Welcome My Blog

Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Kunci Rahasia Jepang: Kenapa Murid SD Disuruh Sikat Toilet Sendiri?

​Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa di Jepang dompet hilang bisa kembali dan jalanan bersih tanpa tong sampah? Apakah polisinya galak? Ternyata bukan.
​Rahasianya ada pada sistem pendidikan mereka yang unik. Jepang telah membuktikan bahwa High Trust Society (masyarakat dengan kepercayaan tinggi) bisa dibentuk lewat kebiasaan-kebiasaan kecil di sekolah. 

Berikut tiga rahasia pendidikan Jepang yang membuat dunia terperangah:

​1. Haram Belajar Rumus Sebelum Punya Adab

Jangan kaget jika melihat kurikulum SD kelas 1-3 di Jepang. Mereka tidak memprioritaskan hafalan, melainkan Character Building. Slogannya: Adab dulu, ilmu kemudian. Mereka percaya, buat apa pintar kalau tidak punya empati?

​2. Tidak Ada "Pak Bon", Siswa adalah Petugas Kebersihan

Lewat budaya O-soji, siswa Jepang dari SD sampai SMA wajib membersihkan sekolah sendiri, termasuk toilet!
​Tujuannya? Melatih tanggung jawab.
​Efeknya? Saat dewasa, mereka tidak gengsi dan merasa "memiliki" fasilitas umum. Korupsi pun minim karena mereka diajarkan untuk tidak mengambil yang bukan haknya atau merusak milik bersama.

​3. Makan Siang adalah Pelajaran Moral

Lewat Kyushoku, siswa melayani teman-temannya mengambilkan makanan. Ini mengajarkan jiwa pelayanan (service) dan rasa syukur.
​Dampaknya Bagi Negara?

Hasil didikan ini menciptakan budaya malu (Haji) yang kuat. Pejabat malu korupsi, warga malu melanggar aturan. Ekonomi stabil karena janji ditepati, dan kereta terlambat sedetik saja dianggap aib besar.

​Jepang menyadarkan kita: Memperbaiki negara itu dimulai dari memperbaiki apa yang kita ajarkan di ruang kelas. Pintar itu penting, tapi jujur itu mutlak.

Lhynaa Marlinaa
READ MORE - Kunci Rahasia Jepang: Kenapa Murid SD Disuruh Sikat Toilet Sendiri?
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

Pelit atau kikir, bisa juga disebut bakhil, merupakan salah satu dari sekian sifat yang harus dihindari umat Islam. 

Karena sifat ini mendorong seseorang untuk bersikap enggan berbagi dan membantu kesusahan orang lain.

Orang yang pelit seringkali di jauhi saudara, tetangga dan teman-temannya.

Orang yang pelit seringkali menjadi perhitungan dan egois.

Orang yang pelit seringkali menjadi mudah berbohong, tidak jujur dan kawatir hartanya berkurang.

Orang yang pelit seringkali menjadi tamak dunia, rakus dan serakah.

Bahkan orang yang pelit malaikat pun mendo'akan keburukan baginya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

 مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا. 

‘Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir.'”[HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim]

Sungguh menyedihkan nasib orang yang pelit, di dunia ia hidup seperti miskin, namun di akhirat ia dihisab seperti orang kaya.

Dengan hartanya yang harusnya dapat meraih banyak pahala, memudahkan melakukan amal shalih, dan membuatnya bahagia di dunia dan akhirat.

Namun justru dengan hartanya itu dia mendapat banyak kerugian, kesusahan dan hisab yang berat.

Semoga Allah jauhkan kita dari sifat pelit, kikir atau bakhil.

اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ

“Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit (lagi tamak), dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung” (Ad Du’aa’ min Al Kitab wa As Sunnah)

***
✍ Habibie Quotes
READ MORE - Nasib Orang Pelit
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd


Saat Berada Di atas Janganlah Sombong, Nasib Berputar Tak Ada Yang Tahu

Saat hidup sedang di atas, segalanya terasa mudah. Langkah ringan, senyum mudah dibagi dan pujian datang dari berbagai arah. Di titik itu, sering kali kita lupa, bahwa posisi hari ini bukan semata karena hebatnya diri, melainkan karena waktu, kesempatan, dan doa-doa yang diam-diam bekerja.

Hidup tidak pernah diam di satu tempat. Ia berputar tanpa memberi aba-aba. Yang hari ini disanjung,
besok bisa belajar menunduk. Yang hari ini berlimpah, esok bisa diuji dengan kehilangan.

Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan. Bahwa kesombongan hanya membuat jatuh terasa lebih sakit, sementara rendah hati membuat kita tetap utuh di mana pun posisi kita berdiri.

Maka saat berada di atas, belajarlah merendah. Jangan meremehkan,
jangan merasa paling. Karena hidup punya cara sendiri mengajarkan arti cukup dan syukur.

Ingatlah satu hal: nasib tak pernah bisa ditebak. Yang bisa kita jaga
hanyalah sikap dan hati. 🌿
READ MORE - Saat Berada Di atas Janganlah Sombong, Nasib Berputar Tak Ada Yang Tahu
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
🔰 AKHLAK SEJATI TERLIHAT SAAT DIUJI

Sering kali kita keliru menilai akhlak seseorang. Kita mengira akhlak itu cukup dilihat dari rajinnya ke masjid, panjangnya sujud, atau lembutnya tutur kata di hadapan manusia. Padahal, Islam mengajarkan bahwa akhlak sejati justru tampak ketika iman diuji, bukan saat keadaan nyaman.

Akhlak seseorang akan terlihat jelas ketika ia berurusan dengan uang. Saat hak dan kewajiban saling bertemu, di situlah kejujuran diuji. Apakah ia amanah, atau justru licik dan mencari celah untuk menzalimi. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa pengkhianatan dalam amanah adalah tanda rusaknya iman.

Akhlak juga akan nyata ketika terjadi perselisihan. Saat emosi memuncak dan ego berkuasa, apakah lisannya tetap terjaga atau justru berubah menjadi kasar dan zalim. Nabi ﷺ bersabda bahwa orang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, tetapi yang mampu menahan amarahnya.

Dan akhlak paling jujur terlihat ketika bersafar. Dalam lelah, sempit, dan keterbatasan, sifat asli manusia akan muncul tanpa topeng. Apakah ia sabar, peduli, dan bertanggung jawab, atau sebaliknya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلَاقِ

"Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
(HR. Ahmad)

Maka jangan sibuk menilai ibadah lahiriah orang lain, sebelum kita bercermin pada akhlak diri sendiri. Karena akhlak adalah bukti iman, dan imanlah yang akan kita bawa menghadap Allah.

✍🏻 @arrahman.or.id

Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini tanpa mengurangi atau menambahinya. Semoga bermanfaat.

🔗 Join ke saluran WA Arrahman.or.id:
https://whatsapp.com/channel/0029Vagxz23DJ6H8FSCgZG0i

🔗 Grup Donatur:
https://chat.whatsapp.com/Gy2IC7oIxHCFv61mP3omex

🔰 Sponsored By:
@rq.ar_rahman (TKQ-TPQ Daerah Bantaeng)

#motivasi #renungan #nasihat #muhasabahdiri #pendidikan #dakwah #sosial #adab #quotes
READ MORE - AKHLAK SEJATI TERLIHAT SAAT DIUJI
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

CIRI - CIRI HAUS VALIDASI
1. Sering pamer pencapaian, tapi gelisah jika tak dipuji.

2. Merendahkan orang lain agar terlihat lebih unggul.

3. Tidak nyaman melihat orang lain diapresiasi, merasa tersaingi.

4. Rajin bicara tentang diri sendiri, minim mendengar.

5. Pendapatnya berubah tergantung siapa yang memberi tepuk tangan.

6. Mencari pembenaran, bukan kebenaran.

7. Produktif di depan kamera, tapi minim konsistensi saat tak dilihat.

8. Mudah tersinggung ketika tidak dianggap atau dipuji.

9. Mengukur nilai diri dari respons orang, bukan dari nilai yang ia pegang.

10. Merasa paling benar, tapi rapuh ketika dikritik.
➦➦➦➦➦➦➦➦➦➦➦
*Saluran*
https://whatsapp.com/channel/0029Vah9iFTLCoWstm2a7B2f
*Ikhwan*
https://chat.whatsapp.com/IpvLjkV2TbQAux3NwFUujM
*Akhwat*
https://chat.whatsapp.com/C08adtwZNWRFIVY0MexRyC

Majalah.mushaira.id
Arsip.mushaira.id

READ MORE - CIRI - CIRI HAUS VALIDASI
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd


JANGAN HABISKAN UANG BISNIS ANDA

Sebelum menghabiskan uang bisnis anda, anda perlu memahami kenyataan yang tidak nyaman: pada awalnya, "keuntungan" tersebut bukan milik anda, melainkan milik bisnis. Pada tahap awal, uang yang masuk digunakan untuk membayar kesalahan, belajar, menyesuaikan, membangun merek, membeli inventaris, meningkatkan proses, dan bertahan selama bulan-bulan pertama ketika hampir tidak ada yang mempercayai anda. Jika anda menarik uang terlalu dini untuk memanjakan diri, yang anda lakukan bukanlah "menikmati hasil kerja keras anda", melainkan menghilangkan oksigen dari proyek yang masih dalam perawatan intensif.

Setiap bisnis melewati tahap dimana, pada kenyataannya, anda hanya membayar agar bisnis itu tetap ada. Anda membayar sewa, layanan, iklan, peralatan, gaji, pajak, platform... dan seringkali anda adalah yang terakhir dalam antrian. Itulah kenyataan yang hampir tidak pernah dikatakan oleh siapa pun: pada awalnya, bisnis tidak bekerja untuk anda; Anda yang bekerja untuk bisnis itu. Prioritas anda bukanlah hidup dari bisnis anda, melainkan memastikan bisnis anda dapat bertahan tanpa mati setiap bulan.

Itulah mengapa reinvestasi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Setiap hal yang tidak benar-benar diperlukan untuk kelangsungan hidup pribadi anda harus dikembalikan ke sistem: produk yang lebih baik, pengalaman pelanggan yang lebih baik, visibilitas yang lebih baik, stok yang lebih banyak, teknologi yang lebih baik, pelatihan yang lebih baik. Uang yang anda tanam hari ini adalah yang akan memungkinkan anda memiliki bisnis yang stabil besok, dengan arus kas yang dapat diprediksi dan kemampuan untuk membayar gaji anda tanpa hancur dari dalam.

Pola pikir yang benar adalah: pertama-tama, anda mengembangkan dan menstabilkan bisnis; kemudian, bisnis tersebut menopang anda. Banyak pengusaha bangkrut karena mereka memakan benihnya alih-alih menaburnya. Jangan bingung antara pendapatan dengan kekayaan. Sampai bisnis anda dapat beroperasi, membayar semuanya, dan terus tumbuh tanpa anda merusaknya setiap kali anda mengambil gaji, anda belum "menghasilkan", anda hanya bertahan.

Tentang Hidup 

#travelinspiration #motherlylove #fantasy #vacation #supernatural #fiction #story #familytravel #darkfantasy #romance
READ MORE - JANGAN HABISKAN UANG BISNIS ANDA
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

Jika orang yang dibantu tidak berterima kasih padamu

Ada kebaikan yang terasa ringan ketika dilakukan, tetapi menjadi berat saat tidak dibalas dengan ucapan terima kasih. Hati manusia, secara naluriah, ingin diakui. Ia ingin dilihat, dihargai, dan diingat. Maka ketika bantuan dibalas dengan diam, atau bahkan dilupakan begitu saja, muncul rasa getir yang sulit dijelaskan. Secara psikologis, itu adalah benturan antara niat baik dan harapan tersembunyi yang tidak kita sadari sejak awal.

Namun di balik rasa tidak dihargai itu, ada lapisan makna yang lebih dalam. Dalam kehidupan sosial, ucapan terima kasih sering dijadikan tolok ukur nilai sebuah kebaikan. Padahal dalam pandangan batin dan spiritual, nilai sejati kebaikan tidak pernah bergantung pada respons manusia. Justru ketika tidak ada pengakuan, ruang keikhlasan terbuka lebih lebar, dan di sanalah Tuhan sering kali sedang bekerja dengan cara yang paling sunyi.

1. Kekecewaan sebagai cermin niat

Rasa kecewa muncul bukan semata karena orang lain lupa berterima kasih, tetapi karena hati kita masih menunggu balasan. Kekecewaan itu sebenarnya cermin yang jujur, memperlihatkan bahwa niat baik kita masih bercampur dengan harapan untuk dihargai. Kesadaran ini bukan untuk menyalahkan diri, melainkan untuk memurnikan niat agar kebaikan benar-benar lahir dari dalam, bukan dari kebutuhan akan pengakuan.

