Cinta, Bangga, Paham Rupiah: Menjaga Kedaulatan Bangsa dari Ruang Bertuah Pekanbaru
PEKANBARU – Senin, 13 April 2026, suasana di Hotel Pangeran Pekanbaru tampak berbeda. Semangat nasionalisme berpadu dengan edukasi literasi keuangan dalam kegiatan yang digelar di Ruang Bertuah V. Menghadirkan Debi Prahara dari Bank Indonesia sebagai fasilitator, acara ini mengupas tuntas kampanye CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah.
Kegiatan ini menjadi momen krusial untuk menanamkan kesadaran bahwa Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan negara yang harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih dari Sekadar Uang: Apa itu CBP Rupiah? Dalam paparannya, Debi Prahara menekankan tiga pilar utama dalam memperlakukan mata uang Garuda:
1. CINTA Rupiah: Diwujudkan dengan cara “Menyayangi Rupiah”. Hal ini dimulai dari kebiasaan sederhana namun penting, yaitu tidak melipat, tidak mencoret, tidak menstaples, dan tidak membasahi uang kertas agar tetap layak edar.
2. BANGGA Rupiah: Menempatkan Rupiah sebagai identitas bangsa dan simbol kedaulatan. Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI, yang menyatukan keberagaman ekonomi dari Sabang sampai Merauke.
3. PAHAM Rupiah: Mengajak masyarakat untuk cerdas dalam bertransaksi. Ini mencakup penggunaan fungsi Rupiah sebagai alat penyimpan nilai (menabung), berinvestasi, dan berbelanja secara bijak untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.
Dari Barter ke QRIS: Evolusi Sistem Pembayaran Materi yang disampaikan juga menyoroti bagaimana cara kita bertransaksi telah berevolusi. Jika dulu nenek moyang kita menggunakan sistem barter yang merepotkan, kini dunia digital menawarkan kemudahan luar biasa.
“Pemanfaatan fungsi Rupiah sebagai alat penyimpan nilai bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk bangsa,” tegas Debi dalam sesi tersebut.
Masyarakat kini didorong untuk mengenal berbagai kanal pembayaran modern seperti:
Tunai: Uang kertas dan logam. Elektronik:E-wallet dan saldo digital. QRIS: Metode pembayaran cepat berbasis kode QR yang kini menjadi standar nasional.
Aksi Nyata: Belanja Bijak dan Produk Lokal Salah satu pesan kuat dalam pertemuan di Ruang Bertuah V ini adalah ajakan untuk berbelanja produk dalam negeri. Dengan mengutamakan produk lokal, masyarakat secara langsung membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap stabil.
Belanja berlebihan (konsumtif) juga diperingatkan dapat memicu kenaikan harga (inflasi). Oleh karena itu, prinsip “Belanja Bijak” menjadi kunci dalam pilar “Paham Rupiah”.
Catatan dari Lokasi Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh peserta, termasuk para pendidik dan penggerak literasi. Melalui edukasi ini, diharapkan semangat untuk menjaga Rupiah dapat tersebar luas, mulai dari ruang-ruang kelas hingga ke meja-meja pasar.
Cinta Rupiah sama dengan Mencintai Indonesia.Bangga Rupiah sama dengan Menjaga Kedaulatan Bangsa.Paham Rupiah sama dengan Mewujudkan Kesejahteraan Negara.
Reportase oleh:Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd(Peserta Riau Bertuah, Guru Konten Kreator Riau, Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing)
Bukan Sekadar Seremonial: BI dan BGTK Riau Cetak Guru "Duta Rupiah" Lewat Program RIAU BERTUAH
PEKANBARU – Lebih dari sekadar acara formal di atas panggung, sebuah gerakan literasi keuangan yang substansial resmi dimulai. Bertempat di salah satu hotel di Pekanbaru, Bank Indonesia (BI) bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Riau menggelar pembukaan program RIAU BERTUAH (Berikan Literasi Uang Rupiah) yang berlangsung mulai 13 hingga 15 April 2026.
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Maulidia dari Pengurus Guru Konten Kreator (GKK) Riau, serta doa bersama yang dipimpin oleh Yendri.
Investasi Jangka Panjang Melalui Tangan Guru Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Dr. Fajri Ahmad, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk investasi jangka panjang. Menurutnya, peran guru sangat strategis karena hampir 25 tahun masa hidup manusia dihabiskan di lingkungan pendidikan.
"Boleh kita punya Ringgit, namun jangan lupa cinta Rupiah. Di tangan bapak dan ibu gurulah, masa depan Rupiah tetap terjaga," ujar Dr. Fajri dengan penuh semangat.
