
Ilmu Tanpa Adab Bagaikan Lampu Tanpa Cahaya: Catatan Upacara SMAN 1 Sentajo Raya
Oleh: Shinta Muselpa, S.Pd Senin, 27 April 2026
Senin pagi di lingkungan SMAN 1 Sentajo Raya, Provinsi Riau, kembali diwarnai dengan semangat kedisiplinan. Upacara bendera yang dilaksanakan pada hari ini berjalan dengan sangat khidmat. Apresiasi khusus diberikan kepada siswa-siswi kelas XI.2 yang bertugas sebagai pelaksana upacara; penampilan mereka dinilai sangat baik, terstruktur, dan menunjukkan persiapan yang matang.
Lebih dari Sekadar Mengejar Ilmu
Dalam amanat yang disampaikan, terselip sebuah pesan mendalam bagi seluruh siswa. Ditekankan bahwa tujuan utama datang ke sekolah bukan hanya untuk mengejar nilai akademik atau sekadar “mencari sekolah”, melainkan untuk belajar adab.

“Ibarat sebuah lampu yang tidak memancarkan sinar, begitulah gambaran orang yang berilmu namun tidak memiliki adab. Ilmu mungkin membuat seseorang pintar, namun adablah yang membuatnya bercahaya dan bermanfaat.”
Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa etika dan karakter (adab) menempati posisi yang lebih tinggi daripada sekadar penguasaan materi pelajaran.

Manifestasi Adab kepada Guru
Menghargai guru bukan sekadar formalitas, melainkan kunci pembuka pintu kesuksesan di masa depan. Beberapa poin praktis yang ditekankan meliputi:
Menyimak dengan Takzim: Mendengarkan saat guru memberikan penjelasan atau berbicara.
Budaya Tegur Sapa: Menyapa guru dengan sopan saat bertemu di manapun.
Etika Berkomunikasi: Tidak memotong pembicaraan dan menggunakan bahasa yang santun.
Tanggung Jawab Akademik: Disiplin dalam melaksanakan setiap tugas yang diamanahkan.
Sebagai penutup, ditekankan bahwa mereka yang sukses dan berkah hidupnya adalah mereka yang mampu menempatkan rasa hormat dan adab yang tinggi kepada para pendidiknya.

Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd (Guru Penulis, Guru Konten Kreator Riau, Fasda CBPR BI & BGTK Riau)

Posting Komentar
Komentar ya