
DAHSYAT! Perjuangan ‘Mental Baja’ Beta Gloria, Alumni SMAN 1 Sentajo Raya Lulus di Shandong Jianzhu University China
KUANTAN SINGINGI – Sebuah kabar membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Beta Gloria Pasaribu, seorang alumni bertalenta dari SMAN 1 Sentajo Raya, sukses menembus ketatnya seleksi perguruan tinggi internasional.
Ia dinyatakan lulus di Shandong Jianzhu University, China, untuk jurusan Civil Engineering (Teknik Sipil). Keberhasilan ini menjadi buah manis dari kegigihan luar biasa seorang remaja yang dikenal memiliki impian besar.
Langkah Beta menuju Negeri Tirai Bambu ini tidak diraih dengan instan. Di balik senyum ramahnya, putri dari pasangan Bapak Elisaphan M.H. Pasaribu dan Ibu Febrina Yanti Nainggolan yang tinggal di Jalan Rustam S. Abrus, Sungai Jering ini, merupakan sosok pelajar yang ulet.
Selain berprestasi di jalur akademik, Beta juga dikenal sangat kreatif. Hobinya menggambar anime bahkan telah mampu menghasilkan pendapatan mandiri untuk menambah uang jajannya sehari-hari—sebuah bukti nyata dari kemandirian dan kreativitasnya yang tinggi.
“Si Mental Baja” yang Pantang Menyerah
Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, Drs. Afrizal, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian sang alumni. Ia menjuluki Beta sebagai siswi yang memiliki “mental baja”. Menurutnya, tekad kuat Beta untuk melanjutkan studi ke luar negeri sudah terlihat sejak awal, dan pihak sekolah sepenuhnya berkomitmen memberikan dukungan moral maupun administratif.
“Luar biasa, kita dari awal mendukung dan merekomendasikan Gloria. Kami atas nama keluarga besar SMAN 1 Sentajo Raya patut bersyukur dengan lulusnya ananda Gloria ke universitas di China. Ini tentu tidak bisa dipungkiri karena kerja keras para pendidik serta keuletan dan kegigihan ananda Gloria sendiri. Dari awal kita selalu memberi motivasi dengan niat Gloria yang ingin melanjutkan studi ke Negeri Tirai Bambu itu,” ujar Drs. Afrizal bangga. “Selamat untuk ananda Gloria, kita doakan sukses dalam belajar dan kelak bisa mengabdi untuk negeri.”
Melalui pesan singkat WhatsApp yang dikirimkan kepada gurunya, Beta menyampaikan rasa syukur yang mendalam dengan penuh antusiasme.
“Puji Tuhan.. Gloria lolos masuk univ ke China Bu… Selanjutnya interview dulu buat dapat beasiswa, doakan Glo lancar Ibu,” tulisnya, diiringi emotikon hati yang menggambarkan kebahagiaan sekaligus harapan besar agar langkah berikutnya dipermudah.
Harapan, Doa, dan Tantangan Finansial Orang Tua
Kebahagiaan mendalam juga dirasakan oleh pihak keluarga. Baginya, kelulusan ini adalah mukjizat, namun perjuangan belumlah usai. Saat ini, Beta sedang bersiap menghadapi tahapan krusial berikutnya, yaitu wawancara untuk seleksi beasiswa penuh.
Sebab, jika menempuh jalur mandiri, biaya kuliah (SPP) di universitas tersebut tergolong cukup besar bagi keluarga, yakni mencapai kisaran Rp 52 juta rupiah per tahun. Tantangan lainnya adalah faktor usia Beta yang saat ini belum genap 18 tahun.
Berdasarkan regulasi di China, mahasiswa di bawah umur wajib memiliki wali lokal di sana dengan biaya operasional sekitar Rp 2,4 juta per bulan hingga usianya legal. Oleh karena itu, sang ibunda sangat mengharapkan dukungan doa dari seluruh pihak.
“Pastinya sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini, semoga tahap selanjutnya lolos interview untuk seleksi beasiswa biaya kuliah. Seandainya tidak dapat beasiswa, berat juga untuk memberangkatkannya, Pak. Mohon doanya agar semua proses anak kami dilancarkan,” ungkap Ibunda Beta, Febrina Yanti Nainggolan, saat mengabarkan ke pihak sekolah.
Keluarga besar Bapak Elisaphan saat ini memang tengah berjuang keras demi pendidikan tinggi anak-anak mereka. Kakak kandung Beta, Claudia, saat ini juga sedang menempuh perkuliahan di jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Negeri Padang (UNP). Orang tua Beta senantiasa berdoa agar mereka selalu diberikan kesehatan serta kelimpahan rezeki untuk menunjang masa depan kedua putri terbaiknya tersebut.
Untaian Terima Kasih dan Rekam Jejak Prestasi
Keberhasilan ini diakui Beta dan keluarga tidak lepas dari dukungan kolektif orang-orang di sekelilingnya. Mereka menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada:
Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat, perlindungan, dan jalan yang dibukakan.
Keluarga Besar yang selalu memberikan dukungan moral tanpa henti.
Kepala Sekolah serta Bapak/Ibu Guru SMAN 1 Sentajo Raya yang telah membimbing, memotivasi, dan menyiapkan segala kebutuhan administrasi.
Guru Les Bahasa Mandarin yang telah membekali kemampuan bahasa untuk bekal studi.
Teman-teman sejawat serta seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Bila melihat rekam jejaknya di sekolah, Beta memang sosok yang kompetitif. Ia konsisten berada di rangking 10 besar di kelasnya, berhasil meraih Peringkat 4 Olimpiade Bahasa Jerman tingkat Provinsi Riau, serta pernah menjadi peserta aktif dalam Olimpiade Matematika.
Kisah Beta Gloria Pasaribu adalah refleksi nyata dari pepatah “di mana ada kemauan, di sana ada jalan”. Keterbatasan dan tantangan biaya bukanlah akhir dari segalanya selama kegigihan dan doa terus mengalir.
Mari bersama-sama kita doakan agar tahapan wawancara beasiswa Beta berjalan dengan sukses dan lancar, sehingga ia dapat segera berangkat ke China membawa nama harum Kuantan Singingi dan kembali untuk membangun Ibu Pertiwi.
Reportase / Laporan Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd (Guru Konten Kreator Riau, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, Guru Penulis, Blogger, Motivator Literasi & Edukasi, Business Owner, Composer & Arranger, Coach)
