Tak Ada yang Lapar di Hari Raya: Misi Kemanusiaan Lazismu Kuansing di Tengah Kebun Sawit
TELUK KUANTAN – Di saat hiruk-pukuk kota mulai bising dengan persiapan lebaran, di sudut-sudut tersembunyi Kuantan Singingi, ada sunyi yang menyimpan lara. Ada mereka yang hidup sebatang kara, menghabiskan senja di bawah atap gubuk tua di tengah hamparan kebun sawit milik orang lain. Bagi mereka, hari esok seringkali menjadi teka-teki: “Apakah hari ini ada nasi untuk dimakan?”
Namun, mendung duka itu perlahan tersingkap. Lazismu Kuansing melalui Kantor Layanan Pondok Pesantren K.H. Ahmad Dahlan Teluk Kuantan, baru saja menuntaskan amanah mulia. Zakat yang dititipkan para muzakki (pembayar zakat) telah berlabuh ke dermaga yang tepat. Distribusi ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan misi menjemput senyum saudara-saudara kita yang hampir terlupakan.
Merayakan Kemanusiaan di Hari Kemenangan
Melalui laporan lapangan yang menggetarkan hati, tim Lazismu menemukan realita yang menyesakkan dada. Ada lansia yang hanya ditemani sepi setelah ditinggal keluarga, hingga keluarga yang bertahan hidup dengan serba kekurangan. Namun, syariat Islam datang sebagai pemersatu.
"Tak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah," tulis perwakilan Lazismu dalam laporannya.
Melalui penyaluran zakat ini, dipastikan bahwa pada hari raya nanti, tidak ada lagi perut yang lapar. Di hari Idulfitri, sekat antara si kaya dan si miskin luruh. Semuanya akan sama-sama merasakan nikmatnya hidangan lebaran, sama-sama merayakan kebahagiaan seutuhnya. Karena sejatinya, Idulfitri adalah milik bersama, tanpa kecuali.
Pengingat di Ambang Kematian
Di tengah suka cita distribusi zakat ini, tersisip sebuah pesan mendalam yang menyentuh relung batin. Bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan sementara. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW:
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan dunia: Kematian."
Zakat yang disalurkan hari ini adalah "bekal" nyata untuk masa depan yang sesungguhnya. Jika dunia adalah tempat singgah yang fana, maka sedekah dan zakat adalah investasi abadi untuk kehidupan setelah mati.
Penyaluran ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus membuka mata dan telinga terhadap kondisi sekitar. Saudara-saudara kita di gubuk-gubuk tua itu adalah ladang pahala yang nyata.
Lazismu Kuansing mengajak seluruh kaum muslimin untuk tidak berhenti mengulurkan tangan. Mari kita pastikan bahwa kebahagiaan Idulfitri tahun ini bukan hanya milik mereka yang mampu, tapi juga milik mereka yang selama ini hanya bisa bermimpi tentang rasa kenyang.
Semoga Allah menerima setiap butir nasi yang kita berikan dan setiap rupiah yang kita zakatkan sebagai saksi pembela di akhirat kelak.
Ditulis: Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penulis, Blogger, Bisnis Owner, Coach)

Posting Komentar
Komentar ya