*Di Bawah Cahaya Tugu Adipura*
Malam di Teluk Kuantan bernafas pelan.
Lampu-lampu menyapu pilar Tugu Adipura,
menyalakan emas pada ukiran Melayu
yang seolah bercerita tentang masa silam
dan janji masa depan.
Di sebelahnya, dinding tua terukir jalur panjang,
perahu kayu penuh pendayung—
mereka diam di batu,
namun riuh di ingatan,
mengingatkan bahwa air Batang Kuantan
pernah menggetarkan dada
dengan deru lomba dan pekik kemenangan.
“Basatu Nogori Maju,”
terpahat hijau di dada dinding,
menjadi mantra kesatuan,
mengikat warga pada janji yang sama:
bersih kota, kuat budaya.
Seorang anak menunjuk ke perahu itu,
mata kecilnya menyala,
seakan berkata,
"Suatu hari nanti, aku akan ikut mendayung."
Malam pun tersenyum,
dan Tugu Adipura berdiri,
bukan sekadar monumen,
melainkan penanda
bahwa Kuantan Singingi
tak hanya merawat kotanya,
tapi juga menjaga jiwanya.
By. aldhy
#cerita_anak_kampung_yang_bukan_kampungan

Posting Komentar
Komentar ya