Semangat Kolaborasi dan Inovasi: MGMP Seni Budaya SMA/MA Kuansing Persiapkan FLS3N 2026
TELUK KUANTAN – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Aula MAN 1 Kuansing pada Senin, 6 April 2026. Para pendidik seni yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA/MA Kabupaten Kuantan Singingi berkumpul dalam pertemuan kedua tahun ini.
Agenda utama pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan pemantapan strategi menyambut ajang talenta bergengsi: Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026.
Guru Seni: Jiwa Dinamis dalam Wadah Kolaborasi
Acara dibuka dengan hangat oleh Yurmadalis, S.Sn., yang bertindak sebagai pembawa acara. Semangat para guru pun semakin terpompa lewat sambutan Kepala MAN 1 Kuansing, Elfarida . Beliau menekankan bahwa guru seni memiliki keunikan tersendiri.
"Guru Seni itu selalu ceria karena keilmuannya memiliki jiwa yang dinamis," ujar Elfarida. Beliau juga mengingatkan bahwa MGMP harus menjadi wadah kolaborasi untuk inovasi, terutama dalam menghadapi gaya belajar siswa zaman sekarang yang terus berubah.
Harapan besar digantungkan agar perwakilan dari Kuansing nantinya mampu berbicara banyak di tingkat Provinsi Riau hingga ke kancah Nasional.
Menuju FLS3N 2026: 29 April Jadi Hari Penentuan
Ketua MGMP Seni Budaya SMA/MA Kab. Kuansing, Pispian Rahman, S.Sn., M.Pd., memaparkan jadwal krusial terkait FLS3N. Mengingat tenggat waktu pengiriman SK Pemenang ke tingkat provinsi adalah 2 Mei 2026, maka pelaksanaan tingkat kabupaten dipadatkan secara efektif.
Pelaksanaan Lomba: 29 April 2026.
Lokasi: Direncanakan di SMKN 2 Teluk Kuantan.
Target Peserta: 33 SMA se-Kabupaten Kuansing.
"Ada 16 bidang lomba yang akan kita gelar. Meski di tingkat provinsi mungkin hanya meminta beberapa bidang, kita tetap berkomitmen memberikan ruang kreativitas seluas-luasnya bagi seluruh siswa di Kuansing," tegas Pispian.
Bedah Juknis: Menumbuhkan Karakter Lewat Seni
Berdasarkan hasil diskusi MGMP, terdapat beberapa poin penting dalam Juknis FLS3N 2026 tingkat kabupaten yang perlu diperhatikan oleh sekolah dan calon peserta:
Tema Besar: "Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya."
Highlight Bidang Lomba:Instrumen Solo Gitar: Memainkan karya aransemen lagu daerah Riau (Kuansing, Kampar, Bengkalis, dll).
Menyanyi Solo: Pilihan lagu hits seperti karya Judika, Glenn Fredly, hingga Lyodra.
Desain Poster: Fokus pada tema "Menciptakan Ruang Bermain Digital yang Aman bagi Remaja".
Film Pendek: Menantang kreativitas siswa membuat karya langsung di lokasi lomba selama 7 jam.
Kriya: Fokus pada pengembangan produk interior/dekoratif dengan kesiapan bahan 30% dari rumah.
Pertemuan yang berlangsung hingga siang hari ini menjadi bukti nyata bahwa guru-guru seni di Kuansing tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi arsitek di balik panggung prestasi siswa.
Reportase oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Guru ASN Seni Budaya SMAN 1 Sentajo Raya & Ketua Forum Literasi Kuansing)

Posting Komentar
Komentar ya