

Membasuh Negeri dengan Literasi: Menanam Benih “Cinta, Bangga, Paham” Rupiah di Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU – Di bawah naungan langit Riau yang menyimpan sejarah panjang kemegahan Kesultanan Siak, sebuah langkah nyata untuk menjaga kedaulatan bangsa kini tengah dirajut. Melalui program bertajuk “Riau Bertuah” (Berikan Literasi Uang Rupiah), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau bersama Bank Indonesia bersinergi menyemai benih edukasi bagi para pahlawan tanpa tanda jasa.
Bukan sekadar deretan angka di atas kertas, uang Rupiah adalah simbol kedaulatan, jati diri, dan pemersatu bangsa yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Melalui pendekatan Training of Trainers (ToT), kegiatan ini dirancang untuk melahirkan para Fasilitator Daerah yang kompeten, membawa misi suci mengenalkan filosofi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Perjamuan Ilmu di Jantung Kota Bertuah
Gemuruh semangat itu akan bermuara di Hotel Pangeran Pekanbaru. Selama lima hari, mulai dari Minggu hingga Kamis (12–16 April 2026), sebanyak 59 pendidik pilihan dari berbagai pelosok kabupaten dan kota di Riau akan berkumpul. Mereka datang membawa satu tekad: memastikan bahwa setiap anak didik di Bumi Melayu kelak tak hanya memegang Rupiah dengan tangan, tapi juga menjaganya dengan hati.
Kepala BGTK Provinsi Riau, Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd., dalam surat undangannya menegaskan bahwa agenda ini adalah upaya masif untuk memperluas literasi keuangan, termasuk adaptasi terhadap era digital melalui QRIS dan pentingnya Pelindungan Konsumen (PEKA).
Menenun Masa Depan Melalui Jari Guru
Salah satu sosok yang turut sebagai peserta dalam kegiatan ini adalah Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., seorang pendidik dari SMAN 1 Sentajo Raya, yang dikenal sebagai pegiat literasi dan konten kreator. Kehadiran para guru seperti beliau menjadi jembatan estetis antara kebijakan moneter yang kaku dengan dunia pendidikan yang penuh warna.
Dari Kuansing juga ikut sebagai peserta yang mengikuti Delva Gusti Rahmi dari TKN Pembina Pangean, Sri Wahyuni ngsih dari SDN 002 Pasar Usang Baserah, Tiara Bela Pratiwi dari SMPN 1 Kuantan Hilir juga akan menjadi bagian sejarah Riau Bertuah ini.

“Mendidik adalah menyalakan pelita. Mengajarkan Rupiah adalah menjaga cahaya kedaulatan agar tetap benderang di saku dan di kalbu setiap anak bangsa.”
59 Para peserta dari kabupaten/kota di provinsi Riau akan menyelami kurikulum yang komprehensif, mulai dari strategi penyusunan konten yang kreatif, teknik public speaking yang memukau, hingga simulasi fasilitasi yang interaktif. Mereka dipersiapkan untuk menjadi corong kebaikan yang akan menyebarkan virus positif literasi keuangan hingga ke tepian sungai dan pedalaman hutan Riau.
Kegiatan ini adalah sebuah manifestasi dari cinta tanah air. Ketika seorang guru memahami makna di balik setiap helai Rupiah, maka ia sedang mengajarkan muridnya tentang harga diri sebuah bangsa. Riau Bertuah bukan sekadar nama program, melainkan sebuah doa agar tanah ini senantiasa dilimpahi keberkahan melalui generasi yang cerdas dan bijak dalam mengelola harta bangsanya.
Selamat berjuang para pendidik. Di tangan kalian, Rupiah tak lagi sekadar alat tukar, namun menjelma menjadi narasi kebanggaan yang abadi.
Reportase oleh:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Peserta Riau Bertuah, Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya, Guru Konten Kreator Riau, Ketua Forum Literasi Kuansing)







