Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Ustadz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustadz. Tampilkan semua postingan
Coach RR

Menyelami Makna di Balik Gerak Sujud: Merajut Ukhuwah dalam Perbedaan Fikih di Masjid Al-Furqan_Ust. Bobby Mulya, Lc., M.S.I

Bismillah. Di dalam keheningan malam yang menyejukkan hati, tatkala langkah-langkah kaki para pencari ilmu bergeming menuju rumah Allah, Masjid Al-Furqan, sebuah oase ketenangan batin kembali terhampar.

Pada Selasa, 3 November 2026, majelis pengajian rutin kembali diselenggarakan dengan menghadirkan penceramah terkemuka, Ust. Bobby Mulya, Lc., M.S.I., yang juga merupakan Wakil Pimpinan Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Kota Teluk Kuantan, Kuansing.

Suasana malam itu terasa begitu syahdu. Para jamaah Masjid Al-Furqan duduk bersila dengan penuh khidmat, menyimak setiap mutiara hikmah yang ditumpahkan melalui lisan sang ustaz.

Berbekal cahaya Al-Qur'an dan Sunnah, majelis ini tidak sekadar menjadi ruang transfer ilmu, melainkan sebuah taman surga dunia yang merajut pemahaman dan mendewasakan cara pandang umat dalam beragama.

Harmoni dalam Keberagaman: Memahami Tata Cara Sujud Lintas Mazhab
Sujud sebuah titik terendah seorang hamba di hadapan Sang Khalik, di mana kening menyentuh bumi namun jiwa meroket tinggi menembus arsy.

Namun, di balik keagungan gerak sujud ini, khazanah fikih Islam kaya akan khazanah dan ijtihad para ulama mazhab.


Dalam pemaparannya yang mendalam, Ust. Bobby Mulya, Lc., M.S.I. mengupas tuntas bab tata cara sujud dalam perspektif perbandingan mazhab fikih.

Beliau memaparkan pandangan, dalil, serta argumentasi ilmiah dari masing-masing mazhab dengan sangat objektif dan bijaksana.

Tujuan utama dari pengajian ini bukanlah untuk mempertentangkan mana yang benar dan salah, melainkan agar para jamaah mampu memahami argumentasi serta latar belakang perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan para ulama.

Sebab, sebagaimana indahnya pelangi yang terbentuk dari berbagai warna, keberagaman mazhab di dalam Islam adalah rahmat yang memperkaya khazanah ibadah umat, selama berpijak pada dalil yang sahih.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an mengenai pentingnya bersujud dan mendekatkan diri kepada-Nya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah kamu, sujudlah kamu, dan sembahlah Tuhanmu, serta berbuatlah kebajikan agar kamu beruntung."
(QS. Al-Hajj: 77)

Ayat ini menegaskan esensi sujud sebagai salah satu rukun penegak ibadah yang mendekatkan seorang hamba kepada keridaan Allah.

Sementara itu, dalam tata cara pelaksanaannya, Rasulullah SAW memberikan telunjuk melalui sabdanya agar umat Islam senantiasa meneladani salat sebagaimana beliau mencontohkan:

“Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.” (HR. Bukhari)

Dari fondasi sunnah inilah para imam mazhab seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hanbal melakukan ijtihad dengan ketelitian tingkat tinggi, memahami setiap gestur dan sabda Nabi SAW hingga melahirkan khazanah fikih yang agung.

Merajut Persatuan di Atas Perbedaan
Melalui pengajian yang diinisiasi di Masjid Al-Furqan ini, tersimpan sebuah harapan besar yang bersemi di hati para jamaah. Pemahaman yang komprehensif terhadap perbandingan mazhab fikih diharapkan mampu melahirkan sikap toleransi (tasamuh) yang tinggi.

Ketika seseorang memahami bahwa saudaranya yang lain mengamalkan tata cara sujud dengan dalil dan mazhab yang berbeda, maka yang timbul bukanlah perpecahan, melainkan rasa saling menghormati dan memperkuat ukhuwah islamiyah.

Sebagaimana indahnya goresan pena yang merangkkai bait-bait makna, majelis ilmu ini ditutup dengan kehangatan ukhuwah di antara para jamaah yang hadir.

Semoga majelis-majelis taklim seperti ini terus hidup, menerangi jiwa, serta menuntun langkah kita menuju rida Ilahi.

Ditinjau dan ditulis  oleh:
Ronaldo Rozalino - Coach RR

READ MORE - Menyelami Makna di Balik Gerak Sujud: Merajut Ukhuwah dalam Perbedaan Fikih di Masjid Al-Furqan_Ust. Bobby Mulya, Lc., M.S.I
Coach RR

Meniti Keseimbangan Hidup: Merajut Harmoni Dunia dan Agama di Masjid At-Taqwa Pulau Godang Kari_Ustadz H. Mulkan Sarin, Lc., MA

Bismillah. Bumi Kuantan Singingi kembali berdenyut dalam irama keimanan. Ketika malam Selasa menyapa, tepatnya pada 3 November 2026, hembusan angin malam seolah membawa kesejukan tersendiri bagi warga Desa Pulau Godang Kari.

Langkah-langkah kaki penuh kerendahan hati bergemerisik menuju satu titik cahaya kedamaian: Masjid At-Taqwa Pulau Godang Kari.

Malam itu, masjid yang sarat akan nilai kebersamaan ini menjadi saksi bisu pelaksanaan Kajian Rutin Ranting Muhammadiyah Kari.

Sebuah majelis ilmu yang dinanti-nantikan, di mana para jamaah dan masyarakat setempat duduk bersila merendahkan hati, menepis penat dunia, demi meneguk jernihnya mata air wahyu.


Pelita Ilmu di Malam Selasa
Penceramah terkemuka yang hadir membersamai malam penuh berkah tersebut adalah Ustadz H. Mulkan Sarin, Lc., MA, seorang tokoh senior yang juga menjabat di jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kuansing sekaligus Ketua Yayasan Markazul Qur'an Wassunnah (MQS) Kuantan Singingi.

Dengan tutur kata yang santun dan penuh hikmah, beliau membedah sebuah tema yang sangat dekat dengan denyut nadi kehidupan manusia modern:

"Menyeimbangkan Antara Urusan Dunia dan Urusan Agama serta Menempatkan Sesuatu pada Tempatnya."

Suasana majelis begitu khusyuk. Terlihat dalam rekaman malam itu, para jamaah menyimak setiap untaian nasihat dengan seksama, menyelami makna hidup agar tidak terombang-ambing dalam arus materialisme semata, namun tetap giat beramal bagi kebaikan dunia dan akhirat.

Menakar Dunia, Menggenggam Akhirat dalam Timbangan Ilahi
Kehidupan adalah sebuah perjalanan fana yang menuntut keseimbangan. Seringkali manusia terjebak dalam pusaran ambisi duniawi hingga melupakan hakikat penciptaan mereka.

Padahal, Islam datang bukan untuk mematikan potensi duniawi seseorang, melainkan menuntunnya agar berjalan selaras dengan koridor ilahi.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Qasas ayat 77:

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qasas: 77)

Ayat yang agung ini menjadi fondasi utama yang disampaikan dalam kajian tersebut. Bahwa urusan dunia dan agama bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dirajut dalam satu kesatuan harmoni.

Dunia adalah ladang (tempat menanam), dan akhirat adalah tempat memanen.

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita melalui sabdanya agar senantiasa proporsional dalam menjalani peran hidup, menempatkan segala sesuatu pada posisinya yang adil dan benar (proporsionalitas atau hikmah).

Keseimbangan ini melahirkan jiwa yang tenteram, di mana tangan bekerja mencari rezeki yang halal, namun hati senantiasa tertaut kepada Sang Pencipta.


Mengharap Ridha, Merengkuh Keistiqomahan
Tujuan utama dari gelaran kajian rutin di Masjid At-Taqwa ini bukanlah sekadar menggugurkan kewajiban menuntut ilmu, melainkan menghadirkan niat murni: mencari ridha Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)

Harapan besar terpancar dari lubuk hati para pengurus ranting dan masyarakat yang hadir meliputi warga Pulau Godang Kari dan segenap jamaah Masjid At-Taqwa.

Semoga melalui majelis ini, umat senantiasa istiqomah dalam meniti jalan belajar, memperluas wawasan keagamaan, serta mampu mengaplikasikannya dalam dinamika kehidupan sehari-hari.

Sebab, sebaik-baiknya hamba adalah mereka yang senantiasa menghidupkan majelis ilmu, menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, dan menjadikan Al-Qur'an serta Sunnah sebagai kompas abadi dalam mengarungi samudera kehidupan menuju ridha-Nya. (Coach RR) 


Sumber Photo dan Inti: Ust. Raja Risel, S.Pd

(Kepala MTS Ponpes KH. Ahmad Dahlan Kota Teluk Kuantan, Kuansing) 

Ditulis: Ronaldo Rozalino - Coach RR

READ MORE - Meniti Keseimbangan Hidup: Merajut Harmoni Dunia dan Agama di Masjid At-Taqwa Pulau Godang Kari_Ustadz H. Mulkan Sarin, Lc., MA
Coach RR

Mahkota Jiwa di Atas Kursi Fana: Ketika Hati Jauh Lebih Mulia dari Jabatan

Bismillah. Di panggung kehidupan yang fana ini, manusia sering kali terjebak dalam silau gemerlap atribut sosial.

Kita kerap mengukur kemuliaan seseorang dari apa yang melekat pada dirinya jabatan yang disandang, kekayaan yang dipamerkan, atau kuasa yang digenggam.

