
Aroma Wangi Tradisi dalam Gerak: SMAN 13 Pekanbaru Persembahkan Tari “Moh lah melempok” di Ajang FL32N
PEKANBARU — Ketika musim durian tiba memeluk bumi Lancang Kuning, rimba Riau tidak hanya melimpahkan buah yang ranum, tetapi juga melahirkan sebuah harmoni kehidupan. Berangkat dari rasa syukur atas panen raya yang melimpah, SMAN 13 Pekanbaru bersiap menghentak panggung Festival Lomba Siswa Seni Sastra Nasional (FLS3N) Tingkat SMA Kota Pekanbaru melalui sebuah karya tari kreasi yang sarat akan makna budaya, bertajuk “Moh lah melempok”.
Seni tari bukan sekadar ayunan langkah kaki atau liukan jemari, melainkan sebuah bahasa jiwa yang menerjemahkan denyut nadi kehidupan masyarakat. Di bawah asuhan tangan dingin Sang Penata Tari, Sri Maryeni Ferlis, S.Pd, kesibukan komunal masyarakat Riau dalam mengolah durian disulap menjadi sebuah pertunjukan visual yang memukau.

Tari ini menangkap esensi kearifan lokal ketika buah durian yang melimpah ruah diolah dengan penuh kesabaran menjadi lempok sejenis dodol durian khas Riau yang legit, manis, dan tahan lama. Proses gotong royong inilah yang menjadi nyawa di atas panggung.
Langkah berani ini mendapat restu penuh dan dukungan hangat dari Kepala SMAN 13 Pekanbaru, Yetri Aziza, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam ajang bergengsi ini merupakan wadah penting untuk menanamkan rasa cinta generasi muda terhadap akar budayanya sendiri. Melalui seni, para siswa diajak untuk tidak hanya menjadi penonton zaman, melainkan sebagai penjaga nyala api tradisi Melayu agar tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi.
Harmoni Gerak dan Nada
Di atas lantai pentas yang akan digelar di SMAN 8 Pekanbaru pada 17 Juni 2026 mendatang, dua penari berbakat, Yon Peter dan Chatarina, akan menjadi medium cerita. Melalui ketubuhan mereka, penonton diajak menyaksikan dinamika gerakan yang lincah sekaligus bertenaga menggambarkan proses membelah durian, mengaduk adonan di atas kuali besar, hingga kebersamaan yang hangat.

Kehadiran properti kuali dan tongkat kayu pengaduk dalam sesi latihan mempertegas komitmen mereka untuk menyajikan estetika pertunjukan yang total dan teatrikal.
Setiap jengkelit dan hentakan kaki duo penari ini akan dikawal oleh komposisi musik yang megah namun magis karya maestro Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd, yang berkolaborasi apik bersama Tim SSKM. Musik pengiring dirancang khusus untuk membangun atmosfer perkampungan Riau yang riuh rendah oleh kegembiraan panen, memadukan instrumen tradisional dengan ritme modern yang menggugah semangat.
“Lempok durian bukan sekadar kudapan manis yang menjadi buah tangan khas Riau. Di dalam kuali tempat ia diaduk, ada nilai kesabaran, ada aroma gotong royong, dan ada ikatan kekeluargaan yang erat. Itulah yang ingin kami sampaikan kepada dunia melalui gerak tari ini.”
Menuju Panggung Pembuktian
Persaingan ketat dalam Lomba Tingkat Kota Pekanbaru dipastikan akan mempertemukan talenta-talenta terbaik se-kota. Namun, dengan persiapan matang, keringat yang menetes di ruang latihan, serta sinergi antara guru, komposer, dan penari, SMAN 13 Pekanbaru optimistis dapat memberikan penampilan yang berkesan di hati para dewan juri dan pencinta seni.
Ajang FLS3N ini sejatinya bukan sekadar tentang menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah perayaan identitas. Melalui tari “Moh lah melempok”, SMAN 13 Pekanbaru telah berhasil mengemas sebuah kebiasaan sederhana menjadi karya seni tingkat tinggi yang mengingatkan kita semua: bahwa di tanah Melayu, alam dan budaya selalu berjalan seiring, mewariskan rasa yang takkan lekang oleh waktu.
Sekilas Info Pertunjukan:
Judul Karya: Tari “Moh lah melempok”
Penata Tari: Sri Maryeni Ferlis, S.Pd
Komposer Musik: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd & Tim SSKM
Penari Utama: Yon Peter & Chatarina
Produksi: SMAN 13 Pekanbaru (Kepala Sekolah: Yetri Aziza, M.Pd)
Agenda Lomba: FLS3N Tingkat SMA Kota Pekanbaru
Waktu & Tempat Pelaksanaan: Rabu, 17 Juni 2026 di SMAN 8 Pekanbaru
(RR)
