Saat Teguran Guru Menjadi Cinta yang Tersirat
"Ronaldo Rozalino - Coach RR"
Bismillah. Dalam bentangan perjalanan usia, manusia sering kali lupa bahwa tidak semua hal yang terasa pahit di lidah buruk bagi jiwa.
Saat kita masih berupa benih muda di bangku sekolah, teguran seorang guru kerap kita respons dengan kening yang berkerut dan hati yang tertahan.
Nasihat yang luhur sering terdengar bagai sekadar larangan, dan ketegasan demi kebaikan kerap terbias bagaikan amarah.
Kita yang bersahaja sewaktu kecil hanya berniat ingin selalu dimengerti, tanpa menyadari betapa pentingnya untuk diarahkan.
Namun, ketika roda waktu berputar dan kedewasaan menuntun kita menyusuri lorong-lorong kehidupan yang sesungguhnya, kacamata pandang kita pun berubah.
Kita mulai memahami bahwa teguran seorang pendidik bukanlah upaya untuk menjatuhkan, melainkan usapan kasih sayang yang terbungkus dalam ketegasan.
Seorang guru memilih bersuara nyaring karena matanya mampu menembus kabut masa depan ia melihat potensi dan marabahaya tentang diri kita yang belum sanggup kita lihat sendiri.
Sebagaimana pesan luhur dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik...” (QS. An-Nahl: 125)
Guru adalah pewaris tugas mulia ini. Mereka menyampaikan hikmah bukan hanya materi di atas kertas, melainkan panduan jiwa.
Ketegasan mereka adalah manifestasi dari amar ma'ruf nahi munkar (menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran) yang didasari rasa kasih.
Sebuah kearifan yang tersirat untuk mengingatkan kita dengan sangat dalam:
"Jika guru tidak boleh menegur anakmu, jangan kaget suatu hari nanti hidup yang akan menegurnya, tapi tidak selembut guru."
Pesan ini selaras dengan ajaran Rasulullah SAW mengenai pentingnya saling menasihati demi kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Agama adalah nasihat.” Kami bertanya: “Untuk siapa?” Beliau menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi seluruh kaum muslimin.” (HR. Muslim)
Nasihat dan teguran dari guru adalah tameng yang melindungi anak-anak kita sebelum kerasnya gelombang dunia menghantam tanpa ampun.
Teguran keras dari kehidupan nyata kerap kali datang tanpa belas kasihan, tanpa ruang untuk bertobat, dan tanpa usapan kepala yang menenangkan.
Sementara teguran seorang guru selalu dilandasi do'a dan harapan agar muridnya tumbuh menjadi manusia yang tangguh.
Mungkin dahulu kita belum mengerti alur pikiran dan kedalaman hati mereka. Namun kini, setelah bertahun-tahun berlalu, ada rasa rindu yang merayap halus keinginan untuk kembali duduk mendengarkan nasihat-nasihat itu walau hanya sekali lagi.
Sebab kita menyadari, guru yang sejati tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan untuk dihafal, tetapi juga menanamkan kompas moral tentang bagaimana seharusnya kita meniti jalan kehidupan ini.
Refleksi oleh:
Ronaldo Rozalino - Coach RR
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator Literation & Education • Writer • Business Leader • Composer & Arranger • Coach)
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Resmi: s.id/RonaldoRozalino
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
14 tahun yang lalu