Padahal, alam semesta melalui benda-benda mati di sekitar kita sering kali menyimpan renungan yang jauh lebih jujur daripada ambisi manusia.

Sebagaimana sebuah ungkapan yang terukir penuh makna dari penulis :

"Kursi tidak pernah bertanya siapa yang duduk di atasnya. Tapi manusia sering bertanya: 'Dia punya apa?', 'Jabatannya apa?', 'Bisa kasih apa?'. Beginilah manusia, sering menghargai posisi, tapi lupa menghargai hati. Melihatlah dengan hati, bukan harta dan jabatan. Ingat: Tuhan melihat hati kita."

Hakikat Kemuliaan di Hadapan Sang Pencipta
Islam sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin senantiasa mengingatkan kita bahwa ukuran kemuliaan manusia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala bukanlah terletak pada status sosial, gelimang harta, ataupun singgasana kekuasaan yang bersifat sementara.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat kepada hati dan amal kalian."
(HR. Muslim)

Hadis ini menjadi cerminan agung yang sejalan dengan pesan moral yang diberikan. Kursi jabatan, meja kerja yang megah, atau kedudukan tinggi di masyarakat tidak akan pernah menambah nilai seseorang di hadapan Allah jika rongga dadanya kosong dari ketulusan dan kebersihan hati.

Kursi itu bisu; ia bersedia diduduki oleh siapa saja, baik seorang yang adil maupun yang zalim, tanpa pernah menyeleksi latar belakang penumpangnya.

Namun, Sang Pencipta Maha Mengetahui lagi Maha Teliti terhadap apa yang disembunyikan oleh hati manusia.

Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT juga menegaskan standar kemuliaan sejati melalui firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

Ayat ini menutup segala celah kesombongan manusia yang suka merendahkan orang lain berdasarkan status materi atau jabatan. Takwa, yang letaknya esensial di dalam hati, adalah satu-satunya mahkota abadi yang dihitung oleh-Nya.




Menghargai Manusia dengan Mata Hati
Sering kali, interaksi sosial kita tercemar oleh virus materialisme.

Kita menyapa seseorang karena kalkulasi keuntungan: “Apa jabatanmu?” atau “Apa yang bisa engkau berikan kepadaku?”.

Ketika seseorang kehilangan posisinya, dunia seolah runtuh dan ia dilupakan begitu saja.
Padahal, merawat kemanusiaan berarti belajar melihat sesama dengan mata batin yang jernih.

Seperti pesan penutup yang menyentuh jiwa: "Melihatlah dengan hati, bukan harta dan jabatan."
Ketika kita memandang orang lain dengan hati, kita akan melihat mereka sebagai hamba Allah yang memiliki kehormatan, rasa sakit, harapan, dan potensi kebaikan yang sama di hadapan-Nya.

Guru-guru inspiratif, relawan tanpa tanda jasa, hingga orang-orang biasa di pinggir jalan yang tulus berbuat baik, sering kali jauh lebih mulia di langit dibandingkan mereka yang duduk di kursi kekuasaan namun berhati batu.

Kembali kepada Esensi
Mari sejenak merenung di atas kursi kehidupan kita masing-masing. Jabatan, harta, dan popularitas hanyalah titipan sesaat yang suatu hari pasti akan tanggal.

Yang tersisa kelak bukanlah seberapa megah kursi yang pernah kita duduki, melainkan seberapa bersih hati kita dan seberapa banyak kebaikan yang telah kita tebarkan untuk sesama.

Semoga kita senantiasa dijauhkan dari penyakit hati berupa kebanggaan semu atas atribut dunia, dan dianugerahi hati yang senantiasa tunduk serta ikhlas dalam menggapai ridha Allah SWT.

Artikel inspiratif ini disarikan dari karya dan pemikiran:
Ronaldo Rozalino (Coach RR) 

Teacherpreneur, Writer, Motivator Literation & Education, Content Creator, Business Owner Leader, Composer & Arranger, Coach

Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site: s.id/RonaldoRozalino

READ MORE - Mahkota Jiwa di Atas Kursi Fana: Ketika Hati Jauh Lebih Mulia dari Jabatan
Coach RR
Kemuliaan Seseorang Dengan Ketakwaan
Ust. Darmawan

Khutbah Jum'at , 19 April 2024
Di Masjid Syuhada Beringin Taluk
Kota Taluk Kuantan, Kab. Kuansing, Riau

Bismillah. Apabila seorang muslim menjadi seorang yang bertakwa maka dipastikan seseorang itu akan selamat.

Cari dan kejar itu yaitu kebahagiaan kampung akhirat . Tanpa meninggalkan dunia. 
Sifat manusia itu adanya nafsu dengan mengontrolnya dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sudah masuk bulan Syawal , ibarat bercocok tanam apakah membuahkan hasil. Apa yang telah dilakukan dibulan ramadhan, bisa berdampak pada bulan setelahnya..
Buah dari ibadah shalat yaitu dengan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Buah dari puasa yaitu benci kepada yang haram tidak berlebih lebihan, benci dari perbuatan maksiat.

Ramadhan mendidik kita untuk menjaga lisan dan hal yang tidak baik. 
Dibulan ini dan berikutnya tentunya kita sudah dilatih untuk menghindari hal hal yang maksiat dan meninggalkan perbuatan itu.

Jadilah hamba Allah, bukan hamba ramadhan. Yang hanya menambahkan diri kepada Allah ketika bulan Ramadhan. Setelah habis bulan Ramdhan tidak muncul lagi dari ibadah shalat. 

Tanamkanlah untuk meningkatkan shalat berjamaah dimasjid. Setelah kebiasaan itu dilaksanakan pada bulan ramadhan.

Fastabiqul Khoirot.
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiik


Salam  Dakwah Syiar Islam
Ditulis : Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd





READ MORE - Kemuliaan Seseorang Dengan Ketakwaan_Ust. Darmawan
Coach RR
Orang Orang Terbaik
Ustadz Rayondra , M.Pd
Guru MIM Teluk Kuantan

Inti Sari Khutbah Jum'at
5 April 2024
Di Masjid Syuhada Beringin Taluk Kuantan
Kab. Kuantan Singingi, Riau


1. Orang yang taat beribadah kepada Allah
2. Orang yang berbuat baik pada orang tua
3. Orang yang yang membaca Qur'an dan mengajarkannya.
4. Orang yang memberi makan orang lain
5. Orang yang panjang umurnya baik amalannya. 

Mudah mudahan bulan suci ramadhan ini menjadikan kita orang yang terbaik.

Fastabiqul Khoirot
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiikum

Salam Ukhuwah 
READ MORE - Orang-Orang Terbaik _ Ustadz Rayondra, M.Pd
Coach RR

Khutbah Jum'at, Pesan Al Gazali, Ustadz Rayondra, S.Pd.,M.Pd, Guru MIM Teluk Kuantan

Di Masjid Syuhada Beringin Taluk Kota Taluk Kuantan
Jum'at, 9 Februari 2024

Bismillah. Beberapa waktu yang akan dayang akan dilaksanakan kontestasi pemilihan wakil rakyat DPR (Daerah, Provinsi, Pusat) juga Pemilah Presiden.

1. Kata Al Gazali mana yang paling berat gajah,  dijawab muridnya. Yang paling berat itu adalah amanah. 

Amanah yang pertama yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah yaitu apakah sudah menjalani perintahnya dan menjauhi laranganya. 

Amanah yang kedua segala sesuatu yang ada pada dirinya , yaitu harta, jabatan, ilmu, anak, istri keluarga. Sudahkah amanah menjalani dalam kebaikan berharap ridho Allah SWT. Apakah menjadi pemimpin yang adil. 

2. Apa yang paling diringan kata Al Gazali lalu muridnya adalah kapas ya. Namun kata Al Gazali yang paling ringan adalah meninggalkan shalat.

Mari kita Instropeksi Diri kita sahabat yang dirahmati Allah. Apakah dengan kesibukan kita kita mudah dengan meninggalkan shalat?

Termasuk dalam golongan manakah kita
Apakah yang terbebani bila Untuk shalat?
Apakah kita merasa yang merasa gelisah bila meninggalkan shalat

3. Apa yang paling dekat kata Al Gazali . Jawab muridnya keluarga. Namun Algazali menyampaikan yang paling dekat adalah kematian .
Maka persiapkan menuju kematian. Karena tidak menunggu sakit, tua dan muda. Bahkan ada yang sehat sehat saja. Namun secara mendadak dijemput Allah. Kita tidak tahu kapan Allah menjemput kita.
Sudahkah amal ibadah kita lebih berat dari amalan yang tidak baik?
Mari kita perbanyak meminta ampun kepada Allah. Semua akan menuju kematian. 
Semoga menjadi renungan kita semua.

Fastabiqul Khoirot
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiikum


Ditulis dan rekam
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

READ MORE - Khutbah Jum'at, Pesan Al Gazali, Ustadz Rayondra, S.Pd.,M.Pd, Guru MIM Teluk Kuantan
Coach RR




Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Sentajo Raya, Menghadirkan Penceramah Kondang Kuansing


Bismillah.  Rabu, 7 Februari 2024. Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Sentajo Raya . Menghadirkan Penceramah Kondang dari Kuansing yaitu; Ustadz Lasmiadi, M.Pd Dosen Universitas Islam Kuantan Singingi yang juga Pengurus MUI Kab. Kuantan Singingi. 


