Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Setiap individu memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, mulai dari yang menunjukkan kepribadian yang sehat atau justru yang tidak sehat. Dalam hal ini, Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003) mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat, sebagai berikut :
Kepribadian yang sehat :
-
Mampu menilai
diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
-
Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
-
Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
-
Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
-
Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
-
Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
-
Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
-
Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
-
Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
-
Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
-
Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang)
Kepribadian yang tidak sehat :
-
Mudah marah (tersinggung)
-
Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
-
Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
-
Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang
-
Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum
-
Kebiasaan berbohong
-
Hiperaktif
-
Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
-
Senang mengkritik/ mencemooh orang lain
-
Sulit tidur
-
Kurang memiliki rasa tanggung jawab
-
Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis)
-
Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama
-
Pesimis dalam menghadapi kehidupan
-
Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan
===================================================
READ MORE - Ciri-Ciri Kepribadian yang Sehat dan Tidak Sehat
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd





Suasana Ujian Nasional 22-26 Maret 2010 di SMAN 1 Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi
Ujian Nasional yang dilaksanakan Tanggal 22-26 Maret 2010 Tingkat SLTA di Kuansing dan Seluruh Indonesia terlihat berjalan lancar, walaupun ada juga permasalahan yang terjadi daerah luar Kuansing.
Pengalaman Perdana Saya untuk mengawas (Pengawas) Ujian Nasional 2010, yang pada saat itu saya mendapat tugas untuk mengawas silang ke SMAN 1 Teluk Kuantan Kab.Kuansing. Dengan sedikit merasa tegang dan rasa menjaga untuk tidak berbuat setegas dan “sekejam dalam mengawas. Saya berusaha untuk menjadi seorang sahabat atau keluarga mereka (siswa) dalam suasana kelas. Agar siswa tidak merasa grogi atau merasa “terusik” dengan diawasi, karena saya beranggapan kepada siswa tersebut, bahwa siswa itu mampu untuk melakukan Ujian Nasional secara baik dan berkualitas.
Disaat hari pertama saya masuk untuk mengawas, mereka memberikan sejuta senyuman yang merekah dan penuh keikhlasan, lalu dilanjutkan untuk menyalami saya dan satu orang guru, yang setiap hari saya bergantian pasangan untuk menjadi pengawas.
Senin s/d Jumat saya melihat mereka menjalani dengan “cara” mereka sendiri dan penuh percaya diri mengisi lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN). Apapun yang akan dihasilkan oleh mereka saya yakin mereka akan mencapai hasil yang terbaik. Walaupun secara jujur saya tidak pernah setuju Ujian Nasional terus dilaksanakan dan dijalani pemerintah dengan cara sistem penilaian seperti yang ada. Ujian Nasional bagi saya adalah “pembunuhan” hak asasi kepada guru untuk menilai secara objektif dan subjektif. Kita ambil contoh; seorang juara dan tidak menjalani proses pembelajaran selama tiga (3) tahun dengan penuh semangat dan ikhlas. Namun apa yang terjadi disaat Ujian Nasional didepan mata, seorang Juara dan tidak mengalami tekanan mental dan psikis, sehingga proses yang dijalani selama tiuga tahun, dintentukan beberapa hari (5 Hari) untuk menuju kesuksesan yaitu Lulus Ujian Nasioanal. Ini yang namanya “pembunuhan” hak guru untuk menilai siswa secara utuh. Karena guru tahu bagaimana kemampuan siswanya selama 3 tahun. Bukan pemerintah yang memberi menilai yang tidak tahu menahu kualitas siswa tersebut.
Malang dan riskannya sistem pendidikan saat ini, sejak saya sekolah dulu sistem Uian Nasional tidak ada, namun sejak 2004 (kalo nga salah) Ujian Nasional dilaksanakan, yang katanya (pemerintah) untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun tidak memperhatikan psikis (kejiwaan) dan proses. Karena pendidikan yang dijalani dilihat dari Proses proses dan proses bagaimana pondidikan itu berjalan, dan yang menjalankan tentunya guru dan siswa.
Semoga Pemerintah bisa mengkoreksi sistem Ujian Nasional yang membuat “ketakutan” dan momok bagi siswa dan guru saat ini. Namun saya pun setuju sekali bila Ujian Nasional terus berjalan namun yang perlu dirubah sistem penilaian dan kelulusan yang ditentukan pemerintah yang patut penilaiannya dikembalikan oleh pihak sekolah dan guru. Salam Pendidikan Indonesia!!!.Source:www.ronaldorozalino.com
READ MORE - Suasana Ujian Nasional 2010 di SMAN 1 Teluk Kuantan Kab.Kuansing
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!
