Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Istiqamah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istiqamah. Tampilkan semua postingan
Coach RR

Konsisten Itu Lebih Mahal Daripada Motivasi: Kunci Utama Meraih Kesuksesan Sejati

Bismillah. Sering kali kita merasa begitu bersemangat di awal ketika memulai sesuatu mulai dari merintis bisnis, membangun karier, hingga belajar hal baru.

Namun, seiring berjalannya waktu, semangat itu meredup, rasa jenuh datang, dan akhirnya banyak orang memilih untuk berhenti. Padahal, seperti yang diungkapkan penulis:

"Banyak orang berhenti bukan karena gagal, tapi karena tidak konsisten."

Motivasi memang bagaikan percikan api yang menyalakan semangat di awal. Akan tetapi, motivasi sifatnya mudah naik dan turun.

Di sinilah konsistensi memegang peran yang jauh lebih berharga dan mahal.

Pandangan Tokoh Dunia tentang Kekuatan Konsistensi
Seorang investor legendaris dunia, Warren Buffett, pernah memberikan nasihat berharga yang selaras dengan prinsip kesuksesan:

"Apabila kamu sudah memutuskan untuk menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Itu adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya."

Pernyataan ini menegaskan bahwa kesuksesan bukanlah milik mereka yang berlari paling cepat, melainkan milik siapa saja yang paling bertahan lama dalam menghadapi prosesnya.

Perjalanan sukses adalah sebuah maraton, bukan lari cepat (sprint). Konsistensi dalam tindakan kecil yang dilakukan setiap hari akan mendatangkan hasil yang jauh lebih besar dibandingkan ledakan usaha besar yang hanya dilakukan sesekali.

Pandangan Islam tentang Konsistensi (Istiqamah)
Dalam ajaran Islam, konsep konsistensi dikenal dengan istilah istiqamah. Islam sangat menghargai dan memuliakan amal atau usaha yang dilakukan secara konsisten, meskipun bentuknya kecil.

Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadis dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah amalan yang kontinyu (konsisten) walaupun itu sedikit."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis di atas mengajarkan kepada kita bahwa Allah SWT lebih mencintai hamba-Nya yang istiqamah menjaga langkah kecilnya setiap hari daripada orang yang beramal besar namun hanya sesekali saja.

Nilai ketekunan dan kesabaran dalam merawat proses inilah yang menjadi fondasi keberkahan.

Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan ketenangan dan pertolongan bagi hamba-hamba-Nya yang mampu menjaga keistiqamahan, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an Surah Fussilat ayat 30:

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami adalah Allah' kemudian mereka istiqamah, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.'”
(QS. Fussilat: 30)

Ayat ini menunjukkan betapa besar keutamaan orang yang konsisten di jalan kebaikan. Ketenangan mental dan kebahagiaan hakiki akan menyertai mereka yang tidak mudah menyerah di tengah jalan.

Motivasi bisa datang dan pergi, tetapi konsistensilah yang akan membawa kita garis akhir. Sukses sejati membutuhkan daya tahan, kesabaran, serta ketulusan untuk terus melangkah setiap hari, sekecil apapun langkah tersebut.

Sekarang, mari tanyakan pada diri sendiri: Kamu lagi konsisten di bidang apa sekarang?

Yuk, tulis di kolom komentar agar kita bisa saling mendukung untuk terus bertumbuh!

Simpan artikel atau jadikan pengingat ini sebagai pelecut semangat saat kamu merasa ingin menyerah.

Artikel disarikan dari inspirasi Coach RR (Ronaldo Rozalino) dengan pendekatan nilai-nilai Islami.

READ MORE - Konsisten Itu Lebih Mahal Daripada Motivasi: Kunci Utama Meraih Kesuksesan Sejati
Coach RR
Istiqomah itu berat! 