Drs. Afrizal Kepala SMAN 1 Sentajo Raya mengungkapkan kegiatan ini dihadiri Pendidik, Tenaga Kependidikan, Peserta Didik dan semua warga sekolah. Semoga dengan hadirnya ustadz menambah kelimuan dan meningkatkan amaliyah dalam kehidupan sehari hari. Apalagi sebentar akan memasuki bulan suci ramadhan. 

Selanjutnya Drs.Edison Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Sentajo Raya  yang juga Wakil Sarana mengungkapkan dengan diadakan kegiatan keagamaan ini, bisa menambah dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Serta menjaga ukhuwah Islamiyah antar civitas warga sekolah. 


Semoga dengan dilaksanakan kegiatan keagamaan ini sebagai bentuk penerapan pelajar Pancasila yaitu Beriman dan Bertakwa pada Tuhan yang esa Kurikulum Merdeka. Juga mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW menjemput perintah sholat yang diperintahkan Allah SWT. Ungkap Ronaldo Rozalino,.S.Sn.,M.Pd.Humas yang juga Calon Guru Penggerak Angkatan 10 Kab. Kuantan Singingi. 



Mari kita bersama menjaga shalat. Dengan menjaga shalat artinya menegakan tiang agama. Namun bila meninggalkannya meruntuhkan perintah Agama Allah. Ungkap Afrizal


Fastabiqul Khoirot 
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiik

Salam Dakwah & Syiar Islam

Laporan publikasi dan dokumentasi Humas


READ MORE - Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Sentajo Raya, Menghadirkan Penceramah Kondang Kuansing
Coach RR

~ Sifat Suka Merendahkan Orang Lain ~

Ketika kita merendahkan seseorang, terkadang saat itu kita berasa hebat. Apalagi ketika merendahkan itu, kita merupakan salah satu orang yang berpengaruh di masyarakat, lalu merendahkan orang yang miskin, kecil dan rendah. Masyaallah.
Terkadang, diantara teman sendiri, disaat kita mempunyai kelebihan harta atau apapun itu, kita sering tidak sadar merendahkan teman kita. walaupun niat kita hanya bercanda, tetapi kita tidak tahu bahwa hati teman kita merasa sakit saat direndahkan.
Bercanda dan Memotivasi seseorang, bukan berarti dengan cara merendahkan dan mencaci maki perbuatan buruknya. Apalagi jika kamu adalah seseorang yang terpandang sebagai orang berpengaruh seperti Guru, atau Dokter dan yang lainnya. Ada beberapa sifat buruk yang melekat pada orang yang suka merendahkan orang lain, diantaranya sebagai berikut 

1. Sombong / Angkuh.
Ketika ada orang yang merendahkan orang lain, dengan cara mencaci maki orang tersebut, pasti di dalam hatinya akan terbesit bahwa dirinya itu merasa lebih baik darinya. misalnya orang itu berkata “kamu itu bodoh, tidak mungkin bisa masuk ke Universitas Negeri, balik aja sana!!!”.

Jadi saat kamu merendahkan seseorang, akan terbesit dan timbul rasa sombong bahwa kamu itu seolah lebih baik dari orang tersebut. Untuk itu, janganlah kita merendahkan orang lain. Sebab, mungkin saja orang yang kita rendahkan itu, memiliki derajat yang lebih baik dari kita di sisi Allah Subhanahu wa Taala.

2. Mempunyai Hati Yang Keras dan Menolak Kebaikan
Sudah pasti bahwa orang yang suka merendahkan orang lain, mempunyai hati yang keras. Mengapa demikian? Misalkan ketika ia melakukan yang salah, ada orang yang menasihatinya. Namun karena orang tersebut memiliki hati yang keras, ia malah menolak nasihat tersebut, bahkan sampai merendahkan orang tersebut.
Artinya saat orang itu tidak mau menerima nasihat baik, meskipun nasihat itu benar untuk dirinya, ia akan menolaknya, karena ia merasa lebih baik dari orang yang menasihatinya.

 3. Selalu Berprasangka Buruk Sangka (Suudzon)
Mengapa orang yang selalu merendahkan orang lain mempunyai sifat suudzon? Karena kebanyakan orang yang suka merendahkan itu adalah orang yang selalu berburuk sangka kepada orang lain, bisa kita ketahui bahwa orang yang selalu merendahkan orang lain, menganggap dirinya paling baik. Jadi mereka hanya berfikir positif untuk dirinya sendiri tetapi melihat orang selalu berburuk sangka dan tidak lebih baik darinya.

4. Tidak Berhati-hati (Ceroboh)
Orang yang suka merendahkan orang lain, dirinya tidak berfikir dulu akibatnya sebelum bertindak, dia hanya mementingkan emosi dan hawa nafsunya saja. Terkadang orang yang merendahkan orang lain, mereka lebih bersifat ceroboh, bahkan tidak peduli akibat dari perbuatan mereka. sifat ceroboh ini biasanya identik dengan tidak berhati-hati, tidak cermat, dan tidak dipikirkan baik-baik dan kurang ajar.

 5. Tidak Bijaksana.
Orang yang suka merendahkan orang lain adalah orang yang tidak menggunakan akal dan budi pekertinya, terlebih lagi mereka kurang berhati-hati dan tidak cermat karena orang yang pandai menggunakan akal dan budi pekertinya tidak akan mudah untuk mencaci maki seseorang..

 6. Bodoh.
Sebutan yang pas untuk orang suka yang mencaci maki dan merendahkan orang. *Mereka tidak mengetahui kelemahan dan kekurangan mereka hanya mengetahui kekurangan orang lain. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang akibat mencaci maki dan merendahkan orang lain.

7. Pemarah.
Buas seperti binatang buas yang suka melawan dan suka marah, Terkadang suka memukul orang yang suka mencaci maki itu. tapi terkadang juga orang yang pendiam tetapi sekali berbicara  langsung membuat telinga sakit, itu malah lebih sadis menurut saya. karena kita tahu dia pendiam baik tetapi ternyata sekali berbicara langsung merendahkan orang. itu seperti berbalik 90 derajat.
Demikianlah diantara tujuh sifat orang yang suka merendahkan orang lain. Mudah-mudahan kita tidak termasuk kepada kategori orang-orang yang suka merendahkan orang lain, tapi orang baik kepada oang lain.

Semoga bermanfaat.

