Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Bangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangga. Tampilkan semua postingan
Coach RR

Menanamkan Kebanggaan Bangsa dari Ruang Kelas: Penguatan Literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Melalui Program "Riau Bertuah" 2026

Pekanbaru, 16 Oktober 2026 – Semangat untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap mata uang Indonesia terus bergelora di Bumi Lancang Kuning.

Melalui pertemuan daring via Zoom Meeting pada Jumat (16/10/2026), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Riau menyelenggarakan koordinasi dan penguatan bersama para Fasilitator Daerah (Fasda) Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.


Kegiatan dalam kerangka Program Riau Bertuah (Berikan Literasi Uang Rupiah) Tahun 2026 ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan kedaulatan ekonomi.


Sinergi Kebijakan: Mengintegrasikan CBP Rupiah ke Dalam Kurikulum
Kepala BGTK Provinsi Riau, Reisky Bestary, S.Pd., M.PdB., menekankan pentingnya penguatan literasi CBP Rupiah di lingkungan sekolah.

Menurutnya, literasi Rupiah harus diintegrasikan secara sistematis ke dalam kegiatan kokurikuler, modul pembelajaran, struktur kurikulum, hingga sistem penilaian di satuan pendidikan se-Provinsi Riau.

Untuk memperkuat implementasi ini, Dinas Pendidikan secara resmi akan menyuarakan serta mengarahkan sekolah-sekolah di Riau.


Langkah ini disempurnakan oleh pemaparan Sesi Suswanti, M.Pd. (Fasilitator sekaligus Penanggung Jawab Program Riau Bertuah).

Beliau menjelaskan bahwa nilai-nilai CBP Rupiah sangat sejalan dengan 8 Profil Pelajar Pancasila, salah satunya adalah pembentukan karakter tanggung jawab seperti bagaimana siswa belajar merawat, menjaga, dan mengelola uang Rupiah dengan bijak.

Integrasi ke dalam kegiatan kokurikuler sekolah ini pun menjadi fokus utama perhatian BGTK dan BI Riau.

Inspirasi dan Praktik Baik dari Pelosok Daerah
Pertemuan ini juga diwarnai dengan sesi berbagi pengalaman (best practices) yang sangat menginspirasi dari para Fasda di berbagai kabupaten:


Tiara Bela Pratiwi (Fasda Kuansing - SMPN 1 Kuantan Hilir) Membagikan Laporan Pelaksanaan On the Job Learning (OJL) yang berhasil menginspirasi banyak pihak. Selama 6 bulan terakhir.
Tiara secara konsisten melakukan diseminasi ke Kepala Dinas, Kepala Sekolah, sesama Guru, siswa di forum MGMP, hingga ajang Jambore Nasional 2026.



Sumarseh (Fasda Kab. Siak - TK Pembina Kandis) Membuktikan bahwa pemahaman Rupiah bisa ditanamkan sejak usia dini. Sejak bergabung April 2026, ia mengenalkan konsep dasar Rupiah melalui program korikuler.

Meski sempat terkendala penyesuaian tahun ajaran baru, Sumarseh berinisiatif melakukan pengimbasan ke guru-guru sasaran di 5 kecamatan dan berencana merangkul orang tua murid ke depannya.


Syaiful / Kang Ipul (Fasda Kab. Kepulauan Meranti) Menyampaikan perjuangan di wilayah kepulauan. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sinyal dan tantangan akses jalan, ia pantang menyerah.

Melalui program "CBP Rupiah Go To School", ia merangkul Korwil, Kepala Sekolah, dan menyelipkan pesan literasi di tengah kegiatan siswa.



Apresiasi dan Dukungan Penuh dari Bank Indonesia Riau
Pihak Bank Indonesia Perwakilan Riau menyambut hangat setiap inisiatif dan perjuangan para Fasda di lapangan:

Debi (Fasilitator BI Riau) mendorong pembentukan forum komunikasi Fasda CBP Rupiah serta penyelenggaraan acara rutin agar BI Riau dapat terus hadir dan mendampingi langsung.

Zulkarnain (BI Riau) menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendidik yang telah menyampaikan edukasi CBP Rupiah hingga ke tingkat masyarakat dan orang tua murid.

