Antara 'Dihargai' dan 'Dibutuhkan': Refleksi Tentang Nilai Sebuah Ketulusan
Dalam panggung sandiwara kehidupan, kita seringkali bertemu dengan berbagai lakon manusia. Ada yang datang membawa sejuknya angin pagi, ada pula yang hadir bagaikan badai yang meninggalkan puing-puing kekecewaan. Satu realita pahit yang seringkali kita temui, seperti yang tertulis dalam sebuah ungkapan bijak:
"Ketika masih berguna kita dianggap istimewa, tapi jika sudah tidak dibutuhkan kita dianggap tidak ada. Terdengar kejam, tapi itulah faktanya."
Kalimat di atas bukanlah sekadar rangkaian kata tanpa makna. Ia adalah cermin retak yang merefleksikan wajah buram sebuah hubungan yang didasari atas azas manfaat belaka. Ini adalah potret tentang manusia-manusia yang hanya melihat sesamanya sebagai 'alat' untuk mencapai tujuan personal mereka.
Simfoni Mental 'Gratisan' dan Alasan Tanpa Jeda
Realita yang lebih menyedihkan seringkali tersaji justru dari lingkaran terdekat kita. Pertemanan yang dianggap tulus, persahabatan yang disangka abadi, bahkan ikatan persaudaraan yang seharusnya tak lekang oleh waktu, bisa runtuh hanya karena masalah 'mental gratisan'.
Bayangkan, ketika teman, sahabat, atau saudara kita sedang berjuang membangun mimpi melalui sebuah usaha, mental mereka seringkali hanya "minta gratisan." Sebuah keengganan yang aneh untuk mendukung secara nyata.
Bahkan untuk sekadar hadir, menunjukkan dukungan, dan membeli produk usaha tersebut sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka, tidak pernah ada 'ruang waktu'.
Alih-alih, yang muncul adalah simfoni alasan yang terus berputar, menciptakan penghalang demi penghalang. Beragam cara halus hingga kasar digunakan untuk menghindar dari ajakan untuk sekadar singgah dan memberikan dukungan.
Di balik setiap alasan itu, tersimpan sebuah pesan bisu: "Saya butuh keuntungan darimu, tapi saya tidak cukup menghargaimu untuk mendukungmu."
Menjaga Hati, Memilih Di mana Kita Dihargai
Manusia-manusia dengan pola pikir transaksional seperti ini bagaikan racun yang perlahan-lahan merogoh sumur ketulusan kita.
Sikap bijak yang harus kita ambil adalah:
hindari dan jangan berikan ruang dalam hati dan pikiran kita.
Kita tidak bisa mengubah hati orang lain, tetapi kita punya kuasa penuh untuk menjaga keutuhan hati kita sendiri. Terus-menerus memberikan ruang bagi mereka yang hanya mendekat saat butuh adalah sebuah bentuk 'pembunuhan karakter' diri sendiri.
Energi kita terlalu berharga untuk dihabiskan pada hubungan yang tidak berbalas ketulusan.
Ada sebuah kebijaksanaan yang mengajarkan kita untuk:
"Carilah di mana kita dihargai, bukan di mana kita hanya dibutuhkan."
Perbedaan antara 'dihargai' dan 'dibutuhkan' itu tipis namun sangat fundamental. Ketika Anda dibutuhkan, Anda ada karena sebuah 'kegunaan'. Ketika 'kegunaan' itu hilang, Anda juga akan terlupakan.
Namun, ketika Anda dihargai, Anda ada karena siapa diri Anda karena kualitas hati Anda, karena nilai diri Anda, bukan karena apa yang bisa Anda tawarkan.
Carilah lingkungan yang mampu melihat sinar dalam diri Anda, bukan hanya mereka yang mendekat untuk sekadar menghangatkan diri di dekat api pencapaian Anda.
Di mana Anda dihargai, di situlah ketulusan akan tumbuh subur, dan hubungan akan dibangun di atas pondasi rasa saling menghormati yang kokoh, bukan di atas pasir kepentingan sesaat.
Mari Merefleksi dan Melangkah
Marilah kita jadikan ini sebagai bahan refleksi bersama. Sudahkah kita menjadi sosok yang menghargai orang lain secara tulus, ataukah kita masih terjebak dalam pusaran 'membutuhkan'?
Dan bagi Anda yang sedang merasa lelah karena terus dimanfaatkan, inilah saatnya untuk menyadari nilai diri Anda yang sebenarnya. Anda pantas untuk dihargai, lebih dari sekadar dibutuhkan.
Salam Santun, Sehat, Sukses.
