Ciri-Ciri Rekan Guru yang Sulit Diajak Kolaborasi
Kolaborasi antar guru sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan berkualitas. Namun, dalam praktiknya tidak semua rekan kerja mudah diajak bekerja sama. Berikut beberapa ciri yang umum ditemui.
1. Enggan Berbagi Ide dan Informasi
Rekan guru yang tertutup cenderung menyimpan materi, metode, atau informasi penting untuk dirinya sendiri sehingga menghambat kerja tim.
2. Selalu Merasa Paling Benar
Guru dengan sikap ini sulit menerima pendapat orang lain dan menolak ide yang berbeda, meskipun ide tersebut lebih efektif.
3. Kurang Bertanggung Jawab dalam Tim
Sering terlambat menyelesaikan tugas, tidak hadir saat rapat, atau menyerahkan beban kerja kepada orang lain.
4. Komunikasi yang Tidak Sehat
Menyampaikan kritik dengan nada menyudutkan, pasif-agresif, atau lebih suka membicarakan rekan kerja di belakang daripada berdiskusi langsung.
5. Resistif terhadap Perubahan
Menolak metode baru, teknologi, atau kebijakan sekolah tanpa mau mencoba atau berdiskusi terlebih dahulu.
6. Minim Empati dan Kerja Sama
Tidak peduli dengan kesulitan rekan kerja dan enggan membantu ketika dibutuhkan, padahal kolaborasi menuntut kepedulian timbal balik.
7. Sering Mengeluh Tanpa Memberi Solusi
Keluhan terus-menerus tanpa upaya mencari solusi justru menurunkan semangat kerja tim.
8. Kurang Profesional dalam Menyikapi Konflik
Membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan atau memperpanjang konflik kecil hingga mengganggu kerja sama.
9. Tidak Konsisten dengan Kesepakatan
Sering mengingkari hasil rapat atau keputusan bersama, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dalam tim.
10. Mengutamakan Kepentingan Pribadi
Lebih fokus pada pencapaian pribadi daripada tujuan bersama sekolah atau tim guru.

Posting Komentar
Komentar ya