
Gema Ayat di Jantung Kota: Jejak Pengabdian Ustadz Rinaldi, S.Pd
Di balik riuh rendah langkah kaki para pencari rezeki di sekitar Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan, hadir sebuah ketenangan yang membasuh jiwa. Sosok itu adalah Ustadz Rinaldi, S.Pd. Bagi banyak orang, beliau bukan sekadar nama dalam barisan imam, melainkan sebuah pengabdian yang akarnya menghujam bumi dan dahannya menjulang ke langit doa.
Langkah Awal Sang Penuntut Ilmu
Dilahirkan di bawah langit Hatupangan pada 15 September 1998, perjalanan Rinaldi adalah sebuah pencarian rida Illahi yang tak kenal lelah. Masa kecilnya ditempa di SDN 272 Hutalobu, sebelum akhirnya ia melabuhkan hati pada pendidikan berasrama di MTs dan MA Darul Ulum. Di sanalah, aroma kitab suci dan gema zikir mulai memahat jati dirinya.
Dahaga akan ilmu membawanya meraih gelar sarjana di STAI Babun Najah (2019–2023). Gelar ini bukanlah akhir, melainkan sebuah amanah besar untuk menyulut cahaya pengetahuan Islam di tengah kegelapan ketidaktahuan.
Dedikasi yang Tak Pernah Padam
Sebagai seorang pendidik, Ustadz Rinaldi percaya bahwa ilmu adalah amanah yang harus disampaikan dengan kasih sayang. Selama tiga tahun, beliau telah mewakafkan malam-malamnya dalam program Guru Maghrib Mengaji, menyemai benih cinta Al-Qur’an di hati generasi muda. Baginya, setiap huruf yang terbata-bata dibaca oleh muridnya adalah tabungan keabadian yang tak ternilai harganya.
Mihrab Teduh di Tengah Keramaian
Kini, sebagai Imam Utama Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan, amanah mulia itu terpikul erat di pundaknya. Setiap kali beliau berdiri di mihrab, lantunan ayat suci yang dibawakannya seolah menjadi oase bagi para jamaah yang datang membawa lelah duniawi. Beliau tidak hanya memimpin saf dalam salat, tetapi juga menuntun jiwa-jiwa untuk kembali berlabuh pada dermaga iman yang tenang.
Visi Sang Pembawa Cahaya
Dengan tutur kata yang lembut namun teguh dalam prinsip, Ustadz Rinaldi terus melangkah. Beliau meyakini bahwa Islam adalah rahmat, dan mengajar adalah jalan untuk menebarkannya. Di tangan beliau, syiar agama tak berhenti sebagai teori, namun menjelma menjadi akhlak yang menyentuh hati dan teladan nyata bagi umat.
Penulis: Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd, C.PS, C.ME, C.TP, C.CCT, C.MT, C.QEM, C. HTeach, C.HP etc
Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penulis, Motivator, Blogger, Bisnis Owner, Coach

Posting Komentar
Komentar ya