Ditulis dengan penuh perenungan oleh: Ronaldo Rozalino - Coach RR
(Teacher Writer, Teacher Content Creator, Teacher Music, Teacher Motivator, Bisnis Owner Leader, Composser Arranger, Coach)
KUANTAN SINGINGI — Gemuruh riak Sungai Kuantan yang membawa kebanggaan tradisi Pacu Jalur bertaut mesra dengan helatan bersejarah Bumi Lancang Kuning. Menjelang detik-detik berharga 9 Agustus 2026, momentum peringatan Hari Jadi Provinsi Riau yang ke-69 disambut penuh rasa syukur, khidmat, dan optimisme oleh segenap elemen masyarakat.
Satu di antara tokoh yang menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaiknya adalah Andi Cahyadi (yang akrab disapa Bang Aheng), sosok pemuda penjaga tradisi yang amanah sebagai Ketua Panitia Festival Pacu Jalur Tradisional KEN (Kharisma Event Nusantara) 2026 sekaligus Ketua KONI Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Harmoni Tradisi dan Pembangunan
Dengan mengenakan busana adat Melayu berwarna kuning keemasan yang melambangkan kemegahan dan keagungan budi, Bang Aheng menyampaikan pesan mendalam bagi perjalanan panjang Bumi Lancang Kuning.
"Enam puluh sembilan tahun adalah tapak langkah yang panjang dalam merawat warisan leluhur dan mengukir kemajuan. Semoga di usia yang semakin matang ini, Provinsi Riau terus kokoh berdiri, kian sejahtera rakyatnya, dan senantiasa melestarikan marwah kebudayaannya," ungkap Andi Cahyadi.
Sebagai nahkoda dalam penyelenggaraan Festival Pacu Jalur Tradisional yang kini masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Bang Aheng menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan antara olahraga, seni, kebudayaan, dan pembangunan daerah.
Pacu Jalur bukan sekadar ajang adu ketangkasan pendayung di atas kayuhan kayu panjang, melainkan cerminan dari semangat gotong royong, persatuan, dan ketangguhan rakyat Riau.
Merajut Asa Menuju Riau Gemilang
Di bawah naungan komitmen pembinaan olahraga melalui KONI Kuansing, Bang Aheng berharap momentum Hari Jadi Riau ke-69 ini menjadi pemantik semangat baru bagi para generasi muda untuk terus berprestasi, baik di gelanggang olahraga nasional maupun dalam menjaga identitas budaya.
Keindahan arsitektur Jembatan Siak, megahnya bangunan bersejarah Riau, serta riak air Sungai Kuantan yang tergambar dalam semangat peringatan tahun ini menjadi simbol paduan yang serasi: pembangunan fisik yang modern tanpa sedikit pun merenggut nilai-nilai kearifan lokal.
Selamat Hari Jadi Provinsi Riau ke-69 (9 Agustus 1957 – 9 Agustus 2026)
Takkan Melayu Hilang di Bumi. Bersama Kita Merawat Tradisi, Menjaga Marwah, dan Menggapai Riau Gemilang!
*Tim Kreatif & Promosi Budaya FPJN 2026 (RR)
Siap Harumkan Nama Daerah, Kontingen Kwarcab Kuantan Singingi Bertolak ke Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur
TELUK KUANTAN – Semangat membara dan tekad bulat terpancar dari raut wajah para anggota Pramuka Penggalang terbaik Kuantan Singingi (Kuansing). Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kuantan Singingi secara resmi memberangkatkan kontingen terbaiknya untuk berlaga dan berpartisipasi dalam ajang bergengsi tingkat nasional: Jambore Nasional (Jamnas) Ke-XII Tahun 2026.
Kegiatan akbar lima tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 21 Agustus 2026 bertempat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur serta Bumi Perkemahan Pramuka Jakarta.
Mengusung motto dan tema besar "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan", kontingen Kwarcab Kuantan Singingi hadir tidak hanya untuk berkemah, tetapi juga untuk membawa misi kebudayaan, persaudaraan, pembentukan karakter, serta daya saing generasi muda yang hebat.
Struktur Kontingen: Didampingi Pembina dan Pimpinan Berpengalaman
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan berprestasi, Kwarcab Kuantan Singingi mengutus jajaran pimpinan kontingen (Pinkoncab) serta pembina pendamping yang berkompeten.
Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab): Putra: Kak Heri Spenda, S.Sos
Putri: Kak Yatih Hida, S.Pd
Pembina Pendamping: Pembina Putra: S.E. Andrian Saputra & Miki Sahroni, S.Sos
Pembina Putri: Wira Sasmita, S.Pd & Tiara Bella Pratiwi, S.Pd
Di bawah kepemimpinan Kak Hj. Yulia Herma, S.Pd. selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kuantan Singingi, kontingen ini telah dibekali persiapan fisik, mental, serta keterampilan kepramukaan yang matang.
Mengenal 4 Regu Tangguh Kontingen Kuansing
Kontingen Kwarcab Kuantan Singingi terdiri dari 32 peserta didik terbaik pilihan dari pelbagai SMP, MTs, SMA, dan MA se-Kabupaten Kuantan Singingi yang terbagi ke dalam 4 regu utama:
1. Regu Rajawali (Putra)
Motto: Tangguh, Berani, Setia | Nilai: Berprestasi, Berkarakter, Berdaya Saing, Berkontribusi
Anggota: Indra Putra Hasbi, Muhammad Raudha Hamzah, Farhan Mukhkid Salshabil, M. Fauzan Arliansyah, Muhammad Iqbal Ghani, Muhammad Zidan, Gilang Putra Efendi, dan Muhammad Rafif Ahza.
2. Regu Elang (Putra)
Motto: Tangguh, Berani, Setia | Nilai: Berkarakter, Kerjasama, Berprestasi, Kreatif
Anggota: Muhammad Rasya Alfikri (Raysha), Ahmad Nugi Mahardika (Nugi), Andry Donnata (Andry), Syauqi Ari Rocheryl (Sauqi), Muflih Zhafran (Muflhi), Ahmad Mahran H. (Amat), Axsa Dermawan (Axsa), dan Abid Arrashy S. (Abid).
3. Regu Kenanga (Putri)
Nilai Utama: Tanggung Jawab, Kerjasama, Disiplin, Pantang Menyerah
Anggota: Stevani Khalila Fairuz, Lutfhi Arifiyani, Izzatun Nazifah (Iffat), Lyla Raisya Sarrah P. (Rara), Miftahul Athifa Desly (Afifah), Azzah Dwizayora (Azizah), Sofi Salsabillah, dan Nabila Bilqis A. I.
4. Regu Melati (Putri)
Nilai Utama: Disiplin, Kompak, Kreatif, Peduli
Anggota: Aryna Luthfia Talita, Hania Novela Densi, Zahra Harmadeka Putri (Chaca), Rea Unzilla Risqika, Ihkwa Fauza (Wawa), Siti Nur H. (Sarah), Naysila Okta Dwikasih, dan Shakila Nazari P.
Membawa Harapan dan Kebanggaan Daerah
Jambore Nasional XII menjadi wadah bagi Pramuka Penggalang Kuansing untuk menjalin persaudaraan antar-anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.
Lebih dari sekadar ajang perkemahan, ajang ini membakar semangat para peserta untuk menunjukkan bahwa anak-anak muda dari Kuantan Singingi adalah generasi yang tangguh, kreatif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
"Pramuka Hebat, Generasi Kuat, Kuantan Singingi Maju!"
Selamat berjuang untuk Kontingen Kwarcab Kuantan Singingi! Bawa harum nama Basatu Nagori Maju di kancah nasional!
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Forum Literasi, Ketua Komunitas Jurnalistik dan Konten Kreator Kec. Kuantan Tengah, Guru SMAN 1 Sentajo Raya, Guru SMA Taruna Muhammadiyah Riau Teluk Kuantan, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penggerak , Composser Arranger, Motivator Literasi & Edukasi, Bisnis Owner, Coach, Fasda CBP Riau BI Riau dan BGTK Riau)
Menyemaikan Asa dari Negeri Pacu Jalur: Kontingen Kwarcab Kuantan Singingi Mengangkasa ke Jambore Nasional XII 2026
TELUK KUANTAN — Di bawah naungan langit Kuantan Singingi yang teduh dan riak Sungai Kuantan yang menari penuh semangat, sebuah denyut perjuangan baru saja dipatrikan. Pramuka Penggalang terbaik dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kuantan Singingi bersiap menorehkan jejak emas dalam perhelatan akbar Jambore Nasional (Jamnas) Ke-XII Tahun 2026.
Dengan mengusung semangat "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan", tunas-tunas muda ini akan melebarkan sayapnya di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur dan Bumi Perkemahan Pramuka Jakarta pada tanggal 12 hingga 21 Agustus 2026.
