Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Rizka Faulina Juara 3 Festifal Dendang Melayu (Seni Musik) di Kabupaten Kuantan Singingi
Darwan Suganda, Sirano Lahagu, Nikmatul Akbar Juara 2 Budaya Sepak Rago di Kabupaten Kuantan Singingi
Dok.Ronaldo Rozalino S.Sn
Admin/Humas SMAN Pintar Kuansing
READ MORE - SMAN Pintar Juara 2 dan 3 Festifal Seni Budaya di Kabupaten Kuansing
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
H.Zulhefis S.Pd.,MM Kepala SMAN Pintar dalam Upacara Senin Pagi dan Pembukaan Kegiatan MOS SMAN Pintar Kuansing TP 2011/2012
Guru Guru, Karyawan TU, Satpam SMAN Pintar Kuansing Upacaraq Senin Pagi. pembukaan Kegiatan MOS SMAN Pintar Kuansing TP 2011/2012
Siswa Baru Kelas X Peserta MOS SMAN Pintar
Herlianti S.Pd Memberikan Materi Tata Krama Siswa
Feri Oktoberiandi M.Pd memberikan materi Strategi belajar dan pengenalan model belajar
Mulkismawati S,Pd.I dan Rohayati S.Psi memberikan materi Penjajakan Awal BK dan Psikologi
Eriyanti SE dan Jumitra Irawani S.Pd memberikan materi Berprestasi melalui olimpiade (Pengenalan Olimpiade)
Wiwin Satriadi S.Pd memberikan materi Penulusuran Minat Bakat
Saya dan Panitia MOS SMAN Pintar
H.Zulhefis S.Pd MM Kepala SMAN PintarMenutup Kegiatan MOS Siswa Baru kelas X SMAN Pintar
H Zulhefis S.Pd., MM Kepala SMAN Pintar didampingi Suhelmon S.Pd,I MA Membuka bersalaman dengan siswa kelas X usai penutupan MOS.
Membuka tanda nama dari siswa kelas X sebagai tanda selesainya MOS Kelas X SIswa Baru SMAN Pintar
Semoga apa yang telah didapatkan dan diberikan dari Guru dan Panitia, kepada siswa baru kelas X. Dapat daplikasikan dan ditingkatkan selama proses pembelajaran di SMAN Pintar. Ungkap H.Zulhefis S.Pd MM diacara penutupan MOS siswa baru kelas X.
READ MORE - Kegiatan MOS SMAN Pintar Kuansing TP 2011/2012
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
PEDOMAN SEKOLAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT KURIKULUM
JAKARTA, 2010
DAFTAR ISI
| DAFTAR ISI | i |
| KATA PENGANTAR | iii |
| |
| BAB I : PENDAHULUAN | |
| A. Latar Belakang | 1 |
| B. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa | 2 |
| C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa | 5 |
| D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa | 7 |
| E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa | 7 |
| F. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa | 8 |
| |
| BAB II : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI, DAN BUDAYA SEKOLAH | |
| A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa | 11 |
| B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa | 15 |
| C. Pengembangan Proses Pembelajaran | 20 |
| D. Penilaian Hasil Belajar | 23 |
| E. Indikator Sekolah dan Kelas | 24 |
| |
| BAB III : PETA NILAI DAN INDIKATOR | |
| A. Nilai, Jenjang Kelas, dan Indikator | 32 |
| B. Peta Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Berdasarkan Mata Pelajaran | 45 |
| C. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Nilai, dan Indikator Mata Pelajaran | 52 |
| |
| BAB IV : INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP | 86 |
PENUTUP | 117 |
Klik Gambar Dibawah ini Untuk Download
READ MORE - Download Panduan PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Mengenai fungsi dari hubungan masyarakat secara umum adalah sebagai
berikut:
a. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi
b. Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan public intern dan
public ekstern
c. Menciptakan kombinasi dua arah dengan menyebarkan informasi dari
organisasi kepada public dan menyalurkan opini public kepada organisasi.
d. Melayani public dan menasehati pimpina n organisasi demi kepentingan
umum.
Bertrand R. Camheld dalam bukunya “public relations, principles and
problems”, menyebutkan public relations (humas) mengemban tiga fungsi:
a. Mengabdi kepada kepentingan umum
b. Memelihara komunikasi yang baik
c. Menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik
Sedangkan fungsi pokok hubungan masyarakat dan sekolah adalah
menarik simpati masyarakat pada umumnya serta publik (masyarakat terdekat
dan langsung terkait) khususnya, sehingga dapat meningkatkan relasi serta
animo masyarakat terhadap sekolah tersebut, yang pada akhirnya menambah
“income” bagi sekolah yang bermanfaat bagi bantuan terhadap tercapainya
tujuan yang telah ditetapkan .Adapun tugas pokok atau beban kerja humas di sekolah adalah:
a. Memberikan informasi dan menyampaikan ide (gagasan) kepada
masyarakat atau pihak lain yang membutuhkan. Humas menyebarluaskan
informasi dan gagasan tersebut agar masyarakat mengetahui maksud,
tujuan, dan kegiatannya sehingga pihak lain diluar organisasi dapat
merasakan manfaatnya.
