Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Coach RR

*𝕄𝔸𝕊𝕌𝕂 𝕋𝕆𝕀𝕃𝔼𝕋 𝔹𝔸𝕐𝔸ℝ Rp. 2000*


 *_Mari kita renungkan_*

*ℙ𝔼ℕ𝕁𝔸𝔾𝔸 :* Maaf Pak..!!!
Untuk Masuk Toilet, Bapak Harus Bayar Rp. 2000.

*𝕆ℝ𝔸ℕ𝔾 𝕋𝕌𝔸 :* (Meneteskan Air Mata)

*ℙ𝔼ℕ𝕁𝔸𝔾𝔸 :* Eh... Kenapa Bapak Menangis, Kalau Bapak Gak Punya Uang Bilang Saja, Nanti Saya Gratiskan. Silahkan Bapak Masuk Saja.

*𝕆ℝ𝔸ℕ𝔾 𝕋𝕌𝔸 :* Nak... Aku Menangis Bukan Karna Tidak Punya Uang. Malah  Aku Punya Banyak Uang.
Jangankan Hanya Untuk Membayar Harga Masuk Toilet. Membeli Toilet Ini Pun Aku Mampu Jika Aku Mau.

*ℙ𝔼ℕ𝕁𝔸𝔾𝔸 :* Lantas, Kalau Begitu, Kenapa Bapak Menangis...?

*𝕆ℝ𝔸ℕ𝔾 𝕋𝕌𝔸 :* Aku menangis karna tempat senajis dan sekotor ini pun punya harga yg harus dibayar bila ingin masuk. Apalagi utk masuk surga yg begitu harum dan indah. Berapa harga yg harus kita bayar,
Cukupkah amal kita untuk membayar masuk surga

*ℙ𝔼ℕ𝕁𝔸𝔾𝔸 :* 😔😭(Hanya Terdiam Dan Ikut Menangis)

Ingat ... saat anda masuk masjid apakah anda mengisi kotak amal atau tidak ??? Jika anda bershodakoh itu yg akan menjadi amal Sholeh kita.

*_Semoga Allah Memudahkan Kita, Orang Tua Kita, Keluarga Kita Dan Semua Umat Islam Untuk Masuk Ke Dalam Syurga_ Aamiin³ Allahumma Amin..*
 
*𝔹𝕆𝕃𝔼ℍ 𝔻𝕀𝕊ℍ𝔸ℝ𝔼 𝕊𝔼𝔹𝔸ℕ𝕐𝔸𝕂 𝕄𝕌ℕ𝔾𝕂𝕀ℕ 𝔹𝕀𝔸ℝ 𝕋𝔸𝕄𝔹𝔸ℍ 𝕄𝔸ℕ𝔽𝔸𝔸𝕋..*
READ MORE - Mari kita renungkan, 𝕄𝔸𝕊𝕌𝕂 𝕋𝕆𝕀𝕃𝔼𝕋 𝔹𝔸𝕐𝔸ℝ Rp. 2000
Coach RR
"APA YANG KAU CARI...??? "

Sudah di gunung, pantai kau rindukan.
Tiba di pantai, gunung yang kau inginkan.
Saat kemarau, kau tanya kapan hujan.
Diberi hujan, kemarau kau tanyakan.

Sudah tenang di rumah, ingin pergi.
Begitu pergi, kau ingin pulang ke rumah kembali.
Sudah dapat ketenangan, keramaian kau cari.
Keramaian kau temukan, ketenangan kau rindui.

Apa yang sebenarnya yang kau cari?
Belum berkeluarga mencari istri/suami.
Sudah berkeluarga, ngeluh anak belum diberi.
Dapat anak, ngeluh lagi kurang rejeki.
Ternyata sesuatu tampak indah karena belum kita miliki.

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan?
Kalau yang belum ada selalu kita pikirkan..
Sedang Yang sudah diberi Allah kita abaikan?
Bukankah telah banyak yang kau dapatkan?

