
Lubuk Jambi Menjadi Saksi: Saat Pimpinan Wilayah dan Akar Rumput Muhammadiyah Melebur dalam Satu Doa
Memintal Rindu di Lubuk Jambi: Kala Cahaya Muhammadiyah Membasuh Hati
LUBUK JAMBI – Di bawah langit Syawal yang masih menyisakan aroma fitrah, sebuah perjumpaan agung tersaji dengan penuh khidmat. Senin, 4 Syawal 1447 H, menjadi saksi bisu betapa ukhuwah bukan sekadar kata dalam pidato, melainkan detak jantung yang menghidupkan persyarikatan di tanah Kuantan Singingi.
Acara Silaturrahim Akbar Keluarga Besar Muhammadiyah Se-Cabang Lubuk Jambi yang digelar di MTS Muhammadiyah Lubuk Jambi ini tak ubahnya sebuah “telaga” tempat berkumpulnya para pejuang dakwah untuk melepas dahaga rindu setelah sebulan penuh menempa diri.
Kehadiran Sang Pencerah
Suasana terasa kian bernyawa dengan hadirnya para nahkoda dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau. Di barisan depan, tampak Ketua PWM Riau, Dr. Hendri Sayuti, MA, yang kehadirannya membawa kesejukan lewat tausiyah yang menyentuh relung sanubari. Tak sendirian, beliau didampingi oleh jajaran tokoh inspiratif seperti Dr. Yusri Rasul, S.T, M.T, Bapak Joyosman, dan Bapak Syafriyus.

Kehadiran mereka bukan sekadar urusan formalitas organisasi, melainkan simbol turunnya restu dan semangat dari “pusat” menuju akar rumput, menguatkan akar ideologi yang menghujam di bumi Kuantan Mudik.
Harmoni Ukhuwah di Kuansing
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kuantan Singingi pun turut hadir memberikan warna. Sekum PDM Kuansing, H. Burdianto, M.Kom, bersama Bapak Syafri Said, M.M, dan Eka Satria, tampak berbaur dalam kehangatan yang sama.

Pemandangan paling indah terlihat dari keragaman warna pergerakan yang berkumpul. Barisan Aisyiyah yang teduh, semangat muda dari Pemuda Muhammadiyah, kecerahan Nasyiatul Aisyiyah (NA), hingga berbagai Ortom lainnya, berkumpul membentuk mozaik persaudaraan yang utuh.
“Silaturrahim ini adalah jembatan hati. Di sini, jabatan luruh menjadi saudara, dan perbedaan jarak hanyalah hitungan angka yang kalah oleh kuatnya rasa memiliki,” ungkap salah satu tokoh yang hadir di sela-sela acara.
Menenun Masa Depan
Acara yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan kumandang Mars Muhammadiyah ini ditutup dengan doa yang melangit. Harapannya satu: agar semangat Lubuk Jambi hari ini menjadi pemantik api dakwah yang tak kunjung padam di seluruh pelosok Riau.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran. Ia adalah penegasan bahwa Muhammadiyah Lubuk Jambi adalah sebuah keluarga besar yang kokoh, tempat pulang bagi mereka yang lelah, dan tempat berangkat bagi mereka yang ingin berderma untuk umat.

Ditulis:
Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Lembaga Seni Budaya PDM Kuansing)

Posting Komentar
Komentar ya