b. Membantu pimpinan yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung
memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak yang memerlukan.
c. Membantu pimpinan untuk mempersiapkan bahan tentang masalah dan
informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian
masyarakat pada saat tertentu. Dengan demikian, pimpinan selalu siap
memberikan bahan-bahan informasi terbaru.
d. Membantu pimpinan mengembangkan rencana dan kegiatan lanjutan
yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat sebagai akibat
adanya komunikasi timbal balik dengan pihak luar. Ternyata hal itu
menumbuhkan harapan dan penyempurnaan kebijaksanaan atau kegiatan
yang telah dilakukan organisasi Sumber:
id.shvoong.com
READ MORE - Fungsi dan Tugas Pokok Humas
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Berbicara tentang humas pasti ingatan kita akan tertuju pada hal yang berhubungan dengan komunikasi, konfrensi pers, informasi, public relation. Pokoknya secara gampang diibaratkan sebagai penyampaian segala informasi. Menurut kamus Fund and Wagnel ( Anggoro, 2001), Pengertian Humas adalah segenap kegiatan dan teknik/kiat yang digunakan organisasi atau individu untuk menciptakan atau memelihara suatu sikap dan tanggapan yang baik dari pihak luar terhadap keberadaan dan aktivitasnya. Berdasarkan definisi diatas pegertian humas secara umum adalah fungsi yang khas antara organisasi dengan publiknya, atau dengan kata lain antara lembaga pendidikan dengan warga di dalam (guru, karyawan, siswa) dan warga dari luar (wali siswa, masyarakat, instusi luar, patner sekolah). Dalam konteks ini jelas bahwa humas atau public relation (PR) adalah termasuk salah satu elemen yang penting dalam suatu organisasi kelompok ataupun secara individu.
Berbicara mengenai humas dalam lembaga pendidikan, dewasa ini masih kurang sekali difungsikan oleh masing-masing lembaga sekolah. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh para pengelola atau pelaksana dalam sekolah tersebut. Terutama ini banyak di lakukan oleh sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan pemerintah, mulai dari level SD sampai SMA. Kecuali di level universitas, sudah ada staf atau petugas sendiri untuk bagian humas atau PR. Memang untuk lembaga pendidikan swasta atau dibawah naungan yayasan tertentu sudah mulai digunakan cara-cara ke-humas-an tersebut, tapi biasanya kurang maksimal. Dan walaupun ada job diskripsi untuk itu tidak bisa bekerja dengan baik serta kurang bisa membawakan peran bagaimana semestinya seorang humas itu. Padahal fungsi humas untuk lembaga pendidikan itu sangatlah penting. Karena dengan adanya humas, lembaga pendidikan terlebih-lebih swasta yang pada akhir-akhir ini sudah mulai bekerja keras untuk melanjutkan eksistensi sekolahnya, walaupun mereka juga tidak tahu sampai kapan sekolah itu akan tetap eksis, bisa menggunakannya sebagai salah satu cara efektif untuk membuat sekolahnya menjadi “ada” di masyarakat.
Sebenarnya konsep dan aplikasi humas dalam suatu lembaga pendidikan bisa dan relatif mudah untuk dilaksanakan, walaupun yang penting dalam hal ini adalah adanya keinginan dari lembaga tersebut untuk sadar akan fungsi dan tugas dalam hal kehumasan. Dan untuk merealisasikan itu semua banyak hal yang harus dilakukan oleh humas dalam suatu lembaga pendidikan. Selain itu memelihara hubungan dengan pers juga mutlak dan perlu dijalin dan dikembangkan. Karena pada saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan pers/media massa, mulai media cetak sampai media elektronik sudah sangat memasyarakat dan menjadi salah satu yang dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu sangat tepatlah kalau pers menjadi salah satu wadah untuk mensosialisakan dan “menjual sekolah/lembaga pendidikan” kepada orang luar, sehingga paling tidak keberadaan sekolah kita masih bisa terdengar oleh masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari pendapat dari beberapa praktisi pendidikan yang mengatakan bahwa semakin sering lembaga/sekolah kita termuat beritanya (berita positif) di media massa maka semakin banyak tahulah masyarakat akan keberadaan sekolah kita. Dan itu akan berimbas positif pada saat akan melaksanakan Penerimaan Siswa Baru di sekolah tersebut.
Selain peran pers ada beberapa media humas yang tidak kalah pentingnya demi menunjang kerja humas di sekolah atau lembaga pendidikan. Media-media itu antara lain; majalah sekolah/buletin, papan informasi kegiatan dan Foto kegiata, buku penghubung yang berisi kegiatan dan perilaku siswa di sekolah, Banner sekolah, kotak saran, Forum Komunikasi Orang tua siswa, Leaflet, Talk Show dengan orang tua, serta yang paling mutakhir pembuatan website di dunia maya baik yang gratisan atau yang menggunakan domain sendiri. Semua media-media itu tidak lain adalah sebagai sarana untuk memaksimalkan lagi fungsi humas dalam lembaga pendidikan. Oleh:
andyretno.wordpress.com
READ MORE - MEMAKSIMALKAN FUNGSI HUMAS DALAM DUNIA PENDIDIKAN