Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Motivator Literation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Literation. Tampilkan semua postingan
Coach RR
NASEHAT EMAS IMAM SYAFI'I

1. "Bila kau tak mau merasakan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung pahitnya kebodohan" (Imam Syafi'i)

2. "Jangan cintai orang yg tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu" (Imam Syafi'i)

3. "Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia" (Imam Syafi'i)

4. "Doa disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran" (Imam Syafi'i)

5. "Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat" (Imam Syafi'i)

6. "Siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu" (Imam Syafi'i)

7. "Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang di tenun" (Imam Syafi'i)

8. "Jadikan akhirat dihatimu, dunia ditanganmu dan kematian dipelupuk matamu" (Imam Syafi'i)

9. "Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing" (Imam Syafi'i)

10. "Amalan yang paling berat diamalkan Ada 3 (tiga). 1. Dermawan saat yang dimiliki sedikit. 2. Menghindari maksiat saat sunyi tiada siapa-siapa. 3. Menyampaikan kata-kata yang benar dihadapan orang diharap atau ditakuti" (Imam Syafi'i)

11. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kemeralatannya, sehingga orang lain menyangka bahwa dia berkecukupan karena dia tidak pernah meminta" (Imam Syafi'i)

12. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira bahwa ia merasa ridha" (Imam Syafi'i)

13. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengira bahwa ia selalu senang" (Imam Syafi'i)

14. "Apabila engkau memiliki seorang sahabat yg membantumu dalam ketaatan kepda Allah, maka genggam eratlah ia, jangan engkau lepaskan. Karena mendapatkan seorang sahabat yang baik adalah perkara yang sulit, sedangkan melepaskannya adalah perkara yang mudah" (Imam Syafi'i).

Semoga bermanfaat

Salam Literasi Digital
READ MORE - NASEHAT EMAS IMAM SYAFI'I
Coach RR
BERBUAT BAIKLAH, MESKI SEMPIT

Seorang *wanita kaya raya* berdiri di tepi jalan
akibat mobil kendaraannya rusak.
Berulang kali ia menyetop kendaraan dengan tangannya,
namun tak ada yang berkenan hati menyinggahinya.

Waktu terus berjalan...
Dan rintik hujan mulai menetes jatuh.
Dan hatinya semakin cemas, karena gelap malam mulai berarak.

Hingga tiba-tiba saja...
Sebuah *mobil tua* yang payah berhenti.
Tepat di sisi Sang Nyonya nan kaya itu.
Di belakang kemudi, 
tampaklah sesosok *pemuda berkulit gelap*.
Wanita itu menatapnya, dan menatap mobil tuanya.
*Wanita itu ragu, sungguh ragu*
apakah ia ikut menumpang,
atau tetap menunggu di tepi jalan yang mulai gelap itu?

Nyonya kaya itu bimbang dan ragu,
pasalnya ia mengira segenap manusia
mengetahui kekayaan dan harta bendanya...

Tapi akhirnya,
ia putuskan sudah.
Ia menaiki mobil tua itu, dan menumpanginya.

Dalam perjalanan itu,
Sang Nyonya kaya menanyakan nama dan pekerjaan anak muda itu.
Anak muda yang tampak payah dalam kemiskinannya.

*"Namaku Abdullah.*
*Dan pekerjaanku adalah sopir taksi,"* jawab anak muda itu.

Wanita itu sedikit lebih tenang sekarang.
Dalam hatinya, ia sedikit mengutuk diri,
agak menyesali *buruk sangkanya* seawal tadi.
Sekarang tampak padanya:
betapa anak muda itu *sepenuh adab*,
hingga bahkan *tak melirik sedikit* pun padanya.

Singkat cerita,
mereka pun tiba di kota.
Dalam hatinya, 
Sang Nyonya kaya itupun telah berniat
akan memberikan seberapa besar pun upah 
yang diminta pemuda itu.

