Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Coach RR

ANAK PERLU DIGEMBLENG
SUPAYA MENJADI ORANG YANG KUAT

Dr. Handrawan Nadesul menulis

Beberapa kali saya menulis, kalau mudanya keras, tuanya lembut. Tapi kalau mudanya lembut, tuanya akan keras. Ini sudah hukum semesta.

Peter F Gontha mengutip pandangan Sheik Rashid pendiri Dubai. Roda pedati suatu negara akan berada di titik terendah bila generasi anak dibiarkan jadi orang lemah.

Masa sulit akan menciptakan orang kuat. Orang kuat akan menciptakan masa mudah. Tapi masa mudah akan menciptakan orang lemah. Dan orang lemah akan menciptakan masa sulit. Siklus itu akan berganti setelah roda pedati itu berputar 240 tahun. Amerika Serikat bisa menjadi contohnya kini, menuju kemunduran.

Membesarkan anak tidak boleh membuatnya keenakan. Tidak dibesarkan serba mulus, karena memang dibesarkan oleh orangtua yang berkecukupan. Makan enak, mobil mewah, tidak perlu ikut kerja keras. Selain rentan stres, anak yang dibesarkan mulus, berisiko tuanya jadi keras. Menghabiskan uang orangtua, hidup foya-foya menghambur-hamburkan secara berkelebihan. Bukan sedikit kita menyaksikan anak orang kaya, tuanya susah. Sebaliknya, banyak orang sukses tercipta karena kesusahan orangtuanya.

Dalam seminar Sekolah Menjadi Ibu yang lebih 10 tahun saya sampaikan di beberapa kota, kepada para ibu dan calon pengantin, saya bilang jangan manjakan anak dengan selalu mengabulkan permintaan yang tidak pantas mereka terima. Masih sekolah dikasih mainan mahal, mobil-motor mewah, pakaian branded, dibiasakan menghambur-hamburkan uang yang belum menjadi haknya. Anak yang mulus perjalanan masa mudanya, berisiko jadi orang lemah. Orang lemah menciptakan masa sulit.

Walaupun orangtua kecukupan, demi mendidik dan hari depan anak yang indah, tidak memberikan anak hidup yang serba berkelebihan, yang membuat hidupnya terlalu mulus. Anak juga perlu merasakan susah, perlu sedih, kecewa, putus asa, dan anak bisa menghargai setiap rupiah yang orangtua beri. 

Orangtua yang bijak hanya memberikan kebutuhan sekolah anak, bukan kemauan anak apa saja. Kalau terbeli komputer dan buku dan semua keperluan sekolah, anak layak menerimanya. Kalau perlu kendaraan motor, bukan memberi motor mewah, apalagi mobil mewah. Bukan pula pakaian, sepatu, jam tangan, tas serba branded.

Untuk besok menjadi orang kaya, semua orang siap. Tapi tidak untuk menjadi orang susah. Anak perlu disiapkan hidup susah, karena mana tahu roda pedati hari depannya apa pasti selalu di atas. Hanya bila anak disiapkan pernah merasa di bawah, anak tidak bakal stres, dan menjadi kuat menghadapi masa sulitnya. 

Kita melihat rata-rata orang sukses tercipta dari hidup yang sulit. Orangtua yang anaknya foya-foya, seringnya tidak berhasil sekolahnya.

Sekarang ini sekolah di Cina menayangkan video susahnya hidupdan perlu kerja keras bagi anak, supaya mereka tahu bahwa hidup tidak selamanya enak. Jiwa anak harus digembleng sehingga tertanam semangat tidak pernah puas. 

Dalam konsep modernisasi diungkap, hanya bila bangsa punya semangat tidak pernah puas, tertanam mental need for achievement (n-Ach) yang tinggi. Bangsa Troya zaman dulu, contohnya. Bangsa yang unggul punya semangat juang tinggi. Itu berarti mereka yang berani berpeluh-peluh.

Hidup anak perlu diciptakan prihatin, walau orangtua berkecukupan. Pengalaman merasakan kalau hidup tidak selalu enak, bisa menjadi cambuk anak untuk kerja keras. 

Bukankah kunci sukses itu kerja keras. Untuk sukses hidup kata Einstein, peran IQ kecil saja. Jauh lebih perlu mau berpeluh (perspiration), supaya siap setiap anak menjadi orang kuat. Orang kuat akan menciptakan masa yang mudah.

Salam bijak membesarkan anak..
READ MORE - ANAK PERLU DIGEMBLENG SUPAYA MENJADI ORANG YANG KUAT
Coach RR
SIAPA YANG KAMU HARAPKAN KELAK SETELAH MEMASUKI USIA SENJA ?

(Buat yang sudah Pensiun dan akan Pensiun Baca deh bagus tulisannya :

Coba Dengarkan Suara Hati Para Lelaki/Wanita Senja Ini ... Kelak saat Anda sudah tua, siapa yang Anda harapkan ?

Jika Anda memiliki satu sarang (tempat tinggal/rumah) sendiri, harap jangan Anda tinggalkan sebelum ajal menjemput.

Jika masih memiliki pasangan hidup, baik-baiklah hidup bersama seiring dengannya, saling mengisi dan menopang.

Jaga dan rawatlah baik-baik kesehatan sendiri.

Bersuka citalah dengan attitude/sikap yang baik.

Semua orang akan menjadi tua..!

Hanya saja fisik (kesehatan) kita sekarang masih kuat, otak (pikiran) juga masih jernih, bagaimana kelak jika sudah tua, siapa yang diandalkan/ diharapkan !?

Untuk membahasnya perlu 4 tahapan berikut ini :
Tahap pertama, 
1) Jaminan/kepastian
Anak memiliki ekonomi yang baik, itu adalah miliknya, milik si anak ... bukan milikmu.
Anak berbakti, itu adalah kualitas yang baik pada dirinya, walau itu tak lepas dari hasil didikanmu ...
2) Jika setelah memasuki usia pensiun 60 - 70 tahun fisik (kesehatan) masih relatif baik dan kondisi juga memungkinkan, maka :

1. Makanlah kalau memang suka dengan makanan tertentu,
2. Pakailah kalau memang suka dengan busana yang diinginkan, dan
3. Bermainlah sepuasnya (game atau semacam nya),
4. Jangan lagi terlalu kejam/pelit pada diri sendiri (manjakan diri sendiri),
5. Hari-hari seperti itu tidak banyak lagi, jadi manfaatkanlah dengan baik.
6. Pastikan ada sedikit uang simpanan sendiri,
7. Pertahankan rumah yang dimiliki,
8. Siapkan segalanya (sebelum dan menjelang ajal) untuk diri sendiri.
9. Meski anak memiliki ekonomi yang baik, tapi itu miliknya, anak berbakti ... itu adalah kualitas yang baik pada dirinya.
Jangan menolak bantuan mereka. Tapi tetap harus bergantung pada diri sendiri. Aturlah kehidupan sendiri.

Tahap kedua
KESEHATAN DIRI
1) Jagalah kondisi kesehatan sendiri sebaik mungkin, hidup tanpa mengandalkan orang lain jauh lebih baik.
2) Setelah 70 (tujuh puluh) tahun tidak ada penyakit, juga bencana, krn hrs bisa :
1. Mengatur kehidupan dan mengurus diri
2. Sadar diri ini benar-benar sudah tua, perlahan-lahan, stamina dan fisik itu akan melemah, reaksi juga akan semakin buruk,
3. Saat makan, makanlah dengan perlahan, jangan sampai tersedak.
4. Saat berjalan juga jalanlah perlahan, jangan sampai terjerembab.
5. Jangan memaksakan diri lagi, jagalah kesehatan diri baik-baik !
6. Jangan lagi mencampuri masalah ini dan itu, mencampuri masalah anak atau terkadang mencampuri masalah generasi ketiga (cucu).
7. Bertahun-tahun sudah mengurus ini dan itu, kini saatnya harus sedikit egois, uruslah diri sendiri dengan baik.
8. Jalanilah segalanya dengan santai, bantu bersih-bersih.
9. Jaga dengan baik kesehatan diri sendiri.
10. Usahakan waktu hidup sendiri lakukan rutinitas sehari-hari itu selama mungkin. Hidup tanpa bergantung pada orang lain akan jauh lebih baik.

