
Mahakarya Kolosal di Sentajo Raya: Pesona Tari Cahaya Illahi Getarkan Pembukaan MTQ 2013
SENTAJO RAYA — Di bawah lembayung senja yang menyapu cakrawala Kuantan Singingi, sebuah harmoni tercipta bukan dari sekadar suara, melainkan dari ketukan hati dan derap langkah seratus dua puluh jiwa muda.
Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2013 di Kecamatan Sentajo Raya tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan sebuah panggung bagi “Tari Cahaya Illahi”—sebuah persembahan kolosal yang menggetarkan sukma.

Menenun Cahaya dalam Gerak dan Nada
Ketika cahaya lampu mulai berpendar, suasana hening seketika. Di tengah lapangan yang menjadi saksi bisu, 120 siswa dari berbagai SMP, MTS, dan SMA se-Kecamatan Sentajo Raya bergerak bak ombak yang tenang namun bertenaga. Di bawah tangan dingin Yeyen Febrina, S.Sn, sang koreografer, setiap jengkal gerak tak hanya sekadar tarian; ia adalah metafora pencarian manusia akan sinar Sang Pencipta.

Langkah-langkah gemulai para penari seolah bercerita tentang perjalanan ruhani—dari kegelapan menuju benderangnya hidayah. Tak hanya visual yang memanjakan mata, telinga pengunjung pun dibuai oleh gubahan musik yang megah sekaligus syahdu.
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd, sang konseptor sekaligus komposer, berhasil merajut untaian nada yang menyayat namun membangkitkan semangat. Kolaborasi antara musisi profesional dari Komunitas Sanggar Seni Kuantan Mekar dengan sepuluh siswa berbakat dari SMAN 1 Sentajo Raya melahirkan simfoni yang mengiringi setiap napas tarian tersebut.

Gotong Royong dalam Balutan Seni
Keberhasilan pementasan ini merupakan buah dari pohon kerja keras yang ditanam bersama. Di balik megahnya kostum dan riasan yang memukau, ada sentuhan tangan-tangan terampil para Guru SMAN 1 Sentajo Raya yang berperan sebagai penata rias. Mereka tidak hanya memoles wajah, tetapi memoles kepercayaan diri para generasi muda ini untuk tampil sempurna.

“Ini bukan hanya tentang tarian masal, tapi tentang bagaimana kita menyatukan energi anak muda untuk mencintai seni dan agama dalam satu tarikan napas,” ungkap salah seorang panitia di sela acara.
Dukungan penuh dari Camat Sentajo Raya selaku penanggung jawab, serta bimbingan dari Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, menjadi pilar utama yang memastikan “Cahaya Illahi” tidak redup diterpa kendala teknis.
Makna yang Tertinggal
Malam itu, Sentajo Raya tidak hanya menjadi tuan rumah bagi para qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi saksi bagaimana seni mampu menjadi jembatan menuju langit. Tari Cahaya Illahi telah meninggalkan jejak mendalam di hati para penonton.

Ia mengingatkan kita bahwa di tanah Kuantan yang kaya akan tradisi, napas Islami senantiasa menyatu dalam gerak kebudayaan. Saat tarian berakhir dan para penari bersimpuh, ada sebuah pesan bisu yang tertinggal di udara: bahwa sejauh apa pun manusia melangkah, pada akhirnya kita semua merindukan pelukan Cahaya Illahi yang abadi.

Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Composser & Arranger, Teacher Content Creator, Writer, Motivator, Bisnis Owner Leader, Blogger, Teacher Music, Instructur Music, Coach)

Posting Komentar
Komentar ya