Jadilah pribadi yang selalu bersyukur.
Karena kesyukuran akan membuatmu subur.
Mungkinkah selembar daun bisa menutup bumi?
Sedang kau tak bisa menutup telapak tangan sendiri.

Tetapi saat selembar daun kecil menempel di mata.
Maka bumi yang luas seperti tertutup semua.
Begitu juga bila hatimu ditutupi keburukan.
Seolah-olah yang tak cocok denganmu selalu kejelekan.

Seluruh bumi seolah tak ada kebaikan.
Padahal letaknya cuma hatimu yang ketutupan.
Jangan tutup matamu dengan daun kecil.
Jangan tutup hatimu dengan kotoran secuil.
Syukuri nikmat Allah, meski kelihatan mungil.

Terus istiqomah dengan sunnah maka kelak kau berhasil.
Bila buruk hatimu, buruk pula akhlaqmu.
Bila tertutup hatimu, tertutuplah segala sesuatu.
Syukurilah semua apa yang ada padamu.

Dari situ engkau memuliakan dirimu.
Belajarlah berterimakasih kepada Allah Ta’ala sebagai modal untuk memuliakan-Nya.
Karena hidup adalah: "waktu yang dipinjamkan.
Dan harta adalah: "anugerah yang dipercayakan"
READ MORE - APA YANG KAU CARI...???
Coach RR
Kenapa Dia Lebih Sukses? 

Inilah beberapa alasan kenapa dia lebih SUKSES padahal Anda berpikir Anda lebih pintar dan berbakat dibanding dia :

1. Dia lebih banyak berusaha, sedangkan Anda lebih banyak berteori

2. Dia lebih banyak membangun relasi, sedangkan Anda merasa bersilaturahmi tidak memberi uang kepada Anda

3. Dia memiliki mentor, sedangkan Anda merasa tidak perlu siapapun untuk mengajari Anda

4. Dia merasa kurang ilmu sehingga terus menerus belajar, ikut seminar, membaca buku, sedangkan Anda sudah merasa sudah cukup pintar

5. Dia lebih mudah bangkit setelah gagal, sedangkan Anda sibuk menyalahkan orang lain dan situasi sebagai alasan untuk tidak melanjutkan perjuangan

6. Dia tidak hanya memiliki tujuan jangka pendek dan sekedar uang, tapi Anda selalu berhitung-hitung secara materi

7. Dia selalu berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan, sedangkan Anda jarang-jarang dan sesempatnya saja.
READ MORE - Kenapa Dia Lebih Sukses?
Coach RR

 RENUNGAN HARI INI 
Amanahmu Membawa Berkah

Masa kampanye sudah selesai dan para calon sudah memaparkan visi dan misi mereka, dan sekarang  tugas kita adalah persiapan untuk menentukan dan memilih pemimpin yang perlu kehati-hatian jika salah dalam memilih tunggulah kehancuran di masa yang akan datang.

Agama Islam juga telah memberikan tatacara memilih yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam. Bahkan Islam tidak mengenal dikotomi atau sekulerisasi yang memisahkan antara  dunia dan akhirat, termasuk dalam memilih pemimpin.

Pemimpin mulai dari tingkat paling bawah sampai yang paling atas baik formal maupun informal, eksekutif, yudikatif dan legislatif merupakan faktor penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 

Seorang pemimpin itu haruslah, sederhana, jujur, baik, cerdas dan amanah dan niscaya rakyatnya akan makmur. Sebaliknya jika pemimpinnya tidak jujur, korup, serta menzalimi rakyatnya, niscaya rakyatnya akan sengsara.

Islam melalu Hadits Rasulullah sebagai salah satu bukti begitu seriusnya Islam memandang persoalan kepemimpinan ini. _Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya_ (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Konsep Islam tentang kepemimpinan sebenarnya sudah ideal. Contoh paling ideal pemimpin islam tentu saja Rasulullah. Baginda  merupakan seorang yang memimpin dengan hati. _Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah_. (QS Al-Ahzab:21).