BI Riau juga mendorong dibentuknya kepengurusan serta koordinator Fasda CBP Rupiah di setiap Kabupaten/Kota agar kolaborasi berjalan lebih padu dan terstruktur.


Catatan Penutup
Literasi Rupiah bukan sekadar mengenalkan fisik uang, melainkan membangun karakter, nilai kebanggaan, dan kedaulatan bangsa sejak dini.

Melalui dedikasi para pendidik dan sinergi lintas instansi dalam Program Riau Bertuah 2026, kebanggaan terhadap Rupiah akan terus membekas di dada generasi muda Riau.


Salam CBP Rupiah: Cinta, Bangga, Paham Rupiah!

Catatan ini dirangkum oleh:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(SMAN 1 Sentajo Raya / Fasda CBP Rupiah Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau)  



Dokumentasi Digital Kegiatan:


READ MORE - Menanamkan Kebanggaan Bangsa dari Ruang Kelas: Penguatan Literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Melalui Program "Riau Bertuah" 2026
Coach RR


Menjaga Marwah Rupiah di Tanah Kuantan Singingi: Sebuah Dedikasi Cinta, Bangga, dan Paham

Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Fasilitator Daerah CBP Rupiah Kab. Kuansing – Kolaborasi Bank Indonesia Perwakilan Riau & BGTK Provinsi Riau)

Bismillah. Uang bukan sekadar helai kertas bermotif indah atau kepingan logam yang berdenting saat bertumbukan. Di balik setiap lembar Rupiah yang berpindah tangan dari pasar-pasar rakyat hingga ke sudut-sudut pedalaman Kuantan Singingi

Tersimpan napas kedaulatan, jejak sejarah, dan kehormatan sebuah bangsa yang merdeka. Rupiah adalah pengikat kebhinekaan, rajutan identitas yang mempersatukan nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Di bawah naungan semangat "Riau Bertuah", kolaborasi mulia antara Bank Indonesia Perwakilan Riau dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau hadir memperkuat barisan edukasi melalui gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Sebuah ikhtiar kebudayaan dan pendidikan untuk menanamkan rasa hormat terhadap mata uang kita sendiri.

Filosofi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah
Menjaga Rupiah memerlukan kepekaan hati dan kecerdasan budi. Tiga pilar utama menjadi kompas dalam memperlakukan uang bangsa:

Cinta Rupiah: Diwujudkan dengan merawat dan memperlakukan setiap lembar uang dengan penuh penghargaan, menjaga kebersihannya, serta menjaganya dari kerusakan fisik.

Bangga Rupiah: Diwujudkan dengan rasa bangga menggunakan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjadikannya benteng kedaulatan ekonomi nasional.

Paham Rupiah: Diwujudkan dengan bertransaksi secara bijak, berhemat, berinvestasi, serta memahami peran strategis Rupiah dalam menjaga stabilitas perekonomian bangsa.

⛔ Pedoman "5 JANGAN" dalam Merawat Uang Rupiah
Agar keutuhan dan keindahan identitas bangsa tetap terjaga, hindari lima perilaku yang dapat merusak lembaran Rupiah:

🚫 JANGAN DILIPAT: Sampaikan rasa hormat dengan membiarkannya tetap lurus dan rapi.

🚫 JANGAN DISTAPLER: Hindari melubangi serat kertas yang dapat merusak ketahanan fisik uang.

🚫 JANGAN DICORET: Jagalah kebersihan wajah pahlawan dan keindahan seni cetak Rupiah.

🚫 JANGAN DIBASAHI: Lindungi dari air agar kertas tidak melunak dan warna tidak pudar.

🚫 JANGAN DIREMAS: Perlakukan lembaran Rupiah dengan lembut, bukan meremasnya hingga kusut.

🔍 Kecermatan Mengenali Keaslian: Metode 3D
Sebagai wujud perlindungan diri dan masyarakat dari ancaman uang palsu, penting bagi setiap warga untuk menguasai metode sederhana namun sangat ampuh dalam memastikan keaslian Rupiah melalui prinsip 3D:

👁️ DILIHAT: Perhatikan warna uang yang terang dan jelas, periksa benang pengaman yang melintas, serta amati gambar saling isi (rectoverso).