2. Diam manusia dan perhatian Tuhan

Ketika orang yang kita bantu tidak berkata apa-apa, bisa jadi langit justru sedang mencatat dengan sangat teliti. Tidak adanya ucapan terima kasih dari manusia bukan tanda sia-sia, melainkan tanda bahwa balasan kebaikan itu sedang dipindahkan ke ranah yang lebih tinggi. Di titik ini, batin dilatih untuk percaya bahwa tidak semua kebaikan harus kembali melalui jalur yang sama.

3. Pahala yang dibesarkan melalui kesunyian

Kebaikan yang dilakukan tanpa disaksikan dan tanpa dipuji memiliki bobot yang berbeda. Ia tidak tergerus oleh riya, tidak tercemar oleh kebanggaan diri. Ketika seseorang tetap tenang meski tidak diapresiasi, di situlah pahala dibesarkan. Secara filosofis, kesunyian adalah ruang tumbuh bagi nilai yang paling murni, karena ego tidak ikut campur di dalamnya.

4. Kelezatan ikhlas yang tidak instan

Ikhlas bukan keadaan yang datang tiba-tiba, melainkan rasa yang tumbuh melalui latihan batin. Salah satu latihannya adalah memberi tanpa mendapat apa-apa kembali, bahkan tanpa ucapan terima kasih. Awalnya pahit, tetapi perlahan ada kelezatan yang sulit dijelaskan. Sebuah ketenangan karena tahu bahwa kebaikan itu sudah sampai ke tempat yang benar, meski tidak lewat tangan manusia.

5. Membantu sebagai ibadah, bukan transaksi

Ketika membantu dilihat sebagai ibadah, bukan transaksi sosial, maka respon orang lain tidak lagi menentukan nilai perbuatan kita. Dalam kehidupan sosial, ini membebaskan hati dari rasa pamrih. Dalam kehidupan batin, ini menjadikan kebaikan sebagai jalan mendekat, bukan sebagai alat untuk diingat. Di sinilah seseorang benar-benar merdeka dalam berbuat baik.

Jika hari ini kebaikanmu tidak dibalas dengan terima kasih, pertanyaannya adalah apakah hatimu siap bersukacita karena mungkin justru saat itulah Tuhan sedang membesarkan pahalamu dan mengajarkan rasa ikhlas yang paling dalam?
READ MORE - Jika orang yang dibantu tidak berterima kasih padamu
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
SURAT TERBUKA UNTUK ORANG TUA SISWA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera.
Salam hormat untuk kita semua,

Bapak dan Ibu Orang Tua yang kami hormati,

Surat ini kami tulis bukan untuk menyalahkan siapa pun. Kami hanya ingin mengajak Bapak dan Ibu berpikir bersama. Karena mendidik anak bukan hanya tugas sekolah, tapi tanggung jawab kita bersama orang tua dan guru.

Di sekolah, kami melihat anak-anak Bapak dan Ibu setiap hari. Ada yang patuh, ada yang sulit diatur, ada juga yang kadang berkata kasar dan melanggar aturan. Saat itu terjadi, sering kali guru yang dianggap gagal.

Namun ketika guru menegur dan mencoba mendisiplinkan anak demi kebaikan mereka, tidak jarang guru justru disalahkan.

Kami ingin bertanya dengan jujur:
“Jika guru tidak boleh menegur, lalu siapa yang akan mengajarkan batasan kepada anak-anak kita?”

Guru bukan manusia sempurna. 
Kami punya batas sabar. Dalam satu kelas, kami menghadapi banyak anak dengan karakter yang berbeda-beda. Tapi satu hal yang pasti, niat kami tidak pernah untuk menyakiti. Kami hanya ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Teguran guru bukan tanda benci.
Aturan bukan untuk menekan.
Disiplin adalah bekal hidup anak di masa depan.

Kami mohon kepada Bapak dan Ibu Orang Tua, mari saling percaya dan saling mendukung. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri tanpa peran orang tua. Begitu juga sebaliknya.

Mari kita jadikan sekolah tempat yang aman bagi anak untuk belajar dan bagi guru untuk mendidik. Karena tanpa kerja sama, pendidikan akan kehilangan arah, dan yang paling dirugikan adalah anak-anak kita sendiri.

Semoga kita semua diberi hati yang lapang dan kebijaksanaan untuk saling memahami.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hormat kami,
Guru yang Masih Peduli pada Masa Depan Anak

#infoguru #pendidikan #karakter #orangtua #sekolah #fyp #guru
READ MORE - SURAT TERBUKA UNTUK ORANG TUA SISWA
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
7 Kebiasaan Orang Berwibawa Yang Jarang Dibicarakan

Menjadi orang yang berwibawa bukan soal suara lantang, jabatan tinggi, atau gaya yang penuh sorotan. Wibawa lahir dari kualitas batin yang matang dan kebiasaan kecil yang dibentuk setiap hari. Ada orang yang begitu tenang, namun keberadaannya membuat suasana lebih teratur. Ada yang tidak banyak bicara, tetapi sekali ia berbicara semua orang mendengarkan. Wibawa selalu terasa, meski tidak pernah dipamerkan.

Beberapa literatur pengembangan diri seperti The Power of Quiet Leadership karya Joseph Badaracco dan Presence karya Amy Cuddy menjelaskan bahwa wibawa sejati lebih dipengaruhi karakter internal dibanding performa luar. Buku-buku tersebut menyoroti bagaimana integritas, kendali diri, dan kejelasan tujuan menciptakan aura yang membuat orang lain secara alami menghargai. Dari sana kita bisa menarik sejumlah kebiasaan yang sering luput dibicarakan tetapi berdampak besar pada kewibawaan seseorang.

1. Mereka Tidak Reaktif, Mereka Merespons dengan Sadar

Orang berwibawa tidak terburu-buru menyambar setiap emosi. Mereka memberi jeda sebelum menjawab, bahkan dalam situasi yang menekan. Jeda inilah yang membuat respon mereka terlihat lebih matang. Ketika orang lain marah atau panik, mereka tetap mampu mempertahankan ketenangan. Sikap ini menumbuhkan rasa aman bagi orang di sekitarnya.

Kemampuan tidak reaktif ini dibangun melalui latihan kesadaran sederhana yang dilakukan setiap hari. Mereka belajar mengenali emosi sebelum mengekspresikannya. Dengan begitu, keputusan yang mereka ambil bukan hasil ledakan, tapi hasil pemikiran. Orang yang mampu menjaga dirinya di tengah tekanan biasanya akan dipercaya untuk menjaga banyak hal lainnya.

2. Mereka Menjaga Ucapannya agar Selalu Bernilai

Wibawa tumbuh ketika seseorang tidak menghamburkan kata-kata. Orang berwibawa tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam. Mereka tidak berbicara untuk membuktikan diri, tetapi untuk memberikan nilai. Itulah sebabnya kata-kata mereka sering terdengar lebih jelas dan didengar lebih serius.

Konsistensi antara kata dan tindakan membuat ucapan mereka makin kuat. Mereka tidak memberikan janji kosong, tidak menghias diri dengan cerita yang tidak perlu, dan tidak ikut-ikutan drama. Orang seperti ini justru lebih didengar karena orang lain tahu bahwa setiap kalimatnya lahir dari pemikiran, bukan impuls.

3. Mereka Tegas tapi Tidak Kasar

Ketegasan adalah ciri penting dari wibawa, tetapi bukan ketegasan yang meledak-ledak atau memaksa. Orang berwibawa mampu menetapkan batasan tanpa harus meninggikan suara. Mereka jelas dengan apa yang mereka mau dan apa yang tidak mereka toleransi. Sikap ini menumbuhkan rasa hormat, bukan ketakutan.

Ketegasan yang elegan muncul dari rasa percaya diri yang stabil. Orang seperti ini tahu nilai dirinya sehingga tidak merasa perlu berperang di setiap kesempatan. Mereka bisa mengatakan tidak dengan tenang dan mengatakan iya dengan penuh komitmen. Ketegasan yang matang membuat orang lain menghargai, bukan menghindari.

4. Mereka Mampu Mendengarkan Secara Mendalam

Orang berwibawa adalah pendengar yang hadir sepenuhnya. Mereka tidak sibuk menunggu giliran bicara. Mereka memberi ruang bagi lawan bicara untuk menyampaikan pemikirannya. Dalam proses itu, mereka mengamati detail, nada, dan emosi. Kehadiran mereka membuat orang lain merasa dilihat dan dihargai.

Mendengarkan bukan sekadar sopan santun, melainkan keterampilan sosial tingkat tinggi. Mereka yang mampu mendengar dengan baik biasanya memiliki sudut pandang yang lebih luas. Hal ini membuat mereka lebih bijak dalam berinteraksi dan lebih tepat dalam mengambil keputusan. Dari sinilah wibawa tumbuh, tanpa harus meninggikan suara.

5. Mereka Disiplin dalam Hal-Hal Kecil

Orang berwibawa tidak hanya kuat di depan publik, tetapi juga ketika tidak ada yang melihat. Mereka menjaga kedisiplinan dari hal-hal sederhana seperti waktu bangun, kerapian, manajemen emosi, dan komitmen kecil. Konsistensi kecil semacam inilah yang membangun fondasi karakter yang kokoh.

Kebiasaan kecil yang sehat membuat mereka memiliki kontrol diri yang kuat. Kontrol ini tercermin dalam cara mereka berbicara, mengambil keputusan, hingga menghadapi masalah. Orang yang mampu mengatur dirinya sendiri akan terlihat lebih stabil, dan stabilitas adalah sumber wibawa yang tidak bisa dipalsukan.

6. Mereka Tidak Mengejar Validasi Eksternal

Orang berwibawa tidak hidup untuk disukai semua orang. Mereka tidak ragu berbeda, tidak takut ditolak, dan tidak mengorbankan prinsip hanya untuk diterima. Mereka berpegang pada nilai yang jelas, sehingga tidak mudah goyah oleh pendapat orang lain.

Ketika seseorang tidak mengejar pengakuan, ia justru tampak lebih kuat di mata orang lain. Ini karena keputusannya tidak dipengaruhi rasa insecure. Ia tidak memaksa dirinya tampil sempurna. Sikap tenang inilah yang membuat aura wibawa memancar tanpa perlu pembuktian berlebihan.

7. Mereka Membangun Kehadiran yang Tenang tapi Penuh Energi

Orang berwibawa punya energi yang tak perlu dijelaskan. Bukan energi gaduh, melainkan energi stabil yang membuat orang lain merasa nyaman. Kehadiran mereka seperti jangkar dalam situasi yang goyah. Mereka tidak perlu tampak dominan, cukup hadir dengan penuh kesadaran.

Kehadiran semacam ini lahir dari keseimbangan antara pikiran dan emosi. Mereka menjaga diri melalui rutinitas sehat seperti refleksi harian, manajemen stres, dan perawatan diri. Ketika pondasi batin kuat, wibawa akan terlihat bahkan dari cara mereka berjalan atau duduk.

_________
Wibawa bukan bawaan lahir. Ia adalah hasil dari kebiasaan kecil yang dipupuk setiap hari. Orang yang benar-benar dihormati bukan mereka yang paling keras berbicara, tetapi mereka yang paling tajam dalam berpikir, paling stabil dalam bersikap, dan paling jujur dalam bertindak. Dengan membangun kebiasaan-kebiasaan ini, siapa pun dapat memancarkan wibawa yang tulus, kuat, dan menginspiras
READ MORE - 7 Kebiasaan Orang Berwibawa Yang Jarang Dibicarakan
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Kenapa Orang Tetap Miskin Meski Sudah Kerja Keras. 

Ada banyak orang yang bangun sebelum matahari muncul dan pulang ketika langit telah gelap, namun hidupnya tetap tidak bergerak ke mana-mana. Mereka bekerja keras, tetapi selalu terasa seperti berlari dalam lumpur. Pengeluaran selalu mengejar, tagihan tidak pernah selesai, dan masa depan terlihat seperti sesuatu yang hanya bisa dimimpikan. Pertanyaannya sederhana tetapi menyakitkan: mengapa kerja keras saja tidak cukup?

Dalam buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki, ia menjelaskan bahwa banyak orang bekerja keras bukan untuk membangun masa depan, tetapi untuk mengejar kewajiban yang terus bertambah. Mereka terjebak dalam pola bekerja demi gaji dan membayar tagihan sehingga tidak pernah punya ruang untuk berkembang. Pola pikir dan kebiasaan finansial tertentu membuat seseorang terus berada di tempat yang sama meski energinya habis untuk bekerja.

