
Harmoni Air dan Doa: 75 Jalur Siap Membelah Arus Tepian Narosa Sempena MTQ Riau
TELUK KUANTAN — Air Batang Kuantan yang tenang bersiap menyaksikan harmoni yang langka dan indah. Di bawah langit Tepian Narosa yang legendaris, gemuruh sorak kemeriahan tradisi berpadu syahdu dengan nuansa religius.
Indra Sukri, ST.,M.Pd Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan mengatakan sebanyak 75 jalur memastikan diri untuk turun bertarung dalam perhelatan akbar Pacu Jalur Rayon II Kecamatan Kuantan Tengah, sebuah pesta adat yang tahun ini terasa lebih sakral karena digelar sempena menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau.
Selama empat hari penuh, mulai 27 hingga 30 Juni 2026, riak air Kuantan tidak sekadar menjadi saksi adu kecepatan, melainkan panggung luhur di mana adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah dijunjung tinggi di atas segalanya ungkap Indra Sukri.

Perahu Hias Mengganti Mobil: Pesona Baru di Atas Air
Ada yang berbeda pada helat kali ini. Asisten III Setda Kuantan Singingi, Drs. Azhar, M.M., mengungkapkan bahwa kebersamaan dengan momen MTQ membawa warna baru yang memikat hati. Jika biasanya pawai ta’aruf dipenuhi oleh iring-iringan kendaraan darat, kali ini tradisi lokal mengambil alih panggung utama.
“Kemeriahan pawai ta’aruf kita pindahkan ke sungai. Mobil-mobil hias berganti menjadi perahu hias yang akan membelah Batang Kuantan, menampilkan keelokan budaya dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau,” ujar Azhar dengan penuh takzim.
Indra Sukri mengungkap karena panjangnya prosesi perahu hias yang menawan ini, panitia memutuskan bahwa pada hari pertama, perlombaan Pacu Jalur hanya akan meluncurkan 10 kali hilir. Langkah ini diambil agar para tamu agung termasuk para bupati dan walikota se-Riau dapat menikmati keindahan budaya Kuansing secara paripurna sebelum sebagian dari mereka kembali ke daerah asal.

Menuju Panggung Dunia: Warisan Budaya untuk UNESCO
Pacu Jalur bukan sekadar mendayung sebatang kayu. Di dalam setiap kayuhan anak pacu, mengalir darah perjuangan, gotong royong, dan harga diri masyarakat Kuantan Singingi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing, Ir. Emerson. menegaskan bahwa identitas ini telah sah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Namun, mimpi Kuansing tidak berhenti di batas nusantara. Saat ini, pemerintah daerah bersama berbagai pihak sedang berjuang menembus batas global.
“Jalur yang asli hanya ada di Kuantan Singingi. Nilai-nilai filosofis di dalamnya kini sedang kita perjuangkan agar diakui secara internasional sebagai warisan budaya dunia melalui UNESCO,” tutur Emerson optimis.

Hadiah Berlimpah dan Seruan Sportivitas
Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon II, Indra Sukri, S.T., M.Pd., melaporkan dinamika persiapan jelang laga. Sempat tercatat 77 jalur di awal pendaftaran, angka tersebut sempat terkoreksi karena ada jalur yang mengalami kendala kelayakan dan sebuah musibah duka yang menimpa anak pacuan salah satu jalur.
Namun, semangat tidak surut, koordinasi teknis berhasil mematangkan kepesertaan hingga mencapai total 75 jalur yang siap berlaga setelah prosesi pencabutan undian selesai dilakukan di Gedung Narosa.
Dukungan pun mengalir deras demi menyemangati para atlet dayung. Selain hadiah utama dari Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga, bonus tambahan berupa uang tunai puluhan juta rupiah dari Bupati Kuansing serta sumbangan hewan ternak seperti sapi dan kambing dari jajaran DPRD, Ketua KONI, hingga para donatur, telah disiapkan untuk para pemenang.

Kendati hadiah melimpah, panitia dan pihak keamanan yang diwakili oleh jajaran Polsek Kuantan Tengah mengingatkan dengan tegas agar kesucian adat tidak ternoda oleh emosi sesaat.
“Pacu jalur ini ditonton oleh ribuan mata dari berbagai penjuru. Tunjukkan sopan santun, jaga sportivitas, dan hargai satu sama lain. Jangan sampai hal-hal kecil mencederai marwah budaya kita. Ada sanksi berat bagi siapa saja yang merusak ketertiban,” tegas Indra Sukri.
Eka Putra, S.Sos.,M.Si Camat Kuantan Tengah hadir dalam kegiatan pencabutan undian Jalur yang sebagai tuan rumah di kecamatan Kuantan Tengah, beliau berharap momen ini menjadi promosi Kab. Kuansing di tingkat provinsi Riau, Indonesia dan Internasional ungkap beliau usai kegiatan tersebut.
Ketika peluit pertama ditiup besok siang, Tepian Narosa tidak hanya akan bergemuruh oleh kepakan pendayung yang membelah arus, tetapi juga oleh kebanggaan sebuah negeri yang berhasil merawat warisan leluhurnya dengan anggun di bawah payung iman dan tradisi. Selamat bertanding, jaga sportivitas! Ungkap Eka Putra dengan semangat.
Salam Kayuah
Kayuah Kayuah Kayuah
Reportase: Panpel Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan Bidang Humas (RR)