READ MORE - SIKAP
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
10 Karakter Pemenang dan 10 Karakter Pecundang
1. Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata "saya salah!"
Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, "ini bukan
salah saya!"
2. Pemenang berkata, "saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik lagi!"
Pecundang berkata, "saya tidak sejelek orang lain!"
3. Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari pada dia.
Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain dengan berbagai cara.
4. Pemenang berkata, "mari saya kerjakan ini untuk anda!"
Pecundang berkata, "itu bukan pekerjaan saya!"
5. Pemenang berkata, "pasti ada cara lebih baik mengerjakannya!"
Pecundang berkata, "begitulah biasanya dikerjakan disini!"
6. Pemenang berkata, "ini sulit tapi mungkin!"
Pecundang berkata, "ini mungkin tapi sangat sulit untuk mengerjakan!"
7. Pemenang selalu mempunyai rencana-rencana.
Pecundang selalu mencari alasan.
8. Pemenang mempunyai komitmen-komitmen.
Pecundang hanya berjanji-janji saja.
9. Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban.
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.
10. Pemenang tuntas memecahkan masalah.
Pecundang selalu tanggung-tanggung dan tidak pernah memecahkan masalah.
Semoga Bermanfaat!!!
Source: www.ronaldorozalino.com
READ MORE - 10 Karakter Pemenang dan 10 Karakter Pecundang
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd






G-Nuse Part II dari SMAN Pintar di Ajang Class Musik Festival Kuantan Part III 2010
Taluk Kuantan(tepi Kuantan),Minggu, 7 Maret 2010, Class Music Festival Kuantan Part III se-Riau dan Sumbar, memberikan sebuah ruang kreativitas bagi remaja-remaja yang kreatif dalam bidang seni musik. Festival ini bertemakan GLOBAL WARMING. Tema ini diambil sesuai dengan kondisi saat ini yang semakin panasnya bumi akibat global warming.Dalam Festival ini diharapkan remaja-remaja pada saat ini dan yang akan datang mampu melakukan pencegahan segala sesuatu yang dapat mengakibatkan GLOBAL WARMING.
Festival bertemakan GLOBAL WARMING ini dihadiri oleh berbagai band lokal maupun interlokal yang kawasannya yaitu Riau dan Sumatera Barat. Dan jumlah peserta band yang mengikuti adalah 30 grup band. Tak kalah grup Band kesayangan SMAN PINTAR yang turut serta dalam Class Music Festival Kuantan Part III se-Riau dan Sumbar , yaitu G-NUSE PART II.
G-NUSE PART II membawakan dua buah lagu yang diaransemen ulang maupun lagu ciptaan,yaitu yang berjudul MENGANYAM (lagu daerah Kuansing) dan SENANDUNG NARKOBA (lagu ciptaan G-Nuse Part II). Lagu ini dibawakan oleh G-NUSE PART II dengan suasana yang meriah. Berikut personel-personel G-Nuse Part 2: Vokalis 1:Aisyah Mayang Wulan, vokalis 2:Nefi Fitriana, Vokalis Rapper:Nolly Okta Pramika, Gitaris 1:Anteng Isnanto, Gitaris 2:Darwan Suganda, Basis:Al Fajri, keyboard:M. Ari Sandy, dan drumer:Eka Ardila Pandi, Pelatih dan Pembina Ronaldo Rozalino S.Sn yang juga selaku Humas SMAN Pintar.
Adapun pemenang dalam Class Music Festival Kuantan Part III se-Riau dan Sumbar,antara lain:
Juara 1 : Malin Kundang
Juara 2 : Four and Six
Juara 3 : X Bad
Band Favorite : Apollo
The Best Gitaris : Four and Six
The Best Basis : Malin Kundang
The Best Drumer : Malin Kundang
The Best Keyboard : Malin Kundang
The Best Vokalis :Apollo
Kegiatan Class Music Festival Kuantan Part III se-Riau dan Sumbar, yang disponsori oleh Class Mild, semoga band lokal (Kuansing) dapat memperoleh prestasi dan menjadi band papan atas hingga Nasiolal maupun Internasional. By: Aisyah Mayang Wulan & Nefi Fitriana (G-Nuse Part 2) Source: www.ronaldorozalino.com
READ MORE - G-Nuse Part II dari SMAN Pintar di Ajang Class Musik Festival Kuantan Part III 2010