Tahap ketiga
Psikologis
1) Generasi seperti kita ini telah mengalami segala pahit getir hidup, saya percaya, perjalanan terakhir dari hidup kita juga bisa kita hadapi dengan tenang.
2) Ketika kesehatan mulai memburuk dan butuh bantuan, maka kita harus siap dengan hari “H”  (รฝaitu hari tibanya kematian) ini. Tapi, sebagian besar orang tidak bisa melewati tahapan ini.
3) Aturlah dengan baik suasana hati dan sesuaikan dengan tibanya hari itu.
4) Hidup, tua, sakit dan mati merupakan hal yang normal dalam kehidupan, jadi hadapilah dengan tenang.
5) Ini adalah perjalanan hidup terakhir, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.
6) Siapkan jauh-jauh hari sebelumnya, maka kita tidak akan terlalu bersedih.

Tahap keempat
Mengandalkan diri sendiri
Ketika otak (pikiran) kita masih jernih, dan saat penyakit mulai melilit dan tak tersembuhkan serta kualitas hidup memburuk, maka kita harus :
1. Berani menghadapi kematian, bulatkan tekad agar keluarga tidak perlu lagi berusaha menyelamatkan.
2. Jangan membiarkan kerabat handai taulan melakukan segala upaya yang sia-sia (karena memang sudah waktunya berpulang kepada-Nya - jangan melawan takdir).

Ketika sudah tua, siapa yang diandalkan/diharapkan ?
Diri sendiri - diri sendiri dan - tetap diri kita sendiri.

Ini adalah cuplikan dari fragmen 'Apa yang Harus Dilakukan saat Sudah Tua' – Yeh Chin-Chuan (Sarjana Kesehatan Masyarakat dan juga seorang politisi Taiwan) :
Saya selalu berpikir orang tua di atas 80 tahun :
1. Tidak perlu membatasi makanannya harus bening,
2. Tidak perlu menurunkan berat badan.
3. Yang paling penting masih bisa makan (nafsu makan bagus), makanlah apa yang disukai,
makanlah makanan yang kita anggap paling lezat, agar bisa menikmati hidup dengan lebih ceria.
4. Membatasi orang tua tidak boleh makan ini dan itu, ini bertentangan dengan sifat alami manusia, dan juga tidak ada dasar ilmiahnya.

Sebenarnya, semakin banyak bukti ilmiah, orang tua harus makan lebih baik, sedikit lebih gemuk.
Supaya ia memiliki setitik lebih banyak kemampuan untuk melawan penyakit, kemampuan untuk melawan depresi...

Saya do’akan setiap orang tua bisa menikmati perjalanan hidup terakhir mereka dengan lebih indah dan mengesankan. Jangan sampai meninggalkan penyesalan yang dibawa sampai ke liang lahat. 

Ada tambahan, jangan pernah merasa tua krn apabila merasa tua akan timbul Energi Negatif dalam diri kita yg akan membuat diri kita seolah2 sdh tdk bisa melakukan apa2 lagi. Tetaplah beraktifitas  yg bermanfaat bagi diri, klrg & lingkungan sekitar.

Tetap semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช
Repost

READ MORE - SIAPA YANG KAMU HARAPKAN KELAK SETELAH MEMASUKI USIA SENJA ?
Coach RR


CUKUP JADI RAHASIA AYAH 

Tidak semua Ayah pandai menceritakan kejadian di tempatnya bekerja. Perihnya dampratan atasan, keributan yang terjadi dengan rekan kerja, fitnah dari koleganya, atau sekadar gesekan kecil antar mitra kerja yang kadang menimbulkan percikan emosi. 

 Tidak sedikit Ayah yang gagap untuk memulai kata, memilih bahasa untuk bisa menyampaikannya dengan tenang. Masalah yang dialaminya di jalan, tentang motornya yang bersenggolan dengan kendaraan lain, panasnya terik yang menyengat sampai ke ubun-ubun, riuhnya macet jalan raya hingga mengeringkan tenggorokan. Belum lagi soal kereta mogok berjam-jam. 

 Sehingga menunda waktu tiba di rumah, hingga pupus rencana bermain bersama anak-anak yang sudah terlelap, martabak bawaan tak lagi hangat, bahkan semua kejadian di kantor, di jalan, di kereta, di bis, ikutan dingin untuk diceritakan. Ayah, tak jarang ia simpan sendiri semua kisah. Sebagian Ayah memang berniat menceritakannya ke istri sesampainya di rumah. Sebagian yang lain baru sempat kirim pesan singkat, “bu, Ayah mau cerita...” namun lama sang istri membalasnya. Kelamaan, jadi lupa, dan tak lagi semangat bercerita. Boleh jadi, istrinya pun sedang sibuk dengan tumpukan setrikaan. 

 Sebagian Ayah, justru memang sengaja tak berniat sedikit pun menceritakan seburuk apa pun kejadian yang dialaminya di kantor, di jalan atau di mana saja. Bukan, bukan karena ia tak percaya istrinya, tetapi karena ia hanya ingin selalu membawa kabar positif pulang ke rumah. Tak jarang ia mampir dulu ke kedai kopi sebelum di rumah, sebagian lain memilih menumpahkan keluh kesahnya di masjid dekat rumah, atau menghisap dalam2 sebatang rokok yang mulai kembali dinikmati, bukan untuk menunda pulang, tetapi untuk menenangkan batinnya, agar tak meluap emosi di rumah. Oya, beberapa Ayah sering kali mengusap-usap atau merapikan struktur wajahnya sebelum mengetuk pintu, agar hanya wajah ceria yang disambut istri dan anak-anaknya. Ada yang istrinya sanggup menangkap rahasia yang dibalik senyum suaminya, “Abang kok murung, cerita dong...” berkelebat segala baku hantam di jalan akibat senggolan motor, juga makian atasan di kantor, tetapi justru dijawab dengan senyum yang kadang dipaksakan, “nggak kok, nggak ada apa-apa...” sambil bergumam, biarlah jadi rahasia Ayah. Ada pula yang istrinya justru tidak peka. Mulai dari pesan singkat yang lupa dijawab, sampai suaminya harus telepon, “sudah baca WA ayah?” Pastinya belum, “Ya sudahlah, nggak apa-apa...” lagi-lagi, akhirnya tetap jadi rahasia Ayah. Padahal, si Ayah mau cerita soal kerlingan perempuan lain yang baru saja bikin deg-degan. 

Sengaja mau cerita agar tak jadi rahasia, agar istrinya terus membentenginya. Beberapa Ayah cukup sadar untuk menahan diri, sedikit sabar untuk menunggu gilirannya bercerita. Sebab, begitu di rumah ia sudah diberondong dengan berbagai kisah yang tak kalah serunya. Tentang uang belanja yang menipis, pulsa listrik yang sudah nut nut nut, bayaran sekolah anak yang harus dilunasi, cicilan rumah yang tertunggak, hutang ke warung di ujung gang, atau pun cerita-cerita seru anak-anak di sekolah mereka... kapan giliran Ayah? Ayah yang lain, begitu bersemangat untuk segera sampai di rumah karena ia tahu istrinya selalu senang diajak diskusi tentang apa pun, sampai soal remeh temeh macam sendal jepitnya yang kerap berpindah ke kolong meja rekan kerjanya. Eh, setibanya di rumah, istri cantiknya sudah terlelap di depan televisi, nggak tega untuk membangunkannya dari mimpi selepas nonton drama Korea. 

Diambilnya selimut dari kamar lalu didekap sang istri dengannya. Sebagian istri, mungkin tak cukup pandai menyediakan hati dan telinganya untuk menampung semua cerita sang suami. Sebagian lainnya, mungkin juga tak siap bekal untuk mengimbangi dan memberi saran, masukan atas semua persoalan suaminya. Syukur, masih ada kalimat pamungkas, “Sabar ya yah...” sambil usap-usap pundak, atau kecup-kecup mesra. Memang, sebagian masalah sepertinya bisa selesai -setidaknya lupa- kalau istri sudah terlihat manja di pembaringan. Aih... Harus dibatasi bahasan ini, sama sekali
READ MORE - CUKUP JADI RAHASIA AYAH
Coach RR
KISAH INSPIRATIF

               ANAKKU YANG BODOH

*“Goblok kamu ya…”* Kata Suamiku sambil melemparkan buku rapor sekolah Doni.
Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras.
Doni meringis.
Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk.

*Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu*
Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus.
Doni menangis “ Ampun, ....ayah..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung.

Doni tegar dengan siksaan itu.
Tapi matanya memandangku.
Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.
“Lihat adik adikmu.
Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar.
Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol,,
Mau jadi apa kamu nanti ?
Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “ Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni.
Suamiku terduduk dikorsi.
*Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku*
“ Kamu ajarin dia.
Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk.
*"Dengar itu..!!!“*
Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.
Kupeluk Doni.
Matanya memudar.

Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya.
Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “ Anak bunda, tidak tolol" Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya”
“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri.
Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini.


Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. *Aku menangis “ Doni, pintar kok* Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “
“ Doni bukan anak ayah.”
Katanya dengan mata tertunduk *“ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda “*
Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni mengigau terus.
Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni.


Kurasakan badannya panas.
*Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya*
Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas.
*Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga*
Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..” Kataku sambil terus membelai kepalanya.
Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai.
Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘ *Bunda, temani Doni tidur ya."* Katanya sayup sayup.
Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.


Doni adalah putra tertua kami.
*Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit*
Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga.
Ketika itulah aku hamil Doni.
Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. *Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana* Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain.
Diapun kurang gizi.


Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN.
Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir, juga laki laki
dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya.
Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula.
Makanya mereka disekolah pintar pintar.
Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik.
Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku.


Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya.
Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas.
“ Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali.
Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas.


*“ Aku ini dari keluarga miskin* *Manapula aku ada gizi cukup.*
*Mana pula orang tuaku ngerti soal gizi.* Tapi nyatanya aku berhasil.
“ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.
Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.?!!!!??
*“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “*
“ Biar dia bisa dididik dengan benar”
*“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”*
“ Ini sudah keputusanku, Titik.
*“ Tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.*
Suamiku hanya diam.
Aku tahu alasannya.
Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami.


Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni.
Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya.
Mungkinkah itu alasannya. *Bagaimanapun , bagiku* *Doni akan tetap putraku*
*dan aku akan selalu ada untuknya* Aku tak berdaya.
Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.
Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku.
Dia nampak bingung.
*Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.*
*Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.*
Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng.


Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. ...!!!!
Kamu harus ikut kata Ayah.
*Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “*
Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku.
Tapi suamiku nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok.
Dia harus diajarkan mandiri.
Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.


Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasah Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU
dan Rini kelas 2 SLP.
*Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya*
Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk.
Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam.
Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan.


Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. *Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh*
Ku perhatikan tahun demi tahun perubahan Doni setelah mondok.
Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya.
Dia sangat mandiri dan hemat berbicara.
*Setiap hendak pergi keluar rumah,*
*dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku*
Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.
Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah.

Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas.
“ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas.
Sudahlah.
Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. “
Demikian alasan suamiku.
Aku dapat memaklumi itu.
*Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok*
Donipun tidak pernah bertanya.
Dia hanya menanti dengan sabar.


Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. *Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek.* Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan.
Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni.
Tapi Doni tetap diam.
Tak sedikitpun dia membela diri.
*Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku*
Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami.
Aku tersentak.
Benarkah itu.
*Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda.*
TIdak, Bunda percayakan dengan Doni.
Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri.”
Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi.
Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni.
Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali.
Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.
Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah.
Doni tidak protes.
Dia hanya diam dan menerima keputusan itu.
*Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku.*
Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah.
*Maafkan Doni “* Pesannya.
*Diapun memandang adiknya satu satu.* *Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya.*
*Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni*.


*Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir Doni dari rumah.*
*“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.*
*“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.*
***



Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah.
Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku.
Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota.
*Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri.*
*Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis.*
Aku merindukan putra sulungku. *Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan.*
Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh.
Rinipun sama.
Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan sosial kami semakin berkelas.
Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar.
*Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung.* Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja.
Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat.
*Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “*
***



Prahara datang kepada keluarga kami. *Suamiku tersangkut kasus Korupsi.*
Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan.
Selama proses itupula suamiku nampak murung.
Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensi.
Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
*Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara* Media massa memberitakan itu setiap hari.
Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya.
Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.
Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan.

Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku.
Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan.
Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami.
Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku.


*Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.*
Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya.
Dia menghambur kedalam pelukanku. “ *Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. “* katanya.
Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku.
Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni.
Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame.
Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami.

Tak lebih setahun setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. *Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah*
Seusai sholat berjamaah Doni tak lupa duduk bersila dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya


*" Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah. Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat. Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita. Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. “*


*“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah*
Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialog dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan.
Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat.

*Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. “*
*Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis*

*Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah*
*Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara*
Kesehatannya membaik.
Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah.

*Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah*


*Sahabatku terdapat beberapa pesan moral dlm cerita itu antara lain* :
*1).Jangan memaksakan kemampuan anak*
*2).Jangan merendahkan kemampuan anak*
*3).Kesuksesan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik/nilai raport*
*4).Anak yg kelihatannya "terbelakang" belum tentu gagal*
*5). Kasih sayang yg kita berikan kpd semua anak harus adil sesuai dng porsinya*
*6).Jangan hanya memikirikan uang yg banyak tetapi tidak halal..*
*Semoga bermanfaat buat sahabat semua dan Allah jadikan kita semua dan keluarga kita menjadi hamba yg di rahmati, di Ridhoi, di Berkahi jg di bebaskan dari siksa api neraka...*
Dari Hamba Allah Yang HINA
*Aamiin...*
READ MORE - KISAH INSPIRATIF: ANAKKU YANG BODOH
Coach RR
Tips Menjadi Orangtua yang Dicintai

1. Berikan kasih sayang: Tunjukkan kasih sayang secara terus menerus kepada anak-anak. Dengarkan mereka, beri perhatian, dan luangkan waktu untuk bersama-sama.

2. Berikan pujian dan dorongan positif: Berikan pujian dan dorongan kepada anak-anak saat mereka melakukan sesuatu dengan baik. Ini akan membantu membangun rasa percaya diri dan penghargaan diri mereka.

3. Berlaku adil: Perlakukan semua anak dengan adil dan tidak memihak. Hindari perbandingan yang merugikan satu anak terhadap yang lain.

4. Berkomunikasi dengan baik: Berbicaralah dengan anak-anak secara terbuka dan jujur. Dukunglah mereka untuk berbicara tentang perasaan dan pikiran mereka.

5. Jadilah contoh yang baik: Jadilah contoh yang baik bagi anak-anak dengan perilaku dan nilai-nilai yang kita tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

#tipsparenting
READ MORE - Tips Menjadi Orangtua yang Dicintai
Coach RR
Tulisan kecil
Wajib kita baca

Maaf Yah, Ibu Aku Tidak Juara Kelas

Kita sepakat bahwa, di dalam rapor  belum memuat semua nilai sukses bagi masa depan anak. Sehingga meskipun nilai di rapor anak  biasa-biasa saja bahkan berada di peringkat paling bawah. 

Namun anak ini memiliki kemungkinan besar bisa lebih sukses dari temannya yang memiliki nilai luar biasa dalam rapor. Sebagai guru dan orang tua harus selalu memberikan motivasi agar anak tidak putus asa dan merasa iba.

Sebenarnya nilai-nilai istimewa itu apa saja? Dan mengapa harus dimiliki oleh seorang anak jika ingin sukses masa depannya?

Michael Hart dalam bukunya 100 Tokoh Dunia Yang Paling Berpengaruh, Nabi kita Muhammad Shalallahu alaihi wasallam berada di urutan paling pertama di dalam buku itu. Mengapa demikian Karena kesuksesan Nabi Muhammad merupakan hal yang tidak bisa kita mungkiri keberadaannya. 

Kesuksesan Rasulullah berada di semua sisi kehidupan. Sebagai kepala keluarga yang sukses, pedagang sukses, panglima perang yang sukses dan kesuksesan lainnya yang menjadi teladan bagi kita semua.

Dan di antara teladan yang ada adalah bagaimana  kemampuan rasulullah  menguasai emosional, bertaqwa, taat kepada kedua orang tua, rajin berdoa, disiplin, pintar bergaul,  berakhlak mulia, pekerja keras, percaya diri, jujur, suka melakukan kebaikan,  pandai bergaul (pada orang yang lebih tua, muda atau pun seumuran dengan dirinya) Memiliki keterampilan yang ditekuninya. 

Selain itu peduli pada sesama, suka menolong, tidak pernah menyerah dan terbiasa hidup dengan tantangan. Tidak manja dan berhati mulia Ini di antara nilai-nilai teladan  yang harus kita tumbuhkan dalam diri anak-anak kita sejak dini. Ketika mereka berada di titik kecemasan maka yakinlah mereka sudah siap untuk menemukan solusinya. 

Jangan pernah takut anak-anak kita berada posisi paling bawah dalam rengking di seko lah. Karena rasulullah telah memberikan teladan kepada kita . Kemudian kurikulum merdeka telah memiliki konsep baru mencetak generasi muda menjadi anak-anak yang memiliki keterampilan sejak di bangku sekolah. Sehingga ketika tamat dari pendidikan dan universitas generasi muda  memiliki kemampuan yang terintegrasi bukan hanya segi kognitif  semata Yang puluhan tahun menjadi tolak ukur keberhasilan siswa di setiap penilaian yang ada.

