
Menyambut Kemegahan MTQ ke-44 Riau, Bupati Kuantan Singingi Terbitkan SK Panitia Pacu Jalur Rayon II 2026
BUDAYA & PARIWISATA
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
Teluk Kuantan — Gaung tradisi Pacu Jalur yang melegenda di ranah Kuantan Singingi (Kuansing) bersiap kembali menghentak jagat pariwisata Riau. Menyadari besarnya potensi sinergi budaya dan religi, Bupati Kuantan Singingi secara resmi telah menerbitkan Keputusan Bupati Nomor: Kpts. 130/V/2026 mengenai pembentukan Panitia Pelaksana Pacu Jalur Rayon II.
Gelaran istimewa ini diselenggarakan secara khusus bersamaan (bersempena) dengan momentum akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-44 Tahun 2026 yang bertempat di Kabupaten Kuantan Singingi.
Keputusan strategis ini diambil guna memastikan jalannya festival kebanggaan masyarakat Kuansing terlaksana dengan penuh tanggung jawab, rapi, dan profesional.
Mengingat kedudukan Kuansing tahun ini sebagai tuan rumah hajat spiritual terbesar di Bumi Lancang Kuning, integrasi antara nilai-nilai keislaman MTQ dan semangat kebersamaan Pacu Jalur diharapkan mampu menjadi magnet pariwisata yang luar biasa sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah.
Filosofi Unik: “Siang Bapacu Malam Mangaji”
Satu hal yang paling mencuri perhatian dalam surat keputusan yang ditetapkan langsung di Teluk Kuantan pada tanggal 7 Mei 2026 tersebut adalah penetapan tema resmi kegiatan. Perhelatan akbar kali ini mengusung tagline filosofis yang sangat mendalam, yaitu
“Siang Bapacu Malam Mangaji”.
Tema ini merefleksikan harmoni kehidupan masyarakat Kuantan Singingi yang dinamis: kokoh menjaga tradisi fisik budaya Pacu Jalur yang sarat sportivitas dan gotong royong di siang hari, serta tetap teduh dalam lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an pada malam harinya.
Struktur Komando dan Kepanitiaan Inti
Untuk menakhodai agenda berskala provinsi ini, Bupati Kuantan Singingi H. Suhardiman Amby menyusun barisan kepanitiaan kokoh yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, pejabat birokrasi, hingga elemen organisasi masyarakat lokal.
Di jajaran puncak, Bupati, Wakil Bupati, bersama Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, dan Dandim 0302 INHU duduk sebagai Penasehat. Sementara itu, posisi Pengarah/Pembina diisi oleh tokoh-tokoh krusial termasuk Asisten III, jajaran Kepala Dinas, Ketua Lembaga Adat Nagori (LAN), serta para Camat se-Kabupaten.
Adapun struktur komando eksekutif atau Panitia Pelaksana Inti yang bertanggung jawab penuh terhadap jalannya teknis di lapangan adalah sebagai berikut:

Pembagian Seksi Kerja Demi Kelancaran Acara
Guna memastikan tidak ada detail yang terlewat, kepanitiaan ini dipecah ke dalam belasan seksi operasional yang spesifik. Setiap seksi diisi oleh figur-figur yang siap bekerja keras di lapangan. Di antaranya:
Seksi Anggaran dan Hadiah: Dipimpin oleh Budi Asrianto, S.Sos, M.Si.
Seksi Acara: Dikomandoi oleh Drs. Endrizal.
Seksi Humas, Informasi, Publikasi, dan Dokumentasi: Diketua oleh Desriandi Candra, S.IP.
Seksi Gelanggang: Dikepalai oleh Herlianto.
Seksi Perlengkapan: Dikoordinasikan oleh Deswan Antoni (Kabag Umum).
Seksi Konsumsi: Dipimpin oleh Sri Widarti, Amd.
Seksi Hakim / Dewan Juri: Diketuai oleh Muhjelan Arwan, SH, MH.
Keamanan, ketertiban, serta kenyamanan penonton dan peserta juga menjadi prioritas mutlak. Hal ini dibuktikan dengan penempatan Wakapolres Kuantan Singingi sebagai Ketua Seksi Keamanan dan Ketertiban, serta keterlibatan aktif Dinas Perhubungan dalam tata kelola transportasi, lalu lintas, dan parkir selama festival berlangsung.
Tidak ketinggalan, Seksi Kesehatan didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Kuansing, RSUD Teluk Kuantan, serta PMI guna mengantisipasi segala bentuk kegawatdaruratan medis (Rescue).
Sinergi Total Menuju Kuansing yang Sukses dan Berkah
Melalui Surat Keputusan yang tembusannya disampaikan langsung kepada Gubernur Riau, Kanwil Kemenag Riau, serta instansi terkait lainnya, Bupati menegaskan agar seluruh panitia yang telah ditunjuk segera bergerak cepat menyusun rencana kerja, administrasi keuangan, hingga koordinasi lintas sektor.
Pembiayaan kegiatan ini secara akuntabel dibebankan pada bantuan masyarakat, sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat, serta sumber pembiayaan sah lainnya yang mendukung kesuksesan acara.
Masyarakat Riau, khususnya warga Kuantan Singingi, kini menaruh harapan besar di pundak kepanitiaan yang baru dikukuhkan ini. Kolaborasi epik antara adat Pacu Jalur dan syiar Islam melalui MTQ ke-44 ini diharapkan tidak hanya sukses secara seremonial, namun juga menumbuhkan keberkahan mendalam bagi kemajuan daerah, kelestarian kebudayaan, serta persatuan masyarakat di bawah semboyan luhur Kuantan Singingi. (RR)