*Saudaraku*

Namanya *Ahmad Aidit*. Dia tinggal di Belitung. Ayahnya seorang ulama yang disegani di kampungnya. Pendiri sebuah sekolahan Muhammadiyah di Belitung. Ayahnya asli Minangkabau yang terkenal taat beragama.

Sewaktu kecil, Aidit rajin mengaji. Suaranya yang bagus dan lantang, menyebabkan ia sering disuruh mengumandangkan adzan. Saat itu belum ada TOA. Sehingga suaranya yang lantang diandalkan untuk memanggil orang-orang untuk shalat berjamaah.

Sorot matanya tajam, menandakan kecerdasan otaknya. Dia memang sangat cerdas. Bisa menyerap ilmu agama dengan baik. Juga sering diminta membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an dalam berbagai acara peringatan keagamaan.

Siapa sangka sosok santri itu akan berubah drastis menjadi sosok terpenting PKI di negri ini? Siapa sangka sosok pembaca ayat suci Al-Qur'an itu menjadi otak pemberontakan G30SPKI?  Sungguh mahal hidayah Allah. Hanya orang-orang yang dipilih-Nya saja yang bisa istiqomah hingga akhir hayat. 

Semua berawal dari pergaulan yang salah. Saat melanjutkan Sekolah Dagang di Jakarta, Aidit berteman dengan para aktifis komunis. Nilai-nilai relijius yang dianutnya semasa kecil, sirna begitu saja. Aidit tenggelam dalam buku-buku Marxisme-Leninisme. Dan dia hanyut dalam pemikiran dan pergerakan kaum palu arit. Aidit menghilangkan nama depannya. Jika nama aslinya adalah Ahmad Aidit, maka sejak aktif di PKI menjadi Dipa Nusantara Aidit. Disingkat menjadi DN Aidit.

Kecemerlangan otak Aidit, menjadikan dia menjadi pucuk pimpinan PKI. Dia juga mengunjungi negara-negara komunis untuk mereguk ilmu langsung disana. Dia mengunjungi RRC dan Soviet. Tapi dia lebih mengidolakan RRC. Itulah mengapa dia mengikuti gaya Mao Zedong.

Aidit berfikir bahwa revolusi harus dipercepat. Kondisi Soekarno yang sudah sakit-sakitan, menyebabkan dia mengambil langkah pemberontakan G30SPKI. Dia khawatir jika Soekarno tiada, maka tiada lagi sosok yang bisa memberikan ruang bagi komunis. Tak ada lagi pengusung ide Nasakom (Nasionalis Agama Komunis).

Aidit juga berkiblat pada Mao Zedong yang melakukan jalan revolusi demi merebut kekuasaan. Otak Aidit berfikir cepat menyusun segala rencana. Angkatan Darat adalah satu-satunya perintang tujuan PKI. Itulah mengapa PKI menyebarkan isu Dewan Jenderal. Sebuah fitnah yang menuduh Dewan Jenderal AD hendak mengkudeta Soekarno. 

Akhirnya meletuslah peristiwa G30SPKI. Terjadi pembunuhan keji para Jenderal AD. Juga serangkaian teror di kota-kota basis PKI di Jawa Tengah.

Tapi Allah masih melindungi negeri berpenduduk mayoritas muslim ini. Meskipun PKI sudah merencanakan pemberontakan dengan cermat, akhirnya gagal total.

Tanggal 2 Oktober 1965, Aidit melarikan diri ke Jawa Tengah. Dia bersembunyi di beberapa kota yaitu Semarang, Solo, Boyolali. Berpindah dari satu kota ke kota yang lain karena RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) serius memburunya.

Akhirnya Aidit tertangkap di kota Solo, tepatnya di belakang stasiun Balapan. Saat digerebek oleh tentara, Aidit bersembunyi di lemari. Sebuah lemari yang miliki pintu rahasia. 

Ketika tertangkap, Aidit minta dipertemukan dulu dengan Soekarno. Tapi tidak dikabulkan. Jika permintaannya dikabulkan, maka urusan akan menjadi panjang.

