
Bincang Syawal: Mempererat Kolaborasi dari Ruang Tamu hingga Masa Depan Sekolah
Memintal Benang Silaturahmi: Jejak Syawal di Kediaman Sang Guru
Oleh: Ronaldo Rozalino
Sabtu, 21 Maret 2026. Mentari Syawal terbit dengan wajah yang teduh, membawa kabar kemenangan bagi jiwa-jiwa yang telah ditempa dalam madrasah Ramadan. Meski kalender menunjukkan perbedaan—hari pertama bagi hitungan pemerintah dan hari kedua bagi warga Muhammadiyah—namun di bawah langit Riau yang biru, perbedaan itu justru melahirkan harmoni. Bagi kami, lebaran bukan soal angka di penanggalan, melainkan soal hati yang saling terpaut dalam simpul kasih sayang yang tak terputus.
Pada hari yang fitri itu, saya melangkah bersama keluarga kecil yang menjadi tumpuan harapan. Ada istri tercinta, Yeyen Febrina, S.Sn., sosok pendidik di SMPN 2 Teluk Kuantan yang selalu setia mendampingi. Turut serta pula ananda-ananda hebat kebanggaan kami: Violino Ridho Putra (SMAN 1 Teluk Kuantan), Cello Yenroza Putra (SMP MUTU Teluk Kuantan), dan si bungsu Viola Utari Putri (MIM Teluk Kuantan). Tujuan kami satu: merajut kembali silaturahmi yang sempat tertunda oleh jarak dan waktu ke kediaman Bapak Drs. Afrizal, Kepala SMAN 1 Sentajo Raya.
Rindu yang Menemukan Muaranya
Sudah sekian warsa rencana ini tertunda. Biasanya, deru kendaraan selalu membawa kami pulang ke tanah kelahiran di Rao-Rao, Batusangkar, atau ke hiruk pikuk Kota Pekanbaru. Jarak seringkali menjadi tabir yang menghalangi raga untuk bertatap muka. Namun Syawal kali ini sungguh berbeda. Berkah perayaan di rumah sendiri membawa kebahagiaan berlipat; keluarga besar dari Jakarta, Dumai, Rengat, hingga Pekanbaru hadir memadati kediaman kami, membawa tawa yang memecah rindu.


Maka, kunjungan ke rumah Bapak Afrizal bukan sekadar rutinitas formalitas antara bawahan dan atasan. Bagiku, ini adalah bentuk penghormatan seorang murid kepada gurunya, seorang rekan sejawat kepada pemimpinnya. Di ruang tamu yang hangat, kami bercengkerama tentang banyak hal—mulai dari dinamika dunia pendidikan, kehangatan keluarga, hingga mimpi-mimpi besar SMAN 1 Sentajo Raya di masa depan.

Merajut Masa Depan dalam Canda Tawa
Sebagai bagian dari Tim Promosi sekolah sekaligus Ketua Komunitas Belajar KAYUAH, momentum ini menjadi ruang diskusi yang produktif. Kami berbincang mengenai strategi menjaring alumni yang tersebar di seantero nusantara, hingga kesiapan desain digital, banner, dan slayer yang akan menjadi wajah sekolah di mata dunia.
Penerimaan Bapak Afrizal dan keluarga sungguh menyentuh sanubari. Beliau menyambut kami dengan sisi kemanusiaan yang begitu kental—ramah, rendah hati, dan penuh canda tawa yang menghidupkan suasana. Sebelum kami beranjak, sebuah gestur kasih sayang berupa “THR” mendarat di tangan ananda kami. Sebuah rezeki yang disyukuri, sembari kami melangitkan doa: semoga rezeki beliau sekeluarga mengalir deras bak air terjun yang tak pernah berhenti menghidupi lembah di bawahnya.

Pulang dengan Hati yang Lapang
Pukul 15.30 WIB, kami berpamitan. Perjalanan berlanjut menyusuri sudut-sudut Kota Taluk Kuantan untuk menemui sanak saudara dan sahabat lainnya. Namun, ada jejak kedamaian yang tertinggal di hati setelah bersilaturahmi.
Nabi kita yang mulia pernah bersabda bahwa silaturahmi adalah kunci pembuka pintu rezeki dan pemanjang usia. Lebih dari itu, kami berharap ukhuwah yang terjalin ini bukan hanya sekadar hubungan duniawi, melainkan saksi yang saling menolong dan mengingatkan hingga ke akhirat kelak.
Masyaa Allah Tabarakallah. Di balik setiap jabat tangan, ada dosa yang luruh. Di balik setiap senyum, ada doa yang terijabah.
Salam Kolaborasi, Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan, Ahad 22 Maret 2026.