Menjahit Langkah, Merajut Asa ke Ibu Kota
Jambore Nasional bukan sekadar ajang perkemahan biasa, melainkan simfoni persaudaraan anak bangsa dari sabang sampai merauke. Kontingen Kuantan Singingi hadir membawa spirit juang masyarakat Riau—pantang menyerah, tangguh, dan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
Rombongan besar ini dinakhodai oleh para pimpinan dan pembina yang sarat pengalaman dan dedikasi:
Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab): Putra: Kak Heri Spenda, S.Sos
Putri: Kak Yatih Hida, S.Pd
Pembina Pendamping: Putra: Kak S.E. Andrian Saputra & Kak Miki Sahroni, S.Sos
Putri: Kak Wira Sasmita, S.Pd & Kak Tiara Bella Pratiwi, S.Pd
Di bawah bimbingan para pembina, 32 Pramuka Penggalang pilihan yang terbagi dalam empat regu tangguh telah melewati rangkaian pembinaan fisik, mental, serta keterampilan kepramukaan untuk siap unjuk gigi di pentas nasional.
Empat Regu Kebanggaan Negeri Rantau Kuantan
Empat regu Pramuka Penggalang Kwarcab Kuantan Singingi siap membentangkan sayap dan menebarkan keharuman nama daerah:
1. Regu Rajawali (Penggalang Putra)
Semboyan: Tangguh, Berani, Setia Berprestasi, Berkarakter, Berdaya Saing, Berkontribusi
Regu ini diperkuat oleh para pemuda pilihan: Indra, Raudha, Farhan, Fauzan, Iqbal, Zidan, Gilang, dan Rafif.
2. Regu Elang (Penggalang Putra)
Semboyan: Tangguh, Berani, Setia — Berkarakter, Kerjasama, Berprestasi, Kreatif
Dihuni oleh anggota yang penuh vitalitas: Raysha, Nugi, Andry, Sauqi, Muf'lhi, Amat (Ahmad Nugi/Ahmad Mahran), Axsa, dan Abid) .
3. Regu Kenanga (Penggalang Putri)
Semboyan: Tanggung Jawab, Kerjasama, Disiplin, Pantang Menyerah
Srikandi muda yang siap menebar kebaikan: Stevani, Luthfi, Iffat, Rara, Afifah, Azizah, Sofi, dan Nabila
4. Regu Melati (Penggalang Putri)
Semboyan: Disiplin, Kompak, Kreatif, Peduli
Mawar melati tanah Kuantan yang anggun nan tangkas: Aryna, Hania, Chaca, Rea, Wawa, Sarah, Naysila, dan Shakila.
Daftar Lengkap Peserta Kontingen Kwarcab Kuantan Singingi
Berdasarkan Keputusan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kuantan Singingi (Kak H. Yulius Herma, S.Pd.), berikut daftar resmi 32 anggota kontingen:
Mengukir Prasasti di Bumi Perkemahan Jakarta
Dengan semboyan khas "Basatu Nagori Maju", kehadiran Kontingen Kwarcab Kuantan Singingi di Jambore Nasional XII 2026 bukan sekadar meramaikan forum. Mereka membawa misi kebudayaan, persaudaraan, dan komitmen untuk menjadi generasi muda yang berkarakter, mandiri, serta berdaya saing tinggi.
Selamat berjuang adik-adik Penggalang dan para Pembina! Kibarkan panji-panji Kuantan Singingi di dada, harumkan nama bumi Rantau Kuantan di kancah nasional.
"Pramuka Hebat, Generasi Kuat, Kuantan Singingi Maju!"
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Forum Literasi, Ketua Komunitas Jurnalistik dan Konten Kreator Kec. Kuantan Tengah, Guru SMAN 1 Sentajo Raya, Guru SMA Taruna Muhammadiyah Riau Teluk Kuantan, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penggerak , Composser Arranger, Motivator Literasi & Edukasi, Bisnis Owner, Coach, Fasda CBP Riau BI Riau dan BGTK Riau)
Menenun Karya, Menyemaikan Manfaat: Jejak Langkah Ust. H. Ronaldo Rozalino
"Terus belajar sampai Tuhan mengatakan saatnya untuk pulang. Teruslah berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain, karena kita tidak pernah tahu amalan mana yang dapat menyelamatkan di akhirat kelak."
Motto hidup tersebut bukan sekadar untaian kata bagi Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. sosok pendidik, seniman, pengusaha, sekaligus pejuang literasi asal kelahiran Jakarta yang telah menautkan jiwanya di bumi Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Lahir pada tanggal 30 Juli, beliau meniti jalan kehidupannya bagaikan sebuah simfoni: memadukan keindahan seni, kedalaman ilmu, dan ketulusan pengabdian.