Sang Nyonya pun meminta sopir taksi itu berhenti.
Taksi itupun berhenti.
*"Berapa upahnya, Anak muda?"*
*"Tidak ada, Nyonya..."*
*"Tidak ada??!*
*Mana mungkin? Engkau telah menolongku,*
*dan mengantarku dengan selamat..."*

Abdullah, anak muda itu tersenyum sahaja.
*"Upahku adalah Nyonya berjanjilah untuk melakukan kebaikan kepada siapa saja yang Nyonya temui..."*

Abdullah, sopir taksi itupun berlalu,
meninggalkan si Nyonya dalam kebisuannya.

Dan dalam keterkejutan jiwanya,
Sang Nyonya kaya itu melangkahkan kakinya
masuk ke sebuah kafe kecil, langkahnya terhenti.
Ia masuk ke dalam, dan kepada seorang *pelayan wanita*
ia memesan *secangkir kopi hangat...*

Sang pelayan pun kemudian datang
menyajikan kopi untuk Sang Nyonya itu.

Sang Nyonya memandang pelayan wanita itu.
Tampak *lelah dan payah sekali wajahnya* 
*Perutnya tampak besar dan buncit.*

*"Anda tampak sangat lelah. Kenapa?"* tanyanya.
Pelayan itu tersenyum susah-payah.
*"Waktu persalinan sudah menjelang, Nyonya..."*

*"Mengapa tidak rehat dan cuti saja?"*
*"Saya harus menabung untuk biaya persalinan bayiku, Nyonya..."*
Sang Nyonya itu mengangguk pelan.

Secawan kopi panas itupun selesai.
Sang Nyonya membayar kopinya.
Sang pelayan membawa uang itu 
ke kasir untuk mengambilkan kembaliannya,
karena uang besar itu setara dengan 10 cawan kopi.

Tapi kursi Nyonya kaya itu telah kosong
saat Sang Pelayan ingin menyerahkan kembaliannya.
Matanya mengedar ke segenap penjuru,
tapi Nyonya itu benar-benar telah pergi.
Tapi di meja itu, ia menemukan secarik kertas:
*"Kembalian kopiku itu kuhadiahkan untukmu..."*

Betapa gembira hati Pelayan itu!
Ia membalik kertas itu untuk kembali menemukan 
sebaris kalimat lain:
*"Dan di bawah meja ini,*
*saya juga menitipkan hadiah untuk calon bayimu..."*

Hampir saja ia berterik histeris,
karena yang di bawah meja itu adalah
sejumlah *uang yang setara dengan gajinya selama 6 bulan!*

Air matanya tak mungkin lagi dibendung.
Ia bergegas pergi. Meminta izin dari kerjanya.
Ia pergi mendahului angin...
Suaminya harus tahu kegembiraan ini.
Suami yang jiwanya galau sepanjang hari
memikirkan kelahiran bayinya...

Ia masuk menerobos pintu rumahnya.
Memanggil-manggil suami yang terkejut
dan terheran atas kepulangannya di waktu tak biasa.
*"Apakah sudah waktunya melahirkan?"*
pikir Sang Suami.
(yg ternyata suaminya Abdulah sopir taksi pengantar Nyonya kaya tersebut).
Tapi istrinya memeluknya erat.
Suaranya berbaur bahagia dan haru.
*"Bersyukurlah, Abdullah...*
*Akhirnya Allah memberikan jalan keluarNya!"*

Dan Abdullah, supir taksi budiman itu
terdiam tanpa kata mendengar tutur kisah sang istri,
dan melihat *"hadiah kebaikan"* yang dibawanya.

Jangan pernah melupakan:
*_Kebaikan itu pasti akan kembali kepada anda suatu waktu nanti..._*
Berbuat baiklah, dan selalu ingat:
*_"Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan belaka."_*

*_👉Jadi, apa kebaikan Anda hari ini?_*


*Selamat tahun baru 1445 H, semoga dapat dijadikan momentum untuk meraih derjat taqwa disisi Allah Subhanawata’ala, aamiin !*

Salam Literasi Digital 
Ronaldo Rozalino
READ MORE - BERBUAT BAIKLAH, MESKI SEMPIT

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777