
Amanat Upacara Senin SMAN 1 Sentajo Raya: Menggali Makna Meminta Maaf dan Keluasan Jiwa untuk Memaafkan
Sikap “Maaf dan Maafin”: Kunci Kedamaian di Lingkungan SMAN 1 Sentajo Raya
SENTAJO RAYA – Suasana khidmat menyelimuti lapangan upacara SMAN 1 Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Senin pagi (20/04/2026). Di bawah langit yang cerah, seluruh siswa, guru, dan staf berkumpul untuk mengikuti rutinitas upacara bendera mingguan yang kali ini membawa pesan moral mendalam tentang kemanusiaan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Richi Purnama Sari, S.Pd, yang merupakan Guru Ekonomi di sekolah tersebut, menyampaikan amanat inspiratif bertajuk “Maaf dan Meminta Maaf”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kedamaian hati dan kenyamanan lingkungan sosial sangat bergantung pada dua sikap sederhana namun sulit dilakukan ini..
Menjadi ‘Gentleman’ dengan Meminta Maaf
Richi Purnama menjelaskan bahwa meminta maaf bukanlan tanda kelemahan, melainkan simbol keberanian yang luar biasa.
“Minta maaf merupakan sikap yang hebat. Seseorang yang berani meminta maaf kepada orang yang disakiti artinya ia adalah seorang gentleman. Berani berbuat, berani bertanggung jawab,” tegas Richi di hadapan ratusan siswa.

Memaafkan: Tanda Jiwa yang Besar
Tak hanya soal meminta maaf, Richi juga menyoroti pentingnya memberikan maaf atau “maafin”. Menurutnya, orang yang mampu membukakan pintu maaf bagi orang lain adalah pribadi yang memiliki jiwa besar. Dengan memadukan kedua sikap ini, kehidupan di sekolah maupun di masyarakat akan terasa lebih aman, nyaman, dan tentram.
Untuk memudahkan para siswa mengingat pesan tersebut, Richi memberikan sebuah “Rumus Kehidupan” yang unik:
“Salah + Maaf = Berbaikan”
Rumus sederhana ini diharapkan menjadi pegangan para siswa dalam berinteraksi sehari-hari, guna meminimalisir konflik dan mempererat tali persaudaraan antar sesama warga sekolah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, upacara berjalan dengan sangat tertib. Petugas upacara yang mengenakan atribut lengkap melaksanakan tugasnya dengan presisi, sementara jajaran guru yang mengenakan seragam dinas cokelat (PNS) tampak menyimak amanat dengan saksama. Semangat literasi dan edukasi moral seperti ini terus digalakkan oleh SMAN 1 Sentajo Raya sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa yang unggul.

Peserta Upacara Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMAN 1 Sentajo Raya
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Fasilitator Daerah CBPR Bank Indonesia & BGTK Riau, Duta Literasi Rupiah Riau, Ketua Kombel Kayuah SMAN 1 Sentajo Raya, Guru Konten Kreator Riau, & Motivator Literasi & Edukasi, Ketua Forum Literasi Kuansing)









Posting Komentar
Komentar ya