﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ

Sungguh orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," lalu mereka beristiqamah, kepada mereka malaikat akan turun dengan mengatakan, "Janganlah kalian takut dan jangan pula merasa sedih. Bergembiralah dengan surga yang telah Allah janjikan kepada kalian." (QS al-Fushshilat [41]: 30).

Merawat Keistiqamahan
Agar menjadi hamba yang senantiasa istiqamah dalam ketaatan, kaum Muslim perlu menghayati sejumlah hal. Pertama: Mengingat kematian dan tempat kembali kepada Allah SWT. Setiap Muslim mesti meyakinkan diri bahwa kehidupan ini fana. Kelak dia akan kembali kepada Allah SWT. Pada saat itu tak ada yang bisa menyelamatkan dirinya selain ketakwaan. Banyak ayat yang menyebutkan penyesalan manusia di akhirat karena melepaskan diri dari agama Allah SWT. Di antaranya firman Allah SWT:

ﻭَﻟَﻮْ ﺗَﺮَﻯ ﺇِﺫِ ﺍﻟْﻤُﺠْﺮِﻣُﻮﻥَ ﻧَﺎﻛِﺴُﻮ ﺭُﺀُﻭﺳِﻬِﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺃَﺑْﺼَﺮْﻧَﺎ ﻭَﺳَﻤِﻌْﻨَﺎ ﻓَﺎﺭْﺟِﻌْﻨَﺎ ﻧَﻌْﻤَﻞْ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﺇِﻧَّﺎ ﻣُﻮﻗِﻨُﻮﻥَ

(Alangkah ngerinya) jika engkau melihat orang-orang berdosa itu menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhan mereka (seraya berkata), “Duhai Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar. Karena itu kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shalih. Sungguh kami adalah orang-orang yakin.” (TQS as-Sajdah [32]: 12).

Baginda Rasulullah saw. mengingatkan bahwa kedudukan seseorang di hadapan Allah SWT justru ditentukan di penghujung kehidupan, bukan di awal:

ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟْﺨَﻮَﺍﺗِﻴﻢِ

Sungguh amal-amal itu ditentukan saat penutupan (akhir)-nya (HR al-Bukhari).

Celakalah orang yang bersungguh-sungguh di awal, tetapi tak bisa mempertahankan ketaatan kepada Allah SWT di akhir hayat. Sabda beliau, “Demi Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, ada seseorang di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga hingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga, kecuali sehasta saja. Lalu dia didahului oleh ketetapan Allah. Kemudian dia melakukan perbuatan ahli neraka sehingga dia masuk neraka.” (HR al-Bukhari).

Kedua: Menjadikan Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai satu-satunya yang ditaati secara mutlak. Sikap istiqamah bisa runtuh ketika manusia lebih memilih menaati pihak selain Allah SWT dan Rasul-Nya. Padahal kelak pada Hari Akhir, orang-orang seperti itu akan menyesal. Mereka bahkan akan melaknat para pejabat, pimpinan dan raja yang dulu mereka taati di dunia (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 66-68).

Ketiga: Menaati setiap perintah Allah SWT tanpa memisahkan satu hukum dengan hukum yang lain. Hari ini hukum-hukum Islam dipilah dan dipilih. Sebagian diamalkan. Sebagian ditinggalkan. Ada Muslim yang bisa begitu tekun dan khusyuk beribadah, tetapi kehidupannya berkubang dalam muamalah ribawi. Ada yang bisa menjalin hubungan baik dengan kalangan non-Muslim bahkan penganut LGBT, namun membenci saudaranya yang memperjuangkan syariah Islam secara kaffah. Ada yang bersemangat dalam amal ibadah shaum, shalat berjamaah, tilawah al-Quran, sedekah, umrah dan berhaji. Namun, mereka mengabaikan syariah Islam dalam hukum pidana, muamalah, politik dan negara. Bahkan di antara mereka ada yang menyatakan sebagian hukum Islam mengancam tatanan kehidupan masyarakat. Padahal Allah SWT telah berfirman:

ﺃَﻓَﺘُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺒَﻌْﺾِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﺗَﻜْﻔُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺒَﻌْﺾٍ ﻓَﻤَﺎ ﺟَﺰَﺍﺀُ ﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻌَﻞُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﺧِﺰْﻱٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻳُﺮَﺩُّﻭﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺷَﺪِّ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻐَﺎﻓِﻞٍ ﻋَﻤَّﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab dan mengingkari sebagian lainnya? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada Hari Kiamat mereka akan dilemparkan ke dalam siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat (TQS al-Baqarah [2]: 85).

