Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Coach RR

Merespon COVID-19, kami membentuk Muhammadiyah COVID-19 Command Center untuk bersama cegah penyebaran virus.
Saat ini kami sudah menyiapkan 20 Rumah Sakit Muhammadiyah untuk kesiapsiagaan menghadapi wabah corona.
Bahkan, programnya meluas menjangkau sekolah, perguruan tinggi dan komunitas untuk edukasi dan pencegahan.
Jenis bantuan yang akan kami salurkan sebagai berikut:
- Penyediaan Alat Pelindung Diri (Masker, Sarung Tangan Khusus, Baju Khusus dan Pelindung Kepala)
- Penyemprotan Desinfektan di Ruang Publik
- Pembagian Masker & Handsanitizer
Corona yang sudah menjadi pandemic global telah menjadi musuh kita bersama. Untuk itu, melalui inisiatif ini kami ajak sahabat #BersatuHadangCorona.
Yuk salurkan kepedulianmu melalui: kitabisa.com/bersatuhadangcorona
Sahabat, mudah-mudahan kebaikan kita hari ini bisa menghindarkan kita dari segala marabahaya ya. Aamiin
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2786386581429868&id=115294955205724
READ MORE - Merespon COVID-19, kami membentuk Muhammadiyah COVID-19 Command Center untuk bersama cegah penyebaran virus
Coach RR
_*Kabar Gembira*_
*من جلس في بيته في وقت وقوع الطاعون فله أجر الشهيد وإن لم يمت..*
*Barangsiapa yang tinggal di rumahnya ketika terjadi wabah, maka dia mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia.*
___

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا-، أَنَّهَا قَالَتْ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، *فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا* يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ ".
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, bahwasanya dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang wabah (tha'un), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepadaku:
"Bahwasannya wabah (tha'un) itu adalah adzab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha'un) *dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala (di sisi Allah)* dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid".
📚إسناده صحيح على شرط البخاري • أخرجه البخاري (٣٤٧٤)، والنسائي في «السنن الكبرى» (٧٥٢٧)، وأحمد (٢٦١٣٩) واللفظ له.
Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Al-Bukhari. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (3474), An-Nasa'i dalam As-Sunan Al-Kubra (7527), Ahmad (26139) dan lafadz ini adalah lafadz riwayat Ahmad.
📗🖌قال ابن حجر رحمه الله : *"اقتضى منطوقه أن من اتصف بالصفات المذكورة يحصل له أجر الشهيد وإن لم يمت ".*
📚[فتح الباري (194/10)]📚
Ibnu Hajar rahimahullah berkata: konsekuensi manthuq (makna eksplisit) hadits ini adalah, orang yang memiliki sifat yang disebut pada hadits tersebut akan mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia. (Fathul Bari: 10:194).
READ MORE - *Kabar Gembira*
Coach RR

JAGA PERASAAN ODP DAN TETAP WASPADA COVID-19 

Orang yang baru keluar negeri, terutama dari negara yang terjangkit Covid-19, dalam penanganan kasus Covid-19 disebut oleh pemerintah dengan istilah ODP, alias Orang Dalam Pemantauan. Data ODP didapat pemerintah dari pihak imigrasi.
Kalau ODP ini menunjukkan gejala sakit seperti batuk, flu atau badan panas, maka ia harus diperiksa atau memeriksakan diri dan statusnya naik menjadi PDP, alias Pasien Dalam Pengawasan.
Baik ODP maupun PDP harus diisolasi atau mengisolasikan diri. ODP bisa isolasi mandiri, alias berdiam diri di rumah selama 14 hari. Sedangkan isolasi bagi PDP sebaiknya di rumah sakit, juga selama 14 hari.
Mengapa harus 14 hari? Karena selama 14 hari itulah diyakini oleh dunia kesehatan waktu inkubasi (berkembangnya) virus dan waktu yang tepat untuk memutus mata rantai sebaran Covid-19 tersebut.
Jika status PDP dalam rentang 14 hari tersebut sakitnya semakin parah, menunjukkan gejala terpapar virus dan diduga kuat terkena Covid-19, maka statusnya naik menjadi istilah suspect. Dengan pemeriksaan yang intensif, maka dokterlah yang kemudian menetapkan PDP yang suspect virus Corona ini positif atau negatif terkena Covid-19.
Nah, persoalannya, sikap sebagian kita di tengah masyarakat terhadap ODP maupun PDP seringkali berlebihan dengan menganggap mereka telah positif Covid-19. Mereka dighibahin bahkan difitnah tanpa sadar sebagai korban positif Covid-19. Jangankan ODP dan PDP, pihak keluarga pun merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Padahal, dokter atau tim medis belum menyimpulkan mereka positif Covid-19.
Tidak dapat dipungkiri, kewaspadaan kita sebagai anggota masyarakat terhadap bahaya Covid-19 memang semakin tinggi dan sikap kita semakin sensitif terhadap orang lain. Di satu sisi ini tentu tak mengapa bahkan dianjurkan, terutama kepada orang yang memang menunjukkan gejala terpapar Covid-19. Namun, sebaiknya kita tetap saling menjaga perasaan antara satu dengan lainnya.
Jangan ada orang batuk sedikit saja atau flu, pandangan kita sudah sinis, tatapan mata kita sudah tajam kepadanya, prasangka kita sudah buruk, bahkan tiba-tiba lari menjauhinya. Sebaiknya, jangan berlebihan seperti itu. Waspada, tentu, tapi 'dipercantik' atau halus caranya.
Kita pun tau, orang yang tidak menunjukkan bahkan tidak merasakan apa-apa dengan gejala Covid-19 ternyata juga bisa dinyatakan positif Covid-19. Dan orang seperti itu pun tidak harus dari luar negeri. Artinya, orang yang kita anggap aman di dekat kita belum tentu aman buat kita. Begitu pula sebaliknya. Atau, jangan-jangan tanpa disadari, kita sendirilah yang sedang terpapar Covid-19.
Bahkan, penyebaran Covid-19 ini dinilai yang paling berbahaya justru bukan yang dinyatakan telah positif, tapi carrier (pembawa) yang belum diketahui dan berkeliaran tanpa yang bersangkutan dan sekitarnya tahu, yang fisiknya kuat tapi tidak menunjukkan gejala apa-apa. Padahal, sebenarnya ia positif Covid-19.
Bagi orang yang memang punya riwayat alergi dengan kondisi tertentu yang biasa membuatnya batuk dan flu, untuk tidak mendatangkan kekhawatiran dan prasangka buruk bagi orang lain, memang sebaiknya pula berada di rumah. Tidak mendekati banyak orang jika kondisi tidak terpaksa. Dan kita sama-sama mematuhi himbauan umara dan ulama untuk banyak waktu di rumah. Belajarlah dari kasus Italia.
Semoga kita diselamatkan dari wabah virus Corona yang mematikan ini, tetap waspada, jaga sikap dan perasaan kita dengan yang lain, dan kepada Allah saja segala urusan ini kita kembalikan.
Allahul musta'an...
@Lidus Yardi
READ MORE - JAGA PERASAAN ODP DAN TETAP WASPADA COVID-19

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777