Kalau kamu sudah menemukan yang tepat
Ungkapan Prof. Quraish Shihab ini adalah nasihat tentang keseimbangan antara rasionalitas dan ketulusan dalam mencintai, terutama ketika seseorang telah sampai pada keyakinan yang matang.
Kalimat “Kalau kamu sudah menemukan yang tepat” mengandaikan sebuah proses panjang sebelumnya. “Menemukan yang tepat” bukan hasil emosi sesaat, melainkan buah dari pertimbangan akal, nilai, dan kesesuaian prinsip. Akal memiliki peran penting pada tahap pencarian: menimbang karakter, visi hidup, tanggung jawab, dan kematangan moral.
Namun setelah tahap itu terlewati, Prof. Quraish Shihab menasihati, “matikan akalmu”—bukan dalam arti menolak rasionalitas, melainkan menghentikan kecurigaan berlebihan, perhitungan dingin, dan analisis yang terus-menerus. Akal yang terus bekerja tanpa henti dalam hubungan justru dapat melahirkan jarak, prasangka, dan kelelahan emosional.
Bagian “gunakanlah hatimu untuk mencintainya” menekankan bahwa cinta sejati membutuhkan kehadiran batin yang utuh: kepercayaan, empati, kesetiaan, dan penerimaan. Hati memungkinkan seseorang mencintai tanpa selalu menuntut bukti, tanpa terus menimbang untung-rugi, dan tanpa mengungkit kekurangan yang tak prinsipil.
Ungkapan ini mengajarkan bahwa akal dan hati memiliki waktu dan perannya masing-masing. Akal diperlukan untuk memilih dengan bijak; hati diperlukan untuk mencintai dengan tulus. Jika akal terus mendominasi setelah pilihan dibuat, cinta akan kering. Sebaliknya, jika hati bekerja tanpa bimbingan akal sejak awal, cinta bisa tersesat.
Secara keseluruhan, nasihat ini mengajak manusia pada kedewasaan dalam mencinta: berpikir dengan jernih sebelum memilih, lalu mencintai dengan sepenuh hati setelah pilihan dijatuhkan. Inilah cinta yang tidak rapuh oleh kecurigaan, dan tidak buta oleh emosi—cinta yang tenang, dewasa, dan bertanggung jawab.
#arahbatin #inspiration #motivation #rumi #sufi

Posting Komentar
Komentar ya