Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Coach RR
7 HAL YANG TIDAK BISA DIHARAPKAN DARI 7 JENIS MANUSIA.

Ibrahim bin Adham berkata, “Telah datang kepadaku beberapa orang tamu, dan saya tahu mereka adalah ulama sufi. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepadaku, yang akan membuatkua takut kepada Allah S.W.T. Lalu mereka berkata, 

“Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, yaitu :

1. Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan kesadaran hatinya.

2. Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan kata-kata hikmah darinya.

3. Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan kemanisan ibadahnya.

4. Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan khusnul khatimahnya.

5. Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan akan hidup hatinya.

6. Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan kelurusan agamanya.

7. Orang yang mencari keridhaan manusia janganlah harapkan akan keridhaan Allah padanya.”
READ MORE - 7 HAL YANG TIDAK BISA DIHARAPKAN DARI 7 JENIS MANUSIA.
Coach RR
HAMPIR SEMUA MUSLIM INGIN MATI DALAM SEBAGAI MUSLIM, TAPI JARANG YANG MAU HIDUP SEBAGAI MUSLIM.

SYAIKH Muhamad Abduh, Ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang. 

Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya. 

Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan :
“Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran. Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam”.

Dan Abduh pun terdiam. 

Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan. 

Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah SAW. 

Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai 'islamicity index' mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut. 

Hasilnya??????

Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami. 

Indonesia? 
Harus puas di urutan ke 140. 

Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di 'ranking' 100-200.

Apa itu islam? 
Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami? 

Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya (praktek), bukan definisi. 

Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa : 
“Seorang Muslim adalah orang yang disekitarnya selamat dari tangan dan lisannya”.  Itu indikator. 

Atau hadits yang berbunyi :
“Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat”.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... hormati tamu."
"Bicara yang baik atau diam”. 

Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara. 

Dengan indikator-indikator diatas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Perancis akhirnya dia berkomentar :

“Saya tidak melihat Muslim disini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam”. 

Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling Islami no. 5. 

Beliau heran melihat penduduk disana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya. Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya: “Mengapa harus dikunci?” 

Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis. Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah. 

Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat. 

Padahal jelas-jelas kata “iman” sama akar katanya dengan aman. Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman. 

Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman. Tetapi kita merasa tidak aman ditengah orang-orang yang (mengaku) beriman. 

Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyebrang saat lampu penyebrangan masih merah :

“Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya. 
Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda”. 

Sangat kontras dengan sebuah video di Youtube yang menayangkan seorang bapak di Jakarta dengan pakaian jubah dan sorban naik motor tanpa helm. Ketika ditangkap polisi karena melanggar, si bapak tersebut malah marah dengan menyebut-nyebut bahwa dirinya habib.

Mengapa kontradiksi ini terjadi? 

Syaikh Basuni, ulama Kalimantan, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, ulama terkemuka dari Mesir.  

Suratnya berisi pertanyaan :
“Limadza taakhara muslimuuna wataqaddamaghairuhum?”.
 ("Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?") 

Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu. 

Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya. 

Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran 'iqro' (membaca) dan cinta ilmu. 

Tidak aneh dengan situasi seperti itu, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca. 

Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori 'low trust society' yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga. 

Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya. 

Siapa yang salah?Mungkin yang salah yang membuat 'survey'.

Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama’ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama. Wallahu a'lam.

Saudara-riku tercinta, Mudah- mudahan seiring waktu, sejalan dgn bertambah luas nya wawasan & pemahaman terjadi pula perubahan cara pandang keber'Islaman  kita dan orang sekitar kita. Mari kita terus berbenah.
Mulai dari diri, keluarga,masyarakat dan seterusnya. Sehingga harapannya suatu saat akan tercipta  Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofuur, negeri-negeri Islam yg Islami di lingkungan sekitar kita.

Repost Ronaldo Rozalino 
READ MORE - HAMPIR SEMUA MUSLIM INGIN MATI DALAM SEBAGAI MUSLIM, TAPI JARANG YANG MAU HIDUP SEBAGAI MUSLIM.
Coach RR
TIDAK SETIAP ORANG BISA DIJADIKAN TEMAN

Seorang teman sangat besar pengaruhnya bagi agama seseorang.

Lihatlah Abdullah bin Ubay! Bagaimana dia sudah bersyahadat tapi tidak mau menerima dakwah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam dengan ikhlas dan akhirnya mati dalam kemunafikan disebabkan teman yang mendampinginya yakni para pemuka yahudi madinah yang terus memengaruhinya untuk tidak menerima dakwah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam.[1]

Ketahuilah, semoga Allah 'Azza wa jalla merahmati Anda, tidak semua orang bisa dijadikan sahabat.