Salam jihad untuk generasi cerdas 
Berakhlak mulia. Sebagai orang tua jangan pernah berhenti mendoakan anak-anak dan terus memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus.

Penulis Rubaida Rose
Guru penulis MA PONPES NURUL ISLAM hu
READ MORE - Maaf Yah, Ibu Aku Tidak Juara Kelas
Coach RR
MANUSIA ITU ANEH?
(Sebuah Refleksi Diri)

Saat tdk ada uang, kerja kayak kerbau
Saat ada uang, piara anjing

Saat nggak ada uang ingin kawin
Saat ada uang ingin cerai

Saat miskin istri di jadikan sekretaris
Saat kaya, sekretaris di jadikan istri

Saat tidak ada uang pura2 kaya
Saat kaya pura2 miskin

Wahai  sahabat

Bilang saham racun, tapi pada main

Bilang uang itu dosa, tapi semua nya cari

Bilang cewek malapetaka, tapi mau

Bilang minuman keras dan rokok rusak kesehatan , tapi tidak mau berhenti

Bilang surga paling indah, tapi nggak mau ke sana

Dunia saat ini, si miskin makan daging, si kaya makan sayur, yang laki pengen tinggi, yg perempuan pengen kurus, anjing pakai baju, orang nggak pakai baju

Di desa kalau pagi "ayam" bangunin orang.
Di kota kalau malam orang panggil "ayam"

Jarak yg terjauh di dunia ini adalah:
Saya berada di samping kamu, dan engkau sedang bermain Hp !

   
Ini akan membuat orang tdk senang !

   
  Di sebuah Cafe terdapat suatu pemberitahuan :
Kami tdk ada WIFI, bicaralah dgn orang yg disisi kalian !

  
Pada masa yg akan datang, masalah  perceraian mungkin di sebabkan oleh HP dan bkn krn perselingkuhan.....

   
Sekarang, ramai2 pergi makan bersama, akan tetapi masing2 sibuk pula pd WhatsApp, rekam suara, ganti photo,  hati tdk terkonsentrasi ! !

  
Sedih menyelimuti dihati, melihat para teman sekalian sedang sibuk main Hp, terpaksa kita juga ikut main, untuk menghindari
kecanggungan.

   
Setelah pulang, dirumah jg begitu , tdk ada komunikasi antara sesama suami istri, karena masing2 lg sibuk main Hp. 

Bagaimana dengan kita?
READ MORE - MANUSIA ITU ANEH? (Sebuah Refleksi Diri)
Coach RR
Datangkan Pakar Parenting Nasional Perguruan Mualimin Muhammadiyah Teluk Kuantan Bersama BSI Taja Webinar Pengasuhan Anak di Era Digital 

Bismillah. Ahad, 12 November 2023 Perguruan Mualimin Teluk Kuantan bekerja sama dengan. Bank BSI Kota Taluk Kuantan mengadakan Webinar Parenting dengan Tema Pengasuhan Anak di Era Digital. 
Hadir dalam ruang Zoom Meeting, Rohandi Abubakar, S.Pd.,MM Kordinator Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Kuansing, M.Rizki Lazuardi, S.Pd Pimpinan Perguruan Mualimin Muhammadiyah Teluk Kuantan, Guru Guru MIM Teluk Kuantan dan SMP MUTU Teluk Kuantan serta Orang Tua Siswa.

Dengan menghadiri Elly Risman, P.Si  Pakar Parenting Nasional, psikolog spesialis pengasuhan anak dan menjabat sebagai direktur pelaksana di Yayasan Kita dan Buah Hati, beliau Bunds Elly dikenal sebagai tokoh yang gigih dalam menyuarakan perlunya orang tua mengasuh dan mendidik anaknya secara sungguh sungguh 

Bunda Elly menjabarkan beberapa persoalan, permasalahan serta solusi bagaimana pola pengasuhan terhadap anak di era digital saat ini,.berikut beberapa poin penting yang disampaikan dalam Webinar :

Dalam Surah An Nur ayat 30 - 31
Katakanlah kepada orang lain laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka buat.

Dalam kolom apa yang dilakukan orang tua ?
Apakah menurut Anda sebagai orang tua sepakat dan menyiapkan anak anak kita misalnya untuk menggunakan gadget sesuai usia jawabannya hampir semua orang tua sepakat. Kemudian menjelaskan perintah Allah tentang hal ini? Iya jawabnya.
Menentukan dan menyepakati waktu lamaya menggunakan gadget agar tidak kecanduan konten yang meusak? Jawab semua orang tua , Iya. Apakah kita orang tua menyadari apa saja akibat buruk dari kecanduan konten negatif tersebut? , jawabnya Iya. Kemudian secara sadar orang tua mau panen apa dalam waktu dekat? Apalagi jangka panjang nantinya. Artinya bagaimana anak anak kita menjadi anak anak yang baik shaleh/hah. Sehingga tidak terdampak perilaku negatif akibat tidak terkontrolnya penggunaan gadget dilingkungan keluarganya. Ungkap Bunda Elly Risman.

Sudah bisakah Anda temukan akar mengapa anak Anda kecanduan Gadget. Dalam kolom yang dibuat Bunda Elly , Memerdekakan diri. Kenali emosi apa yang paling Muncrat sehari hari , misalnya buat list acore. Kemudian Tandai Tubuh yang sering sakit dibagian mana lalu lakukan : Sholat, Zikir minimum.165 x , scan tubuh kenali dimana sering sakit, buang sampah emosi, senam pernapasan, sholawat pada Rasulullah.

Dalam Surah Ali Imran 159 menyebutkan
Maka disebabkan Rahmat dari Allah lah kamu berlaku lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkalah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang bertawakal kepada-Nya.

Inti pembicaraan kita sebagai orang tua, 
Dengan: Mohon kepada beliau mengenali menyelesaikan IC nya, selesaikan isu isu perkawinan Anda, Bicarakan optimalisasi peran dan fungsi ayah, Bahas dan selesaikan masalah masalah Anak. Kemudian Peran dan Fungsi Ayah bagaimana menjadikan anaknya yang shaleh/hah. Apakah kita menjadi Ayah dulu baru mencari Nafkah. Sedangkan anak adalah "Maincourse" , dan sebagai orang tua berikan kepada Anak Anak Rezeki yang halal dan Thoyib.

Selanjutnya Bunda Elly menyampaikan dalam Webinar bagaimana mengatasi masalah Gadget terhadap anak yaitu : orang tua sebaiknya kompak dan bertanggung jawab serta dapat berbagi tugas, orang tua harus bijak bergandet didepan anak , diusia 0-5 tahun anak tidak dibolehkan bermain gadget,  orang tua tidak memberikan gandet ketika anak anak belum masuk dalam proses pembelajaran disekolah, diusia demikian biarkan anak anak bermain dengan jumlah mainannya ini diusia 1 tahun. 

Selanjutnya di Usia SD, orang tua membatasi, melatih, menggunakan Gadget kepada anak dengan bijak, jelaskan fungsi gadget dalam kehidupan sehari hari, baca surat Ayat 30-31, kemudian orang tua memberika alternatif aktifitas didalam rumah atau luar rumah. 
Peran Ayah bagaimana menjelaskan tentang akibat kecanduan gadget, social media, games, dan pornografi serta perilaku seksual  beresiko, cek pemahaman anak, selanjutnya minta pendapat anak anak, hargai pikiran dan perasaannya, kontrol dengan berdialog dan lanjutkan diskusi dengan anak agar anak berasa memiliki ayah yang perhatian dengan masa depannya. 

Terima kasih kepada Bunda Elly Risman, P.Si Pakar Parenting Nasional, Perguruan Mualimin Muhammadiyah Teluk Kuantan, Bank BSI Teluk Kuantan yang telah menjadi Webinar Parenting pengasuh anak di era digital. Dihadiri 135 peserta dalam ruang Zoom sangat bermanfaat bagi Saya sebagai orang tua untuk mendidik anak anak kedepannya. Alhamdulillah Saya dan Istri mengikutinya sejak awal hingga berakhir Webinar ini. Sehingga bisa menjadi wawasan kami sebagai orang tua muda yang terus belajar menjadi orang tua , bagaimana bijak bermedia digital. Ungkap Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd,C.PS,C.ME Orang tua siswa dari Cello Yenroza Putra kelas 5 dan ViolanUtari Putri Kelas 2. Terima Kasih Bapak Ibu guru yang telah membimbing, mendidik, mengarahkan anak anak kami. Semoga kita semua dalam kebaikan, Rahmat berkah Allah SWT. Salam Literasi Digital

Laporan :
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd,C.PS,CME
*Ketua Lembaga Seni Budaya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Kuansing
*Ketua Literasi dan Humas SMAN 1 Sentajo Raya 
*Pendidik Penggerak Literasi Indonesia
*Ketua Forum Literasi Kuansing
*Penulis Buku, Motivator Literation Education
READ MORE - Datangkan Pakar Parenting Nasional Perguruan Mualimin Muhammadiyah Teluk Kuantan Bersama BSI Taja Webinar Pengasuhan Anak di Era Digital
Coach RR
10 TANDA KEHANCURAN SEBUAH GENERASI BANGSA

Suatu ketika di Amerika Serikat tengah berlangsung sebuah konfrensi besar pendidikan,  dihadiri oleh sebagian besar kalangan pendidikan, mulai dari pengamat,  praktisi, pakar hingga penentu kebijakan dibidang pendidikan.

