“Kopi yang Menyisakan Cerita”
Di sudut malam yang tak banyak orang tahu,
tiga laki-laki menaruh lelahnya di kursi hijau.
Kopi tinggal ampas,
tapi cerita tak pernah tuntas.
Jempol terangkat bukan untuk pamer,
melainkan tanda,
bahwa hari ini bisa ditutup
dengan syukur sederhana.
Lorong sunyi jadi saksi,
bahwa persahabatan bukan soal tempat,
melainkan kehangatan yang menetap
meski malam perlahan merayap.
Di antara gelas kosong dan tawa pelan,
ada janji yang tak terucap:
kita bertemu bukan karena waktu senggang,
tapi karena hati yang saling memanggil untuk pulang.*(ald)
#cerita_anak_kampung_yang_bukan_kampungan #fb #fyp #reels #pengikut #semuaorang
foto: Ronaldo Rozalino

Posting Komentar
Komentar ya