Beliau juga menyoroti fenomena masyarakat Riau yang sangat menyukai transaksi tunai, namun perlahan mulai beralih ke ranah digital melalui QRIS. Melalui pendekatan Training of Trainer (ToT) di seluruh Kabupaten/Kota di Riau, diharapkan para guru mampu menularkan rasa cinta dan bangga terhadap mata uang nasional kepada siswa dan masyarakat luas.
Mencetak Duta Cinta Bangga Paham Rupiah (DCBPR) Senada dengan hal tersebut, Kepala BGTK Riau, Reisky Bestary, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini bukanlah pelatihan biasa. Sebanyak 150 peserta yang terpilih merupakan para Guru Konten Kreator (GKK) Riau yang aktif di media sosial.
"Para peserta ini akan digembleng dalam berbagai kompetensi, mulai dari pedagogik hingga penguasaan media digital. Jika lulus, mereka akan dikukuhkan menjadi Fasilitator Daerah (Fasda) Bank Indonesia," ungkap Reisky. Nantinya, para Fasda inilah yang akan menjadi Duta Cinta Bangga Paham Rupiah (DCBPR).
Mereka bertugas menyebarluaskan edukasi mengenai Rupiah dengan cara yang kreatif dan kekinian melalui konten-konten di media sosial.
Sinergi untuk Negeri Di akhir acara, seluruh peserta tampak antusias saat meneriakkan jargon khas Bank Indonesia: "Cinta, Bangga, Paham Rupiah!" yang dipimpin langsung oleh Dr. Fajri Ahmad. Program RIAU BERTUAH menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga keuangan dan instansi pendidikan dapat menciptakan dampak besar. Dengan literasi yang tepat, Rupiah bukan lagi sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang dicintai oleh rakyatnya sendiri.
Reportase:Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd (Guru Konten Kreator Riau, Peserta RIAU BERTUAH, Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya, Ketua Forum Literasi Kuansing)
Borong Dua Penghargaan Sekaligus! BGTK Riau Tampil Gemilang di Tahun 2025
PEKANBARU – Kabar membanggakan datang dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau. Di bawah komando Reisky Bestary, M.Pd, instansi ini sukses menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus atas capaian kinerja tim sepanjang tahun 2025. Tidak tanggung-tanggung, BGTK Riau berhasil mengukuhkan posisi mereka sebagai yang terbaik dalam dua kategori krusial:
Terbaik 1 untuk Kinerja Anggaran. Terbaik 3 untuk Bidang Publikasi.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan manajemen internal dan keterbukaan informasi kepada masyarakat yang dilakukan BGTK Riau berjalan sangat efektif dan transparan.
Apresiasi untuk Kerja Keras Tim Menanggapi raihan manis ini, Reisky Bestary mengungkapkan rasa syukur dan harunya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah manis dari soliditas seluruh personel di BGTK Riau.
"Terima kasih banyak untuk teman-teman hebat di BGTK Riau. Penghargaan ini adalah milik kita bersama. Terima kasih juga untuk semua pihak yang terus memberikan doa dan dukungannya hingga kita bisa mencapai titik ini," ujar Reisky dengan rendah hati.
Banjir Ucapan Selamat Keberhasilan ini pun langsung mendapat sambutan hangat dari berbagai komunitas pendidikan, salah satunya dari Guru Konten Kreator (GKK) Riau. Mereka menilai kepemimpinan Reisky telah membawa perubahan positif yang signifikan bagi iklim pendidikan di Bumi Lancang Kuning.
"Selamat dan sukses untuk Ibu Reisky Bestary atas prestasi luar biasa ini. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi demi kemajuan guru dan tenaga kependidikan di Riau," ungkap perwakilan GKK Riau.
Dengan prestasi di bidang anggaran dan publikasi ini, BGTK Riau diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mencetak tenaga pendidik yang berkualitas dan informatif bagi masyarakat luas.
Reportase:Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd (Koordinator Bidang Media Info GKK Riau / Ketua Forum Literasi Kuansing, Peserta RIAU BERTUAH)
Memetik Cahaya di Bulan Suci: Jejak Pena Ronaldo Rozalino dalam "Dalam Cahaya Ramadan
Di antara gemuruh dunia dan kesibukan yang tak kunjung usai, ada suara-suara yang memilih untuk menepi, mencari hening, lalu menuangkannya ke dalam bait-bait doa yang kita sebut sebagai puisi. Salah satu suara itu adalah milik Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
Baru-baru ini, sebuah apresiasi tulus datang dari Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS). Melalui selembar sertifikat bernomor 001/Antologi Puisi/PERRUAS/IV/2026, Ronaldo Rozalino dikukuhkan sebagai penulis puisi dalam antologi yang mengusung judul syahdu: "Dalam Cahaya Ramadan."