Karena Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam
berkata:

✏

ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳْﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ، ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ

“Seseorang ada di atas agama/perangai temannya,maka hendaknya seseorang meneliti siapa yang dia jadikan temannya.”

(HR. Ahmad, Abu Dawud,dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 127)

Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam juga berkata:

ﻻَ ﺗُﺼَﺎﺣِﺐْ ﺇِﻟَّﺎ ﻣُﺆْﻣِﻨﺎً، ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺄْﻛُﻞْ ﻃَﻌَﺎﻣَﻚَ ﺇِﻟَﺎ ﺗَﻘِﻲٌّ

“Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang mukmin dan janganlah memakan makananmu kecuali orang bertakwa.” 

(HR. Abu Dawud no. 4832 dan dihasankan Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Jami’
no. 7341)

Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam juga berkata:

ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻮْﺀِ ﻛَﺤَﺎﻣِﻞِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﻭَﻧَﺎﻓِﺦِ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ
ﻓَﺤَﺎﻣِﻞُ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﺬِﻳَﻚَ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺒْﺘَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ
ﻣِﻨْﻪُ ﺭِﻳﺤًﺎ ﻃَﻴِّﺒَﺔً ﻭَﻧَﺎﻓِﺦُ ﺍﻟْﻜِﻴﺮِ ﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﺮِﻕَ ﺛِﻴَﺎﺑَﻚَ ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠِﺪَ
ﺭِﻳﺤًﺎ ﺧَﺒِﻴﺜَﺔً

“Permisalan teman yang baik dan teman yang jelek seperti penjual misk dan pandai besi. Adapun penjual misk, bisa jadi engkau diberi olehnya, membeli darinya, atau minimalnya engkau mendapatkan bau wangi. 

Adapun pandai besi bisa jadi membakar
pakaianmu atau engkau mencium bau tidak sedap darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628)

Seseorang yang akan dijadikan teman hendaknya memenuhi syarat-syarat yang dijelaskan oleh para ulama. Kriteria seseorang yang bisa dijadikan teman adalah sebagai berikut:

1. Berakal
==========

Ini adalah modal utama dalam persahabatan setelah iman. Tidak ada kebaikan berteman dengan orang yang dungu, karena dia ingin berbuat baik kepadamu namun hal tersebut justru bermudharat bagimu. Yang dimaksud berakal di sini adalah mampu memahami keadaan yang sebenarnya, baik memahaminya sendiri atau bisa memahami ketika diberi pengertian.

2. Berakhlak baik
_________________

Betapa banyak orang berakal namun ketika marah atau dikuasai syahwat, dia akan mengikuti hawa nafsunya. Maka tidak ada kebaikan berteman dengan orang yang seperti ini.

Lalu, bagaimana cara kita mengetahui akhlak
seseorang? Ada beberapa cara untuk mengetahuiakhlak seseorang. Diantaranya:

a. Melihat siapa temannya.

ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳْﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ، ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ

“Seseorang ada di atas agama/perangai temannya maka hendaknya seseorang meneliti siapa yang dia jadikan temannya.” 

(HR. Ahmad, Abu Dawud dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 127)

Ibnu Mas’ud rahimahullah berkata: “Nilailah
(kenalilah) manusia dengan menilai (mengenal)
teman-temannya.”

Dalam pepatah Arab dinyatakan, “Katakan kepadaku siapa temanmu, maka aku akan sampaikan siapa sebenarnya kamu.”

Sebagian ahli hikmah menyatakan: “Kenali temanmu dengan mengenali temannya sebelummu.”

b. Akhlak seseorang juga akan diketahui dengan safar (bepergian) dengannya.

Perjalanan jauh disebut safar (yang dalam bahasa Arab bermakna ‘menyingkap’) karena akan menyingkap hakikat jatidiri seseorang. Dalam safar,akan terlihat banyak akhlak dan tabiatnya. Oleh karena itu, orang Arab menyatakan, “Safar adalah mizan (timbangan) bagi satu kaum.”

3. Bukan orang fasiq
__________________

Seorang fasiq tidak takut kepada Allah 'Azza wa jalla.
Seseorang yang tidak takut kepada Allah 'Azza wa jalla, maka kita tidak merasa aman dari
pengkhianatannya dan tidak bisa dipercaya.

4. Bukan ahlul bid’ah
____________________

Karena dikhawatirkan dia akan menebarkan
kebid’ahannya kepada orang lain[2].

Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, “Tidak mungkin seorang Ahlus Sunnah berteman (condong) kepada ahlul bid’ah, kecuali karena adanya kemunafikan (dalam hatinya).”