Islam juga memiliki tata cara bagaimana memilih pemimpin yang baik, diantaranya: 

✅ *Mukmin*
Beriman kepada Allah (Mukmin) dan beragama Islam (Muslim) yang baik. “Yakni seorang Muslim yang memiliki dua sifat, seperti disebutkan dalam Alquran Surah Yusuf ayat 55, _hafizhun ‘alim_ Hafizhun” artinya adalah seorang yang pandai menjaga. Yakni, seorang  yang punya integritas, kepribadian yang kuat, amanah, jujur dan akhlaknya mulia, sehingga patut menjadi teladan bagi orang lain atau rakyat yang dipimpinnya sebagai dasar kepemimpinan dalam islam.

✅ *Amanah*
Seorang pemimpin yang amanah kan berusaha sekuat tenaga untuk menyejahterakan rakyatnya, walaupun sumber daya alamnya terbatas seperti pada ayat ayat alquran tentang amanah. Sebaliknya pemimpin yang khianat sibuk memperkaya diri sendiri dan keluarga serta kolega-koleganya, dan membiarkan rakyatnya tak berdaya. “Rasulullah mengingatkan, sifat amanah akan menarik keberkahan, sedangkan sifat khianat akan mendorong kefakiran,”

✅ *Alim/Berilmu*
Seseorang yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai untuk memimpin rakyatnya dan membawa mereka hidup lebih sejahtera, seorang pemimpin  yang amanah dan berpengetahuan tinggi (hafizhun ‘alim), 

✅ *Ibadahnya Rajin*
Shalat adalah barometer akhlak manusia. “Pemimpin yang baik dan layak dipilih adalah pemimpin yang menegakkan shalat. Shalat melahirkan tanggung jawab. Kesadaran keimanan / tauhid / transendental dibangun melalui shalat sebagimana doa pemimpin dalam islam.

✅ *Gemar Berbagi*
Zakat itu bukan membersihkan harta yang kotor, melainkan membersihkan harta kita (harta yang bersih) dari hak orang lain. seorang pemimpin yang rajin berzakat dan berinfak, tidak akan korupsi. ”Sebab  dia yakin Allah sudah menjamin rezekinya, dan sesungguhnya rezeki yang halal lebih banyak daripada rezeki yang haram. Kalau sudah yakin seperti itu, untuk apa melakukan korupsi yang sangat dibenci Allah?

✅ *Suka Bergaul dengan Masyarakat*
Suka bergaul dengan masyarakat, suka berjamaah berusaha mengetahui keadaan rakyatnya dengan sebaik-baiknya, dan mencarikan jalan keluar atas persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakatnya. Sifat suka berjamaah atau memperhatikan masyarakat ini ditunjukkan dalam shalat fardhu berjamaah. Rasulullah setiap selesai shalat fardhu berjamaah lalu duduk menghadap kepada jamaah sebagai cara menguatkan iman dan taqwa.

Fakta ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jamaah, termasuk memperhatikan apakah jumlah jamaah tersebut lengkap atau tidak. Kalau ada yang tidak hadir shalat berjamaah, ditanya apa penyebabnya. Kalau ternyata orang tersebut sakit, Rasulullah bersama para sahabatnya lalu menjenguk orang yang sakit tersebut. 

Sebagai masyarakat awam, tentu kita berharap kepada masyarakat dalam menentukan pilihan agar mempertimbangkan masalah ketaqwaan, rajin menunaikan shalat lima waktu dalam sehari. 

