
Cahaya di Ujung Cengar: Meneguhkan Langkah Perempuan Berkemajuan
CENGAR — Di bawah langit Cengar yang teduh pada Jumat, 17 April 2026, sebuah simfoni pengabdian bergema. Angin sepoi membawa semangat yang tak kunjung padam saat puluhan perempuan tangguh berkumpul dalam satu harmoni tujuan: Musyawarah Cabang (Musycab) ‘Aisyiyah Cengar.
Bukan sekadar pertemuan rutin, agenda ini merupakan riak jernih dalam samudera dakwah, mengusung tema besar:
“Menguatkan Peran ‘Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Berkemajuan.”
Menutup Lembaran Bakti, Membuka Gerbang Harapan
Acara dimulai dengan suasana khidmat yang menyentuh kalbu. Riwayat pengabdian Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Cengar periode 2015-2022 dibacakan sebagai bentuk pertanggungjawaban di hadapan manusia dan Sang Khalik.

Setiap butir laporan yang disampaikan bukan sekadar deretan angka, melainkan jejak langkah, tetesan keringat, dan doa-doa yang dipanjatkan demi tegaknya marwah perempuan di ranah dakwah.
“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Namun, pengabdian di ‘Aisyiyah adalah nafas yang tak boleh berhenti berhembus,” ungkap salah satu peserta dengan mata berkaca-kaca.
Memilih Nakhoda Baru di Bahtera Dakwah
Musycab kali ini menjadi momentum krusial dengan tiga agenda utama:
Evaluasi Khidmat: Membedah laporan pertanggungjawaban periode 2015-2022.
Rancang Bangun Masa Depan: Menyusun program kerja yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Estafet Kepemimpinan: Memilih nakhoda baru Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah periode 2022-2027.

Kehadiran sosok-sosok inspiratif dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kuantan Singingi menambah energi dalam ruangan tersebut. Ketua PDA Kuantan Singingi, Hj. Elniyeti, S.Pd, MM, M.Pd, hadir langsung didampingi oleh sekretaris, wakil ketua, dan jajaran majelis. Kehadiran mereka laksana payung yang mengayomi para peserta musyawarah dari PCA Cengar hingga utusan Pimpinan Ranting.
Asa untuk Pemimpin yang Amanah
Di balik keriuhan musyawarah, terselip doa yang tulus. Harapan besar digantungkan agar proses demokrasi organisasi ini tidak sekadar melahirkan struktur jabatan, melainkan melahirkan sosok-sosok yang amanah, ikhlas, dan memiliki komitmen baja dalam jalan dakwah.

Menjadi perempuan berkemajuan di Cengar berarti menjadi lentera di rumah sendiri dan menjadi kompas bagi masyarakat sekitar. Melalui program kerja yang disusun, ‘Aisyiyah bertekad untuk terus merawat akal sehat, memperhalus budi pekerti, dan memperluas kebermanfaatan bagi sesama.
Musycab Cengar telah usai, namun langkah baru saja dimulai. Di tangan-tangan lembut inilah, masa depan peradaban yang lebih beradab sedang ditenun dengan benang-benang iman dan kasih sayang.

Reportase: Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabenda PCM Teluk Kuantan , Ketua Lembaga Seni Budaya PDM Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penulis, Blogger, Bisnis Owner, Coach)

Posting Komentar
Komentar ya