Meniti Keseimbangan Hidup: Merajut Harmoni Dunia dan Agama di Masjid At-Taqwa Pulau Godang Kari_Ustadz H. Mulkan Sarin, Lc., MA
Bismillah. Bumi Kuantan Singingi kembali berdenyut dalam irama keimanan. Ketika malam Selasa menyapa, tepatnya pada 3 November 2026, hembusan angin malam seolah membawa kesejukan tersendiri bagi warga Desa Pulau Godang Kari.
Langkah-langkah kaki penuh kerendahan hati bergemerisik menuju satu titik cahaya kedamaian: Masjid At-Taqwa Pulau Godang Kari.
Malam itu, masjid yang sarat akan nilai kebersamaan ini menjadi saksi bisu pelaksanaan Kajian Rutin Ranting Muhammadiyah Kari.
Sebuah majelis ilmu yang dinanti-nantikan, di mana para jamaah dan masyarakat setempat duduk bersila merendahkan hati, menepis penat dunia, demi meneguk jernihnya mata air wahyu.
Pelita Ilmu di Malam Selasa
Penceramah terkemuka yang hadir membersamai malam penuh berkah tersebut adalah Ustadz H. Mulkan Sarin, Lc., MA, seorang tokoh senior yang juga menjabat di jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kuansing sekaligus Ketua Yayasan Markazul Qur'an Wassunnah (MQS) Kuantan Singingi.
Dengan tutur kata yang santun dan penuh hikmah, beliau membedah sebuah tema yang sangat dekat dengan denyut nadi kehidupan manusia modern:
"Menyeimbangkan Antara Urusan Dunia dan Urusan Agama serta Menempatkan Sesuatu pada Tempatnya."
Suasana majelis begitu khusyuk. Terlihat dalam rekaman malam itu, para jamaah menyimak setiap untaian nasihat dengan seksama, menyelami makna hidup agar tidak terombang-ambing dalam arus materialisme semata, namun tetap giat beramal bagi kebaikan dunia dan akhirat.
Menakar Dunia, Menggenggam Akhirat dalam Timbangan Ilahi
Kehidupan adalah sebuah perjalanan fana yang menuntut keseimbangan. Seringkali manusia terjebak dalam pusaran ambisi duniawi hingga melupakan hakikat penciptaan mereka.
Padahal, Islam datang bukan untuk mematikan potensi duniawi seseorang, melainkan menuntunnya agar berjalan selaras dengan koridor ilahi.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Qasas ayat 77:
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qasas: 77)
Ayat yang agung ini menjadi fondasi utama yang disampaikan dalam kajian tersebut. Bahwa urusan dunia dan agama bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dirajut dalam satu kesatuan harmoni.
Dunia adalah ladang (tempat menanam), dan akhirat adalah tempat memanen.
Rasulullah SAW juga mengingatkan kita melalui sabdanya agar senantiasa proporsional dalam menjalani peran hidup, menempatkan segala sesuatu pada posisinya yang adil dan benar (proporsionalitas atau hikmah).
Keseimbangan ini melahirkan jiwa yang tenteram, di mana tangan bekerja mencari rezeki yang halal, namun hati senantiasa tertaut kepada Sang Pencipta.
Mengharap Ridha, Merengkuh Keistiqomahan
Tujuan utama dari gelaran kajian rutin di Masjid At-Taqwa ini bukanlah sekadar menggugurkan kewajiban menuntut ilmu, melainkan menghadirkan niat murni: mencari ridha Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)
Harapan besar terpancar dari lubuk hati para pengurus ranting dan masyarakat yang hadir meliputi warga Pulau Godang Kari dan segenap jamaah Masjid At-Taqwa.
Semoga melalui majelis ini, umat senantiasa istiqomah dalam meniti jalan belajar, memperluas wawasan keagamaan, serta mampu mengaplikasikannya dalam dinamika kehidupan sehari-hari.
Sebab, sebaik-baiknya hamba adalah mereka yang senantiasa menghidupkan majelis ilmu, menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, dan menjadikan Al-Qur'an serta Sunnah sebagai kompas abadi dalam mengarungi samudera kehidupan menuju ridha-Nya. (Coach RR)
Sumber Photo dan Inti: Ust. Raja Risel, S.Pd
(Kepala MTS Ponpes KH. Ahmad Dahlan Kota Teluk Kuantan, Kuansing)
Ditulis: Ronaldo Rozalino - Coach RR