Keempat: Bersabar dalam ketaatan. Istiqamah dalam ketaatan membutuhkan kesabaran. Sebabnya, orang yang istiqamah akan dihadapkan pada ragam ujian sampai ia menghadap Allah SWT. Allah SWT berfirman:

ﺃَﺣَﺴِﺐَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺃَﻥْ ﻳُﺘْﺮَﻛُﻮﺍ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﺁﻣَﻨَّﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﺎ ﻳُﻔْﺘَﻨُﻮﻥَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja berkata, "Kami telah beriman," sementara mereka tidak diuji lagi?” (TQS al-Ankabut [29]: 2).

Sabar yang diperlukan seorang hamba adalah sabar menghadapi musibah, sabar menjalankan ketaatan dan sabar menghadapi kemungkaran. Ketiga jenis kesabaran itulah yang mutlak diperlukan seorang Muslim dalam meniti keistiqamahan.
Pada masa sekarang, ketika umat Muslim ada dalam kemunduran, berpegang teguh pada Islam menghadapi ujian yang sangat berat. Tudingan radikal, fundamentalis, kaku, konservatif dll sering disematkan pada kaum Muslim yang sedang merawat keistiqamahan. Bahkan tidak jarang intimidasi secara fisik pun harus dialami seperti larangan menutup aurat dan bercadar, diberhentikan dari pekerjaan, diusir oleh keluarga dan lingkungan, dsb.

Dalam hal ini Baginda Nabi saw. memberikan motivasi bahwa kesabaran pada akhir zaman mendatangkan kebaikan yang amat besar:

ﻳَﺄْﺗِﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺯَﻣَﺎﻥٌ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮُ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻛَﺎﻟْﻘَﺎﺑِﺾِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺠَﻤْﺮِ
Akan datang kepada manusia suatu zaman saat orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api (HR at-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain ada redaksi tambahan, “Untuk orang yang beramal (sabar) di tengah-tengah mereka ada pahala semisal pahala 50 orang yang mengerjakan semisal amal tersebut.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah semisal pahala 50 orang dari mereka?” Beliau menjawab, “Semisal pahala 50 dari golongan kalian (para sahabat).” (HR Abu Dawud).
Kelima: Tetap beramal sekalipun hanya sedikit. Amal yang paling Allah cintai adalah yang terus dilakukan meskipun sedikit. Nabi saw. bersabda:

ﺃَﺣَﺐُّ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺩْﻭَﻣُﻪُ ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﻞَّ

Amalan yang paling Allah cintai adalah yang paling berkelanjutan meski hanya sedikit (HR Muslim).

Khatimah
Demikianlah, keistiqamahan adalah buah yang harus diraih pasca Ramadhan. Ada sebelas bulan lagi yang harus dijalani hingga bertemu dengan Ramadhan tahun depan. Janganlah kita menjadi ‘hamba Ramadhan’, tetapi jadilah hamba Allah SWT yang senantiasa menaati-Nya sepanjang hayat. []
—*—
Hikmah:
Allah SWT. berfirman:
ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﻌْﺒُﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺮْﻑٍ ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﺻَﺎﺑَﻪُ ﺧَﻴْﺮٌ ﺍﻃْﻤَﺄَﻥَّ ﺑِﻪِ ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺻَﺎﺑَﺘْﻪُ ﻓِﺘْﻨَﺔٌ ﺍﻧْﻘَﻠَﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻪِ ﺧَﺴِﺮَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓَ ﺫَﻟِﻚَ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺨُﺴْﺮَﺍﻥُ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦُ

Di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi. Jika dia memperoleh kebajikan, tetaplah dia dalam keadaan itu. Jika dia ditimpa suatu bencana, berbaliklah dia ke belakang. Rugilah dia di dunia dan di akhirat. Yang demikian adalah kerugian yang nyata. (TQS al-Hajj [22]: 11). []
—*—
Download File PDF:
http://bit.ly/kaffah143
READ MORE - JADILAH UMAT RABBANI, BUKAN UMAT “RAMADHANI”
Ronaldo Rozalino S.Sn
















SILATURAHIIM INTERNASIONAL PDM KUANSING; MEMAJUKAN INDONESIA , MENCERAHKAN SEMESTA DI ERA NEW NORMAL
Oleh: Ronaldo Rozalino*

Bismillah. Sabtu, 30 Mei 2020 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuantan Singingi mengadakan silaturahiim secara virtual. Dengan tema Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta Di Era Now Normal. Menghadirkan pembicara Dr. H. Saidul Amin, MA Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau. Ustad Saidul jg menjelaskan tentang konsep New Normal dalam Perspektif Muhammadiyah. New Normal dapat dipandang dari sisi positif dapat pula  dipandang dari sisi negatif.
Dari sisi positif New Normal dipandang sebagai suatu realita kehidupan yag mesti kita jalani.
New Normal menuntut kemampuan kita untuk realitas yg baru dalam kehidupan.
Untuk itu sebagai Warga Persyarikatan Muhammadiyah kita dianjurkan untuk mengembangkan Teologi Al-Aahar dan Teologi Al-Maun.

Dr. Agusmandar, S.Sos.,M.Si Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuantan Singingi menyampaikan disambutannya melalui “Zoom Meeting” . Sangat mengapresiasi kegiatan silaturahiim yang di inisiasi M. Rizki Lazuardi, S.Pd Pemuda Muhammadiyah Kuantan Singingi. Terus semangat menghidupi Muhammadiyah di Kuantan Singingi. Kegiatan seperti ini era new normal karena adanya dampak covid-19 terus berlanjut. Karena setiap kegiatan dilaksanakan dengan online. Sebagai host silaturahiim ini, Rindra Febrian, S.Fil.I berjalan dengan sukses dan lancar.

Dilanjutkan pembicara bersama Saidul Amin menyampaikan, jadilah pion-pion perubahan Muhammadiyah. Mari berjuang bersama Muhammadiyah dan kita yang membutuhkan Muhammadiyah. Dan jangan bicara negara Islam kalau dirumah sendiri belum kita Islamkan. Diskusi ini luar biasa karena menghadirkan PP Muhammadiyah Singapura, PCIM Malaysia, PCIM Sudan, PCIM Maroko, PCIM Arab Saudi. PCIM Mesir.

Turut hadir di silaturahiim ini yaitu Ketua PD Aisyah Kuansing, Ketua PD Muhammadiyah Kuansing, Ketua PD Nasyiyatul Aisyiah  Kuansing, Ketua Pimda Tapak Suci PM Kuansing, Ketua Kwarda HW Kuansing, Ketua PC IMM Kuansing, Ketua PD IPM Kuansiing , ungkap Ronaldo Rozalino, S.Sn Humas PDM Kuansing.

Ustadz Zulfan PCIM Sudan menyampaikan sejak dulu new normal sudah ada, seperti Nabi Adam perubahan yang paling dahsyat. Yang terbisa hidup disurga ratusan tahun, lalu dikeluarkan Allah dari surga.

Ustad Ziyan PCIM Maroko menyampaikan wabah yang telah terjadi bukan sesuatu yang baru . Untuk itu kita harus memaknai hidup dengan hidup. Allah akan menguji sejauh mana kita beramal. Maroko pernah terjadi wabah besar, hampir 1/3 warganya terkena dampaknya. Neew ormal kebiasaan yang sudah duluan dilakukan umat Islam dengan cara berwudhu 5 kali sehari.

Ustadz Abdul Latif PCIM Arab Saudi pun menyampaikan Mekah belum dibuka secara umum. Untuk pelaksanaan haji melihat kondisi masyarakatnya nanti.

