Dari Didikan TVRI Nasional ke Dunia Literasi: Kisah Inspiratif Guru ASN di Kuansing


Menulis Adalah Warisan: Jejak Langkah Ronaldo Rozalino dari Layar Kaca ke Dunia Literasi
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya berada di balik layar sebuah stasiun televisi, berjibaku dengan tenggat waktu berita, hingga mengatur sudut pandang kamera agar sebuah pesan tersampaikan dengan sempurna? Bagi Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., pengalaman itu bukan sekadar bayangan, melainkan fondasi kokoh yang membentuk jati dirinya hari ini.
Kilas Balik 2010: Berguru pada Sang Maestro
Enam belas tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2010, sebuah langkah besar diambil oleh Ronaldo. Ia terpilih menjadi bagian dari Tim Kuansing TV. Menariknya, saat itu ia adalah satu-satunya perwakilan dari kalangan guru di Kabupaten Kuantan Singingi, bersanding dengan rekan-rekan dari berbagai instansi pemerintahan.

Selama setahun penuh, ia digembleng langsung oleh instruktur dari TVRI Nasional Jakarta. Nama-nama besar seperti Bapak Ramang Syah, Ibu Siti, dan almarhum Bapak M. Sholeh menjadi mentor yang mengajarkannya “senjata” komunikasi:
Seni Menulis Berita: Mengolah fakta menjadi cerita yang bernyawa.
Keterampilan Presenter: Berbicara dengan percaya diri di depan publik.
Teknis di Balik Layar: Menjadi kameramen, editor video, hingga Director Program.

Momen kolaborasi bersama sahabat-sahabat perjuangan seperti Bu Neri, Nanik, Pak Armalis, Mas Bayu, Bang Niko, dan Bang Nopen menjadi kenangan manis yang tak lekang oleh waktu.
Dari Studio TV ke Dunia Literasi Digital
Meski kini ia mengabdikan diri sebagai Guru ASN di SMAN 1 Sentajo Raya, jiwa jurnalistiknya tidak pernah luntur. Pengalaman di Kuansing TV menjadi batu loncatan baginya untuk terjun ke dunia literasi digital. Sejak 2007, Ronaldo telah aktif sebagai blogger dan penulis web sekolah (SMAN Pintar pada masa itu).

Baginya, era digital adalah pedang bermata dua. Itulah mengapa ia selalu menekankan prinsip: “Saring sebelum sharing.”
“Menulislah, kelak tulisanmu akan menjadi amal jariyah ketika dirimu telah tiada. Tentunya tulisan yang berfaidah dan anti-fitnah.” — Ronaldo Rozalino





Pengabdian Tanpa Batas
Kini, kesibukan Ronaldo bukan hanya di dalam kelas. Ia bergerak aktif sebagai penggerak literasi di berbagai lini:
Ketua Forum Literasi Kuansing.
Fasda Duta Literasi Rupiah CBPR (Bank Indonesia & BGTK Riau).
Composer & Arranger serta Business Owner & Coach.


Semua peran ini ia jalani dengan satu tujuan: memberikan yang terbaik untuk negeri. Dari kisah Ronaldo Rozalino, kita belajar bahwa keterampilan yang kita pelajari belasan tahun lalu jika dipelihara dengan semangat berbagi akan terus bertumbuh menjadi manfaat yang luas bagi masyarakat.



Apa yang Anda tulis hari ini adalah jejak yang akan dibaca oleh generasi masa depan. Mari menulis dengan hati, berbagi dengan bijak, dan menginspirasi tanpa henti.
Teluk Kuantan, Kab. Kuansing, 2026
Selasa, 21 April 2026 Pukul 17.09 WIB

























Posting Komentar
Komentar ya