1. Karena Hanya Mengandalkan Satu Sumber Penghasilan

Banyak orang menggantungkan seluruh hidupnya pada satu pekerjaan yang menghasilkan satu aliran pendapatan. Ketika penghasilan itu stagnan, hidup juga ikut stagnan. Masalahnya, kebutuhan terus naik, tetapi pendapatan tetap. Akhirnya mereka merasa kerja keras tidak pernah cukup.

Solusi terbaik adalah mulai membuka pintu pendapatan tambahan, sekecil dan sesederhana apa pun. Bisa dari keterampilan yang dimiliki, proyek sampingan, usaha mikro, hingga peluang digital. Ketika seseorang punya dua atau tiga sumber penghasilan, ruang geraknya akan jauh lebih luas dan risiko finansial lebih kecil.

2. Karena Tidak Pernah Mencatat Uang Masuk dan Keluar

Orang sering merasa bahwa masalah mereka adalah kekurangan pendapatan, padahal yang lebih fatal adalah tidak mengetahui ke mana uang itu pergi. Tanpa pencatatan, seseorang tidak sadar bahwa kebocoran kecil terjadi setiap hari dan menggerogoti keuangan secara perlahan.

Membuat pencatatan harian dengan jujur akan membuka mata terhadap pola yang sebelumnya tidak terlihat. Dari situ, seseorang bisa memperbaiki cara mengelola uang, menghapus pengeluaran yang tidak perlu, dan membuat penghasilan terasa lebih panjang daripada sebelumnya.

3. Karena Selalu Membayar Kewajiban Dulu, Menabung Belakangan 

Banyak orang menabung hanya jika ada sisa, dan biasanya tidak pernah ada sisa. Itu sebabnya menabung seolah menjadi sesuatu yang mustahil. Padahal yang membuat seseorang bertumbuh secara finansial adalah kebiasaan menyisihkan uang di awal, bukan di akhir.

Meskipun jumlahnya kecil, kebiasaan menabung atau berinvestasi di awal bulan membentuk disiplin dan menciptakan fondasi yang kuat. Ketika hal ini dilakukan bertahun-tahun, dampaknya jauh lebih besar daripada kerja keras tanpa strategi.

4. Karena Tidak Menambah Skill Meski Sudah Lama Bekerja

Bertahun-tahun bekerja tidak selalu berarti bertahun-tahun berkembang. Banyak orang hanya mengulangi rutinitas yang sama sehingga nilai dirinya di pasar kerja tidak ikut naik. Akibatnya, gaji stagnan dan kesempatan untuk naik kelas semakin sempit.

Investasi dalam skill adalah salah satu cara paling pasti untuk memperbaiki nasib. Belajar hal baru, mengikuti kursus, memperluas jaringan, atau mencoba kompetensi lain dapat membuka peluang baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

5. Karena Menggunakan Uang untuk Validasi Sosial

Banyak orang merasa perlu terlihat sukses meski belum sukses. Mereka membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan demi terlihat setara dengan orang lain. Ini membuat pengeluaran membengkak dan membuat masa depan dikorbankan demi citra sesaat.

Dengan menyadari bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh apa yang dipakai atau dimiliki, seseorang dapat menata ulang prioritas. Hidup sederhana bukan berarti miskin, tetapi memberi ruang agar keuangan bisa tumbuh secara stabil.

6. Karena Tidak Punya Dana Darurat

Ketika tidak ada dana darurat, setiap masalah kecil akan berubah menjadi krisis besar. Motor rusak, keluarga sakit, atau kehilangan pekerjaan dapat langsung menghancurkan finansial karena tidak ada penyangga.

Membangun dana darurat secara bertahap, bahkan mulai dari nominal kecil, memberikan rasa aman dan mengurangi stres. Dana darurat adalah jaring pelindung yang mencegah seseorang kembali jatuh ketika sedang berusaha naik.

7. Karena Tidak Pernah Berpikir Jangka Panjang

Banyak orang hidup hanya untuk bertahan hari ini. Mereka tidak memikirkan lima atau sepuluh tahun ke depan sehingga tidak pernah menyiapkan strategi. Hidup menjadi reaktif dan tidak terencana.

Dengan membuat tujuan jangka panjang, seseorang bisa mengambil keputusan yang lebih bijak seputar pekerjaan, pengeluaran, dan penggunaan waktu. Tujuan memberi arah. Tanpa arah, seseorang akan terus berputar di tempat meski energi habis dipakai bekerja.

__________
Kemiskinan bukan hanya soal kurangnya uang, tetapi sering tentang pola pikir dan kebiasaan yang salah. Kerja keras adalah bagian penting dari keberhasilan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Ketika seseorang mulai mengubah kebiasaan finansialnya, memperbaiki skill, dan mengalihkan fokus dari sekadar bertahan menuju pertumbuhan, hidupnya perlahan mulai berubah.

Tidak ada yang berubah dalam semalam, tetapi setiap langkah kecil membuka jalan menuju hidup yang lebih stabil dan layak diperjuangkan. Anda berhak keluar dari lingkaran yang sama, dan perjalanan itu bisa dimulai dari keputusan hari ini.
READ MORE - Kenapa Orang Tetap Miskin Meski Sudah Kerja Keras
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

Ada masa ketika menjadi orang baik terasa seperti kewajiban moral yang tidak boleh diganggu gugat. Kita diajarkan untuk membantu tanpa hitung-hitungan, mendengarkan tanpa mengeluh, dan menoleransi lebih banyak dari yang semestinya. Namun semakin dewasa seseorang, semakin ia menyadari bahwa kebaikan yang tidak dijaga batasnya justru berubah menjadi beban. Bukan karena kebaikan itu salah, tetapi karena ia diberikan kepada orang yang tidak tahu cara menghargainya.

Pada paragraf ini penting untuk menyebutkan sumber inspiratif yang menguatkan gagasan tersebut. Salah satunya adalah buku Boundaries karya Henry Cloud dan John Townsend yang menjelaskan bahwa tanpa batasan, seseorang dengan cepat kehabisan energi, harga diri, dan arah. Buku lain seperti The Courage to Be Disliked karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga juga menegaskan bahwa menyenangkan semua orang adalah ilusi yang tidak mungkin dicapai dan justru mematikan keaslian diri. Dari dua rujukan ini, jelas bahwa kebaikan butuh pagar agar tidak berubah menjadi perangkap bagi diri sendiri.

1. Karena Orang Akan Mengira Kamu Tidak Pernah Lelah

Ketika kamu selalu tampil sebagai sosok yang kuat dan siap membantu, banyak orang akan menganggap kamu tidak membutuhkan dukungan. Mereka lupa bahwa kamu juga manusia. Ini membuat kamu sering bekerja lebih keras dari seharusnya hanya untuk menjaga hubungan tetap harmonis. Dan lama-lama, batas energimu runtuh tanpa kamu sadari.

Di balik itu semua, kamu menyimpan kelelahan yang tidak kamu tunjukkan. Kamu belajar menahan cerita, menelan kecewa, dan terus berdiri untuk orang lain sementara duniamu sendiri berantakan. Kelelahan yang dipendam lama-lama berubah menjadi kepahitan. Ketika itu terjadi, kebaikanmu tidak lagi terasa tulus. Kamu menjadi baik karena takut melukai, bukan karena benar-benar ingin memberi.

2. Karena Kebaikan Tanpa Batas Mengundang Orang Memanfaatkannya

Tidak semua orang yang kamu bantu memiliki niat baik yang sama. Ada yang datang hanya ketika butuh, tetapi menghilang saat kamu meminta sedikit pengertian. Mereka melihatmu sebagai sumber daya, bukan sebagai manusia yang butuh dihargai. Ketika kamu tidak menetapkan batas, kamu membuka pintu selebar mungkin untuk orang-orang seperti ini.

Akibatnya, kamu terbiasa memberi lebih banyak daripada yang mampu kamu tanggung. Kamu merasa bersalah ketika menolak, dan merasa jahat ketika ingin istirahat. Padahal orang yang memanfaatkanmu tidak merasa buruk sedikit pun. Inilah mengapa batasan diperlukan. Bukan untuk menjadi egois, tetapi untuk melindungi diri dari hubungan yang tidak sehat.

3. Karena Kamu Diam-Diam Kehilangan Identitas

Ketika kamu terus menyesuaikan diri agar tidak mengecewakan orang lain, kamu perlahan kehilangan siapa dirimu sebenarnya. Kamu belajar untuk menyembunyikan pendapat, mengubah kebiasaan, bahkan mematikan kebutuhanmu sendiri. Semua dilakukan agar hubungan tetap aman.

Namun identitas yang disembunyikan terlalu lama akhirnya terasa asing. Kamu terbangun suatu hari dan tidak mengenali apa yang kamu suka, apa yang kamu inginkan, dan apa yang membuatmu merasa hidup. Kebaikan yang tidak dipagari bisa mengikis jati diri sampai kamu hanya menjadi versi yang diciptakan oleh ekspektasi orang lain.

4. Karena Kamu Jadi Sulit Mengatakan Tidak

Pada awalnya, kamu ingin menjadi orang yang membantu. Tetapi karena terlalu sering mengiyakan, kamu akhirnya kehilangan kemampuan untuk menolak. Tidak lagi punya ruang untuk diri sendiri. Setiap permintaan orang menjadi tugas wajib yang harus kamu penuhi.

Ketika kemampuan mengatakan tidak lenyap, kamu hidup dalam tekanan yang kamu buat sendiri. Kamu takut ditinggalkan jika membantah. Padahal penolakan adalah bentuk kejujuran. Menolak tidak membuatmu jahat. Menolak berarti kamu menjaga batas agar hubungan tetap sehat, bukan hubungan yang menguras habis energi.

5. Karena Kamu Lebih Mudah Disalahkan

Orang yang terlalu baik biasanya menjadi sasaran empuk ketika sesuatu berjalan salah. Mereka dianggap selalu bisa memahami, selalu mengalah, dan selalu bersabar. Akibatnya, ketika ada konflik, kamu yang dijadikan penyangga. Kamu meminta maaf lebih dulu meski bukan kamu yang salah.

Hal ini membuatmu terbiasa memikul tanggung jawab yang seharusnya dibagi. Kamu memikul kesalahan yang bukan milikmu hanya demi menjaga kedamaian. Lama-lama kemampuanmu membedakan batas dirimu dan orang lain menjadi kabur. Kamu bukan lagi baik, kamu menjadi korban dari kebiasaanmu sendiri.

6. Karena Kamu Menekan Emosi Demi Orang Lain

Menjadi terlalu baik membuatmu sering memendam marah, kecewa, dan sedih. Kamu percaya bahwa emosi negatif tidak boleh ditunjukkan karena takut dianggap merepotkan. Akibatnya, kamu tumbuh dengan pola mengabaikan perasaan sendiri demi kenyamanan orang lain.

Namun emosi yang ditekan terlalu lama akan mencari jalan keluar dengan cara yang tidak sehat. Ia bisa muncul sebagai kecemasan, ledakan marah, atau rasa rendah diri yang sulit hilang. Belajar menetapkan batas berarti memberi ruang bagi emosi untuk muncul dengan sehat, bukan membiarkannya menjadi racun di dalam diri.

7. Karena Kamu Menjauh dari Hidup yang Kamu Inginkan

Semakin sering kamu mendahulukan orang lain, semakin kamu menjauh dari jalan hidupmu sendiri. Kamu menghabiskan waktu pada hal-hal yang bukan prioritasmu. Kamu kehilangan kesempatan karena terlalu sibuk memenuhi harapan orang lain.

Ketika kamu akhirnya berhenti sejenak dan melihat jalanmu, kamu mungkin sadar bahwa kamu sudah terlalu jauh dari tujuan. Kebaikan yang diberikan secara berlebihan dapat mengalihkan fokus dari hidup yang seharusnya kamu bangun untuk dirimu sendiri. Dan tidak ada yang bisa mengembalikan waktu yang terbuang.

_________
Menjadi orang baik bukan masalah. Yang berbahaya adalah menjadi baik tanpa batasan yang jelas. Batasan adalah bentuk penghormatan pada diri sendiri. Dengan memasang batas yang sehat, kamu tetap bisa memberi, tetapi tidak kehilangan dirimu dalam prosesnya. Kebaikan yang tulus adalah kebaikan yang lahir dari energi yang cukup, dari hati yang tidak dipaksa, dan dari diri yang tidak kehilangan arah.
READ MORE - orang Baik Tanpa Batasan Membahayakan
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

7 Tips Membaca Sifat Asli Seseorang

Ada satu kebenaran yang tidak semua orang siap dengar: manusia jauh lebih bisa ditebak daripada yang mereka bayangkan. Psikologi sosial menunjukkan bahwa perilaku spontan jauh lebih jujur daripada kata kata yang direncanakan. Artinya, sifat asli seseorang tidak muncul dari apa yang mereka katakan, tetapi dari pola kecil yang terus berulang tanpa mereka sadari.