Ustadz Umair PCIM Mesir menyampaikan memajukan dengan watak kritis manusia . Lock down disini jam 8 malam sampai jam 8 pagi.

Selanjutnya Ustadz Mukhlihin PCIM Sudan menyampaian interpretasi new normal berdasarkan Qur’an dan Sunnah . Sampai saat ini Sudan tidak melangkah new normal. Pemerintah melakukan lock down terbatas.

Silaturahiim yang dihadiri dari beberapa negara. Menjadikan silaturahiim berskala Intenasional. Apresiasi yang setingi-tingginya PDM Kuansing sudah terbang tinggi untuk GO Internasional. Di akhir silaturahiim ini. PDM mengucapkan Taqabballahu wamina waminkum. Maaf lahir bathin. Selamat Idul Fitri 1441 H / 2020 M. Islam agamaku, Muhammadiyah Gerakanku. Ungkap Ronaldo Rozalino, S.Sn Kader Militan Muhammadiyah.
Reportase
Ronaldo Rozalino, S.Sn
*Guru ASN SMA Negeri 1 Sentajo Raya Provinsi Riau
*Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB)
READ MORE - SILATURAHIIM INTERNASIONAL PDM KUANSING; MEMAJUKAN INDONESIA , MENCERAHKAN SEMESTA DI ERA NEW NORMAL
Ronaldo Rozalino S.Sn
*LPIM UM-SUMBAR ADAKAN WEBINAR: “ZAKAT FITRAH DI TENGAH PANDEMI COVID 19”*

Lembaga Pengkajian al-Islam dan Kemuhammadyah (LPIM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat adakan Webinar yang mengambil tema “Zakat Fitrah di tengah Pandemi Covid 19”.

Pemilihan tema ini tidak lepas dari situasi pandemic Covid 19 yang tengah dihadapi masyarakat secara global. Dalam situasi seperti ini banyak membawa perubahan sosial. Salah satunya, secara material-ekonomi banyak masyarakat yang terdampak.

Dampak ini akibat munculnya kebijakan baru pemerintah seperti pembatasan gerak manusia untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Terbatasnya gerak ini memberi andil sangat besar melambatnya perputaran ekonomi masyarakat. Banyak masyarakat yang sebelumnya cukup mapan kini mereka membutuhkan bantuan dari yang lebih mampu, apalagi mereka datang dari strata masyarakat miskin sebelumnya tentu saja menjadi sangat sengsara di tengah pendemic Covid 19 ini.

Artinya jumlah mustahik zakat fitrah menjadi meningkat jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk menganalisis secara akademis persoalan yang tengah terjadi tersebut LPIM UM- Sumatera Barat menghadirkan narasumber Dr. Mursal, M.Ag (Wakil Rektor II UM-Sumbar), yang merupakan salah satu pakar ekonomi Islam. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Rosdialena, MA dosen BPI UM-Sumatera Barat dan diikuti oleh dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni.

Kegiatan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2020 pukul 13.00 WIB s.d 15.00 WIB via aplikasi Zoom, seperti ditutur oleh Ketua LPIM UM-Sumatera Barat Dr. Ahmad Lahmi, MA.

Beberapa catatan penting dari webinar mengenai zakat fitrah tersebut adalah bahwa semua Muslim wajib  membayar zakat fitrah. Kewajiban membayar zakat fitrah tidak menjadi pupus meskipun di tengah pandemic covid 19 ini. Justru semakin penting dilaksanakan mengingat banyak msayarakat yang sangat membutuhkan, jumlahnya pun kini lebih meningkat.

Zakat fitrah secara hakikat berguna sebagai ajang saling berbagi kepada sesama terutama orang miskin karena berbagi tersebut terdapat keberkahan. Di samping menumbuhkan rasa peduli, tidak saja secara pisik, tetapi juga ruhani. Orang-orang yang kelaparan, jiwa mereka rapuh sehingga mereka mudah terjerembab ke dalam kekafiran, tambahnya.