Dahaga Ilmu dan Harmoni Seni
Langkah perjalanannya dituntun oleh kecintaan mendalam pada ilmu dan kebudayaan. Berbekal latar belakang akademik Sarjana Seni (S.Sn.) dari STSI Padangpanjang dan Magister Pendidikan (M.Pd.) dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Beliau menjelma menjadi sosok pencari ilmu yang tiada henti. Kecendekiaannya makin kukuh dengan ditorehkannya 22 Gelar Non-Akademik bersertifikat nasional hingga internasional sebuah bukti nyata atas dahaga belajarnya yang tak pernah padam.
Darah seni dalam dirinya mengalir deras melalui jemari yang merangkai nada dan warna budaya. Beliau adalah maestro di balik kemegahan komposisi dan aransement musik tari masal MTQ Kabupaten Kuansing (2013 & 2024)
Serta pemimpin yang mengayomi pelestarian tradisi melalui Komunitas Budaya Sanggar Seni Kuantan Mekar dan Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuansing.
Pengabdian di Garis Depan Pendidikan dan Literasi
Sebagai seorang pendidik, Ust. Ronaldo bukan sekadar pengajar, melainkan pemicu inspirasi. Memulai pengabdian di SMAN Pintar Kab. Kuansing (2007–2013), kini beliau mengabdi di SMAN 1 Sentajo Raya, SMA Taruna Muhammadiyah Riau, hingga dipercaya menjadi Guru Tamu Sekolah Rakyat KemenSos RI (2026).
Jejak inovasinya di dunia pendidikan terukir indah melalui berbagai peran strategis:
Guru Penggerak & PembaTIK: Penggerak transformasi digital dan kurikulum (Angkatan 10 Kab. Kuansing & PembaTIK 2022–2024).
Guru Konten Kreator & Fasilitator: Menjadi Guru Konten Kreator Riau (2024) serta Fasilitator Daerah CBP Rupiah BI Riau & BGTK Riau (2026).
Pena yang Tak Pernah Kering: Selama hampir dua dekade (sejak 2007), beliau konsisten menulis blog, melahirkan belasan buku solo dan antologi, hingga diakui sebagai Guru Penulis 5 Negara se-ASEAN (PERRUAS 2026).
Keaktifannya menahkodai Forum Literasi Kuansing dan Komunitas Belajar KAYUAH membuktikan tekadnya untuk terus menghidupkan roh literasi di tengah masyarakat.
Berdaya dalam Kewirausahaan dan Organisasi
Menjawab panggilannya untuk memberi dampak yang lebih luas, Ust. Ronaldo juga memancarkan kemandirian melalui dunia usaha. Jiwa wirausahanya tercermin dari kepemimpinannya dalam mengelola:
Berkah Travel (Umroh & Haji Perwakilan Teluk Kuantan)
Madu Murni Vicella (Berlabel Halal Nasional) & Vicella Drink & Food (VDF)
Toko Jembatan Merah (Warisan usaha keluarga sejak tahun 1983)
Business Leader British Propolis (BP) sejak tahun 2020.
Bagi beliau, berbisnis adalah wujud keberdayaan untuk menyokong dakwah dan kebaikan. Pengalaman ini kerap beliau bagikan sebagai pencerah dan motivator dalam berbagai ajang nasional, mulai dari Webinar Nasional Media Guru, BNN, Kwarcab Kuansing, hingga BGTK & IGI Riau.
Di ranah sosial-keagamaan, beliau memegang amanah sebagai Sekretaris Informasi & Komunikasi MUI Kab. Kuansing serta Ketua Tim Kreatif & Promosi Budaya FPJN, menjaga benteng moral sekaligus memperelok citra budaya lokal.
Ust. H. Ronaldo Rozalino adalah gambaran utuh dari seorang pembelajar sepanjang hayat. Dalam setiap helaan napas pengabdiannya baik di depan kelas, di atas panggung seni, di meja reka cipta buku, maupun di gelanggang wirausaha—beliau senantiasa menggenggam prinsip kesantunan dan kebermanfaatan.
Salam Santun Sukses Selalu (S3).
Fastabiqul Khoirot. Barakallah Fiikum.
Ust H. RONALDO ROZALINO,
S.Sn., M.Pd., C.PS., C.ME., C.PE., C.TP., C.PST., C.HP., C.ITE., C.ITQ., C.IFA., C.IB., C.MT., C.IP., C.TCC., C.TM., C.CW., C.IWCS., C.TIE., C.QEM., C.HS., C.HTeach
My Bisnis Online & Offline (BP Grup)
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...13 tahun yang lalu
-
