Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan
Coach RR
SHALIHKAN DIRI DEMI BUAH HATI

“Aku bingung banget, Fit. Kenapa ya anak-anak gak mau nurut sama sekali ke aku?” Curhat seorang teman pada suatu ketika. “Setiap aku menasihati sesuatu, anak-anak tidak pernah mau melakukan. Aku gak pingin marah-marah terus tiap hari ke anak. Tapi gimana lagi, mereka susah dibilangin.”

Aku mengangguk kecil mendengar keluh kesahnya. Sungguh, aku pun pernah berada di posisinya, pusing ketika anak susah sekali menurut apa kata orang tua. Dan sampai sekarang pun aku terus belajar untuk menjadi orang tua yang ucapannya berpengaruh pada anak. 

Hingga suatu hari, sekolah tempatku mengajar mengadakan acara parenting via Zoom. Pembicaranya Ustadz Ahmad Arqom, founder lembaga pelatihan kepribadian Trustco. 

“Setidaknya ada 3 kaidah dalam bahasa Arab, yang bila kita memahami serta melaksanakan kaidah ini, insyaAllah ucapan kita akan punya ‘power’ terhadap anak.” Aku menyimak baik-baik pesan Ustadz Ahmad Arqom.

Apa saja kaidah itu?

Pertama, Annaasu atba’a man gholaba, manusia itu cenderung akan mengikuti siapa yang lebih kuat, lebih sholih, lebih pintar, dan lebih banyak jasa terhadapnya.

Orang tua yang ingin diikuti ucapan dan sikapnya oleh anak, tentu wajib menunjukkan kelebihannya pada anak. Bila anak sholat wajib 5 kali sehari, maka orang tua harus tambah dengan sholat sunnah. Bila anak baca Quran satu lembar, orang tua harus baca Quran minimal 5 lembar. Bila anak bisa matematika dasar, orang tua harus berusaha jauh lebih memahami matematika ketimbang anak. Maka, ketika anak melihat orang tua ternyata punya ‘segala sesuatu yang lebih’ dibanding dirinya, baik itu dalam bentuk ibadah atau ilmu pengetahuan, mau tidak mau anak akan menjadi segan, respek, dan ucapan kita akan berbekas di hatinya.

Jadi, sudah bukan masanya lagi kita sebagai orang tua hanya bermodal ‘lebih duluan lahir’ lalu gampang menyuruh anak untuk ini dan itu. Pingin anak rajin sholat tepat waktu, orang tua harus rajinkan diri sholat tepat waktu terlebih dahulu. Jangan bisanya bilang, “Nak, ayo sholat. Sudah adzan.” Tapi setelah itu sang orang tua malah asyik nonton sinetron “Kumenangiiiis … Membayangkan…”.

Kaidah kedua, Ashlih nafsaka yasluh lakannaas. Perbaiki dirimu, maka orang lain akan berbuat baik padamu.

Dalam konteks pendidikan anak, jika kaidah ini dibalik, mengapa anak tidak mau berbuat baik pada orang tua? Ya, bisa jadi karena sang anak tidak mellihat kita sebagai orang tua yang mau memperbaiki diri.

Pertanyaannya sekarang, apakah sudah maksimal kita memperbaiki diri? Jika belum, mungkin itulah yang menyebabkan anak tidak mau nurut pada kita.

Ada sebuah kisah dari seorang sahabat. Sahabat ini aku lihat begitu disegani oleh anaknya. Ketika aku tanya apa rahasianya? Sambil tersenyum ia jawab, 

“Gak ada rahasia khusus, sih. Tapi dari sejak anakku lahir, aku punya kebiasaan tidak pernah sekalipun ngentut / buang angin atau mengupil di depan anak.”

Sederhana banget. Tapi dampaknya begitu luar biasa. Betapa hal-hal kecil yang sering kita abaikan, ternyata bisa berpengaruh pada hormat tidaknya anak ke orang tua. 

Sekarang, kita tanyakan pada diri sendiri, betapa sering kita “Brat brot bret brut” di depan anak tanpa sungkan, atau garuk-garuk ketiak tanpa mempedulikan anak melihat tingkah bapak emaknya. Kita bahkan menganggap hal itu sebagai lelucon, tapi hasilnya anak akan memandang diri kita rendah. Naudzubillah.

MasyaAllah, sebelum mendengar kajian ini, aku termasuk orang tua yang “brat brot bret brut” di depan anak. Tapi setelah mengaji, aku berhenti melakukan hal itu. Sekarang lebih sering “brat brot bret brut” di depan istri. Wkwkwk.

