Gema Kalam Ilahi di Tanah Kuansing: MTQ ke-XXIII Kenegerian Teluk Kuantan Resmi Dibuka.
TELUK KUANTAN – Malam yang syahdu menyelimuti Masjid Raya Teluk Kuantan, Selasa (10/03/2026). Di tengah hening yang membasuh jiwa, lantunan ayat suci menjadi pembuka langkah bagi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIII Tingkat Kenegerian Teluk Kuantan. Perhelatan ini menjadi simbol keteguhan masyarakat Kuantan Singingi dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah detak zaman.
Mewakili Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, Asisten III Setda Kuansing, Drs. Azhar Ali, hadir membuka kegiatan secara resmi. Dalam pesannya, beliau menyoroti tonggak sejarah yang akan segera dijajaki oleh Negeri Jalur ini.
Menyongsong Perhelatan Provinsi
Kuantan Singingi kini tengah bersiap memoles wajahnya. Betapa tidak, kabupaten ini dipercaya menjadi tuan rumah MTQ ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau yang akan dihelat pada 26 Juni hingga 2 Juli 2026 mendatang.
Azhar Ali mengajak segenap masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan menawan. “Mari kita berikan pelayanan terbaik. Ini adalah momentum bagi pelaku UMKM untuk unjuk gigi, menyambut tamu dengan keramahan khas Kuansing agar mereka merasa nyaman di tanah kita,” tuturnya dengan penuh harap.
Menanam Benih Unggul demi Masa Depan
Di balik gebyar syiar agama, Pemerintah Kabupaten Kuansing tetap memegang komitmen kuat terhadap pembangunan fisik dan intelektual. Meski tantangan keuangan daerah menghadang, tekad untuk membangun Sekolah Unggul Garuda dengan estimasi anggaran Rp216 miliar tetap diprioritaskan.
“Pembangunan sekolah ini adalah investasi bagi masa depan. Kita ingin meningkatkan kualitas SDM agar generasi mendatang mampu bersaing dan menjadi kebanggaan,” jelasnya. Proyek ini pun telah mendapat titik terang terkait lokasinya, yang kini dialihkan ke lahan milik pemerintah daerah demi kelancaran administrasi kementerian.
Lebih dari Sekadar Lomba
Senada dengan semangat tersebut, Penghulu Nan Barompek Datuak Godang Jilelo, Suryawan, S.Sos., menegaskan bahwa MTQ bukanlah sekadar arena perlombaan untuk mengejar piala.
“Al-Qur’an bukan sekadar huruf yang dibaca, melainkan cahaya yang harus dipahami maknanya dan dihidupkan dalam keseharian. Kita berharap ajang ini mampu mencetak qari dan qariah yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, bahkan hingga ke panggung internasional,” ungkapnya dengan nada optimis.
Syiar yang Berkelanjutan
Apresiasi setinggi-tingginya juga diberikan kepada panitia dan pihak kecamatan. Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., menegaskan dukungannya penuh terhadap kegiatan yang menjalar hingga ke akar rumput.
“Kecamatan Kuantan Tengah menaungi tiga kenegerian yang berkomitmen untuk terus menggelar MTQ, baik di tingkat desa maupun kelurahan. Setelah ini, syiar akan berlanjut di Desa Jake pada April mendatang,” tutupnya.
Malam itu, di bawah kubah Masjid Raya, gema Al-Qur’an seolah menjadi janji setia masyarakat Kuansing untuk terus merawat peradaban dengan nilai-nilai langit. Sebuah awal yang manis, membawa doa agar setiap lantunan yang terucap menjadi benih kebaikan bagi negeri. (Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd)

Posting Komentar
Komentar ya