
Menyemai Benih Kader, Menjemput Mentari Global: Baitul Arqam Santri Akhir Ponpes KH. Ahmad Dahlan
TELUK KUANTAN – Di bawah naungan langit Kuantan Singingi yang teduh, sebuah perjalanan spiritual dan intelektual segera bermula. Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan tengah bersiap menghantarkan para santri akhirnya—angkatan kelas VI—melewati gerbang pendewasaan melalui helat mulia bertajuk Baitul Arqam Santri Akhir.
Bukan sekadar rutinitas tahunan, kegiatan yang akan diselenggarakan pada 11 hingga 12 April 2026 ini merupakan kawah candradimuka terakhir bagi para santri sebelum mereka melangkah keluar menapaki dunia yang lebih luas. Mengusung tema besar “Baitul Arqam Sebagai Pilar Pembinaan Kader Muda Berjiwa Islami dan Berorientasi Global,” acara ini dirancang untuk menyatukan keteguhan iman dengan keluasan wawasan.
Zikir yang Mengakar, Pikir yang Melangit
Selama dua hari satu malam, suasana pondok akan dipenuhi dengan harmoni ibadah dan diskusi mendalam. Berdasarkan rundown acara yang telah disusun rapi, para santri akan menyelami berbagai materi esensial. Mulai dari penguatan ideologi Manhaj Tarjih hingga refleksi sejarah perjuangan KH. Ahmad Dahlan, semua disajikan untuk memastikan bahwa setiap lulusan memiliki akar tunggang yang kuat pada nilai-nilai Muhammadiyah.
Namun, Ponpes KH. Ahmad Dahlan sadar bahwa tantangan di luar pagar pesantren tidaklah ringan. Oleh karena itu, puncaknya pada hari Ahad, para santri akan diajak membedah materi mengenai “Tantangan Zaman di Era Globalisasi.” Sebuah pesan tersirat bahwa menjadi santri bukan berarti menutup diri, melainkan menjadi pelita yang mampu bersinar di tengah badai perubahan dunia.


Rangkaian Perjalanan Spiritual
* Penyucian Jiwa: Dimulai dengan Tahajud berjamaah di sepertiga malam terakhir, memohon restu Sang Khalik agar langkah kaki mereka selalu dalam hidayah-Nya.
* Penguatan Karakter: Melalui materi Kepemimpinan Organisasi dan Strategi Dakwah, santri dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pengikut, tetapi menjadi pemimpin masa depan yang beretika.
* Kebersamaan yang Hangat: Di sela-sela jadwal yang padat, tawa dalam olahraga bersama dan kehangatan santap siang menjadi momen perpisahan yang manis bagi santri yang telah bertahun-tahun menimba ilmu bersama.
Harapan dan Doa
Ketua Panitia, Adil Cahyadi, S.Pd, bersama Mudirul Ma’had, Ust. Febrian Albirri, Lc, menaruh harapan besar pada kegiatan ini. Melalui surat undangan yang penuh kerendahan hati, mereka mengundang para tokoh pendidik untuk hadir, bukan sekadar memberi materi, melainkan menitipkan secuil hikmah bagi generasi penerus.
Baitul Arqam ini adalah janji suci. Janji bahwa ketika mereka melangkah keluar dari aula pondok nanti, mereka tidak hanya membawa ijazah di tangan, tetapi juga membawa api semangat Ahmad Dahlan di dalam dada. Mereka adalah kader yang siap menjaga agama, sekaligus anak zaman yang siap menaklukkan dunia dengan akhlakul karimah.
Selamat berjuang, santri akhir! Teruslah tumbuh, karena dunia menanti sentuhan tangan-tangan tulusmu.
“Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”
Ditulis : Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Ketua Koordinator Media Info Guru Konten Kreator (GKK) Riau, Guru Penulis, Guru Penggerak A.10 Kuansing, Blogger, Motivator Literasi & Edukasi, Bisnis Owner Leader, Coach)