Sebagaimana disampaikan oleh narasumber bahwa “Zakat fitrah wajib dibayarkan oleh setiap Muslim. Zakat fitrah mengikat setiap orang terlepas ia miskin atau kaya raya. Karena zakat fitrah terkait dengan jiwa dimana tidak dipersyaratkan seseorang menunggu kaya sebagaimana kewajiban pada zakat mal (zakat harta)”.

Zakat fitrah dapat menggunakan makanan pokok sesuai kebiasaan masyarakat setempat, juga menggunakan uang sesuai harga kebutuhan pokok yang dapat langsung diberikan kapada masyarakat miskin atau melalui lembaga badan amil yang ada. Jumlah zakat fitrah yang dikeluarkan adalah 1 sha’ makanan pokok yang setera 3,5 liter atau 2,7 kilo gram makanan pokok setiap individu Muslim. Sumber: Grup WA  Info Pasca UMSB 2019
READ MORE - LPIM UM-SUMBAR ADAKAN WEBINAR: “ZAKAT FITRAH DI TENGAH PANDEMI COVID 19
Ronaldo Rozalino S.Sn

GURU BERKUALITAS NGGAK DICAPAI SECARA “INSTAN”

Jika Masyarakat benar-benar mengharapkan pendidik dan tenaga kependidikan benar-benar berkualitas maka ada beberapa hal yang perlu dikerjakan secara bersama-sama, guru, orang tua dan pemerintah harus berjalan bersama dan saling mendukung dengan cara:

1.Tingkatkan Kesejahteraan Guru.

Bagaimana mungkin para guru meningkatkan kualitas individu mereka sebagai pendidik, sementara untuk memenuhi kebutuhan ‘dapur’ agar tetap berasap saja masih pontang-panting mencari tambahan diluar. Ada yang mengatakan “jangan jadi Guru” karena memang guru itu ya hidupnya pas-pasan saja, rasanya pernyataan ini kurang elok juga. Guru manusia biasa, butuh kesejahteraan yang “cukup” nggak perlu berlebih-lebihan, tapi pada kenyataannya banyak guru-guru terutama yang masih honorer penghargaan terhadap profesi itu belum berpihak pada mereka.

2. Berikan pelatihan secara merata.

Bagaimana mungkin kita menuntut guru berkualitas, sementara mereka tidak pernah diberikan pelatihan peningkatan SDM, kalaupun ada program pelatihan, biasanya yang ikut itu-itu saja, hanya karena ada koneksi dengan Kepala Dinas setempat, atau karena dia berada di Kota, sehingga guru yang kebetulan bertugas di pedalaman tidak mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan.
.
3. Jalin Komunikasi intensif,

Guru perlu disapa, perlu didengarkan keluhannya, jangan menganggap bahwa guru saat ini “cengeng” selalu menginginkan tingkat kesejahteraannya ditingkatkan sementara mereka tidak berbuat apa-apa,  ini nggak fair, kalau Pemerintah setempat sering melakukan komunikasi dan mendengarkan keluhan mereka maka persoalan kebutuhan yang prioritas akan dapat diketahui secara jelas.

4. Tingkatkan Fasilitas sekolah,

Bagimana mungkin guru dapat melakukan proses belajar mengajar secara ideal  dan berkualitas sesuai yang kita harapkan sementara sarana dan prasarana sekolah/madrasah sangat terbatas. Jadi Dinas Pendidikan maupun Kementarian Agama yang menangani pendidikan setempat perlu terjun langsung melihat fasilitas sekolah/Madrasah yang dimiliki, jangan hanya melihat laporan admnistratif saja.

5. Bertahap.

Kualitas guru itu tidak mungkin tercapai secara cepat, tiga juta lebih guru yang mengajar tidak semuanya memiliki kemampuan SDM yang sama, untuk itu maka perlu dilakukan peta kualitas SDM Guru secara faktual, dan berikan bimbingan dan pelatihan secara bertahap.

6. Berikan Reward jangan hanya Panisment,

Bagaimana mungkin guru dapat terus mempertahankan atau meningkatkan kualitas SDM-nya sementara penghargaan dari masyarakat tidak ada, selalu dicaci maki, selalu dicibir dianggap tidak memiliki kompetensi yang diharapkan, coba berikan penghargaan setiap karya dan kreativitasnya, maka insya allah mereka akan berkualitas.