Dalam kehidupan sehari hari, kita sering tertipu oleh impresi awal. Seseorang bisa bersikap ramah pada pertemuan pertama, namun memperlihatkan ketidakpedulian di situasi lain. Justru momen sederhana seperti cara seseorang bereaksi saat marah, kecewa, atau ditegur, menunjukkan karakter yang sebenarnya. Jika kamu suka analisis mendalam seperti ini, kamu bisa bergabung di konten eksklusif Logika Filsuf untuk pembahasan yang lebih tajam dan terstruktur.

1. Perhatikan bagaimana mereka memperlakukan orang yang tidak bisa memberi keuntungan

Sifat asli sering terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan pelayan restoran, satpam, atau orang yang posisinya tidak lebih tinggi dari mereka. Di titik ini, topeng biasanya jatuh dan karakter sebenarnya muncul jelas. Orang yang tulus akan tetap sopan meski tidak mendapat apa pun, sementara orang manipulatif hanya ramah ketika ada keuntungan yang bisa diambil.

Contohnya ketika seseorang bersikap manis saat berbicara denganmu, tetapi ketus ketika berinteraksi dengan karyawan kasir. Dari sini kamu bisa menyimpulkan bahwa kebaikan mereka bersyarat. Jika orang seperti ini masuk ke dalam lingkaran dekatmu, besar kemungkinan kamu hanya dihargai selama bermanfaat.

2. Amati bagaimana mereka bereaksi terhadap batasanmu

Ketika kamu mengatakan tidak dan orang tersebut marah, merajuk, atau memanipulasi, itu tanda bahwa mereka tidak menghormatimu, hanya menyukai kendali. Reaksi terhadap batasan adalah tes paling cepat untuk membaca sifat seseorang. Orang dewasa yang matang akan menerima penolakan sebagai hal normal dalam relasi yang sehat.

Misalnya kamu menolak permintaan mereka karena sedang sibuk, lalu mereka mengatakan kamu tidak peduli. Pola ini menunjukkan bahwa kebutuhan mereka selalu ditempatkan di atas kebutuhanmu. Di titik ini kamu sedang berhadapan dengan seseorang yang tidak melihatmu sebagai individu, tetapi sebagai alat pemenuh kebutuhan.

3. Lihat bagaimana mereka bertindak saat tidak diawasi

Seseorang boleh saja terlihat disiplin di depan umum, tetapi sifat asli baru tampak ketika mereka tidak sedang dipantau. Konsistensi tindakan menggambarkan integritas. Jika perilaku mereka berubah total saat tidak ada yang melihat, kamu sedang mengamati seseorang yang hidup dalam dua wajah.

Contohnya seseorang yang memamerkan kesalehan di media sosial, tetapi memperlakukan orang terdekatnya dengan kasar. Informasi seperti ini mengungkapkan lebih banyak tentang karakter mereka dibandingkan seribu kata yang mereka ucapkan tentang moralitas.

4. Perhatikan bagaimana mereka menghadapi kritik kecil

Reaksi terhadap kritik menunjukkan kualitas kepribadian seseorang. Orang yang matang akan mempertimbangkan masukan meski tidak menyukainya, sementara orang yang rapuh akan langsung menyerang balik. Psikologi menyebut fenomena ini sebagai ego defensif yang berfungsi melindungi citra diri palsu.

Contohnya saat kamu mengoreksi kesalahan kecil, namun mereka langsung menyalahkan orang lain. Dari sini kamu bisa melihat bahwa mereka tidak punya kapasitas refleksi diri, sehingga relasi dengannya akan melelahkan dalam jangka panjang.

5. Lihat apa yang mereka lakukan ketika sedang marah

Emosi intens sering membuka identitas yang disembunyikan seseorang. Orang yang marah namun tetap memilih kata kata secara sadar menunjukkan kedewasaan. Sebaliknya, orang yang marah dengan merendahkan, menghina, atau mengungkit kelemahan orang lain sedang memperlihatkan karakter terdalamnya.

Misalnya seseorang mengucapkan hal hal jahat saat marah, lalu berkata itu hanya emosi. Padahal menurut psikologi emosi, kemarahan justru memperlihatkan isi kepala yang selama ini ditahan. Respons ini penting untuk kamu ingat saat menentukan apakah seseorang layak kamu percayai.

6. Amati apa yang mereka pilih ketika harus mengambil keputusan sulit

Keputusan yang tidak populer sering menjadi cermin moral seseorang. Orang yang memiliki karakter kuat akan tetap memilih hal yang benar meski tidak disukai banyak orang. Sementara orang yang karakternya lemah akan memilih jalan aman meski menyalahi nilai yang mereka ucapkan sendiri.

Contohnya saat mereka harus memilih antara jujur dan kehilangan keuntungan, atau berbohong demi kenyamanan. Keputusan seperti ini mengungkap apakah mereka hidup berdasarkan prinsip atau sekadar mengikuti kepentingan sesaat. Dari sini kamu bisa menilai kualitas moral mereka dengan lebih akurat.

7. Perhatikan pola kecil yang berulang

Seseorang bisa memalsukan sikapnya dalam beberapa interaksi, tetapi tidak dalam jangka panjang. Sifat asli selalu muncul melalui pola. Jika mereka sering menghindari tanggung jawab, merendahkan orang lain, atau berubah manis hanya saat membutuhkan sesuatu, pola ini adalah identitas mereka yang sebenarnya.

Contoh sederhana adalah teman yang selalu hadir saat butuh bantuan, namun hilang saat kamu membutuhkan. Sekali dua kali mungkin wajar, tetapi jika menjadi kebiasaan, di situlah karakter asli berada. Pola kecil seperti ini jauh lebih jujur daripada kesan ramah di permukaan.

Jika kamu pernah membaca sifat seseorang dari salah satu tanda ini, ceritakan di komentar. Bagikan juga supaya lebih banyak orang tidak lagi salah menilai karakter orang yang mereka biarkan masuk ke hidupnya.
READ MORE - 7 Tips Membaca Sifat Asli Seseorang
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

Tips Menjadi Guru Berwibawa (Tanpa Harus Galak)

1. Tegas di aturan, lembut di sikap
Wibawa lahir dari konsistensi. Aturan jelas sejak awal, ditegakkan dengan tenang—bukan emosi.

2. Ucapan sejalan dengan tindakan
Kalau guru minta disiplin tapi sering telat, wibawa langsung turun. Murid lebih cepat menilai dari contoh, bukan nasihat.

3. Kuasai kelas, bukan teriak di kelas
Kontrol kelas itu soal strategi: posisi berdiri, kontak mata, jeda bicara. Diam yang tepat kadang lebih “menampar” daripada marah.

4. Adil ke semua murid
Tidak pilih kasih, tidak membeda-bedakan. Murid sangat peka soal keadilan—di sinilah wibawa naik atau runtuh.

5. Tegur perilaku, bukan harga diri
Salah tetap ditegur, tapi jangan merendahkan. Murid yang dihargai justru lebih patuh.

6. Punya batas yang jelas
Ramah boleh, bercanda boleh, tapi tetap ada jarak profesional. Terlalu “akrab” tanpa batas sering bikin murid kurang hormat.

7. Percaya diri dengan peran sebagai guru
Tidak perlu merasa rendah di depan murid. Berdiri sebagai pendidik, bukan minta disukai.

8. Konsisten hari ini, besok, dan seterusnya
Wibawa bukan dibangun sehari. Tapi dari sikap yang sama, terus-menerus.

9. Tenang saat ditekan
Guru yang tidak mudah terpancing emosi justru terlihat lebih kuat di mata murid.

10. Tulus mendidik, bukan sekadar mengajar
Murid bisa merasakan mana guru yang peduli dan mana yang sekadar menggugurkan jam.

✨ Intinya:
Guru berwibawa itu bukan yang ditakuti, tapi dihormati. Ini bisa dicoba buat kita semua, mengajar yang benar2 butuh tenaga ekstra🥰
#guru #sekolah
READ MORE - Tips Menjadi Guru Berwibawa (Tanpa Harus Galak)
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

7 Tips Agar Kamu Disegani Orang 

Tidak semua orang yang baik itu disegani. Yang menarik, penelitian dalam psikologi sosial menunjukkan bahwa rasa hormat sering tumbuh bukan dari keramahan, tetapi dari konsistensi karakter. Orang lebih menghargai pribadi yang tegas, jujur, dan stabil dibanding pribadi yang ramah namun plin plan. Pola ini berjalan di berbagai budaya dan menjadi dasar mengapa sebagian orang tampak memiliki wibawa alami.

Di kehidupan sehari hari, kita sering melihat dua tipe manusia. Ada yang selalu berusaha menyenangkan semua orang, tetapi justru sering dianggap remeh. Ada pula yang tidak banyak bicara, namun ketika ia membuka mulut, semua orang mendengarkan. Contoh sederhana terlihat dalam lingkungan kerja. Seseorang yang mampu menjaga komitmen, bicara seperlunya, dan hadir tepat waktu biasanya lebih dihargai dibanding rekan kerja yang ramah tetapi tidak stabil. Di titik inilah wibawa terbentuk, bukan dari gaya, tetapi dari kedalaman karakter.

Berikut tujuh prinsip penting yang dapat membuatmu lebih disegani tanpa harus memaksa diri menjadi orang lain.

1. Konsisten pada apa yang kamu ucapkan

Rasa hormat muncul dari ketegasan seorang individu dalam memegang ucapannya. Orang yang jarang mengingkari komitmen menciptakan citra diri yang dapat dipercaya. Misalnya, jika kamu mengatakan akan menyelesaikan tugas hari ini, lalu benar benar melakukannya, orang akan melihatmu sebagai pribadi yang stabil. Dari konsistensi kecil seperti itu, wibawa perlahan tumbuh.

Konsistensi juga menunjukkan kedisiplinan internal. Ketika orang melihat kamu tetap teguh bahkan saat keadaan sulit, mereka mengukur kualitas mentalmu. Di titik inilah disegani bukan karena gaya bicara, tetapi karena ketegasan karakter.

2. Tenang dalam tekanan

Wibawa sering terlihat dari kemampuan seseorang mengatur emosi saat situasi memanas. Dalam kehidupan sehari hari, kita sering melihat orang yang panik saat ada masalah kecil. Itu langsung merusak citra diri. Sebaliknya, orang yang tetap tenang memberikan kesan mampu memegang kendali. Misalnya, ketika ada konflik keluarga, mereka yang berbicara pelan namun jelas jauh lebih didengar.

Ketika seseorang mampu menata pikiran dalam tekanan, ia mengirim sinyal bahwa ia matang secara emosional. Orang lain akan merasa aman berada di dekatnya. Inilah bentuk pengaruh yang tidak bisa dibeli dengan popularitas. Ketenangan memberi kamu ruang untuk berpikir jernih dan membuat keputusan yang lebih kuat.

3. Tidak berlebihan menjelaskan diri

Orang yang disegani biasanya tidak sibuk membela diri. Mereka memilih menjelaskan seperlunya lalu membiarkan tindakannya berbicara. Misalnya, jika kamu difitnah di tempat kerja, menjawab dengan panjang lebar justru membuatmu tampak goyah. Memberi klarifikasi yang singkat dan fokus justru membuatmu tampak kuat dan percaya diri.

Sikap tidak berlebihan dalam menjelaskan diri juga menciptakan batas tegas. Orang lain akan membaca sikapmu sebagai tanda bahwa kamu tidak perlu persetujuan dari siapa pun untuk menjaga harga dirimu. Wibawa tumbuh ketika kamu tidak sibuk mencari pembenaran, tetapi sibuk menunjukkan tindakan yang nyata.

4. Tegas pada batasan pribadi

Orang yang memiliki batasan jelas lebih dihormati dibanding orang yang selalu berkata iya. Misalnya, ketika seseorang meminta bantuan di luar kemampuanmu, kamu mengatakan tidak dengan tenang dan tanpa rasa bersalah. Ketegasan ini menunjukkan kamu menghargai waktumu. Orang lain akan memahami bahwa kamu bukan pribadi yang mudah dimanfaatkan.

Batasan yang sehat juga menjaga energi mental. Kamu tidak lagi kelelahan memenuhi kebutuhan semua orang. Akhirnya, kamu tampil sebagai pribadi yang kuat dan terfokus. Orang cenderung menghormati mereka yang tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap dirinya.

5. Sedikit bicara namun setiap kata memiliki bobot

Kata yang tak perlu justru merusak wibawa. Orang yang disegani memilih berbicara seperlunya, tetapi dengan isi yang jelas. Di lingkungan kerja, misalnya, seseorang yang tidak banyak berkomentar tetapi setiap ucapannya relevan akan dianggap lebih kompeten dibanding orang yang bicara terus tanpa arah.