Beliau rahimahullah berkata juga, “Hati-hatilah.
Janganlah engkau duduk bersama orang yang akan merusak hatimu. Jangan pula engkau duduk bersama pengikut hawa nafsu,karena aku khawatir murka Allah Ta'ala menimpamu.”

5. Bukan orang yang tamak dan rakus terhadap dunia

〰〰〰〰〰〰〰〰
(Lihat Mukhtashar Minhajul Qasidhin hal. 99, Ni’matul
Ukhuwah hal. 19-25)
READ MORE - TIDAK SETIAP ORANG BISA DIJADIKAN TEMAN
Coach RR
JANGAN DZALIMI HATIMU

Jangan menghakimi diri sendiri dengan penilaian orang lain. Mereka tak akan pernah tahu sekeras apa engkau telah berjuang, seberapa banyak bekas luka yang tertinggal ataupun yang belum sembuh. 

Bercerminlah. Lalu muhasabah.
Lewat mata dan hatimu, lihatlah ke dalam diri.  Ingatlah setiap fase yang telah engkau lewati untuk sampai di titik ini. Ketika rasa sakitmu dan dan pengorbananmu tidak di mengerti bahkan sampai dikucilkan manusia lain, bersabarlah. 

Jangan dzalimi hatimu sendiri dengan berharap nilai baik dari manusia. Karna kebanyakan manusia, akan disibukkan untuk mencari cela dan kekurangan kita. Tugas kita hanya taat dan berbuat baik, lalu biarkan Allah saja yang menilai.

Allahumma musharrifal qulub, sharrif qulubana ala tha’atika.

Artinya : 
“Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu. (H.R. Muslim)
READ MORE - JANGAN DZALIMI HATIMU
Coach RR
Muhasabah Diri Di Bulan Muharram
Ustadz Darwis DT

Khutbah Jum'at , 4 Agustus 2023
Di Masjid Syuhada Beringin Taluk , Kota Taluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau

Bismillah. Nabi muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah. Namun kita hijrah sisa dari peninggalan nabi, yaitu hijrah dari yang kurang baik ke yang baik.

3 Bagian HIJRAH diantaranya:

1. Hijrah itikadiyah,  dalam memantapkan dalam meningkatkan dan keyakinan iman untuk beribadah kepada Allah SWT.
Bersandar dunia semua akan kembali kepadaNya.
Bila selama ini jarang untuk datang ke masjid , rubah dengan yang baik yaitu mendatangi majlis ilmu dan mendirikan shalat secara berjamaah. 
Muhasabah diri kita setiap waktu.
Tinggalkan semua urusan dunia untuk memenuhi panggilan Allah SWT. 
Ramaikan shalat berjamaah . 
2. Hijrah fikriyah , hijrah dalam mengembangkan pola fikir dalam Islam. 
Kekuatan umat Islam dalam negeri bisa dikerahkan. Namun Islam bagaikan buih dilautan. Anak anak kita wajib punya pendidikan ,  ilmu, teknologi dan politik. 
Umat Islam harus cerdas untuk memilih. Agar Islam berjaya.
Bawa shalat hajat , lalu minta kepada Allah siapa yang amanah untuk dipilih.
Pilih yang benar benar takut Allah dan Rasulnya. 
3. Hijrah Secara Suhuriyah , hijrah memperbaiki tingkah laku . Artinya adab yang mulia. Umat Islam harus hidup dengan Akhlakul Karimah yang baik.  
Bagaimana umat Islam harus diseganj umat yang lain. Dengan menjaga Adab. 
Adab besandi syarak , syarak bersandi kitabullah. 

Inilah yang harus kita cerna untuk masa yang akan datang. Demi mencapai kemaslahatan secara bersama.
Adat ada 4 filosofi yang sudah menghilang
1. Kata mendaki
Berbicara dengan yang lebih tua menghormati.
2. Kata menurun
Berbicara yang lebih muda tanamkan kasih sayang.
3. Kata mendatar
Berbicara teman sepergaulan kedepankan pengertian.
4. Kata melereng
Berbicara dengan sumando, anak menantu dengan menjaga agar tidak menyinggung perasaan.
Mari ditahun 1445 H kita hijrah bersama sama. 

Fastabiqul Khoirot.
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah 

Ditulis: Ronaldo Rozalino
READ MORE - Muhasabah Diri Di Bulan Muharram_Ustadz Darwis DT
Coach RR

INGATLAH ORANG - ORANG YANG PERNAH BERJASA KEPADAMU
Oleh. Dr. Khairul Fithrah, SE,M.Sc

Rasulullah Saw bersabda,"Barangsiapa tidak berterimakasih kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah."(HR. Tirmidzi). Mafhum mukhalafahnya, bahwa barang siapa yang berterima kepada manusia, maka kita akan bersyukur kepada Allah swt. Karena itu perbanyaklah ingat kebaikan orang lain.