✋ DIRABA: Rasakan tekstur kasar khas pada bagian-bagian utama seperti lambang negara, angka nominal, dan cetakan dalam (intaglio).

💡 DITERAWANG: Arahkan uang ke sumber cahaya untuk melihat tanda air (watermark) serta ornamen gambar pahlawan yang tersembunyi dengan presisi.

"Menjaga Rupiah adalah menjaga kehormatan bangsa. Setiap lembar yang terawat rapi adalah simbol kemandirian dan rasa cinta kita kepada Tanah Air."

🏛️ Mengalirkan Literasi di Kuansing Bertuah
Sebagai Fasilitator Daerah CBP Rupiah di Kabupaten Kuantan Singingi, langkah edukasi ini tidak sekadar mentransfer pengetahuan teknis keuangan, tetapi juga menyulut api kebanggaan nasionalisme di kalangan pendidik, siswa, dan masyarakat luas.

Di tanah Riau yang bertuah, marwah Rupiah adalah bagian tak terpisahkan dari martabat masyarakatnya.

Mari bersama-sama kita gaungkan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Jaga lembarannya, pahami nilainya, dan banggalah menggunakannya di setiap jengkal negeri!

#cbprupiahriau
#bgtkriau
#biriau
#fasdacbprupiah
#rupiahbedelau

READ MORE - Menjaga Marwah Rupiah di Tanah Kuantan Singingi: Sebuah Dedikasi Cinta, Bangga, dan Paham_Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
Coach RR
Saya dengan Abang Kurir Proses Pembayaran Dengan QRIS.

Paket Datang, Scan QRIS Saja: Wujud Nyata Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di Era Digital

Halo Sobat Digital! Pernah tidak kalian merasa panik saat kurir paket sudah di depan pagar, tapi dompet ternyata kosong atau hanya berisi uang pecahan besar? Pasti rasanya canggung saat harus meminta abang kurir mencari kembalian, sementara ia masih punya puluhan paket lain yang harus diantar.

Di era transformasi digital ini, ada solusi cerdas yang tidak hanya memudahkan hidup kita, tapi juga menjadi bentuk nasionalisme kita terhadap mata uang negara. Solusi itu adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Membayar paket menggunakan QRIS bukan sekadar gaya hidup, melainkan langkah nyata dalam menerapkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Mengapa Harus QRIS Saat Bayar Paket?
Membayar kurir dengan QRIS memiliki banyak manfaat. Selain prosesnya yang real-time dan aman, kita tidak perlu lagi menyimpan uang kembalian receh yang sering tercecer. Setiap transaksi pun tercatat rapi di riwayat aplikasi perbankan kita, sehingga manajemen keuangan jadi lebih teratur.

Menerapkan CBP Rupiah dalam Satu Genggaman
Bank Indonesia terus menggaungkan semangat CBP Rupiah. Berikut adalah cara kita menerapkannya saat bertransaksi digital dengan pengantar paket:

Cinta Rupiah: Dengan bertransaksi nontunai (QRIS), kita secara tidak langsung membantu menjaga kualitas fisik uang kertas agar tidak cepat rusak, lusuh, atau terlipat karena sering berpindah tangan.

Bangga Rupiah: Menggunakan QRIS berarti kita bangga menggunakan sistem pembayaran resmi kedaulatan Indonesia. Ini membuktikan bahwa teknologi keuangan kita tidak kalah saing dengan negara luar.

Paham Rupiah: Kita memahami bahwa Rupiah bukan hanya sekadar uang fisik, tapi alat transaksi sah yang harus digunakan secara bijak dan efisien untuk mendorong perputaran ekonomi digital nasional.


Mulai sekarang, yuk siapkan aplikasi pembayaran digitalmu saat menunggu paket datang. Katakan pada abang kurir,

“Bang, bayar pakai QRIS ya!”.

Dengan satu scan, kita telah berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi dan menunjukkan kecintaan pada negeri.

Rupiah Berdaulat, Indonesia Hebat!


Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Fasilitator Daerah Kab. Kuansing CBPR Bank Indonesia & BGTK Riau, Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya, Guru Konten Kreator Riau, Guru Blogger, Guru Penulis, Motivator Literasi & Edukasi, Composer Arrangger, Coach)



READ MORE - Paket Datang, Scan QRIS Saja: Wujud Nyata Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di Era Digital
Coach RR

Cinta, Bangga, Paham Rupiah: Menjaga Kedaulatan Bangsa dari Ruang Bertuah Pekanbaru

PEKANBARU – Senin, 13 April 2026, suasana di Hotel Pangeran Pekanbaru tampak berbeda. Semangat nasionalisme berpadu dengan edukasi literasi keuangan dalam kegiatan yang digelar di Ruang Bertuah V. Menghadirkan Debi Prahara dari Bank Indonesia sebagai fasilitator, acara ini mengupas tuntas kampanye CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah.

Kegiatan ini menjadi momen krusial untuk menanamkan kesadaran bahwa Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan negara yang harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Lebih dari Sekadar Uang: Apa itu CBP Rupiah?
Dalam paparannya, Debi Prahara menekankan tiga pilar utama dalam memperlakukan mata uang Garuda:

1. CINTA Rupiah: Diwujudkan dengan cara “Menyayangi Rupiah”. Hal ini dimulai dari kebiasaan sederhana namun penting, yaitu tidak melipat, tidak mencoret, tidak menstaples, dan tidak membasahi uang kertas agar tetap layak edar.

2. BANGGA Rupiah: Menempatkan Rupiah sebagai identitas bangsa dan simbol kedaulatan. Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI, yang menyatukan keberagaman ekonomi dari Sabang sampai Merauke.

3. PAHAM Rupiah: Mengajak masyarakat untuk cerdas dalam bertransaksi. Ini mencakup penggunaan fungsi Rupiah sebagai alat penyimpan nilai (menabung), berinvestasi, dan berbelanja secara bijak untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Dari Barter ke QRIS: Evolusi Sistem Pembayaran
Materi yang disampaikan juga menyoroti bagaimana cara kita bertransaksi telah berevolusi. Jika dulu nenek moyang kita menggunakan sistem barter yang merepotkan, kini dunia digital menawarkan kemudahan luar biasa.

“Pemanfaatan fungsi Rupiah sebagai alat penyimpan nilai bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk bangsa,” tegas Debi dalam sesi tersebut.

Masyarakat kini didorong untuk mengenal berbagai kanal pembayaran modern seperti:

Tunai: Uang kertas dan logam.
Elektronik: E-wallet dan saldo digital.
QRIS: Metode pembayaran cepat berbasis kode QR yang kini menjadi standar nasional.

Aksi Nyata: Belanja Bijak dan Produk Lokal
Salah satu pesan kuat dalam pertemuan di Ruang Bertuah V ini adalah ajakan untuk berbelanja produk dalam negeri. Dengan mengutamakan produk lokal, masyarakat secara langsung membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap stabil.

Belanja berlebihan (konsumtif) juga diperingatkan dapat memicu kenaikan harga (inflasi). Oleh karena itu, prinsip “Belanja Bijak” menjadi kunci dalam pilar “Paham Rupiah”.

Catatan dari Lokasi
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh peserta, termasuk para pendidik dan penggerak literasi. Melalui edukasi ini, diharapkan semangat untuk menjaga Rupiah dapat tersebar luas, mulai dari ruang-ruang kelas hingga ke meja-meja pasar.

Cinta Rupiah sama dengan Mencintai Indonesia. Bangga Rupiah sama dengan Menjaga Kedaulatan Bangsa. Paham Rupiah sama dengan Mewujudkan Kesejahteraan Negara.


Reportase oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd (Peserta Riau Bertuah, Guru Konten Kreator Riau, Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing)

Dokumentasi Kegiatan

READ MORE - Cinta, Bangga, Paham Rupiah: Menjaga Kedaulatan Bangsa dari Ruang Bertuah Pekanbaru
Coach RR

Membasuh Negeri dengan Literasi: Menanam Benih “Cinta, Bangga, Paham” Rupiah di Bumi Lancang Kuning

PEKANBARU – Di bawah naungan langit Riau yang menyimpan sejarah panjang kemegahan Kesultanan Siak, sebuah langkah nyata untuk menjaga kedaulatan bangsa kini tengah dirajut. Melalui program bertajuk “Riau Bertuah” (Berikan Literasi Uang Rupiah), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau bersama Bank Indonesia bersinergi menyemai benih edukasi bagi para pahlawan tanpa tanda jasa.

