Tiga Wajah Rezeki Manusia
Manusia memiliki jatah yang berlainan; seperti warna-warni pelangi yang tak sama namun melengkapi langit. Sebagian memperoleh harta melimpah, bisa membeli apapun yang diinginkan mata, membangun istana, dan hidup dalam gemerlap materi. Sebagian lagi dianugerahi ilmu yang dalam, mampu menyingkap rahasia alam, mengobati penyakit pikiran, dan menerangi jalan kegelapan dengan pelita pengetahuan. Dan sebagian lagi dikaruniai kemuliaan akhlak—hati yang jernih, tutur kata yang menyejukkan, dan sikap yang menjadi teladan tanpa perlu banyak bicara. Masing-masing adalah bentuk rezeki, hanya saja takarannya berbeda sesuai dengan rencana Yang Maha Mengetahui.
Tapi seringkali kita silau oleh kilau harta, atau kagum pada kedalaman ilmu, hingga melupakan bahwa kemuliaan akhlak adalah warisan yang paling abadi. Harta bisa habis, ilmu bisa terlupakan, tetapi akhlak yang terpuji akan terus hidup dalam ingatan orang-orang yang disentuh kebaikannya. Ia adalah modal yang tak ternilai untuk membangun hubungan, merawat perdamaian, dan meninggalkan jejak yang harum meski raga telah tiada. Maka, jangan iri pada jatah orang lain—syukuri dan maksimalkan apa yang telah dipercayakan padamu, karena setiap karunia adalah amanah yang harus disyukuri dan disalurkan untuk kebaikan bersama.

Posting Komentar
Komentar ya