
Siang Bapacu, Malam Mangaji: Gemuruh Dayung Rayon II Bersempena Semarak MTQ Riau XLIV
TELUK KUANTAN — Riak Batang Kuantan kembali memanggil jiwa-jiwa pemberani. Di bawah naungan langit Kuantan Singingi yang sarat adat dan marwah, sebuah perhelatan agung bersiap menghentak kesunyian.
Indra Sukri, ST.,M.Pd Ketua Umum Panitia Pelaksana menyampaikan event Pacu Jalur Rayon II tahun 2026 kali ini hadir dalam balutan nuansa yang begitu sakral, bersempena dengan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-XLIV. Sebuah perpaduan harmonis antara ketangkasan fisik anak negeri dan kesucian rohani yang membumi.
Adagium kultural “Siang Bapacu, Malam Mangaji” menjadi ruh utama dalam perhelatan akbar ini. Ketika matahari meninggi, riuh rendah sorak penonton akan memecah kesunyian Tepian Narosa. Air sungai yang tenang seketika bergolak oleh kayuhan berirama para anak pacu yang berjuang demi kehormatan kampung halaman.
Namun, ketika senja melabuhkan tirainya dan malam menjemput, suasana akan berganti rupa menjadi syahdu. Alunan ayat-ayat suci Al-Quran dari panggung MTQ Riau ke-XLIV akan menggema, meneduhkan jiwa-jiwa yang letih, sekaligus membasuh bumi Kuantan Singingi dengan keberkahan langit.
Pacu Jalur bukan lagi sekadar perlombaan mendayung sebatang perahu kayu raksasa. Ia adalah urat nadi, sebuah warisan budaya takbenda yang telah mengakar berabad-abad lamanya. Dari bilah-bilah dayung yang membelah arus, terpancar nilai gotong royong, disiplin tinggi, serta sportivitas yang murni.
Indra Sukri, ST., M.Pd Ketua Umum Panitia didampingi Sekretaris Elpi Satriadi menegaskan tekad yang membumbung tinggi melalui semboyan:
“Dari Kota Jalur Untuk Semua, Pacu Jalur Mendunia!
Sebuah visi besar untuk membawa tradisi lokal ini melintasi batas-batas domestik menuju panggung internasional.
Gelanggang legendaris Tepian Narosa di Teluk Kuantan telah bersolek indah demi menyambut para pendekar arus dan kafilah dari berbagai penjuru bumi Lancang Kuning.
Dalam pesan whatupsnya Indra Sukri menyampaikan kemeriahan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai hari Sabtu hingga Senin, tepatnya pada tanggal 27 hingga 29 Juni 2026. Seluruh lapisan masyarakat diundang dan diajak untuk meramaikan pinggiran sungai, bersatu padu dalam kegembiraan tradisi yang tiada duanya melalui seruan akrab:
“Mua Samo-samo Manonton!!!”
Kehadiran perhelatan yang berbarengan dengan MTQ Riau XLIV ini diharapkan tidak hanya mendongkrak pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, melainkan juga memperkuat identitas Melayu yang identik dengan nilai-nilai keislaman sebagaimana adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.
Mari kita saksi bersama keindahan budaya, kekompakan barisan anak pacu, serta gemuruh semangat persaudaraan yang tak kan pernah padam oleh arus zaman, Indra Sukri menyampaikan dalam pesan whatsupnya.
Indra Sukri mengajak Jalur Jalur yang ada di Kuansing khususnya Riau pada umumnya:
"Mua Daftarkan Jaluar Terbaik Kito ke Panitia Pacu Jalur Rayon II Teluk Kuantan"
Salam Kayuah, Kayuah, Kayuah!!!
Reportase Oleh:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Panpel Bidang Humas, Info, Publikasi, Media, Dokumentasi Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan Bersempena MTQ Riau ke 44 Tahun 2026 di Kab. Kuansing)
#pacujalur #budayakuansing #bersempenamtqriau #siangbapacumalammangaji #publikasi #dokumentasi #info #media #kontenkreator #humas

Posting Komentar
Komentar ya