Ayo bareng-bareng memperbaiki diri. Karena setiap perbaikan bukan hanya membuat diri kita menjadi nyaman, tapi bisa membuat orang lain senang.

Kaidah ketiga yaitu, Qiimatul mar’i biqodri ma yuhsinuhu, nilai seseorang itu sangat ditentukan oleh seberapa banyak kebaikan yang bisa ia kerjakan. 

Artinya, keterlibatan kita di dalam membersamai anak saat ia punya masalah, akan berpengaruh besar pada sikap hormat anak pada orang tua. Dengan selalu membersamai anak, terutama ketika ia tertekan oleh suatu hal, maka anak akan merasakan bahwa dia tidak sendiri, dia punya tempat curhat, dia punya sahabat, dan dia punya cinta pertama di dunia ini: ayah ibunya. Dan bila anak sudah merasakan hal ini, insyaAllah ia tidak akan berbuat sesuatu yang bakal mengecewakan orang tuanya.

Izinkan aku mengulang kisah Nabi Yusuf dan ayahnya, Nabi Ya’kub. Dan semoga dari kisah ini kita akan melihat betapa keshalihan orang tua, terutama seorang ayah, mampu mengeluarkan anak dari jerat kemaksiatan.

Kisah ini kita bisa baca secara lengkap di Surat Yusuf. Di sini aku mau paparkan poin pentingnya saja. 

Saat itu, Nabi Yusuf dijebak di dalam sebuah kamar oleh istrinya raja. Istri raja itu sungguh cantik jelita, badan seksi tinggi semampai, rambut lurus tergerai, semua orang tergila-gila padanya. Bahkan orang sesholih Yusuf pun tak kuasa menahan tarikan nafsu syahwat ketika digoda untuk berzina oleh sang ratu. 

“Marilah mendekat padaku,” desah perempuan cantik itu.

Berdua di dalam kamar yang sunyi itu, membuat Nabi Yusuf sudah kehilangan akal sehat, otaknya telah tersumbat nafsu. Di dalam Surat Yusuf ayat ke 24 digambarkan detailnya,

“Dan sungguh, perempuan itu sudah ingin sekali berzina dengan Yusuf, dan Yusuf pun juga punya keinginan yang sama padanya.”

Lalu apa yang membuat Yusuf akhirnya selamat dari rayuan maut wanita itu? Jawabannya ada di keterangan selanjutnya.

“(Yusuf akan melakukan zina itu) Seandainya dia tidak melihat tanda dari Tuhannya. Demikian, Kami palingkan keburukan dan kekejian darinya. Sungguh, Yusuf termasuk hamba Kami yang terpilih.”

Yang jadi pertanyaan pentingnya adalah, tanda apa yang diberikan Allah pada Yusuf hingga beliau bisa selamat dari lilitan tali nafsu yang begitu kuat itu? Para ahli tafsir Quran menjelaskan bahwa Sang Ayah-lah tanda yang dimaksud.

Jadi, ketika Nabi Yusuf tinggal selangkah lagi melakukan zina dengan istri tuannya. Tiba-tiba beliau melihat  Nabi Ya’kub di samping pintu dan berteriak, “Yusuf!” 

Setelah seperti mendengar ayahnya berteriak, Nabi Yusuf juga melihat ayahnya menggigit jarinya sendiri. Dalam adat di daerah tinggal Nabi Ya’kub, menggigit jari tangan adalah simbol kekecewaan dan kemarahan. 

Maka kembalilah kesadaran Nabi Yusuf, hingga beliau segera lari keluar kamar meski sempat ditarik bajunya dari belakang oleh sang ratu yang hatinya masih dipenuhi nafsu.

Lihat! Betapa keshalihan seorang ayah dapat menyelamatkan anaknya dari perbuatan keji. Padahal kita tahu, Nabi Yusuf berpisah dengan ayahnya ketika ia masih kecil karena dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, ditemukan oleh pedagang budak, lalu dijual ke Mesir. Selama bertahun-tahun Nabi Yusuf putus kontak dengan Nabi Ya’kub. Zaman itu belum ada WA, belum bisa video call-an.

 Lalu mengapa Nabi Ya’kub masih berkesan dan punya pengaruh kuat di hati Yusuf? Keshalihan! Ya, karena keshalihan sang ayah lah yang menyelamatkan sang anak. Dalam masa perpisahan mereka, Nabi Ya’kub tak henti berdoa khusus untuk keselamatan Yusuf.

Sekarang, seberapa shalih kita beribadah? Seberapa sering kita mendoakan anak? 

