Belajar/kursus musik – entah itu memainkan instrumen ataupun menyanyi – adalah proses seumur hidup. Namun anda tidak akan pernah menyesal melakukannya. Mengapa?
1. Bermusik meningkatkan kecerdasan anda.
Berbagai studi yang mempelajari dampak musik terhadap otak manusia membuktikan bahwa siswa yang aktif bermusik memiliki prestasi yang relatif lebih baik di sekolah dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak belajar musik. Para peneliti mengatakan bahwa bermusik meningkatkan IQ, kemampuan baca anak serta merangsang perkembangan bagian-bagian tertentu dari otak. Bagi orang dewasa, bermusik membantu meningkatkan kewaspadaan dan membuat otak lebih aktif sehingga memperbaiki daya ingat.
2. Belajar musik mengajarkan disiplin.
Belajar atau kursus musik – khususnya bermain alat musik – merupakan sebuah proses tak berkesudahan. Salah satu kualitas musisi yang berhasil adalah kedisiplinan. Anda perlu memiliki sikap disiplin untuk bisa menguasai alat musik yang anda pelajari. Bukankah modal utama menjadi musisi handal adalah latihan, latihan dan latihan ?
3. Memainkan Alat Musik Mengusir Rasa Stres
Kita semua pasti sependapat bahwa “mendengarkan” suara musik mampu mengusir rasa stress dan penat. Nah, “memainkannya” berdampak lebih dari itu: ia mampu menciptakan kebahagiaan, bahkan mampu menenangkan jiwa dan pikiran anda !!!
4. Bemusik menciptakan Kebanggaan dalam Berprestasi
Saat kita baru mulai belajar musik – atau katakanlah belajar memainkan lagu – bisa jadi dapat membuat frustasi. Namun saat kita menguasainya, kepuasan yang dirasakan tak ternilai harganya. Tidak perduli betapapun sederhananya sebuah lagu, anda tidak akan melupakan saat-saat anda menguasainya: sebuah momen penting karena Anda telah maju selangkah dalam mencapai tujuan anda, dan tentunya suatu prestasi yang patut dibanggakan bukan?
5. Bermusik itu Menyenangkan !!
Belajar musik memang butuh kerja ekstra keras, namun sekaligus juga menyenangkan. Bayangkan kegembiraan saat anda berhasil menguasai sebuah lagu tertentu dan mendemonstrasikannya didepan teman-teman dan keluarga anda. Atau, mungkin musik bahkan bisa menuadi profesi anda? Menjadi profesi atau tidak, bermusik jelas akan memperkaya hidup anda !!!www.facebook.com
Latihan atau pendidikan musik di sebuah Yayasan Kesenian pada usia muda akan sangat membantu perkembangan pada bagian otak tertentu yang digunakan untuk mempelajari bahasa dan daya nalar. Studi yang dilakukan belakangan ini telah menunjukkan bahwa latihan musik dapat mengembangkan kemampuan otak kiri yang dalam tugas sehari-harinya memproses informasi atau bahasa yang masuk ke otak dan pada dasarnya membantu otak tersebut mengalirkan sirkuit tertentu pada otak dengan cara tertentu. Memperdengarkan lagu-lagu yang familiar pada saat menangkap informasi baru cenderung meningkatkan daya tangkap pada anak-anak yang masih muda.
Terdapat pula hubungan yang sangat erat antara musik dan daya nalar spasial (spatial intelligence – kemampuan untuk menangkap informasi tertentu dengan cepat dan dapat membuat gambaran secara mental atas hal-hal yang dilihat). Intelegensia seperti ini, dimana seseorang dapat memvisualisasikan berbagai elemen pada saat bersamaan sangat penting fungsinya untuk banyak hal dari menyelesaikan tugas matematika yang kompleks sampai pada kemampuan untuk mengingat apa saja yang akan diperlukan untuk dimasukkan dalam tas sekolah pada hari itu.