Ketika kamu mampu menahan diri dari komentar sia sia, kamu memberi ruang kepada orang lain untuk membaca kualitasmu melalui ketenanganmu. Sikap ini membuat orang berpikir dua kali sebelum meremehkanmu. Kata yang singkat namun tepat lebih berpengaruh dibanding paragraf panjang yang tidak bermakna.

6. Berani menghadapi hal yang sulit

Wibawa tumbuh dari keberanian menghadapi persoalan yang dihindari banyak orang. Misalnya, berbicara jujur soal masalah yang mengganggu tim atau mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang kamu buat. Sikap ini menciptakan rasa hormat yang tidak bisa dipalsukan. Orang bisa melihat keberanianmu dalam tindakan nyata.

Keberanian menghadapi persoalan juga menunjukkan integritas. Orang lain akan percaya bahwa kamu bukan tipe yang lari dari kenyataan. Inilah alasan mengapa pribadi yang mau menghadapi hal sulit sering dijadikan pemimpin bahkan tanpa mereka memintanya.

7. Tidak mudah terguncang oleh opini orang lain

Pribadi yang disegani memiliki pusat gravitasi batin yang stabil. Mereka tidak sibuk memikirkan apa kata orang. Ketika kamu memiliki pendirian, kamu tidak gampang berubah hanya karena kritik atau pujian. Misalnya, ketika seseorang meremehkan tujuanmu, kamu tetap melangkah tanpa menjelaskan panjang lebar.

Ketika orang melihatmu tidak mudah digoyang oleh komentar luar, mereka justru lebih menghormatimu. Stabilitas menunjukkan bahwa kamu memiliki dasar berpikir yang kuat dan tidak membutuhkan validasi untuk merasa berharga. Wibawa tumbuh dari ketegasan batin semacam ini.

Menjadi pribadi yang disegani bukan urusan gaya bicara atau penampilan semata, tetapi urusan karakter. Ketika kamu konsisten, tenang, tegas, dan tidak mudah goyah, orang akan menghormatimu bahkan tanpa kamu meminta. Dari tujuh poin ini, menurutmu mana yang paling sulit kamu terapkan dan kenapa. Ceritakan di kolom komentar dan share agar lebih banyak orang bisa belajar dari materi ini.
READ MORE - 7 Tips Agar Kamu Disegani Orang
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Inilah Cara Menjadi Pribadi Yang Secara Alami Disegani Banyak Orang 


Ada orang yang ketika berbicara tidak perlu meninggikan suara, tetapi kata-katanya tetap didengar. Ada orang yang tidak memaksa dihormati, tetapi kehadirannya saja sudah memberi kesan wibawa. Menjadi pribadi yang disegani bukan soal penampilan semata, bukan pula soal jabatan atau harta, melainkan tentang kualitas diri yang tumbuh dari dalam. Kualitas yang dibentuk oleh cara seseorang berpikir, bersikap, dan memperlakukan orang lain, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Dalam berbagai buku pengembangan diri seperti How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie dan The 48 Laws of Power karya Robert Greene, dijelaskan bahwa wibawa muncul dari gabungan karakter, ketegasan, pengendalian diri, serta konsistensi tindakan. Bukan sesuatu yang lahir tiba-tiba, tapi berproses melalui cara seseorang memperbaiki dirinya hari demi hari. Karena itu, pribadi yang disegani bukan dilahirkan, tetapi dibentuk secara sadar.

Berikut langkah-langkah penting untuk membangun wibawa yang natural dan tidak dibuat-buat.

1. Pegang Prinsip Hidup yang Jelas

Orang yang disegani biasanya tidak goyah oleh pendapat atau tekanan sekitar. Mereka tahu apa yang mereka yakini dan mengapa mereka mempercayainya. Prinsip hidup yang jelas membuat seseorang tidak mudah terbawa arus, sekaligus memberi arah pada semua keputusannya. Ketika seseorang teguh pada nilainya, orang lain akan lebih mudah menaruh rasa hormat.

Prinsip yang kuat tidak berarti keras kepala. Ia justru memandu seseorang agar tetap lurus tanpa kehilangan fleksibilitas. Dengan prinsip, seseorang dapat berkata iya atau tidak dengan tenang, tanpa drama, tanpa perlu menjelaskan berlebihan. Dan justru ketenangan itulah yang membuat orang lain menghormatinya.

2. Jaga Perkataan Seperti Menjaga Harga Diri

Perkataan adalah cermin kualitas diri. Orang yang disegani tidak sembarangan bicara, tidak mengumbar janji, dan tidak menyebarkan drama. Kata-katanya ringkas, jelas, dan bertanggung jawab. Ketika ia berkata sesuatu, orang lain percaya karena sudah terbukti konsisten.

Menahan diri sebelum bicara adalah bentuk kecerdasan emosional. Dengan belajar memilih kata yang tepat, seseorang menghindari konflik yang tidak perlu dan mengurangi kesalahpahaman. Orang seperti ini tidak hanya dihormati, tetapi juga dianggap dewasa dan layak dijadikan tempat bertukar pikiran.

3. Tingkatkan Ketegasan Tanpa Menjadi Kasar

Banyak orang ingin disegani tetapi takut terlihat tegas. Padahal tegas tidak sama dengan keras. Ketegasan berarti mampu menetapkan batas, mengatakan tidak saat perlu, dan mengambil keputusan tanpa menunda terlalu lama. Orang yang tegas mengirim sinyal bahwa ia menghargai dirinya sendiri.

Dalam jangka panjang, ketegasan menciptakan rasa aman bagi orang lain. Mereka tahu batasannya jelas, komunikasinya lugas, dan tindakannya dapat diprediksi. Orang seperti ini tidak hanya disegani tetapi juga dipercaya, karena tidak mengajak orang lain masuk dalam kebingungan.

4. Latih Pengendalian Emosi dalam Situasi Sulit

Wibawa seseorang terlihat paling jelas ketika ia berada dalam tekanan. Orang yang mudah marah, mudah tersinggung, atau mudah meledak biasanya sulit disegani. Sebaliknya, orang yang tetap tenang dalam keadaan genting memancarkan rasa percaya diri yang kuat.

Pengendalian emosi bukan soal menahan amarah selamanya, melainkan kemampuan memilih respon yang tepat. Dengan melatih pernapasan, jeda sebelum bereaksi, dan membaca situasi dengan objektif, seseorang memberi ruang bagi logika untuk bekerja. Semakin matang emosinya, semakin besar wibawa yang terpancar tanpa perlu dipaksakan.

5. Bangun Reputasi Melalui Konsistensi

Tidak ada yang lebih disegani daripada orang yang bisa diandalkan. Konsistensi menciptakan reputasi yang tidak perlu diumumkan, tetapi dilihat dari tindakan berulang. Apa pun yang ia janjikan, ia realisasikan. Apa pun yang ia mulai, ia selesaikan.

Reputasi yang baik tidak lahir dari satu momen besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Orang lain menghargai seseorang karena apa yang ia lakukan secara berulang, bukan karena sekali dua kali tampil mengesankan. Konsistensi adalah bentuk wibawa paling sunyi namun paling kuat.

6. Perlakukan Orang Lain dengan Hormat, Tanpa Memilih-Milih

Orang yang benar-benar kuat tidak merasa perlu merendahkan siapa pun. Mereka menghormati orang dari berbagai lapisan, dari penjaga toko hingga pimpinan perusahaan. Sikap seperti ini menciptakan kesan bahwa dirinya stabil, tidak merasa terancam, dan memiliki empati yang matang.

Rasa hormat yang tulus akan kembali pada diri seseorang dalam bentuk kepercayaan dan penghargaan. Lingkungan akan memandangnya sebagai pribadi yang dewasa, bijaksana, dan layak dijadikan panutan. Inilah jenis wibawa yang tidak bisa dibeli ataupun dipaksakan.

7. Rawat Diri Secara Fisik, Mental, dan Intelegensi

Pribadi yang disegani adalah pribadi yang merawat dirinya dalam tiga aspek: tubuh, pikiran, dan wawasan. Postur yang rapi, kebiasaan membaca, dan kedewasaan emosi semuanya menyumbang pada kualitas diri secara keseluruhan. Perawatan diri bukan kesombongan, tetapi bentuk penghargaan terhadap hidup.

Semakin seseorang berkembang, semakin kuat energinya memengaruhi ruangan. Orang lain merasakan aura stabil, fokus, dan dewasa dari seseorang yang menjaga diri dengan baik. Dari sinilah wibawa natural tumbuh, tanpa perlu banyak bicara.

__________
Menjadi pribadi yang disegani tidak datang dari usaha untuk terlihat hebat, melainkan dari kesediaan untuk memperbesar diri di dalam. Seseorang dihormati bukan karena apa yang ia tunjukkan, tetapi karena apa yang ia lakukan terus menerus. Dan yang terpenting, wibawa sejati tidak perlu dipaksa. Ia tumbuh pelan-pelan, tapi pasti, dari karakter dan integritas.

Jika seseorang memperbaiki dirinya sedikit demi sedikit setiap hari, maka hormat dari orang lain akan datang tanpa harus diminta. Anda hanya perlu menjadi versi terbaik dari diri Anda sendiri, dengan cara yang konsisten, tenang, dan penuh kesadaran.
READ MORE - Inilah Cara Menjadi Pribadi Yang Secara Alami Disegani Banyak Orang
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

7 Ciri Kamu Adalah Seorang Pemimpin

Banyak orang ingin menjadi pemimpin, tetapi hanya sedikit yang benar benar memiliki kualitasnya. Yang mengejutkan, riset kepemimpinan modern menunjukkan bahwa sebagian besar pemimpin hebat tidak lahir dari jabatan, tetapi dari cara mereka berpikir dan merespons dunia. Pemimpin bukan sekadar orang yang berdiri di depan, melainkan orang yang membuat orang lain rela berjalan bersamanya.

Dalam kehidupan sehari hari, kita mengenal sosok yang tidak memiliki jabatan apa pun tetapi kehadirannya membuat suasana lebih terarah. Ketika ada masalah, orang lain secara spontan menoleh ke arahnya, menunggu reaksinya, dan mengikuti arahan tanpa diminta. Di lingkup keluarga, teman, atau pekerjaan, pola ini terus berulang. Ada orang yang menggerakkan, dan ada yang digerakkan. Kepemimpinan sejati terlihat dari tindakan kecil, bukan pidato besar.

Berikut tujuh ciri yang menandakan bahwa kemampuan memimpin sudah tumbuh dalam dirimu, meski kamu tidak menyadarinya.

1. Ketika situasi kacau, kamu yang orang lain cari

Pemimpin selalu terlihat dari caranya menghadapi kekacauan. Jika saat orang lain panik kamu justru tenang dan langsung memetakan masalah, itu tanda yang kuat. Misalnya ketika ada konflik di kantor, kamu tidak langsung emosional tetapi fokus mencari inti masalah. Orang melihat kemampuanmu mengatur suasana, bukan hanya mengatur orang.

Ketika kamu menjadi tempat bertanya saat situasi genting, itu berarti kehadiranmu memberi rasa aman bagi lingkungan. Inilah esensi kepemimpinan. Pada titik ini, kamu mungkin butuh memperdalam cara kerja pengaruh dan pengambilan keputusan.

2. Kamu dapat membaca dinamika emosi orang lain

Pemimpin tidak hanya mengatur strategi, tetapi juga memahami emosi manusia. Jika kamu mudah menangkap perubahan suasana hati orang di sekitarmu, itu kemampuan penting yang banyak orang tidak punya. Misalnya, kamu tahu kapan harus diam, kapan harus mendekati seseorang, dan kapan harus mundur sejenak.

Kemampuan membaca emosi membuatmu bisa meredam konflik sebelum membesar. Ini bukan sikap lembek tetapi bentuk kecerdasan sosial. Orang yang menguasai dinamika emosi memiliki keunggulan dalam memengaruhi tanpa memaksa. Kepemimpinan selalu lahir dari sensitivitas sebelum kekuatan.

3. Kamu berani mengambil keputusan sulit

Pemimpin tidak lari dari pilihan yang tidak menyenangkan. Jika kamu mampu berkata ya atau tidak tanpa takut kehilangan simpati, itu tandanya kamu punya fondasi mental kuat. Misalnya, kamu tahu kapan harus menolak permintaan teman yang tidak realistis meskipun kamu tahu ia akan kecewa.

Keputusan yang sulit biasanya menentukan arah masa depan sebuah kelompok. Ketika kamu berani mengambilnya, kamu sebenarnya sedang memikul tanggung jawab yang tidak semua orang sanggup menahan. Inilah salah satu ciri paling jelas dari pemimpin yang matang secara batin.