_*Pemimpin yang Amanah pasti membawa berkah dan inilah yang kita minta pada Allah*_

Wallahu a'lam bish-showab
READ MORE - RENUNGAN HARI INI, Amanahmu Membawa Berkah
Coach RR

Khutbah Jum'at, Pesan Al Gazali, Ustadz Rayondra, S.Pd.,M.Pd, Guru MIM Teluk Kuantan

Di Masjid Syuhada Beringin Taluk Kota Taluk Kuantan
Jum'at, 9 Februari 2024

Bismillah. Beberapa waktu yang akan dayang akan dilaksanakan kontestasi pemilihan wakil rakyat DPR (Daerah, Provinsi, Pusat) juga Pemilah Presiden.

1. Kata Al Gazali mana yang paling berat gajah,  dijawab muridnya. Yang paling berat itu adalah amanah. 

Amanah yang pertama yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah yaitu apakah sudah menjalani perintahnya dan menjauhi laranganya. 

Amanah yang kedua segala sesuatu yang ada pada dirinya , yaitu harta, jabatan, ilmu, anak, istri keluarga. Sudahkah amanah menjalani dalam kebaikan berharap ridho Allah SWT. Apakah menjadi pemimpin yang adil. 

2. Apa yang paling diringan kata Al Gazali lalu muridnya adalah kapas ya. Namun kata Al Gazali yang paling ringan adalah meninggalkan shalat.

Mari kita Instropeksi Diri kita sahabat yang dirahmati Allah. Apakah dengan kesibukan kita kita mudah dengan meninggalkan shalat?

Termasuk dalam golongan manakah kita
Apakah yang terbebani bila Untuk shalat?
Apakah kita merasa yang merasa gelisah bila meninggalkan shalat

3. Apa yang paling dekat kata Al Gazali . Jawab muridnya keluarga. Namun Algazali menyampaikan yang paling dekat adalah kematian .
Maka persiapkan menuju kematian. Karena tidak menunggu sakit, tua dan muda. Bahkan ada yang sehat sehat saja. Namun secara mendadak dijemput Allah. Kita tidak tahu kapan Allah menjemput kita.
Sudahkah amal ibadah kita lebih berat dari amalan yang tidak baik?
Mari kita perbanyak meminta ampun kepada Allah. Semua akan menuju kematian. 
Semoga menjadi renungan kita semua.

Fastabiqul Khoirot
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiikum


Ditulis dan rekam
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

READ MORE - Khutbah Jum'at, Pesan Al Gazali, Ustadz Rayondra, S.Pd.,M.Pd, Guru MIM Teluk Kuantan
Coach RR
RENUNGAN KEHIDUPAN

Seorang lelaki miskin menjual gula merah yang dibuat oleh istrinya ke kota.

Istrinya selalu membuat gula merah dengan  beratnya 1 kilo.
Dan dia selalu menjual gula itu ke salah satu toko dan membeli kebutuhan harian untuk dimakan.

Suatu ketika pemilik warung itu curiga dengan berat gula merah itu dan dia menimbangnya.

Ternyata berat gula merah itu tidak cukup sekilo hanya 900 gram.
Tangannya gemetar dan dadanya sesak seperti ingin meledak.

Jadi selama ini dia membohongi aku berapa banyak kerugian yg aku alami.
"Dasar penipu teriaknya dalam hati".

Hari itu juga lelaki miskin itu di datanginya dan membawa gula merah tersebut...

Kamu MENIPU saya, kamu bilang gula merah ini seberat 1 kilo, ternyata cuma 900 gram...
"kata penjual toko"

Lelaki miskin itu terdiam dan menundukan kepalanya sambil berkata:
  
"Kami orang miskin, kami tidak punya timbangan dirumah".
Kami membeli beras di tempat Bapak seberat 1 kilo dan itulah yg kami jadikan timbangan untuk menimbang gula merah itu.  

Pemilik toko itu terdiam dan berlahan pulang ke tokonya..
       
Sahabat: terkadang kita terlalu gampang    menghakimi orang lain bersalah...

Padahal "sumber masalah" itu dari diri kita sendiri.
READ MORE - RENUNGAN KEHIDUPAN
Coach RR
100 TAHUN LAGI, MASA YANG BERLALU 

Di tahun 2123 nanti, tepat 100 tahun dari sekarang, kita semua akan sudah dikebumikan di samping orang-orang yang kita cintai. 

