Tips Menjadi Guru Berwibawa (Tanpa Harus Galak)
1. Tegas di aturan, lembut di sikap
Wibawa lahir dari konsistensi. Aturan jelas sejak awal, ditegakkan dengan tenang—bukan emosi.
2. Ucapan sejalan dengan tindakan
Kalau guru minta disiplin tapi sering telat, wibawa langsung turun. Murid lebih cepat menilai dari contoh, bukan nasihat.
3. Kuasai kelas, bukan teriak di kelas
Kontrol kelas itu soal strategi: posisi berdiri, kontak mata, jeda bicara. Diam yang tepat kadang lebih “menampar” daripada marah.
4. Adil ke semua murid
Tidak pilih kasih, tidak membeda-bedakan. Murid sangat peka soal keadilan—di sinilah wibawa naik atau runtuh.
5. Tegur perilaku, bukan harga diri
Salah tetap ditegur, tapi jangan merendahkan. Murid yang dihargai justru lebih patuh.
6. Punya batas yang jelas
Ramah boleh, bercanda boleh, tapi tetap ada jarak profesional. Terlalu “akrab” tanpa batas sering bikin murid kurang hormat.
7. Percaya diri dengan peran sebagai guru
Tidak perlu merasa rendah di depan murid. Berdiri sebagai pendidik, bukan minta disukai.
8. Konsisten hari ini, besok, dan seterusnya
Wibawa bukan dibangun sehari. Tapi dari sikap yang sama, terus-menerus.
9. Tenang saat ditekan
Guru yang tidak mudah terpancing emosi justru terlihat lebih kuat di mata murid.
10. Tulus mendidik, bukan sekadar mengajar
Murid bisa merasakan mana guru yang peduli dan mana yang sekadar menggugurkan jam.
✨ Intinya:
Guru berwibawa itu bukan yang ditakuti, tapi dihormati. Ini bisa dicoba buat kita semua, mengajar yang benar2 butuh tenaga ekstra๐ฅฐ
#guru #sekolah

Posting Komentar
Komentar ya