Menyadari akan hal tersebut, maka ada dua hal yang penting untuk diingat. Pertama, kebaikan orang lain kepada kita. Kedua, keburukan kita kepada orang lain. Namun ada dua hal juga yang perlu dilupakan, Pertama, kebaikan kita kepada orang lain. Kedua, keburukan orang lain kepada kita.

Kita sebagai insan, makhluk yang sejak dari lahir hingga saat ini tidak bisa berdiri sendiri. Karena itu kita bisa eksis tumbuh dan berkembang tidak bisa dilepaskan dari bantuan dan kebaikan orang lain. Untuk itulah kita harus secara ikhlas mengingat kebaikan itu, walaupun sedikit, dan berterima kasih kepadanya. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang telah berbuat kebaikan kepada kalian, hendaklah kalian membalasnya. Jika kalian tidak mampu membalasnya, maka berdoalah untuknya, hingga kalian tahu bahwa kalian telah bersyukur. Allah adalah Dzat Yang Maha Tahu Berterima kasih dan sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur."(HR. Thabrani). Betapa pentingnya kita perlu selalu mengenang kebaikan orang lain.

Selanjutnya yang penting harus diingat adalah keburukan kita kepada orang lain. Manusia itu tempat lupa dan hilaf. Karena itu kita menyadari apapun yang telah membuat kita salah dan merugikan orang lain, walaupun sedikit, sehingga muncul keburukan, maka kita  harus seringkali mengingatnya dan meminta maaf. Ingat haqqul ‘adam. Barang siapa yang berbuat salah, maka bersegeralah minta maaf. Yang selanjutnya bertaubat kepada-Nya. Karena itulah kita tahun mengadakan Halal bi Halal diharapkan bisa menjadi media untuk saling memaafkan. Tentu meminta maaf perlu dilakukan secepatnya. Juga kita tidak membikin keburukan atau kerusakan di atas bumi, walau sedikit. Jika perlu menihilkan berbuat keburukan, baik sikap, ucapan atau perbuatan.

Untuk bisa tetap menjaga hubungan baik dengan orang lain, kita sebaiknya mudah dan bisa melupakan keburukan orang lain kepada kita. Kita harus bisa dengan ikhlas memaafkan keburukan orang lain, sebanyak berapapun keburukan yang diperbuat orang lain. Jika perlu mau menutup aibnya. Memang hal ini tidak mudah. Namun jika kita lakukan sedikit demi sedikit, insya Allah akhirnya bisa. Bahkan jika kita bisa melakukannya, akan memperlancar perjalanan hidupnya di kemudian hari. Betapa pentingnya menutup keburukan orang lain. Rasulullah saw bersabda:”Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR Imam Muslim).

Selanjutnya untuk bisa terjaga hidup kita, maka kita seharusnya, bahkan wajib atau menjadi kebutuhan utama kita dengan melupakan kebaikan kita kepada orang. Hal ini dapat memudahkan kita untuk meraih keikhlasan. Di samping kita juga bisa menghindari diri dari pamer dan ujub. Jika kita pamer dan ujub, maka kebaikan sebanyak berapapun yang telah kita lakukan akan menjadi sia-sia, karena terbakar dengan sendirinya. Rasulullah saw bersabda: “Ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia (hamba), yaitu; sikap bakhil yang dipatuhi, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang kepada diri sendiri.” (HR. Thabrani). Karena itu wajar kita mengetahui trend baru, orang beramal dengan menyebut Hamba Allah. Harapannya, semakan-akan tangan kanan memberi, tangan kirinya tidak tahu.

Demikian beberapa hal penting yang menjadi concern kita, bahwa kita harus ekstra berhati-hati baik terhadap orang lain maupun terhadap diri kita sendiri yang terkait dengan kebaikan dan keburukan. Semuanya menjadi relatif. Kedudukan amal perbuatan di hadapan Tuhan sangat ditentukan oleh sikap kita. Akhirnya menjadi baik atau buruk di mata Tuhan, Allah swt. Tentu yang menjadi obsesi kita, apapun kondisi dan konteksnya pada akhirnya harus baik di mata Allah, “Radliyallaahu wa radluu’anhu”. Karena itu kita jaga hati kita supaya selalu bersih dan lurus.
READ MORE - INGATLAH ORANG - ORANG YANG PERNA BERJASA KEPADAMU

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777