4. Kamu tidak butuh pengakuan untuk melakukan hal yang benar

Orang yang benar benar memimpin melakukan sesuatu karena itu penting, bukan karena ingin dipuji. Misalnya, kamu membantu tim menyelesaikan proyek tetapi tidak mencuri perhatian dengan menceritakan betapa besar kontribusimu. Kamu bekerja dalam diam, tetapi hasilnya berbicara sendiri.

Ketika motivasimu tidak bergantung pada validasi luar, orang lain melihatmu sebagai pribadi yang mandiri dan dapat dipercaya. Sikap ini membuat pengaruhmu jauh lebih kuat karena kamu tidak terlihat mencari keuntungan pribadi. Dari sini wibawa kepemimpinan tumbuh secara alami.

5. Kamu mampu menjaga energi mental orang di sekitarmu

Pemimpin yang baik tidak membuat orang lain merasa kecil. Ia membuat orang merasa mampu. Jika kamu sering menjadi tempat teman curhat karena mereka merasa lebih kuat setelah berbicara denganmu, itu tanda kamu memiliki kapasitas menenangkan. Misalnya, kamu tidak menghakimi, tetapi memberi perspektif jernih yang membuat orang lain melihat jalan keluarnya.

Kemampuan memberi energi seperti ini adalah inti kepemimpinan modern. Tidak semua orang bisa menjaga mental orang lain tanpa ikut habis. Jika kamu mampu, berarti kamu punya kedewasaan emosional yang sulit ditiru.

6. Kamu bertanggung jawab atas kesalahan

Pemimpin sejati berdiri paling depan ketika terjadi kesalahan, bukan ketika menerima pujian. Jika kamu punya kebiasaan mengakui kekeliruanmu tanpa drama dan berusaha memperbaikinya, itu tanda mentalitas kepemimpinan sudah mapan dalam dirimu. Misalnya, dalam proyek kelompok, kamu bersedia berkata bahwa rencanamu kurang tepat dan perlu revisi.

Ketika orang melihatmu bertanggung jawab, mereka mempercayaimu. Kepercayaan ini adalah modal utama seorang pemimpin. Tanpa itu, jabatan apa pun tidak akan berarti. Karakter yang berani mengakui kesalahan adalah pondasi kepemimpinan yang paling dihargai dalam tim.

7. Kamu mampu membuat orang lain tumbuh

Pemimpin bukan hanya memimpin tetapi membesarkan orang lain. Jika kamu sering memberi nasihat yang membuka perspektif baru, atau mendorong seseorang untuk mengambil langkah yang lebih baik, itu ciri kuat bahwa kamu memimpin secara alami. Misalnya, kamu menyarankan rekanmu mengambil kesempatan kerja yang sedang ia ragu ambil, dan ia akhirnya berhasil.

Kemampuan membantu orang bertumbuh tanpa merasa terancam oleh keberhasilan mereka adalah tanda pemimpin yang matang. Orang yang tumbuh bersama akan selalu menghargai sosok yang mendorongnya dari belakang.

Jika sebagian dari ciri ciri ini ada pada dirimu, jangan meremehkannya. Kepemimpinan bukan soal gelar, tetapi soal pengaruh dan kualitas tindakan. Dari tujuh ciri ini, mana yang paling kamu rasakan dalam dirimu dan mana yang ingin kamu kembangkan. Tulis di komentar dan bagikan materi ini agar lebih banyak orang bisa belajar mengenali kapasitas memimpin dalam dirinya.
READ MORE - 7 Ciri Kamu Adalah Seorang Pemimpin
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

🔥 USIA 40: TITIK BALIK HIDUP, BUKAN SEKADAR ANGKA! 🔥
Usia 40 bukan lagi tentang coba-coba.
Ini alarm dari langit
—saatnya berhenti lalai dan mulai sadar.

Kalau bukan sekarang berubah…
kapan lagi?

1️⃣ Kurangi makan berlebihan
➡️ Perbanyak puasa
Tubuh ini amanah, bukan tempat memuaskan nafsu.

2️⃣ Kurangi tidur tanpa tujuan
➡️ Bangun di sepertiga malam
Ada doa yang naik… dan tak pernah kembali kosong.

3️⃣ Kurangi bicara yang sia-sia
➡️ Perbanyak dzikir
Hati tenang lahir dari lisan yang terjaga.

4️⃣ Kurangi hidup bermewah-mewah
➡️ Perbanyak sedekah
Rezeki tak berkurang karena memberi—justru bertambah.

5️⃣ Kurangi pergaulan tanpa arah
➡️ Perbanyak muhasabah
Kadang menjauh bukan sombong, tapi menyelamatkan diri.

6️⃣ Kurangi mengeluh pada manusia
➡️ Perbanyak berdoa kepada Allah
Keluhan melelahkan. Doa menenangkan.

7️⃣ Kurangi mengejar dunia
➡️ Perbanyak bekal akhirat
Karena saat waktu habis…
hanya amal yang ikut pulang.

⚠️ USIA 40 BUKAN AKHIR, TAPI PERINGATAN.
Yang muda akan menyusul.
Yang lalai akan menyesal.

Mulai hari ini.
Perbaiki diri.
Dekatkan hati.

#info #tips
READ MORE - USIA 40: TITIK BALIK HIDUP, BUKAN SEKADAR ANGKA
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

SIKAP ORANG TUA SAAT MENGETAHUI ANAK DIHUKUM DI SEKOLAH

1. Tetap Tenang dan Tidak Reaktif  
   Orang tua perlu menahan emosi dan tidak langsung marah, baik kepada anak maupun pihak sekolah. Sikap tenang membantu masalah disikapi secara jernih.

2. Dengarkan Cerita Anak Terlebih Dahulu  
   Beri ruang anak untuk bercerita tanpa diinterogasi. Dengarkan dengan empati agar orang tua memahami situasi dari sudut pandang anak.

3. Validasi Perasaan Anak  
   Akui perasaan anak (sedih, takut, malu), namun tetap bedakan antara perasaan dan perilaku. Perasaan boleh diterima, perilaku tetap perlu dievaluasi.

4. Klarifikasi dengan Pihak Sekolah  
   Jika diperlukan, komunikasikan dengan guru atau sekolah secara sopan dan terbuka untuk mengetahui alasan dan bentuk hukuman yang diberikan.

5. Ajak Anak Refleksi, Bukan Menghakimi  
   Bantu anak memahami kesalahan dan mengajak berpikir tentang pilihan yang lebih baik di kemudian hari, tanpa memberi label negatif.

6. Hindari Mempermalukan atau Membandingkan  
   Jangan mempermalukan anak atau membandingkannya dengan anak lain karena dapat merusak kepercayaan diri dan hubungan emosional.

7. Tegas Namun Tetap Hangat  
   Jika anak bersalah, berikan ketegasan dengan cara yang mendidik, bukan hukuman emosional seperti bentakan atau ancaman.

8. Jadikan Sebagai Proses Belajar  
   Tekankan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, dan anak tetap dicintai meskipun melakukan kesalahan.

Pesan Utama:
"Orang tua berada di pihak anak, sekaligus membimbing anak untuk bertanggung jawab atas tindakannya."
READ MORE - SIKAP ORANG TUA SAAT MENGETAHUI ANAK DIHUKUM DI SEKOLAH
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

Hilangnya Keberkahan Ilmu Anak Karena Perilaku Buruk Orang Tua Terhadap Guru”

Kadang yang membuat anak sulit berkembang bukan karena kurang pintar, tapi karena hilangnya keberkahan dari sikap orang tuanya sendiri.

Saat guru dihina, diremehkan, atau dibantah di depan anak, pelajaran yang sebenarnya masuk bukanlah ilmu — melainkan kesombongan dan hilangnya adab.

Guru bukan makhluk sempurna, tapi mereka adalah perantara ilmu.

Jika orang tua merusak penghormatan anak pada guru, maka sebenarnya mereka juga sedang menutup pintu keberkahan ilmu bagi anaknya sendiri.

📖 Hormati guru, bukan karena mereka sempurna,
tapi karena dari merekalah ilmu menjadi bernilai.

#infopendidikan #guruindonesia #gurusd #HormatiGuru #KeberkahanIlmu
READ MORE - Hilangnya Keberkahan Ilmu Anak Karena Perilaku Buruk Orang Tua Terhadap Guru
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

Orang-Orang Tidak Bisa Mengambil Dari Kamu Itu Adalah :

1. Skill
2. Mindset
3. Attitude
4. Karakter

Skill Itu Hasil Dari Latihan Dan Pengalaman,
Mau Dicuripun Percuma Karena Hanya Kamu Yang Tahu Cara Mengasahnya .

Mindset Adalah Cara Berpikir Dan Itu Adalah Senjata Kamu,
Selama Kamu Terus Belajar Dan Berkembang Mindset Kamu Tetap Jadi Kekuatan Utama .

Attitude Adalah Sikap Yang Baik Datang Dari Kesadaran Diri Bukan Dari Sesuatu Yang Bisa Disebut Orang Lain,
Sikap Kamu Menentukan Bagaimana Dunia Merespons Kamu .

Karakter Itu Pondasi Diri Kamu,
Orang Lain Bisa Meniru Gaya Kamu Tapi Tidak Bisa Mengggantikan Siapa Diri Kamu Sebenarnya .

Ingat :

Tidak Perlu Menjadi Butiran Emas Untuk Di Sukai Oleh Banyak Orang .

Cukup Menjadi Butiran Beras Yang Di Butuhkan Oleh Banyak Orang .

#BelajarPintarDalamKecerdasan
#motivasihidupdankebaikan
READ MORE - Orang-Orang Tidak Bisa Mengambil Dari Kamu

My Bisnis Online & Offline (BP Grup)