Murid-murid yang belajar musik baik secara langsung atau dari Forum Musik dan tari cenderung belajar berpikir secara kreatif dan memecahkan masalah dengan cara membayangkan berbagai alternatif solusi yang ada, sehingga menolak ketentuan dan asumsi yang berlaku.
Pelajaran musik dan tari membangun kemahiran-kemahiran yang nantinya akan sangat diperlukan oleh anak tersebut pada saat memasuki dunia kerja. Pelajaran musik dan tari tersebut memfokuskan dan mementingkan pada aspek “aksi” daripada observasi dan mengajarkan bagaimana murid bisa tampil dimana saja dan kapan saja di dunia. Perusahaan selalu mencari karyawan-karyawan yang multi-dimensional yang memiliki fleksibilitas dan intelektual yang supel seperti yang diajarkan dalam pelajaran musik dan tari sebagaimana yang telah dijelaskan diatas.
Pertunjukan musik dan ballet mengajarkan anak-anak belia untuk mengatasi rasa takut dan mengambil resiko dalam hidup. Sedikit rasa khawatir adalah hal baik karena hal ini akan selalu muncul di dalam hidup kita. Dengan bisa mengendalikan rasa khawatir tersebut pada usia yang belia, akan memberikan bekal yang besar bagi anak sehingga tidak menjadi penghalang dimasa mendatang dan dapat membangun karakter anak yang kuat dan tahan banting. Pengambilan resiko adalah penting juga dalam hidup kita apabila anak tersebut ingin mengembangkan bakatnya secara maksimum sebagai sebuah Pengembangan Pribadi.
Semakin anak kita menguasai alat musik yang dipelajari atau anak kita makin luwes dan makin banyak mengenal gerakan balet yang indah, mereka akan semakin tertarik pada seni-seni tersebut dan hal ini memberikan suatu kesempatan kepada mereka untuk mempertontonkan kemahiran mereka pada anggota keluarga. Kemampuan untuk dapat bermain musik dan menari ballet tentu akan membuka banyak kesempatan-kesempatan berharga yang dapat memperkaya hidup mereka. royzel.blogspot.com
Untuk mengajarkan anak cinta musik, Anda tak perlu harus jadi maestro untuk hal itu. Cukup ciptakan lingkungan yang mencintai musik. Caranya selain Les Musik & Kursus Musik
* Bernyanyilah bersama si kecil Setiap kali mendengar nyanyian di radio, tape, atau teve, ikutlah bersenandung. Tak usah khawatir jika suara Anda sumbang, serak, atau tak hapal syairnya. Yang paling penting, buat interaksi musik ke diri anak dan tunjukkan bahwa Anda mencintai musik Ikutilah Les Musik & Kursus Musik jangan melarang anak ikut bersenandung atau bersiul, itu sudah merupakan musik merdu di telinga si kecil, kunjungi Musik Course & Tempat Kursus Musik untuk menambah wawasan anak anda tentang musik.
* Hidup bersama musikNyalakan radio, tape, atau CD. Biasakan mereka mendengar musik, menari dengan musik, dan ciptakan segala aktivitas dengan musik. Jadikan musik sebagai bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak Anda.
* Mainkan segala jenis musikAnak-anak dapat menerima segala macam jenis musik. Dengan mendengarkan berbagai macam penyanyi dan ragam lagu, berarti Anda sudah melakukan stimulasi untuk menciptakan lingkungan yang musikal. Selain itu, anak juga akan mengetahui kekayaan khasanah musik dan temukan semua itu di Musik Course & Tempat Kursus Musik.
* Ikut BernyanyiBernyanyilah atau siulkan nada-nada awal dari sebuah nyanyian yang dikenal si kecil. Ajak anak untuk melanjutkan atau menyelesaikan kalimat dari lagu tersebut.
* Menonton pertunjukanAjak anak menonton pertunjukan atau konser untuk anak-anak seperti operet, balet, atau drama musikal.
* Sediakan bacaan tentang musikBacakanlah cerita tentang riwayat hidup musisi terkenal. Selain isi cerita yang menarik, juga bisa menggugah semangat anak untuk makin mencitai musik, hal ini dapat anda lihat di Music Course & Kursus Music .