Tema yang diambil. kali itu adalah mengenai “Evaluasi Sistem Pendidikan dalam Menghasilkan Generasi Unggul”

 Tema  ini sengaja diangkat, karena ternyata berdasarkan penelitian, selama 60  terakhir sistem pendidikan lebih banyak menghasilkan generasi yang  gagal dan bahkan cenderung bermasah ketimbang yang unggul

 Banyak sekali tokoh-tokoh yang diminta bicara menyampaikan pikiran, pandangan juga hasil penelitian mereka.

 Dari  semua pembicara, ada salah seorang yang pemaparannya begitu dahsyat,  tajam dan mengena, hingga mendapatkan simpati dan dukungan yang luar  biasa dari hampir semua peserta konferensi tersebut.

Tepuk tangan  yang riuh serta dukungan antusiasme terus mengalir hingga sang  pembicara ini turun. Apa saja yang di paparkan oleh si pembicara ini…?  marilah kita simak cuplikan utama dari pemaparannya;

“Saudara-saudaraku  tercinta sebangsa dan setanah air, saya sungguh prihatin melihat  perkembangan generasi kita dari tahun ke tahun, sehingga saya begitu  tertantang untuk membuat suatu pengamatan untuk mengetahui akar  pemasalahannya.”

 “Lebih dari 30 tahun saya melakukan pengamatan  terhadap para pelajar dan para lulusan sekolah di tiap jenjang mulai  dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. dan ternyata dari  tahun-ke tahun menunjukkan suatu peningkatan grafik jumlah anak-anak  yang bermasalah ketimbang anak-anak yang berhasil.”

 Salah satu  yang membuat saya menangis adalah ketika saya mengunjungi beberapa  Lembaga Pemasyarakatan yang ada di beberapa negara bagian; yang dulu  pada tahun 60an mayoritas di huni oleh orang-orang yang berusia antara  40-60an, namun apa yang terjadi pada tahun 90, penjara-penjara kita  penuh di isi oleh anak remaja antara usia 14 s/d 25 tahun. Jumlah  peningkatan yang drastis juga terjadi pada penjara anak dan remaja.

 Fenomena  apakah gerangan yang sedang terjadi di negara kita……? Akan jadi apakah  kelak negara ini jika kita semua tidak mengambil peduli dan merasa  bertanggung jawab…?

 Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah  air….., Dari pengamatan panjang yang saya lakukan akhirnya saya  mengetahui bahwa sumber dari semua masalah ini ada pada Harmonisasi  hubungan Keluarga dan Sistem Pendidikan kita.

 Sebagian besar  anak-anak yang bermasalah ternyata juga memiliki orang tua yang  bermasalah atau keluarga yang berantakan dan yang memperparah ini semua  adalah bahwa Lembaga yang kita agung-agungkan selama ini, yang kita  sebut sekolah ternyata sama sekali tidak mampu menjadi jalan keluar bagi  anak-anak yang mengalami permasalahan di rumah.

 Sekolah yang  mestinya bertanggung jawab pada pendidikan anak (kerena mengklaim  sebagai lembaga pendidikan) ternyata sama sekali tidak melakukan proses  pendidikan, melainkan hanya menjadi lembaga yang memaksa anak untuk  mengikuti kurikulum yang kaku dan sudah ketinggalan zaman. Guru-guru  yang diharapkan menjadi pengganti orang tua yang bermasalah tapi  ternyata tidaklah lebih baik dari pada orang tua si anak yang bermasalah  tadi. Guru lebih suka memberikan pelajaran dari pada mendidik dan  melakukan pendekatan psikologis untuk bisa membantu memecahkan masalah  anak-anak muridnya. Guru-guru juga lebih suka saling melempar  tanggungjawab ketimbang merasa ikut bertanggung jawab sebagai seorang  pendidik.

 Dan yang sungguh menyakitkan adalah ternyata Pemerintah  kita khusunya yang bertanggung jawab pada bidang pendidikan hanya  mementingkan masalah nilai, angka-angka dan Ujian-Ujian Tulis.  Pemerintah seolah menutup mata terhadap menurunya prilaku moral,  rusaknya anak-anak sekolah dan meningkatnya prilaku kekerasan di  kalangan remaja.

 Ukuran keberhasilan pendidikan lebih diletakkan  pada menjawab soal-soal ujian dan target-target perolehan nilai, bukan  pada Indikator Moral dan Pengembangan Karakter Anak. Sehingga pada  akhirnya kita mendapati banyaknya anak-anak yang mendapat nilai tinggi  namun moralnya justru begitu rendah.

 Inilah saya pikir yang  menjadi biangkeladi dari permasalahan meningkatnya jumlah anak-anak yang  menjadi penghuni penjara di hampir seluruh negara bagian di negara  kita.

 Saya melihat bahwa sesunguhnya jauh lebih penting  mengajarakan anak kita Nilai Kejujuran dari pada Nilai matematika,  Fisika dan sejinisnya, yang pada umumnya telah membuat anak kita stress  dan mulai membeci sekolahnya. Sungguh jauh lebih penting mengajarkan  pada mereka tentang kerjasama dan saling tolong menolong ketimbang  persaingan merebut posisi juara di kelas. Sekolah kita hanya mampu  membuat 3 anak sebagai juara ketimbang membuat mereka semua menjadi  juara. Sekolah kita memang tanpa sadar telah dirancang untuk mencetak  anak yang gagal jauh lebih banyak dari yang berhasil. Sekolah kita juga  telah dirancang untuk lebih banyak memberi lebel anak yang bermasalah  ketimbang memberi lebel anak yang berpotensi unggul di bidangnya.

 Lihatlah  fakta di lapangan, betapa banyaknya anak-anak yang dinyatakan oleh  sekolah sebagai anak lambat belajar, tidak bisa berkonsentrasi,  Diseleksia, Hiperaktif dsb. Hingga ada seorang pengamat pendidikan yang  pernah menyindir “sesungguhnya anaknya yang hiperaktif atau sekolahnya  yang “Hiper Pasif”. Bayangkan anak-anak kita telah di paksa untuk duduk  di kursi yang keras selama berjam-jam dari pagi hingga petang, tanpa  adanya pergerakan sedikitpun. Yang sesungguhnya tidak hanya membahayakan  mental mereka bahkan juga fisik mereka. Berapa banyak anak-anak kita  yang katanya termasuk golongan anak-anak pandai harus menderita  “bungkuk” di usia mereka yang masih relatif muda karena proses belajar  yang hiper pasif ini.

 Saya pikir sudah saatnya kita sadar akan  hal ini semua. Saudara-saudaraku tercinta, sungguh berdasarkan  penelitian yang saya lakukan telah menunjukkan bahwa jauh lebih penting  mengajari anak kita tentang moral, attitude, dan Character Building dari  pada hanya mementingkan nilai-nilai yang tinggi. Karena kehidupan lebih  mengharapkan orang-orang yang bermoral dan berkarakter untuk membangun  tatanan kehidupan yang jauh lebih baik. Orang-orang yang mencintai  sesama, menolong sesama dan menjaga kelestarian lingkungan tempat mereka  hidup.

 Berdasarkan penelitian saya terhadap sejarah  bangsa-bangsa yang mengalami kemunduran atau kehancuran, saya telah  menemukan ciri-ciri yang sangat jelas untuk bisa kita jadi kan Indikator  dan petunjuk bagi kita apakah negara kita juga sedang menuju ke titik  kemajuan atau justru ke hancuran.

 Paling tidak saya telah  menemukan ada 10 tanda-tanda dari suatu bangsa yang akan mengalami  kemunduran dan bahkan kehancuran; dan jika ternyata ke sepuluh tanda ini  muncul di negara kita maka sudah saatnyalah kita untuk melakukan  perubahan besar-besaran terhadap sistem pendidikan bagi anak-anak kita.