Kategori

. Motivasi .Kab. Kuansing .Komunitas BP .Leader Sanggar Seni Kuantan Mekar .Mengulang Kaji .Pengenalan LMS .Sanggar Seni Kuantan Mekar (AI) (Kepala MAN 1 Kuantan Singingi (Kisah Nyata) 1.1.h. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.1 10 (SEPULUH) NASIHAT IMAM AS-SYAFI'I 10 Hal 10 KUNCI 𝟏𝟎 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝟏𝟎 pelajaran dari buku 𝐑𝐮𝐥𝐞𝐬 𝐎𝐟 𝐖𝐨𝐫𝐤 10 soal dan jawaban tentang sejarah musik dari era Renaisans hingga modern 13 CARA 13 kutipan 14 Album Dewa 19 (Full): Urutan dan Lagu Hits di Dalamnya! 17 Tahun ku menjalani biduk rumah tangga 2012 2023 2024 3 Bentuk Kesabaran Kepada Allah_Ustadz H. Suhelmon 3 Kunci Sukses 35 soal dan jawaban tentang musik pop 40 soal dan jawaban tentang musik tradisional dari berbagai daerah 40 soal dan jawaban tentang sejarah musik dari era Renaisans hingga modern. 48 Hukum Kekuatan 5 Aplikasi 5 cara menjadi orang Yang berwawasan Luas 5 𝙆𝙀𝙈𝘼𝙇𝘼𝙎𝘼𝙉 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝘽𝙀𝙍𝙈𝘼𝙉𝙁𝘼𝘼𝙏 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙈𝙀𝙉𝙄𝙆𝙈𝘼𝙏𝙄 𝙃𝙄𝘿𝙐𝙋 6 Amalan Yang di Sunnahkan Nabi SAW di Hari Idul Fithri 7 Basic manner dalam kehidupan sehari-hari 7 CARA MENJADI ORANG YANG DIPERHATIKAN SEMUA ORANG 7 TANDA BATINMU LELAH Agama Agama Islam Agen AI Aib Aisyah Akhir Zaman Akhirat Akhlak Akhlak Mulia Akreditasi Akrostik Aksi Nyata Aku Bangga Menjadi Guru Al Qur'an Alami Alat Musik Keyboad Allah Maha Baik Alumni Alumni Pondok Pesantren Alumni SMAN Pintar Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan Alumni STM/SMKN 1 Teluk Kuantan Amal Jariyah Amalan Pembuka Pintu Rezeki Amanah Amanat Amanat Upacara Anak Anak Anak Anak Anakku Anak Olah Raga ANAK PONDOK PESANTREN Anak Shaleh Anak Sholeh Anak Yatim Anak-Anakku Ane Ahira Aneh Angkatan 1 Anisa Skin Care Annisa Skin Care Anti Virus Arahan Arangger Aristoteles Arminareka Perdana Arrangger Artificial Intelligence Artikel artikel agama Artikel Agama Islam ARTIKEL ANNE AHIRA Artikel Bisnis Artikel Bisnis BP Artikel BP Artikel Budaya Positif Artikel Edukasi Artikel Islam Artikel Islami Artikel Kehidupan Artikel Keluarga Artikel Motivasi Artikel Musik Artikel Nasihat Artikel Pendidikan Artikel Psikologi Artikel Seni Asesmen Asesmen Pembelajaran Asli Attitude Award Ayah Ayah Edy Ayah Sholeh Ayahnda Azab Baca Baca Doa Bahagia Guru Bahan Ajar Bahan Ajar Seni Musik Bahan Ajar Seni Musik Modern: Eksplorasi Instrumen dan Kreativitas (Kelas XI) Bahan Ajar Seni Teater Bahasa Arab Sehari-Hari Bahasa Inggris Bahasa Jerman Baik Baitullah balada Band Bangga Banner Bapak BEBERAPA FAKTOR AGAR DO'A TERWUJUD Belajar Belajar Agama Belajar Agama Islam Belajar Bahasa Arab Belajar Bisnis Belajar Praktek Belgie Eye Belgie Pro Belgie Pro. Benai Benar Bendera Bengkalis Berbasis Teknologi Berbasis Teknologi Informasi Komputer Berita Berita Duka Berita Sekolah Berjamaah Berkah Berkah Berlimpah Berkarya Berkemajuan Berkualitas Bermanfaat Bernyanyi Bernyanyi Unisono Berpikir Positif Berpikiran Positif Bersabarlah Dalam Membina Biduk Rumah Tangga Bertabur Pahala Berteman Best Practice BGP Riau Bijak Bijak Merdia Sosial Bijaksana BIMTEK SENI Biografi Bisnis Bisnis BP Bisnis Dari Rumah Bisnis Kekinian Bisnis Online Bisnis Online Succes Bisnis Owner Bisnis Pasangan Bisnis Paten Bisnis Percepatan Bisnis Rumahan Bisnis Tanpa Ruko Blog Blogger blues BNN Kab. Kuansing BOCORAN ALGORITMA IG TERBARU BOS BP BP Grup BP Proaktif Brasic Pro Brassic Pro Britis Propolis British Propolis BROADCASTING Budaya Budaya Kuansing Budaya Menulis Bukan Konstruk Kurikulum Buku Buku Antologi Buku Berkualitas Buku Solo Bulan Ramadhan Bulan Ramadhan Adalah Bulan Membaca Al-qur'an dan Sedekah Bully Bullying Bunda Bupati Kuansing Bussiness Owner Leader Buya Yahya Calon Pengusaha Calon Pengusaha Pecinta Qur'an Candi Borobudur Cantik Cara Bernyanyi Menggunakan Diafragma Cara Memainkan CARA MENGHARGAI DIRI SENDIRI DI TAHUN 2025 Catatan Penting Cello Yenroza Putra Ceramah Ceramah Agama Ceramah Agama Islam Cerita Cerita Hikmah Cerita Islami Cerita Motivasi Ceritaku Certified CGP CGP 10 CGP A.10 CGP Angkatan 10 Cinta Cipta Lagu Cipta Puisi Ciptaan Ismail Marzuki Ciri-ciri ClassPoint Coach Coaching COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK Coffe Jenna Competence Composser Composser Arrangger Song Composser. Arrangger Computer Contoh CONTOH ADAB MEMELIHARA HARGA DIRI TETANGGA Corona Covid-19 Curiculum Vitae CV Dagang Dakwah dan Inovatif dan Mengenal Akor dan Rubrik pelaksanaan observasi kelas Kegiatan Pendahuluan dangdut Dari Bos Menjadi Partner”Dulu Dari Rumah Bisa Bisnis Daring Debat DEEP LEARNING Deep learning selalu dimulai dari surface learning Dejavu + Band dengan Dermawan Design Blog Design Kostum Dewasa di SMA diam Diam itu Emas Digital Digital Marketing Diklat Nasional Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kab. Kuantan Singingi Dinas Pendidikan Kuansing Disbud Par Kuansing DKC DKC Kuantan Tengah DKKS DMI Kuansing Doa Doa Anak Anak Doa Apresiasi Seni Doa Ibu Doa Istri Doa yang bisa di gunakan saat tawaf umrah 7 Keliling Doaku Doktor Dokumentasi Dosen Download Duka Dunia E-KIN E-KTP Educator Edukasi Edukasi Islam EKIN Ekspose Elly Risman Emak Enam Encore Enggan Sedekah Entrepreneur Entrepreneur BP Entrpreneur 𝐄𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐬𝐭𝐫𝐮𝐩𝐭𝐢𝐟! Etika Even Nasional Facebook Family BP Fasilitator Fast Class FB Festival Guru Film Pendek Filsafat Finish beribadah bukan 1 Syawal Fiqih FLS2N FLS2N SMA FLS2N SMA KUANSING FLS2N SMA/MA Fokus Formasi CPNS Formulir Pendaftaran Forum Guru Seni SMP SMA Provinsi Riau Forum Literasi Kuansing Founder BP Founder Madu Vicella Full Day Futsal Gadget Gaji Gambar Gelar Gembira Datangnya Ramadhan_Ustadz Lasmiadi Gerakan Literasi Kuansing Gerakan Subuh Berjamaah Gesit Digital Gitar Solo Google Green Teacher growth mindset Grup Band Grup Musik Kuansing Guru Guru Bahasa Inggris Guru Berkarya Guru Literasi Guru Literat Guru Menulis Guru Motivator Guru Musik Guru Pembelajar Guru Penggerak Guru Penggerak Inspirasi Negeri Guru Pengusaha Guru Penulis Guru Proaktif 𝐆𝐮𝐫𝐮 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐭𝐢𝐟 Guru Seni Budaya Guru Seni Musik Guruku Guruku Mulia Guruku Terbaik H. Sukarmis Habit Hadiah Tak Ternilai untuk Orang Tua: Menjaga Ketaatan pada Allah Haji Plus Halal Halal Mart Hang Nadim Happy Anivesary Happy Anniversary Harapan Hargai Hari Besar Hari Guru Nasional Hari Pertama Hari Ulang Tahun Pernikahan Harmonis Harta HARVARD UNIVERSITY Hati HATI DAN JIWA Hebat Herbal Hidup Sukses Hijrah Hikmah HNI Hoax HORMATI TETANGGA HPAI Hukum Humas Humas SMAN 1 Sentajo Raya Humas SMAN Pintar Hut HUT GURU HUT Pernikahan HUT RI Hutang Hymne Ibrah Ibu Idul Adha IG IGI iGI Riau IHT Ikatan Alumni Pascasarjana UM Sumbar di Kuansing Ikhlas IKTIKAF (Ibadah Khusus Tafakur pada Ilahi yang Khusyuk dan Fokus) Ilmiah Ilmu Ilmu Agama Ilmu Agama Islam Ilmu Pengetahuan Ilmu Pengetahuan Agama Ilmuwan Imam Al Gazali Imam Syafi'i Iman Imtaq Indah Indonesia Indonesia Pusaka Info Info Bisnis Info Indonesia Info Sekolah Inggris Inspirasi Inspiratif Ciptakan Instropeksi Instropeksi Diri Instrument Interaktif Inti dan Penutup Ippho Santosa IQRO' ISI Padangpanjang Islam Islam Agamaku Islami ISMUBA Isra Mi'raj ISTIDRAJ Istiqamah istri Rasulullah Istri Sholehah IT Jaga Anak Anak Jaga Kesehatan Jakarta JALUR JANGAN GAMPANG KAGUM Jangan Lelah Untuk Terus Berbuat Baik jazz Jembatan Merah Jembatan Merah Music Dance Course Jembatan Merah Shop JM 83 STUDIO JM Musik n Sport JM Studio JMMDC Juara Juara 1 Juara Design Juara SMAN Pintar Jujur Jurnal JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN Jurnal Refleksi Dwi Mingguan ke-7 Jurnalis Kab. Kuansing Kab.Kuansing Kabupaten Kuantan Singingi Kacang Lupa Kulitnya Kadis Pendidikan Kajian Kajian Ilmiah Islam Kakak Kandungku Tercinta Di Momen Lebaran Kalender/tahapan pengelolaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah tahun 2025 Kalimat Kampus Terbaik Di Sumatera Barat Kantor Perwakilan Teluk Kuantan Karakter Karya Karya Buku Karya Cipta Karya Literasi Karyaku Kata Kata KATA-KATA MOTIVASI YANG IDEALIS KATA-KATA UNTUKMU Kaya Kayuah Keagamaan Kebaikan Kecerdasan Kedewasaan Kegiatan Jum'at Kegiatan Keagamaan Kegiatan Seni Kegiatan SMAN Pintar Kehidupan KEHORMATAN Kejahatan Sekolah Kekayaan Hati Kelas Kelas X Kelas XI Kelas XII Keluarga Keluarga BP Keluarga Tercinta Keluargaku KEMERIAHAN MILAD KE 112 MUHAMMADIYAH di KUANTAN SiNGINGI: (*_Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua_*) Kemitraan KENAPA PEMUDA SEKARANG OGAH MAIN-MAIN KE MASJID ?? Kepala Sekolah Kepemipinan Kesehatan Keseruan dalam Pembelajaran Keteladanan Keterampilan Keterampilan Guru Ketua Ketua Kombel Kayuah Narsum BNN Kab. Kuansing Tentang Literasi Digital P4GN KH. Ahmad Dahlan Khatib Jumat Khutbah Jum'at Khutbah Jumat Kisah Kisah Hikmah Kisah Inspiratif Kisah Motivasi Kisah Nabi Kisah Nyata Kisah Para Alim Kisah Sukses Kisah Ulama Kisi Kisi Soal KISI KISI SOALSENI BUDAYA ASESMEN SUMATIF AKHIR JENJANG KELAS XII TAHUN 2024 Kolaborasi Kombel Kayuah SMAN 1 Sentajo Raya Komisi Budaya Islam Komite Komposser Arangger Komunitas Belajar Komunitas Bisnis Komunitas Bisnis BP Komunitas BP Komunitas BP MOST SBM Komunitas Guru Penggerak Provinsi Riau Komunitas Kuansing Komunitas MOST BP Komunitas Proaktif BP Komunitas Quizizz Riau Koneksi Antar Materi KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.3 Koordinator Kopdar Kopdar BP Kopi Kopi Rempah Koreksi Diri Kosmetik Herbal Kostum Tari Kota Padang Kota Taluk Kuantan Kuansing Kreatifitas Seni Kreatiftas Seni KS TV (KUANSING TV) KTP Elektronik Kualitas Kuansing Kuansing Maju Berkat Langkahmu Kuansing Terkini Kuantan Hilir Kuantan Mekar Kuantan Singingi Kuantan Singingi. Kuansing Kuantan Tanah Tumpah Kuantan Tengah Kuliah Daring Kuliah Online Kultum KUMPULAN LINK TUGAS LMS PMM CGP Kunci Kemajuan Kunci Sukses Kurator Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka Belajar kurikulum merdeka. Kursus Musik Kursus Tari Kutipan tentang membaca dan buku Labersa Waterpark Lagi Viral Lagu Guru Penggerak langkah LANGSUNG DARI HEAD OF INSTAGRAM Laporan Latihan LATIHAN SOAL KELAS X ASESMEN SUMATIF SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMA NEGERI SENTAJO RAYA LATIHAN SOAL KELAS XI ASESMEN SUMATIF SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMA NEGERI SENTAJO RAYA LATIHAN SOAL KELAS XII ASESMEN SUMATIF SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMA NEGERI SENTAJO RAYA LC. Leader Leadership Learning Daring Lebaran Lebih Dekat LELAH YANG DISUKAI ALLAH Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab Lembaga Seni Budaya Libur. LIPIA Lirik Lirik Lagu Lirik: Ronaldo Rozalino lisan Literasi Literasi Digital Literasi Digital dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dengan Keterkaitan Social Media LMS Logika Logo Lokakarya Lokakarya 7 Lomba Menulis Lomba Seni Musik Lomba Tari Kreasi Berkelompok LPMP Riau M.Pd M.Pd (Dosen UNIKS dan Pengurus MUI Kab. Kuansing) M.Pd_ Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau MA Madinah Madinah Al Munawarah Mading Online Madu Madu Asli Madu Hutan Madu Hutan Murni Madu Murni Madu Murni dan Asli Madu Vicella Majlis Ilmu Majlis Subuh Majlis Subuh_Karakter Ajaran Islam Makalah Makkah Al Mukaramah Mama Manajemen Manajemen Pertunjukan Mande Manfaat Manfaat Program Pendidikan Guru Penggerak Manganyam Manusia Marketing Mars Masa Anak-Anakku Masa Depan Masa Orientasi Siswa masjid Masjid Raya Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan Masjidil Haram Master BP Master Of Selling Master Selling Of Team Masyarakat Tanpa Riba Materi Materi ajar lengkap mengenai Manajemen Pertunjukan Seni untuk kelas XII SMAN 1 Sentajo Raya Materi Musik Vokal Materi Pembelajaran Materi Seni Budaya Materi tentang belajar vokal Maulid Nabi SAW Mawadah Media Media Inovatif di Media Sosial Mekah Mekkah Melayu Memaknai Pergantian Tahun 2024Sejauh Mana Aqidah Kita? Ust. Dr. Ahdanan Saleh Membaca Membangun Membuat Buku membuat Website mendidik menginput 3 Aspek perilaku Menjadi Guru Mentor 5 Benua Menulis Menulis Buku Menunda Merdeka Belajar MERDEKA MENGAJAR Mesjid MGMP Seni Budaya SMA MGMP Seni Budaya SMA Kab. Kuansing MGMP Seni Budaya SMA/SMK/MA se Riau MH Mid Semester Milyarder MIM Teluk Kuantan Minangkabau mindset Mindset Bisnis Mitos Mitra BP Mitra Ippho Santosa Model Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Mendalam Model Pendidikan Modul Modul 1.1 Modul 1.2 Modul 1.3 Modul 1.4 Modul 2.1 Modul 2.2 Modul 2.3 Modul 3.1 MODUL 3.2 Modul 3.3 Modul Ajar Manajemen Pertunjukan Seni Kelas XII SMAN 1 Sentajo Raya Modul Ajar Seni Musik Modern: Eksplorasi Instrumen dan Kreativitas Modul Ajar Seni Musik: Pengembangan Vokal Modul Projek Mompreneur MOS MOST MOST BP Mother Motivasi Motivasi Agama Motivasi Bisnis Motivasi Diri Motivasi Hidup Motivasi Islami Motivasi Kehidupan Motivasi Pendidikan Motivasi Sukses Motivator Motivator Literasi Motivator Literasi Edukasi Motivator Literation Motivpreneur Muanfik Mudah Muhammadiyah Muhammadiyah Gerakanku Muhammadiyah Kuansing Muhasabah Muhasabah Diri MUI MUI Kab. Kuantan Singingi) MUI Kuansing Muliakan Orang Tuamu Sebelum Terlambat Murid Musahabat Musibah Musik musik klasik Musik Rarak Godang Musik Tradisional Musik Vokal Musim Muslim Musyda Muhammdiyah MVKS Nabi Muhammad SAW Nafsu Narasumber Narkoba Nasihat Nasihat Agama Nasihat Diri Nasihat Kehidupan Nasional Negeri Kuantan Singingi New Normal Ngopi Paste Nilai Kebaikan Nilai Sebuah Botol _ Delfira Yusrila Dewi Non Akademik Non Copy Paste Notasi Obat Objek Olah Raga Olimpiade Sains Nasional Olimpiade Sains Nasional Kabupaten Olimpiade Sains Nasional Provinsi Ongky Hajanto Online Online Berbasis IT Optimalisasi Orang Bijak Orang Tua Orchestra Indonesia Orflame Oriflame Original OSIS OSN Otak Owner P4GN P4TK Seni Budaya P5 Pacu Jalur Paduan Suara Pagaleran Karya Seni Tari Pahala Pahala Khatam Al Qur’an di Bulan Ramadhan Pahala Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan Paham Pahami PAI PAKASERI PAKASERU PALSU Pameran Pameran Karya Seni Rupa Pandemi Panen Hasil Belajar Panen Karya PANPEL FLS2N SMA Panti Asuhan Papa Parenting Pariwiasata Pascasarjana Pascasarjana UM Sumatera Barat Pascasarjana UM Sumatra Barat Pascasarjanna Paskibraka Paskibraka 2010 Pawai Budaya PD Muhammadiyah Kuansing PDM Kuansing Pebisnis Pebisnis Indonesia Pecinta Shalawat Pedagang Pedagang BP PEDAGANG TEH TELUR YANG SERING KENA CIBIR ITU BERNAMA ENGKU RAOH Pekanbaru PELAJARAN BERULANG TENTANG CINTA DAN BENCI Pelatihan Musik Peluang Bisnis Peluang Usaha Peluang Usaha. Pemakmur Masjid PembaTIK 2023 Pembelajar Pembelajaran Pembelajaran Daring pembelajaran RPP/Modul Ajar Pembelajaran Tanpa Batas Pembina Pembinaan BP Pemburu Sertifikat Pemikiran Pemimpin pemimpin adalah bos. PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pemuda Pemula Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Pencerah Pencetak Pengusaha Pencinta Qur'an Pendekatan deep learning Pendidik Pendidik Penggiat Literasi Indonesia Pendidikan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Guru Penggerak Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 pendidikan sejati bukan hanya soal memberikan pengetahuan atau keterampilan intelektual PENDIRI MUHAMMADIYAH DAN BIOLA Penegak Penerbit Pengajar Praktik Pengalaman Pengawas Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid Pengembanga Diri Pengembangan Diri Pengembangan Kompetensi Pengenalan Alat Musik Keyboard Pengetahuan Pengetahuan dan Kebijaksnaan Penggiat Literasi Penggiat Literasi Kuansing Penggiat Tanpa Riba Penghargaan Penguatan Pengukuhan Pengumuman Pengurus Pengusah BP Pengusaha Pengusaha BP Pengusaha Indonesia Pengusaha Muslim Indonesia Pengusaha Muslim Sukses Pengusaha Sukses PENSIBU 2022 Pensiun Penulis Penulis Mega Best Seller Penyanyi Potensial Pepatah dari berbagai negara: Perguruan Tinggi Negeri Perjuangan Persahabatan PERSAUDARAAN KAKAK & ADIK Pertemanan Pertunjukan Pertunjukan Seni Perubahan Inilah Wajah baru Pengelolaan Kinerja di Aplikasi PMM ini terjadi mulai tanggal 1 Februari 2024 Peserta Didik PGP PGP Angkatan 10 PGRI PGRI Kuansing Photo Photograpy PIN PINTAR Pisah Sambut Plato PM PMM PNS PON Pondok Pesantren Pondok Pesantren Syafaaturrasul Putra 2 Pondok Pesantren Syafaaturrasul Putra 2 Teratak Portal Online Positif Thingking Postingan Pp Syafaaturrasul PPDB PPDB SMAN PINTAR 2013 PPPK Pps UMSB Praktik Baik Pramuka Prestasi Prestasi Seni Prestasi SMAN Pintar Prestasi SMAN Pintar 2011 Proaktif Proaktif Milyarder Produk Produktif Profesor Profil Profil Pelajar Pancasila (P5) Profil Singkat PROFIL SMAN FINTAR Program Program jangka pendek dan jangka panjang untuk wakil kesiswaan. Program jangka pendek dan jangka panjang yang dapat diterapkan oleh Wakil Kurikulum Program jangka pendek dan jangka panjang yang dapat diterapkan oleh Wakil Sarana Program yang berdampak_Program Guru Penggerak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) PROMOSI Prond Proses Provinsi Riau PSAJ Psikis Psikologi PT. Arminareka Perdana Puasa Publice Speaking Publikasi Puisi Purna Pustaka Pribadi Putra Budaya Indonesia 2024 Qouplepreneur Raimunas Raimunas 2023 Ramadhan Randai Rarak Godang Rasulullah Refleksi Regenerasi Tangguh reggae Rektor UM Sumatra Barat Religi Religius Rendah Hati Renungan Renungan Hidup RENUNGAN KEHIDUPAN Reseller Rezeki RHK Riau Riaupos Riba Riya rock Ronaldo Rozalino Ronaldo Rozalino. S.Sn. RPD RSUD Rumah Allah S S 2 S.Ag. S.Pd.I S.Pd.I. S.Sn. Sabar Sadari Sahabat Sahur Sakinah Sakit SALAH SATU PENYEBAB DIRIMU MERASA TIDAK BAHAGIA Sama Sambutan Sang Juara Sang Perintis Sanggar Seni Sanggar Seni Kuantan Mekar Sanggar Seni Kuantan Mekar - SSKM Sanggar Seni Kuantan Mekar (SSKM) Sanggar Seni Seraja Kuantan Sanggar Seni Seroja Sanggar Tari Santr Mandiri Santri Santri Berkarakter Santri Cerdas Santri Hebat Santri Keren Santri Mandiri Sarang Lebah Hutan Sastra Saudara SAYANGI ORANG TUAMU Sayyidah Aisyah SBM Sedekah Sejarah Sejarah SMKN 1 Teluk Kuantan Sejarah STM Sekolah Sekretaris Umum Semangat Seminar Seminar Bisnis Seminar BP Seminar Pendidikan Semoga Menginspirasi...! Pengalaman Bisnisku Sejak Tahun 2002 sampai sekarang (23 Tahun) seni Seni Budaya SENI BUDAYA ISLAM Seni Film Seni Musik Seni Musik Islami Seni Rupa Seni Sastra Seni Tari Seni Teater Senim] Seniman Senin Sentajo Raya SEO Sertifikat Shalat Shalat Subuh Shaleh SIFAT Silaturahiim Silaturahmi Sistem Bleanded Learning Siswa Siswa Baru SMAN Pintar Siswa SMAN Pintar SK SKP 2024 SMA SMA N 1 Sentajo Raya SMA Negeri 1 Sentajo Raya SMA Pintar SMAN 1 Sentajo Raya SMAN 1 Sentajo Raya Juara 1 SMAN 2 Teluk Kuantan SMAN Kuansing SMAN Pintar SMK Bisa SMK Hebat SMKN 1 Teluk Kuantan SMPN 2 Teluk Kuantan SMS Gratis SMS Ramadhan Sn. Soal Soal Latihan Soal Musik Social Media Society 5.0 Software Solusi Kesehatan Solusi Usaha SOMBONG Song Sosial Budaya Sosmed Sosok Spirit Spirit Kemajuan SSKM STM Stock Center Strategi Studio Musik Suami Suara Manusia Sukses Suku Minang Suku Minangkabau Sumatera Barat Sumber Digital Sunah Nabi Super Canggih Suplemen Kesehatan Surat Surat Keputusan SURGA Syair lagu Syiar Islam Tahajud TAHAN BANTING Tahun Baru TAKABUR Tanah Tanah Suci Tangga Lagu Tari Tauhid Tausiyah Tausiyah Agama Tausiyah Islam Modern Tausiyah Singkat Teacherpreneur Teacherpreuner Teeima Kasih BGP Riau teknik bernyanyi yang baik dan benar dan kenapa perlunya belajar vokal di kelas X SMA Teknik Vokal Teladan Teluik Kuantan Teluk Kuantan Tema. Baik Teman Tenaga Pendidik TENANG Tenis tentang Hidup Berkelanjutan Selaras dengan Alam Teratak Terima Kasih Terpilih Menjadi Guru Konten Riau Terus Maju Dalam Berusaha Thoyib THR Tiktok TINGKAT ISTIQOMAH TERSULIT Tips Tips Sehat Tips Trik TMII Toko TOKO JEMBATAN MERAH Toko Vicella Media Tokoh Mahasiswa TP. 2023/2024 Tradisi Kuansing Tradisional Trainer Treads Trik Tua Tugas Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wakil Humas SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wakil Kesiswaan SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau Tugas pokok dan fungsi guru piket di SMAN 1 Sentajo Raya Tugas Pokok Fungsi Tujuan Program Pendidikan Guru Penggerak Tulisan Tulisan Bisnis Tulisan Ippho Santosa Tulisanku tulus ikhlas Twitter Uang Uang Tambahan UAS Ucapan Ujian Nasional Ujian Semester Ulama Ulang Tahun Pernikahan UM Sumatera Barat Umroh Umroh & Haji Plus Umroh Haji Plus UMSB Unik Universitas Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Upacara Upacara Bendera Upacara Bendera Senin Usaha Usaha Sampingan Usia Usia Senja Ustadz Ustadz Dr. Hamdani Purba Ustadz H. Bahrul Aswandi Ustadz Lidus Yardi Ustadz PDM Muhammadiyah Vicella Madu Vicella Media Family Vicella Media Shop Video Video Pemanfaatan Quizizz Viola Viola Utari Putri Violino Ridho P Violino Ridho Putra Virual Virus Corona Visi Misi Vokal Vokal Solo Wabah Corona Warahmah Waspada Wawasan Webinar Webinar Nasional Weblog Website Wendi Abdillah WIKE JULIA Wisata Kuantan Singingi Wisata Riau Wisuda S2 Workshop Writerpreneur Writter Wrtitter yang Merdeka Yasinan Yayasan Yayasan Mesjid Raya Teluk Kuantan Yeyen Febrina YeyenFebrina Yogyakarta YouTube

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777

Blog Archive