Potret Jeda di Tengah Hidup yang Keras
"Aldian Syahmubara"
Di bawah cahaya malam yang tak sepenuhnya ramah, Mojo D’rock dan Aldhy GNN duduk berdampingan.
Aldhy—dengan topi yang meneduhkan kepala—menatap ke depan dengan raut tenang, sementara Mojo D’rock di sisinya hadir dengan ekspresi yang sama jujurnya: lelah, namun tak tumbang. Malam menjadi saksi bisu bagi dua sosok yang lebih sering bekerja dalam diam ketimbang berbicara dalam keramaian.
Tak ada pose yang dibuat-buat. Tak ada senyum yang dipaksakan. Yang tersisa hanyalah kehadiran—utuh dan apa adanya. Mereka duduk berdekatan, bukan karena ingin dilihat, melainkan karena sudah terbiasa berjalan seiring. Kebersamaan yang lahir dari proses panjang selalu tampak sederhana, namun justru di situlah letak kekuatannya.
Mojo D’rock adalah gambaran keteguhan: wajah yang menyimpan pengalaman, langkah yang telah melalui banyak persimpangan hidup. Sementara Aldhy GNN, dengan topi yang seolah menjadi penanda perjalanan, menghadirkan ketenangan orang yang paham bahwa hidup tak selalu perlu dipercepat—kadang cukup dijalani dengan konsisten.
Foto ini bukan sekadar dokumentasi dua orang. Ia adalah potret jeda. Jeda setelah hari-hari yang keras. Jeda bagi mereka yang memilih bertahan tanpa banyak keluhan. Dalam diam itu, ada solidaritas yang tak diucapkan, ada persahabatan yang tak memerlukan penjelasan panjang.
Di tengah gelap malam, Mojo D’rock dan Aldhy GNN menunjukkan bahwa terang tidak selalu datang dari sorotan. Kadang, terang hadir dari kesediaan untuk duduk bersama, berbagi lelah, dan tetap saling menguatkan—meski dunia tak sedang ramah.*(ald)

Posting Komentar
Komentar ya