Mengubah Mindset Hidup: Saat Akhirat Jadi Prioritas, Dunia Ikut Mempermudah
Bismillah. Ketika fajar menyingsing di Ujung Taluk Kuantan, keheningan Subuh merengkuh hembusan napas mereka yang hadir di rumah-Mu.
Di bawah pilar-pilar Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan yang megah, hamparan karpet hijau menjadi saksi bisu berkumpulnya jiwa-jiwa yang haus akan kedamaian.
Dalam kehangatan tulus Majlis Ilmu, Ustadz Supenpri, S.HI membentangkan untaian nasehat yang menyejukkan dahaga spiritual: tentang bagaimana melapangkan dada dan merengkuh ketenangan sejati.
1. Memutarkan Kemudi Hati: Dari Fana Menuju Abadi
Dunia acap kali menyilaukan mata dengan segala perhiasan dan pernak-perniknya. Aksesori modern, harta yang melimpah, hingga capaian-capaian materi sering kita anggap sebagai pintu kebahagiaan.
Namun, layaknya bayangan yang tak pernah bisa ditangkap, makin dikejar, ia makin menjauh.
Ustadz Supenpri mengingatkan kembali hakikat tujuan penciptaan manusia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi/beribadah kepada-Ku."
— (QS. Az-Zariyat [51]: 56)
Ketika orientasi hidup dialihkan dari kefanaan dunia menuju keabadian akhirat, ajaibnya, dunia justru akan bertekuk lutut mempermudah langkah kita.
Sebagaimana kebenaran sabda Rasulullah ﷺ:
مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
"Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan menjadikan kecukupan dalam hatinya, menyatukan urusannya yang terurai, dan dunia akan datang kepadamu dalam keadaan tunduk."
— (HR. Tirmidzi no. 2465)
2. Rahasia Ketenangan: Antara Qana'ah dan Tamak
Di tengah majlis, terungkap satu benang merah yang menjadi muara dari segala gelisah: rasa cukup.
Qana'ah adalah ketenangan jiwa ketika hati merasa cukup dengan apa yang dialokasikan oleh Sang Maha Pengatur.
Tamak adalah kehausan tanpa tepi, di mana sebanyak apa pun harta dan fasilitas yang digenggam, hati tetap merasa dahaga dan kurang.
Banyaknya perhiasan duniawi bahkan ibarat perangkat komunikasi tercanggih sekalipun tidak akan pernah sanggup memberikan kedamaian jika hati terbelenggu oleh ketakutan akan kekurangan.
Syaitan senantiasa membisikkan prasangka buruk dan kecemasan, menyeret manusia dari jalan ketenangan menuju lorong-lorong kesusahan.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda menegaskan hakikat kekayaan sejati:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, melainkan kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa (rasa cukup)."
— (HR. Bukhari no. 6446 & Muslim no. 1051)
3. Merawat Syukur di Usia yang Kian Senja
Seiring bertambahnya angka dalam bilangan usia, tantangan hidup yang kita hadapi tidaklah berkurang, melainkan makin kompleks dan berat.
Namun, bagi jiwa yang bertumpu pada janji Allah, setiap helai napas adalah ikhtiar pasrah dan ladang syukur.
Allah Ta'ala berjanji dalam firman-Nya yang agung:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
— (QS. Ibrahim [14]: 7)
Menerima takdir dengan lapang dada adalah kunci dari segala kecukupan. Saat kita berhenti menuntut dunia memberikan kebahagiaan abadi karena dunia memang bukan tempatnya maka rasa damai itu akan hadir menyelimuti relung hati yang paling dalam.
Pena Doa dan Harapan
Majlis pun diakhiri dengan doa yang melangit, memohon kepada Sang Pemilik Hati agar kita dijauhkan dari fitnah dunia dan dijaga dalam naungan rahmat-Nya.
Ya Allah, cukupkanlah kami dengan yang halal dari-Mu sehingga kami terhindar dari yang haram, hiasilah dada kami dengan sifat qana'ah dan rasa syukur, serta jadikanlah akhirat sebagai puncak cita-cita dan muara segala kerinduan kami. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Oleh: Ustadz H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Lokasi: Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan
Waktu: Ba'da Subuh, Selasa, 29 September 2026
Narasumber: Ustadz Supenpri, S.HI
