Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Coach RR

Allah SWT berfirman : Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar (QS.41. Fushilat : 35)

CERITA MOTIVASI : 
KENDI DAN POMPA AIR

Seorang pria tersesat di gurun pasir, ia hampir mati kehausan dan akhirnya ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh, terdapat sebuah pompa. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar.

Lalu ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan, Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air terlebih dahulu. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi.

Ia mencabut gabusnya dan ternyata kendi itu berisi penuh air. Bagaimana kalau tidak berhasil ? Maka tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi ?

Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu sekali pun beresiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya.
Benar saja !!

Air keluar dengan melimpah dan ia dapat minum sepuasnya. Setelah istirahat memulihkan tenaga dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu,

Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan sesuatu yang sangat berarti terlebih dahulu, sebelum bisa menerima kembali sesuatu yang luar biasa, PERCAYALAH !!!

Barang siapa berhati egois dan terlampau mementingkan diri sendiri, ia tidak akan memperoleh kemudahan dalam hidupnya.
Barang siapa berhati baik, murah hati, mau berbagi terhadap sesama dan berkorban buat kepentingan orang lain, maka ia akan memperoleh kebahagiaan dan kemudahan dalam hidupnya.
___________________________________________

#Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya didalam tubuh manusia ada segumpal daging yang apabila daging itu baik, niscaya tubuh yang lainnya baik. Apabila daging itu buruk, niscaya tubuh yang lainnya buruk. (HR.Muttafaq Alaih dari hadits An Nu'mam bin Basyir) 

#Rasulullah Saw bersabda : pada kesabaran atas apa yang kamu tidak sukai  terdapat kebaikan yang banyak. (HR.Ath Turmudzi dari hadits Ibnu Abbas)
READ MORE - CERITA MOTIVASI : KENDI DAN POMPA AIR
Coach RR


BANYAK YANG MENGATAKAN BAHWA HARTA ITU SEGALANYA
Tidak sadarkah mereka, bahwa banyak nikmat dunia yang tidak bisa diganti oleh uang, apalagi nikmat akhirat.
▪ Memang dengan uang, seseorang bisa membeli obat, atau masuk RS tercanggih tapi belum tentu dia bisa sehat, atau sembuh dari sakitnya.
▪ Betapa banyak orang kaya yang sakit bahkan tersiksa oleh penyakitnya hingga ajal datang karena sehat tidak bisa dibeli dengan harta.
▪ Memang dengan uang, orang bisa membeli ranjang terhalus dan ternyaman.. tapi itu tidak menjamin dia bisa tidur dengan nyenyak..
▪ Betapa banyak orang tidak bisa tidur, padahal dia bermalam di hotel paling mewah dan paling berkelas.. justru, banyak yang bisa tidur nyenyak dengan hanya beralaskan tikar dan beratapkan langit.
▪ Memang dengan uang, orang bisa membeli makanan terlezat dan paling bergizi.. tapi belum tentu dia bisa menikmati rasanya, bahkan bisa jadi makanan sudah di depan matanya, tapi selera makan tiba-tiba hilang entah kemana.. selera makan ternyata tidak bisa dia beli dengan uang.
▪ Memang dengan uang, orang bisa bertamasya dan bersenang-senang.. tapi belum tentu batin dia bahagia, betapa banyak orang yang sudah bergelimang harta, sudah mencari kesenangan hidup, tapi kebahagiaan masih tidak ia temukan..
Bahkan ia malah mabuk-mabuk an, pertanda banyak masalah dan kepenatan hidup yg ingin dia buang dan lepaskan.
▪ Uang juga tidak akan bisa membeli akhlak, meski orang bisa membeli buku tentang akhlak..
▪ Uang tidak bisa membeli waktu, meski bisa membeli jam paling baik sekalipun.. dan masih banyak lagi.
Intinya, Sadarlah Bahwa Uang Bukan Segalanya.
Tidak benar segalanya membutuhkan uang.. tapi yang benar segalanya membutuhkan pertolongan Allah.. tidak ada sesuatu pun yg bisa terjadi di alam ini kecuali atas Allah.
Oleh karenanya, mendekatlah kepadaNya, Anda akan mendapatkan semua yang Anda inginkan, bahkan lebih dari yang Anda harapkan.
Repost
READ MORE - BANYAK YANG MENGATAKAN BAHWA HARTA ITU SEGALANYA
Coach RR