Bukan sekadar deretan angka di atas kertas, uang Rupiah adalah simbol kedaulatan, jati diri, dan pemersatu bangsa yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Melalui pendekatan Training of Trainers (ToT), kegiatan ini dirancang untuk melahirkan para Fasilitator Daerah yang kompeten, membawa misi suci mengenalkan filosofi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Perjamuan Ilmu di Jantung Kota Bertuah
Gemuruh semangat itu akan bermuara di Hotel Pangeran Pekanbaru. Selama lima hari, mulai dari Minggu hingga Kamis (12–16 April 2026), sebanyak 59 pendidik pilihan dari berbagai pelosok kabupaten dan kota di Riau akan berkumpul. Mereka datang membawa satu tekad: memastikan bahwa setiap anak didik di Bumi Melayu kelak tak hanya memegang Rupiah dengan tangan, tapi juga menjaganya dengan hati.

Kepala BGTK Provinsi Riau, Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd., dalam surat undangannya menegaskan bahwa agenda ini adalah upaya masif untuk memperluas literasi keuangan, termasuk adaptasi terhadap era digital melalui QRIS dan pentingnya Pelindungan Konsumen (PEKA).

Menenun Masa Depan Melalui Jari Guru
Salah satu sosok yang turut sebagai peserta dalam kegiatan ini adalah Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., seorang pendidik dari SMAN 1 Sentajo Raya, yang dikenal sebagai pegiat literasi dan konten kreator. Kehadiran para guru seperti beliau menjadi jembatan estetis antara kebijakan moneter yang kaku dengan dunia pendidikan yang penuh warna.


Dari Kuansing juga ikut sebagai peserta yang mengikuti Delva Gusti Rahmi dari TKN Pembina Pangean, Sri Wahyuni ngsih dari SDN 002 Pasar Usang Baserah, Tiara Bela Pratiwi dari SMPN 1 Kuantan Hilir juga akan menjadi bagian sejarah Riau Bertuah ini.


“Mendidik adalah menyalakan pelita. Mengajarkan Rupiah adalah menjaga cahaya kedaulatan agar tetap benderang di saku dan di kalbu setiap anak bangsa.”

59 Para peserta dari kabupaten/kota di provinsi Riau akan menyelami kurikulum yang komprehensif, mulai dari strategi penyusunan konten yang kreatif, teknik public speaking yang memukau, hingga simulasi fasilitasi yang interaktif. Mereka dipersiapkan untuk menjadi corong kebaikan yang akan menyebarkan virus positif literasi keuangan hingga ke tepian sungai dan pedalaman hutan Riau.

Kegiatan ini adalah sebuah manifestasi dari cinta tanah air. Ketika seorang guru memahami makna di balik setiap helai Rupiah, maka ia sedang mengajarkan muridnya tentang harga diri sebuah bangsa. Riau Bertuah bukan sekadar nama program, melainkan sebuah doa agar tanah ini senantiasa dilimpahi keberkahan melalui generasi yang cerdas dan bijak dalam mengelola harta bangsanya.

Selamat berjuang para pendidik. Di tangan kalian, Rupiah tak lagi sekadar alat tukar, namun menjelma menjadi narasi kebanggaan yang abadi.