 Mari kita teliti bersama kesepuluh tanda-tanda tersebut, apakah telah muncul dinegara kita;

1. Peningkatnya prilaku kekerasan dan merusak dikalangan remaja, Pelajar

2. Penggunaan kata atau bahasa yang cenderung memburuk (seperti ejekan, Makian, celaan, bhs slank dll)

3. Pengaruh Teman Jauh lebih kuat dari pada orang tua dan guru.

4. Meningkatnya prilaku penyalahgunaan sex, merokok dan obat-obat telarang dikalangan pelajar dan remaja.

5. Merosotnya prilaku moral dan meningkatnya egoisme pribadi/mementingkan dirisendiri.

6. Menurunya rasa bangga, cinta bangsa dan tanah air (Patriotisme).

7. Rendahnya rasa hormat pada orang lain, orang tua dan guru.

8. Meningkatnya prilaku merusak kepentingan Publik.

9. Ketidak Jujuran terjadi dimana-mana

10. Berkembangnya rasa saling curiga, membenci dan memusuhi diantara sesama warga negara (kekerasan SARA)

 Bagaimana  kesimpulan kita….? Apakah kita melihat ke 10 tanda tersebut telah  muncul di negeri tercinta kita ini…? atau mungkin malah sudah muncul  pada anak-anak kita tercinta dirumah…?

 Saudaraku…., dengan  melihat fakta dan kenyataan yang ada, wahai para pendidik dan pengambil  kebijakan di bidang pendidikan serta segenap kita semua; Apakah kita  masih akan mementingkankan angka-angka sebagai Indikator kesuksesan  Pendidikan di sekolah-sekolah..?

 Semoga logika dan nurani kita  masih mampu bicara untuk mendobrak sistem pendidikan yang selama ini  terbukti telah menghasilkan lebih banyak kegagalan bagi anak-anak  tercinta.

 Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air…., Jika kita  tidak juga mau bertindak…., maka saya tidak tahu berapa banyak lagi  penjara-penjara yang harus kita bangun bagi anak-anak kita tercinta,  yang semestinya ini semua bisa kita cegah dari sekarang..!

 
Melalui  Harmonisasi Hubungan Keluarga dan Sekolah-sekolah yang lebih  berorientasi membangun moral dan bukan hanya angka-angka semata.

 Thomas Lickona.

 =========================================

 Saudara-saudaraku sebangsa-dan setanah air di Indonesia….., Mari kita renungkan cerita ini.

 Lebih dari 20  Tahun yang lalu mereka sudah menyadari kesalahan besar yang terjadi  pada sistem pendidikan di negaranya, lalu bagaimana dengan sistem  pendidikan kita?

 Akankah peristiwa tragis yang terjadi di Amerika akan kita biarkan untuk terjadi lagi pada anak-anak kita di Indonesia..?

Salam Indonesian Strong from Home 
Mari membangun Indonesia mulai dari keluarga.
Repost 
READ MORE - 10 TANDA KEHANCURAN SEBUAH GENERASI BANGSA
Coach RR
Butuh 54 tahun
AYAHKU

Saat umurku 4 th:  “Ayahku adalah orang yang paling hebat..”

Saat umurku 6 th:  “Ayahku tahu semua orang..”

Saat umurku 10 th:  “Ayahku istimewa, tapi cepet marah..”

Saat umurku 12 th:  “Ayahku dulu penyayang, ketika aku masih kecil..”

Saat umurku 14 th:  “Ayahku mulai lebih sensitif..”

Saat umurku 16 th:  “Ayahku tidak mungkin mengikuti zaman ini..”

Saat umurku 18 th:  “Ayahku seiring berjalannya waktu akan menjadi lebih susah..”

Saat umurku 20 th:  “Sulit sekali aku memaafkan ayahku, aku heran bagaimana ibuku bisa tahan hidup dengannya..”

Saat umurku 25 th:  “Ayahku menentang semua yang ingin ku lakukan..”

Saat umurku 30 th:  “Susah sekali aku setuju dengan ayah, mungkin saja kakekku dulu capek ketika ayahku muda..“

Saat umurku 40 th:  “Ayahku telah mendidikku dalam kehidupan ini dengan banyak aturan, dan aku harus melakukan hal yang sama..”

Saat umurku 45 th:  “Aku bingung, bagaimana ayahku dulu mampu mendidik kami semua..?”

Saat umurku 50 th:  “Memang susah mengatur anak-anak, bagaimana capeknya ayahku dulu dalam mendidik kita dan menjaga kita..?”

Saat umurku 55 th:  “Ayahku dulu punya pandangan yang jauh, dan telah merencanakan banyak hal untuk kita, ayah memang orang yang istimewa dan penyayang..”

Saat umurku 60 th:  “Ayahku adalah orang yang paling hebat..”

Lingkaran perjalanan ini menghabiskan waktu 56 tahun untuk kembali ke titik semula di umur 4 th, saat ku katakan  “Ayahku adalah orang yang paling hebat..”

====================

Maka hendaklah kita berbakti kepada orang tua kita sebelum kesempatan itu hilang, dan hendaklah kita berdo’a kepada Allah agar menjadikan anak-anak kita lebih baik dalam bermu’amalah dengan kita melebihi mu’amalah kita dengan orang tua kita.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kalian jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kalian berbuat baik pada ibu bapak dengan sebaik-baiknya..

Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya telah sampai usia lanjut di sisimu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia..

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil..” [Al-Isro’: 23-24].

Ini adalah risalah dari seseorang yang telah menjalani semua perjalanan hidup di atas, maka aku senang meringkasnya untuk diambil ibrah dan pelajaran.

Ya Allah ampunilah kami dan orang tua kami serta siapapun yang berjasa kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami semua Surga Firdaus-Mu. Aamiin.
READ MORE - Butuh 54 tahun AYAHKU
Coach RR


Bully dan Bullying

Bullying adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan, yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau kelompok yang lebih kuat. Tujuan dari bullying ini untuk menyakiti orang lain dan dilakukan terus menerus.

Apa saja bentuk bentuk bullying?
Bentuk-bentuk bullying adalah bullying fisik, verbal, dan bullying tidak langsung. Bullying fisik misalnya menonjok,mendorong,memukul,menendang, dan menggigit; bullying verbal antara lain menyoraki, menyindir, mengolok-olok, menghina, dan mengancam.

Seperti apa bullying di sekolah?
Bullying jenis ini seringkali ditemui, salah satunya pada lingkungan sekolah. Pelaku bullying melakukan kekerasan secara fisik, seperti menendang, memukul, melukai, menampar, mendorong, menggigit, menendang, mencubit, mencakar dan bentuk fisik lainnya.

Apa yang terjadi pada bullying?
Dampak bullying bagi korban yang paling sering terjadi adalah memicu masalah kesehatan mental, seperti gangguan cemas, depresi, hingga post-traumatic stress disorder (PTSD). Pengaruh bullying terhadap kesehatan mental ini biasanya dialami oleh korban dalam jangka waktu panjang.

Apa penyebab terjadinya bullying di sekolah?
Penyebab bullying bermacam-macam, mulai dari pengaruh pergaulan yang tidak baik hingga kurangnya empati. Bullying dapat menimbulkan trauma psikologis atau luka batin, baik pada korban maupun pelaku. Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan anak tentang bullying supaya mereka tidak menjadi pelaku atau korbannya.

Apa ciri ciri pelaku bullying?
Ciri Pelaku dan Korban Bullying
Ciri-ciri lain pelaku bullying antara lain adalah sebagai berikut: Hidup berkelompok dan menguasai kehidupan sosial seseorang. Menempatkan diri di tempat tertentu di sekolah/sekitarnya. Merupakan tokoh populer di sekolah.


Sebutkan 3 langkah untuk mencegah tindakan bullying?
1. Pendidik membuat program pencegahan anti bullying dan hukuman bagi pelaku yang melakukan tindakan tersebut.
2. Membangun diskusi dan ceramah tentang mengatasi aksi penindasan.
3. Memberi bantuan dan dukungan pada korban bullying.

Apa hukuman bagi pelaku bullying?
Pasal 335 KUHP tentang pengancaman, dengan ancaman maksimal 9 bulan pidana penjara atau denda Rp4.500. Pasal ini dapat diterapkan apabila pelaku bullying melakukan kekerasan psikis terhadap korban, seperti mengancam akan membunuh, melukai, atau merugikan korban atau keluarganya.