APAKAH ALLAH SUDAH BOSAN SAMA KAMU!
(Reposting)
Seorang driver angkutan online bertanya pada seorang Ustadz yang kebetulan jadi penumpangnya hari itu.
"Pak ustadz, kenapa ya. Saya kok merasa susah dan penuh masalah. Cari rezeki sulit, orderan sepi, cari penumpang susah, penghasilan semakin kecil, cicilan motor dan mobil pun menunggak terus pokoknya masa depan saya semakin suram pak ustadz ....!!
Saya juga merasa jenuh dengan hidup saya yang begini-begini aja..! Terasa hambar, tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya. Bosan saya ustadz. Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya?"
"Oooo..! Mungkin saat ini Allah juga lagi BOSAN dengan kamu."
"Hahh! Allah bosan dengan saya ? Maksudnya bagaimana ustadz?", tanya si driver angkutan online itu
"Mungkin Malaikat Rahmat capek mencari kamu, ... Sebab dicari kesana kemari tapi kamu tak pernah ditemukan."
Setelah berhenti sejenak, ustadz tersebut melanjutkan,
"kamu dicari oleh Allah di antara kumpulan orang yang sholat berjamaah di masjid, tidak ada.
Dicari di antara kumpulan DHUHA, kamu juga tak ada.
Dicari di antara kumpulan TAHAJJUD juga tak ada.
Dicari di antara kumpulan PUASA sunah gak ada.
Dicari di antara kumpulan SEDEKAH juga tak kelihatan batang hidungmu.
Dicari di antara kumpulan TADARUSAN Qur'an, kamu juga tak nampak di sana.
Dicari di antara kumpulan orang orang yang UMROH, niat pun kamu tidak punya.
Driver angkutan online itu diam menunduk, ia merasa seperti ada sesuatu yang menohok relung hatinya.
Ustadz kembali melanjutkan...
"kamu dicari Allah di antara orang-orang yang tepat waktu SHOLATNYA juga tak ada. Malah sholatmu dikerjakan paling belakang dibanding aktivitas lainnya.
Memangnya siapa yang ngasih waktu dan umur pada kamu.
Dicari di antara ahli SHOLAWAT pun tak ada.
Dicari di antara yang MENUNTUT ILMU (agama/pengajian/ta'lim), juga ga ada.
Dicari di antara orang yang mengamalkan dan menegakkan SILATURRAHIM, kamu juga ga ada., sok sibuk... sok repot... ngutak-ngatik handphone yg kurang jelas manfaat
Terus Allah mau mencarimu di mana lagi? Coba sampean beritahu..!
Driver angkutan online itu diam.
"Bicaralah ... ngomonglah jgn diam aja', " ucap ustadz itu
Maka menangislah si driver angkutan online tadi. Sambil mengusap airmatanya yang bercucuran, seperti cucuran air hujan yang meresap lewat genteng bocor, ia lalu ber-Istighfar.
"Tobat... Ustadz....saya tobat "
"Hidup itu sederhana, nak" kata ustadz pelan :
"Kalau kita memprioritaskan Allah..., Dia pun pasti memprioritaskan kita."
Silahkan koreksi diri, mumpung masih ada waktu.
termasuk koreksi untuk diri saya sendiri...!!
Semoga bermanfaat semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menerima taubat kita aamiin .....!!!
Copas
READ MORE - APAKAH ALLAH SUDAH BOSAN SAMA KAMU!
Coach RR
_Meskipun berulang kali baca kisah ini tp tdk bosan2nya krn refleksi dr kehidupan skrg ini_

*"Kebohongan"*

Al Kisah, Abu Nawas berjalan di tengah pasar, sambil melihat ke dalam topinya, lalu tersenyum bahagia. Orang-orang pun heran, lalu bertanya; 

“Wahai saudaraku Abu Nawas apa gerangan yang engkau lihat ke dalam topimu yang membuatmu tersenyum bahagia?”

“Aku sedang melihat surga yang dihiasi barisan bidadari.” Kata Abu Nawas dengan ekspresi meyakinkan. 

“Coba aku lihat?” Kata salah seorang yang penasaran melihat tingkah Abu Nawas.
 
“Tapi saya tidak yakin kamu bisa melihat seperti apa yang saya lihat.” Kata Abu Nawas. 

