Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Writerpreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Writerpreneur. Tampilkan semua postingan
Coach RR
Jatuh Untuk Bangkit Kembali

Setiap yang berusaha untuk naik, pasti akan beresiko merasakan jatuh. Hal ini sudah menjadi hukum alam dan tidak bisa terelakkan. Maka, bagi setiap pribadi yang berusaha untuk mencapai kesuksesan harus selalu siap dengan segala kemungkinan yang ada, termasuk kegagalan yang mungkin akan menghadang. 

Menjadi seorang pengusaha pastinya tidak ada yang ingin untuk mengalami kegagalan, namun jika proses ini yang harus di alami maka hal terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam menyikapi kegagalan tersebut dan semangat kita untuk bangkit dari keterpurukan. Tidak peduli berapa kali kita akan jatuh selama semangat untuk bangkit masih tetap ada maka semua tidak akan sia-sia. 

Mental pantang menyerah sangat penting bagi seorang pengusaha karena hal itu dapat menjadi kunci kesuksesan dalam menghadapi tantangan dan rintangan yang akan dihadapinya di dunia bisnis. Dalam perjalanan menjadi pengusaha, pasti akan ada banyak cobaan, kegagalan, dan kesulitan. Dengan mental pantang menyerah, seorang pengusaha dapat mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga dan motivasi untuk terus mencoba dan belajar. 

Tidak hanya itu, mental pantang menyerah juga mendorong pengusaha untuk terus berinovasi dan mencari solusi kreatif dalam menghadapi masalah yang muncul. Kita tidak akan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan besar, tetapi justru akan mencari cara untuk mengatasi hambatan tersebut. 

Mengembangkan bisnis adalah perjalanan yang penuh tantangan dan tidak selalu mulus. Terkadang, kegagalan dan kesulitan menghampiri, namun itulah bagian dari proses belajar dan bertumbuh. Yang terpenting adalah kita tidak pernah kehilangan semangat untuk bangkit ketika harus terjatuh. 

Bagaimana cara bangkit setelah terjatuh dalam upaya mengembangkan bisnis? Berikut beberapa kiat yang dapat membantu kita untuk menghadapinya: 

1. Terimalah Kegagalan Sebagai Bagian dari Proses.
Jangan takut untuk gagal. Alih-alih menyalahkan diri sendiri, lihatlah kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan memperbaiki diri. Melalui kegagalan, kita akan memperoleh wawasan berharga yang akan membantu bisnis tumbuh lebih kuat. 

2. Evaluasi dan Identifikasi Penyebab Kegagalan.
Tinjau dengan cermat apa yang menyebabkan bisnis kita terjatuh. Identifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kegagalan tersebut dan pertimbangkan solusi untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan. 

3. Berkomunikasi Dengan Tim dan Pelanggan.
Melibatkan tim kita dalam proses evaluasi dan perencanaan untuk bangkit dapat memberikan perspektif yang berbeda dan solusi kreatif. Selain itu, dengarkan masukan dari pelanggan kita untuk memahami kebutuhan mereka dan perbaiki produk atau layanan kita sesuai dengan umpan balik yang kita terima. 

4. Perkuat Kekuatan Bisnis Kita.
Fokus pada keunggulan kompetitif bisnis kita. Perkuat aset yang telah Anda miliki, seperti keahlian khusus, reputasi baik, atau hubungan yang kuat dengan pelanggan dan mitra bisnis. 

5. Tetapkan Tujuan yang Realistis dan Ukur Kemajuan.
Tetapkan tujuan yang jelas dan realistis untuk bisnis kita. Selalu ukur kemajuan kita secara teratur dan sesuaikan strategi kita jika diperlukan. Beradaptasi dengan perubahan pasar dan peluang baru adalah kunci untuk terus tumbuh. 

Ingatlah bahwa proses mengembangkan bisnis adalah perjalanan dengan banyak liku-liku. Setiap rintangan adalah kesempatan untuk tumbuh dan belajar. Dengan ketekunan dan kemauan untuk beradaptasi, kita dapat bangkit dari kegagalan dan mencapai kesuksesan dalam mengembangkan bisnis yang ada. 
Sekian dari saya, semoga bermanfaat.
*Eko W. Nugroho*

Repost Ronaldo Rozalino 
READ MORE - Jatuh Untuk Bangkit Kembali
Coach RR
Mengimplementasikan "Bleanded Learning" di SMAN 1 Sentajo Raya  Hasilkan 4 Film Pendek 

Bismillah. Di Era Informasi Teknologi (IT) perkembangannya begitu pesat dan melesat. Peserta didik (siswa). Sudah banyak berselancar didunia media digital yang sedang di sukainya. Beberapa yang sering dijumpainya seperti, Tiktok, Instansgram (IG), Facebook (FB), Whatsup (WA), Youtube (YT), Google Form  etc.