Fastabiqul Khoirot
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiikum

Salam Dakwah & Syiar Islam
Ronaldo Rozalino
READ MORE - Sifat Suka Merendahkan Orang Lain
Coach RR
TIPUAN DUNIA

```Betapa nikmatnya tipuan dunia. 
Bahkan imam syafi'i mengatakan dalam sebuah kata² mutiara bahwa. 

 “Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya."

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan.
Perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; 
kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. 
Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. 
Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. al-Hadîd [57]: 20).

“Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kamu.” (QS. Luqman [31]: 33)

Hati-hatilah kawan tipuan Dunia. 
Ingatlah Dunia Bangkai semata-mata.. 

Semoga Allah memudahkan jalan kita untuk lebih dekat dengan nya. 

Aamiin ya robbal alamin.```
READ MORE - TIPUAN DUNIA
Coach RR


Contoh Suri Tauladan Rasulullah SAW dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Sentajo Raya Kab. Kuansing Provinsi Riau.

Bismillah. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Sentajo Raya Kab. Kuansing Provinsi Riau.
Diawali pembacaan Al Qur'an oleh siswa
Mitra Yuwita XII MIPA 2 dan Niken Salsabila kelas XI 1. 

Selanjutnya Arahan Helmaheri, M.Pd Kepala SMAN 1 Sentajo Raya. 
Dimulai dengan kegiatan lomba shalat subuh berjamaah. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H Tahun 2023 
Terima kasih dengan kehadiran Ustadz Buya Dedi Amrizal penceramah yang hadir sudah pagi pagi disekolah ini. Didampingi Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd Humas SMAN 1 Sentajo Raya. 

Helmaheri mengungkapkan dengan kegiatan ini bisa meningkatkan karakter akhlak mulia, attitude berperilaku baik dan mulia. Saat ini sudah ada teknologi AI sudah menggantikan kegiatan manusia diera teknologi saat ini. Namun yang tidak bisa digantikan adalah akhlak, etika, attituted. Mari kita tingkatkan karakter mulia ini didalam sekolah. Sehingga suatu perwujudan profil pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka.

Ustadz Buya Dedi Amrizal penceramah menyampaikan dalam tausiyah lahirnya Rasulullah SAW adalah bersyukur kepada umatnya. 
Siswa disekolah bersyukur dengan mendapatkan ilmu dari guru. Dengan demikian hormati dan muliakan orang tua kita dirumah. 

Berikut tausiyah Buya Dedi:
Saat ini Tahun 1445 H 2023 M. Siapa Nabi kita? Nabi Muhammad dalam Al Qur'an 4 kali dan Ahmad 1 kali disebutkan. Arti nama Muhammad yang terpuji. Dalam bahasa Inggris The Best. 
Cara hidupnya menjadi sunah. Ucapan rasul dinamakan Hadist. 

Mengapa kita mengadakan maulid Nabi untuk kembali mencontoh dan panutan.  Mencintai Rasulullah SAW. 

Rasulullah tidak pernah berhenti di Uji Allah. 
Sejak dilahir ditinggal Ayahnya. Dijaga oleh Abdul Muthalib kekeknya Aminah Ibunya. Rasulullah sejak kecil menggembala dan berdagang demikan Kehidupan Rasulullah. 

Ketika Rasulullah diangkat Nabi di Usia 40 Tahun. Dan menikah di Usia 25 Tahun. Kehidupan Rasullullah menjadi Suri tauladan.Rasulullah di Madinah 10 tahun dan Mekah 13 tahun. Menyebarkan dakwah Agama Islam Rahmatan Lil alamiin.  

1. Akhlak rasul hanya menyembah kepada Allah. Menyembah, Memohon dan meminta pertolongan Allah. 

2. Akhlak Rasul kepada Manusia sesungguhnya Rasul diutus hanya untuk menyempurnakan Akhlak. Memberikan contoh akhlak dalam kehidupan manusia.
Menjaga amanah diberikan kesehatan, sidig, jujur. Karakter Islam yaitu demikian yang dicontohkan Nabi.
Sopan santun dan akhlak berbeda.
Akhlak perintah Allah kepada manusia , sopan santun itu sikap. 

Setiap hari yang dibawa Rasulullah dibawa adalah dengan menjaga shalat 5 waktu semalam. Rasul sebagai Rahmat bagi semesta kita. Ketika hidup gelisah dan dalam ujian Allah bawalah shalat. 

Bawa tanggapan orang orang jahiliyah dimekah hampir mati dibunuh sehingga Rasul hijrah ke Madinah. Dalam hidup Rasulullah tidak pernah menggunakan ilmu sihir dan hitam. Hanya bergantung kepada Allah SWT. 

Bila ada yang tidak kenal Rasulullah dipertanyakan keimanannya.  Rasulullah lahir 12 Rabiul Awal. 

Kenapa Rasulullah lahir di Jazirah Arab. Karena di sina ketika dulu masih jahil yaitu dalam kebodohan. 
Rasullullah dalam keturunan suci. 
Rasulullah lebih suka berkumpul dengan orang orang miskin. 

Demikian Pesan Buya Ustadz Dedi Amrizal kepada siswa di SMAN 1 Sentajo Raya .

3. Akhlak kepada lingkungan mahkluk Allah semesta. Rasulullah SAW tidak pernah buang air kecil berdiri. 

Semua yang dialam semesta adalah Mahkluk Allah. Semuanya diperintahkan bertakwa hanya kepada Allah SWT. 

Diakhiri dengan doa bersama dipimpin langsung Ustadz Buya Dedi Amrizal Semoga apa yang kita doakan bersama di Ijabah Allah. Membawa kebaikan, keberkahan, Rahmat Allah untuk sekolah tercinta. Mewujudkan dan melahirkan Akhlak dan karakter yang mulia. Ungkap Drs. Edison Wakil Sarana yang juga Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sentajo Raya.

Fastabiqul Khoirot
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiik.

Laporan : Ronaldo Rozalino


#maulidnabisaw #suritauladan #akhlaknabi #kegiatankeagamaan #sman1sentajoraya #gurupenulis #tausiyah #majlisilmu #humas #publikasi #dokumentasi





READ MORE - Contoh Suri Tauladan Rasulullah SAW dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Sentajo Raya
Coach RR

Kebiasaan Baik Nabi Muhammad SAW Yang Kita Bisa Amalkan Secara Rutin
Ust Jabrius, S.Pd
(Pengurus DMI Kuansing, Sekretaris BAZNAS Kuansing)

Khutbah Jum'at 
Di Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan
22  September 2023

Bismillah. 
Hari ini hari ke enam dibulan Rabiul Awal ditahun 1445 H. 

Bulan Rabiul Awal ini nabi Muhammad SAW dilahirkan. Bulan ini disebut bulan Maulid Nabi.

Kebiasaan baik Nabi SWA yang bisa kita amalkan secara rutin:

Melakukan muhasabah diri
Muhasabah berasal dari berasal dari bahasa Arab , secara etimologi engkau menghitungnya.
Secara bahasa menghitung hitung kelemahan diri.

Kenapa kita harus muhasabah diri?
Karena hidup sangat singkat.
Paling lama hidup sampai 100 tahun.
Namun itu jarang saat ini disini.

Hidup sangat singkat sekali hanya dari waktu shalat kewaktu shalat berikutnya. 

Mempersiapkan diri kepentingan akhirat
namun jangan lupa duniamu

Fastbiqul Khoirot
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiik

Salam Dakwah & Syiar Islam
yayasanmesjidrayatelukkuantan

#unityayasan #khutbah #jumat #majlisilmu #yayasanmesjidrayatelukkuantan #muikuansing #dmikuansing #pdmkuansing #pemakmurmasjid #jendeladuniaislam #literasidigitalkuansing #forumliterasikuansing #ronaldorozalino

Ditulis Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd,C.PS,C.ME

READ MORE - Kebiasaan Baik Nabi Muhammad SAW Yang Kita Bisa Amalkan Secara Rutin_Ust Jabrius, S.Pd_(Pengurus DMI Kuansing, Sekretaris BAZNAS Kuansing)
Coach RR
Muhasabah Diri Di Bulan Muharram
Ustadz Darwis DT

Khutbah Jum'at , 4 Agustus 2023
Di Masjid Syuhada Beringin Taluk , Kota Taluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau

Bismillah. Nabi muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah. Namun kita hijrah sisa dari peninggalan nabi, yaitu hijrah dari yang kurang baik ke yang baik.

3 Bagian HIJRAH diantaranya:

1. Hijrah itikadiyah,  dalam memantapkan dalam meningkatkan dan keyakinan iman untuk beribadah kepada Allah SWT.
Bersandar dunia semua akan kembali kepadaNya.
Bila selama ini jarang untuk datang ke masjid , rubah dengan yang baik yaitu mendatangi majlis ilmu dan mendirikan shalat secara berjamaah. 
Muhasabah diri kita setiap waktu.
Tinggalkan semua urusan dunia untuk memenuhi panggilan Allah SWT. 
Ramaikan shalat berjamaah . 
2. Hijrah fikriyah , hijrah dalam mengembangkan pola fikir dalam Islam. 
Kekuatan umat Islam dalam negeri bisa dikerahkan. Namun Islam bagaikan buih dilautan. Anak anak kita wajib punya pendidikan ,  ilmu, teknologi dan politik. 
Umat Islam harus cerdas untuk memilih. Agar Islam berjaya.
Bawa shalat hajat , lalu minta kepada Allah siapa yang amanah untuk dipilih.
Pilih yang benar benar takut Allah dan Rasulnya. 
3. Hijrah Secara Suhuriyah , hijrah memperbaiki tingkah laku . Artinya adab yang mulia. Umat Islam harus hidup dengan Akhlakul Karimah yang baik.  
Bagaimana umat Islam harus diseganj umat yang lain. Dengan menjaga Adab. 