Rumah kita, yang dulu telah kita beli dengan penuh perjuangan, suatu saat akan dihuni oleh orang lain, dan mereka akan memiliki semua yang kita miliki saat ini.

Segala sesuatu yang kita miliki, bahkan mobil mahal yang kita miliki akan dipakai oleh orang lain atau pada akhirnya akan dijual.

Keturunan kita tidak akan mengenali kita atau mengingat kita untuk waktu yang lama. 

Coba perhatikan ada berapa banyak dari kita yang dapat menyebut siapa nama ayah dari kakek kita?

Beberapa tahun setelah kematian kita, sejarah, foto-foto, dan hasil upaya kita selama hidup akan memudar menjadi memori sejarah, pada titik mana kita akan dikenang hanya sebagai foto di hp atau rak/meja seseorang. 

Tidak akan ada jejak kita yang tersisa. Kecuali kita mengisi hidup kita dengan memberikan manfaat yang sangat besar bagi orang banyak dan dikenang sebagai tokoh sejarah atau pahlawan 

Mungkin seandainya saja kita mau mengambil satu hari untuk merenungkan semua hal ini, kita akan melihat betapa naifnya keinginan untuk memiliki semuanya.

Kita akan segera menjadi orang yang berbeda dengan perspektif dan cara berpikir baru seandainya saja kita mau menjadi lebih bijak dalam berpikir dan bertindak

Mengejar lebih banyak hal dalam hidup ini sesungguhnya telah menjadikan kita hanya memiliki sedikit waktu untuk hal-hal yang benar-benar penting bagi hidup kita.

Saat kita tua nanti maka mungkin kita akan banyak mengalami penyesalan hidup karena kita tidak punya banyak waktu dan pengalaman untuk berjalan-jalan bersama keluarga yang tidak pernah kita lakukan, pelukan yang tidak pernah kita berikan pada pasangan dan anak-anak serta orang-orang yang kita cintai lainnya, juga humor dan canda yang tidak pernah kita ceritakan.

Padahal hal tersebut akan menjadi momen terbaik untuk direnungkan dan dilakukan, karena itu akan membawa begitu banyak kebahagiaan kepada kita.

Kita sering kali menyia-nyiakannya waktu kita setiap hari untuk ketamakan, kesuksesan,  barang-barang material dan keserakahan juga menghabiskan waktu untuk hal² yg tak berguna di media sosial.

Ketahuilah bahwa dunia ini semakin dirancang untuk menekan hidup kita.

Lihatlah betapa dunia telah memformat cara berpikir kita bahwa;

"Kebahagiaan tidak terlalu baik untuk ekonomi." 

Padahal jika kita bahagia dengan apa yang kita miliki saat ini, mengapa kita membutuhkan lebih banyak hingga harus menghabiskan banyak waktu kita untuk mendapatkannya...?

Hingga kita lupa berbagi waktu untuk orang-orang yang kita cintai. 

Lihatlah bagaimana cara orang menjual pelembab anti-penuaan?

Mereka akan membuatmu khawatir tentang penuaan.

Perhatikanlah bagaimana mereka membuat orang-orang memilih partai politik mereka? 

Mereka akan membangun cerita ketakutan demi ketakutan padamu agar kamu percaya bahwa Partai merekalah satu-satunya yang bisa mengatasi semua ketakutan tersebut.  

Meskipun faktanya kita tahu sudah berkali-kali terbukti kalau ketakutan dan solusi ketakutan itu hanya cerita yang dibuat-buat untuk kepentingan pribadi dan golongan mereka semata

Lihatlah bagaimana mereka membuatmu untuk membeli asuransi? 

Yakni dengan cara membuatmu khawatir tentang segalanya yang sebenarnya biasa-biasa saja.