7. Jangan pilih kasi hanya karena beda pilihan politik,

Bagaimana mungkin guru secara merata dapat berkualitas sementara beberapa kepala daerah justru bersikap pilih kasih dengan guru-gurunya, ada saja guru yang berkualitas tapi karena tidak “sepaham dan segolongan” dengan kepala daerahnya, maka mereka tersingkir, dan disuruh mengajar di pedalaman tanpa ada perhatian sedikitpun.

8. Peran Organisasi Profesi

Peran organisasi profesi cukup strategis, mulai dari yang tingkat tertinggi, (PGRI, IGI dll) hingga tingkat mata pelajaran (MGMP) perlu dioptimalkan perannya, karena guru tidak mungkin menyuarakan aspirasinya secara individu, peran organisasi profesi ini sangat penting. 

Masih banyak hal lain yang mendukung terciptanya guru yang berkualitas, tergantung masyarakat dan pemerintah bagaimana mendukungnya,

Baso Marannu
READ MORE - GURU BERKUALITAS NGGAK DICAPAI SECARA “INSTAN”
Ronaldo Rozalino S.Sn


Assalamualaikum Wr.Wb
Buat adek2 tamatan SMP/MTs,  Ayo daftar dan bergabung bersama kami...caranya gampang loh, Cukup dirumah saja dan silahkan klik linknya disini ya...
https://www.sman1sentajoraya.sch.id/ppdb

SMA Negeri 1 Sentajo Raya

READ MORE - PPDB ONLINE SMA NEGERI 1 SENTAJO RAYA PROVINSI RIAU
Ronaldo Rozalino S.Sn





READ MORE - Syaidah Istri Rasulullah Cover (Liriknya Di Aransemen Lagi) Arr. Ronaldo Rozalino, SSn
Ronaldo Rozalino S.Sn

 188 Guru Se Riau Ikuti Diklat Daring Angkatan 1 Yang Di Laksanakan LPMP Riau

Oleh : Ronaldo Rozalino , S.Sn 
 (Guru ASN SMA Negeri 1 Sentajo Raya & Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat)

Bismillah. Dimulai dari Senin, 27 April s.d  Selasa, 12 Mei 2020,  188 Guru Se Riau dari 12 Kabupaten/Kota  ikuti Pendidikan Pelatihan Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) / Online yang di laksanakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP)   Riau. Hal ini disampaikan oleh  Kepala LPMP dalam sambutannya secara online dihari pembukaan.
Pelatihan Pembelajaran Daring ini dilaksanakan untuk mempersiapkan guru-guru dimasa pandemi covid-19 , nantinya bisa melaksanakan Pembelajaran Daring bersama siswa-siswinya di rumah masing-masing. Karena sudah hampir 2 bulan lebih diliburkan , tentunya kegiatan belajar tidak berhenti. Melainkan tetap berjalan namun dengan cara daring atau online yang terkoneksi dengan jaringan internet. Ungkapnya.

Ronaldo Rozalino , S.Sn Guru SMA Negeri 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, peserta pelatihan pembelajaran daring mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi saya dan guru-guru yang mengikutinya. Guru-guru diberi pembekalan materi-materi daring dari narasumber yang baik , sabar,  luar biasa, profesional dibidangnya. Pembelajaran daring ini dilakukan grup whatsup (WA) untuk berkomunikasi dua arah lalu dilanjutkan dengan beberapa aplikasi vicon webex meeting, zoom meeting, lark meetings, skype, discord. 

Materi diklat yang diberikan oleh narasumber/fasilitator diantaranya disampaikan oleh Yudi Nurman, S.Pd.,M.B.A mengenai materi diklat Umum Kebijakan Kebijakan Kemdikbud tentang Kebijakan Pelaksanaan Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Dilanjutkan oleh Fasilitator Taufik Bambang, IP.,M.Pd dengan materi diklat Umum Pengantar Aktifasi dan Pemanfaatan Internet Murah dari Berbagai Provider. 