Adab besandi syarak , syarak bersandi kitabullah. 

Inilah yang harus kita cerna untuk masa yang akan datang. Demi mencapai kemaslahatan secara bersama.
Adat ada 4 filosofi yang sudah menghilang
1. Kata mendaki
Berbicara dengan yang lebih tua menghormati.
2. Kata menurun
Berbicara yang lebih muda tanamkan kasih sayang.
3. Kata mendatar
Berbicara teman sepergaulan kedepankan pengertian.
4. Kata melereng
Berbicara dengan sumando, anak menantu dengan menjaga agar tidak menyinggung perasaan.
Mari ditahun 1445 H kita hijrah bersama sama. 

Fastabiqul Khoirot.
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah 

Ditulis: Ronaldo Rozalino
READ MORE - Muhasabah Diri Di Bulan Muharram_Ustadz Darwis DT
Coach RR
𝐌𝐀𝐋𝐈𝐂𝐈𝐎𝐔𝐒 𝐃𝐄𝐂𝐄𝐏𝐓𝐈𝐎𝐍
***

Musim haji tahun 196 Hijriyah baru saja usai...

Kaum muslimin bersiap-siap pulang ke kampung halaman masing-masing. Namun para penuntut ilmu banyak yang bertahan di tanah suci itu. Mereka tahu, seorang ulama besar dari Kufah menunaikan haji di tahun tersebut. Ia adalah al-Imam al-Hafizh Waki’ bin Jarrah, guru dari Imam al-Syafi’i, 𝑟𝑎ℎ𝑖𝑚𝑎ℎ𝑢𝑚𝑎𝑙𝑙𝑎̂ℎ. 

Di pelataran Masjidil Haram, mereka mengerumuni sang Imam, menyauk limpahan ilmu dari lisan beliau, mendengar riwayat hadits-hadits Rasulullah Saw dan mendaras fiqih ahlul Iraq. 

Berhari-hari lamanya, majelis penuh berkah itu digelar. Hingga suatu ketika, Imam Waki’ menyampaikan sebuah riwayat dari Ismail bin Abi Khalid:

عن إسماعيل بن أبي خالد عن عبد الله البهيِّ عن أبي بكر الصديق، أنه جاء إلى النَّبيِّ -صلى الله عليه وسلم- بعد وفاته، فأكبَّ عليه، فقبَّله، وقال: "بأبي أنت وأمِّي، ما أطيبَ حياتك وميتتك" ثم قال عبد الله البهيّ: "وكان تُرِك يومًا وليلةً حتى ربا بطنه، وانثنت خنصراه"

“𝐷𝑎𝑟𝑖 𝐼𝑠𝑚𝑎𝑖𝑙 𝑏𝑖𝑛 𝐴𝑏𝑖 𝐾ℎ𝑎𝑙𝑖𝑑, 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑏𝑑𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑙-𝐵𝑎ℎ𝑖𝑦, 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑏𝑢 𝐵𝑎𝑘𝑎𝑟 𝑎𝑙-𝑆ℎ𝑖𝑑𝑑𝑖𝑞: 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑖𝑎 (𝐴𝑏𝑢 𝐵𝑎𝑘𝑎𝑟) 𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑒𝑘𝑎𝑡 𝑗𝑒𝑛𝑎𝑧𝑎ℎ 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑎𝑤. 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝐵𝑒𝑙𝑖𝑎𝑢 𝑤𝑎𝑓𝑎𝑡, 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑢𝑛𝑑𝑢𝑘𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑢𝑏𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑖𝑢𝑚𝑖 𝑗𝑒𝑛𝑎𝑧𝑎ℎ 𝐵𝑒𝑙𝑖𝑎𝑢, 𝑠𝑎𝑚𝑏𝑖𝑙 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎: “𝐷𝑒𝑚𝑖 𝑎𝑦𝑎ℎ 𝑑𝑎𝑛 𝑖𝑏𝑢𝑘𝑢, 𝑎𝑙𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎ℎ 𝑤𝑎𝑛𝑔𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢 (𝑊𝑎ℎ𝑎𝑖 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙) 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑎𝑎𝑛 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑡𝑖𝑚𝑢”. 𝐾𝑒𝑚𝑢𝑑𝑖𝑎𝑛 𝐴𝑏𝑑𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑙-𝐵𝑎ℎ𝑖𝑦 (𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑖) 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑡𝑎: “𝐽𝑒𝑛𝑎𝑧𝑎ℎ 𝑅𝑎𝑠𝑢𝑙𝑢𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑏𝑖𝑎𝑟𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚, 𝑠𝑒ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑡 𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑢 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑑𝑢𝑎 𝑘𝑒𝑙𝑖𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑙𝑖𝑎𝑢 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑢𝑠”. 

Imam Waki’ lalu menjelaskan bahwa hadits tersebut 𝑑ℎ𝑎'𝑖𝑓 lagi 𝑚𝑢𝑛𝑘𝑎𝑟, sanadnya 𝑚𝑢𝑛𝑞𝑎𝑡ℎ𝑖'’ sebab Abdullah al-Bahiy tidak pernah bertemu dengan Abu Bakar al-Shiddiq. 

Syahdan, setelah menyampaikan hadits tersebut, tersiarlah kabar bahwa Imam Waki’ telah menista Rasulullah Saw. sebab mengatakan perut beliau membesar dan jari kelingkingnya terputus! Entah sengaja atau tidak, atau karena dengki akan nama besar sang Imam, para penyebar hoax merilis informasi yang tidak utuh, sepotong-sepotong: penjelasan akhir sang Imam terkait 𝑑ℎ𝑎'𝑖𝑓-nya hadis tersebut sengaja dihilangkan. 

Orang-orang Quraisy di Mekkah pun termakan berita palsu tersebut, mereka tersulut emosi. Bagi mereka, ini penghinaan terhadap Rasulullah! Mereka lalu melapor kepada Gubernur Mekkah. Sang Gubernur murka, ia menjatuhkan hukuman bahwa Imam Waki’ harus dihukum mati dengan cara disalib. Berita heboh itu juga sampai ke telinga Khalifah Harun al-Rasyid yang turut haji pada tahun tersebut. Harun lantas bertanya kepada Ibnu Abi Ruwâd, ulama besar mufti Mekkah, dan sang mufti juga menegaskan bahwa orang yang menista Rasul harus dihukum mati. 

Untunglah di masa itu masih hidup Imam Sufyan bin ‘Uyaynah (juga guru Imam al-Syafi’i). Mereka meminta pendapat beliau. Ibnu ‘Uyaynah berkata: “Menurutku beliau tidak pantas dihukum, beliau hanya menyampaikan hadits, dan beliau sudah jelaskan duduk persoalannya”. 

Akhirnya Imam Waki’ dilepaskan dari kurungan. Beliau segera berangkat meninggalkan Mekkah menuju Madinah. Namun murka Gubernur Mekkah belum reda. Ia berkirim surat kepada penduduk Madinah: “Kalau Waki’ sampai di Madinah, jangan segan-segan untuk merajamnya sampai mati!”. 

Tapi mandat Gubernur Mekkah itu bocor. Ulama Madinah, Sa’id bin Manshur segera mengirim surat rahasia kepada Imam Waki’ agar tidak datang ke Madinah karena bisa membahayakan nyawanya. Akhirnya Imam Waki’ berbalik arah menju Rabdzah dan pulang ke Kufah. Setelah peristiwa itu, sang Imam sakit. Lalu tahun berikutnya beliau datang berhaji diam-diam. Namun dalam perjalanan pulang, beliau wafat dan dimakamkan di daerah Faid (sekarang masuk wilayah Arab Saudi). 

***
Informasi yang tidak utuh itu sangat berbahaya! Tragedi Imam Waki’ mengajarkan kita untuk selalu menyaring setiap informasi yang datang, sebab seringkali berita itu dibuat sebagai 𝑚𝑎𝑙𝑖𝑐𝑖𝑜𝑢𝑠 𝑑𝑒𝑐𝑒𝑝𝑡𝑖𝑜𝑛: kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat. Terlebih di era postmodernisme, di mana orang memang cenderung percaya pada apa yang disukainya saja, tak peduli benar atau tidak. 

Kata J. Bonkowski Jr.: “𝑡𝑤𝑜 ℎ𝑎𝑙𝑓 𝑡𝑟𝑢𝑡ℎ𝑠 𝑑𝑜𝑛'𝑡 𝑚𝑎𝑘𝑒 𝑜𝑛𝑒 𝑡𝑟𝑢𝑡ℎ!” (seperempat kebenaran bukanlah satu kebenaran). Sekeping 𝑖𝑚𝑎𝑔𝑒 hasil 𝑐𝑟𝑜𝑝 tak mampu memberikan potret utuh (𝑡𝑎𝑠ℎ𝑎𝑤𝑤𝑢𝑟) dari sebuah gambar, yang ada justru menimbulkan salah persepsi! Padahal 𝑡𝑎𝑠ℎ𝑎𝑤𝑤𝑢𝑟 yang utuh adalah fondasi untuk mengambil kesimpulan (𝑡𝑎𝑠ℎ𝑑𝑖̂𝑞) yang benar.

Pun begitu pengetahuan yang sepotong-sepotong, bisa mencelakakan. Orangtua kita dulu menyebutnya “kepalang ajar”, punya ilmu serba menanggung, tahu dua tiga hadis lalu jumawa merasa alim, nekat berfatwa layaknya mufti, celaka diri tak disadari.
***

Sumber bacaan:
- Al-Dzahabi, 𝑆𝑖𝑦𝑎𝑟 𝐴’𝑙𝑎̂𝑚 𝑎𝑙-𝑁𝑢𝑏𝑎𝑙𝑎̂` (VII/570)
- Ibn ‘Asâkir, 𝑇𝑎̂𝑟𝑖𝑘ℎ 𝐷𝑖𝑚𝑎𝑠𝑦𝑞 (LXIII/101)
READ MORE - 𝐌𝐀𝐋𝐈𝐂𝐈𝐎𝐔𝐒 𝐃𝐄𝐂𝐄𝐏𝐓𝐈𝐎𝐍
Coach RR
Di Nakhodai Ziyadul Kamal, S.Pd.I.,MA SMAN 1 Gunung Toar Melesat Menuju Nasional

Bismillah. Belum lama menjabat sebagai kepala sekolah di SMAN 1 Gunung Toar , Ziyadul Kamal, S.Pd.I.,MA mampu membawa peserta didiknya menuju Nasional. Hal ini diungkapkan Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd Ketua Forum Literasi Kuansing yang juga pernah menjadi Jurnalis Kuansing TV beberapa tahun yang lalu.

Beliau adalah sosok yang sangat mendukung kegiatan-kegiatan sekolah. Sehingga apapun kegiatan akademis dan non akademis selalu mendapat apresiasi yang luar biasa. Sehingga wajar saja dari beberapa bidang mata pelajaran salah satunya Seni Budaya. Peserta didiknya berhasil berprestasi di tingkat provinsi Riau.  atas nama Arif Oktavio Ramadhan meraih Juara 1 Cabang Desain Poster FLS2N jenjang SMA/MA tingkat provinsi Riau di bawah bimbingan Bayu Fharadila, ST. Dan akan mewakili Riau ke Tingkat Nasional beberapa waktu yang akan datang. 

Ziyadul Kamal sosok yang ramah, rendah hati, tegas, bersahaja, pada siapapun. Beliau juga sebagai Guru Pengajar Praktik Guru Penggerak  Kurikulum Merdeka Belajar. Sangat jeli melihat potensi peserta didiknya. Sehingga minat dan bakat mereka disalurkan diberbagai ajang kompetisi. Salah satu pemberdayaan peserta didiknya yang jelas mendukung kurikulum merdeka belajar. Pembelajar berpihak pada peserta didik..

Bukan hal itu beliau juga pernah menjabat sebagai wakil kurikulum SMAN 1 Teluk Kuantan. Pada akhirnya diamanahkan tahun 2023 menjadi kepala sekolah yang 
dilantik oleh Gubernur Riau dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau beserta Sekretaris,Kabid dan Kacab Seluruh Wilayah Riau

