Suluk Pengabdian dan Lentera Ilmu: Menelusuri Jejak Inspirasi Bapak Aprinedi, S.Pd., MM
Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
Catatan Takzim untuk Guru Kebanggaan di SMKN 1 Teluk Kuantan
Bismillahirrahmanirrahim.
Waktu laksana air yang mengalir tenang namun pasti, menghanyutkan kenangan masa lalu tetapi menyisakan endapan-endapan hikmah yang tak bernilai. Ingatan itu kembali berlabuh pada rentang tahun 1999 hingga 2002. Sebuah masa di mana jiwa muda saya yang penuh tanya mula-mula ditempa di bawah atap tempat bernaung ilmu, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Teluk Kuantan.
Di sanalah, lembaran takdir mempertemukan saya dengan lingkungan yang sarat akan nilai ketegasan dan disiplin yang dipimpin oleh Bapak H. Drs. Suyanto, MH. Beliau bukan sekadar kepala sekolah; beliau adalah menara suar yang kokoh, memancarkan aura wibawa yang melahirkan gelombang motivasi bagi setiap siswanya.
Di tengah riuhnya proses belajar pada Jurusan Bangunan Teknik Perkayuan, takdir yang indah mempertemukan saya dengan seorang guru yang di kemudian hari menjelma menjadi sosok peletak fondasi karakter dalam hidup saya. Beliau adalah Bapak Aprinedi, S.Pd., MM.
Melalui ruang-ruang kelas yang senyap dan penuh konsentrasi, beliau mengampu mata pelajaran Fisika, Mekanika, serta Statistika. Ilmu-ilmu eksakta yang sering kali dianggap kaku dan dingin, berubah menjadi jembatan dialektika yang hangat di tangan beliau. Namun, lebih dari sekadar angka dan rumus yang digoreskan di papan tulis, beliau sejatinya sedang mengajarkan hukum-hukum keseimbangan hidup, elastisitas kesabaran, dan kekokohan mental.
Lebih dari Sekadar Rumus: Menempa Jiwa Kepemimpinan
Peran Bapak Aprinedi tidak berhenti di batas meja kelas. Sebagai Pembina OSIS di SMKN 1 Teluk Kuantan kala itu, beliau membuka ruang yang luas bagi kami untuk belajar memimpin dan dipimpin. Di bawah bimbingan, petuah, dan didikan beliau yang telaten, saya tidak hanya menatap dunia dari balik jendela akademis.
Saya diajarkan arti sejati dari sebuah kedisiplinan, esensi tanggung jawab yang membumi, serta bagaimana merajut etika akhlak yang luhur di hadapan para guru.
Atas kepercayaan yang lahir dari rahim kaderisasi beliau, sebuah amanah besar diletakkan di pundak saya.
Melalui musyawarah dan pemilihan secara aklamasi oleh perwakilan kelas, saya diberi mandat untuk mengemban tugas sebagai Ketua OSIS SMKN 1 Teluk Kuantan. Jiwa seni pun turut menemukan salurannya; saya dipercaya menakhodai Band Arden, sebuah kelompok musik sekolah yang menjadi ruang ekspresi rasa.
Pengalaman berorganisasi itu meluas hingga lingkaran luar, membawa saya menjadi Wakil Ketua Pramuka serta menembus barisan kehormatan sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Semua pencapaian itu bukanlah kemegahan semu, melainkan hasil bentukan tangan dingin seorang guru yang percaya bahwa potensi murid harus digali melampaui batas ruang kelas.
"Di tangan Guru Hebat akan tercipta siswa yang hebat. Dari tangan seorang guru pulalah, lahir berbagai profesi serta melesat para pemimpin yang luar biasa."
Ransel Modal Kehidupan dan Langkah Menuju Menara Gading
Nilai-nilai kepemimpinan, karakter, etika, serta semangat kolaborasi yang ditanamkan di SMKN 1 Teluk Kuantan menjelma menjadi ransel bekal yang sangat berharga. Berkat gemblengan tersebut, saya melangkah penuh percaya diri memasuki gerbang perguruan tinggi.
Pendidikan Strata 1 (S1) berhasil saya rampungkan di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, sebuah tempat di mana rasa dan karsa dipertajam. Langkah kaki tak berhenti di sana; dahaga akan ilmu membawa saya menyelesaikan Strata 2 (S2) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Kini, dengan restu langit dan doa yang tak pernah putus, Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan, saya bersiap melanjutkan pengembaraan akademis ke jenjang tertinggi, Strata 3 (S3) di Universitas An Nur Lampung.
Langkah panjang ini tidak lain adalah sebuah ikhtiar untuk merawat api semangat yang dahulu dinyalakan oleh Bapak Aprinedi dan guru-guru hebat lainnya di Teluk Kuantan. Belajar bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan sebuah suluk pengabdian sepanjang hayat.
Sembah Sujud Terima Kasih dan Estafet Perjuangan
Pertemuan kembali di sebuah kedai sederhana yang hangat seperti yang terekam dalam potret kebersamaan kami kembali menyalakan rasa takzim yang mendalam. Menatap senyum teduh beliau di masa kini, sembari menikmati hidangan sederhana, mengingatkan saya bahwa sejauh apa pun burung terbang, ia takkan pernah melupakan dahan tempatnya pertama kali belajar mengepakkan sayap.
Kini, waktu telah membawa saya berdiri di sisi yang berbeda. Saya, Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., hari ini berdiri sebagai seorang tenaga pendidik di SMAN 1 Sentajo Raya, Provinsi Riau.
Di hadapan murid-murid saya, saya melihat kembali bayangan diri saya puluhan tahun yang lalu. Di saat inilah, kesadaran itu memuncak: betapa berat dan mulianya tugas seorang guru.
Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menghaturkan sembah sujud dan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Aprinedi, S.Pd., MM, kepada Bapak H. Drs. Suyanto, MH, serta seluruh guru-guru hebat di SMKN 1 Teluk Kuantan.
Engkau telah mengalirkan air jernih pengetahuan dan membentuk laku hidup yang tak kan lekang oleh zaman. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalas setiap peluh dan ketulusan jasa-jasamu dengan pahala yang meluas, rezeki yang berkah berlimpah, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir indah di dunia maupun di akhirat kelak.
Salam santun penuh takzim dari siswamu, yang kini merayap di jalan yang sama, mencoba melanjutkan regenerasi perjuanganmu di ranah mulia bernama pendidikan.
Jazakumullah Khairan Katsiran. Barakallah Fiikum.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan Angkatan 1999