Hal ini dirasakan semua guru dan siswa di Indonesia, ketika pandemi berlangsung 2 tahun yang lalu. Pendidik (guru) dan peserta didik ketika pembelajaran terbatas, proses pembelajaran dilakukan dengan dalam jaringan (daring). Sehingga mau tidak mau, siap tidak siap "wajib" mengikutinya agar tidak ketinggalan.


Secepat apapun IT melaju, tidak akan kembali semula seperti yang dimilikinya. Artinya ketika IT sudah berjalan tak kan kembali seperti kebiasaan yang dialami. Sehingga kita di arahkan mengetahui dan menguasainya. Untuk memudahkan proses yang dilakukan disekolah.

Sistem "Bleanded Learning" artinya pembelajaran yang memadukan sistem Daring dan Luring (luar jaringan). Daring artinya pembelajaran dilakukan dengan koneksi atau tersambungnya dengan jaringan internet , sedangkan luring berarti pertemuan dilakukan dengan tatap muka. 

Pemanfaatan memadukan dua sistem ini (daring dan luring) diterapkan salah satunya Pembelajaran Seni Budaya (Teater, Film). Proses awal yang dilakukan adalah menyusun Tim produksi, pemilihan aktor, proses penulisan naskah, proses latihan, penguasaan naskah yang akan dilakukan selanjutnya di "record" dengan media digital android . Terakhir masuk ke meja editor. Ditangan dingin editor karya akan menjadi satu kesatuan yang utuh dibumbui musik pengiring yang dinamakan ilustrasi musik.


Kemudian hasilnya di "publish" ke media digital seperti YouTube etc. Dengan beragam tema film yang diselesaikan kelas XI MIPA I, XI MIPA 2, XI IPS 1, XI IPS 2. Tema yang dihasilkan setiap kelas berbeda sehingga warna karya film pendek akan beragam yang berdurasi minimal 5 menit maksimal 10 menit.

Film pendek yang dihasilkan masing masing kelas sebagai berikut:

1. Film Pendek yang berjudul Harapan Orang Tua garapan Kelas XI MIPA 1
2. Film Pendek Impian Petani Garapan Kelas XI MIPA 2
3. Film Pendek Kelas Ricuh Duta Telat Kelas XI IPS 1 Garapan Kelas XI IPS 1 
4. Film Pendek "Rumah Godang Adat Suku Suku Sentajo Garapan Kelas XI IPS 2

4 Film Pendek yang telah dihasilkan peserta didik sebagai bentuk mewujudkan kurikulum Merdeka Belajar Merdeka Mengajar , pembelajaran berpihak pada peserta didik. Dengan media digital untuk memberikan ruang kreatifitas seni peserta didik, tentunya dengan arahan pembimbing atau guru.

Sahabat guru di manapun berada mari kita optimalkan pemanfaatan media digital yang sedang tinggi tingginya. Berdasarkan sumber yang saya baca. Indonesia terletak diposisi 3 dunia pemanfaatan media digital ini. Sungguh besar harapan kita semua memasukan konten konten kreatif, ditengah marak konten unfaedah, hoax, fitnah, kekerasan, LGBT, SARA dan lainnya. 
Selamat dan sukses dengan hasil karya bersama tim kelasnya masing masing. Teruslah berproses, berkarya, berprestasi dibidang masing-masing. Jangan pernah berhenti sampai Tuhan mengatakan saatnya pulang. 

Semoga Allah meridhoi mengembangkan pendidikan melalaui media digital ini output yang dihasilkan siswa berkarakter, disiplin, tanggung jawab, beretika, berakhlak mulia, santun peserta didiknya serta taat pada Tuhan dan Rasulnya.

Salam Budaya Literasi Digital (SABULIGI)
Ronaldo Rozalino
Guru Seni Budaya SMAN 1 Sentajo Raya




Berikut Film Pendek Karya Kelas XI MIPA 1 , XI MIPA 2, XI IPS 1 , XI IPS 2 
Peserta Didik SMAN 1 Sentajo Raya



Film Pendek yang berjudul Harapan Orang Tua garapan Kelas XI MIPA 1 Peserta Didik SMAN 1 Sentajo Raya




Film Pendek Impian Petani Garapan Kelas XI MIPA 2 Peserta Didik SMAN 1 Sentajo Raya




Film Pendek Kelas Ricuh Duta Telat Kelas XI IPS 1 Garapan Kelas XI IPS 1 Peserta Didik SMAN 1 Sentajo Raya