Harapan semoga bisa mewujudkan visi misi Riau yang digaungkan Gubernur Provinsi Riau, yang menjadi program  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia yaitu pembelajaran yang menyenangkan, mengikuti perkembangan zaman di era digital yang selaras dengan yang disampaikan tokoh pendidikan; Kihajar Dewantara bahwa pendidik tugasnya menuntun peserta didik sesuai dengan kodrat zaman dan kodrat alamnya.
Hal ini tugas seluruh tenaga pendidik dan kependidikan hebat di SMAN 1 Gunung Toar bersinergi, bekerja sama dan berkolaborasi untuk memfasilitasi potensi, bakat dan minat peserta didik yang beragam. 

Tidak hanya hanya itu saja dengan dasar Agama yang bagus beliau juga seorang mubaligh yang berceramah disetiap masjid di Kabupaten Kuantan Singingi. Nilai religiusnya kental terlihat dari tutur katanya yang selalu menasihati, memotivasi, murah senyum, ketika  berkomunikasi dengan beliau.

Sosok pemimpin yang demikian adalah yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW . Suri tauladan umat muslim di permukaan bumi Allah. Banyak hal yang bisa yang diteladani oleh sosok Ustadz Ziyadul Kamal sang guru yang selalu bertutur hal hal positif dalam dunia pendidikan era ini.

Saya doakan beliau selalu sehat, dilimpahkan Rahmat berkah dan keridhoan Allah SWT menakhodai sekolahnya. 
Orang baik selalu dilingkungan yang baik, karena Allah Maha Baik keberkahan senantiasa berlimpah. Masyaa Allah. Ungkap Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd yang juga sebagai Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI Kuansing dan Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuansing. 

Laporan: Ronaldo Rozalino
READ MORE - Di Nakhodai Ziyadul Kamal, S.Pd.I.,MA SMAN 1 Gunung Toar Melesat Menuju Nasional
Coach RR


Bagaimana Mendapat Ampunan Allah SWT
Ustadz Agusrianto, MA
(Pimpinan Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Kab. Kuantan Singingi, Riau)

Khutbah Jum'at
Di Masjid Syuhada Beringin Taluk
Kota Taluk Kuantan
2 Juni 2023 M ,  Zulkaidah 1444 H

Bismillah. Dan bersegeralah agar mencari ampunan kepada Allah seluas langit dan bumi. 
Begitu Allah menggambarkan mendapat ampunannya.

Tentunya kita bersegera agar mendapat ampunan pada Allah SWT.

Bagaimana Mendapat Ampunan Allah SWT :
1. Beriman kepada Allah SWT, kunci berharap ampunan pada Nya adalah iman kita kepada Nya. 
Syirik penghalang mendapat ampunannya. Jangan mencampurkan hak dan yang bathil.

2. Bersyukur dengan nikmat kepada Allah SWT
Bagaimana kita bersyukur kepada Allah SWT, 
Jika kamu bersyukur nikmat yang diberikan Nya akan memberikan yang terbaik. Bila kamu kufur dengan nikmat Allah, maka azab Allah sangatlah pedih.
Diberi kesehatan, nafkah, kebaikan, dan rezeki bersyukur kepada Nya.

3. Ibadah yang dilakukan ikhlas dan tulus.
Jangan beribadah ingin dipuji orang lain. Beribadah dijalan Allah memang betul tulus dan ikhlas. 
Ketika beribadah dalam keheningan malam disaat beribadah dengan rasa syukur 

Semoga kita menjadi hamba yang beriman, bersyukur, ikhlas dan tulus. Untuk mendapat ampunan Nya.

Berkurbanlah untuk mendapat ampunan pada Allah. Bagaimana Mendapat ampunan Nya. Berkurban pun kita tidak mau. Jangan takut miskin karena berkurban

Fastabiqul Khoirot
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiik

Salam Dakwah & Syiar Islam
Writter: @ronaldo_rozalino

#JumatBerkah
#PemakmurMasjid
#TausiyahIslamModern
#JendelaDuniaIslam
#ForumLiterasiKuansing
#GerakanLiterasiKuansing
#RonaldoRozalino
#BritishPropolis
#SuplemenKesehatan
#TokoJembatanMerah
#TokoVicellaMedia
#BP
#MaduVicella

READ MORE - Bagaimana Mendapat Ampunan Allah SWT, Ustadz Agusrianto, MA (Pimpinan Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Kab. Kuantan Singingi, Riau)
Coach RR
DOA PADA ACARA PEMBUKAAN ACARA FESTIVAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) TINGKAT KABUPATEN KUANSING TAHUN 2023

Astaghfirullah 3 x
Audzublilahimisayaiton
Bismillahirahmanirrahiim

Alhamdulillahi rabbil ’aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala asyrofil anbiyaa-i walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihii ajma’iin ammaba’adu.

Ya Allah Tuhan kami Yang Maha Rahman Kami mendengar dan mengikuti kumandang seru bisikan, menyeru manusia karena-Mu untuk beriman, kami sambut seruan itu dengan penuh keyakinan, karena kami selalu merindukan rahmat ampunan.

 Ampuni kami, segala dosa dan kesalahan kami, terimalah ibadah kami dan segala pengabdian, persatuan kami dalam ukhuwah disertai ridha-Mu penuh kasih sayang,
dengan hamba-Mu bebas-hisab, kelak kami dihimpunkan.

 Ya Allah ‘A-limul Ghaibi Wasyahadah Rahmat. Kami mohon limpahan ampun dan kehidupan yang penuh berkat sukses dalam usaha di dunia dan untuk akhirat, berilah kami kemenangan meraih surga yang serba nikmat dan selamatkan kami dari adzab nestapa neraka. 

Hindarkanlah kepada kami dari muslihat syaitan terlaknat, jauhkan kami untuk dari kekufuran, durhaka dan kiamat, jadikanlah kami hamba-Mu yang pandai mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan. 

Ya Allah Tuhan Maha Kuasa Maha Perkasa Pada hari ini kami berkumpul menghadiri pembukaan acara Festival Lomba Seni Siswa Nasional Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2023.
 
Kami semua sudah bertekad menjadi abdi masyarakat dan abdi Negara, namun kami teguh iman sebagai hamba-Mu yang bersahaya.  

Kini saatnya kami membuka acara Festival Lomba Seni Siswa Nasional Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2023, wajah-wajah cerah, tegap, gagah perkasa, mereka sudah siap tanding di gelanggang arena, semoga mendapatkan hasil yang terbaik  bagi semuanya. 

Limpahkan kepada mereka kesehatan jasmani yang sempurna berprestasi dalam segala usaha dan upaya, sifat sportif dalam bertanding, jauhkan mereka dari curang, menang tanpa makna. 

Akhirnya doa dari segala pinta, sejahterakan kami hidup di alam fana, bahagiakan kami kelak di alam baka hindarkan kami dari nestapa adzab neraka, rahmat ampunan-Mu.

Pembaca Doa
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI Kabupaten Kuantan Singingi
READ MORE - DOA PADA ACARA PEMBUKAAN ACARA FESTIVAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL (FLS2N) TINGKAT KABUPATEN KUANSING TAHUN 2023
Coach RR
PEMBAHASAN TERPERINCI TENTANG MAQASHID SYAR'I DAN HARAMNYA MENGHENTIKAN FUNGSI MASJID

Prof. Dr. Hakim Al-Mathiri


Pertanyaan:

Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Syaikhana Al-Karim...

Terkait komentar Anda terhadap fatwa larangan shalat lima waktu di masjid-masjid dalam rangka mencegah persebaran virus, tidakkah fatwa-fatwa tersebut sesuai dengan kaidah "mencegah mafsadat lebih besar"? Terlebih, bisa jadi seseorang menjadi carier penyakit ini, namun tidak menyadarinya sehingga ia tetap shalat bersama masyarakat yang mana bisa menyebabkan tersebarnya virus?

Jawaban:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

Hayyaakallah...

Siapa yang memahami hakikat Islam, Iman, dan Tauhid tentu mengerti kebatilan fatwa tentang penutupan masjid dan pelarangan shalat lima waktu karena kekhawatiran akan penyakit.

Ini tidak akan dibenarkan oleh siapa yang mengerti prinsip-prinsip ajaran Islam, apalagi hukum-hukum fikihnya! Fatwa tersebut terjadi karena pengaruh paradigma Barat yang sekuler dan materialistis, yang memandang manusia sebagai komoditas yang dikhawatirkan musnah serta kekhawatiran akan kerugian materi yang akan menjadi beban negara atas nama sosialisme atau paradigma yang menganggapnya sebagai tuhan selain Allah atas nama liberalisme. Akibatnya, bagi orang-orang seperti mereka itu, kehidupan dunia dan kemaslahatannya lebih penting daripada kemaslahatan  agama, iman, dan akhirat sebagaimana ditetapkan oleh Islam yang telah mensyariatkan jihad fi sabilillah untuk menegakkan hukum-hukumnya, meski dengan pengorbanan jiwa.

وقاتلوهم حتى لا تكون فتنة ويكون الدين كله لله

"Perangilah mereka sehingga tidak terjadi fitnah dan agama seluruhnya hanya milik Allah."

ومن أظلم ممن منع مساجد الله أن يذكر فيها اسمه

"Siapakah yang lebih zhalim daripada siapa yang melarang masjid-masjid Allah untuk digunakan berdzikir menyebut nama-Nya?"