“Mengapa?” Tanya orang-orang di sekitar Abu Nawas yang serempak, karena sama-sama semakin penasaran.

“Karena hanya orang beriman dan sholeh saja, yang bisa melihat surga dengan bidadarinya di topi ini.” Kata Abu Nawas meyakinkan.

Salah seorang mendekat, lalu berkata; “Coba aku lihat.” 

“Silahkan” kata Abu Nawas” 

Orang itu pun bersegera melihat ke dalam topi, lalu sejenak menatap ke arah Abu Nawas, kemudian menengok ke orang di sekelilingnya. 

“Benar kamu, Aku melihat surga di topi ini dan juga bidadari. Subhanallah!” Kata orang itu berteriak.

Orang-orang pun heboh ingin menyaksikan surga dan bidadari di dalam topi Abu Nawas, tetapi Abu Nawas mewanti-wanti, bahwa hanya orang beriman yang bisa melihatnya, tetapi tidak bagi yang kafir.
 
Dari sekian banyak yang melihat ke dalam topi, banyak yang mengaku melihat surga dan bidadari tetapi ada beberapa di antaranya yang tidak melihat sama sekali, dan berkesimpulan Abu Nawas telah berbohong. Mereka pun melaporkan Abu Nawas ke Raja, dengan tuduhan telah menebarkan kebohongan di tengah masyarakat.

Akhirnya, Abu Nawas dipanggil menghadap Raja untuk diadili. 

“Benarkah di dalam topimu bisa terlihat surga dengan bidadarinya?”

“Benar paduka Raja, tetapi hanya orang beriman dan sholeh saja yang bisa melihatnya. Sementara yang tidak bisa melihatnya, berarti dia belum beriman dan masih kafir. Kalau paduka Raja mau menyaksikannya sendiri, silahkan..” Kata Abu Nawas.

“Baiklah, kalau begitu saya mau menyaksikannya sendiri.” Kata Raja. Tentu, Raja tidak melihat surga apalagi bidadari di dalam Topi Abu Nawas. Tapi Raja lalu berpikir, kalau ia mengatakan tidak melihat surga dan bidadari, berarti ia termasuk tidak beriman.
 
Akibatnya bisa merusak reputasinya sebagai Raja. Maka, Raja itu pun berteriak girang: “Engkau benar Abu Nawas aku menyaksikan surga dan bidadari di dalam topimu.

Rakyat yang menyaksikan reaksi Rajanya itu, lalu diam seribu bahasa dan tak ada lagi yang berani membantah Abu Nawas. Mereka takut berbeda dengan Raja, karena khawatir dianggap dan di cap kafir atau belum beriman.

Akhirnya, konspirasi kebohongan yang ditebar oleh Abu Nawas, mendapat legitimasi dari Raja. Boleh jadi, dalam hati, Abu Nawas tertawa sinis sambil bergumam; beginilah akibatnya kalau ketakutan sudah menenggelamkan kejujuran, maka kebohongan pun akan merajalela.

Ketika keberanian lenyap dan ketakutan telah menenggelamkan kejujuran, maka kebohongan akan melenggang kangkung sebagai sesuatu yang “benar.”

Ketakutan untuk berbicara jujur, juga karena faktor gengsi. Gengsi dianggap belum beriman, atau dengan alibi/alasan lainnya. Padahal, label gengsi itu hanyalah rekayasa opini publik yang dipenuh kebohongan.

Kepercayaan diri sebagai pribadi yang mandiri untuk berkomitmen pada kebenaran berdasarkan prinsip kejujuran, telah dirontokkan oleh kekhawatiran label status yang sesungguhnya sangat subyektif dan semu. Kecerdikan/kelicikan konspirasi (kebohongan) opini publik Abu Nawas, telah menumbangkan kebenaran dan kejujuran.

Akhirnya, kecerdasan tanpa kejujuran dan keberanian, takluk di bawah kecerdikan licik yang dilakonkan dengan penuh keberanian dan kepercayaan diri meski pun itu adalah kebohongan yang nyata.

Kasus legitimasi kebohongan versi Abu Nawas, bisa saja telah terjadi disekitar kita. Tentu, dengan aneka versinya.

Selamat menjalankan aktivitas dengan jujur .
READ MORE - Kebohongan (Kisah Penuh Hikma

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777