Apa itu bullying berikan contohnya?
Bullying merupakan salah satu tindakan tidak terpuji yang merugikan korbannya bahkan hingga mempengaruhi kesehatan psikisnya. Parahnya kasus bullying juga kerap ditemukan di sekolah. Salah satu contoh bullying yaitu menjauhi atau mengucilkan teman di sekolah.

5 Langkah mencegah tindakan bullying?
1. Lima Langkah Mencegah Bullying di Sekolah: Dari Budaya Positif hingga Peran Saksi
2. Membangun budaya sekolah yang positif dan inklusif. ...
3. Mendeteksi dan mengintervensi tindakan bullying secara dini. ...
4. Mengedukasi siswa tentang dampak dan cara mengatasi bullying. ...
5. Meningkatkan keterampilan sosial dan emosional siswa.

Apa bahaya bullying di sekolah?
Bullying adalah perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat seseorang sehingga seseorang tersebut merasa dikucilkan dan dipermalukan. Dampak yang ditimbulkan dari kasus bullying ini sangat serius, bisa membuat seseorang menjadi stress dan depresi bahkan dapat merenggut nyawa seseorang.

Apa yang harus kita lakukan jika melihat bullying?
Apa yang harus dilakukan saat melihat bullying?
Kumpulkan barang bukti. Penting untuk melakukan pengumpulan barang bukti pada kasus bullying, baik itu berupa foto, rekaman, atau barang. ...
Cari bantuan. ...
Dampingi korban. ...
Alihkan perhatian pelaku bullying. ...
Hadapi pelaku bullying.

Apa dampak negatif dari bullying?
Dampak bullying bagi korban yang paling sering terjadi adalah memicu masalah kesehatan mental, seperti gangguan cemas, depresi, hingga post-traumatic stress disorder (PTSD). Pengaruh bullying terhadap kesehatan mental ini biasanya dialami oleh korban dalam jangka waktu panjang.

Bagaimana cara mengatasi bullying di sekolah?

5 Cara mencegah bullying yang bisa dilakukan di sekolah:
1. Sosialisasi pemahaman perundungan di lingkungan sekolah. ...
2. Sensitif terhadap situasi dan kebutuhan korban. ...
3. Membuat kebijakan terkait aksi perundungan. ...
4. Memastikan jalur komunikasi yang terbuka untuk pelaporan kasus. ...
5. Mengadakan kegiatan anti perundungan.

Apa saja contoh bullying secara sosial?
Contoh Bullying Sosial
Mengkritik Seseorang di depan Publik. Salah satu contoh bullying sosial adalah kebiasaan seseorang dalam mengkritik orang lain di depan publik. ...
Menghakimi Orang Lain. ...
Mengucilkan Orang Lain. ...
Membanding-bandingkan Orang Lain. ...
Mengabaikan Orang Lain dengan Sengaja.

Kenapa orang pendiam sering di bully?
Karena sikap yang cenderung menutup diri dan enggan berinteraksi dengan sesama, tidak jarang orang dengan karakter introvert ini menjadi sasaran bullyan, karena dianggap kurang pergaulan dan tidak dapat menyesuaikan diri di sekolahnya atau di lingkungan barunya atau bahkan dianggap lemah.

Apa saja jenis jenis perundungan?
Bentuk perundungan dapat berupa perundungan fisik, perundungan verbal, perundungan siber, serta perundungan nonfisik dan nonverbal lainnya.

Bagaimana perilaku korban bullying?
Secara keseluruhan, korban bullying kurang percaya pada kebaikan orang lain dan menjadi lebih kaku apabila menjalin hubungan. Sama seperti penderita PTSD, korban bullying menjalani hidup dalam kesadaran yang tinggi, menunggu orang lain untuk menyerang atau menindas, dan berperilaku agresif.

Apakah bullying bisa dilaporkan ke polisi?
Aksi kekerasan terhadap anak bisa juga dilaporkan kepada orang tua, sekolah, dinas pendidikan, dan Polsek atau Polres setempat.

Apakah mengejek seseorang termasuk bullying?
Aksi yang termasuk perundungan verbal antara lain: mengejek nama, menghina, menggoda, mengintimidasi, berkomentar menyakitkan terkait etnis, agama, gender, atau kondisi fisik korban.

Orang seperti apa yang rentan mendapatkan bullying?
Orang yang tampak berbeda dari orang kebanyakan biasanya rentan di-bully. Misalnya, memiliki berat badan berlebih atau justru kurang, memiliki penampilan rambut yang berbeda, menggunakan pakaian yang unik atau tak biasa, dan berasal dari ras, etnis, ataupun agama berbeda.

Mengapa korban bullying tidak berani melapor?
Pertama, anak korban bullying merasa malu, mereka takut jika melapor, mereka akan semakin dipermalukan oleh pelaku atau teman-temannya. Kedua, anak korban bullying merasa takut akan ancaman dari pelaku, karena pelaku sering mengancam korban agar tidak melapor.

Apa yang menjadi faktor risiko terjadinya bullying?
Faktor penyebab terjadinya perilaku bullying di sekolah, antara lain adalah faktor kepribadian, komunikasi interpersonal anak dengan orangtuanya (pola asuh), peran kelompok teman sebaya dan iklim sekolah.

Mengapa bullying sering terjadi di kalangan anak dan remaja?
Alasan di balik kasus bullying cukup marak terjadi pada usia remaja seperti kurangnya kemampuan dalam mengontrol perilaku, ketidakmampuan mengelola emosi hingga akhirnya memicu hasrat untuk balas dendam demi bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Bullying melanggar pasal berapa?
Pasal 76C UU 35/2014 Dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak.

Apa akibat bullying secara sosial?
Dampak dari bullying yang diterima oleh siswa menimbulkan bebrapa perubahan sikap sosial diantaranya : rasa takut, mencari pelarian, trauma, prestasi belajar menurun, takut bertemu orang lain dan malas-malasan untuk datang kesekolah.

Apa bahaya terjadinya bullying di lingkungan sekolah?
Korban bullying mungkin merasa terisolasi sosial, merasa sulit untuk menjalin hubungan dengan teman-teman sebaya, dan mungkin merasa terasing dari lingkungan sekolah. Bullying dapat menyebabkan stres kronis pada anak-anak. Stres yang berkelanjutan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka.

Apa yang harus dilakukan orang tua jika anaknya terkena bullying?
Bagaimana Seharusnya Orang Tua Bersikap Ketika Anak Dibully? Ini Saran Psikolog
1. Kenali perubahan pada anak. Hal pertama yang harus Bunda dan Ayah lakukan adalah kenali terlebih dahulu perubahan dalam diri anak. ...
2. Tenangkan. ...
3. Berkomunikasi dengan pihak terkait.

Apa contoh bullying non fisik?

Padahal, pelaku biasanya mengancam dan dibarengi dengan perundungan fisik dan verbal. Beberapa contoh bullying nonverbal langsung seperti memandang sinis, menjulurkan lidah, menunjukkan ekspresi wajah merendahkan, hingga mengejek.

Apa saja contoh bullying verbal?
Adapun beberapa contoh bullying verbal adalah:
Mengolok-olok.
Mengejek.
Mengancam.
Menuduh.
Memfitnah.
Mempermalukan orang lain di tempat umum.
Menyebarkan rumor.
Berkata kasar, menyakitkan, atau merendahkan kepada seseorang.

Bullying dibagi menjadi berapa?
Ada beberapa jenis perundungan yang sering dialami anak dan remaja. Jenis bullying itu meliputi fisik, verbal, relasional, cyber dan prejudicial bullying.

Apa saja dampak dari perundungan?
Biasanya, korban perundungan rentan mengalami emosi seperti takut, sedih, dan marah. Dampak bullying menurut para ahli ini bisa berlanjut pada munculnya gejala depresi, gangguan pencernaan, atau gangguan beradaptasi bagi korban bullying.

Apa perbedaan bully dan bullying?
Kesimpulanya bullying adalah tindakan, sedangkan bully adalah pelakunya Definisi bullying sendiri, menurut komisi Nasional perlindungan anak adalah kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang dan di lakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang.

Kesimpulan apa yang kamu ambil dari materi bullying
Bullying merupakan tindakan yang disengaja maupun tidak disengaja tetapi dengan jelas menyebabkan ketidaknyamanan, penghinaan, kerugian, kejahatan dan penderitaan bagi korban yang dapat menyebabkan lingkungan bekerja yang tidak menyenangkan dimana korban sama sekali tidak menginginkan perlakuan tersebut.