Ketika Tinta Menjadi Doa Menulis puisi di bulan Ramadan bukanlah sekadar merangkai kata agar berima. Bagi seorang Ronaldo, ini adalah perjalanan spiritual. Antologi ini—yang telah resmi ber-ISBN—menjadi saksi bagaimana untaian aksara mampu menangkap pendaran cahaya Ilahi yang turun di bulan mulia.
Puisi-puisinya bukan sekadar narasi tentang lapar dan dahaga, melainkan tentang:
Keheningan Malam: Menemukan diri di sujud-sujud panjang. Kerinduan Tak Bertepi: Dialog antara hamba dan Sang Pencipta. Cahaya Kebajikan: Bagaimana Ramadan mengubah sudut pandang manusia terhadap sesama.
Apresiasi dari Rumah Seni Penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Dato' Sri Asrizal Nur di Depok pada 5 April 2026 ini, bukan sekadar simbol prestasi akademis atau formalitas organisasi. Ia adalah pengakuan terhadap ketulusan hati seorang seniman dalam menjaga nyala literasi dan tradisi luhur di tanah air.
Di bawah naungan PERRUAS, karya Ronaldo Rozalino menjadi bagian dari sebuah "rumah" besar tempat para pencinta seni berkumpul, berbagi rasa, dan merawat kemanusiaan melalui bahasa.
Pesan di Balik Lembaran Buku Buku antologi "Dalam Cahaya Ramadan" hadir layaknya lentera kecil di tengah kegelapan. Melalui kontribusi Ronaldo, kita diajak untuk sejenak berhenti dan merenung. Bahwa sesungguhnya, seni yang paling indah adalah seni mengenal diri sendiri di hadapan Sang Maha Indah.
"Jika kata adalah jembatan, maka puisi-puisi ini adalah jalan setapak menuju pintu syukur yang paling dalam."
Selamat kepada Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. Teruslah menyalakan cahaya melalui jemari. Sebab, selama tinta masih mengalir, harapan akan selalu menemukan jalannya untuk pulang ke hati pembaca.
Mengokohkan Barisan, Menghangatkan Jiwa: Pesan Cinta dari Muhammadiyah Teluk Kuantan
Memintal Rindu di Bulan Syawal: Undangan Silaturahmi Muhammadiyah Teluk Kuantan Bismillahirrahmannirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ketika mentari Syawal masih memancarkan kehangatan fitrahnya, dan gema takbir masih sayup-sayup membekas di relung jiwa, ada sebuah kerinduan yang memanggil. Kerinduan untuk saling menatap wajah, menyambung jemari yang mungkin sempat terlepas, dan menyatukan kembali barisan dalam satu derap langkah perjuangan di bawah panah sang surya.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Teluk Kuantan dengan kerendahan hati mengundang seluruh Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari—dari para pejuang PDM, Ortom, Aisyiyah, hingga seluruh simpatisan yang mencintai persyarikatan ini—untuk hadir dalam majelis ilmu dan kasih sayang.
🗓️ Catatan Waktu dan Tempat Sediakan waktu sejenak di hari yang berkah ini:
Hari/Tanggal: Ahad, 12 April 2026 (Bertepatan dengan 18 Syawal 1447 H) Pukul: 09.00 – 11.00 WIB Tempat: Rumah Tahfiz Sang Surya, PRM Seberang Taluk – Hilir
Membasuh Jiwa, Mengokohkan Raga Pertemuan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebuah ikhtiar untuk:
Meneguk Embun Ilmu: Bersama Ustadz Rindra Febrian, S.Fil.I., MH, kita akan menyelami hikmah pasca-Ramadhan dalam Pengajian Syawal. Semoga nasihat beliau menjadi nutrisi bagi iman kita agar tetap teguh meski Ramadhan telah berlalu.
Merajut Kekuatan Barisan: Melalui Konsolidasi Organisasi, kita rekatkan kembali simpul-simpul pengabdian. Karena sebuah pergerakan hanya akan bermakna jika hati para penggeraknya bertaut erat dalam visi yang sama.
Menikmati Kehangatan Kebersamaan: Di penghujung acara, kita akan duduk melingkar dalam Makan Siang Bersama. Di sanalah, dalam setiap suapan dan tawa, sekat-sekat luruh menjadi rasa kekeluargaan yang tulus. “Demikianlah ukhuwah, ia laksana bangunan yang saling menguatkan. Jangan biarkan satu batanya terlepas, agar rumah dakwah ini tetap kokoh menaungi umat.”
Kami sangat menantikan kehadiran Bapak/Ibu beserta keluarga (suami/istri dan anak-anak) untuk menambah keberkahan pertemuan ini. Mari hadirkan senyum terbaik dan semangat Fastabiqul Khairat di bumi Teluk Kuantan. Sampai jumpa di ambang pintu Rumah Tahfiz Sang Surya. Semoga langkah kaki kita diringankan oleh Allah SWT menuju taman surga ini.