Materi diklat inti disampaikan fasilitator Taufik Bambang IP, M.Pd & Rita Kasriwanti, S.Pd menyampaikan materi; Mengenal Aplikasi Video Convren Webinar yaitu Google Hangouts Meet, Skype, Teams, Cyberlink  U Meeting, Cisco Webex, Jitsi Meet, Dscord, Zoom.
Materi diklat inti Memanafaatkan Aplikasi Video Convren Webinar yaitu Google Hangouts Meet, Skype, Teems disampaikan oleh Fasilitator Warsito Wiratno, MT. Lalu untuk Cyberlink U Meeting, Cisco Webex, Jitsi Meet disampaikan oleh fasilitator Robby Shadri, S.Kom. lalu untuk Discord dan Zoom oleh fasilitator Niger Balbara, S.Kom, MT.

Ada beberpa materi yang lebih menarik dan bermanfaat yang digunakan untuk pembelajaran daring nantinya buat guru dan siswa. Diantaranya : Pengenalan dan pemanfaatan kelas daring : Penerapan Pembelajaran Daring dengan Google Class Room, Penerapan Pembelajaran dengan Edmodo, Penerapan Pembelajaran Daring Microsoft Office 365, Penerapan Pembelajaran Daring Malalui Kelas Maya Portal Rumah Belajar yang disampaikan oleh fasilitator dari LPMP Riau oleh Warsito Wiratno, MT, M. Adila Nusa, M.Pd, Taufik Bambang IP, M.Pd, Robby Shadri, S.Kom, NigerBalbara, S.Kom, MT, Arnadi, S.Si,GR, Sri Rahayu Ningsih, S.Pd, Syukran Setiawan, ST.

Selanjutnya materi diklat inti penerapan ujian secara daring yaitu Google Class Room, Microsoft Form, Quizizz, Kahoot disampaikan oleh Robby Shadry, S.kom. Kemudian materi diklat inti Management Kelas Daring : Membuat perencanaan pembelajaran daring, Perencanaan Media Pembelajaran untuk Online Learning oleh Resiky Bestary lalu Menggunakan berbagai fitur mengajar secara daring, Mengelola diskusi dengan peserta didik secara online, Memberikan motivasi belajar online kepada peserta didik, menggunanakan berbagai bahan ajar dalam tutorial, Produksi Media untuk Online Learning. Dan diakhiri materi penunjang Kuis Permateri, Test Akhir, Peutupan. Ungkap Ronaldo Rozalino, S.Sn Guru SMA Negeri 1 Sentajo Raya yang juga peserta Diklat Daring ini.

Diklat Daring yang dilaksakanan oleh LPMP Riau ini sangat bermanfaat sekali di ikuti oleh guru-guru se Riau yang sangat antusias mengikutinya dari awal sampai akhir kegiatan. Walaupun ada kendala teknis seperti jaringan peserta didaerah masing-masing, lampu mati, kuota internet, dan sejumlah kegiatan dirumah masing . Namun peserta (guru) yang mengikutinya benar benar menikmatinya dan berharap ada diklat lanjutannya. 

Ronaldo Rozalino, S.Sn mewakili Peserta Diklat Daring ini, Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LPMP Riau , Nara Sumber/Fasilitator yang sangat sabar menghadapi guru-guru saat pelatihan secara online ini. Semoga Allah membalas kebaikan-kebaikannya dengan pahala yang berlipat ganda. Ditambah lagi kegiatan ini dilaksanakan dibulan yang penuh berkah. Alhamdulillah semua kegiatan dilalui dengan sukses dan lancar. Semoga Allah memberkahi dan meridhoi kehidupan yang dijalani buat kita semua. Aamiin

Salam Pembelajar Daring
Ronaldo Rozalino, S.Sn
(Guru ASN SMA Negeri 1 Sentajo Raya Provinsi Riau
dan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB)
Hp.Wa 08126769812 – 085363554777

Contact IT:
Website. ronaldorozalino.blogspot.com


READ MORE - 188 Guru Se Riau Ikuti Diklat Daring Angkatan 1 Yang Di Laksanakan LPMP Riau Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn

Best Friend