Para fukaha bersepakat bahwa hifzhud din (menjaga agama) adalah dharuriyat yang paling utama, di antara lima dharuriyat. Baru sesudah itu hifzhun nafs (menjaga jiwa). Menjalankan hukum-hukum Islam merupakan prinsip agama walaupun harus dilakukan melalui jihad fi sabilillah yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa.

Salah satunya adalah melaksanakan zikrullah di masjid-masjid dan rumah-rumah Allah serta memakmurkannya dengan shalat fardhu lima waktu, shalat Jumat, dan shalat jamaah, baik dengan amalan-amalan fardhu ain maupun fardhu kifayah.

Ibnu Taimiyah berkata dalam Majmu'ul Fatawa XXXI/255 :

لا يحل إغلاق المساجد عما شرعت له.

"Haram menutup masjid-masjid untuk pelaksanaan amalan-amalan yang untuk itu disyariatkan pembangunan masjid."

Al-Aini berkata dalam Al-Binayah Syarhul Hidayah lil Marghinani fi Fiqhil Hanafiyah, II/470:

و يكره أن يغلق باب المسجد لأنه يشبه المنع من الصلاة

"Dimakruhkan mengunci pintu masjid karena seakan-akan itu merupakan larangan shalat."

Artinya, mengunci pintu masjid mirip dengan tindakan melarang, sehingga dimakruhkan. Berdasarkan firman Allah Ta'ala:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ﴾..).

"Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang melarang berzikir mengingat Allah di masjid-masjid Allah?"

Pada tahun 1316, para ulama Mesir ditanya tentang hukum larangan beribadah haji dari Mesir dikarenakan adanya wabah penyakit di Hijaz. Mereka secara ijmak memfatwakan haramnya melarang pelaksanaan ibadah haji. Disebutkan dalam Majalah Al-Manar, II/30:

"Dewan Pertimbangan telah mengadakan pertemuan untuk membahas larangan berhaji yang menurut Dewan Kesehatan mendesak diberlakukan demi mencegah penularan wabah dari negeri Hijaz ke Mesir.

Berhubung larangan berhaji adalah larangan terhadap salah satu  pilar Islam yang sangat prinsipil maka Dewan Pertimbangan tidak akan memberlakukan usulan tersebut kecuali setelah meminta fatwa para ulama.

Oleh karena itu, Ketua Dewan Pertimbangan mengundang Yang Mulia Hakim Agung Mesir serta Syaikhul Azhar dan Mufti Negeri Mesir,  Syaikh Abdurrahman Nawawi Mufti Haqani, dan Syaikh Abdul  Qadir  Rafii Mantan Ketua Majelis Ilmu, untuk menghadiri pertemuan. Mereka pun hadir dan membahas persoalan ini dengan Dewan Pertimbangan.

Usai pertemuan, mereka berkumpul dan bersepakat untuk menulis dan mengirimkan fatwa berikut kepada Dewan Pertimbangan. Bunyi fatwa tersebut:

========================

الحمد لله وحده..

Tidak seorang pun ulama yang menyebutkan bahwa syarat wajibnya pelaksanaan haji adalah tidak adanya wabah penyakit di negeri Hijaz. Maka adanya wabah tidak menghalangi kewajiban melaksanakan haji bagi yang mampu. Atas dasar hal tersebut, tidak boleh memberlakukan larangan bagi siapa yang ingin berangkat haji ketika ada wabah penyakit selama ia mampu berhaji.

Adapun larangan datang ke kawasan yang terkena wabah sebagaimana terdapat dalam hadits harus dimaknai apabila tidak bertentangan dengan kepentingan yang lebih kuat, seperti melaksanakan amalan fardhu, sebagaimana hal tersebut bisa disimpulkan dari perkataan para ulama.

Selain itu, larangan masuk dan keluar mengikuti keyakinan orang yang ingin masuk dan keluar tersebut, sebagaimana bisa dipahami dari perkataan penulis kitab Tanwirul Abshar Matnu Ad-Durril Mukhtar. Ia mengatakan, "Apabila seseorang keluar dari sebuah negeri yang terkena wabah -jika ia mengetahui bahwa segala sesuatu terjadi dengan takdir Allah Ta'ala maka ia boleh keluar dan masuk. Tetapi jika ia merasa bahwa apabila ia keluar niscaya selamat dan apabila masuk niscaya terkena wabah, maka hal tersebut dimakruhkan sehingga ia tidak boleh masuk atau keluar."

Pernyataannya itu dikuatkan oleh pensyarahnya, yaitu As-Sindiy. Wallahu a'lam.

2 Dzulqa'dah 1316 H.

======================

Cara pandang Barat yang materialistis telah mendominasi dalam penyikapan terhadap wabah Korona dengan membatasi persoalan ini sebagai wilayah thibb thabi'i semata seperti upaya kehati-hatian, pencegahan, dan pengobatan. Namun di saat yang sama memutus hubungan dengan alam ghaib dan thibb imani yang mengharuskan bertaubat, berinabah, berdoa, dan bertawakal kepada Allah, bersabar terhadap ujian-Nya, ridha kepada takdir-Nya, serta kesadaran akan keagungan-Nya. Padahal, itu semua merupakan hakikat keimanan kepada Allah!

Beralasan dengan kaidah dar'ul mafasid (mencegah keburukan) dan mencegah penularan untuk menghentikan fungsi masjid dan melarang pelaksanaan ibadah fardhu merupakan salah satu contoh pandangan sekuler dan materialistis yang dikemas dengan fatwa keagamaan!

Adanya wabah bukanlah peristiwa baru sehingga kita membutuhkan ijtihad dan fatwa baru.

Wabah penyakit pernah terjadi di zaman Nabi Saw. dan beliau telah menjelaskan hukum-hukum yang berkaitan dengannya. Namun demikian, beliau sama sekali tidak pernah mengizinkan penutupan masjid dan dihentikannya shalat fardhu di dalamnya. Yang beliau larang adalah mendatangi kawasan yang di sana terjadi wabah atau keluar dari kawasan tersebut serta jangan sampai penderita sakit berbaur dengan yang sehat.

Bahkan, secara qath'i beliau menafikan penularan dengan menyampaikan alasan kongkrit. Beliau bersabda:

لا عدوى

"Tidak ada penularan."

Juga bersabda:

فمن أعدى الأول

"Lalu siapa yang menulari penderita pertama?"

Beliau bersabda;

لا يعدي شيء شيئا فقال أعرابي: يا رسول الله البعير الأجرب aفتجرب الإبل كلها. فقال رسول الله صلّى الله عليه وسلم: فمن أجرب الأول؟ لا عدوى ولا صفر، خلق الله كل نفس و كتب حياتها و رزقها و مصائبها.

"Tidak ada sesuatu yang menularkan kepada sesuatu yang lain." Maka ada seorang Badui berkata, "Wahai Rasulullah,  bukankah seekor unta yang kudisan menyebabkan semua unta menjadi kudisan?" Rasulullah Saw. pun bersabda: "Siapa yang menjadikan unta pertama kudisan? Tidak ada penularan, tidak ada shafar. Allah telah menciptakan setiap jiwa dan menetapkan kehidupan, rezeki, dan musibah-musibahnya."

Dalam Sahih Bukhari, diriwayatkan bahwa Ibnu Umar, ketika membeli seekor unta sakit yang dikhawatirkan bisa menular, berkata:

رضينا بقضاء رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا عدوى

"Kami ridha dengan ketetapan Rasulullah Saw. 'Tidak ada penularan.'"

Hadits "tidak ada penularan" merupakan hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh sahabat Ra. di antaranya: Abu Hurairah, Ibnu Umar, Jabir, dan Anas dalam Ash-Shahihain; Ibnu Abbas dalam Shahih Ibnu Hiban, Sa'ad bin Abi Waqash dalam Musnad Ahmad dan Ash-Shahihah Dhiya' Al-Maqdisi; Abdullah bin Amru bin Ash dan Ibnu Mas'ud dalam riwayat Tirmidzi dan Musnad Ahmad  dengan sanad-sanad yang hasan; Saib bin Yazid, Abu Umamah, dan Umair bin Sa'ad dalam Mu'jam Ath-Thabrani, serta Abu Sa'id Al-Khudri dalam riwayat Thahawi.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath, X/160:

"Hadits 'tidak ada penularan' telah diriwayatkan melalui jalur periwayatan yang kuat dari sahabat selain Abu Hurairah. Hadits tersebut diriwayatkan secara shahih dari Aisyah, Ibnu Umar, Sa'ad bin Abi Waqash, Jabir, dan lain-lain."

Nabi Saw. telah menampik adanya penularan, namun memerintahkan untuk menjaga kesehatan ketika terjadi wabah. Barang siapa memfatwakan dibolehkannya menutup masjid-masjid dan melarang orang-orang sehat melaksanakan shalat di dalamnya, shalat Jumat, dan shalat jamaah karena takut terjadinya penularan berarti ia telah menentang Allah dan Rasul-Nya, telah menegaskan keberadaan sesuatu yang telah ditampik oleh Nabi Saw., telah menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menggugurkan syariat-Nya, telah menyelisihi nash dan ijmak, dan telah membuat sunnah sayyiah atau kebiasan buruk. Ia harus menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang menjalankannya sampai Hari Kiamat. Ia telah membuka pintu tumbuhnya sikap "berani" menonaktifkan fungsi masjid dan menghentikan pelaksanaan amalan-amalan fardhu dengan adanya syubhat  saddu adz-dzari'ah bagi siapa saja yang ingin menutupnya dengan alasan khawatir terhadap keselamatan masyarakat. Padahal sebab-sebab kekhawatiran itu sangat banyak, seperti peperangan dan kekacauan internal. Alasan itu akan mendorong campur tangan negara untuk menutup masjid-masjid ketika menginginkannya dengan alasan demi kemaslahatan.

Alasan tindakan tersebut, yaitu terjadinya wabah penyakit, sudah ada di zaman Rasulullah Saw. Saat itu, di Madinah terjadi wabah penyakit yang mengenai siapa saja yang pertama kali memasukinya. Meskipun demikian, Nabi tidak memilih keputusan mengambil rukhshah untuk menghentikan shalat Jum'at dan shalat jamaah dengan alasan tersebut.