Disadur berbagai sumber
Ronaldo Rozalino, S.Sn,M.Pd,C.PS,C.ME
*Humas SMAN 1 Sentajo Raya
*Ketua Forum Literasi Kuansing
*Ketua Gerakan Literasi Kuansing
*Ketua LSB PD Muhammadiyah Kuansing
*Ketua Komisi Seni Budaya MUI Kuansing
*Pendidik Penggiat Literasi Indonesia
*Penulis Buku , Citizm Journalis
*Certified Publice Speaking BNSP
*Certified Motivator Education BNSP
*Bisnis Owner, Composser Arrangger












READ MORE - Masalah, Solusi, Hukum Mengenai Bully dan Bullying di Sekolah
Coach RR
UNTUK DIRI DAN SAUDARAKU PARA SUAMI

Perempuan yang kini menjadi istrimu, adalah gadis kecil yang dulu sangat dicintai dan disayangi oleh ayahnya.
Sesekali lihatlah dengan hati ketika istrimu sedang mengabdikan dirinya kepadamu.

Ibunya melahirkannya dengan bertaruh nyawa. Ayahnya menafkahi dan mengurusnya hingga besar bahkan hingga lulus berpendidikan.
⁣Ketika ia dewasa, sang anak dengan ikhlas diserahkan kepadamu untuk kau jadikan istri, bukan melayani orang yang pernah membesarkannya,,, tapi justru mengabdikan dirinya diseparuh sisa hidupnya kepadamu.

Lihat istrimu, dia bukan Perempuan yang lahir langsung besar dan dewasa, ia lahir dan besar oleh perjuangan seorang ibu dan ayahnya, ada darah, keringat dan air mata.⁣

⁣Lalu pantaskah engkau memaki dan berbuat kasar padanya ketika ia melakukan kesalahan kecil.?

Dan apakah kamu rela kelak putrimu di maki-maki dan diperlakukan kasar oleh pasangan nya.?

Berbuat baik dan lembutlah.
Sebab dalam hidup itu ada sebab dan akibat.
Salam, semoga kita selalu dalam kebaikan
READ MORE - UNTUK DIRI DAN SAUDARAKU PARA SUAMI
Coach RR
Mohon di baca sampai habis semoga bermanfaat...*Sangat menginspirasi untuk para orang tua*


*“Goblok kamu ya…”* Kata Suamiku sambil melemparkan buku rapor sekolah Doni.
Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras. 
Doni meringis. 

Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk. 
*Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu*
Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus. 
Doni menangis “ Ampun, ....ayah..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung. 
Doni tegar dengan siksaan itu. 
Tapi matanya memandangku. 
Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

“Lihat adik adikmu. 
Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar. 
Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol,, 
Mau jadi apa kamu nanti ?
Mau jadi beban adik adik kamu ya…he “ Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni.
Suamiku terduduk dikorsi. 

*Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku*
 “ Kamu ajarin dia. 
Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk. 
*"Dengar itu..!!!“*
Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.
Kupeluk Doni. 
Matanya memudar. 
Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya.

Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat “ Anak bunda, tidak tolol" Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya”
“ Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri.
Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini. 

Kenapa ya Bunda” Wajah lugunya membuatku terenyuh.. *Aku menangis “ Doni, pintar kok* Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. “
“ Doni bukan anak ayah.”
Katanya dengan mata tertunduk *“ Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda “*
Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni mengigau terus. 
Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni. 

Kurasakan badannya panas.
*Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya* 
Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas. 
*Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga*

Doni tak lepas dari pelukanku “ Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,..” Kataku sambil terus membelai kepalanya. 
Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai. 
Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ‘ *Bunda, temani Doni tidur ya."* Katanya sayup sayup. 
Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.
Doni adalah putra tertua kami. 

*Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit*
Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga. 
Ketika itulah aku hamil Doni. 
Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna.

 *Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana* Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain. 
Diapun kurang gizi. 
Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN. 
Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir, juga laki laki 
dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya. 
Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula. 
Makanya mereka disekolah pintar pintar. 
Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik.
Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku. 
Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya. 
Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas. 
“ Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. “ Kata suamiku berkali kali.
Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas. 

*“ Aku ini dari keluarga miskin* *Manapula aku ada gizi cukup.*
*Mana pula orang tuaku ngerti soal gizi.* Tapi nyatanya aku berhasil. 
“ Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.
Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.?!!!!??

*“ Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren “*
“ Biar dia bisa dididik dengan benar”
*“ Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu”*
“ Ini sudah keputusanku, Titik.
*“ Tapi kenapa , Mas” AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.*
Suamiku hanya diam. 
Aku tahu alasannya.
Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami. 
Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni. 
Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya. 
Mungkinkah itu alasannya.

 *Bagaimanapun , bagiku* *Doni akan tetap putraku*
*dan aku akan selalu ada untuknya* Aku tak berdaya. 
Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.
Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku.
Dia nampak bingung. 

*Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.*
*Dia peluk aku “ Doni engga mau jauh jauh dari bunda” Katanya.*
Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya “ Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng. 
Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. ...!!!!
Kamu harus ikut kata Ayah.

*Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. “*
Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku. 
Tapi suamiku nampak tidak peduli. “ Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok. 
Dia harus diajarkan mandiri.
Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang” Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.
Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasah Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU 
dan Rini kelas 2 SLP. 

*Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya*
Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk. 
Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam.
Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan.
Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. *Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh*
Ku perhatikan tahun demi tahun perubahan Doni setelah mondok.
Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya. 
Dia sangat mandiri dan hemat berbicara. 

*Setiap hendak pergi keluar rumah,*
*dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku*
Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.
Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah. 
Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas.

 “ Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas. 
Sudahlah. 
Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. “ 
Demikian alasan suamiku. 
Aku dapat memaklumi itu. 
*Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok*                                

Donipun tidak pernah bertanya. 
Dia hanya menanti dengan sabar.
Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. *Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek.* Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan. 
Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni. 
Tapi Doni tetap diam. 
Tak sedikitpun dia membela diri.

*Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku*
Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami. 
Aku tersentak. 
Benarkah itu. 

*Doni sujud dikaki ku sambil berkata “ Doni tidak mencuri , Bunda.* 
TIdak, Bunda percayakan dengan Doni. 
Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri.” 
Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi. 
Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni. 
Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali. 
Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.
Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah. 
Doni tidak protes. 
Dia hanya diam dan menerima keputusan itu. 

*Sebelum pergi dia rangkul aku” Bunda , Maafkanku.*
Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah. 
*Maafkan Doni “* Pesannya. 
*Diapun memandang adiknya satu satu.* *Dia peluk mereka satu persatu “ Jaga bunda ya.*
*Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar .” demikian pesan Doni*. 
*Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir Doni dari rumah.*
*“ Mas, Dimana Doni akan tinggal. “ Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.*
*“ Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.*
***

Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah. 
Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku. 
Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota. 
*Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri.* 
*Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis.* 
Aku merindukan putra sulungku. *Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan.*
Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh. 
Rinipun sama.
Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan sosial kami semakin berkelas. 
Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar. 

*Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung.* Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja. 
Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, “ Jangan tinggalkan sholat.
 *Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. “*
***


Prahara datang kepada keluarga kami. *Suamiku tersangkut kasus Korupsi.* 
Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan. 
Selama proses itupula suamiku nampak murung. 
Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensi. 
Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi. 
*Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara* Media massa memberitakan itu setiap hari.
Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya.
Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.
Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan. 

Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku. 
Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan. 
Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami. 
Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku. 
*Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.*
Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya. 
Dia menghambur kedalam pelukanku. “

 *Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. “* katanya. 
Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku. 
Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni. 
Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.
Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame. 
Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami. 

Tak lebih setahun setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. *Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah*
Seusai sholat berjamaah Doni tak lupa duduk bersila dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

*" Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah.  Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat.  Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita.  Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. “*

*“ Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah* 
Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialog dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan. 

Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat. 
*Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. “*
*Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis* 
*Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah*

*Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara* 
Kesehatannya membaik. 
Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah. 
*Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram. Mahasuci Allah*


*Sahabatku terdapat beberapa pesan moral dlm cerita itu antara lain* :
*1).Jangan memaksakan kemampuan anak*
*2).Jangan merendahkan kemampuan anak*
*3).Kesuksesan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik/nilai raport*
*4).Anak yg kelihatannya "terbelakang" belum tentu gagal*
*5). Kasih sayang yg kita berikan kpd semua anak harus adil sesuai dng porsinya*
*6).Jangan hanya memikirikan uang yg banyak tetapi tidak halal..*

*Semoga bermanfaat buat sahabat semua dan Allah jadikan kita semua dan keluarga kita menjadi hamba yg di rahmati, di Ridhoi, di Berkahi jg di bebaskan dari siksa api neraka...*                     

Dari Hamba Allah Yang HINA   
*Aamiin...*
READ MORE - Mohon di baca sampai habis semoga bermanfaat. Sangat menginspirasi untuk para orang tua.

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777