Memetik Cahaya di Bulan Suci: Jejak Pena Ronaldo Rozalino dalam "Dalam Cahaya Ramadan
Di antara gemuruh dunia dan kesibukan yang tak kunjung usai, ada suara-suara yang memilih untuk menepi, mencari hening, lalu menuangkannya ke dalam bait-bait doa yang kita sebut sebagai puisi. Salah satu suara itu adalah milik Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
Baru-baru ini, sebuah apresiasi tulus datang dari Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS). Melalui selembar sertifikat bernomor 001/Antologi Puisi/PERRUAS/IV/2026, Ronaldo Rozalino dikukuhkan sebagai penulis puisi dalam antologi yang mengusung judul syahdu: "Dalam Cahaya Ramadan."
Ketika Tinta Menjadi Doa
Menulis puisi di bulan Ramadan bukanlah sekadar merangkai kata agar berima. Bagi seorang Ronaldo, ini adalah perjalanan spiritual. Antologi ini—yang telah resmi ber-ISBN—menjadi saksi bagaimana untaian aksara mampu menangkap pendaran cahaya Ilahi yang turun di bulan mulia.
Puisi-puisinya bukan sekadar narasi tentang lapar dan dahaga, melainkan tentang:
Keheningan Malam: Menemukan diri di sujud-sujud panjang.
Kerinduan Tak Bertepi: Dialog antara hamba dan Sang Pencipta.
Cahaya Kebajikan: Bagaimana Ramadan mengubah sudut pandang manusia terhadap sesama.
Apresiasi dari Rumah Seni
Penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Dato' Sri Asrizal Nur di Depok pada 5 April 2026 ini, bukan sekadar simbol prestasi akademis atau formalitas organisasi. Ia adalah pengakuan terhadap ketulusan hati seorang seniman dalam menjaga nyala literasi dan tradisi luhur di tanah air.
Di bawah naungan PERRUAS, karya Ronaldo Rozalino menjadi bagian dari sebuah "rumah" besar tempat para pencinta seni berkumpul, berbagi rasa, dan merawat kemanusiaan melalui bahasa.
Pesan di Balik Lembaran Buku
Buku antologi "Dalam Cahaya Ramadan" hadir layaknya lentera kecil di tengah kegelapan. Melalui kontribusi Ronaldo, kita diajak untuk sejenak berhenti dan merenung. Bahwa sesungguhnya, seni yang paling indah adalah seni mengenal diri sendiri di hadapan Sang Maha Indah.
"Jika kata adalah jembatan, maka puisi-puisi ini adalah jalan setapak menuju pintu syukur yang paling dalam."
Selamat kepada Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. Teruslah menyalakan cahaya melalui jemari. Sebab, selama tinta masih mengalir, harapan akan selalu menemukan jalannya untuk pulang ke hati pembaca.
Salam Sastra, Salam Cahaya.
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
13 tahun yang lalu

Posting Komentar
Komentar ya