Dengan demikian, bisa diketahui secara meyakinkan kebatilan argumentasi dengan syubhat tersebut. Justru kaidah saddu adz-dzari'ah menuntut agar kita mencegah pemerintah dari "tindakan berani" menutup masjid dan meliburkan shalat Jumat, shalat jamaah, dan shalat lima waktu; menuntut agar kita mencegah pemerintah melakukan intervensi semacam itu terhadap masjid karena hal itu akan membuka pintu keburukan yang sangat besar.

Pemerintah mungkin bisa mengambil alternatif melarang orang keluar bepergian, bukan menutup masjid dan melarang shalat lima waktu di dalamnya. Keputusan itu bukanlah kewenangannya. Kewenangan negara terhadap masjid adalah memelihara dan mengatur, bukan melarang, menutup, dan meliburkan kegiatan.

Pernyataan Nabi Saw. yang telah menampik  prinsip penularan dan beralasan dengan argumentasi kongkrit dan logika, yaitu pertanyaan, "Siapakah yang menularkan kepada penderita pertama?" menegaskan bahwa wabah dan virus sudah kongkrit ada. Juga seseorang berisiko terpapar wabah dan virus tersebut dengan takdir Allah sebagaimana yang telah terjadi pada penderita pertama. Ia sakit karena kelemahan tubuh dan imunitasnya dalam menghadapinya. Bisa jadi pula, seseorang tidak jatuh sakit  karena kekuatan imunitasnya sebagaimana bisa kita saksikan.

Jadi, tidak semua yang berinteraksi dengan penderita akan jatuh sakit. Penyebab sakit juga bukan semata-mata penularan atau interaksi dengan penderita. Penyebabnya adalah penyakit plus kelemahan imunitas dalam menghadapinya. Karantina adalah upaya pencegahan penyakit. Namun, penularan bukanlah sebab dan penyakit. Nabi Saw. telah bersabda:

ما أنزل الله داء إلا أنزل له دواء

"Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali juga obatnya."

Pada era pemerintahan Umar bin Khattab, telah terjadi wabah Thaun di Syam. Namun tidak ada riwayat bahwa para ulama dan pejabat meliburkan shalat Jumat dan shalat jamaah, atau melarang pelaksanaannya di masjid-masjid. Bahkan juga tidak ada larangan shalat jenazah. Padahal hukum shalat jenazah fardhu kifayah.

Disebutkan dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah dari Amru bin Muhajir, ia berkata:

صليت مع واثلة بن الأسقع رضي الله عنه على ستين جنازة رجال ونساء فكبر أربع تكبيرات وسلم تسليمة.

"Aku pernah menyalatkan 60 jenazah laki-laki dan perempuan korban wabah Tha'un diimami oleh Watsilah bin Asqa' Ra. Ia bertakbir empat kali dan salam satu kali."

Sepanjang sejarah kaum muslimin tidak diketahui adanya larangan bidah seperti ini, meskipun Thaun jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan Korona. Kematian dalam wabah Thaun kongkrit. Beda dengan wabah Korona yang persentase kematiannya 2%. Ini menampik anggapan bahwa ia merupakan penyakit berbahaya yang bisa dijadikan sebagai alasan untuk menonaktifkan fungsi masjid, melarang shalat Jumat dan jamaah bagi orang-orang yang sehat. Jutaan kaum muslimin seharusnya tidak dilarang ke masjid untuk melaksanakan amalan fardhu dan syiar agama semata-mata karena ada seratus atau dua ratus orang sakit. Bagaimana boleh begitu, sedangkan shalat adalah tiang agama Islam?

Orang yang berfatwa tentang penutupan masjid serta diliburkannya shalat Jumat dan jamaah tidak memiliki landasan nash, qias, atau fatwa ulama yang muktabar. Ia hanya mengikuti  nafsu politik yang menjadikan masjid dan shalat sebagai kehilangan paling remeh dalam kehidupan  seorang muslim hari ini. Oleh sebab itu, masjid-masjid bisa ditutup lebih dulu sebelum ditutupnya pusat-pusat perdagangan.

Upaya pencegahan penyakit sebenarnya bisa dilakukan dengan larangan berjalan-jalan, jika kondisi darurat menuntut. Juga dengan memerintahkan masyarakat tinggal di rumah. Tidak perlu menutup masjid-masjid. Tidak perlu mengeluarkan fatwa umum yang tidak disertai dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta pertimbangan mendalam yang melarang shalat Jumat dan shalat jamaah, satu hal yang belum ada seorang pun di masa lalu berani melakukannya.

Banyak negara bisa mengatasi penyakit ini dengan memasang alat deteksi dini di tempat-tempat berkumpulnya manusia, seperti di bandara dan sebagainya tanpa menutupnya. Maka hal serupa bisa dilakukan di pintu-pintu masjid jami' utama di setiap kota yang digunakan untuk pelaksanaan shalat Jumat dan jamaah. Bisa juga diterapkan prosedur-prosedur isolasi penyakit tanpa penutupan masjid dan tanpa diliburkannya shalat jamaah.

Mengenai argumentasi dengan hadits ash-shalaatu fir rihaal ketika cuaca sangat dingin dan angin kencang, maka shalat di rumah tidak berarti harus menutup masjid-masjid atau melarang orang yang beramal berdasarkan azimah (tidak menggunakan rukhshah -penerj.). Ketakutan bisa menggugurkan kewajiban Jumat dan jamaah bagi yang bersangkutan saja, tapi tidak berarti harus menutup masjid dan melarang orang yang tidak merasa ketakutan untuk melaksanakannya.

Dari dulu dan masih hingga sekarang, ketika terjadi wabah penyakit dan thaun, kaum muslimin segera mendatangi masjid-masjid untuk berdoa dan beristighfar, sebagaimana disunnahkan. Belum pernah disebutkan ada seorang ulama memfatwakan penutupan masjid-masjid dan pelarangan kaum muslimin melaksanakan shalat karena takut kepada wabah.

Para ulama Mazhab Hanafi beralasan dengan keumuman hadits:

إذا رأيتم من هذه الأفزاع فافزعوا إلى الصلاة

"Jika kalian melihat sebagian hal yang menakutkan ini maka bersegeralah menuju shalat."

Dalam Hasyiyah Ad-Durril Mukhtar, penulis mengatakan:

" Al-Faza' adalah rasa takut yang dominan pada dirimu terhadap musuh. Adapun perkataannya, 'antara lain doa agar dihilangkan wabah Thaun', yakni dari segala macam penyakit. Yang dimaksud dengan doa adalah shalat dalam rangka berdoa. Dalam An-Nahr, penulisnya berkata: 'Apabila masyarakat sudah berkumpul, masing-masing melaksanakan shalat dua rakaat dengan niat untuk memohon dihilangkannya wabah.'

Berdasarkan sabda Rasulullah Saw. :

إذا رأيتم من هذه الأفزاع فافزعوا إلى الصلاة

"Jika kalian melihat sebagian hal yang menakutkan ini maka bersegeralah menuju shalat."

Realisasi maqashid syar'i adalah dengan melaksanakan hukum-hukumnya, bukan mengabaikannya dengan alasan untuk merealisasikan maqashid. Tidak ada yang lebih mengetahui tentang Allah, kehendak-Nya, dan maqashid-Nya daripada Rasulullah Saw. Wabah pernah terjadi di zaman Nabi Saw. akan tetapi beliau tidak melarang kaum muslimin melaksanakan shalat Jumat dan jamaah, atau menutup masjid dengan alasan takut terjadinya penularan. Sebaliknya, beliau bersabda:

لا عدوى

"Tidak ada penularan."

Juga bersabda:

إذا وقع الطاعون في أرض و أنتم بها فلا تخرجوا منها

"Apabila terjadi thaun di suatu kawasan sedangkan kalian berada di kawasan tersebut maka jangan keluar darinya."

Fatwa pelarangan dibangun atas dasar kaidah saddu adz-dzari'ah, yang maknanya adalah mencegah sarana mubah apabila mengakibatkan terjadinya mafsadat. Contohnya mencegah penjualan anggur kepada orang yang akan membuatnya menjadi khamr, bukan melarang penjualan anggur secara mutlak atau melarang penanamannya karena syariat memang tidak melarangnya. Ini merupakan kaidah yang masih diperselisihkan. Meskipun demikian, ulama yang membenarkan kaidah ini tidak ada yang menggunakannya untuk meniadakan amalan-amalan fardhu ain maupun fardhu kifayah.

Komisi fatwa boleh memfatwakan tidak wajibnya shalat Jumat disebabkan ketakutan terhadap wabah. Namun, ia tidak boleh memfatwakan larangan shalat Jumat dan shalat jamaah. Itu berarti larangan untuk menyambut perintah Al-Qur'an:

إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله

"Apabila dikumandangkan panggilan shalat pada Hari Jumat maka bergegaslah menuju zikrullah."

Pemerintah tidak berhak melarang orang-orang yang sehat melaksanakan shalat Jumat, jika mereka memilih untuk mengambil azimah.

Saddu adz-dzari'ah tidak bisa digunakan untuk menghentikan pelaksanaan amalan fardhu. Pemerintah dalam kondisi darurat boleh melarang masyarakat berjalan-jalan tanpa harus menyentuh amalan-amalan yang tergolong hurumat dan qath'iyat dengan fatwa-fatwa politis.
READ MORE - PEMBAHASAN TERPERINCI TENTANG MAQASHID SYAR'I DAN HARAMNYA MENGHENTIKAN FUNGSI MASJID Oleh: Prof. Dr. Hakim Al-Mathiri

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777