Semoga dengan keshalihan dan doa-doa yang selalu melangit untuk sang anak, membuat buah hati kita menjadi anak yang dapat menyejukkan mata dan hati bagi orang tuanya. Repost

Ronaldo Rozalino



READ MORE - SHALIHKAN DIRI DEMI BUAH HATI
Coach RR
Reposting pengingat diri yang lalai

TOLONG BAWA AKU KE SYURGA!!!

Mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tangan saya, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu..

Dalam airmata berlinang dan ucapan yg terbata-bata dia berkata," jika kamu tidak melihat aku di syurga, tlg tanya pada Allah di mana aku, tolonglah aku ketika itu..."

Dia langsung terisak menangis, lalu saya memeluknya dan meletakkan muka saya di bahunya. Sayapun berbisik," Insyaallah, insyaallah, aku juga mohon kepadamu jika kamu juga tidak terlihat aku di syurga..."

Kami pun menangis bersama, entah berapa lama...

Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit, saya terkenang akan pesan beliau...

Sebenarnya pesan itu pernah di sampaikan oleh seorang ulama besar, Ibnu Jauzi, yg berkata kepada sahabatnya sambil menangis :

" Jika kamu tidak menemui aku di syurga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku ; Wahai Rabb kami, si fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di syurga."

Ibnu Jauzi berpesan begini bersandar kepada sebuah hadits :

"Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah ; Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia bersholat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berjuang bersama kami..."

Maka Allah berfirman, " Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah".
(Ibnu Mubarak dlm kitab Az Zuhd)

Maka wahai sahabat-sahabatku, 

Di dalam bersahabat, pilihlah mereka yg boleh membantu kita bukan ikatan di dunia, tetapi hingga akhirat..

Carilah sahabat-sahabat yg senantiasa berbuat amal sholeh, yg sholat berjamaah, berpuasa dan sentiasa berpesan agar meningkatkan keimanan, serta berjuang untuk menegakkan agama Islam.

Carilah teman yg mengajak ke majlis ilmu, mengajak berbuat kebaikan, bersama untuk kerja kebajikan, serta selalu berpesan dgn kebenaran.

Teman yg dicari kerana urusan niaga, pekerjaan, teman nonton bola, teman memancing, teman bershopping, teman fb utk bercerita hal politik, teman whatsapp utk menceritakan hal dunia, akan berpisah pada garis mati dan masing-masing hanya akan membawa diri sendiri.

Tetapi teman yg bertakwa, akan mencari kita untuk bersama ke syurga....

Simaklah diri, apakah ada teman yg seperti ini dalam kehidupan kita, atau yang ada mungkin lebih buruk dari kita...

Ayo berubah sekarang, kurangi waktu dgn teman yg hanya condong pada dunia, carilah teman yg membawa kita bersama ke syurga, karena kita tidak bisa mengharapkan pahala ibadah kita saja untuk masuk syurganya Allah..

Perbanyaklah usaha, moga satu darinya akan tersangkut, dan membawa kita ke pintu syurga....

Al-Hasan Al-Bashri berkata :

" Perbanyakkanlah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat”.

Pejamkan mata, berfikirlah,.. siapa agaknya diantara sahabat2 kita yg akan mencari dan mengajak kita bersama2 ke syurga..

Jika tidak, mulailah hari ini mencari teman ke syurga sebagai suatu misi peribadi.
-------------------
Sahabat, tolong tanyakan Allah jika aku tiada bersamamu di syurga-Nya...

Copas
READ MORE - TOLONG BAWA AKU KE SYURGA!!! (Pengingat Diri)
Coach RR
_*HIDAYAH ITU MAHAL*_

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبkركاته

Ketemu teman lama, sekarang tambah ganteng/cantik itu biasa.

Ketemu teman lama, sekarang tambah keren itu basa.

Ketemu teman lama, sekarang punya mobil, rumah, jadi boss itu biasa.

Ketemu teman lama, sekarang tambah sholeh dan mengenal sunnah, ini yang luar biasa.

Karena rupa dan fisik bisa di poles, karena penampilan dan pakaian bisa dirubah.

Karena harta dan jabatan bisa di dapat dengan cara yang halal ataupun haram, bahkan orang yang tak berimanpun juga Allah beri.

Tapi iman dan kesholehan tak bisa kita dapatkan kecuali hidayah dari Allah, dan itu khusus Allah berikan kepada hamba yang di cintai-NYA saja.

Ibnu Mas'ud Rodhiyallahu 'Anhu berkata :

ان الله يغطي الدنيا من يحب ومن لايحب، ولا يغطي الايمان الا من يحب

"Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cintai maupun tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cintai". 
(HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod 279).