Lihatlah bagaimana mereka membuatmu menjalani operasi plastik? 

Yakni dengan cara menyoroti kekurangan fisikmu. Padahal sebelumnya kita tdk pernah memusingkan hal tersebut.

Bagaimana mereka membuat mereka menonton acara TV?

Dengan cara membuat dirimu khawatir akan kehilangan atau ketinggalan berita yang sering kali justru tidak penting dan tak berguna bagi kebahagiaan kita dan keluarga.

Bagaimana Anda membuat mereka membeli smartphone baru? 

Dengan cara membuatmu merasa seperti ketinggalan jaman.

Sesungguhnya menjadi lebih tenang dan rileks merupakan semacam tindakan revolusioner untuk menjadi bahagia dengan keberadaan kita sendiri apa adanya.

Merasa nyaman dengan diri kita yang menurut orang lain tidak sempurna adalah kunci kebahagiaan hidup.

Jadilah penentu dari kebahagiaan hidumu sendiri !

Belajarlah untuk bahagia dengan apa yang kamu miliki dan bukan membandingkan dgn orang lain yg kamu pikir lebih hebat dari dirimu.

"Hidup ini hanya sawang sinawang"-red 

Seperti kata pepatah Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.

Program ulang pola pikirmu untuk selalu memiliki rasa syukur, ketenangan dan yang paling penting adalah nikmati apa yang ada karena hidup itu sendiri adalah anugerah.

Program ulang dan hapus pemrograman/pengondisian orang lain yang membuat mu gelisah dan tidak bahagia 

Lepaskan keyakinan yang membatasi diri yang membuat Anda tidak tumbuh ke potensi terbaikmu. 

Latihlah pikiranmu dengan banyak;

• Memberi Perhatian Pada Keluarga dan sesama

• Bermeditasi, merenung atau mengheningkan cipta 

• Lebih banyak memberikan cinta pada diri sendiri dan keluarga

• Melatih Kesadaran diri dgn banyak berkontemplasi 

• Berlatih mengendalikan emosi dan kesabaran 

• Menerima diri apa adanya tanpa harus membandingkan dengan orang lain 

Perluas Wawasan dan Kesadaran diri Anda. 

Perbanyak cinta dan kasih pada diri sendiri dan sesama makhluk Tuhan 

Bagikanlah atau share segera tulisan ini untuk para sahabat dan orang-orang yang kita cintai
#copas ayah edy
READ MORE - 100 TAHUN LAGI, MASA YANG BERLALU
Coach RR
ANAK HEBAT ITU BUKAN ANAK YANG JUARA KELAS TAPI ANAK YANG BERANI JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB

Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi cucu dari mendiang Mahatma Gandhi pernah menuturkan satu kisah dalam hidupnya yang sungguh mengesankan.

Kala itu usia saya kira-kira masih 16 tahun dan saya tinggal bersama kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya Mahatma Gandhi, Kami tinggal disebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari kota Durban, Afrika Selatan. 

Rumah kami jauh di pelosok desa terpencil sehingga hampir tidak memiliki tetangga. Oleh karena itu saya dan kedua saudara perempuan saya sangat senang sekali bila ada kesempatan untuk bisa pergi ke pusat kota, untuk sekedar mengunjungi rekan atau terkadang menonton film dibioskop.

Pada suatu hari kebetulan ayah meminta saya menemani beliau ke kota untuk menghadiri suatu konferensi selama seharian penuh. Bukan main girangnya saya saat itu. Karena ibu tahu kami hendak ke kota maka ibu menitipkan daftar panjang belajaan yang ia butuhkan, disamping itu ayah juga memberikan beberapa tugas kepada saya, termasuk salah satunya adalah memperbaiki mobil dibengkel.

Pagi itu setelah kami tiba ditempat konferensi; ayah berkata kepada saya; ” Arun; jemput ayah disini ya, nanti jam 5 sore....dan kita akan pulang bersama-sama”. Baik ayah, saya akan berada disini tepat jam 5 sore. Jawab saya dengan penuh keyakinan.

