Tantangan Zaman di Era Globalisasi
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
Sasaran: Santri Akhir (Kelas XII) Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Teluk Kuantan
Materi yang disusun secara sistematis untuk disampaikan kepada para santri kelas XII MA Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan.
Materi ini dirancang agar relevan dengan tema besar: "Baitul Arqam Sebagai Pilar Pembinaan Kader Muda Berjiwa Islami dan Berorientasi Global."
Materi: Tantangan Zaman di Era Globalisasi
Pemateri: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
Sasaran: Santri Akhir (Kelas XII) Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan
1. Pendahuluan: Memahami Wajah Globalisasi
Globalisasi bukan sekadar perdagangan bebas, melainkan hilangnya batas-batas negara melalui teknologi. Bagi santri, globalisasi adalah pedang bermata dua:
* Peluang: Dakwah tanpa batas, akses ilmu pengetahuan dunia, dan kolaborasi internasional.
* Ancaman: Sekularisme, konsumerisme, dan hilangnya identitas akhlak.
"Menjadi global bukan berarti menjadi Barat. Menjadi global berarti memiliki wawasan seluas dunia dengan kaki yang tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren."
2. Tantangan Utama Santri di Era Digital
Sebagai lulusan pesantren di tahun 2026, santri akan menghadapi tantangan berikut:
* Disrupsi Informasi: Banjir informasi (hoaks vs fakta) yang menguji daya kritis (tabayyun).
* Krisis Karakter: Budaya instan yang melemahkan daya juang dan kesabaran (sifat shabr).
* Kompetisi Global: Persaingan dunia kerja yang menuntut keahlian teknis (hard skills) sekaligus integritas (moral).
3. Strategi Menjadi Kader Berorientasi Global
Untuk menjawab tantangan di atas, santri KH. Ahmad Dahlan harus memiliki tiga pilar kekuatan:
A. Literasi dan Teknologi (Intellectual Strength)
Santri tidak boleh "gaptek". Menguasai bahasa asing (Arab & Inggris) serta teknologi digital adalah fardu kifayah untuk memenangkan persaingan global.
B. Karakter Berkemajuan (Strong Character)
Mengadopsi nilai-nilai Muhammadiyah yang inklusif, toleran, namun tetap teguh pada prinsip tauhid. Santri harus menjadi Problem Solver di masyarakat, bukan sekadar penonton.
C. Mentalitas Kemandirian (Self-Reliance)
Globalisasi menuntut kemandirian ekonomi dan pemikiran. Santri harus memiliki jiwa kewirausahaan dan kreativitas agar tidak mudah didikte oleh arus zaman.
4. Peran Santri sebagai Kader Muhammadiyah
Sesuai tujuan Baitul Arqam, santri setelah lulus harus menjadi:
* Pilar Dakwah: Membawa wajah Islam yang sejuk di media sosial dan lingkungan kampus.
* Agen Perubahan: Berani mengkritisi budaya global yang bertentangan dengan norma agama.
* Duta Pesantren: Menunjukkan bahwa lulusan pesantren mampu bersaing di universitas terbaik maupun di kancah internasional.
5. Pesan untuk Santri Akhir
Dunia di luar gerbang pondok sangatlah luas dan keras. Namun, dengan bekal ilmu yang didapat di Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan, kalian adalah "mutiara" yang siap menyinari kegelapan zaman.
"Jangan takut pada globalisasi, tapi takutlah jika kalian kehilangan jati diri sebagai santri di tengah arus globalisasi."

Menyemai Benih Kader, Menjemput Mentari Global: Baitul Arqam Santri Akhir Ponpes KH. Ahmad Dahlan
TELUK KUANTAN – Di bawah naungan langit Kuantan Singingi yang teduh, sebuah perjalanan spiritual dan intelektual segera bermula. Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan tengah bersiap menghantarkan para santri akhirnya—angkatan kelas VI—melewati gerbang pendewasaan melalui helat mulia bertajuk Baitul Arqam Santri Akhir.
Bukan sekadar rutinitas tahunan, kegiatan yang akan diselenggarakan pada 11 hingga 12 April 2026 ini merupakan kawah candradimuka terakhir bagi para santri sebelum mereka melangkah keluar menapaki dunia yang lebih luas. Mengusung tema besar “Baitul Arqam Sebagai Pilar Pembinaan Kader Muda Berjiwa Islami dan Berorientasi Global,” acara ini dirancang untuk menyatukan keteguhan iman dengan keluasan wawasan.
Zikir yang Mengakar, Pikir yang Melangit
Selama dua hari satu malam, suasana pondok akan dipenuhi dengan harmoni ibadah dan diskusi mendalam. Berdasarkan rundown acara yang telah disusun rapi, para santri akan menyelami berbagai materi esensial. Mulai dari penguatan ideologi Manhaj Tarjih hingga refleksi sejarah perjuangan KH. Ahmad Dahlan, semua disajikan untuk memastikan bahwa setiap lulusan memiliki akar tunggang yang kuat pada nilai-nilai Muhammadiyah.
Namun, Ponpes KH. Ahmad Dahlan sadar bahwa tantangan di luar pagar pesantren tidaklah ringan. Oleh karena itu, puncaknya pada hari Ahad, para santri akan diajak membedah materi mengenai “Tantangan Zaman di Era Globalisasi.” Sebuah pesan tersirat bahwa menjadi santri bukan berarti menutup diri, melainkan menjadi pelita yang mampu bersinar di tengah badai perubahan dunia.