Iman dan hidayah adalah pemberian mutlak dari Allah yang tak bisa dimiliki dan di klaim begitu saja. Sebab ia adalah perkara mahal yang tak bisa dinilai dan ditukar dengan benda apapun.

Karena itu jangan pernah kagum dan bangga ketika Allah berikan dunia dan harta kepada seseorang, sebab harta juga Allah berikan kepada orang yang Allah murkai, dan bisa jadi itu juga merupakan istidraj.

Berbeda dengan iman, ia hanya spesial untuk orang pilihan dan khusus bagi orang yang Allah cintai.

Maka beruntunglah orang yang Allah berikan iman dan kesholehan, karena hal ini jauh lebih baik dari dunia dan isinya.

Karena iman dan kesholehan adalah merupakan modal terbaik seseorang untuk meraih kedudukan yang tinggi di sisi Allah Subhanallahu wa ta'ala.

Semoga kita salah satunya, termasuk hamba yang Allah berikan taufik dan hidayah untuk tetap istiqomah dalam ketaatan dan tetap berpegang teguh di atas tauhid dan sunnah..

امين امين امين يارب العالمين

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ🌹
READ MORE - HIDAYAH ITU MAHAL
Coach RR
💜 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

🍃بِسْمِ اللّهِ

🌹اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

KETIKA ENGKAU TERZALIMI....
.
Yang namanya bergaul dengan manusia pasti ada saatnya kita tersakiti dan terzalimi,,,,, sebagaimana kita pun secara sadar atau tidak sering berbuat zhalim.

ALLAH TA'ALA berfirman:

 ۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَـظَلُوْمٌ كَفَّارٌ .

"Sungguh,,,, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat ALLAH)."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 34)

Maka,,, sebesar apapun kebencian dan kekesalan kita pada seseorang jangan sampai membuat kita berkata dan bersikap tidak baik,,,, bersikap tidak adil,,,, bisa jadi suatu saat kita akan membutuhkan bantuan orang tersebut.

ALLAH TA'ALA berfirman:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ
.
"Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 😎

Saran dan solusi ketika tersakiti/terzhalimi :

1. SABAR,,,, tahan lisan dan perbuatan. Ingat balasan ALLAH kepada orang-orang yang SABAR.

2. YAKIN,,,, bahwa semua yang menimpa kita adalah bagian dari taqdir ALLAH yang tidak bisa kita hindari.

3. TAWAKAL,,, pasrahkan semua urusan kepada ALLAH. Biarkan ALLAH saja yang menghukum dan membalas orang yang menyakiti dan berbuat zhalim tersebut.

4. MUHASABAH,,, introspeksi diri dan perbaiki hubungan kita dengan ALLAH dan hubungan kita dengan manusia. Semua musibah yang menimpa kita tidak lain karena dosa-dosa kita juga. Dengan muhasabah kita jadi tahu kekurangan dan kesalahan kita,,,, sehinga mudah bertaubat dan meminta maaf kepada manusia. 
Sebagaimana kita ingin diampuni ALLAH dan dimaafkan manusia,,,, maka kita juga harus bisa memaafkan kesalahan dan kezhaliman orang lain. Dengan demikian kita akan diampuni ALLAH TA'ALA.

ALLAH TA'ALA berfirman:

وَلْيَـعْفُوْا وَلْيَـصْفَحُوْا ۗ اَ لَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
.
"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa ALLAH mengampunimu....??? Dan ALLAH Maha Pengampun,,,, Maha Penyayang."
(QS. An-Nur 24: Ayat 22)

5. Sibukkan diri dengan ilmu dan kegiatan yang bermanfaat. Sibuk dalam kebaikan lebih baik daripada kosong dalam kesedihan.
Semoga bermanfaat...
READ MORE - KETIKA ENGKAU TERZALIMI
Coach RR

NASIHAT NIKAH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah sekadar mencari istri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah sekadar mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah SWT.

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan Anda, karena Anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila Anda berfikir untuk BERCERAI karena menyianyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK
Cintailah istri atau suami Anda 100%.

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/istri dan anak Anda, tetapi cintailah istri atau suami Anda 100% dan cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.

10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK
Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada istri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila istri membutuhkan pertolongan Anda.

13. KETIKA ANDA ADALAH ISTRI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14. KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

15. KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16. KETIKA ADA PRIA IDAMAN LAIN
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17. KETIKA ADA WANITA IDAMAN LAIN
Jangan dituruti, cukuplah istri sebagai pelabuhan hati.

18. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K:
1. Ketakwaan
2. Kasih sayang
3. Kesetiaan
4. Komunikasi dialogis
5. Keterbukaan
6. Kejujuran
7. Kesabaran
READ MORE - NASIHAT NIKAH

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777