Setelah itu saya segera meluncur untuk menyelesaikan tugas yang dititipkan ayah dan ibu kepada saya satu persatu. Sampai akhirnya hanya tinggal satu pekerjaan yang tersisa yakni menunggu mobil selesai dari bengkel. 

Sambil menunggu mobil diperbaiki tidak ada salahnya aku pikir untuk mengisi waktu senggangku dengan pergi ke bioskop menonton sebuah film. Saking asyiknya nonton ternyata saat saya melihat jam; waktu sudah menunjukkan pukul 17.30, sementara saya janji menjemput ayah pukul 17.00. Segera saja saya melompat dan buru-buru menuju bengkel untuk mengambil mobil, dan segera menjemput ayah yang sudah hampir satu jam menunggu. Saat saya tiba sudah hampir pukul 18.00 sore.

Dengan gelisah ayah bertanya pada saya; Arun! kenapa kamu terlambat menjemput ayah..? Saat itu saya merasa bersalah dan sangat malu untuk mengakui bahwa saya tadi keasyikan nonton film, sehingga saya terpaksa berbohong dengan mengatakan; ” Maaf Ayah” ”Tadi mobilnya belum selesai di perbaiki sehingga Arun harus menunggu.”

Ternyata tanpa sepengathuan saya , ayah sudah terlebih dahulu menelpon bengkel mobil tersebut, sehingga ayah tahu jika saya berbohong; 

Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap saya ayah berkata; ”Arun sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan membesarkan kamu”; ”sehingga kamu tidak punya keberanian untuk berbicara jujur kepada ayah?”. 

Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan dimana letak kesalahannya.

Lalu dengan tetap masih berpakaian lengkap ayah mulai berjalan kaki menuju jalan pulang kerumah. Padahal hari sudah mulai gelap dan jalanan semakin tidak rata. Saya tidak sampai hati meninggalkan ayah sendirian seperti itu; meskipun ayah telah ditawari naik, beliau tetap berkeras untuk terus berjalan kaki, akhirnya saya mengendarai mobil pelan-pelan dibelakang beliau, dan tak terasa air mata saya menitik melihat penderiataan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh yang telah saya lakukan. 

Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut.

Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapapun. 

Sering sekali saya mengenang kejadian itu dan merasa begitu terkesan; seandainya saja saat itu ayah menghukum saya sebagai mana pada umumnya orang tua menghukum anaknya yang berbuat salah; kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu; dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya. 

Tapi dengan satu tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah; meskipun tanpa kekerasan justru telah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bisa mengubah diri saya sepenuhnya. Saya selalu mengingat kejadian itu seolah-olah seperti baru terjadi kemarin.

Para orang tua dan guru yang berbahagia.
Ayah Dr Arun Gandi tersebut sungguh seorang ayah dan guru yang luar biasa dalam mendidik anaknya. Sebuah kisah emas untuk kita para orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.

Kisah ini begitu menginspirasi saya secara pribadi; untuk selalu mengevaluasi diri manakala anak-anak tercinta saya mulai menunjukkan prilaku yang kurang terpuji ya, saya membiasakan diri untuk selalu bertanya;

Apa yang salah dari saya mengapa anak saya kok bisa seperti ini?

Para orang tua dan guru yang berbahagia..... 

Semoga kisah ini juga bisa menginpirasi setiap orang tua; agar kita bisa mendidik anak-anak kita menjadi orang besar dan luar biasa sekaliber Mahatma Gandhi. Ya.... Mahatma Gandhi....sang pejuang dan pendidik Tanpa Kekerasan.

Mari kita renungkan sejenak saja kisah ini apakah kira-kira kita mau dan mampu melakukan hal serupa.

#copas
READ MORE - ANAK HEBAT ITU BUKAN ANAK YANG JUARA KELAS TAPI ANAK YANG BERANI JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777