* Ikutkan Les privat musik atau di sebuah sekolah musik
Daftarkanlah anak pada kursus musik atau olah vokal. Di situ, anak akan dilatih bernyanyi, menari, sambil sekaligus belajar mengenal alat-alat musik yang sederhana. Jika anda ingin Anak lebih terpantau perkembangannya dapat dengan memilih les privat musik pada Tempat Les Musik, Tempat Les, Les Music & Tempat Kursus , guru datang ke rumah Anda atau bisa juga anda mendaftarkan anak anda ke Tempat Les Musik, Tempat Les, Les Music & Tempat Kursus
* Menari diiringi musik
Hampir tak ada anak yang tak suka menari. Biasanya mereka menyanyi sambil menari, bahkan berteriak sambil menggerak-gerakkan badannya.ikutilah kelas Music Course & Kursus Music untuk membantu sang anak dalam belajar musik.
* Unjuk KebolehanJika anak Anda belajar main piano atau alat musik lainnya, mengapa tidak diminta tampil untuk menunjukkan kebolehannya?Mintalah ia mendemonstrasikan kebolehannya di hadapan nenek-kakeknya dan keluarga besarnya. Buatlah rekaman video dari pertunjukan ini dan berikan sebagai hadiah spesial kepada kakek dan neneknya.Dengan cara seperti itu, si anak akan merasa bangga dan terpacu untuk lebih mencintai musik.
MUSIK bermanfaat untuk rileksasi dan ketenangan sehingga anak siap berkonsentrasi. Musik pun mampu mengoptimalkan perkembangan otak kiri dan kanan sehingga membantu proses penyerapan otak dalam belajar. Ketahui waktu yang tepat mengikutkan anak pada kursus musik.
Penasaran apakah anak Anda siap untuk menerima kursus musik? Ataukah sekarang dia sudah kursus musik, tapi minta berhenti? Jawaban untuk berbagai pertanyaaan sederhana membantu Anda membuat keputusan tersebut, dan Sheknows punya jawabannya.
Pertanyaan sederhana yang harus dijawab
Pertanyaan pertama yang harus Anda ajukan pada si kecil adalah apakah ia tahu mana tangan kanan dan mana tangan kiri. Anak juga harus bisa berhitung dari 1-10, tahu, dan mengenal huruf A-Z. Demikian menurut Liz Nealon, General Manager KIDZ BOP, perusahaan yang memproduksi musik untuk anak usia 5-12 tahun di Amerika Serikat.
Dikatakannya, bermain musik menyaratkan tingkatan koordinasi sensor motorik yang baik. Bisakah anak Anda memainkan jari-jemarinya, misal menggenggam pensil? Apakah tubuhnya cukup besar untuk duduk di kursi piano dan bisa menekan tuts piano dengan nyaman?
Anak-anak juga butuh tingkat kematangan yang baik saat mulai kursus musik. Setidaknya mereka harus bisa konsentrasi selama kursus, minimal 30 menit tiap pertemuan, dan mengikuti arahan guru kursusnya.
Tanyakan pula pada diri Anda, apakah ia cukup matang untuk menghadapi frustasi dan latihan tekun untuk meningkatkan kemampuannya. “Penelitian membuktikan bahwa tak ada manfaat nyata untuk mulai mengajarkan musik pada anak sejak usia sangat muda. Anda bisa mulai saat usianya menginjak 8 atau 9 tahun,” kata Nealon.
Kuncinya latihan dan bersabar
Saat pertanyaan-pertanyaan di atas terjawab positif, itu tandanya anak siap diikutkan kursus musik. Tapi, pekerjaan Anda belum sekursusai.
“Tugas orangtua berikutnya membantu mereka melewati tantangan yang akan dihadapi selama belajar. Memaksa anak untuk melanjutkan pengalaman tak menyenangkannya hanya akan menghilangkan minatnya terhadap musik,” tambahnya.
