Cahaya Syukur di Persimpangan Jalan: Kala SDN 008 Beringin Taluk Menjemput Berkah
TELUK KUANTAN – Ketika matahari mulai condong ke ufuk barat dan langit berubah jingga, ada pemandangan yang menyejukkan hati di persimpangan Pasar Rakyat Teluk Kuantan, Rabu (11/03/2026). Di antara deru mesin kendaraan dan hiruk pikuk warga yang menanti azan Magrib, hadir seuntai senyum tulus dari keluarga besar SDN 008 Beringin Taluk.
Sore itu bukan sekadar ritual menunggu waktu berbuka. Dipimpin langsung oleh sang Kepala Sekolah, Ibu Lusi Ekananda, S.Pd, para majelis guru turun ke jalan. Bukan untuk memberi instruksi, melainkan untuk menyebarkan kasih sayang dalam bentuk paket takjil gratis bagi para pengendara yang melintas.
Senyum yang Menular
Satu demi satu paket takjil berpindah tangan. Keramahan para guru ini seolah menjadi penawar dahaga sebelum waktunya tiba. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari rasa syukur yang mendalam atas datangnya bulan suci Ramadan—bulan di mana setiap kebaikan sekecil apa pun akan bergema menjadi keberkahan yang luas.
"Berbagi adalah bahasa paling indah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta," bisik angin sore di antara sapaan hangat para guru.
Lebih dari Sekadar Rutinitas
Di tengah keriuhan tersebut, Ibu Lusi Ekananda menyampaikan sebuah pesan yang menyentuh kalbu. Baginya, Ramadan tahun ini harus memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar menahan lapar dan haus.
"Semoga tahun ini bukan sekadar rutinitas puasa, tapi benar-benar menjadi titik balik untuk memperbaiki hati, memperbaiki ibadah, dan memperbaiki hidup, serta bermanfaat bagi sekitar," ungkap beliau dengan penuh harapan.
Menanam Benih Kepedulian
Melalui bungkusan takjil yang sederhana ini, SDN 008 Beringin Taluk ingin menanamkan benih kepedulian sosial yang kuat. Harapannya, semangat berbagi ini tidak berhenti di persimpangan jalan hari ini, melainkan terus tumbuh dan mengakar di hati setiap insan, sehingga keberkahan Ramadan dapat didekap oleh lebih banyak orang.
Sore itu, di persimpangan Pasar Rakyat, kita belajar satu hal: bahwa bahagia tidak hanya datang saat kita menerima, tetapi justru saat kita mampu memberi dengan cinta. (Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd)

Posting Komentar
Komentar ya