Film Pendek "Rumah Godang Adat Suku Suku Sentajo Garapan Kelas XI IPS 2 Peserta Didik SMAN 1 Sentajo Raya


READ MORE - Mengimplementasikan "Bleanded Learning" di SMAN 1 Sentajo Raya Hasilkan 4 Film Pendek
Coach RR
Gambar dari Webinar pembinaan MOST SBM BP

5 Hal yang Bisa Dilakukan agar  Closing
 Membesar

5 hal yang bisa dicoba supaya _closing_ membesar. Apa saja itu:

1. Ulangi Manfaat Produk.

Jika calon pembeli bertanya tentang harga, jangan hanya menjawab harga saja. Tapi jawablah dengan rumus harga plus manfaat produk.

Buat apa? Pada dasarnya saat calon pembeli meminta info harga, mereka sudah ada keinginan membeli. Dan keinginan itu bisa diperbesar jika kita memberikan informasi manfaat produk. 
Dengan begini, calon pembeli tidak hanya fokus di harga, tapi juga fokus ke manfaat. 

Cara memberikan manfaat produk ini bisa macam-macam. Bisa dengan menuliskan 3 manfaat produk dalam 1 kalimat. Bisa juga dengan membuat daftar manfaat dalam bentuk poin-poin.

2. Cantumkan Batasan.

Salah satu alasan kenapa jualan bisa gagal _closing_ karena penjualnya lupa mencantumkan batasan. 

Kenapa harus beli sekarang? 
Apakah karena ada promo?
Ada bonus?
_Stock_-nya terbatas?
Pengiriman hanya sampai jam tertentu?
Atau apa?

Jadi, mulai saat ini pastikan calon pembeli tau bahwa produk yang mereka inginkan itu terbatas. 

Alasan kenapa calon pembeli menunda karena mereka merasa tidak harus memiliki produknya sekarang. Nah, kita bisa pancing perasaan itu dengan mencantumkan batasan. 

3. Cantumkan emot.

Emot ☺️๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜ alias senyum dan panggil nama mereka. Emotnya pilih salah satu aja, gak usah dipakai semua. Penelitian membuktikan bahwa mayoritas transaksi terjadi karena pembeli suka sama penjualnya. 

Dengan menggunakan emot, dan memanggil nama mereka secara langsung. Itu akan memberikan kesan kita adalah penjual ramah. Panggillah nama mereka sesuai jenis bisnis kita.

Jika target pasarnya anak muda, bisa Kak.
Jika target pasarnya orang tua, bisa Pak, Bu.
Jika target pasarnya rentang usia, bisa Mas atau Mba


4. Gunakan Kalimat Membantu.

Lagi-lagi tentang kesan. Kesan ditangkap lebih cepat dari pesan. Jadi kalau kita minta calon pembeli untuk transfer, kita bisa gunakan kata "Boleh", "Bisa", "Silahkan", "Saya bantu". Supaya tidak terkesan menyuruh-nyuruh. 

5. Tidak Ngarep.

Ternyata, suasana hati itu mempengaruhi orderan kita lho. Kok bisa? Iya, kalau kita salah memaknai arti rezeki. 

Coba lihat yang orderannya laris manis, mereka jualan tidak pakai ngarep-ngarep, atau maksa-maksa. Jualannya santai bahkan cenderung _happy_. Mereka tau kalau rezeki itu dijemput, bukan dikejar. Jika dijemput, artinya rezekinya pasti ada. Jika dikejar, belum tentu terkejar. 

Kalau memang rezeki kita, pasti akan sampai kekita. Tapi kalau bukan rezeki kita, gak akan pernah kita dapatkan. Nah, kalau gak paham ini, tercermin dari bahasa pas lagi minta pembeli untuk transfer. 

Bisa aja calon pembelinya risih, karena bahasanya gak halus. Jadi saat jualan, atur dulu hati kita. 
Usahanya maksimal, tapi tidak boleh berharap ke calon pembeli, supaya pemilihan bahasa kita jadi enak. 

Bisa saja, selama ini calon pembeli kabur karena terlalu fokus diharga. Penjualnya tidak infokan batasan, atau kesan yang disampaikan kurang nyaman.

Silahkan dicoba tipsnya ya. Terimakasih, semoga bermanfaat๐Ÿ™๐Ÿ˜‡
*Nina Syahrizal*Sahabat RPC

Repost. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Entrepreneur BP, Teacherpreneur, Writerpreneur, Composser, Arangger, Bussines Owner Leader Jembatan Merah Shop, Vicella Media Shop, Founder Madu Vicella, Leader Sanggar Seni Kuantan Mekar)

READ MORE - 5 Hal yang Bisa Dilakukan agar Closing Membesar

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777