Minta berhenti
Kalau si kecil mengatakan ingin berhenti kursus musik, jangan langsung memarahinya. Tanyakan dan dengarkan masalah yang menyelimuti hatinya. Biarkan ia tahu bahwa Anda peduli dengan masalahnya. Cobalah memahami dan mengobservasi masalahnya sebelum membuat keputusan.
Kalau masalah terletak pada pengajarnya, ikuti satu atau dua kali pertemuan. Perhatikan bagaimana cara ia mengajar, apakah temperamennya mampu menjaga kesabaran anak-anak didiknya.
Nealon mengatakan, Anda harus memperhatikan pula jadwal aktivitas si kecil yang bisa jadi terlalu padat. “Bermain adalah pekerjaan anak-anak. Mereka butuh waktu dan ruang selayaknya anak kecil kebanyakan,” tuturnya.
Musik bisa jadi bagian penting dalam kehidupan anak Anda. Namun, kursus musik tak seharusnya menjadi sumber rasa frustasinya. lifestyle.okezone.com
Banyak orang tua yang mengirim anak-anaknya Kursus Musik, vokal, dan balet untuk memperluas wawasan musikal. Tapi bagaimana menumbuhkan kecintaan pada musik bagi anak-anak di bawah usia sekolah ?
Saluran TV untuk anak-anak preschool ternama di Inggris, Nick Jr, telah bergabung dengan lembaga pengembangan psikologi musik di Universitas Keele, Dr.Alexandra Lamont, untuk memberikan tips-tips bagi orang tua yang menginginkan anak-anak mereka dibawah usia lima tahun, memiliki minat musik (kursus musik) yang besar.
1. Berbagilah dengan anak selera musik kesukaan anda . Berbagi pengalaman musikal dan antusiasme dengan anak anda bisa dilakukan dengan cara memperdengarkan mereka musik kesukaan anda (kursus musik). Anda bisa sekaligus bercerita cerita soal musik kesukaan anda itu, dimana pertama kali anda mendengarnya, dan mengapa anda menyukainya.
Jangan langsung patah semangat bila anak anda tampak tak berminat. Coba terus ulangi musik (kursus musik) yang masih belum familiar itu beberapa kali, dan mereka akan menikmatinya nanti.
2. Gunakan musik dari aktivitas rutin mereka. Cermati rutinitas anak anda di luar rumah, misal di tempat penitipan anak, ketika bersama nenek kakeknya, dan libatkan mereka dalam aktivitas bersama (kursus musik).
Banyak anak yang memiliki pengalaman terbaik dengan musik saat mereka diasuh, mendengarkan jenis musik berbeda atau ikut menyanyikan lagu bersama. Bisa juga dengan menyanyikan lagu yang sama dalam perjalanan dengan mobil atau memutarkan musik serupa di rumah (kursus musik). Anak kecil menyukai sesuatu yang ***lang-ulang.
3. Cermati selera musik mereka. Perhatikan bila mereka menyampaikan opini mereka soal musik, lihat bagaimana mereka merespon nada-nada yang berbeda di dalam maupun di luar rumah, dan berbagilah situasi ini dengan mereka (kursus musik).
4. Cobalah memperdengarkan berbagai jenis musik yang berbeda, hingga anda menemukan musik apa yang paling menarik perhatian anak anda. Ini bisa berarti anak anda menghentikan kegiatan mereka ketika mendengar musik yang mereka suka, atau turut bernyanyi.
5. Beraktivitas fisik dengan musik. Menikmati musik berarti menjadi aktif. Putarkan beberapa permainan musik (kursus musik) yang melibatkan tepuk tangan, menari, bergoyang dan mengganti aksi anda ketika musik berganti mood atau kecepatan.
Intinya buatlah aktivitas pengenalan musik (kursus musik) ini menjadi sesuatu yang fun dan menyenangkan bagi anak anda.kosmo.vivanews.com
My Bisnis Online & Offline (BP Grup)
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...13 tahun yang lalu
-