Rangkaian Perjalanan Spiritual
* Penyucian Jiwa: Dimulai dengan Tahajud berjamaah di sepertiga malam terakhir, memohon restu Sang Khalik agar langkah kaki mereka selalu dalam hidayah-Nya.
* Penguatan Karakter: Melalui materi Kepemimpinan Organisasi dan Strategi Dakwah, santri dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pengikut, tetapi menjadi pemimpin masa depan yang beretika.
* Kebersamaan yang Hangat: Di sela-sela jadwal yang padat, tawa dalam olahraga bersama dan kehangatan santap siang menjadi momen perpisahan yang manis bagi santri yang telah bertahun-tahun menimba ilmu bersama.
Harapan dan Doa
Ketua Panitia, Adil Cahyadi, S.Pd, bersama Mudirul Ma’had, Ust. Febrian Albirri, Lc, menaruh harapan besar pada kegiatan ini. Melalui surat undangan yang penuh kerendahan hati, mereka mengundang para tokoh pendidik untuk hadir, bukan sekadar memberi materi, melainkan menitipkan secuil hikmah bagi generasi penerus.
Baitul Arqam ini adalah janji suci. Janji bahwa ketika mereka melangkah keluar dari aula pondok nanti, mereka tidak hanya membawa ijazah di tangan, tetapi juga membawa api semangat Ahmad Dahlan di dalam dada. Mereka adalah kader yang siap menjaga agama, sekaligus anak zaman yang siap menaklukkan dunia dengan akhlakul karimah.
Selamat berjuang, santri akhir! Teruslah tumbuh, karena dunia menanti sentuhan tangan-tangan tulusmu.
“Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”
Ditulis : Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Ketua Koordinator Media Info Guru Konten Kreator (GKK) Riau, Guru Penulis, Guru Penggerak A.10 Kuansing, Blogger, Motivator Literasi & Edukasi, Bisnis Owner Leader, Coach)
Semangat Kolaborasi dan Inovasi: MGMP Seni Budaya SMA/MA Kuansing Persiapkan FLS3N 2026
TELUK KUANTAN – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Aula MAN 1 Kuansing pada Senin, 6 April 2026. Para pendidik seni yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA/MA Kabupaten Kuantan Singingi berkumpul dalam pertemuan kedua tahun ini.
Agenda utama pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan pemantapan strategi menyambut ajang talenta bergengsi: Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026.
Guru Seni: Jiwa Dinamis dalam Wadah Kolaborasi
Acara dibuka dengan hangat oleh Yurmadalis, S.Sn., yang bertindak sebagai pembawa acara. Semangat para guru pun semakin terpompa lewat sambutan Kepala MAN 1 Kuansing, Elfarida . Beliau menekankan bahwa guru seni memiliki keunikan tersendiri.
"Guru Seni itu selalu ceria karena keilmuannya memiliki jiwa yang dinamis," ujar Elfarida. Beliau juga mengingatkan bahwa MGMP harus menjadi wadah kolaborasi untuk inovasi, terutama dalam menghadapi gaya belajar siswa zaman sekarang yang terus berubah.
Harapan besar digantungkan agar perwakilan dari Kuansing nantinya mampu berbicara banyak di tingkat Provinsi Riau hingga ke kancah Nasional.
Menuju FLS3N 2026: 29 April Jadi Hari Penentuan
Ketua MGMP Seni Budaya SMA/MA Kab. Kuansing, Pispian Rahman, S.Sn., M.Pd., memaparkan jadwal krusial terkait FLS3N. Mengingat tenggat waktu pengiriman SK Pemenang ke tingkat provinsi adalah 2 Mei 2026, maka pelaksanaan tingkat kabupaten dipadatkan secara efektif.
Pelaksanaan Lomba: 29 April 2026.
Lokasi: Direncanakan di SMKN 2 Teluk Kuantan.
Target Peserta: 33 SMA se-Kabupaten Kuansing.
"Ada 16 bidang lomba yang akan kita gelar. Meski di tingkat provinsi mungkin hanya meminta beberapa bidang, kita tetap berkomitmen memberikan ruang kreativitas seluas-luasnya bagi seluruh siswa di Kuansing," tegas Pispian.
Bedah Juknis: Menumbuhkan Karakter Lewat Seni
Berdasarkan hasil diskusi MGMP, terdapat beberapa poin penting dalam Juknis FLS3N 2026 tingkat kabupaten yang perlu diperhatikan oleh sekolah dan calon peserta:
Tema Besar: "Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya."
Highlight Bidang Lomba:Instrumen Solo Gitar: Memainkan karya aransemen lagu daerah Riau (Kuansing, Kampar, Bengkalis, dll).
Menyanyi Solo: Pilihan lagu hits seperti karya Judika, Glenn Fredly, hingga Lyodra.
Desain Poster: Fokus pada tema "Menciptakan Ruang Bermain Digital yang Aman bagi Remaja".
Film Pendek: Menantang kreativitas siswa membuat karya langsung di lokasi lomba selama 7 jam.
Kriya: Fokus pada pengembangan produk interior/dekoratif dengan kesiapan bahan 30% dari rumah.
Pertemuan yang berlangsung hingga siang hari ini menjadi bukti nyata bahwa guru-guru seni di Kuansing tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi arsitek di balik panggung prestasi siswa.
Reportase oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Guru ASN Seni Budaya SMAN 1 Sentajo Raya & Ketua Forum Literasi Kuansing)