Pada tanggal 23 Novemver 1965, Aidit digelandang ke Boyolali. Dia dibawa ke Batalyon 444 Boyolali. Kemudian segera dieksekusi di sebuah sumur tua di belakang batalyon.

Sebelum ditembak, Aidit diberikan kesempatan untuk mengucapkan kata-kata terakhir. Tebak, apa yang diucapkannya? Apakah dia istighfar? Atau sholat taubat? Sama sekali TIDAK!!! Aidit justru pidato berapi-api di bibir sumur. Pidato memuji komunisme dan mengajak orang-orang untuk bergabung dalam gerbong PKI. Para regu tembak sangat jengkel melihat pidato tersebut, akhirnya diberondonglah Aidit dengan tembakan mati.

Aidit jatuh ke dalam sumur dalam kondisi berpidato membela komunis. Dia komunis sejati hingga akhir hayatnya. Hilang sudah hafalan Al-Qur'annya semasa kecil. Hilang sudah segala ingatan menjadi santri di kampung halamannya. Tak ada sebekas kenangan menjadi santri di penghujung hayatnya. Yang ada hanyalah pujian setinggi langit untuk PKI.

Setiap orang akan dimatikan sesuai kebiasaanya semasa hidup, terutama masa-masa menjelang akhir hayatnya. Ketika ajaran komunis telah mendarah daging sedimikian rupa dalam urat nadinya, maka itulah yang terjadi pada dirinya.

Istiqomah itu berat. Salah satu cara menjaga keistiqomahan adalah berteman dengan orang-orang shalih. Orang yang selalu mengingatkan ketika kita tergelincir. Orang yang selalu mengingatkan akan kampung akhirat.

Yaa muqollibal qulub, tsabit qolbiy ala diinika
*semoga kita selalu istiqomah dan selalu berdekatan dengan orang-orang sholeh hingga menularkan kesholehan kepada kita. Aamiin*
*Silahkan dishare semoga bermanfaat bagi kaum muslimin*
READ MORE - Istiqomah itu berat !
Coach RR
TINGKAT ISTIQOMAH TERSULIT 
DR. Khairul Fitrah
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Kuansing

Saya menemukan, ternyata istiqomah itu sulit. Terlebih dalam perkara ibadah. 

Tapi rupanya.. Di antara semua perkara istiqomah, ada yang paling sulit.. yakni istiqomah untuk tidak merasa lebih baik dari orang lain.

Ada banyak orang yang berhasil konsisten untuk urusan dunia.
Olahraga tiap pagi misalnya.
Ada pula banyak yang berhasil istiqomah dalam urusan ibadah. Puasa senin kamis atau sholat dhuha misalnya.

Tapi dengan semua keberhasilan itu.. ia jadikan pencapaiannya untuk menilai tinggi dirinya sendiri.
Lalu memandang rendah yang tidak bisa melakukannya. 

Dan itulah istiqomah terberat.
Istiqomah untuk tidak merasa diri lebih baik dari orang lain.

Di sinilah banyak ahli ibadah terjatuh.
Banyak orang berilmu tergelincir.

Tanpa sadar mulai terjebak dengan dirinya sendiri. Dengan "aku" nya.
Dan itu cara setan yang hampir selalu berhasil menjerumuskan manusia.

Mudah menilai orang lain..
Mudah menuduh orang lain.
Dan gampang berprasangka.
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا 
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.." (QS. Al-Hujurat: 12)

Semoga kita selamat dari mudah menilai orang lain kalau belum tahu yang sebenarnya. Apalagi menyebarkan berita yang belum jelas faktanya.
Menjatuhkan harkat martabat orang lain, terlebih jika dia seorang muslim.

Kelak akan berat kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Dan betapa malunya kita saat bertemu Rasulullah.
READ MORE - Tingkat Istiqamah Tersulit_DR. Khairul Fitrah

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777