Reportase oleh:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Peserta Riau Bertuah, Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya, Guru Konten Kreator Riau, Ketua Forum Literasi Kuansing)

READ MORE - Membasuh Negeri dengan Literasi: Menanam Benih “Cinta, Bangga, Paham” Rupiah di Bumi Lancang Kuning
Coach RR


JANGAN BANGGA DENGAN KESHALIHAN KITA SAUDARAKU.....
Tidak semua orang terlahir di tengah keluarga yang paham tentang agama,...
Tidak semua orang terlahir dari keluarga yang mampu membiayai pendidikannya,...
Tidak semua orang terlahir di tengah lingkungan yang di kelilingi orang2 shalih.
Sungguh ada banyak sebab dan hal yang tidak kita ketahui dalam diri seseorang,,,, maka hentikan bila hari ini kita masih terburu2 menghakimi dan memberi julukan yang buruk,,, apa lagi sampai merendahkan bahkan menertawakan dosa-dosanya.
Karena tidak ada alasan kita boleh merendahkan dan meremehkan orang lain,,,, sekalipun dia adalah pelaku maksiat.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,,,,
وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عُيِّرَتْ بِهَا أَخَاكَ فَهِيَ إِلَيْكَ يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيْدَ بِهِ أَنَّهَا صَائِرَةٌ إِلَيْكَ وَلاَ بُدَّ أَنْ تَعْمَلَهَا
“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu,,,,, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya,,,, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.”
(Madarijus Salikin, 1: 176)
Dengan demikian bisa jadi kita yang saat ini merasa cukup alim dan shalih sehingga merasa aman,,, menjadi bangga dengan ibadahnya,,, dan akhirnya tergelincir dalam dosa,,,, sebab mudah meremehkan serta merasa ujub.
Di satu sisi ada seseorang yang kita nilai hina melakukan dosa,,,, namun ia diam2 bangun di keheningan malam,,,,, mengetuk pintu langit,,,, menangisi,,,, menyesali,,,, dan memohon ampun kepada ALLAH atas segala dosa2 nya,,,, dan ALLAH pun mengampuninya.
Maka siapa saat itu yang lebih baik di mata ALLAH....??? seorang yang berdosa yang menangisi dosanya atau seorang yang shalih yang bangga dengan ibadahnya...???
Simak bagaimana ungkapan Al-Hasan al-Bashri rahimahullah beliau mengatakan,,,,
إِنَّ الرَّجُلَ يُذْنِبُ الذَّنْبَ فَلَا يَنْسَاهُ وَمَا يَزَالُ مُتَخَوِّفًا مِنْهُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ
"Sungguh ada seorang yang melakukan dosa lantas dia senantiasa ingat dosa tersebut dan khawatir dampak buruknya. Akhirnya dia pun masuk SURGA karenanya." (Az-Zuhd karya Imam Ahmad nomor 338).
Begitulah terkadang perbuatan dosa itu bisa menjadi 'sebab' masuk SURGA.
Hal ini bisa terjadi manakala dosa tersebut membuahkan inabah.
Inabah adalah kondisi ibadah dan amal sholih setelah berbuat dosa dan bertaubat jauh meningkat drastis dibandingkan kondisi sebelum berbuat dosa,,,, sehingga ia semakin menjadi lebih baik,,,, dan hal ini ia dijadikan motivasi untuk selalu semangat beribadah dan beramal shalih.
Oleh karena itu wahai saudara ku,,,, Andai kau tau bagaimana perjuangan seorang pendosa dalam menemukan jalan kembali kepada-Nya,,,, tentu kau takkan pernah merasa jumawa dihadapannya.
Maka jangan pernah bangga dengan kebaikan dan keshalihan yang kita miliki,,,,, janganlah kita merendahkan dan menertawakan dosa orang lain,,,, Sebab bisa jadi ALLAH akan mengampuni mereka atas ketidaktahuannya,,,, Tetapi ALLAH pasti akan menghukum kamu atas kesombongan mu.
Semoga hal ini menjadi renungan untuk kita semua.
Ingat,,,,, Tugas kita hanya menasehati dan mengingatkan,,,, bukan memaksa apa lagi merendahkan.
Dan jangan lupa untuk senantiasa mendo'a kan keluarga,,,, saudara,,,, teman,,,, tetangga dan mereka semua yang masih dalam kelalaian agar mendapat HIDAYAH.
Karena kita semua masih perlu HIDAYAH dan hanya ALLAH lah yang dapat mengambil atau memberikan TAUFIQ dan HIDAYAH kepada kita semua.
✍ Habibie Quotes:

Repost
READ MORE - JANGAN BANGGA DENGAN KESHALIHAN KITA SAUDARAKU....

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777