Mahakarya Kolosal di Sentajo Raya: Pesona Tari Cahaya Illahi Getarkan Pembukaan MTQ 2013
SENTAJO RAYA — Di bawah lembayung senja yang menyapu cakrawala Kuantan Singingi, sebuah harmoni tercipta bukan dari sekadar suara, melainkan dari ketukan hati dan derap langkah seratus dua puluh jiwa muda.
Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2013 di Kecamatan Sentajo Raya tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan sebuah panggung bagi “Tari Cahaya Illahi”—sebuah persembahan kolosal yang menggetarkan sukma.

Menenun Cahaya dalam Gerak dan Nada
Ketika cahaya lampu mulai berpendar, suasana hening seketika. Di tengah lapangan yang menjadi saksi bisu, 120 siswa dari berbagai SMP, MTS, dan SMA se-Kecamatan Sentajo Raya bergerak bak ombak yang tenang namun bertenaga. Di bawah tangan dingin Yeyen Febrina, S.Sn, sang koreografer, setiap jengkal gerak tak hanya sekadar tarian; ia adalah metafora pencarian manusia akan sinar Sang Pencipta.

Langkah-langkah gemulai para penari seolah bercerita tentang perjalanan ruhani—dari kegelapan menuju benderangnya hidayah. Tak hanya visual yang memanjakan mata, telinga pengunjung pun dibuai oleh gubahan musik yang megah sekaligus syahdu.
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd, sang konseptor sekaligus komposer, berhasil merajut untaian nada yang menyayat namun membangkitkan semangat. Kolaborasi antara musisi profesional dari Komunitas Sanggar Seni Kuantan Mekar dengan sepuluh siswa berbakat dari SMAN 1 Sentajo Raya melahirkan simfoni yang mengiringi setiap napas tarian tersebut.

Gotong Royong dalam Balutan Seni
Keberhasilan pementasan ini merupakan buah dari pohon kerja keras yang ditanam bersama. Di balik megahnya kostum dan riasan yang memukau, ada sentuhan tangan-tangan terampil para Guru SMAN 1 Sentajo Raya yang berperan sebagai penata rias. Mereka tidak hanya memoles wajah, tetapi memoles kepercayaan diri para generasi muda ini untuk tampil sempurna.

“Ini bukan hanya tentang tarian masal, tapi tentang bagaimana kita menyatukan energi anak muda untuk mencintai seni dan agama dalam satu tarikan napas,” ungkap salah seorang panitia di sela acara.
Dukungan penuh dari Camat Sentajo Raya selaku penanggung jawab, serta bimbingan dari Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, menjadi pilar utama yang memastikan “Cahaya Illahi” tidak redup diterpa kendala teknis.
Makna yang Tertinggal
Malam itu, Sentajo Raya tidak hanya menjadi tuan rumah bagi para qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi saksi bagaimana seni mampu menjadi jembatan menuju langit. Tari Cahaya Illahi telah meninggalkan jejak mendalam di hati para penonton.

Ia mengingatkan kita bahwa di tanah Kuantan yang kaya akan tradisi, napas Islami senantiasa menyatu dalam gerak kebudayaan. Saat tarian berakhir dan para penari bersimpuh, ada sebuah pesan bisu yang tertinggal di udara: bahwa sejauh apa pun manusia melangkah, pada akhirnya kita semua merindukan pelukan Cahaya Illahi yang abadi.

Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Composser & Arranger, Teacher Content Creator, Writer, Motivator, Bisnis Owner Leader, Blogger, Teacher Music, Instructur Music, Coach)
Merajut Ukhuwah di Gerbang SatuMu: Kala Syawal Memanggil Langkah Kader Riau_Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, Keluarga Besar Muhammadiyah Riau
PEKANBARU – Di bawah naungan langit Syawal 1447 H yang masih menyisakan wangi fitri, sebuah simfoni pergerakan sedang dirajut oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau. Bukan sekadar pertemuan rutin, agenda bertajuk "Silaturahim Syawal dan Sosialisasi SatuMu" yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ini menjadi sebuah manifesto tentang bagaimana iman dan teknologi berjalan beriringan.
Panggilan Pulang ke Rumah Besar Persyarikatan
Surat bernomor 077/II.0/A/2026 itu bukan sekadar tumpukan kertas dan tinta. Ia adalah "undangan rindu" bagi para pejuang di daerah (PDM) dan cabang (PCM) se-Provinsi Riau. Di tengah kesibukan duniawi, PWM Riau memanggil para nahkoda umat untuk sejenak melingkar, mempererat simpul persaudaraan yang mungkin sempat merenggang oleh jarak.
Gaya bahasa sastra yang tersirat dalam pertemuan ini adalah tentang tajdid (pembaruan).
Muhammadiyah Riau tidak hanya ingin bernostalgia dengan kejayaan masa lalu, tetapi sedang membangun jembatan masa depan melalui SatuMu (Sistem Informasi Terpadu Muhammadiyah), khususnya Modul Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM). Ini adalah langkah digital yang suci—memastikan setiap aset, ranting, dan kader terdata dalam satu nafas koordinasi yang rapi.
Langkah Serempak dari Pelosok Negeri
Denting antusiasme terdengar nyaring dari Kuantan Singingi (Kuansing). Jarak yang membentang dari Pucuk Rantau hingga Singingi Hilir tak menyurutkan langkah para kader. Dari catatan perjalanan yang diterima, rombongan-rombongan kecil mulai bergerak membelah aspal menuju Ibu Kota Provinsi.
Di dalam mobil Pak Anizar (PCM Pucuk Rantau), semangat itu membara bersama Pak Mawardi, Pak Syafri Said, Pak Maisir, dan Mukhlis.
Sementara itu, Mas Tarsupon membawa rombongan yang tak kalah takzim, membawa nama-nama seperti Pak Indra Sukri hingga sang pemuda, M. Rizki Lazuardi.
Ada keindahan dalam daftar nama tersebut; sebuah potret tentang kesetiaan. Mereka adalah orang-orang yang rela meninggalkan kenyamanan rumah demi sebuah frasa: Nashrun minallah wafathun qarieb (Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat).
Filosofi Gerakan: Antara Langit dan Bumi
Dalam paparan materi yang disiapkan, terungkap filosofi mendalam melalui McKinsey 7-S Model yang diadaptasi secara syar'i. Muhammadiyah diingatkan bahwa organisasi yang efektif bukan hanya soal struktur yang kokoh (Hard Elements), tetapi juga tentang ruh, nilai-nilai ideologis, dan kepemimpinan yang aktif (Soft Elements).
"Persyarikatan dan AUM harus sehat dan maju. Inovasi tiada henti, karena haram hukumnya masuk ke zona nyaman," demikian pesan kuat yang tersirat dalam materi sosialisasi tersebut.
Sebuah Harapan yang Bertaut
Silaturahim kali ini bukan sekadar jabat tangan dan santap siang bersama. Ini adalah momen refleksi. Seperti ilustrasi anak panah yang bergerak searah (fokus), Muhammadiyah Riau sedang menyatukan energi.
Di tengah tantangan zaman yang kian menderu, SatuMu menjadi alat perjuangan agar dakwah ini tidak tercerai-berai.
Bagi para peserta yang telah tiba lebih dulu di Pekanbaru, seperti Guspan dari PCM Lubuk Jambi dan Argeonerta Lisva, udara Pekanbaru sore ini terasa berbeda. Ada beban amanah yang mulia, namun terasa ringan karena dipikul bersama-sama.
Syawal kali ini adalah saksi, bahwa di tanah Lancang Kuning, matahari Muhammadiyah tidak pernah terbenam. Ia terus bersinar, mendigitalisasi dakwah tanpa kehilangan marwah.
Catatan: Kegiatan dilaksanakan pada 4-5 April 2026, berlokasi di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau.
Penulis: Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Konten Kreator (GKK) Riau, Blogger, Guru Penulis, Bisnis Owner Leader, Coach)
My Bisnis Online & Offline (BP Grup)
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...13 tahun yang lalu
-
